Anda di halaman 1dari 5

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Awal Usaha[sunting | sunting sumber]


Perusahaan ini dimulai dengan dibukanya usaha jual beli mobil bekas dengan nama Cipaganti
Motor oleh Andianto Setiabudi pada tahun 1985 di Jalan Cipaganti No. 84 Bandung.
Perkembangan usaha dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup baik sehingga
dapat berkembang dengan memiliki beberapa showroom mobil bekas di Jalan Cipaganti,
Cihampelas dan Jalan Abdul Muis (sekarang Jalan Pungkur) Bandung.[1].

Masalah[sunting | sunting sumber]


Pemegang saham mayoritas PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT), yakni PT Cipaganti Global
Corporindo (CGC) harus 'menyusui' afiliasinya yang sedang tertimpa masalah. Berdasarkan
keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen CPGT membeberkan
penjualan sahamnya oleh sang induk. Koperasi Cipaganti Karya Graha Persada yang menjadi
bagian dari Grup Cipaganti kini tengah kesulitan membayar imbal hasil dari skema investasi
yang ditawarkan kepada masyarakat. Koperasi Cipaganti telah lebih dari 10 tahun silam
menawarkan program kemitraan dengan investasi minimal Rp 100 juta dengan janji imbal hasil
tetap antara 1,4%-1,9% per bulan. Bahkan ada juga nasabah yang memperoleh imbal hasil
diatas 2% per bulan dari Koperasi Cipaganti.[2]

Penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Jabar menahan Andianto Setiabudi
karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan. [3].

Divisi Otojasa[sunting | sunting sumber]


Seiring dengan perkembangan perekonomian nasional dan banyaknya perusahaan besar yang
melakukan out source untuk kebutuhan kendaraan sebagai sarana transportasi dan operasional
perusahaan. Dengan pasar yang sedemikian luas dan pertumbuhan kebutuhan kendaraan
sebagai pendukung usaha, maka Cipaganti Motor dikembangkan menjadi Cipaganti Rental yang
menyewakan segala jenis dan merk kendaraan, mulai dari kendaraan angkutan barang,
penumpang, pernikahan serta paket wisata. Saat ini Cipaganti Rental memiliki cabang di kota-
kota besar se-Jabodetabek dan Bandung-Priangan.

Pada tahun 2002 dilakukan diversifikasi usaha sejenis dengan target market retail, yaitu Travel &
Paket layanan Door to Door dengan jurusan perdana Bandung-Bogor, kemudian Bandung-
Jakarta, Bandung-Bandara Soekarno Hatta, Bandung-Tasikmalaya dan Bandung-Cirebon.

Tahun 2006 dengan adanya akses jalan tol Cipularang, terbuka peluang usaha baru dan
Cipaganti Otojasa mengembangkan layanan Shuttle Service Point to Point Bandung -
Jabodetabek yang terus dikembangkan. Peluang usaha ini sangat besar dan luas sesuai dengan
permintaan pasar maka karena itu akan terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan
masyarakat yang memerlukan sarana transportasi antar kota yang aman.
Tahun 2007 adalah pencetusan konsep transportasi terpadu dengan adanya penambahan jasa
layanan bus pariwisata, tours & airlines ticketing ditambah
layanan dokumen,paket dan kargo memberikan solusi menyeluruh kebutuhan transportasi.

Properti[sunting | sunting sumber]


Melihat peluang yang sangat baik pada usaha pembangunan perumahan kelas menengah yang
sejak awal tahun 1990 mengalami pertumbuhan yang sangat besar, maka manajemen
memutuskan memulai usaha di bidang perumahan. Hal ini diwujudkan dengan mendirikan PT
Cipaganti Citra Graha pada tanggal 30 September 1994, dengan lokasi perumahan pertama di
Jalan Ciwastra, Bandung dengan nama perumahan Cipaganti Graha I.

Kemudian pada tahun 1999 membangun lokasi perumahan kedua di Ujung Berung dikenal
dengan Cipaganti Graha II. Pada tahun 2002 membangun perumahan kelas menengah ke atas
di Jalan A.H. Nasution, Bandung dengan nama Cipaganti Dream Land. Pada tahun 2005
membangun perumahan Cipaganti Rahayu Regency di Cipamokolan Soekarno-Hatta Kodya
Bandung. Prospek pembangunan perumahan dengan konsep Cul de Sac dan
sistem cluster sangat diminati oleh pembeli. Dengan kebutuhan perumahan kelas menengah
sebagai sarana tempat tinggal primer bagi banyak keluarga muda serta dukungan suku bunga
KPR yang saat ini cukup rendah, tentunya prospek pembangunan dan pemasaran perumahan
akan menjadi salah satu andalan usaha Cipaganti Group.

Divisi Heavy Equipment[sunting | sunting sumber]


Sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan industri tekstil dan lainnya di wilayah Bandung
Priangan Cipaganti Group menangkap peluang untuk menyewakan Alat Angkat Barang Berat
(forklift dan Crane). Kantor pemasaran pertama dibuka di Jalan Gatot Subroto 94 Bandung.

Seiring dengan permintaan pasar, penambahan unit dan perluasan jenis alat yang disewakan
hingga alat berat untuk konstruksi, infrastruktur, pertambangan, perkebunan, pertanian,
kehutanan (excavator, bulldozer, W.Loader, Dump Truck, dll). Maka Pool dan kantor pemasaran
dialokasikan ke Jalan Soekarno-Hatta, Gede Bage Bandung.

Dengan potensi sumber daya alam sangat besar yang dimiliki tanah air kita, serta industri terkait
maka prospek usaha alat berat sangat baik dan dapat dikembangkan keseluruh daerah dan
kepulauan yang memiliki potensi tersebut. Sejak tahun 2004 PT Cipaganti Citra Graha divisi Alat
Berat membuka kantor cabang di Banjarmasin, Batu Licin(Kalimantan Selatan) dan tahun 2005
di Palangkaraya (Kalimantan Tengah), tahun 2007 ini akan dibuka juga cabang
di Samarinda (Kalimantan Timur).

Akuisisi & Perubahan Nama[sunting | sunting sumber]


Pada bulan Oktober 2014, sebuah perusahaan yang berbasis di Hong Kong Terra Investment
Holding Ltd, mengakuisisi 1,93 miliar (53,43 persen) saham PT Cipaganti Citra Graha Tbk
(CPGT). Pengambilalihan ini dilakukan oleh anak usaha Terra, yaitu Argentum Assets Pte Ltd.
Pengalihan saham tersebut dilakukan melalui mekanisme crossing di pasar negosiasi Bursa
Efek Indonesia (BEI). Dengan begitu, Terra Investment telah resmi menjadi pemegang saham
pengendali Cipaganti.

Pada tanggal 19 Maret 2015, diadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT.
Cipaganti Citra Graha Tbk. Dari hasil tersebut, pihaknya telah menyetujui kenaikan modal dari
500 milyar menjadi 1,5 triliun, untuk mengembangkan bisnisnya di bidang transportasi, logistik
dan jasa layanan. RUPSLB tersebut juga menyepakati perubahan nama perusahaan. Nama
baru yang dipilih adalah PT Citra Maharlika Nusantara Corpora (CMNC) Tbk. Perubahan ini juga
terjadi pada unit-unit bisnis mereka: Taksi Cipaganti yang berubah nama menjadi Taxi Cab,
layanan shuttle kelas premium Cipaganti menjadi MGo, sementara unit-unit bisnis travel dan
layanan shuttle kelas standar tetap menggunakan nama Sararea.

Perubahan nama ini diresmikan pada tanggal 3 Juni 2015, sekaligus dengan memperkenalkan
logo baru sebagai identitas merek. Ditilik dari nama yang dipilih, Citra Maharlika Nusantara
Corpora mempunyai arti harafiah "Citra Kebangsawanan Nusantara", memberikan gambaran
tentang nilai-nilai kewiraan, cerdik, bijaksana dan berbudi luhur. "Maharlika" diambil dari bahasa
Tagalog yang bermakna kebangsawanan. Setelah perusahaan tersebut berganti nama, kantor
pusat perusahaan transportasi ini yang berbasis di Bandung secara resmi dipindahkan ke
kawasan Jakarta Selatan.[4]

Produk[sunting | sunting sumber]


M'Go Shuttle[sunting | sunting sumber]
M'Go Shuttle (dahulu Cipaganti Shuttle) adalah angkutan darat yang menghubungkan antar kota
atau antar provinsi (one way trip) dengan jarak tempuh maksimal 150 km. Layanan berkelas
premium dengan konsep point to point (outlet ke outlet). Tepat waktu dengan rute yang tetap dan
terjadwal secara reguler.

Sarerea Shuttle[sunting | sunting sumber]


Sararea Shuttle adalah angkutan darat yang akan mengantar pelanggan ke kota tujuan dengan
jarak tempuh maksimal 150 km. Layanan berkelas standar dengan konsep point to
point (outlet ke outlet). Tepat waktu dengan rute yang tetap dan terjadwal secara reguler.

Rental Car[sunting | sunting sumber]


Rental Car telah dikenal sejak 1994, layanan terlama yang telah ada di Cipaganti. Paket-paket
rental antara lain, untuk korporasi dengan sewa jangka panjang dengan harga bersaing, paket
retail dengan sewa minimal 6 jam, layanan premium car (Mercedes Benz, Jaguar, Alphard),
layanan angkutan barang dan paket pernikahan. Untuk Cipaganti keseluruhan tidak terkecuali
Cipaganti Rental Car, armada terbaru merupakan andalan utamanya, penambahan unit-unit
terbaru secara kontinu terus dilakukan demi kepuasan penyewa.

Mobil rental Cipaganti terdiri dari berbagai jenis dari Sedan Mewah, Sedan, MPV car, Minibus,
Pick Up, Box, Truck, dll dengan berbagai merk / type seperti Jaguar S Type, Mercedes Benz
S320, Toyota Alphard, Nissan Serena, Toyota Vios, Toyota Kijang Innova, Toyota Avanza, Isuzu
Elf, Mitsubishi Colt Diesel Double/Engkel Full Box, Mitsubishi L300 Full Box, dll dengan keluaran
produk tahun terbaru.

Tours & Ticketing[sunting | sunting sumber]


Tours & Airlines Ticketing yang melayani beberapa layanan seperti jasa penjualan tiket
penerbangan dan jasa tour domestik maupun internasional, program M.I.C.E
(Meeting,Insentive, Conference, Exhibition).

Bus Pariwisata[sunting | sunting sumber]


Bus Pariwisata dengan armada terbaru merupakan layanan pendukung tour bagi perusahaan-
perusahaan maupun rombongan dan kebutuhan lainnya, saat ini tersedia dengan 8, 10, 15, 27,
40, 45, 59 kursi. Kelebihan bus pariwisata ini adalah kelengkapan fasilitasnya, kebersihan
armada, serta masih primanya kondisi kendaraan. Fasilitas yang ada pada armada bus antara
lain Full AC, DVD, Karaoke, LCD (TV layardatar), Sound system terkini, Reclining Seats. Setiap
perjalanan wisata ini disertakan Asuransi perjalanan (Jasa Raharja).

TaxiCab[sunting | sunting sumber]


Bertemakan taksimax, Taxicab bukan hanya sekedar pengantaran pelanggan di dalam kota,
fasilitas lengkap adalah salah satu keunggulan taksimax ini. Dengan fasilitas Wi-
Fidan Movie serta kelengkapan kendaraan yang memadai telah membedakan layanan taksimax
dengan taksi yang lainnya.

Paket Dokumen & Logistik[sunting | sunting sumber]


Merupakan unit usaha yang bergerak di bidang jasa pengiriman / ekspedisi segala jenis barang
paket atau cargo, pengiriman melalui mobil, motor, udara, laut dan darat keseluruh Indonesia.
Jasa layanan pengiriman yang aman dan terpercaya merupakan salah satu faktor terpenting di
bidang perdagangan.

Kasus Cipaganti[sunting | sunting sumber]


Tiga petinggi Cipaganti Group dijemput paksa polisi lantaran diduga terlibat dalam kasus
penggelapan dan penipuan. Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Barat, AKBP
Murjoko Budoyono, menjelaskan, ketiga orang tersebut dijemput paksa pada Senin 23 Juni 2014
di kediaman masing-masing.[5].

Kasus penipuan dan penggelapan di koperasi Cipaganti Karya Guna Persada berawal dari
mandeknya pembagian keuntungan pada para mitra kerja sejak Maret 2014. Cipaganti pun
sempat meminta maaf. Salah seorang mitra yang tak mau disebutkan namanya mendapatkan
surat itu pada 1 April 2014. Dalam kopnya, pihak Cipaganti menyebut surat tersebut sebagai
laporan progres pengembangan usaha dan kondisi usaha saat ini. Koperasi Cipaganti
menyampaikan laporan progres usaha di bidang sektor riil, seperti pembangunan Condotel
Cipaganti di Cipaku Bandung, Hotel Cipaganti di Legian Bali dan Hotel Cipaganti di Pelabuhan
Ratu. Menurut pihak Cipaganti, investasi di proyek-proyek tersebut membutuhkan waktu panjang
untuk pengembalian keuntungannya. Selain itu, terjadi juga penurunan di bidang fleet
management alat berat dan proyek batubara. Mereka berjanji akan segera mengubah market
agar keuntungannya lebih besar dari sebelumnya.[6]

Hal ini membuat PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) pun terkena imbasnya. Seperti yang
diketahui, kasus penipuan dan penggelapan itu merugikan dana investor hingga Rp3,2 triliun.
Corporate Secretary PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) Toto Moeljono mengungkapkan,
walaupun sudah dijelaskan bahwa KCKGP dan CPGT sebagai perusahaan terbuka namun
masih ada saja yang menuntut. Dia menjelaskan, kehadiran mitra ke kantor-kantor CPGT
sebagai perusahaan terbuka sejak ada sidang pengadilan Penundaan Kewajiban Pembayaran
Utang (PKPU)[7]