Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH FP GEMELLI

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah FP Reproductive System

Oleh :

Gema Rizky Pratama 125070218113003

Dian Fitria 125070218113005

Annastasia Diah A. 125070218113009

Evy Estyana W. 125070218113035

Gilang Jayyid H.P 125070218113051

Program Studi Ilmu Keperawatan

Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya

2014/2015
Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat,


karunia serta hidayah-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah dengan judul MAKALAH GEMELLI dengan sebaik-baiknya. Makalah ini,
kami susun untuk memenuhi kebutuhan tugas perkuliahan

Dalam penyusunan makalah ini, kami telah mengalami berbagai hal baik suka
maupun duka. Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini tidak akan
selesai dengan lancar dan tepat waktu tanpa adanya bantuan, dorongan, serta
bimbingan dari berbagai pihak. Tidak ada manusia yang sempurna, dalam
makalah ini masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki sehingga kritik dan
saran yang bersifat membangun akan kami terima.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat menambah khasanah
keilmuan dalam bidang kesehatan dan dapat memberi pengetahuan
memberikan asuhan keperawatan dengan benar pada penderita hipertensi.

Kediri, 16 November
2014

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Kehamilan ganda atau kehamilan kembar adalah kehamilan dengan dua janin
atau lebih ( Rustam Mochtar, 1998 ). Kehamilan kembar mempengaruhi ibu dan
janin, diantaranya adalah kebutuhan akan zat-zat ibu bertambah sehingga dapat
menyebabkan anemia dan defisiensi zat-zat lainnya, terhadap janin yaitu usia
kehamilan tambah singkat dengan bertambahnya jumlah janin pada kehamilan
kembar : 25% pada gemelli, 50% pada triplet, 75% pada quadruplet, yang akan
lahir 4 minggu sebelum cukup bulan.Jadi kemungkinan terjadinya bayi premature
akan tinggi. Persalinan dengan kehamilan kembar memiliki resiko lebih tinggi
dari pada persalinan satu janin ( Tunggal ). Semakin banyak jumlah janin yang
dikandung ibu, semakin tinggi resiko yang akan ditanggung ibu.

1.2 Tujuan

1. Mengetahui pengertian gemelli


2. Mengetahui etiologi dari kehamilan kembar
3. Mengetahui patofisiologi gemelli
4. Mengetahui cara mendiagnosis kehamilan kembar
5. Mengetahui pengaruh kehamilan kembar terhadap ibu dan janin.
6. Mengetahui cara penanganan hamil kembar dalam kehamilan dan
persalinan.
7. Mengetahui istilah, indikasi, jenis, kompliksi dalam gemelli
BAB II

1. Definisi

Gemelli merupakan suatu kejadian dimana proses fertilisasi menghasilkan


janin lebih dari satu maka kehamilan tersebut disebut dengan kehamilan ganda.
Angka kejadian kehamilan ganda menurut rumus Hellin adalah gemelli 1:80
kehamilan, triplet 1:802, kuadruplet 1:803, dan seterusnya.

tetapi wanita dengan kehamilan kembar memerlukan perhatian dan


pengawasan khusus bila diinginkan hasil yang memuaskan bagi ibu janin.

2. Epidemiologi

Kira-kira 2% kelahiran di Amerika Serikat adalah kembar. Kebanyakan


mengandung kembar dua, kembar tiga terjadi secara alami pada 1 dari 7600
kehamilan. Insiden yang tinggi pada kelahiran kembar tiga jarang terjadi, namun
insiden bisa meningkat karena peningkatan penggunaan gonadotropin untuk
mengobati wanita yang mengalami kegagalan ovulasi dan metode baru
mengembalikan telur yang dibuahi (zigot) ke uterus.

3. Etiologi

Penyebab terjadinya kehamilan kembar belum diketahui secara pasti, tetapi


berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan beberapa faktor yang
mempengaruhi kehamilan kembar. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah
bangsa, umur, parietas sering mempengaruhi kehamilan 2 telur dan keturunan.

4. Faktor resiko
a. Faktor ras

Frekuensi kelahiran janin multiple memperlihatkan variasi yang nyata


diantara berbagai ras yang berbeda. Myrianthopoulos (1970) mengidentifikasi
kelahiran ganda terjadi 1 diantara 100 kehamilan kehamilan pada orang kulit
putih, sedangkan pada orang kulit hitam 1 diantara 80 kehamilan.

Pada kawasan di Afrika, frekuensi terjadinya kehamilan ganda sangat tinggi.


Knox dan Morley (1960) dalam suatu survey pada salah satu masyarakat
pedesaan di Nigeria, mendapatkan bahwa kehamilan ganda terjadi sekali pada
setiap 20 kelahiran, kehamilan pada orang Timur atau Oriental tidak begitu
sering terjadi. Perbedaan ras yang nyata ini merupakan akibat keragaman pada
frekuensi terjadinya kehamilan kembar dizigot. Perbedaan kehamilan ganda ini
disebabkan oleh perbedaan tingkat Folikel Stimulating Hormone yang akan
mengakibatkan multiple ovulasi

b. Faktor keturunan
Sebagai penentu kehamilan ganda genotip ibu jauh lebih penting dari genotip
ayah. White dan Wyshak (1964) dalam suatu penelitian terhadap 4000 catatan
mengenai jemaat gereja kristus orang-orang kudus hari terakhir, menemukan
bahwa para wanita yang dirinya sendiri dizigot dengan frekuensi 1 per 58
kelahiran. Namun, wanita yang bukan kembar tapi mempunyai suami kembar
dizigot, melahirkan bayi kembar dengan frekuensi 1 per 116 kehamilan. Lebih
lanjut, dalam analisis Bulmer (1960) terhadap anak-anak kembar, 1 dari 25 (4%)
ibu mereka ternyata juga kembar, tetapi hanya 1 dari 60 (1,7%) ayah mereka
yang kembar, keterangan didapatkan bahwa salah satu sebabnya adalah
multiple ovuasi yang diturunkan.

c. Faktor umur dan paritas

Untuk peningkatan usia sampai sekitar 40 tahun atau paritas sampai dengan
7, frekuensi kehamilan ganda akan meningkat. Kehamilan ganda dapat terjadi
kurang dari sepertiga pada wanita 20 tahun tanpa riwayat kelahiran anak
sebleumnya, bila dibandingkan dengan wanita yang berusia diantara 35 sampai
40 tahun dengan 4 anak atau lebih. Di Swedia, Petterson dkk (1976),
memastikan peningkatan yang nyata pada angka kehamilan ganda yang
berkaitan dengan meningkatnya paritas. Dalam kehamilan pertama, frekuensi
janin kembar adalah 1,3% dibandingkan dengan kehamilan keempat sebesar
2,7%.

d. Faktor nutrisi

Nylander (1971) mengatakan bahwa peningkatan kehamilan ganda berkaitan


dengan status nutrisi yang direfleksikan dengan berat badan ibu. Ibu yang lebih
tinggi dan berbadan besar mempunyai resiko hamil ganda sebesar 25-30%
dibandingkan dengan ibu yang lebih pendek dan berbadan kecil. McGillivray
(1986) juga memaparkan bahwa kehamilan dizigotik lebih sering ditemui pada
wanita berbadan besar dan tinggi dibandingkan pada wanita pendek dan
bertubuh kecil.

5. Manifestasi Klinis
- Pada kehamilan kembar distensi uterus berlebihan, sehingga melewati
batas toleransinya dan seringkali terjadi partus prematurus. Usia
kehamilan makin pendek dan makin banyaknya janin pada kehamilan
kembar.
- Kebutuhan ibu akan zat-zat makanan pada kehamilan kembar bertambah
sehingga dapat menyebabkan kenaikan berat badan lebih cepat, anemia
dan penyakit defisiensi lain.
- Merasakan gerakan bayi dibanyak tempat pada perut ibu hamil.
- Keluhan sesak nafas, mual dan muntah lebih berat dirasakan daripada
kehamilan dengan bayi tunggal.
- Frekuensi hidramnion kira-kira sepuluh kali lebih besar pada kehamilan
kembar daripada kehamilan tunggal.
- Frekuensi pre-eklamsia dan eklamsia juga dilaporkan lebih sering pada
kehamilan kembar.
- Penambahan BB ibu yang mencolok yang tidak disebabkan oleh edema
atau obesitas
- Terabanya 2 kepala, 2 bokong, dan satu/2 punggung
- Terdengar 2 denyut jantung yang letaknya berjauhan dengan perbedaan
kecepatan paling sedikit 10 denyut per menit
- Banyak bagian kecil teraba
- Pada umumnya D/ kehamilan triplet, kuadruplet, dan selebihnya hanya
dapat ditentukan secara rontgenologik
- USG : dapat lebih diketahui.

Timbul tanda gejala lain seperti :

Sesak nafas Sering BAK Gerakan janin banyak

Edema varises Hiperemesis Preeklampsi-eklampsia

Hidramnion Kenaikan berat badan Uterus lebih besar

Mual muntah Keluhan kehamilan varises pada tungkai


berlebihan lebih berat bawah dan vulva.

6. Komplikasi

Komplikasi pada Ibu :

Insiden preeklamsia meningkat lima kali lipat.


Umum terjadi anemia.
Malformasi kongenital lebih sering terjadi.
Prematuritas adalah penyebab terbesar morbiditas janin dan mortalitas
pada kehamilan kembar.
Mortalitas janin meningkat empat kali lipat pada kehamilan kembar. Resiko
mortalitas kembar kedua adalah dua kali kembar pertama.
Distosia saat persalinan dan seksio sesaria lebih mungkin terjadi.
Perdarahan pascapartum lebih sering terjadi karena distensi uterus yang
berlebihan.

Komplikasi pada fetus :

Berat badan lahir rendah


Hal ini dapat disebabkan karena kelahiran prematur atau
pertumbuhan janin terhambat (PJT). Pertumbuhan yang terhambat
kemungkinan disebabkan oleh twin-to-twin transfusion syndrome, dimana
terjadi ketidakseimbangan aliran uteroplasental antara janin satu dan
lainnya.
Fetus kompresus (fetus papiraseus)
Adalah janin kecil yang mengalami pembusukan atau mumifikasi
dan biasanya ditemukan pada saat melahirkan bayi yang sehat.
Penyebabnya diduga karena matinya salah satu dari bayi kembar,
kehilangan cairan ketuban atau adanya reabsorpsi dan kompresi pada
janin yang meninggal oleh janin yang tumbuh dengan baik.

Anomali kongenital
Malformasi kongenital terjadi dua kali lebih sering dibandingkan
dengan kehamilan tunggal. Kerusakan saraf, atresia saluran pencernaan,
kelainan jantung telah dilaporkan meningkat pada kehamilan kembar.
Malpresentasi, ketuban pecah dini (KPD) dan prolaps tali pusat lebih sering
terjadi.
Polihidramnion / hidramnion (air ketuban > 2lt)

7. PATOFISIOLOGI

Fisiologi kehamilan ganda dapat terjadi karena dua ovum yang dibuahi
pada saat hampir bersamaan atau berasal dari satu ovum yang mengalami
pemecahan pada saat dini.

Kehamilan Monozigotik :

1 sel telur (2 inti sel)

Dibuahi oleh 1 sperma

Membelah menjadi 2 zigot

Kehamilan Dizigotik :

2 sel telur

Dibuahi oleh 2 sperma

Tumbuh 2 zigot

Kejadian hamil ganda dizigotik :

Kembar dizigotik : terjadi konsepsi terhadap ovum pada hubungan seksual


dengan waktu sama terhadap dua ovum.
Superkefundasi : kehamilan dua telur (ovum) hampir bersamaan dengan
hubungan seks dalam waktu berdekatan.
Superfetasi : kehamilan kedua terjadi selang waktu beberapa minggu.

a. Kehamilan Kembar Monozigotik

Merupakan kehamilan kembar yang berasal dari satu ovum sehingga


disebut juga hamil kembar identik atau hamil kembar homolog atau hamil
kembar uniovuler. Kembar monozigotik atau identik, muncul dari suatu ovum
tunggal yang dibuahi yang kemudian membagi menjadi dua struktur yang sama,
masing-masing dengan potensi untuk berkembang menjadi suatu individu yang
terpisah. Kehamilan kembar monozigotik dapat terjadi karena :
Satu telur dengan 2 inti, hambatan pada tingkat blastula.
Hambatan pada tingkat segmentasi.
Hambatan setelah amnion dibentuk, tetapi sebelum primitive
streak.

b. Kembar Dizigotik

Dizigotik merupakan kehamilan kembar yang ditimbulkan dari dua ovum


yang terpisah. Kembar dizigotik mempunyai 2 plasenta, 2 korion dan 2 amnion.
Kadang-kadang 2 plasenta menjadi satu. Kembar dizigotik terjadi dua kali lebih
sering dibandingkan dengan kembar monozigotik dan insidennya dipengaruhi
oleh sejumlah faktor antara lain yaitu ras, riwayat keluarga, usia maternal,
paritas, nutrisi dan terapi infertilitas.

Kehamilan kembar dizigotik (kembar 2 telur, heterolog, biovuler, dan


fraternal) kedua telur bisa berasal dari : 1 ovarium dan dari 2 folikel de Graff, 1
ovarium dan dari 1 folikel de Graff, 1 dari ovarium kanan dan satu lagi dari
ovarium kiri.
8. Pemeriksaan diagnostik
- Rontgen foto abdome (Tampak gambaran 2 janin)
- Ultrasonografi( Bila tampak 2 janin yang berdenyut yang telah dapat
ditentukan pada triwulan satu)
- Elektrokardiogram total
- Terdapat gambaran dua EKG yang berbeda dari dua janin

Pemeriksaan penunjang :
- Digunakan untuk menentukan apakah persalinan akan di lakukan
dengan normal atau tindakan atau dengan secsio sesaria. Pemeriksaan
penunjang ini antara lain dengan test laboratorium dan USG. USG juga
dapat menegakkan diaknosa kehamilan kembar.selain USG juga
dilakukan pemeriksaan laboratorium darah berupa Hb dan golongan
darah untuk menjaga kemungkinan terjadinya pendarahan post
partum.

9. Penatalaksanaan
a. Penanganan dalam kehamilan
- Perawatan prenatal yang baik untuk mengenal kehamilan kembar dan
mencegah komplikasi yang timbul dan bila diagnosisi telah ditegakkan
pemeriksaan ulangan harus lebih sering x seminggu pada kehamilan lebih
dari 32 minggu.
- Setelah kehamilan 30 minggu, koitus dan perjalanan jauh lebih baik
dihindari karena akan merangsang partus prematurus.
- Pemakaiaan korset gurita yang tidak terlalu kuat diperbolehkan supaya
terasa lebih ringan
- Periksa darah lengkap Hb dan golongan darah

b. Penanganan persalinan dalam hamil kembar


- Karena penyulit kehamilan kembar terjadi kontraksi otot rahim,
kelambatan persalinan dan pendarahan postpartum, dan bayi
premature, maka persiapan darah ibu peril dilakukan dan pertolongan
bayi premature dengan lebih baik.
- Pada umumnya anak kedua lahir dalam waktu 10-15 menit. Bila
kedudukan anak kedua membujur, dapat ditunggu sampai terjadi his,
selanjutnya ketuban dipecahkan dan persalinan ditolong spontan
belakang kepala atau pertolongan letak sungsang.
- Apabila anak kedua letak lintang dapat dilakukan versi luar menjadi
letak membujur seandainya letak lintang disertai gawat janinmaka
versi ekstrasi merupakan pilihan pertama. Indikasi lainnya untuk versi
ekstrasi letak lintang adalah bila ketuban pecah desertai prolaksus
funikuli atau solusio plasenta.
DAFTAR PUSTAKA

Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri Jilid I. Obstetri fisiologi. Jakarta : EGC

Manuaba,Ida Bagus Gde dr. 2003.Penuntun Kepaniteraan Klinik Obstetri dan


Ginekologi.Jakarta:ECG

Christina Y. 2001. Esensial Obstetri dan Ginekologi, Edisi 2, Bab 21, Hal
265 274. Jakarta : EGC

Cunningham, F.Gary. 2006. Obstetri William Eds.21. Jakarta : EGC

Manuaba, Ida Bagus Bde. 2007. Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta : EGC