Anda di halaman 1dari 16

Roll Crusher adalah type crusher dengan sistem gilas rotary dengan kecepatan

rpm yang realatif lebih rendah dari impact crusher yaitu sekitar 300 rpm dan
memiliki kapasitas produksi yang jauh lebih besar. Unjuk kerja dari mesin Roll Crusher
ini bergantung pada jenis / kualiatas material gigi gilasnya, ukuran shaft dan ukuran
Roda nya, yang semuanya harus disesuaikan dengan raw material dan target kapasitas
produksi.
Roll Crusher biasa banyak digunakan didunia pertambangan, yaitu untuk
menghancurkan batuan dengan tingkat kekerasan & keuletan yang relatif rendah,
seperti batu bara, batu kapur, bahan semen, batu tembaga, belerang, dsb. Roll crusher
memiliki rasio MAKSIMUM pengurangan teoritis 4:1. Jika partikel 2 inci diumpankan ke
crusher melempar satu ukuran absolut terkecil bisa harapkan dari crusher adalah 1 / 2
inci. Roll Crusher hanya akan menghancurkan materi ke ukuran partikel minimum
sekitar 10 Mesh (2 mm).
Roll crusher digunakan sebagai crusher sekunder atau crusher terseier setelah
batuan melewati crusher tipe lain yang berfungsi sebagai crusher primer. Roll crusher
terdiri dari single roll dan double roll. Single roll digunakan untuk memecahkan batuan
yang lembap dan tidak menguntungkan jika digunakan untuk memecahkan batuan yang
abrasive. Kapasitas roll crusher tergantung pada jenis batuan, ukuran crusher primer,
ukuran batuan yang diinginkan, lebar roda dan kecepatan roda berputar.

2.6 Cara Kerja Roll Crusher


Roll Crusher atau pemecah batu jenis roll, memecah batu dengan menjepitnya
diantara satu roll, dua roll atau lebih, dimana roll-roll akan berputar berlawanan dengan
adanya berat tersendiri dan gusuran dari batu, maka batu akan pecah.
Adapun permukaan dari Roll bermacam-macam ada yang rata, bergelombang,
beralur dengan bermacam-macam, gigi-gigi dan sebagainya, sesuai dengan jenis batu
dan hasil pemecahan yang diharapkan.

2.7 Keunggulan Roll Crusher


Beberapa keuntungan utama dari roll crusher mereka memberikan distribusi
produk ukuran yang sangat halus dan mereka menghasilkan debu yang sangat sedikit.
Crusher Rolls secara efektif digunakan dalam material penghancur dimana bijih tidak
terlalu kasar dan juga digunakan dalam pertambangan skala produksi lebih kecil antara
lain bijih logam abrasif, seperti emas.
Batubara mungkin adalah pengguna terbesar roll Crusher saat ini, meskipun
batubara akan menggunakan roll crusher, baik single roll Crusher maupun double roll
Crusher, crusher primer dapat mengurangi batubara ROM. Biasanya, crusher ini akan
memiliki bentuk gigi yang berada di muka gulungan. (Roll crusher yang digunakan
untuk mineral dan bijih logam memiliki gulungan yang halus.)

2.8 Single Roll Crusher


Single roll crusher adalah roll crusher yang

didesain mempunyai 1 roller saja dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas


pengolahan batubara/ satuan luas.

Single Roll Crusher


2.9 Cara Kerja Single Roll Crusher
Pada single roll crusher memiliki satu buah roda. Bagian utamanya adalah bagian
roda silinder yang dapat berputar yang berfungsi sebagai penghancur batuan . Pelat
befungsi untuk menahan . Single Roll Crusher melakukan pengurangan ukuran di daerah
panghancuran berbentuk baji yang mendapat tekanan. Tubuh penghancur terdiri dari satu
roll berputar dan pegas peredam dan piringan yang terletak di sisi berlawanan. Jarak
antara dasar dari pelat penghancur dan ujung gigi roll crusher memeliki jarak yang
dapat bervariasi tergantung pada ukuran produk yang diinginkan.
Setiap keausan yang mungkin terjadi dapat disesuaikan melalui pela penghancur.
Tergantung pada tepian. Pelat menghancurkan dilengkapi dengan diganti sisir plat.

2.10 Double roll Crusher


Double roll crusher adalah roll crusher yang mempunyai 2 buah roller, dengan
sumbu yang sejajar pada bidang horizontal yang sama.
Double roll crusher sangat cocok digunakan untuk batuan mineral jenis : Batu
bara,lime stone, kaolin, phospat, dan tersier crusher pada batu split/andesit. Dengan
kecepatan 300-350 rpm double roll crusher memiliki kecepatan dalam menghancurkan
berbagai jenis batuan.

Double Roll Crusher

2.11 Cara Kerja Double Roll Crusher


Double roll crusher melakukan peremukan dengan cara menjepit benda yang
hendak diremukkan diantara satu buah roller yang dikenal dengan sebutan crushing
roll.
Alat ini terdiri dari 2 silinder (roller) dengan sumbu yang sejajar pada bidang
horizontal yang sama kedua roller berdekatan lalu berputar dengan arah putaran
berlawanan kemudian batubara mentah diumpan masuk akan dijepit diantara dua roller,
akibat tekanan yang kuat akhirnya batubara mentah remuk dan jatuh kedalam roller truk
ke penampungan.

2.12 Keunggulan dari Single Roll dan Double Roll Crusher


Single Roll Crusher Double Roll Crusher
Mudah dan ringan dalam melakukan Tidak mudah terjadi peremukan atau
penghancuran partikel. perumusan secara berlebihan.
Mudah dalam melakukan preparasi Jarang terjadi penyumbatan pada
alat. ruang peremukan.
Preparasi mudah dilakukan.

2.13 Kekurangan dari Single Roll dan Double Roll Crusher


Single Roll Crusher Double Roll Crusher
Terjadi penyumbatan terhadap partikel Proses peremukan hanya berlangsung
yang mudah melengket. pada sebagian kecil dari seluruh badan
rolter yang besar.

Hasil dari peremukan nya sedikit kasar

2.14Tipe roll crusher dari bentuk permukaan roll


a. Smooth roll

Tipe roll berdasar bentuk permukaan ini mempunyai kegunaan khusus terutama
dalam mengolah bahan. Smooth roll adalah permukaan roll yang halus tanpa gerigi.
Roll jenis ini biasanya digunakan untuk memeras minyak dari biji-bijian, dll. Roll ini
biasanya banyak terdapat pada double roll. Tipe smooth roll digunakan pada bahan
yang mempunyai tinkat kekerasan yang rendah contohnya biji-bijian.

Smooth Roll Crusher

b. Roll yang bergerigi

Tipe roll yang mempunyai permukaan yang bergerigi digunakan untuk memecah
bahan yang memiliki tingkat kekerasan medium sampai high. Roll jenis ini memiliki
ketahanan dan energi yang besar sehingga mampu memecah batuan yang keras
dengan permukaannya yang kasar. Tipe roll yang bergerigi ini baik digunakan pada
single maupun double roll.

Roll yang bergerigi


c. Roll bergerigi dengan hammer

Tipe roll ini digunakan untuk hasil pengolahan yang lebih halus. Hasil yang
dihasilkan menjadi lebih kecil atau halus. Penggunaan roll ini pada single roll crusher.

Roll yang bergerigi dengan hammer


2.15 Tipe roll crusher dari gerakan roll (double roll crusher)

a. Dua roll yang bergerak

Pada umumnya roll crusher mengandalkan gerak roll untuk memecah bahan.
Pada single roll, yang bekerja hanya sebuah roll saja, sehingga dapat diketahui pasti
bahwa gerakan rollnya memutar. Sedangkan pada double roll crusher, ada dua buah
roll yang bekerja. Keduanya adalah roll yang memiliki fungsi sama yaitu memecah
bahan. Karena ada dua buah roll yang bekerja, dapat dipastikan bahwa gerak roll dapat
sama dapat pula tidak. Tipe dua roll yang bergerak pada double roll crusher berarti
kedua buah roll bergerak bersamaan dengan arah yang berlawanan.

Double roll dengan kedua roll yang bergerak

b. Satu roll yang bergerak dan satu roll diam (double roll crusher)

Pada double roll yang mempunyai cara kerja seperti ini, maka hanya ada satu
roll di antara kedua roll yang bergerak memutar memecah bahan. Sedangkan satu roll
tidak bergerak, fungsinya sebagai penahan pemecahan atau pengolahan bahan.
Sekilas jika dicermati, seperti cara kerja pada single roll, namun memiliki roll yang
berbeda. Tapi dilihat dari fungsinya, maka akan terlihat berbeda.
Karena dari segi hasil double roll yang memiliki satu buah roll yang bergerak,
memiliki hasil lebih halus dibanding single roll. Pada tipe roll jenis ini, hanya digunakan
pada roll yang memiliki permukaan halus atau smooth roll. Karena dilihat dari cara
gerak, tidak memungkinkan jika roll dengan permukaan bergerigi bekerja dengan
metode seperti ini.

Double roll dengan satu roll yang bekerja

2.16 Karateristik atau Bagian dari Roll crusher


Base Frame dan Hopper
Semua konstruksi baja dibuat, terbuat dari pelat baja Roll memiliki akses dilepas
meliputi untuk memungkinkan pemeliharaan berkala dan pemeriksaan gulungan.
Bearings
Bearing bekerja sebagai anti-gesekan atau bantalan bulat roller yang mendukung poros
roll. Mereka adalah adaptor yang dipasang dan dilumasi, dan terkandung dalam
heavysection. Sebuah plat yang terletak antara bantalan geser dan dasar bingkai untuk
mencegah keausan pada bantalan dasar.
Segel Debu
Segel Debu sekitar roll poros mencegah debu dari melarikan diri ke atmosfer. V-belt
drive adalah sala satunya.
Desain Roll
Kerang Roll tersedia dalam berbagai paduan untuk mengolah bahan pakan.
Permukaan roll mencakup berbagai elemen penghancur, seperti intermeshing gigi,
manik-manik dilas, bergalur dan smoothfaced atau kombinasi halus dan manik-manik,
semuanya dirancang untuk siap mengubah bahan dan menghancurkan sampai tahap
yang diinginkan.
Tramp Perlindungan
Otomatis perlindungan terhadap baja, sampah dan lainnya uncrushables disediakan
oleh toggle khusus pengaturan. Toggle akan terbuka dan bergerak roll bergerak
kembali, membuat lubang besar untuk lulus mekanisme beralih uncrushable
material.The menyediakan produk positif ukuran kontrol dan bar torsi dan keterkaitan
balik roll bergerak menjamin keselarasan paralel gulungan sepanjang waktu.
Penyesuaian Ukuran Hidrolik
Penyesuaian ukuran produk dicapai melalui suatu mekanisme hidrolik yang beroperasi
melalui batang torsi. Shims Baja ketebalan yang bervariasi yang digunakan untuk
menjaga pengaturan sementara crusher sedang bekerja.
CRUSHER

DEFINISI CRUSHER

Crusher merupakan mesin yang dirancang untuk mengurangi besar batu ke batu yang lebih
kecil seperti kerikil atau debu batu. Crusher dapat digunakan untuk mengurangi ukuran atau
mengubah bentuk bahan tambang sehingga dapat diolah lebih lanjut. Cruseher merupakan alat
yang digunakan dalam proses crushing, Crushing merupakan proses yang bertujuan untuk
meliberasi mineral yang diinginkan dari mineral pengotornya. Crushing biasanya dilakukan
dengan proses kering, dan dibagi menjadi tiga tahap, yaitu Prymary crushing, secondary
crushing, dan fine crushing.
Prymari crushing merupakan Merupakan peremukan tahap pertama, alat peremuk yang
biasanya digunakan pada tahap ini adalah Jaw Crusher dan Gyratory Crusher. Umpan yang
digunakan biasanya berasal dari hasil penambangan dengan ukuran berkisar 1500 mm, dengan
ukuran setting antara 30 mm sampai 100 mm. Ukuran terbesar dari produk peremukan tahap
pertama biasanya kurang dari 200 mm.
Secondary Cruher merupakan peremukan tahap kedua, alat peremuk yang digunakan
adalah Jaw Crusher ukuran kecil, Gyratory Crusher ukuran kecil, Cone Crusher, Hammer Mill
dan Rolls. Umpan yang digunakan berkisar 150 mm, dengan ukuran antara 12,5 mm sampai 25,4
mm. Produk terbesar yang dihasilkan adalah 75 m.
Fine crushing merupakan peremukan tahap lanjut dari secondary crushing, alat yang
digunakan adalah Rolls, Dry Ball Mills, Disc Mills dan Ring Mills. Umpan yang biasanya
digunakan kurang dari 25,4 mm.untuk memperkecil material hasil penambangan yang umumnya
masih berukuran bongkah digunakan alat peremuk. Material hasil dari peremukan kemudian
dilakukan pengayakan atau screening yang akan menghasilkan dua macam produk yaitu produk
yang lolos ayakan yang disebut undersize yang merupakan produk yang akan diolah lebih lanjut
atau sebagai produk akhir, dan material yang tidak lolos ayakan yang disebut oversize yang
merupakan produk yang harus dilakukan peremukan lagi.
Pada makalah ini akan dijelaskan masing-masing jenis crusher yang ada pada tiga tahap
tersebut, khususnya yang akan dibahas adalah Jaw Crusher, Cone Crusher, dan Roll Crusher. Dan
akan sedikit menggunakan batubara sebagai umpan disetiap prinsip crusher tersebut.
JAW CRUSHER

Prinsip dan Mekanisme Jaw Crusher

Jaw crusher merupakan crusher primer yang digunakan untuk memecahkan batuan
dengan ukuran setting antara 30 mm dan 100 mm. Jaw crusher terdiri dari dua tipe yaitu blake
dan dodge. Alat peremuk jaw crusher dalam prinsip kerjanya adalah alat ini memiliki 2 buah
rahang dimana salah satu rahang diam dan yang satu dapat digerakan, sehingga dengan adanya
gerakan rahang tadi menyebabkan material yang masuk ke dalam kedua sisi rahang akan
mengalami proses penghancuran. Material yang masuk diantara dua rahang akan mendapat
jepitan atau kompresi. Ukuran material hasil peremukan tergantung pada pengaturan mulut
pengeluaran (setting), yaitu bukaan maksimum dari mulut alat peremuk. Produk peremukan akan
berukuran 85 % minus ukuran bukaan maksimum, sedangkan ukuran umpan masuk adalah 85 %
x gape. Berikut ini gambar jaw crusher

Gambar 1 bagian-bagian jaw cruher


Alat ini mempunyai dua jaw, yang satu dapat digerakkan (swing jaw) dan yang lainnya
tidak bergerak (fixed jaw). Berdasarkan porosnya jaw crusher terbagi dalam dua macam :
a. Blake Jaw Crusher, dengan poros di atas
b. Dodge Jaw Crusher, dengan poros di bawah
Perbandingan Dodge dengan Blake Jaw Crusher, yaitu :
a. Ukuran produk pada Blake Jaw lebih heterogen dibandingkan dengan Dodge Jaw yang relatif
seragam.
b. Pada Blake Jaw porosnya di atas sehingga gaya yang terbesar mengenai partikel yang terkecil.
c. Pada Dodge Jaw porosnya di bawah sehingga gaya yang terbesar mengenai partikel yang
terbesar sehingga gaya mekanis dari Dodge Jaw lebih besar doibandingkan dengan Blake Jaw.
d. Kapasitas Dodge Jaw jauh lebih kecil dari Blake Jaw pada ukuran yang sama.
e. Pada Dodge Jaw sering terjadi penyumbatan.
Pecahnya batuan dari jaw crusher karena adanya :
a. Daya tahan batuan lebih keci dari gaya yang menekan
b. Nip angle
c. Resultante gaya yang arahnya ke bawah
Gaya-gaya yang ada pada jaw crusher, adalah :
a. Gaya tekan (aksi)
b. Gaya gesek
c. Gaya gravitasi
d. Gaya yang menahan (reaksi)
Arah-arah gaya tergantung dari kemiringan atau sudutnya. Resultante gaya akhir arahnya
harus ke bawah, yang berarti material itu dapat dihancurkan. Tapi jika gaya itu arahnya ke atas
maka material itu hanya meloncat-loncat ka atas saja.
Faktor-faktor yangmempengaruhi efisiensi jaw crusher :
a. Lebar lubang bukaan
b. Variasi dari throw
c. Kecepatan
d. Ukuran umpan
e. Reduction ratio (RR)
f. Kapasitas yang dipengaruhi oleh jumlah umpan per jam dan berat jenis umpan
Reduction ratio merupakan perbandingan antar ukuran umpan dengan ukuran produk. Reduction
ratio yang baik untuk ukuran primary crushing adalah 4 7, sedangkan untuk secondary
crushing adalah 14 20 dan fine crushing (mill) adalah 50 -100.
Jaw Crusher pada batubara biasanya tidak digunakan pada crushing primer tetapi sering
digunakan untuk operasi penambangan open pit dimana batu baranya keras atau lapisan batuan
yang sangat keras yang dijumpai dalam jumlah bervariasi. Ciri khas pada mesin tipe ini adalah 2
buah plat pengahancur yang membuka dan menutup seperti rahang binatang. Jaw diatur pada
sudut kritis, 1 buah jaw diputar agar berayun terhadap yang lainnya.
Ada dua tipe jaw crusher yang dapat ditemui pada penghancuran batubara :
a. Single-toggle machine
b. Double-toggle machine
Keduanya sering digunakan sebagai Blake Crusher yang dicirikan adanya jaw bagian atas
yang bergerak. Single-toggle mesin memiliki jaw ayun yang dikurung pada batang Eccentric,
yang dibuat lebih ringan, lebih kompak dibanding double-toggle machine. Jaw ayun bergerak
berlawanan dengan jaw tetap tidak hanya karena aksi plat toggle tetapi juga karenapergerakan
vertical seperti perputaran Eccentic. Gerakan eliptikal ini membantu menggerakan batuan
melewati plat jaw dan menghancurkan batu. Single-toggle machine lebih baik digunakan pada
batubara yang rapuh dan material bershale karena biaya pemasangan dan tenaga lebih kecil.
Pada Double-toggle machine, jaw ayun bergerak bolak-bailk yang disebabkan pergerakan
vertikal pitman. Hal ini disebabkan pergerakan naik turun front toggle yang dihubungkan ke jaw
ayun. Bagian back toggle menyebabkan pitman bergerak ke samping. Double-toggle machine
harganya 50 % lebih besar dibanding single-toggle machine pada ukuran yang sama dan
umumnya dipilih untuk menghancurkan material yang liat, keras dan rapuh.
Kegunaan Jaw Crusher adalah untuk memecahkan bongkah bongkah yang sangat kasar.
Proses pemecahan dengan alat pemecah yang melawan bagian yang tidak bergerak, gerakannya
seperti rahang yang sedang menguyah. Penghancuran akan terjadi apabila crusher melampaui
batas plastis dari material yang dihancurkan.Untuk memperoleh ukuran dari produk yang
diinginkan dapat diperoleh dengan cara mengatur bukaan (feed).

Gambar 2 Single-toggle machine


Gambar 3 Double-toggle machine
Kapasitas Jaw Crusher

Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan energi Jaw Crusher :


1. Ukuran feed
2. Ukuran produk
3. Kapasitas mesin
4. Sifat batuan
5. Persen waktu yang tidak terpakai
Kapasitas mesin peremuk jaw crusher dibedakan menjadi kapasitas desain dan kapasitas
nyata. Kapasitas desain merupakan kemampuan produksi yang seharusnya dicapai oleh mesin
peremuk tersebut, sedang kapasitas nyata merupakan kemampuan produksi mesin peremuk
sesungguhnya yang didasarkan pada sistem produksi yang diterapkan. Kapasitas desain diketahui
dari spesifikasi yang dibuat oleh pabrik pembuat mesin peremuk dan kapasitas nyata didapatkan
dengan cara pengambilan conto produk yang dihasilkan.
Kapasitas Crusher menurut Taggart :
T = 0,6 L. S
Keterangan :
T = kapasitas (ton/jam)
L = Panjang lubang penerimaan (inchi)
S = Lebar lubang pengeluaran (inchi)

Gambar 4 Jaw Crusher


ROLLER CRUSHER

Prinsip dan Mekanisme Kerja Roller Crusher

Roll Crusher adalah mesin pereduksi ukuran yang menggunting dan menekan material
antara dua permukaan yang keras. Permukan yang digunakan biasanya berbentuk roll yang
berputar dan besi landasan yang diam, atau dua roll dengan diameter sama yang berputar pada
kecepatan sama dan arahnya berlawanan. Permukaan roll bisa rata, berkerut atau bergigi. Untuk
batubara dimana diperlukan rasio pereduksiannya tinggi dan hasil yang bagus, beberapa bentuk
permukaan biasanya dipilih sekaligus.
Roll crusher biasanya digunakan untuk mereduksi material yang keras. Karakteristik
mesin peremuk tipe ini adalah termasuk berkecepatan rendah dan relati memiliki rasio reduksi
yang rendah, berkisar 3 : 1 sampai 8 : 1. karena memiliki kecepatan rendah, maka laju keausan
alat ini relatif rendah. Produk dari crusher tipe ini biasanya berbentuk butiran (gravel) dan
sedikit yang berbentuk halus. Kandungan air yang pada material yang melebihi 5% akan
menyulitkan operasi crusher, karena akan menyebabkan terjadinya penyumbatan
penyumbatan, terkecuali untuk roller crusher, karena itulah maka roller crusher lebih cocok
untuk material yang bersifat plastis seperti tanah liat atau batu silica yang lembab. Menurut
operasinya roller crusher dan gyratory crusher termasuk klasifikasi kontinyu sedangkan jaw
crusher termasuk intermittent.
Roll crusher terdiri dari dua macam yaitu single roll-crusher dan double roll-crusher.
Single roll-crusher

Single roll-crusher biasanya digunakan untuk penghancuran primer. Mesin ini terdiri dari
satu roll penghancur dan besi landasan yang melengkung. Besi landasan biasanya berada pada
bagian atas untuk melewatkan material yang terperangkap tanpa merusak mesin. Kebanyakan
single roll-crusher dipasang dengan pin penjepit atau bentuk lainnya untuk melindungi system
pengendali. Rasio pereduksian pada crushing primer biasanya antara 4:1 dan 6:1. sedangakn
untuk crushing sekunder antara 200 mm dan 20 mm.

Gambar 4 Single roll-crusher


Double roll-crusher

Double atau tripel stage single roll merupakan pengembangan dari ukuran pereduksian
bentuk primer dan sekunder unit single. Double roll-crusher yang digunakan untuk crushing
primer dapat mereduksi batubara run of mine di atas 1 m 3 menjadi berukuran sekitar 350-100
mm, tergantung pada sifat batubara. Mesin ini dapat digunakan sebagai secondary raw-coal
crusher, middling crusher atau produk sizing crusher. Secara luas digunakan untuk menghasilkan
stok produk dimana kelebihan serbuk halus harus dihindari. Dari umpan yang berukuran 350
mm, Double roll-crusher dapat menghancurkan batubara yang berukuran 50 dan 20 mm.
kapasitas semua double roll-crusher antara 10 2000 t/unit dengan konsumsi tenaga 5 100
KW. double roll-crusher juga diproduksi dalam 3 dan 4 roll, 2 tingkat konfigurasi. Tingkat paling
atas menghasilkan penghancuran kasar sedangkan tingkat bawah lebih halus pada unit triple roll
bagian yang paling atas terdirir dari single roll-crusher, bagian yang lebih bawah terdiri dari
double roll-unit. Pada four-roll unit, bagian atas dan bawah terdiri dari double roll unit.
Gambar 5 Double Roll Crusher (crushing roll)

Gambar 6 Sudut gigit (Nip angle)


Kapasitas Roll Crusher

Kapasitas roller tergantung pada kecepatan roler, lebar permukaan roller, diameter dan
jarak antara roller yang satu dengan lainnya. Roller biasanya digunakan untuk batuan lunak
seperti shale, lempung dan material lengket sampai setengah keras.
Kapasitas roller dinyatakan dengan rumus sebagai berikut :
C = 0,0034 N x D x W x G x s
dimana :
N = jumlah putaran, rpm
D = diameter roll, inchi
W = lebar permukaan roll, inchi
G = berat jenis material
s = jarak antar roll, inchi
Hancurnya material dalam roll crushing dibedakan menjadi :
a. Choke Crushing
Penghancuran material tidak hanya dilakukan oleh permukaan roll tetapi juga aoleh
sesama material
b. Free Crushing
Yaitu material yang masuk langsung dihancurkan oleh roll.
Kecepatan crushing tergantung pada kecepatan pemberian umpan (feed rate) dan macam reduksi
yang diinginkan.

CONE CRUSHER

Gambar 7 Bagian-bagian Cone Crusher


Prinsip dan Mekanisme Cone Crusher

Mesin Cone Crusher terdiri dari bingkai, perangkat transmisi, hollow eccentric shaft,
bearing berbentuk mangkuk, penghancur berbentuk kerucut, springs dan tempat pengaturan
tekanan hidrolik untuk mengatur discharging opening.
Selama masa pengoperasian, motor menjalankan eccentric shaft shell untuk berbalik
melalui poros horisontal dan sepasang bevel gear. Poros dari crushing cone berayunan dengan
kekuatan eccentric shaft shell sehingga permukaan dari dinding penghancur berdekatan dengan
dinding roll mortar dari waktu ke waktu. Dalam hal ini, bijih besi dan batu akan tertekan dan
kemudian hancur.
Pemanfaatan agregat dalam proyek konstruksi sangatlah luas. Salah satu pemanfaatan
agregat adalah sebagai bahan dasar pembuat beton dan campuran aspal. Selain itu juga
digunakan sebagai bahan pembuat jalan. Guna mendapatkan kerikil atau batuan pecah yang
sesuai dengan ukuran yang diharapkan maka diperlukan suatu alat untuk memotong material.
Alat pemecah batuan yang digunakan adalah crusher

Gambar 8 Cone Crusher

Cone Crusher digunakan dalam industri metalurgi, konstruksi, pembangunan jalan, kimia
dan industri fosfat. Cone crusher tepat untuk batu dan bijih keras dan setengah keras, seperti bijih
besi, bijih tembaga, batu kapur, kuarsa, granite, gritstone, dan sebagainya. Tipe dari lubang
crushing disesuaikan dengan bijih. Standard type digunakan untuk PYZ (penghancuran
sekunder); middle type untuk PYD (penghancuran tersier); short-head type untuk penghancuran
pertama dan kedua.
Keunggulan dari Mesin Cone Crusher

1. Tingkat produksi tinggi; kualitas tinggi

2. Mesin kurang menghentikan waktu

3. Mudah dalam perawatan dan rendah biaya

4. Sistem penghancuran yang unik meliputi primer, sekunder, dan tersier