Anda di halaman 1dari 21

ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN.

D DI RUANG KEMUNING ATAS


RSU KABUPATEN TANEGERANG

Nama Mahasiswa : Nur Atikah


Tempat Praktek : Ruang Kemuning Atas
Tanggal Praktek : 14 19 November 2016

I. IDENTITAS DATA
a. Identitas Pasien
Nama : An. D
Tempat/tanggal lahir : Tangerang, 19 Mei 2014
Usia : 2 tahun 5 bulan
Jenis kelamin : Laki-laki
Diagnosa Medis : Epilepsi, CP dan Obs febris H-1
b. Identitas Orang Tua
Nama Ayah : Tn.R
Pekerjaan Ayah : Pegawai swasta
Pekerjaan Ibu : IRT
Alamat : Kp. Rawa Kalon Paku Haji
Agama : Islam
Suku bangsa : Sunda
Pendidikan Ayah : SMA
Pendidikan Ibu : SMA

II. RIWAYAT KEHAMILAN DAN KELAHIRAN


1. Prenatal : Ibu klien mengalami KPD (ketuban pecah dini)
2. Intranatal : An.D lahir spontan, namun waktu persalinanny lama,
dan saat persalinan bayi tidak diberikan suntikan
3. Post natal : An.D pada umur 1 bulan, kejang kejang dan ada masalah pada
saraf nya
III. RIWAYAT MASA LALU
1. Penyakit masa kecil : An.D sejak berumur 3 bulan kejang, dan ada
perdarahan di kepala
2. Pernah di rawat di RS : An.D pernah dirawat sebelumnya karena
kejang dan adanya perdarahan
3. Obat-obatan yang digunakan : Tidak ada
4. Tindakan (operasi) : An.D pernah di operasi 1x di kaki
ketika berusa 1 bulan
5. Alergi : An.D Tidak alergi apapun
6. Kecelakaan : An.D belum pernah kecelakaan maupun
jatuh
7. Imunisasi : An.D imunisasi lengkap

IV. RIWAYAT KELUARGA (Disertai Genogram)


1. Sosial Ekonomi : Cukup (Kebutuhan An.D terpenuhi)
2. Penyakit Keluarga : Tidak ada keluarga, yang memiliki penyakit
yang sama dengan An.D
3. Genogram :
An.D (2 tahun 5 bulan)

KET:
: Laki-laki : Perempuan

: An.D : tinggal satu rumah


V. RIWAYAT SOSIAL
1. Yang mengasuh : Ny. S
2. Hubungan dengan anggota keluarga : Anak
3. Hubungan dengan teman sebaya : An.D belum dapat bermain
dengan teman sebayanya,
karena gangguan tumbuh
kembangnya
4. Pembawaan secara umum : An.D mengalami gangguan
tumbuh kembang

VI. PEMERIKSAAN TINGKAT PERKEMBANGAN (DENVER II)


1. Riwayat Pertumbuhan Dan Perkembangan
a. Personal sosial/ kemandirian bergaul
Ibu mengatakan bahwa anaknya sudah mampu berinteraksi dengan
lingkungan sekitarnya, seperti menunjuk barang dan meminta sesuatu
kepada ibunya, namun An.D belum dapat bersosialisasi dengan teman
sebayanya dikarenakan ada masalah kesehatan pada An.D (epilepsi).
b. Motorik Halus
Ibu mengatakan bahwa An.D belum dapat membuat menara dari 5 An.D
belum dapat meniru membuat garis tegak, dan belum dapat menara dari
4
c. Bahasa
Ibu mengatakan anaknya belum dapat bicara.
d. Motorik kasar
Ibu mengatakan An.D belum dapat melempar bola ke atas bahu dan
belum dapat melompat.

SEKTOR RESPON ANAK KESIMPULAN


Personal Sosial An.D belum dapat An.D mengalami
mencuci dan keterlambatan dalam
mengeringkan tangan perkembangan personal
An.D sikat gigi dengan social
bantuan
An.D belum dapat
memakai baju

Motorik Halus An.D belum dapat An.D mengalami


membuat menara dari 5 keterlambatan dalam
An.D belum dapat meniru perkembangan motorik
membuat garis tegak halus
An. D belum dapat
menara dari 4

Bahasa An.D tidak dapat bicara An.D mengalami


dengan dimengerti keterlambatan dalam
An.D belum dapat perkembangan bahasa
mengerti 2 kegiatan
An.D belum dapat
menyebutkan 4 gambar
An.D belum dapat
berbicara dengan
dimengerti
An.D belum dapat
menunjuk 4 gambar
An.D belum dapat
menyebut 4 bagian tubuh
An.D belum dapat
menyebutkan 4 gambar

Motorik Kasar An.D belum dapat An.D mengalami


melempar bola ke atas keterlambatan dalam
bahu perkembangan motorik
An.D belum dapat kasar
melompat

3. Interpretasi Hasil Test Dari DDST II


An.D tidak dapat melakukan semua item yang diminta dengan baik
sehingga anak dinyatakan gagal (F). An.D mengalami gangguan dalam
tumbuh kembang.
4. Kesimpulan Dari Keempat Sektor
An.D tidak dapat melakukan semua item yang ditunjukan. Jadi, dapat
disimpulkan bahwa An.D mengalami perkembangan personal social,
motorik halus, bahasa, motorik kasar yang kurang sesuai dengan umur
anak.
VII. KESEHATAN FUNGSIONAL (11 POLA GORDON)
1. Pemeliharaan dan persepsi terhadap kesehatan :
Orangtua sangat menginginkan anaknya untuk sembuh, dan siap merawat
anaknya dengan kondisi baik sehat maupun sakit, orangtua masih
memberikan ASI sampai 2 tahun, orangtua juga sudah paham sebelum
memagang anaknya harus mencuci tangan agar terhindar dari infeksi,
namun orangtua masih bingung ketika merawat anaknya terutama cara
menangani ketika anaknya kejang.
2. Nutrisi :
An. D dirumah selain diberikan ASI juga diberikan SUN (makanan
pendamping ASI) selain itu juga ibu selalu membuatkan bubur. Nafsu
makan An.D baik, namun sebelum masuk rs An.D muntah-muntah setelah
diberi ASI. Ketika di rs, An.D sudah tidak muntah-muntah dan ibu
memberikan ASI kembali, di rs juga An.D diberikan bubur. Berat badan
belum diketahui apakah ada penurunan atau tidak, karena terakhir sebelum
masuk BB nya 10, 5 kg. Kebutuhan energi : 1000 kkal, protein : 20 gr, dan
lemak : 33 gr.
3. Aktivitas :
An.D mengalami keterlambatan tumbuh kembangnya, dan pada usia
sekarang yaitu 2 tahun 5 bulan An.D belum dapat duduk dan berjalan. An.
D hanya dapat tiduran dan mengalami keterbatasan dalam beraktivitas.
4. Tidur dan istirahat :
An.D tampak tidur terus menerus selama di rs dan bangun meminta untuk
diberi menyusui, namun setiap mendengar suara An.D langsung kaget dan
bangun. An.D sehari tidur 15 jam
5. Eliminasi :
An.D sehari 5x BAK, jumlah setiap BAK 50 cc, warna : kuning
bening. An.D masih mengompol, karena ketika hendak BAK tidak
pernah bilang kepada ibunya.
An.D sebelum masuk rs, diare sampai 6x sehari. Namun, selama di rs,
BAB 1x sehari konsistensi cair, jumlahnya tidak terlalu banyak.
6. Pola hubungan :
An.D tinggal bersama orangtuanya, sehari-hari An.D di asuh oleh ibunya,
hubungan dengan keluarga baik, namun An.D mengalami keterbatasan
dalam
7. Koping atau temperamen dan disiplin yang diterapkan
An.D tampak tenang, namun sering kali menangis ingin menyusui dan di
peluk oleh ibunya. An.D tampak tidak ada kontak mata. Kesadaran An.D
apatis.
8. Kognitif dan persepsi :
Penglihatan : An.D dapat melihat sekeliling, namun tampak sering
bengong dan diam
Pendengaran : An.D saat dipanggil tampak diam, tidak ada reaksi.
Perabaan : An.D dapat merasakan sentuhan, karena saat
dilakukan tindakan selalu menangis
Pengecapan : An.D dapat merasakan ASI
An.D sebelum masuk rs kejang, An.D sejak kecil mengalami
keterlambatan tumbuh kembang, karena hasil EEG An.D ada bagian saraf
yang tidak berfungsi, sehinggal An.D mengalami gangguan pola
fikir/memori.
9. Konsep diri :
An.D tidak mampu melakukan apapun, anak D hanya dapat menangis
ketika ingin menyusui. Selain itu An.D hanya diam dan bengong
10. Seksual dan menstruasi :
Tidak ada masalah pada alat reproduksi An.D
11. Nilai
Ibu masih mempercayai adat disekitarnya dengan memakaikan An.D
kalung hitam.
VIII. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan umum (tingkat kesadaran/gunakan Pediatric Coma Scale),
tanda vital , pengukuran pertumbuhan (BB,TB/PB,LLA,LK)
Keadaan umum : An.D tampak apatis
TTV : TD: Nadi : 115x/menit, RR : 39x/menit, suhu : 39,3C
BB/TB : 10,5 kg/78 cm
LLA/LK : 15 cm/31 cm
2. Kulit : (warna : petechie, ekimosis, edema, turgor: termasuk
distribusi warna rambut dan penampilan kuku)
Kulit : tampak anemis, tidak sianotik,tidak joudice.
Turgor kulit : kasar,
Rambut : distribusi rambut merata, warna hitam
Kuku : tampak panjang, tidak sianotik, tampak kotor
3. Kepala (ukuran,sutura, fontanel, paralysis, facialis,dll)
Ukuran lingkar kepala : 31 cm
Sutura : sudah menutup
Fontanel : datar,agal lembek
Paralysis : An.D mengalami paralysis pada kaki, wajahnya
Facialis (wajah) : An.D sela hidungnya mendatardan mulutnya kecil
4. Mata : konjungtiva tidak anemis, pupil mengecil (miosis),
tidak ikterik
5. Telinga : Funsi pendengaran : kurang, tidak ada benjolan di
tulang mastoid, telinga tampak kotor
6. Hidung : hidung tampak bersih, ada cuping hidung
7. Mulut : mukosa bibir tampak lembab, gigi tampak ada karies
atas dan bawah 2, tidak ada stomatitis
8. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar getah bening, klien
dapat menelan
9. Dada : tidak ada kelainan bentuk, simetris
10. Paru-paru : bunyi nafas : vesikuler, RR : 39x/menit
11. Jantung : Suara jantung : S1,S2, tidak ada pembesaran jantung
12. Abdomen : Tidak ada pembesaran, bising usus : 17x/menit
13. Genetalia : fenis tampak bersih, tidak ada lesie

14. Anus dan rectum: tidak ada hemoroid


15. Musculoskeletal : An.D tampak lemas, dan pergerakan kurang, tidak
mampu mengangkat benda-benda
16. Neurologis : Klien mengalami gangguan tumbuh kembang, ada
kerusakan pada sarafnya, An.D mengalami paralysis
epilepsi.

IX. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

DATA DARI DISIPLIN LAIN (Mencangkup rangkuman kondisi klien dari


gizi, fisioterapi, medis,dll)

Kebutuhan gizi klien :


Kebutuhan energi : 1000 kkal
Protein : 20 gr
Lemak : 33 gr
Obat yang diberikan :
- PCT : 4 x 1 (100 mg)
- PCT IV : 4x 40 mg
- Cefotaxim : 2 x 500 mg
- RL : 300 cc/24 jam
Pemeriksaan darah (14/11/2016):
- Hemoglobin : 11,9 g/dl (13,2-17,3 g/dl)
- Leukosit : 12.7 x 10/uL (3,80-10, 60 x 10/uL)
- Hemotokrit : 34 % (40-52% )
X. RINGKASAN RIWAYAT KEPERAWATAN (RANGKUMAN)
An.D (2 tahun 5 bulan) datang ke IGD pada hari minggu tanggal 13
November tahun 2016 pada jam 10.00 WIB, anak D datang karena dirumah
kejang 2x durasi 5 menit , dan muntah 5x setelah diberikan ASI. Di IGD An.D
di pasang infus RL. An.D tiba diruangan Kemuning Atas pada jam 17.00 wib.
Pada saat dilakukan pengkajian pada tanggal 14 November 2016, Ibu
klien mengatakan anaknya semalam demam naik turun, namun sudah tidak
muntah-muntah. Ibu klien mengatakan anaknya sering bengong dan diam
selama di rs, dan tidur terus, bangun hanya menangis untuk meminta
menyusui. Ibu mengatakan anak nya sejak 1 bulan kejang-kejang, dan ada
masalah pada sarafnya, pernah dilakukan operasi di kaki dan pernah di
lakukan pemeriksaan EEG : hasilny ada saraf di kepala yang tidak berfungsi.
An.D mengalami keterlambatan tumbuh kembang, pada usia sekarang belum
dapat berbicara, duduk, dan jalan. Ibu mengatakan saat persalinan lama, dan
terjadi pecah ketuban dini.
Hasil pemeriksaan fisik didapatkan, Keadaan umum An.D tampak
apatis, TD: 110/70 mmhg, nadi : 115x/menit, RR : 39x/menit, suhu : 39,3C,
BB:10,5 kg, TB : 85 cm, LLA: 15 cm, LK : 31 cm. Hasil pemeriksaan darah
Pemeriksaan darah (14/11/2016): hemoglobin: 11,9 g/dl, leukosit : 12.7 x
10/uL, hemotokrit: 34 %.

XI. ANALISA DATA

Data (DS,DO) Etiologi Masalah

DS : Dehidrasi Hipertermi
- Ibu klien mengatakan anaknya
demam sudah 2 hari sebelum Tubuh kehilangan cairan
masuk rumah sakit
- Ibu klien mengatakan anaknya
Penurunan cairan intrasel
demam naik turun
- Ibu mengatakan ketika demam
anaknya agak rewel
Demam
- Ibu mengatakan anaknya sedikit
minum ASI nya

DO :
- Suhu : 39,3C
- Nadi : 115x/menit,
- RR : 39x/menit
- Akral hangat
- Kesadaran : apatis
- Klien tampak lemas
- Mulut klien tampak kering
- Klien menangis tanpa ada air mata
- Mata klien tampak cekung

DS : Virus/ bakteri, masuk Gangguan


- Ibu mengatakan sebelum masuk rs
jaringan otak secara lokal, Perfusi Jaringan
anaknya kejang 2x
dan melalui saraf-saraf Serebral
- Ibu klien mengatakan anaknya
ketika di rs lebih diam dan tidur
Peradangan di otak
terus
- Ibu mengatakan anaknya belum
mampu untuk bicara Pembentukan trasudat dan
- Ibu mengatakan anaknya seperti eksudat
sakit saat menelan
- Ibu mengatakan anaknya
Edema serebral
mempunyai riwayat kejang sejak
bayi
- Ibu mengatakan anaknya sejak
Gangguan Perfusi
umur 1 bulan mempunyai masalah Jaringan Serebral
pada sarafnya
DO :
- An.D tampak lemah
- An.D tampak mengalami gangguan
dalam tumbuh kembangnya
- An.D belum dapat berbicara
- Caffila refile : < 2 detik
- Reaksi pupil : midriasis
- Klien tampak bengong
- Klien saat dipanggil tidak ada
reaksi
- Suhu : 39,3C
- Nadi : 115x/menit,
- RR : 39x/menit
- An.D tampak kaget saat ada bunyi

DS : Masalah kesehatan pada Kesiapan Proses


- Ibu mengatakan siap merawat
anggota keluarga Keluarga yang
anaknya sampai sembuh (anak)
Lebih Baik
- Ibu mengatakan anaknya agar tidak
muntah-muntah lagi ketika diberi
Peran orangtua meningkat
ASI
- Ibu mengatakan suami dan
keluarganya membantu saat
Koping Efektif
anaknya sakit
- Ibu mengatakan dari sejak kecil
mengasuh anaknya sendiri tanpa Kesiapan Proses Keluarga
bantuan pengasuh dari luar (orangtua) yang Lebih
- Ibu mengatakan tidak ingin Baik
mempunyai anak dulu, karena ingin
fokus merawat An.D

DO :
- Ibu tampak perhatian dengan
anaknya
- Ibu tampak membelai anaknya
ketika tidur
- An.D mengalami CP (cerebral
epilepsi)
- An.D tampak diam dan bengong
saja
- An.D berusia : 2 tahun 5 bulan
- An.D mengalami keterlambatan
dalam tumbuh kembang

XII. MASALAH KEPERAWATAN PRIORITAS


1. Gangguan Perfusi Jaringan Serebral
2. Hipertermi
3. Kesiapan Proses Keluarga yang Lebih Baik

XII. INTERVENSI KEPERAWATAN

XIII. XIV. DIAGNOSA XV. NOC


NO KEPERAWATAN
XVII. XVIII. XXI. Setelah dilakukan tindakan XXIII. MONITO
1. Gangguan Perfusi keperawatan selama 1x8 jam dharapkan 1. Pantau ukura
Jaringan Cerebral gangguan perfusi jaringan cerebral
dan reaktivita
2. Monitor tingk
XIX. teratasi, dengan kriteria hasil :
3. Monitor tingk
XXII. Outcome : Peningkatan perfusi
Definisi : berisiko 4. Monitor ke
cerebral
mengalami Glasgow
penurunan sirkulasi 1. Kelesuan anak dari derajat besar (2) 5. Monitor inga
jaringan otak yang menjadi ringan (4) afek dan peri
2. Muntah dari derajat besar (2) menjadi 6. Monitor tan
dapat mengganggu
tidak ada (5) tekanan darah
kesehatan
3. Demam dari derajat besar (2) 7. Monitor stat
XX.
menjadi tidak ada (5) pola
Batasan 4. Penurunan kesadaran dari derajat 8. Monitor refle
9. Monitor refle
karakteristik : sedang (3) menjadi ringan (4)
10. Monitor keku
11. Monitor kesim
12. Monitor resp
XXIV. PNEGAJ
DIET
1. Kaji tingk
mengenai die
2. Kaji pola
sebelumnya,
disukai dan p
3. Kaji orangt
pandangan,
yang memp
dalam mengik
4. Ajarkan ora
yang sesuai d
5. Kaji adanya
dapat memp
yang disarank
6. Jelaskan kep
terhadap diet
kesehatan sec
7. Instruksikan
menghindari
dipantang dan
XXV. PENCEG
1. Sediakan tem
tepat
2. Monitor peng
3. Gunakan pen
4. Instruksikan
potensial dan
XXVI.

XXVII. XXVIII.DIAGNOSA XXIX. NOC


NO KEPERAWATAN
XXXI. XXXII. Hipertermi XXXIX. Setelah dilakukan XLIII. NIC :
2. XXXIII. Definisi : suhu tubuh tindakan keperawatan selama 1x8 jam XLIV. FEVER T
naik diatas rentang diharapkan suhu pasien membaik 1. Monitor suhu
2. Monitor war
normal dengan kriteria hasil:
3. Monitor teka
XXXIV. XL. Outcome : 4. Monitor pen
5. Berikan anti
XXXV. Batasan karakteristik: THERMOREGULATION
6. Berikan peng
1. Kenaikan suhu tubuh XLI.
penyebab de
diatas rentang normal 1. Peningkatan suhu tubuh dengan skala 7. Selimuti pas
2. Serangan atau konvulsi 8. Lakukan tap
2 (cukup berat) menjadi skala 3
9. Kompres pas
(kejang)
(sedang) XLV.
3. Kulit kemerahan
2. Dehidrasi dari skala sedang (3) XLVI. MANAJ
4. Pertambahan rr
1. Tentukan stat
5. Takikardi menjadi ringan (4)
6. Saat disentuh tangan terasa (klien) untuk
XLII.
2. Identifikasi (a
hangat
makanan
XXXVI.
3. Intruksukan o
XXXVII. Faktor faktor
nutrisi anakn
yang berhubungan : 4. Tentukan jum
1. Penyakit/ trauma dibutuhkan u
2. Peningkatan 5. Atur diet yan
6. Ciptakan ling
metabolisme
3. Aktivitas yang mengkonsum
XLVII.
berlebih
4. Pengaruh XLVIII. K
medikasi/anastesi pemberian obat :
5. Ketidakmampuan/penu
XLIX.
runan kemampuan untuk
L.
berkeringat
LI.
6. Terpapar dilingkungan
LII.
panas
7.
Dehidrasi
8.
Pakaian yang tidak tepat
XXXVIII.
LIII. LIV. DIAGNOSA LV. NOC
NO KEPERAWATAN
LVII. LVIII. LXI. Setelah dilakukan tindakan LXVI. NIC :
3. Kesiapan Proses keperawatan selama 1 jam diharapkan LXVII.PENINGK
Keluarga (orangtua) proses kesiapan keluarga meningkat PERKEM
yang Lebih Baik lebih baik dengan kriteria hasil: 1. Bangun hubu
LIX.
LXII. Outcome : Kinerja anak
Definisi: Pola fungsi 2. Lakukan inte
pengasuhan pada anak
3. Ajarkan oran
keluarga yang cukup untuk
1. Menunjukan hubungan yang saling
perkembanga
mendukung kesejahteraan
mencintai dari sering menunjukan
perilaku yang
para anggota keluarga dan
skala (4) menjadi secara konsisten 4. Demonstrasik
dapat diperkuat
(5) kegiatan yang
LX.
2. Berinteraksi dengan anaknya untuk
kembang ana
meningkatkan rasa percaya dari 5. Yakinkan bah
kadang-kadang menunjukan (3) verbal
6. Dukung anak
menjadi secara konsisten
teman-teman
menunjukan (5)
3. Menetapkan harapan yang realistis bermain
7. Peluk anak da
terhadap perilaku anak dari kadang
merasa sedih
kadang menunjukan (3) menjadi
8. Ajarkan anak
sering menunjukan (4) LXVIII.
4. Memelihara lingkungan tidur yang LXIX. PENING
aman dari kadang kadang (ORANGTU
1. Berikan duku
menunjukan (3) menjadi sering
merawat anak
menunjukan (4)
2. Dukung oran
LXIII.
deskripsi yan
LXIV.
perubahan da
LXV.
pengasuh)
3. Dukung sikap
yang realistis
yang sakit
4. Dukung kesa
situasi saat in
5. Bantu orangtu
kekuatan dan
LXX.
LXXI.

LXXII.

LXXIII.

LXXIV. CATATAN KEPERAWATAN/IMPLEMENTASI& EVALUASI

LXXV.

LXXVI. Nama Klien : An.D


LXXVII. Ruangan : Kemuning Atas
LXXVIII.
LXXIX. TGL / LXXX. NO. LXXXI. IMPLEMENTASI DAN RESPON LX
HARI DIAGNOSA HASIL
LXXXIII. S LXXXV. 1 - Memantau ukuran pupil, bentuk, XC. S:
enin, LXXXVI. (Ga kesimetrisan, dan reaktivitas Ib
- Memonitor tingkat kesadaran
LXXXIV. 1 ngguan be
- Memonitor tingkat orientasi
4 11 Perfusi - Memonitor ingatan saat ini, rentang in
16 Jaringan perhatian, afek dan perilaku Ib
- Memonitor tanda-tanda vital : suhu, nadi, su
Cerebral)
tekanan darah, respirasi Ib
LXXXVII.
- Memonitor refleks kornea m
LXXXVIII. - Memonitor refleks batuk dan muntah
- Mengkaji tingkat pengetahuan orangtua in

mengenai diet yang disarankan XCI. O :


- Mengkaji pola makan klien saat ini dan A
sebelumnya, termasuk makanan yang A
disukai dan pola makan saat ini r
- Mengajarkan orangtua nama-nama N
S
makanan yang sesuai dengan diet yang
T
disarankan R
- Menjelaskan kepada orangtua tujuan
kepatuhan terhadap diet yang disarankan XCII. A :
terkait dengan kesehatan secara umum jari
- Menyediakan tempat tidur yang rendah,
XCIII. P :
dengan tepat
- Mo
- Menggunakan penghalang tempat tidur
- Mo
- Menginstruksikan kepada orangtua
- An
mengenai potensial dan risiko kejang - Mo
berulang ber
- Jag
LXXXIX.
me
XC
XCV.
XCVI. Senin, XCVIII.2 - Memonitor suhu sesering mungkin CII. S :
- Memonitor warna dan suhu kulit
XCVII. 14 11 XCIX. (Hipertermi) - Ibu klien
- Memonitor tekanan darah, nadi dan RR
16 C. - Memonitor penurunan tingkat kesadaran naik tu
- Menyelimuti klien - Ibu klien
- Melakukan kompres pasien pada lipat
tidak r
paha dan aksila -O :
- Menentukan status gizi klien dan
Su
kemampuan (klien) untuk memenuhi Te
kebutuhan gizi R
- Mengidentifikasi (adanya) alergi atau N
M
intoleransi makanan C
- Megintruksukan orangtua mengenai
kebutuhan nutrisi anaknya (pedoman diet) CIV. A
- Menciptakan lingkungan yang optimal
sebagian
pada saat mengkonsumsi makanan
CV. P :
CI.
- Pe
- K
ak
- B
- B
- B
CVI.
XII. Senin, XIV. 3 - Mengajarkan kepada ibu (orangtua) XVI. S:
XV.
untuk membangun hubungan saling
XIII. 14 11 ( Kesiapan Proses Ibu mengatakan akan sel
16 percaya dengan anak
Keluarga(orangtua - Mengajarkan kepada ibu (orangtua) menjaga dan merawat anakn
) yang Lebih Baik) untuk melakukan interaksi personal sampai sembuh
Ibu mengatkan sudah pah
dengan anak
- Mengajarkan orangtua mengenai mengenai tingkat perkembang
tingkat perkembangan normal dari normal seusia anaknya
Ibu mengatakan akan lebih b
anak dan perilaku yang berhubungan
- Mengajarkan orangtua untuk lagi dalam mengasuh anaknya
mendukung anak untuk berinteraksi
XVII. O:
dengan teman-temannya melalui
keterampilan bermain Ibu tampak menciumi anakny
- Menganjurkan ibu untuk memeluk Ibu tampak mengasihi anakny
Ibu sudah paham mengenai c
anak dan nyamankan anak
- Menganjurkan ibu untuk mengajarkan perawatan dan pengasuhan pa
anaknya untuk mengikuti petunjuk anaknya
- Memberikan dukungan kepada
orangtua dalam merawat anaknya XVIII. A : Kesiapan Proses Keluarga
- Mendukung orangtua untuk
XIX. (orangtua) yang Lebih Baik
mengidentifikasi deskripsi yang
realistik terhadap adanya perubahan XX. Menjadi meningkat
dalam peran (menjadi pengasuh)
- Mendukung sikap (orangtua) terkait XXI. P : Interventsi dipertahankan
harapan yang realistis untuk merawat
- Dukung ibu terkait harapan ya
anaknya yang sakit
- Memberikan dukungan untuk sabar realistis terhadap kesembuhan

dalam menghadapi situasi saat ini anaknya


- Dukung ibu dalam mengasuh
(merawat anaknya)
- Membantu orangtua untuk dan memenuhi kebutuhan

mengidentifikasi kekuatan dan anaknya


XXII.
kemampuan diri

CVII.

CVIII.

CIX.

CX.
CXI.

CXII.

CXIII.

CXIV.

CXV.

CXVI.

CXVII.

CXVIII.

CXIX.

CXX.

CXXI.

CXXII.

CXXIII.

CXXIV.

CXXV.CATATAN KEPERAWATAN/IMPLEMENTASI& EVALUASI

CXXVI.

CXXVII. Nama Klien : An.D


CXXVIII. Ruangan : Kemuning Atas
CXXIX.
CXXX. TGL / CXXXI.NO. CXXXII. IMPLEMENTASI DAN CX
HARI DIAGNOSA RESPON HASIL
CXXXIV. S CXXXVI. 1 - Memantau ukuran pupil, bentuk, CXLI. S :
elasa, CXXXVII. (Ga kesimetrisan, dan reaktivitas Ib
- Memonitor tingkat kesadaran
CXXXV. 1 ngguan te
- Memonitor tingkat orientasi
5 11 Perfusi - Memonitor ingatan saat ini, rentang m
16 Jaringan perhatian, afek dan perilaku Ib
- Memonitor tanda-tanda vital : suhu, nadi, tid
Cerebral)
tekanan darah, respirasi CXLII. O
CXXXVIII.
- Memonitor refleks kornea
CXXXIX. - Menggunakan penghalang tempat tidur
- Menginstruksikan kepada orangtua K
mengenai potensial dan risiko kejang N
S
berulang T
CXL. R

CXLIII. A
jari
CXLIV. P
- Mo
- Jag
me
CX
CXLVI.
CXLVII.Selasa, CXLIX. 2 - Memonitor suhu sesering mungkin CLIII. S :
- Memonitor warna dan suhu kulit
CXLVIII. 1 CL. (Hipertermi) - Ibu klien
- Memonitor tekanan darah, nadi dan RR
5 11 CLI. - Memonitor penurunan tingkat kesadaran naik tu
- Menyelimuti klien - Ibu klien
16
- Melakukan kompres pasien pada lipat
tidak r
paha dan aksila -O :
- Menentukan status gizi klien dan
Su
kemampuan (klien) untuk memenuhi Te
kebutuhan gizi R
- Mengidentifikasi (adanya) alergi atau N
Te
intoleransi makanan M
- Megintruksukan orangtua mengenai
C
kebutuhan nutrisi anaknya (pedoman diet)
- Menciptakan lingkungan yang optimal CLV. A
pada saat mengkonsumsi makanan sebagian
CLII. CLVI. P :
- Pe
- Pe
te
XXIII. Selasa, XXV. 3 - Mengajarkan kepada ibu (orangtua) XXVIII.S :
XXVI.
untuk melakukan interaksi personal
XXIV. 15 11 ( Kesiapan Proses Ibu mengatakan akan sel
16 dengan anak
Keluarga(orangtua - Menganjurkan orangtua untuk menjaga dan merawat anakn
) yang Lebih Baik) mendukung anak untuk berinteraksi sampai sembuh
Ibu mengatakan ak
dengan teman-temannya melalui
mengajarkan anaknya un
keterampilan bermain
- Menganjurkan ibu untuk memeluk dapat berinteraksi dengan an
anak dan nyamankan anak yang lain
- Menganjurkan ibu untuk mengajarkan Ibu mengatakan kelua
anaknya untuk mengikuti petunjuk membantu dalam meraw
- Memberikan dukungan kepada
anaknya
orangtua dalam merawat anaknya
- Memberikan dukungan untuk sabar XXIX. O :
dalam menghadapi situasi saat ini
Ibu tampak menciumi anakny
(merawat anaknya)
Ibu tampak mengasihi anakny
XXVII.
Keluarga dan ayah An.D
tampak hadir di ruangan, dan
menjaga An.D

XXX. A : Kesiapan Proses Keluarga

XXXI. (orangtua) yang Lebih Baik

XXXII. Sudah meningkat

XXXIII.P : Interventsi dipertahankan

- Dukung ibu terkait harapan ya


realistis terhadap kesembuhan
anaknya
- Dukung ibu dalam memenuhi
kebutuhan anaknya
XXXIV.
CLVII.

CLVIII.

CLIX.

CLX.
CLXI.

CLXII.

CLXIII.

CLXIV.

CLXV.

CLXVI.

CLXVII.

CLXVIII.

CLXIX.

CLXX.

CLXXI.

CLXXII.

CLXXIII.

CLXXIV. CATATAN KEPERAWATAN/IMPLEMENTASI& EVALUASI

CLXXV.

CLXXVI. Nama Klien : An.D


CLXXVII. Ruangan : Kemuning Atas
CLXXVIII.
CLXXIX. T CLXXX. NO. CLXXXI. IMPLEMENTASI DAN CLXX
GL / DIAGNOSA RESPON HASIL
HARI
CLXXXIII. R CLXXXV. - 1 Memonitor tingkat kesadaran CXC. S :
- Memonitor tingkat orientasi
abu, CLXXXVI. (Ga Ib
- Memonitor ingatan saat ini, rentang
CLXXXIV. 1 ngguan tid
perhatian, afek dan perilaku
6 11 16 Perfusi - Memonitor tanda-tanda vital : suhu, nadi, la
Jaringan tekanan darah, respirasi Ib
- Menggunakan penghalang tempat tidur su
Cerebral)
- Menginstruksikan kepada orangtua
CLXXXVII. m
mengenai potensial dan risiko kejang Ib
CLXXXVIII.
berulang se
CLXXXIX. CXCI. O :
K
N
S
T
R

CXCII.A :
per
tera
CXCIII. P
- Mo
- Jag
klie
kea
CX
CXCV.
CXCVI. Rabu, CXCVIII. 2 - Memonitor suhu CCII. S :
- Memonitor warna dan suhu kulit
CXCVII. 1 CXCIX. (Hipertermi - Ibu klien
- Memonitor tekanan darah, nadi dan RR
6 11 ) - Menentukan status gizi klien dan sudah
CCIII
16 CC. kemampuan (klien) untuk memenuhi
-O :
kebutuhan gizi
Su
- Megintruksukan orangtua mengenai
R
kebutuhan nutrisi anaknya (pedoman diet) N
- Menciptakan lingkungan yang optimal M
pada saat mengkonsumsi makanan C
CCI.
CCV. A
teratasi
CCVI. P :
- P
CCVI
XXXV. Rabu, XXXVII. 3 - Menganjurkan ibu untuk memeluk XL. S:
XXXVIII.
anak dan nyamankan anak
XXXVI. 16 ( Kesiapan Proses - Menganjurkan ibu untuk mengajarkan Ibu mengatakan akan sel
11 16
Keluarga(orangtua anaknya untuk mengikuti petunjuk menjaga dan merawat anakn
- Memberikan dukungan kepada dirumah
) yang Lebih Baik)
orangtua dalam merawat anaknya Ibu mengatakan senang kare
- Memberikan dukungan untuk sabar anaknya sudah mau sembuh
dalam menghadapi situasi saat ini Ibu mengatakan senang kare
(merawat anaknya) anaknya sudah boleh pulang
XXXIX.
XLI. O:

Ibu tampak menciumi anakny


Ibu tampak senang
An.D tampak lebih tenang

XLII. A : Kesiapan Proses Keluarga


(orangtua) yang Lebih Baik
meningkat

XLIII. P : Interventsi dipertahankan

- Dukung ibu dalam merawat anakn


dirumah dengan baik

CCVIII.

CCIX.

CCX.

CCXI.

CCXII.