Anda di halaman 1dari 12

227

BAB V

KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil temuan penelitian tentang pengaruh

kepemimpinan, budaya organisasi, dan iklim organisasi terhadap tata

kelola program studi, dapat disimpulkan sebagai berikut:

Pertama, Kepemimpinan berpengaruh langsung positif terhadap

tata kelola program studi. Hal ini menunjukkan peningkatan

kepemimpinan yang kuat berpengaruh langsung terhadap peningkatan

tata kelola program studi yang baik.

Kedua, Budaya organisasi berpengaruh langsung positif

terhadap tata kelola program studi. Hal ini menunjukkan peningkatan

budaya organisasi yang kuat berpengaruh langsung terhadap

peningkatan tata kelola program studi yang baik.

Ketiga, Iklim organisasi berpengaruh langsung positif terhadap

tata tata kelola program studi. Hal ini menunjukkan peningkatan iklim

organisasi yang kondusif berpengaruh langsung terhadap peningkatan

tata kelola program studi yang baik.

Keempat, Kepemimpinan berpengaruh langsung positif terhadap

iklim organisasi. Hal ini menunjukkan peningkatan kepemimpinan yang


228

kuat berpengaruh langsung terhadap peningkatan iklim organisasi yang

kondusif.

Kelima, Budaya organisasi


227 berpengaruh langsung positif

terhadap iklim organisasi. Hal ini menunjukkan peningkatan budaya

organisasi yang kuat berpengaruh langsung terhadap peningkatan iklim

organisasi.

Keenam, Kepemimpinan berpengaruh langsung positif terhadap

budaya organisasi. Hal ini menunjukkan peningkatan kepemimpinan

yang kuat berpengaruh langsung terhadap peningkatan budaya

organisasi yang kuat.

B. Implikasi

Berdasarkan kesimpulan, penelitian ini memberikan informasi

bahwa upaya peningkatan tata kelola program studi dapat dilakukan

dengan meningkatkan kepemimpinan, budaya organisasi dan iklim

organisasi terhadap tata kelola dalam suatu program studi.

Upaya-upaya untuk peningkatan kepemimpinan, budaya

organisasi, dan iklim organsasi sebagai konsekuensi kesimpulan

penelitian, perlu dilakukan hal-hal berikut:


229

1. Upaya Peningkatan Kepemimpinan

Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh langsung positif

antara kepemimpinan dan tata kelola program studi.

Upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan

kepemimpinan yang kuat, adalah:

Pertama, ketua program studi menghormati keterbatasan yang

dimiliki dosen. Keadilan merupakan salah satu indikator tata kelola

yang baik dapat mengarahkan organisasi kedepan. Untuk mewujudkan

keadilan, sebaiknya ketua program studi memberikan penugasan

kepada para dosen sesuai dengan kapasitas, sehingga para dosen

dapat menunjukkan kinerja dan komitmen yang tinggi dalam

pencapaian stratejik organissi

Kedua, ketua program studi melibatkan para bawahan dalam

penyelesaian masalah. Untuk memenuhi prinsip partisipasi dalam tata

kelola, ketua program studi sebaiknya melibatkan para bawahan dalam

pengambilan keputusan terhadap permasalahan yang dihadapi

organisasi, sehingga tujuan organisasi dapat tercapai maksimal.

Ketiga, Ketua program studi dalam melaksanakan semua

tindakan berorientasi pada hasil yang lebih baik. Dalam melakukan

tindakan Ketua program studi sebaiknya mengawasi pelaksanaan


230

pekerjaan dengan cermat, dan melakukan check and balance sebagai

akuntabilitas dalam pengelolaan program studi.

Keempat, Ketua program studi menciptakan keharmonisan

dalam hubungan sosial secara vertikal. Penciptaan keharmonisan

hubungan, antara lain dapat dilakukan dengan menghargai

keterbatasan dan prestasi yang dicapai oleh para bawahan serta

memberikan imbalan yang adil dan seimbang bagi seluruh individu

dalam organisasi.

Kelima, ketua program studi melakukan evaluasi kinerja secara

berkala. Dalam rangka untuk mengetahui capaian stratejik dan kendala-

kendala yang dihadapi, ketua program studi sebaiknya melakukan

evaluasi kinerja secara berkala. Dari hasil evaluasi kinerja secara

berkala, selanjutnya dapat diketahui, apakah target-target dalam

rumusan stratejik perlu dilanjutkan atau perlu dilakukan penyesuaian-

penyesuaian.

Keenam, ketua program studi memberikan bantuan fasilitasi

kepada institusi terkait bagi dosen dalam rangka melaksanakan

kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat,

seperti Kuliah Kerja Nyata melibatkan banyak institusi terkait, mulai dari

pemerintahan tingkat provinsi sampai dengan pada pemerintahan desa.

Untuk kelancaran kegiatan diperlukan fasilitasi oleh ketua program

studi, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.


231

Ketujuh, ketua program studi menyusun laporan kinerja

pertanggung jawaban yang transparan. Laporan kinerja, sebaiknya

diajikan dalam website, sehingga para dosen mengetahui tingkat

keberhasilan capaian kinerja dan kendala-kendala yang dihadapi

program studi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan komitmen

dosen terhadap program studi.

Kedelapan, ketua program studi bertindak bebas dari pengaruh

para pihak dalam pengambilan keputusan. Dalam pengambilan

keputusan, seharusnya ketua program studi bertindak profesional dan

bebas dari konfik kepentingan, terutama dari pemilik perguruan tinggi.

Hal didasari pada konsep manjemen modern agency theory, yaitu

keterpisahan antara pemilik dengan pengelola.

Kesembilan, ketua program studi dalam melaksanakan

pekerjaan menunjukkan tanggung jawab yang besar, sebagaimana

yang diharuskan dalam berakuntabilitas kepada para stakeholders.

Selain itu dapat menjadi role model keteladanan bagi para bawahan.

2. Upaya Peningkatan Budaya Organisasi

Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh langsung

positif antara budaya organisasi dan tata kelola program studi.


232

Upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan budaya

organisasi yang kuat, adalah:

Pertama,program studi melimpahkan wewenang sesuai dengan

keahlian dan tanggung jawab dosen. Untuk efektifitas dalam

pencapian stratejik organisasi, sebaiknya pelimpahan wewenang

dalam seluruh kegiatan sesuai denagn keahlian dan tanggung jawab

yang dimiliki dosen.

Kedua, program studi menetapkan ketentuan dan kebijakan

tertulis dalam semua tindakan dan kegiatan pekerjaan. Supaya

pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan yang diharapkan,

sebaiknya didukung dengan ketentuan dan kebijakan yang tertulis,

sehingga dapat menjadi panduan dan arah bagi seluruh individu

organisasi dalam melaksanakan pekerjaan dan tindakan lainnya.

Ketiga, kebijakan program studi disosialisasikan kepada seluruh

dosen. Dalam pengeksekusian aturan hukum terhadap pelaksanan

pekerjaan diperlukan suatu transparansi, sehingga para dosen

mengetahui arah tujuan organisasi kedepan.

Keempat, program studi menetapkan batas toleransi kesalahan

dosen dalam proses belajar-mengajar. Batas toleransi kesalahan

dalam rangka untuk memenuhi prinsip keadilan tata kelola yang baik.
233

Selanjutnya, para dosen dapat menentukan sikap dan komitmen

dalam menjalankan proses belajar mengajar.

Kelima, program studi membebaskan dosen melakukan

kegiatan belajar mengajar selama mengikuti pendidikan yang lebih

tinggi. Melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi bagi dosen diperlukan

dalam rangka meningkatkan kualitas keilmuan dan mutu perguruan

tinggi. Untuk mencapai hasil yang maksimal dan memenuhi indikator

keadilan dalam tata kelola yang baik serta efektifitas studi, sebaiknya

program studi membebaskan dosen dari aktivitas belajar mengajar

selama mengikuti pendidikan yang lebih tinggi.

Keenam, program studi menetapkan batas tenggang waktu

tambahan dalam penyelesaian kegiatan penelitian. Kegiatan penelitian

sebaiknya direncanakan secara matang. Namun demikian, perlu

diperhitungkan risiko hambatan yang dapat terjadi selama proses

penelitian. Untuk mengantisipasi risiko hambatan diperlukan tenggang

tambahan waktu tambahan maksimal 10 % dari waktu standar yang

direncanakan.

Ketujuh, program studi membentuk satuan tugas dalam

merumuskan perencanaan stratejik dan perencanaan perkuliahan.

Untuk mencapai hasil optimal dalam perumusan stratejik, sebaiknya

program studi membentuk satuan tugas dari berbagai disiplin ilmu

dosen,
234

Kedelapan, program studi mendorong dosen untuk

menunjukkan semangat kekeluargaan dalam melaksanakan

pekerjaan. Semangat kekeluargaan diperlukan dalam rangka untuk

mengakomodasi identitas yang dimiliki dosen.

Kesembilan, nilai-nilai budaya yang dianut dikomunikasikan

kepada seluruh stakeholders secara berkelanjutan. Untuk menjaga

kelangsungan hidup program studi, program studi perlu melakukan

komunikasi dalam bentuk sosialisasi atau disemanisi kepada seluruh

stakeholders.

3. Upaya Peningkatan Iklim Organisasi

Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh langsung positif

antara iklim organisasi dan tata kelola program studi.

Upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan iklim

organisasi yang kondusif, adalah:

Pertama, program studi menyediakan sarana proses belajar

mengajar yang memadai. Untuk mencapai mutu pendidikan diperlukan

sarana proses belajar mengajar yang memadai, seperti penyediaan

ruangan kelas yang nyaman dan terhindar dari kebisingan lingkungan.

Kedua, program studi menyediakan prasarana pendukung

proses belajar mengajar yang memadai. Disamping penyediaan sarana

proses belajar mengajar yang nyaman, untuk peningkatan mutu


235

pendidikan diperlukan prasarana pendukung, seperti penyediaan in

focus dan papan tulis yang memadai.

Ketiga, program studi mencari dana mitra sebagai dukungan

dalam penelitian dosen. Kegiatan penelitian merupakan indikator

kualitas perguruan tinggi berkelas dunia, dan dibutuhkan biaya yang

cukup besar untuk memperoleh hasil penelitian yang berkualitas. Dalam

rangka bentuk tanggung jawab, sebaiknya program studi mencari dana-

dana mitra yang dapat meningkatkan kualitas penelitian dosen.

Keempat, program studi mencari dana mitra sebagai dukungan

dalam peningkatan kualitas kegiatan pengabdian masyarakat dosen.

Kegiatan pengabdian masyarakat diperlukan dalam rangka

pengimplementasian ilmu pengetahuan dan membina hubungan

sosiologis dengan masyarakat. Untuk mencapai hasil yang maksimal

diperlukan tambahan dana dari para mirta baik dalam bentuk dana

tunai ataupun bahan baku pelaksanaan kegiatan

Kelima, program studi memberikan piagam penghargaan dalam

periode tertentu. Pengakuan diperlukan dalam rangka meningkatkan

komitmen dosen terhadap organisasi, dan dapat diberikan dalam bentuk

piagam penghargaan dalam jangka waktu tertentu.

Keenam, program studi memberikan penghargaan dalam bentuk

bea siswa untuk mengikuti pendidikan yang lebih tinggi bagi dosen yang

telah menunjukkan inovasi di bidang kelimuan masing-masing.


236

Ketujuh, perumusan perencanaan stratejik program studi

melibatkan pimpinan dan para dosen. Untuk mencapai rumusan

stratejik yang aplikabel dan aspiratif, sebaiknya dilakukan secara

bersama-sama oleh pimpinan program studi dengan para dosen..

C. Saran

Berdasarkan kesimpulan dan implikasi hasil penelitian,

disarankan langkah-langkah tindak lanjut, sebagai berikut:

1. Untuk meningkatkan kepemimpinan program studi yang kuat, Ketua

Program Studi: (1) menghormati keterbatasan yang dimiliki dosen,

(2) melibatkan para bawahan dalam penyelesaian masalah,

(3) dalam melaksanakan semua tindakan berorientasi pada hasil

yang lebih baik, (4) menciptakan keharmonisan dalam hubungan

sosial secara vertikal, (5) melakukan evaluasi kinerja secara

berkala, (6) memberikan bantuan fasilitasi kepada institusi terkait

bagi dosen dalam rangka melaksanakan kegiatan pengabdian

masyarakat, (7) menyusun laporan kinerja pertanggung jawaban

yang transparan, (8) bertindak bebas dari pengaruh para pihak

dalam pengambilan keputusan, dan (9) dalam melaksanakan

pekerjaan menunjukkan tanggung jawab yang besar.

2.Untuk meningkatkan budaya organisasi program studi yang kuat:

(1) program studi melimpahkan wewenang sesuai dengan keahlian


237

dan tanggung jawab dosen, (2) program studi menetapkan

ketentuan dan kebijakan tertulis dalam semua tindakan dan

kegiatan pekerjaan, (3) kebijakan program studi disosialisasikan

kepada seluruh dosen, (4) program studi menetapkan batas

toleransi kesalahan dosen dalam proses belajar-mengajar,

(5) program studi membebaskan dosen melakukan kegiatan belajar

mengajar selama mengikuti pendidikan yang lebih tinggi,

(6) program studi menetapkan batas tenggang waktu tambahan

dalam penyelesaian kegiatan penelitian (7) program studi

membentuk satuan tugas dalam merumuskan perencanaan

stratejik, (8) program studi mendorong dosen untuk menunjukkan

semangat kekeluargaan dalam melaksanakan pekerjaan, dan

(9) nilai-nilai budaya yang dianut program studi dikomunikasikan

kepada seluruh stakeholders secara berkelanjutan.

3. Untuk meningkatkan iklim organisasi program studi yang kondusif:

(1), program studi menyediakan sarana proses belajar mengajar

yang memadai, (2) program studi menyediakan prasarana proses

belajar mengajar yang memadai, (3) program studi mencari dana

mitra sebagai dukungan dalam penelitian dosen, (4) program studi

mencari dana mitra sebagai dukungan dalam peningkatan kualitas

kegiatan pengabdian masyarakat dosen, (5) program studi


238

memberikan piagam penghargaan dalam periode tertentu terhadap

dosen yang menunjukkan komitmen pengabdian, (6) program studi

memberikan penghargaan dalam bentuk bea siswa untuk mengikuti

pendidikan yang lebih tinggi bagi dosen yang telah menunjukkan

inovasi di bidang kelimuan masing-masing, dan (7) perumusan

perencanaan stratejik program studi melibatkan pimpinan dan para

dosen.