Anda di halaman 1dari 4

DAFTAR PUSTAKA

Harnawatiaj, 2008. Fisiologi Proses Persalinan Normal. Dalam www.itiswonderfulworld.com.


Diakses tanggal 15 Agustus 2015

Mansjoer, A. 2002. Asuhan Keperawatn Maternitas. Jakarta : Salemba Medika.

Mansjoer, dkk. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi Ketiga Jilid 1. Jakarta. Media
Aesculapius.

MC. Closky J dan Bulaceck G. 2008. Nursing Outcome Clasification. (NOC).


Philadelphia : Mosby.

MC. Closky J dan Bulaceck G. 2008. Nursing interventions Clasification. (NIC).Philadelphia :


Mosby.

Nanda (2012-2014), Nursing Diagnosis: prinsip dan Clasification 2012-2014. Philadelphia :


USA.

Nurarif, A.H & Hardhi, K. 2013. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis
& Nanda NIC NOC. Yogyakarta : Medication.
MIND MAP TEORI 3P Faktor dalam persalinan:

- Power: His (kontraksi ritmis


Etiologi: otot polos uterus), kekuatan
mengejan ibu, keadaan
- Penurunan fungsi plasenta kardiovaskular respirasi
- Tekanan pada ganglion servikale metabolik ibu.
- Iskemia otot-otot uterus - Passage: keadaan jalan lahir
- Peningkatan beban / stress pada - Passanger : Keadaan janin
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil maternal maupun fetal dan (letak, presentasi, ukuran/berat
konsepsi yang dapat hidup, dari dalam uterus melalui peningkatan estrogen janin, ada/tidak kelainan
vagina atau jalan lain ke dunia luar (Harnawatiaj, 2008). anatomik mayor).

Persalinan spontan adalah bayi lahir melalui


vagina dengan letak belakang kepala / ubun-ubun kecil,
PROSES PERSALINAN SPONTAN
tanpa memakai alat / pertolongan istimewa, serta tidak
melukai ibu maupun bayi (kecuali episiotomi), Tanda dan gejala:
berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam.
(Harnawatiaj, 2008) - keluar lendir / darah (bloody show) akibat
terlepasnya sumbat mukus (mucous plug)
- ostium uteri internum dan eksternum
terbuka sehingga serviks menipis dan
mendatar
- selaput ketuban pecah spontan (beberapa
kepustakaan menyebutkan ketuban pecah
dini jika terjadi pengeluaran cairan ketuban
Tahap-tahap persalinan: sebelum pembukaan 5 cm)
1; Kala I: pembukaan serviks
- Fase laten: pembukaan sampa 3cm
- Fase aktif: pembukaan 3cm-lengkap
(10cm)
2; Kala II: pembukaan lengkap diikuti
pengeluaran bayi
3; Kala III: pengeluaran plasenta
4; Kala IV: observasi pascapersalinan, sampai
dengan 2jam setelah melahirkan. Perdarahan
maksimal 500cc dan baiknya tidak kontraksi
uteri.
PATHWAYS

KALA I

Peningkatan kadar estrogen Induksi cytotex

Hipotalamus Peregangan otot rahim, kontraksi uterus, pembukaan

Mendorong bayi ke bawah Dx. Nyeri Akut

Menekan vesika urinaria Merangsang reseptor tekanan

Sensasi berkemih di serviks uteri

KALA II

Fase Laten: keinginan mengejan saat kontraksi, ibu tegang, gelisah Dx. Cemas

Fase Aktif: kontraksi sering, hiperkontraksi, keinginan mengejan meningkat Dx. Resiko Gawat Janin

Presentasi janin di perineum

Laserasi perineum Bayi keluar di jalan lahir KALA III

Dx, Kerusakan integritas kulit KALA IV

Plasenta lahir

Perdarahan, kurg lbh 150cc Dx. Resiko Ketidakseimbangan


volume cairan

MIND MAP NCP Dx.1 Nyeri Akut

NOC:
Pengkajian
- Pain level
- Data umum (identitas)
- Pain control
- Data kesehatan
- Data kebidanan NIC:
- Riwayat persalinan sekarang
- Data psikososial - Lakukan pengkajian nyeri (lokasi, frekuensi, durasi)
- Laporan persalinan: pengkajian - Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan
awal, kala I-IV, bayi. - Bantu klien/keluarga untuk mencari dukungan
- Control lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri
- Ajarkan teknik relaksasi
Dx.2 Cemas

NOC:

- Control cemas ASKEP


NIC: Dx.3 Kerusakan integritas kulit
- Tenangkan klien
NOC:
- Jelaskan kondisi dan seluruh
prosedur Tidak ada kerusakan integritas kulit, tidak ada tanda-tanda infeksi dgn KH: tdk
- Berikan support pada klien dan
ditemukan tnda2 infeksi, TTV dlm bts normal, N 100-190 x/mnt, Suhu 36,5-37,4 drjt C
keluarga
- Ajarkan teknik relaksasi napas
NIC:
dalam
- Anjurkan klien untuk minum - Observasi kersakan integritas kulit
- Hecting
- Observasi tanda-tanda infeksi
- Observasi KU dan TTV
- Jaga kebersihan dan lingkungan
- Cuci tangan sblm dan sesudah tindakan
- Kolaborasi anestesi