Anda di halaman 1dari 59
Buku Profil PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KOMODITAS KELAPA BALAI BESAR INDUSTRI AGRO BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Buku Profil

PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KOMODITAS KELAPA BALAI BESAR INDUSTRI AGRO
PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KOMODITAS KELAPA
BALAI BESAR INDUSTRI AGRO
BALAI BESAR INDUSTRI AGRO
BALAI BESAR INDUSTRI AGRO
KELAPA BALAI BESAR INDUSTRI AGRO BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarrakatuh

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Balai Besar Industri Agro (BBIA), yang berkedudukan di Jl . Ir. H. Juanda No.11 Bogor, Jawa Barat, Telp/Fax (0251) 8324068/ 8323339, merupakan unit satuan kerja yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Badan Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri (BPKIMI), Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Sesui dengan Peraturan Menteri Perindustrian RI No.119/M-IND/PER/11/2010, BBIA mempunyai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan, kerjasama, standardisasi, pengujian, kalibrasi, sertifikasi, pelatihan, konsultansi, Rancang Bangun dan Perekayasaan Industri (RBPI) dan pengembangan kompetensi industri agro.

Sesuai tupoksi, khususnya dalam hal melaksanakan penelitian dan pengembangan untuk mengembangkan kompetensi industri agro, BBIA sejak lama telah menyelenggarakan kegitan penelitian dan pengembangan komoditas kelapa. Hasil penelitian dan pengembangan komoditas kelapa ini termasuk industri yang memanfaatkan hasil litbang kelapa kemudian kami rangkum dan kami terbitkan dalam Buku Profil Litbang Komoditas Kelapa.

Tujuan penerbitan Buku Profil Litbang Komoditas Kelapa ini adalah agar seluruh informasi teknologi terkait dengan hasil litbang komoditas kelapa yang sudah dilakukan oleh para peneliti BBIA dapat tersebar luas dan menggugah perhatian dan minat bagi siapapun untuk mengembangkan komoditas kelapa menjadi komoditas industri. Untuk selanjutnya, BBIA dengan senang hati akan menjadi mitra kerja bagi para pelaku industri kelapa untuk bersinergi mengembangkan kelapa menjadi industri yang lebih bernilai dan berdaya guna bagi kemakmuran rakyat dan kejayaan bangsa Indonesia.

Akhirnya, tiada gading yang tak retak. Segala sumbang saran dari para pembaca untuk perbaikan Buku Profil Litbang Komoditas Kelapa ini sangat kami harapkan. Selanjutnya kami ucapkan selamat membaca dan mengembangkan industri berbasis kelapa.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarrakatuh

Bogor,

Desember 2014

Ir. Rochmi Widjajanti, M.Eng Kepala Balai Besar Industri Agro

Rochmi Widjajanti, M.Eng Kepala Balai Besar Industri Agro i BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.
Rochmi Widjajanti, M.Eng Kepala Balai Besar Industri Agro i BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.
i
i

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

DAFTAR ISI

i l KATA PENGANTAR 19 l KOPRA 1 l PROFIL BBIA 7 I VCO (Virgin
i l KATA PENGANTAR
19 l KOPRA
1 l PROFIL BBIA
7 I VCO
(Virgin Coconut Oil)
16 l NATA DE COCO
6 l POHON INDUSTRI
KELAPA
Coconut Oil) 16 l NATA DE COCO 6 l POHON INDUSTRI KELAPA l MINYAK GORENG 22

l MINYAK GORENG

22

l

COCOPEAT

6 l POHON INDUSTRI KELAPA l MINYAK GORENG 22 l COCOPEAT 38 34 l SANTAN AWET

38

34 l SANTAN AWET

24

l SABUT KELAPA

29 l

22 l COCOPEAT 38 34 l SANTAN AWET 24 l SABUT KELAPA 29 l 43 l

43 l

TEPUNG KELAPA

GULA SEMUT
GULA SEMUT

14

I

HOID

ii
ii

(Hot

Oil

Immertion

Drying)

GULA SEMUT 14 I HOID ii ( Hot Oil Immertion Drying ) BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Kata PengantarDaftar Isi 1 2 Profil Balai Besar Industri Agro Sekilas Profil Balai Besar Industri Agro

Daftar IsiKata Pengantar 1 2 Profil Balai Besar Industri Agro Sekilas Profil Balai Besar Industri Agro 3

1 2
1
2

Profil Balai Besar Industri Agro

Sekilas Profil Balai Besar Industri Agro

3 5 6 7 8
3
5
6
7
8

Profil Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Pohon Industri Kelapa

Virgin Coconut Oil (VCO) dan Produk turunannya

Pengaruh Proses Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) Terhadap Aktivitasnya Sebagai Penurun Kadar Glukosa Darah Pada Tikus Diabetes Melitus

9
9

Komersialisasi Produk Olahan Virgin Coconut Oil (VCO)

10
10

Pembuatan Produk Kombinasi Virgin Coconut Oil (VCO) dengan Ozon Sebagai Sediaan Luar Kesehatan

11
11

Pembuatan Formulasi Produk Spa Dengan Basis Virgin Coconut Oil (VCO)

12
12

Pengembangan

Proses

Pengolahan

Minyak

Kelapa

Dengan Metoda Pengepresan Semi Basah

 
13
13

Cemaran Cendawan pada VCO, Kelapa Parut dan Ampas Kelapa

14 15
14
15

Hot Oil Immersion Drying (HOID

Pengembangan Sistem Kemurnian Minyak Kelapa Klentik dan HOID untuk IKM

20
20
21
21

16

Nata de Coco

17

Nata de Coco

18

Kristalisasi Biakan Murni Nata de Coco

19

Kopra

Pengendalian Kadar Aflatoxin Dalam Kopra dari Bungkil Kopra Teknologi Pembuatan Arang Sistem WHU (Waste Heat Recovery Unit) Untuk Pembuatan Kopra

DAFTAR ISI

24 25
24
25

Sabut Kelapa

Pemanfaatan

 

Sabut

Kelapa

Untuk

Bahan

Bangunan

26
26
27
27

(Interior) Pengembangan Teknologi Pembuatan Blok/Briket Gabus

Kelapa Pengembangan Gabus Kelapa Untuk Media Tanam

28
28

Teknologi Pembuatan Sabut Kelapa Berkaret (Rubberized Coconut Fibre)

Tepung Kelapa

29 30
29
30

Kajian Pemanfaatan Ampas Kelapa Hasil Samping Pembuatan VCO Untuk Produk tepung Kelapa (Coconut Flour) Berserat Tinggi

31 32
31
32

Pengembangan Teknologi Ko-Ekstraksi Dalam Pembuatan Produk Olahan Kelapa (Tepung Berprotein Tinggi dan Minyak Makan) Sebagai Bahan Baku Kue Pengembangan Proses Pembuatan Snack Food Dari Bungkil Minyak Kelapa Ko-Ekstraksi dan Umbi-umbian Pemanfaatan Bungkil dan Ampas Kelapa

33 34 35 36 37 38 39 40
33
34
35
36
37
38
39
40
41 42
41
42

Santan Awet

Teknologi Pembuatan Santan Pasteurisasi Siap Pakai Penelitian Stabilitas Emulsi Daya Awet Santan Pasta Pengembangan Pembuatan Santan Awet

Minyak Goreng

Pemurnian Sederhana Minyak Kelapa Perbaikan Mutu Proses Ekstraksi Minyak Kelapa Cara Tradisional dan Kajian Ekonominya Ekstraksi Minyak Kelapa Secara Enzimatis Penelitian dan Pengembangan Pembuatan Minyak Goreng

43
43
45
45

Formulasi Gula Semut Dukungan Jasa Layanan Teknis Balai Besar Industri Agro Untuk Komoditas Kelapa

Formulasi Gula Semut Dukungan Jasa Layanan Teknis Balai Besar Industri Agro Untuk Komoditas Kelapa
22 23
22
23

Cocopeat

 
46
46

Jasa Layanan Teknis Sertifikasi Produk Komoditas Kelapa

 
 

Formulasi

Pellet

Biomass

Emisi

Rendah

(Cocopeat)

47
47

Jasa

Layanan

Teknis

Pelatihan

Teknologi

Proses

Sebagai Bahan Bakar Minyak Bumi

 
49
49

Komoditas Kelapa Jasa Layanan Teknis Konsultasi Industri Komoditas Kelapa

 
 
50
50

Jasa Layanan

Teknis

Rancang

Bangun dan Perekayasaan

     
   

Industri

Komoditas

Kelapa

 
51
51

Jasa Layanan

Teknis

Pengujian

Produk Komoditas

Kelapa

 
52
52

Daftar

Nama

dan

Alamat

Industri

Binaan

Balai

Besar

 
 
 

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

 

Industri

Agro

Untuk

Komoditas

Kelapa

iii
iii
 

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

 

Litbang Litbang Komoditas Komoditas Kelapa Kelapa

Balai Balai Besar Besar Industri Industri Agro Agro

Kelapa Balai Balai Besar Besar Industri Industri Agro Agro PROFILBALAI BESARINDUSTRI AGRO 1 BALAI BESAR INDUSTRI
Kelapa Balai Balai Besar Besar Industri Industri Agro Agro PROFILBALAI BESARINDUSTRI AGRO 1 BALAI BESAR INDUSTRI

PROFILBALAI BESARINDUSTRI AGRO

1
1
Industri Industri Agro Agro PROFILBALAI BESARINDUSTRI AGRO 1 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro SEKILAS PROFIL BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Dari sejarah

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

SEKILAS PROFIL BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Dari sejarah berdirinya, Balai Besar Industri Agro (BBIA), mempunyai riwayat yang sangat panjang. Instansi ini pada awalnya merupakan lembaga penelitian bentukan pemerintah kolonial Belanda bernama “Bureau voor Landbouw en Handel Analyse“ yang didirikan pada tahun 1909. Seiring dengan perjalanan sejarah, Lembaga ini kemudian berubah-ubah nama sesuai tugas dan fungsinya sejak masa penjajahan Belanda, pendudukan Jepang hingga Pemerintahan Republik Indonesia. Akhirnya pada tahun 2002 Lembaga tersebut ditetapkan menjadi Balai Besar Industri Agro (BBIA) dibawah Kementerian Perindustrian RI. Tugas Pokok dan fungsi (tupoksi) BBIA adalah melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan, kerjasama, standardisasi, pengujian, kalibrasi, sertifikasi, pelatihan, konsultansi, RBPI dan pengembangan kompetensi industri agro. Pada tanggal 28 Desember 2009, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 517/KMK.05/2009 BBIA ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum (BLU).

VISI DAN MISI BBIA Sebagai Badan Layanan Umum (BLU), oleh Pemerintah RI, dalam hal ini adalah Kementerian Perindustrian, BBIA diberikan amanah untuk menjadi mitra kerja bagi pelaku industri. Oleh karena itu BBIA menetapkan visi dan misi sebagai berikut :

Visi BBIA Menjadi institusi profesional dan terpercaya dalam memberikan jasa pelayanan teknis bagi industri agro serta inovatif bidang komponen aktif bahan alami dan produk hilir komoditas agro yang berkelas dunia pada tahun 2025.

Misi BBIA :

1. Melaksanakan

secara

profesional

jasa

pelayanan

teknis

untuk

industri

agro, yang meliputi jasa penelitian, pengembangan,

standardisasi, pengujian, sertifikasi, kalibrasi dan pengembangan kompetensi industri agro;

2. Melakukan penelitian dan pengembangan yang inovatif dan terpercaya di bidang komponen aktif bahan alami secara berkesinambungan untuk pengembangan industri agro;

3. Mendukung pengembangan hilirilisasi industri berbasis agro.

Mendukung pengembangan hilirilisasi industri berbasis agro. 2 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda No.
Mendukung pengembangan hilirilisasi industri berbasis agro. 2 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda No.
Mendukung pengembangan hilirilisasi industri berbasis agro. 2 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda No.
Mendukung pengembangan hilirilisasi industri berbasis agro. 2 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda No.
Mendukung pengembangan hilirilisasi industri berbasis agro. 2 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda No.
Mendukung pengembangan hilirilisasi industri berbasis agro. 2 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda No.
2
2

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro ORANISASI BBIA Struktur organisasi BBIA disusun sedemikian rupa guna

ORANISASI BBIA

Struktur organisasi BBIA disusun sedemikian rupa guna mendukung tercapainya visi dan misi serta tujuan BBIA yang telah ditetapkan. BBIA dipimpin oleh Kepala BBIA yang membawahi 4 (empat) Bidang yaitu Bidang Sarana Riset dan Standardisasi (SRS), Bidang Pengujian, Sertifikasi dan Kalibrasi (PESKAL), Bidang Pelatihan, Konsultansi dan Alih Teknologi (PKAT), Bidang Pengembangan Jasa Teknik (PJT) dan 1 (satu) Bagian yaitu Bagian Tata Usaha (TU). Bidang-bidang SRS, PESKAL, dan PKAT adalah bidang-bidang yang tupoksinya adalah melaksanakan Jasa Pelayanan Teknis kepada masyarakat industri agro, sedangkan Bidang PJT dan Bagian TU mempunyai tupoksi sebagai Bidang dan Bagian pendukung untuk terlaksananya Jasa Pelayanan Teknis. Untuk melaksanakan tupoksi Bidang dan Bagian, ditunjang oleh 20 Seksi/Sub Bagian yang terkait dengan masing-masing Jasa Pelayanan Teknis. Organisasi BBIA saat ini didukung oleh sekitar 210 orang personel. Dari jumlah tersebut, sekitar 70% merupakan personel inti yang memiliki jenjang pendidikan Doktor (S3), Master (S2) dan Sarjana (S1) dari berbagai disiplin ilmu yang mendukung industri agro. Adapun dilihat dari spesifikasi keahlian, BBIA memiliki personel dengan keahlian unggul sebagai : peneliti, auditor, trainer, konsultan, ahli kalibrasi, analis dan penguji mutu barang, pranata komputer, perancang dan perekayasa industri, pustakawan dan lain-lain.

JASA PELAYANAN TEKNIS Sesuai dengan tupoksinya, Jasa Pelayanan Teknis (JPT) BBIA mencakup :

1. Riset dan Standardisasi

JPT Riset BBIA memberikan layanan kepada masyarakat industri agro berupa jasa penelitian dan pengembangan dalam rangka penemuan (inventing) produk baru, diversifikasi produk, inovasi dan perbaikan produk maupun proses, penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna produk-produk serta penelitian dan pengembangan mesin/peralatan produksi industri agro. Adapun jasa Standardisasi memberikan layanan dalam rangka penyusunan standar/pedoman dan acuan yang akan dipergunakan oleh masyarakat industri dalam rangka meningkatkan daya saing produk industri agro.

2. Pengujian

JPT Pengujian memberikan jasa pengujian/analisis laboratorium terhadap bahan baku, bahan penolong, dan produk jadi industri agro. Laboratorium Pengujian BBIA telah terakreditasi dalam skema akreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN), oleh karena itu Sertifikat Hasil Uji Laboratorium BBIA diakui secara nasional maupun internasional. Dewasa ini jasa pengujian laboratorium BBIA telah dimanfaatkan secara luas oleh para pengguna (industri makanan, minuman dan industri agro lainnnya), dan juga oleh lembaga- lembaga perijinan dibidang makanan seperti BPOM, Kementerian Kesehatan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lembaga kajian halal/LP POM MUI dan lain-lain.

3. Profisiensi Testing

JPT Profisiensi Testing BBIA memberikan jasa menyelenggarakan uji profisiensi dalam rangka memberikan jaminan bahwa kemampuan personel/analis laboratorium dalam melakukan pengujian terhadap suatu kriteria uji tertentu mencapai tingkat akurasi yang memenuhi syarat. 4. Sertifikasi JPT Sertifikasi BBIA memberikan jasa layanan penilaian kesesuaian dalam rangka sertifikasi sistem ataupun produk industri agro, mengacu pada Standar Nasional ataupun Internasional. Contoh-contoh kegiatan sertifikasi antara lain: sertifikasi Good Manufacturing Practices (GMP), Sistem Keamanan Pangan mencacu Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), Sistem Keamanan Pangan mengacu ISO 2200, Sistem Manajemen Mutu mengacu ISO 9001 dan Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT-SNI). JPT

Sertifikasi BBIA juga telah terakreditasi dalam skema akreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN). Oleh karena itu Sertifikat Kesesuaian

yang

diterbitkan BBIA telah diakui secara nasional maupun internasional.

3
3
BBIA telah diakui secara nasional maupun internasional. 3 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

5. Inspeksi Teknis JPT Inspeksi Teknis BBIA memberikan jasa layanan inspeksi teknis atas kriteria proses tertentu dalam memproduksi suatu produk. JPT Inspeksi teknis yang dilakukan BBIA mencakup inspeksi teknis terhadap pengukuran kecukupan panas (thermal adequacy), kebisingan dan kebersihan udara di lingkungan produksi/pabrik dan lain-lain. JPT Inspeksi Teknis BBIA juga telah telah terakreditasi dalam skema akreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN). Oleh karena itu Sertifikat Inspeksi Teknis yang diterbitkan BBIA telah diakui secara nasional maupun internasional.

6. Kalibrasi JPT Kalibrasi BBIA memberikan jasa layanan kalibrasi peralatan pengujian mutu produk ataupun mutu proses agar memiliki tingkat akurasi tertentu yang tertelusur terhadap standar acuan pengukuran baik nasional ataupun internasional. Beberapa jenis peralatan uji yang dapat dikalibrasi di BBIA meliputi 3 kelompok jenis alat ukur berbasis massa, volume dan temperatur. Selain itu beberapa peralatan uji digital numerik juga telah dapat dikalibrasi di BBIA seperti : pH meter, TDS meter, Conduktivity meter, Turbidimeter, dan lain-lain. JPT Kalibrasi BBIA juga telah telah terakreditasi dalam skema akreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN). Oleh karena itu Sertifikat Kalibrasi yang diterbitkan BBIA juga telah diakui secara nasional maupun internasional.

7. Pelatihan dan Konsultansi JPT Pelatihan dan Konsultansi BBIA memberikan jasa layanan pelatihan ataupun konsultansi untuk meningkatkan kompetensi personel SDM Industri Agro. Jenis Pelatihan dan Konsultansi yang diberikan bervariasi mulai dari pelatihan dan konsultansi teknis teknologi dalam pengolahan produk-produk industri agro sampai pada pelatihan dan konsultansi sistem manajemen mutu perusahaan, sistem manajemen laboratorium dan sistem manajemen keamanan pangan. Dalam hal melaksanakan JPT Pelatihan dan Konsultansi, BBIA menyediakan paket-paket pelatihan dan konsultansi teknis teknologi ataupun managerial yang bersifat reguler diselenggarakan di BBIA ataupun yang dirancang secara khusus sesuai dengan kebutuhan pelangggan. Adapun dalam hal teknis pelaksanaannya, pelatihan dan konsultansi dapat diberikan secara teoritis di dalam kelas berupa training tutorial ataupun melalui praktek kerja di laboratorium ataupun magang di perusahaan yang ditunjuk BBIA.

8. Rancang Bangun dan Perekayasaan Industri (RBPI) JPT RBPI BBIA memberikan jasa layanan dalam mendesain/merancang dan memproduksi peralatan/mesin-mesin pengolahan industri agro, khususnya bagi industri agro berskala kecil dan menengah (IKM). JPT RBPI BBIA melayani permintaan IKM agro untuk peralataan pengeringan, pengasapan, penggorengan vacuum, berbagai alat pengolahan buah-buahan dan lain-lain.

9. Pengambilan Sampel (Sampling) JPT Pengambilan Sampel (Sampling) BBIA memberikan jasa layanan pengambilan sampel untuk keperluan proses sertifikasi SNI ataupun proses-proses penilaian kesesuaian lainnya.

SARANA DAN PRASARANA

Untuk mendukung pelaksanaan jasa pelayanan teknis kepada masyarakat agro-industri sebagaimana telah disebutkan di atas, BBIA memiliki sarana dan parasarana yang tersedia di 2 (dua) lokasi yaitu di kantor BBIA jalan Ir. H. Juanda No. 11 Kota Bogor dan di komplek Laboratorium Proses BBIA Cikaret Kota Bogor. Beberapa sarana dan prasarana inti yang dimiliki BBIA antara lain :

1. Laboratorium Proses dan Percobaan untuk Riset Pangan dan Non Pangan.

2. Laboratorium Pengujian mencakup : laboratorium makanan, minuman, bahan baku dan aneka komoditi, air dan lingkungan, mikrobiologi, instrumentasi.

3. Workshop untuk perbengkelan dan rancang bangun perekayasaan industri (RBPI)

4. Aula dan ruang kuliah untuk training dan konsultansi.

5. Perpustakaan.

6. Mess /Wisma untuk penginapan.

5. Perpustakaan. 6. Mess /Wisma untuk penginapan. 4 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda
4
4

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro PROFIL LITBANG KOMODITAS KELAPA BALAI BESARINDUSTRI AGRO 5 BALAI

PROFIL LITBANG KOMODITAS KELAPA BALAI BESARINDUSTRI AGRO

5
5
PROFIL LITBANG KOMODITAS KELAPA BALAI BESARINDUSTRI AGRO 5 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro AIR KELAPA SARI KELAPA/ NATA DE COCO COCO VINEGAR
Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro AIR KELAPA SARI KELAPA/ NATA DE COCO COCO VINEGAR

AIR

KELAPA

SARI KELAPA/ NATA DE COCO
SARI KELAPA/
NATA DE COCO
COCO VINEGAR
COCO VINEGAR

POHON INDUSTRI KELAPA

BUAH KELAPA

BUAH

KELAPA

BUAH KELAPA
BUAH KELAPA
BUAH KELAPA
BUAH KELAPA
BUAH KELAPA
BUAH KELAPA
BUAH KELAPA
BUAH KELAPA
BUAH KELAPA
BUAH KELAPA
BUAH KELAPA
BUAH KELAPA
DE COCO COCO VINEGAR POHON INDUSTRI KELAPA BUAH KELAPA KECAP KELAPA MINUMAN DARI KELAPA DAGING KELAPA
DE COCO COCO VINEGAR POHON INDUSTRI KELAPA BUAH KELAPA KECAP KELAPA MINUMAN DARI KELAPA DAGING KELAPA
DE COCO COCO VINEGAR POHON INDUSTRI KELAPA BUAH KELAPA KECAP KELAPA MINUMAN DARI KELAPA DAGING KELAPA
DE COCO COCO VINEGAR POHON INDUSTRI KELAPA BUAH KELAPA KECAP KELAPA MINUMAN DARI KELAPA DAGING KELAPA
KECAP KELAPA
KECAP KELAPA
MINUMAN DARI KELAPA
MINUMAN DARI
KELAPA
KELAPA BUAH KELAPA KECAP KELAPA MINUMAN DARI KELAPA DAGING KELAPA LOW FAT DESICANTED VIRGIN OIL CONCEN-
KELAPA BUAH KELAPA KECAP KELAPA MINUMAN DARI KELAPA DAGING KELAPA LOW FAT DESICANTED VIRGIN OIL CONCEN-

DAGING

KELAPA

LOW FAT DESICANTED VIRGIN OIL CONCEN- COCONUT TRATED COCOMIX SKIM MILK COCOMIX SKIM MILK COCO
LOW FAT
DESICANTED
VIRGIN OIL
CONCEN-
COCONUT
TRATED
COCOMIX
SKIM MILK
COCOMIX
SKIM MILK
COCO SHAKE
SEMI
VIRGIN OIL
MINYAK
COCO CAKE
GORENG
MINYAK
COCO
KELAPA
CHEMICAL
MAKANAN
BUNGKIL
TERNAK
KOPRA

DAGING KELAPA PARUT

DAGING

KELAPA PARUT

K

E

L

A

P

A

KOPRA DAGING KELAPA PARUT K E L A P A KULIT ARI DAGING KELAPA KOPRA TEMPURUNG

KULIT ARI

DAGING KELAPA

K E L A P A KULIT ARI DAGING KELAPA KOPRA TEMPURUNG ARANG TEMPURUNG KELAPA SABUT

K E L A P A KULIT ARI DAGING KELAPA KOPRA TEMPURUNG ARANG TEMPURUNG KELAPA SABUT
K E L A P A KULIT ARI DAGING KELAPA KOPRA TEMPURUNG ARANG TEMPURUNG KELAPA SABUT
K E L A P A KULIT ARI DAGING KELAPA KOPRA TEMPURUNG ARANG TEMPURUNG KELAPA SABUT

KOPRA

TEMPURUNG

ARANG

TEMPURUNG KELAPA
TEMPURUNG
KELAPA

SABUT

KELAPA

ARANG

KARBON AKTIF
KARBON
AKTIF
BAHAN CORFLEX BANGUNAN SABUT BERKARET ISI JOK/ KURSI MATRAS
BAHAN
CORFLEX
BANGUNAN
SABUT
BERKARET
ISI JOK/
KURSI
MATRAS
6
6
BANGUNAN SABUT BERKARET ISI JOK/ KURSI MATRAS 6 FURNITURE BATANG KELAPA BAHAN BANGUNAN BARANG LIDI
FURNITURE BATANG KELAPA BAHAN BANGUNAN
FURNITURE
BATANG
KELAPA
BAHAN
BANGUNAN
BARANG LIDI KERAJINAN
BARANG
LIDI
KERAJINAN
BATANG KELAPA BAHAN BANGUNAN BARANG LIDI KERAJINAN BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda No.
BATANG KELAPA BAHAN BANGUNAN BARANG LIDI KERAJINAN BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda No.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN PRODUK TURUNANNYA 7 BALAI
Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN PRODUK TURUNANNYA 7 BALAI
Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN PRODUK TURUNANNYA 7 BALAI
Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN PRODUK TURUNANNYA 7 BALAI

VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN PRODUK TURUNANNYA

7
7
Agro VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN PRODUK TURUNANNYA 7 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

PENGARUH PROSES PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) TERHADAP AKTIVITASNYA SEBAGAI PENURUN KADAR GLUKOSA PADA TIKUS DIABETES MELITUS

Abstrak :

Minyak murni kelapa (Virgin Coconut Oil - VCO) sudah banyak diproduksi di dalam dan luar negeri dengan berbagai metode proses. Masing-masing metode proses saling mengunggulkan terutama dalam hal kadar asam lauratnya yang terdapat paling banyak di dalam produk VCO. Untuk hal tersebut maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai metode proses pembuatan VCO terhadap aktivitas komponen bioaktifnya yaitu asam lemak jenuh berantai medium atau medium chain fatty acids - MCFA (C8-C12) dalam menurunkan kadar glukosa darah pada tikus diabetes melitus (DM). Penelitian menggunakan 25 ekor tikus putih Sprague Dawley jantan. Tikus-tikus tersebut dipelihara dan dikelompokkan menjadi tikus sehat, dan tikus penderita DM. Tikus DM dibuat dengan cara tikus diadaptasikan selama 6 hari kemudian dipuasakan selama satu malam serta selanjutnya diinduksi secara intraperitoneal dengan larutan aloksan 110 mg per kg berat badan tikus. Dua hari kemudian kadar glukosa darah tikus tersebut diperiksa, dan yang mempunyai kadar glukosa lebih dari 200 mg/dl menandakan menderita DM. VCO yang diproses tanpa pemanasan, VCO yang diproses dengan pemanasan terkendali, serta minyak goreng kelapa yang mewakili minyak kelapa yang diproses dengan suhu tinggi dan penggunaan bahan kimiawi, dicekokkan kepada masing- masing 5 ekor tikus penderita DM. Sementara itu sebagai kontrol dibuat juga kelompok kontrol positif yaitu 5 ekor tikus penderita DM dan kelompok kontrol negatif yaitu 5 ekor tikus sehat. Kedua kelompok tersebut tidak dicekok VCO ataupun minyak goreng tapi dicekok air. Tikus-tikus percobaan tersebut diamati selama 28 hari untuk diukur perkembangan berat badannya setiap 2 hari, jumlah konsumsi ransum setiap

Berdasarkan hasil analisis statistik, metode proses pembuatan VCO tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% terhadap nilai kesukaan panelis. Minyak kelapa ataupun VCO berdasarkan analisis statistik, tidak memberikan efek yang berbeda nyata dalam meningkatkan berat badan tikus percobaan. Proses pembuatan VCO dan minyak goreng tidak berpengaruh nyata pada taraf 5% terhadap persen perubahan nilai glukosa darah tikus penderita DM. VCO tanpa pemanasan mempunyai korelasi negatif yang paling erat dan sangat nyata (p < 1%) terhadap penurunan kadar glukosa. VCO tidak berpengaruh pada taraf 5% terhadap kadar total kolesterol, HDL, LDL dan trigliserida serum darah tikus penderita DM.

Perspektif :

Proses pembuatan VCO yang dibuat dengan baik dan benar akan mempunyai manfaat kesehatan buat kehidupan manusia.

Keunggulan :

Produk VCO yang dibuat tanpa menggunakan panas atau seminal mungkin menggunakan panas dapat menurunkan kadar gula darah pada tikus putih penderita diabetes melitus.

Potensi Aplikasi Litbang :

Produk VCO dapat digunakan untuk menurunkan kadar gula darah.

8
8

hari, kadar glukosa darah setiap 4 hari dan kadar kolesterol setelah selesai pengamatan (hari ke 29).

Berdasarkan hasil analisis kimiawi, diketahui bahwa kadar asam-asam lemak pada dua macam VCO dan minyak goreng relatif tidak berbeda. Kadar asam laurat VCO tanpa pemanasan yaitu 51,5%, V CO pemanasan. terkendali 51,0% dan minyak goreng 49,8%.

Peneliti : Dadang Supriatna, Made Astawan dan Deddy Muchtadi Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

: 2008

Muchtadi Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 2008 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro KOMERSIALISASI PRODUK OLAHAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Abstrak :

KOMERSIALISASI PRODUK OLAHAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO)

Abstrak :

Kelapa memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Mengolah kelapa menjadi produk bernilai ekonomis tinggi akan memberikan daya tarik bagi investor. Bahan baku kelapa diproses menjadi VCO melalui proses ekstraksi pada suhu rendah atau tanpa proses pemanasan sama sekali dan tidak melalui proses kimiawi. VCO yang dihasilkan telah dikomersilkan melalui Koperasi Mitra Industri BBIA. Produk olahan VCO yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah margarine dan vegetable ghee, mayonnaise, dan produk kosmetik berbasis VCO. Metode komersialisasi yang dilakukan adalah melalui pameran dan penjualan langsung ke konsumen. VCO sudah dipasarkan secara luas dan memiliki daya tahan simpan selama 8 bulan di suhu ruang, margarine dan vegetable ghee VCO harus disimpan dalam chiller, mayones dapat disimpan pada suhu ruang, dan produk kosmetik (body lotion, eye cream, night cream, lipgloss) dapat disimpan di suhu ruang. Melalui program diversifikasi tersebut, produk olahan VCO BBIA mampu meningkat menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi.

Perspektif :

Produk olahan VCO adalah produk yang dihasilkan menggunakan VCO sebagai bahan baku atau bagian dari formulasi produk yang bernilai jual tinggi (high value products) yang sudah siap diterapkan di industri.

Keunggulan :

Ÿ Teknologi proses pembuatan VCO dilakukan dengan menggunakan Teknologi ekstraksi pada suhu rendah atau tanpa proses pemanasan sama sekali dan tidak melalui proses kimiawi.

Ÿ VCO yang dihasilkan kadar lauratnya tinggi (53 %), kadar air dan asam lemak bebas rendah, bebas protein.

Potensi Aplikasi Litbang :

VCO dapat diaplikasikan dalam pembuatan margarine dan vegetable ghee, mayonnaise, produk kosmetik (lotion, cream, shampoo, sabun) dan produk kesehatan yang berbasis VCO.

shampoo , sabun) dan produk kesehatan yang berbasis VCO. Peneliti : Shinta D. Sirait Institusi :

Peneliti : Shinta D. Sirait

Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

: 2007

D. Sirait Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 2007 9 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO
9
9

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

PEMBUATAN PRODUK KOMBINASI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DENGAN OZON SEBAGAI SEDIAAN LUAR KESEHATAN

Abstrak :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penambahan ozon yang paling optimal pada Virgin Coconut Oil (VCO) melalui pengamatan pertumbuhan mikroba. Teknik ozonisasi atau penambahan ozon (O ) dengan konsentrasi 0.03 ppm selama 30 menit dapat mematikan mikroba. Hasil pengujian untuk Angka Lempeng Total dan Staphylococcus aureus menunjukkan tidak adanya pertumbuhan koloni. Penyimpanan yang paling baik untuk sediaan VCO yang diozonisasi adalah dalam lemari pendingin (refrigerator) sehingga kadar ozon dapat dipertahankan tetap ada dalam VCO.

3

Perspektif :

Metode ozonisasi sudah dipergunakan untuk sterilisasi bahan makanan sehingga pemanfaatan ozon untuk VCO dapat diterapkan untuk menekan dan mematikan pertumbuhan mikroba. Ozon memiliki sifat radikal sehingga tidak stabil dan melalui proses oksidasinya akan merusak dinding sel mikroba.

Keunggulan :

Ÿ VCO yang diproses dengan proses ozonisasi atau penambahan ozon (O ) memiliki masa simpan yang lebih lama dibandingkan VCO yang tidak mengalami proses ozonisasi.

Ÿ VCO mempunyai khasiat untuk terapi kesehatan dalam industri kosmetika dan farmasi untuk kesehatan kulit dan sediaan luar, ramuan/formulasi aroma terapi di salon-salon dan Spa.

3

Potensi Aplikasi Litbang :

Pembuatan VCO dengan proses ozonisasi dapat diterapkan untuk industri penghasil VCO sebelum didistribusikan ke industri atau masyarakat pengguna. VCO tersebut dapat diformulasikan untuk produk kesehatan kulit dan sediaan luar, ramuan/ formulasi aroma terapi di salon-salon dan Spa.

10
10

Peneliti : Kurnia Hanafiah, Moch. Noerdin NK, Nurwidiani Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

: 2006

Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 2006 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.
Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 2006 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro PEMBUATAN FORMULASI PRODUK SPA DENGAN BASIS VIRGIN COCONUT OIL

PEMBUATAN FORMULASI PRODUK SPA DENGAN BASIS VIRGIN COCONUT OIL (VCO)

Abstrak :

Dalam formulasi produk spa, minyak Virgin Coconut Oil (VCO) digunakan sebagai bahan pembawa (carrier oil). Karakteristik VCO yaitu kadar air 0,13 %, FFA = 0%, dan pH = 6,82 menunjukan kesesuaian dengan PH fisiologis dan mantel kulit apabila diaplikasikan pada tubuh manusia. VCO dapat digunakan sebagai carrier oil produk Spa karena mempunyai sifat melembabkan dan melindungi kulit, anti jamur, stabil dan tahan terhadap oksidasi, serta mengandung vitamin E yang cukup tinggi yang cocok untuk membuat formula Spa. Formulasi produk dilakukan dengan memperhatikan efek pitoterapi dari minyak atsiri yang digunakan seperti minyak pala, minyak nilam, minyak cengkeh dan minyak ilang-ilang dengan perbandingan tertentu. Hasil uji panelis kepada sejumlah responden terpilih, pada umumnya produk dapat diterima, terutama untuk produk Spa dengan formula VCO dengan minyak pala.

Perspektif :

Sifat dan karakteristik VCO yang jernih seperti air dan kemurniannya tinggi sangat sesuai untuk formulasi produk Spa dan massage oil.

Keunggulan :

Ÿ

Teknologi IMC menghasilkan minyak VCO yang bersifat tidak berwarna, jernih seperti air dan kemurniannya tinggi.

Ÿ

Penggunaan

VCO

sebagai

minyak

pijat

tidak

menimbulkan bekas lemak pada kulit.

Potensi Aplikasi Litbang :

VCO yang dihasilkan Balai Besar Industri Agro (BBIA) merupakan minyak dengan kemurnian tinggi dan mempunyai sifat melembabkan dan melindungi kulit, anti jamur, stabil dan tahan terhadap oksidasi, dan mengandung vitamin E yang cukup tinggi. Minyak VCO dengan karakteristik tersebut sangat dibutuhkan bagi indutri farmasi dan kosmetika, produk VCO digunakan terutama bahan baku “massage oil”, dan untuk produk Spa.

bahan baku “ massage oil ”, dan untuk produk Spa . Peneliti : Kurnia Hanafiah, Prayitno,

Peneliti : Kurnia Hanafiah, Prayitno, Dadang Supriatna Dedi Kusmayadi dan Rosnawati Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

: 2004

Rosnawati Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 2004 1 1 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO
1 1
1
1

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa

Litbang Komoditas Kelapa

Balai Besar Industri Agro

Balai Besar Industri Agro

PENGEMBANGAN PROSES PENGOLAHAN MINYAK KELAPA DENGAN METODE PENGEPRESAN SEMI BASAH

Abstrak :

Alternatif lain teknologi pembuatan minyak goreng asal kelapa ini adalah menggunakan teknologi pengepresan semi basah (Intermediate Moisture Content - IMC technology). Teknologi ini merupakan teknologi tepat guna yang dapat diterapkan untuk skala kecil di tingkat pedesaan/petani. Minyak kelapa yang dihasilkan dilihat dari segi nilai kadar air dan kadar lemaknya sudah memenuhi syarat mutu SNI minyak goreng. Minyak kelapa ini lebih diarahkan untuk tujuan sebagai bahan baku kosmetik dan farmasi, seperti sebagai campuran bahan pijat di salon-salon kecantikan atau "Spa". Hal ini disebabkan minyak kelapa ini cenderung lebih merupakan minyak murni, karena diproses tanpa melalui pemurnian kimiawi dan sudah dapat digunakan. Berdasarkan hasil test organoleptik, minyak ini lebih banyak disukai panelis dibanding minyak goreng murni yang beredar di pasar. Panelis lebih menyukai aromanya yang khas dan warnanya yang jernih. Sementara itu ampas kelapanya bisa dikeringkan lagi menjadi kelapa parut kering berlemak rendah yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan kue berlemak rendah.

Ÿ Teknologi tepat guna yang dapat diterapkan untuk skala kecil di tingkat pedesaan/petani.

Ÿ Minyak kelapa dapat dipakai sebagai bahan baku kosmetik dan farmasi, seperti sebagai campuran bahan pijat di salon-salon kecantikan atau “Spa”.

Ÿ Minyak kelapa cenderung lebih merupakan minyak murni, karena diproses tanpa melalui pemurnian kimiawi dan sudah dapat digunakan.

Ÿ Ampas kelapanya bisa dikeringkan lagi menjadi kelapa parut berlemak rendah yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan kue berlemak rendah.

Ÿ Minyak goreng asal kelapa dapat diproduksi oleh industri rumah tangga, industri kecil sampai besar.

Ÿ Unit usaha minyak kelapa ini akan lebih menguntungkan apabila diusahakan secara menyeluruh memberdayakan hasil-hasil samping lainnya misalnya sabut kelapa, tempurung, air kelapa dan kelapa parut kering berlemak rendah (bungkil kelapa yang sudah dikeringkan).

Potensi Aplikasi Litbang :

Menumbuhkan industri kecil yang memanfaatkan teknologi tepat guna dan menyerap tenaga kerja di tingkat pedesaan, serta dihasilkannya minyak kelapa kualitas baik dengan teknologi relatif murah.

Perspektif :

Teknologi pembuatan minyak goreng asal kelapa adalah mengunakan teknologi pengepresan semi basah (Intermediate Moisture Content - IMC technology).Teknologi ini merupakan teknologi tepat guna yang dapat diterapkan untuk skala kecil di tingkat pedesaan/petani.

12
12

Keunggulan :

Ÿ

Teknologi pembuatan minyak goreng asal kelapa menggunakan teknologi pengepresan semi basah (Intermediate Moisture Content - IMC Technology).

Peneliti : Dadang Supriatna, Bakri Rosidi, H.G. Pohan, Dedi Kusmayadi dan Irwan Sutiarna Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

: 1999

Sutiarna Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1999 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.
Sutiarna Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1999 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro CEMARAN CENDAWAN PADA VIRGIN COCONUT OIL (VCO), KELAPA PARUT

CEMARAN CENDAWAN PADA VIRGIN COCONUT OIL (VCO), KELAPA PARUT DAN AMPAS KELAPA

Abstrak :

Virgin Coconut Oil (VCO) adalah salah satu produk kelapa yang mempunyai khasiat sebagai antioksidan dan antimikroba. Kandungan asam-asam yang dimilikinya berkhasiat sebagai antimikroba termasuk anticendawan. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji VCO terhadap cemaran cendawan dibandingkan dengan kelapa parut dan ampas kelapa selama 1 bulan. Uji dilakukan dengan cara mengisolasi dan identifikasi cendawan yang ditemukan pada VCO sebagai hasil olahan, potongan kelapa (kelapa parut) sebagai bahan asal dan ampas kelapa sebagai sisa olahan. Hasil yang didapat potongan dan ampas kelapa tercemar, tetapi VCO tidak tercemar. Dari percobaan ini disimpulkan bahwa VCO tidak tercemar cendawan dan kemungkinan dapat digunakan sebagai anticendawan.

Perspektif :

Cemaran cendawan diketahui sudah lama mencemari berbagai macam produk pangan, biji-bijian hasil pertanian seperti kacang-kacangan, kedele, jagung dan kelapa. Umumnya kapang cendawan pencemar tersebut adalah Aspergillus spp, Penicillium spp, Mucor spp. VCO sebagai salah satu produk olahan dari kelapa diketahui mempunyai khasiat sebagai anti miktroba dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari daya tahan VCO terhadap cemaran cendawan.

Keunggulan :

VCO lebih tahan terhadap serangan cendawan dibandingkan dengan parutan kelapa dan ampas kelapa. VCO tahan terhadap cemaran cendawan selama 1 bulan. Sehingga hal ini memungkinkan VCO dapat dipakai sebagai anticendawan.

Potensi Aplikasi Litbang :

Dengan terdapatnya cemaran berbagai jenis cendawan pada kelapa, diharapkan VCO dapat digunakan secara aplikatif untuk pencegahan serangan cendawan pada produk-produk pangan dan olahannya.

13
13

Peneliti : R.Z. Ahmad

Institusi : 1) Balai Besar Penelitian Veteriner 2).Balai Besar Industri Agro

1)

dan E. S. Hartanto

2)

2).Balai Besar Industri Agro 1) dan E. S. Hartanto 2) BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.
2).Balai Besar Industri Agro 1) dan E. S. Hartanto 2) BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro HOT OIL IMMERTION DRYING (HOID) BALAI BESAR INDUSTRI
Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro HOT OIL IMMERTION DRYING (HOID) BALAI BESAR INDUSTRI

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

HOT OIL IMMERTION DRYING (HOID)

Balai Besar Industri Agro HOT OIL IMMERTION DRYING (HOID) BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

14
14

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro PENGEMBANGAN SISTEM PEMURNIAN MINYAK KELAPA KLENTIK DAN HOID (

PENGEMBANGAN SISTEM PEMURNIAN MINYAK KELAPA KLENTIK DAN HOID (HOT OIL IMMERSION DRYING) UNTUK IKM

Abstrak :

Mutu minyak Hot Oil Immertion Drying (HOID) dan klentik ditingkatkan melalui pemurnian menggunakan alat pemurnian sederhana yang terdiri dari tangki pemanasan, alat penyaring dan alat vacuum. Sistem permurnian minyak yang diterapkan melalui urutan proses pemanasan, pemucatan (bleaching) menggunakan 0,25% arang aktif dan 0,25% bentonit pada suhu 110 C selama 30 menit, panyaringan, pencucian sebanyak 3 kali ulangan dengan perbandingan air (T = 50 C)dan minyak adalah 1 : 2, penyaringan kembali, dan penguapan/pengeringan minyak. Warna minyak kelapa setelah pemurnian memenuhi persyaratan MEOMA (Malayan Edible oil Manufactures Association). Untuk optimalisasi penggunaannya alat pemurnian tersebut perlu dilengkapi dengan unit netralisasi sehingga minyak dengan asam lemak bebas tinggi dapat dimurnikan ke tingkat yang memenuhi persyaratan.

o

o

Perspektif :

Proses pemurnian minyak goreng hasil teknologi HOID menghasilkan minyak kelapa dengan karakteristik yang lebih disukai konsumen.

Keunggulan :

Ÿ Pemurnian minyak goreng hasil teknologi HOID dapat dilakukan dengan alat sederhana.

Ÿ Warna minyak yang dihasilkan memenuhi persyaratan MEOMA (Malayan Edible Oil Manufactures Association).

Ÿ Karakteristik

lebih

minyak

kelapa

yang

dihasilkan

bening dan pucat dan bau khas kelapa lebih berkurang.

Ÿ Masa simpan minyak lebih lama.

Potensi Aplikasi Litbang :

Pemurnian minyak kelapa dapat diterapkan pada industri kecil minyak kelapa klentik dan HOID dengan alat yang sederhana dan juga industri besar penghasil minyak kelapa untuk meningkatkan kualitas minyak yang lebih disukai konsumen.

15
15

Peneliti : Shinta D. Sirait, Dadang Supriatna, Indra N. Ridwan, Solechan dan Dedi Kusmayadi Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

: 2001

Kusmayadi Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 2001 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.
Kusmayadi Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 2001 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro NATA DE COCO BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl.

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro NATA DE COCO BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

NATA DE COCO

Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro NATA DE COCO BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

16
16

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro NATA DE COCO Abstrak : Proses pembuatan nata de

NATA DE COCO

Abstrak :

Proses pembuatan nata de coco dilakukan dengan cara fermentasi air kelapa menggunakan bakteri pada pH 3-4 dengan penambahan gula, asam asetat, dan lain-lain. Pemanfaatan air kelapa sebagai bahan baku industri nata de coco sangat menguntungkan bila ditinjau dari segi kegunaan, kemudahan proses, biaya produksi yang rendah dan dapat dijadikan salah satu cara penanggulangan limbah air kelapa di pasar maupun di industri pengolahan kelapa. Adapun proses pembuatan nata de coco adalah sebagai berikut: air kelapa, perebusan (ditambah gula dan asam), penyaringan, pendinginan, penambahan bibit, inkubasi.

Perspektif :

Nata de coco merupakan suatu lapisan atau film yang terbentuk melalui proses fermentasi asam laktat. Lapisan yang terbentuk mengandung air dan serat sehingga sangat baik untuk membantu proses pencernaan.

dilakukan

starter

Kristalisasi

menggunakan

bentuk kristal yang lebih mudah diaplikasi dan disimpan.

starter

alat

nata

de

coco

dapat

kristalisasi

menghasilkan

Keunggulan :

Ÿ Mengkonsumsi nata de coco sangat bermanfaat bagi kesehatan. Nata de coco merupakan produk yang mengandung dietary fibre yang sangat baik untuk membantu sistem pencernaan dan membantu memperlancar buang air besar.

Ÿ Selain dari itu mengkonsumsi nata de coco dapat menyebabkan efek rasa kenyang sehingga dapat mengurangi konsumsi karbohidrat berlebih, dengan demikian nata de coco dapat dijadikan untuk program diet.

17
17

Potensi Aplikasi Litbang :

Pembuatan nata de coco dapat diaplikasikan dengan mudah di industri rumah tangga dan dapat dijadikan alternatif pemanfaatan limbah air kelapa.

Institusi : Balai Besar Industri Agro

limbah air kelapa. Institusi : Balai Besar Industri Agro BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.
limbah air kelapa. Institusi : Balai Besar Industri Agro BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
Abstrak :

Abstrak :

Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
kristalisasi yang telah dibuat.

kristalisasi yang telah dibuat.

Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
Perspektif :

Perspektif :

Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
Tahun : 2004

Tahun

: 2004

Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004
Abstrak : kristalisasi yang telah dibuat. Perspektif : Tahun : 2004

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

KRISTALISASI BIAKAN MURNI NATA DE COCO

Keunggulan :

Ÿ Alat kristalisasi dapat digunakan untuk pengeringan bahan-bahan yang tidak boleh menggunakan suhu yang tinggi.

Ÿ Suhu

terkendali

dan

tanpa

merusak

struktur

dan

jaringan.

Biakan

Ÿ nata

de

coco

menjadi

lebih

praktis

dan

memudahkan pengiriman ke luar daerah.

Ÿ Aktivitas biakan nata tetap terjaga.

Potensi Aplikasi Litbang :

Alat kristalisasi biakan nata de coco dapat diaplikasikan di industri penghasil nata de coco untuk menyimpan biakan secara lebih praktis dan juga memudahkan pendistribusian.

Penelitian kristalisasi biakan murni nata de coco dilakukan dengan menggunakan bahan baku dekstrin, tapioka, tapioka tergelatinisasi, tepung beras, tepung beras tergelatinisasi, cornstarch tergelatinisasi yang dicampur dengan kultur cair biakan murni Acetobacter xylinum. Perlakuan yang dilakukan meliputi perbedaan perbandingan campuran antara bahan baku dan kultur cair Acetobacter xylinum dan juga perbedaan suhu dan waktu pengeringan. Hasil penelitian menunjukan pembuatan kristal biakan murni nata de coco dapat dilakukan. Pembuatan kristal biakan murni nata de coco ini yang paling baik menggunakan tepung beras tergelatinisasi dan cornstarch tergelatinisasi pada suhu tertentu dengan menggunakan alat

Pembuatan kristal biakan nata de coco diperlukan dalam rangka mengantisipasi pengiriman bibit ke luar daerah tanpa ada masalah. Biakan nata de coco dalam bentuk padat dapat dibuat menggunakan pengering vakum dengan suhu terkendali tanpa merusak struktur dan jaringan kehidupan biakan nata de coco.

18
18

Peneliti : Bakri Rosidi, Solechan, Susi Heryani, Suryati dan Sulastri Sofyan Institusi : Balai Besar Industri Agro

dan Sulastri Sofyan Institusi : Balai Besar Industri Agro BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro 19 KOPRA BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.
Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro 19 KOPRA BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.
19
19

KOPRA

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro 19 KOPRA BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

PENGENDALIAN KADAR AFLATOXIN DALAM KOPRA DAN BUNGKIL KELAPA

Abstrak :

Penelitian tentang cemaran aflatoxin dalam kopra dan bungkilnya dilakukan dengan mengambil sampel dari beberapa daerah yang mempunyai potensi sebagai penghasil kelapa atau kopra. Kopra tersebut diperoleh melalui proses pengeringan sinar matahari, dan pengeringan langsung ataupun tidak langsung menggunakan asap menggunakan bahan bakar tempurung kelapa, sabut, kayu bakar, ataupun kombinasinya. Persyaratan batas maksimum cemaran aflatoxin dalam kopra dan bungkilnya adalah sebesar 5 ppb sehingga apabila kopra mengandung aflatoksin di atas persyaratan, maka kopra akan ditolak oleh pasar terutama untuk kepentingan ekspor. Analisis aflatoksin sampel menggunakan kromatografi lapisan tipis/thin layer chromatography (KLT/TLC) dibandingkan dengan analisis Kromatografi Cair Kinerja Tinggi/High Performance Liquid Chromatography (KCKT/HPLC), menunjukkan sensitivitas HPLC yang lebih tinggi. Adanya kandungan aflatoxin yang melebihi persyaratan tersebut menunjukkan kondisi perkopraan di Indonesia belum baik. Dengan demikian untuk mengatasi atau cemaran aflatoksin dalam kopra dan bungkilnya, maka perlu diadakan pembinaan terhadap petani pembuat kopra.

Perspektif :

Mutu kopra dan bungkil kopra yang diperdagangkan dapat dikendalikan dengan sistem pengendalian mutu dan cara produksi yang baik di tingkat petani untuk memonitor kontaminasi aflatoksin pada tingkat pedagang/eksportir.

Keunggulan :

Kadar aflatoksin dalam kopra dan bungkil kopra memenuhi standar kopra yang dipersyaratkan.

Potensi Aplikasi Litbang :

Sistem pengendalian mutu dan cara produksi yang baik dapat diaplikasikan di tingkat petani/pedesaan untuk mengantisipasi peraturan yang membatasi jumlah aflatoksin dalam kopra dan bungkil kopra.

20
20

Peneliti : Yang Yang Setiawan, Shinta D. Sirait, Renawati Iskandar dan Niti Sundari Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

: 1997

Sundari Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1997 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.
Sundari Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1997 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro TEKNOLOGI PEMBUATAN ARANG SISTEM WHU ( WASTE HEAT RECOVERY

TEKNOLOGI PEMBUATAN ARANG SISTEM WHU (WASTE HEAT RECOVERY UNIT) UNTUK PEMBUATAN KOPRA

Abstrak :

Sistem pembuatan arang dengan teknologi WHU (Waste Heat Recovery Unit) dikembangkan untuk mengurangi pembentukan asap yang berbahaya selama pembuatan arang dan memungkinkan secara simultan panas yang terbentuk selama proses dapat digunakan dalam proses pembuatan kopra. Karbonisasi tempurung kelapa dengan Waste Heat Unit (WHU) dapat menghasilkan kira-kira 0,45 – 0,5 ton arang dari 1,5 ton tempurung selama 10 – 12 jam operasi. Sistem WHU terdiri dari dua kiln WHU, Sistem tungku/heat exchanger, dryer fan dan pengering kopra tunnel yang menghasilkan sekitar 0,9 ton arang kualitas baik dan 3 ton kopra per hari. Dua kiln WHU, dioperasikan secara semi kontinu. Sistem WHU dapat disesuaikan dengan digunakan untuk pemanfaatan panas yang terbuang dalam hubungannya dengan pengolahan kelapa seperti dual-firing (kiln gas dengan bahan bakar padat) boiler untuk menghasilkan uap, sumber panas untuk pembuatan minyak dengan cara penggorengan (hot immersion drying atau fry-drying kernels); udara panas untuk pengeringan berbagi produk kelapa dan panen hasil pertanian. Karbonisasi tempurung kelapa dengan sistem WHU dapat mencegah terjadinya pencemaran udara berupa asap dan sekaligus memanfaatkan panas yang terbuat sebagai sumber energi yang dapat digunakan dalam proses pengeringan kopra. Gas yang terbentuk selama proses karbonisasi tempurung kelapa terdiri dari karbon monoksida (CO), hidrogen (H ) metan, karbon dioksida (CO ) dan nitrogen (N ) gas ini mempunyai nilai kalori sekitar 30,5 Mj/m dan mudah terbakar.

Perspektif :

Pembuatan arang dengan teknologi WHU dikembangkan untuk mengurangi pembentukan asap yang berbahaya dalam pembuatan arang dan memungkinkan panas yang terbentuk digunakan dalam proses pembuatan kopra.

Keunggulan :

Ÿ Karbonisasi

tempurung

kelapa

dengan

sistem

WHU

dapat

mencegah terjadinya pencemaran udara berupa asap.

Ÿ Pemanfaatan panas yang dihasilkan menjadi sumber energi untuk proses pengeringan kopra.

Ÿ Kopra yang dihasilkan bermutu lebih baik di bandingkan dengan kopra yang di hasilkan secara tradisional.

Ÿ Arang yang berasal dari kiln WHU sangat baik di gunakan terutama untuk karbon aktif.

Potensi Aplikasi Litbang :

Sistem pembuatan arang dengan teknologi WHU telah dikembangkan untuk mengurangi pembentukan asap yang berbahaya selama pembuatan arang dan memungkinkan secara simultan panas yang terbentuk selama proses yang dapat digunakan dalam proses pembuatan kopra.

2

3

2

2

21
21

Peneliti : Yang Yang Setiawan, G.R. Breag, H.G. Pohan dan M. Maman Rohaman Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

: 1997

Rohaman Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1997 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.
Rohaman Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1997 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro COCOPEAT BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro COCOPEAT BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda

COCOPEAT

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro COCOPEAT BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

22
22

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro FORMULASI PELLET BIOMASS EMISI RENDAH ( COCOPEAT ) SEBAGAI

FORMULASI PELLET BIOMASS EMISI RENDAH (COCOPEAT) SEBAGAI BAHAN BAKAR MINYAK BUMI

Abstrak :

Penelitian formulasi pellet biomas emisi rendah sebagai pengganti bahan bakar minyak bumi dilakukan sebagai upaya mencari alternatif pengganti minyak bumi sebagai bahan bakar. Pellet biomas merupakan salah satu sumber energi yang belum banyak termanfaatkan. Penggunaan biomas (limbah) sebagai bahan energi sejauh ini dilakukan dengan pembakaran langsung. Hal ini menimbulkan masalah emisi yang mencemari lingkungan dan memerlukan ruang yang besar untuk tempat pembakaran. Keuntungan pemanfaatan limbah biomas dalam bentuk pellet selain tidak memerlukan ruang pembakaran yang banyak, emisi yang rendah, juga lebih mudah didistribusikan ke daerah lain yang membutuhkan. Cocopeat merupakan salah satu bahan yang digunakan dalam pembuatan pellet. Hasil percobaan menunjukan bahwa pellet cocopeat memiliki nilai kalori 18685 kJ/kg, dan hasil uji emisi pellet cocopeat memenuhi baku mutu emisi udara sumber tidak bergerak sesuai keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : KEP-13/MENLH/3/1995 Tanggal 7 Maret 1995.

Perspektif :

Cocopeat merupakan hasil samping pengolahan pengolahan serat (fiber) yang juga merupakan limbah padat dari pengolahan kelapa. Cocopeat bisa digunakan sebagai bahan feed stock bakar energi dengan menkonversi cocopeat menjadi bentuk pellet yang mengandung energi tinggi.

Keunggulan :

Ÿ Biomas cocopeat yang diolah menjadi pellet bila dibakar (gasifikasi) akan menghasilkan gas sintetis (syngas) dan tidak menimbulkan asap (emisi rendah).

Ÿ Syngas merupakan ouput dengan kandungan energi tinggi dapat digunakan untuk pemanasan dan pemasakan.

Ÿ Pellet mudah dikemas, didistribusikan, disimpan, dipasarkan, dan tidak perlu ruang besar untuk storage.

kemudahan

Ÿ Penggunaan

pellet

biomas

memberikan

pengoperasian dan kenyamanan.

Potensi Aplikasi Litbang :

Ÿ Ketersediaan limbah cocopeat hasil samping pengolahan serat/sabut kelapa cukup potensial di Indonesia, sehingga produk cocopeat dapat diaplikasikan oleh industri kelapa itu sendiri ataupun industri lainnya. Teknologi yang diperlukan dalam pembuatan cocopeat tidak memerlukan teknologi yang tinggi dan peralatan pengolahan bisa dibuat secara lokal.

Ÿ Penggunaan

fuel)

mendukung program lingkungan dan berpotensi bisa menggantikan energi fosil.

lingkungan dan berpotensi bisa menggantikan energi fosil. pellet sebagai bahan bakar padat ( solid Peneliti :

pellet

sebagai

bahan

bakar

padat

(solid

Peneliti : Rizal Alamsyah, Lukman Junaidi, Dadang Supriatna, Subagja, Kosasih dan Asep Suhendi Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

23

: 2010

Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun 23 : 2010 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro SABUT KELAPA BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro SABUT KELAPA BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.
Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro SABUT KELAPA BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.
Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro SABUT KELAPA BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.

SABUT KELAPA

Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro SABUT KELAPA BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

24
24

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro PEMANFAATAN SABUT KELAPA UNTUK BAHAN BANGUNAN ( INTERIOR )

PEMANFAATAN SABUT KELAPA UNTUK BAHAN BANGUNAN (INTERIOR)

Abstrak :

Sabut kelapa merupakan salah satu hasil samping pada proses pengolahan kelapa disamping gabus dan tempurung kelapa. Sabut kelapa dapat menggantikan bahan yang bentuknya mirip dan fungsinya hampir sama yakni lembaran anyaman seperti fiberglass yang banyak digunakan sebagai bahan tambahan. Percobaan ini merupakan penelitian awal yang dimaksudkan untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan sabut kelapa sebagai bahan pengisi panel atau papan yang digunakan dalam industri bangunan rumah. Sabut kelapa ini sebagai pengganti fiberglass yang fungsinya sebagai kerangka dalam panel/papan dari gipsum. Papan atau panel gipsum digunakan sebagai penutup para (langit-langit rumah) yang dahulunya dibuat dari asbes saat ini telah ada produk semacam yang dibuat dari gipsum. Hasil percobaan menunjukan bahwa sabut kelapa dapat digunakan sebagai bahan pengisi panel/papan gipsum menggantikan fiberglass. Sabut kelapa yang telah dilakukan perlakuan pendahuluan yakni perendaman dalam air dingin maupun pemanasan sabut kelapa dapat mempermudah dalam proses pencetakan panel/papan gipsum. Dengan pemanfaatan sabut kelapa sebagai pengganti fiberglass maka biaya pembuatan panel dapat diperkecil karena harga sabut kelapa lebih murah dibandingkan harga fiberglass. Perlakuan terbaik untuk penggunaan sabut kelapa dalam pembuatan panel gipsum ditinjau dari segi ekonomi maupun kemudahan dalam pembuatannya adalah perlakuan perendaman sabut kelapa selama 10 menit.

Perspektif :

Sabut kelapa adalah limbah industri pengolahan kelapa yang telah banyak digunakan dalam industri karena sifatnya yang lentur dan kuat. Sifat tersebut menggantikan bahan yang harganya tinggi dan sulit diperoleh. Salah satu contoh produk yang menggunakan bahan pengisi yang memenuhi daya kelenturan dan kekuatan adalah eternit.

Keunggulan

Ÿ Serat sabut kelapa dapat digunakan sebagai bahan pengisi eternit dan profil.

Ÿ Serat sabut kelapa sebagai bahan penolong, diharapkan memiliki kelenturan dan kekuatan seperti pada industri jok mobil dan kasur pegas.

Ÿ Serat

lembaran

sabut

kelapa

sebagai

bahan

pengisi,

yakni

anyaman seperti fiberglass.

Ÿ Meningkatkan pendapatan petani kelapa dengan mengolah hasil samping produk kelapa berupa sabut kelapa menjadi bahan industri.

Potensi Aplikasi Litbang :

Ÿ Sabut

digunakan

pembuatan eternit dan profil sebagai pengganti fiberglass.

kelapa

dapat

sebagai

bahan

pengisi

pada

Ÿ Pembuatan eternit yang relatif murah dan memenuhi persyaratan seperti produk yang beredar dipasar, profil yang dihasilkan ternyata cukup baik dengan serat sabut kelapa.

Ÿ Ukuran panjang tanpa memotong sabut.

25
25

Peneliti : H.G. Pohan, Eko Susanto, Muchtar Toyib, Untari Pudjiastuti, Sri Harjanto dan Siti Mulyani Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

: 2003

Mulyani Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 2003 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PEMBUATAN BLOK/BRIKET GABUS KELAPA

Abstrak :

Gabus merupakan hasil samping dari industri sabut kelapa yang saat ini banyak diusahakan dalam rangka memanfaatkan produk samping dari limbah Industri kelapa. Di daerah maju telah memanfaatkan gabus sebagai media tanam, sedangkan gabusnya sendiri diekspor dari negara produsen kelapa seperti Sri Lanka. Di Indonesia sudah ada yang memulai untuk memproduksi/memasarkan tetapi karena mutunya tidak sesuai dengan persyaratan yang diinginkan negara untuk ekspor maka keinginan ini menjadi kendor. Dalam penelitian ini dilakukan cara untuk menuju cara memenuhi persyaratan mutu serta melihat pengaruh penggunaan gabus sebagai media tanam. Pencucian gabus dengan menggunakan air dapat menurunkan kandungan natrium sebesar 90%, tetapi pH-nya menurun. Penurunan pH ini dapat diatasi dengan menggunakan air kapur sehingga pH akan naik mendekati netral. Gabus dapat dikeringkan dengan sinar matahari tetapi membutuhkan waktu yang cukup lama (2-3 hari) karena perlu adanya pembalikan yang berulang kali. Hal ini dapat dipercepat dengan menggunakan alat pengering sistem rotasi atau berputar dengan suhu 70ºC, dengan demikian gabus selalu diputar sehingga akan memperbesar luas permukaan dan pengering dapat dipersingkat menjadi 1,5 - 2 jam. Bentuk produk gabus kelapa dalam perdagangan nasional/ internasional adalah bentuk briket yang dimaksudkan untuk memperkecil volume. Gabus kelapa dapat dibentuk briket apabila kadar airnya mencapai 10-15%, dan untuk mendapatkan briket yang memiliki ukuran 30 x 30 x 20 cm dengan berat 4 kg harus dibuat ruang pengisian gabus sebesar 30 x 30 x 70 cm.

Perspektif :

Ÿ Gabus merupakan hasil samping dari industri sabut kelapa yang saat ini banyak diusahakan dalam rangka memanfaatkan produk samping dari limbah Industri kelapa.

Ÿ Bentuk

produk

gabus

kelapa

dalam

perdagangan

nasional/internasional

dimaksudkan untuk memperkecil volume.

adalah

bentuk

briket

yang

Keunggulan :

Ÿ Proses pencucian gabus dapat mengurangi komponen yang tidak diinginkan untuk media tanam.

Ÿ Kegunaan gabus kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku papan artikel.

Ÿ Pengeringan gabus dapat dilakukan dengan sinar matahari ataupun dengan pengeringan dari 2-3 hari menjadi 1,5 - 2 jam pada suhu 70ºC.

Ÿ Gabus kelapa dapat dibuat briket apabila kadar air nya mencapai 10-15%.

Potensi Aplikasi Litbang :

Kegunaan gabus sabut kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar, papan partikel dan dapat digunakan sebagai media tanam.

26
26

Peneliti : Eko Susanto, Nirwana Aprianita, Mochtar Toyib, dan Asep Suhendi Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

: 2002

Suhendi Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 2002 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.
Suhendi Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 2002 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro PENGEMBANGAN GABUS KELAPA UNTUK MEDIA TANAM Abstrak : Gabus

PENGEMBANGAN GABUS KELAPA UNTUK MEDIA TANAM

Abstrak :

Gabus (pith) sabut kelapa merupakan bagian yang terbesar dari sabut kalapa. Gabus sabut kelapa ini berkisar 45% dari berat sabut secara keseluruhan. Hasil proses hidrolisis gabus sabut kelapa ini telah dilakukan dengan baik untuk pembuatan pot. Dengan kata lain bahwa pot yang dihasilkan telah dapat memberikan bentuk yang baik serta mempunyai sifat-sifat fisik antara lain masih dapat menyerap dan melepaskan air dengan banyak. Percobaan pembuatan pot dengan cara hidrolisis telah dilakukan dengan berbagai perlakuan baik terhadap konsentrasi NaOH 1% sebesar 135,11%,sedangkan pelepasan air tinggi sebesar 37,47% dengan perlakuan lama hidrolisis 3 jam dengan konsentrasi larutan NaOH 5%.

Perspektif :

Ÿ Hasil proses hidrolisis gabus sabut kelapa ini telah dilakukan dengan baik untuk pembuatan pot. Dengan kata lain bahwa pot yang dihasilkan telah dapat memberikan bentuk yang baik serta mempunyai sifat- sifat fisik antara lain masih dapat menyerap dan melepaskan air dengan banyak.

Ÿ Dari hasil penerapan penggunaan gabus kelapa sebagai media tanam diterapkan pada penanaman cabe dimana hasilnya lebih baik dibanding dengan penanaman yang hanya menggunakan tanah biasa.

Keunggulan :

Ÿ Gabus kelapa mampu menyimpan air sebanyak 8x volume gabus sehingga cocok untuk media tanam.

Ÿ Dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman karena sifatnya yang banyak rongga udara.

Potensi Aplikasi Litbang :

Ÿ Gabus kelapa dapat dibuat sarana tanaman (pot) dengan tekanan tertentu.

Ÿ Gabus kelapa dapat digunakan sebagai media tanam bibit-bibit tanaman.

27
27

Peneliti : Eko Susanto, Sri Wuri Handono, Karyati Sugesti, Adriati Wakidi dan Sri Harjanto Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

dan Sri Harjanto Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 2001 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

: 2001

Harjanto Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 2001 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

TEKNOLOGI PEMBUATAN SERAT KELAPA BERKARET (RUBBERIZED COCONUT FIBRE)

Abstrak :

Penelitian dan pengembangan pembuatan serat kelapa berkaret telah dilakukan secara sederhana, dalam usaha memanfaatkan serat kelapa dan meningkatkan nilai tambah serat kelapa. Serat kelapa yang dipergunakan diperoleh dari sabut kelapa, dan alat yang digunakan juga sederhana seperti : cara memperoleh bentuk keriting seratnya, pencetakan pada bingkai kayu sampai ke proses penyemprotan dengan kompon lateks, begitu pula dengan proses vulkanisasinya. Disamping itu, ditunjukkan pula cara mencampur bahan kimia ke dalam lateks pekat untuk memperoleh kompon lateksnya.

Penelitian ini dilakukan dengan 2 tahap percobaan, yaitu percobaan pendahuluan dan percobaan utama. Dalam percobaan pendahuluan diamati beberapa faktor yang mempengaruhi terhadap proses pembuatan serat kelapa berkaret, antara lain : bahan kimia yang dipakai untuk pembuatan kompon lateks, proses penggilingan larutan dispersi, dan perlu tidaknya dilakukan perendaman serat dalam larutan detergent untuk mengeahui sifat keriting serat yang diperoleh dan setelah menjadi serat kelapa berkaret. Sedangkan dalam percobaan utama dicoba beberapa variabel perlakuan :

(1) ketebalan ukuran serat kelapa berkaret (tebal 3 dan 4 cm), (2) lama vulkanisasi serta kelapa berkaret (30, 60, 90 dan 120 menit) dan suhu vulkanisasi (80°C dan 100° C). Sifat fisika yang diamati adalah pampatan tetap 50% dan berat jenis serat kelapa berkaret. Hasil percobaan menunjukkan bahwa ukuran ketebalan serat kelapa berkaret (3 dan 4 cm), suhu vulkanisasi serat kelapa berkaret (80°C dan 100°C) dan lama vulkanisasi serat kelapa berkaret (30, 60, 90 dan 120 menit) tidak memberikan pengaruh perbedaan yang nyata, baik terhadap sifat fisika pampatan tetap 50% maupun bobot

sebesar 100°C dan lama

jenisnya.

vulkanisasi selama 60 menit memberikan hasil serat kelapa berkaret terbaik.

Perspektif : -

Ÿ Lateks merupakan larutan koloid dengan partikel karet yang tersuspensi di dalam suatu media yang mengandung berbagai macam zat (substance).

Keunggulan :

Ÿ Sabut kelapa berkaret mempunyai kekuatan pampatan tetap yang stabildengan bobot jenis ringan dan lentur.

Ÿ Sabut kelapa berkaret lebih kompak/solid dibandingkan serat busa foam.

Ÿ Ketebalan

dengan

ukuran

serat

dapat

disesuaikan

sesuai

permintaan konsumen.

Ÿ Mengintegrasikan industri kelapa dan karet dalam pengembangan industri berbasis kedua komoditi tersebut.

Potensi Aplikasi Litbang :

Ÿ Sabut kelapa berkaret digunakan sebagai bahan pengisi jok mobil, kasur, kursi pada industri meubel/furniture.

Ÿ Dapat digunakan bahan isolator pada tembok ruangan sehingga ruangan menjadi kedap suara dan hangat.

Ÿ Digunakan sebagai kasur, matras untuk olahraga.

Secara visual perlakuan suhu vulkanisasi

untuk olahraga. Secara visual perlakuan suhu vulkanisasi Ÿ Serat kelapa berkaret atau rubberized coconut fibre

Ÿ

Serat kelapa berkaret atau rubberized coconut fibre adalah serat kelapa yang telah diolah bersama-sama kompon lateks, sehingga dapat berfungsi sebagai bahan pengisi bantalan yang digunakan untuk mengisi jok mobil, juga dalam rumah tangga dapat digunakan sebagai pengisi pembuatan jok kursi, kasur, dan lain-lain.

Peneliti : Agus Sudibyo Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

: 1985

28

Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1985 28 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro 29 TEPUNG KELAPA BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.
Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro 29 TEPUNG KELAPA BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.
Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro 29 TEPUNG KELAPA BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.
Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro 29 TEPUNG KELAPA BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.
29
29

TEPUNG KELAPA

Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro 29 TEPUNG KELAPA BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

KAJIAN PEMANFAATAN AMPAS KELAPA HASIL SAMPING PEMBUATAN VCO UNTUK PRODUK TEPUNG KELAPA (COCONUT FLOUR) BERSERAT TINGGI

Abstrak :

Virgin Coconut Oil (VCO) atau dikenal dengan nama sesuai SNI 7381:2008 yaitu minyak kelapa virgin merupakan produk olahan kelapa yang potensial secara ekonomis untuk produsen dan potensial secara manfaatnya untuk konsumen. Proses pembuatan VCO yang telah diteliti di Balai Besar Industri Agro (BBIA) melalui teknologi pengepresan semi basah (Intermediate Moisture Content - IMC Technology). Melalui proses tersebut, dihasilkan VCO dan didapat hasil samping ampas kelapa yang bersih yang masih dapat dimanfaatkan sebagai sumber serat pangan. Ampas kelapa tersebut diolah menjadi tepung kelapa berserat pangan tinggi. Selain itu juga dipelajari penggunaan tepung ampas kelapa VCO dalam pemanfaatan lebih lanjut, tepung kelapa tersebut diolah kembali menjadi produk kue kering. Hasil analisa uji kesukaan terhadap kue kering tepung kelapa mempunyai nilai skor 5.81 (suka) untuk warna, 5.24 (agak suka) untuk aroma, dan 5.57 (agak suka) untuk rasa. Hasil analisa sederhana tekno ekonomi dari produk kue bangket yang mengaplikasikan tepung kelapa tersebut menunjukkan produk yang dibuat mempunyai nilai harga pokok produksi sebesar Rp. 24.500 per 1 resep yang menghasilkan 2 toples. Apabila asumsi margin keuntungan yang ditetapkan sebesar 25% maka produk kue bangket tersebut harus dijual dengan harga Rp. 15.313/toples.

Keunggulan :

Ÿ Proses pembuatan VCO dengan teknologi pengepresan semi basah (Intermediate Moisture Content - IMC Technology) didapat hasil samping ampas kelapa yang bersih yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku tepung kelapa.

Ÿ Tepung

serat

kelapa

yang

dihasilkan

mempunyai

kandungan

pangan yang tinggi.

Ÿ Tepung kelapa yang dihasilkan dari hasil samping VCO dapat dijual

sehingga

sebagai

tepung

kelapa

atau

sebagai

kue

bangket

meningkatkan nilai jual pemanfaatan kelapa.

Potensi Aplikasi Litbang :

Penggunaan tepung ampas kelapa VCO dalam pembuatan kue dapat diterima oleh panelis sehingga tepung kelapa berpotensi untuk dapat digunakan dalam produk-produk roti dan kue (bakery) serta permen (confectionery) sebagai bahan pengisi, misalnya dalam permen kacang, biskuit, pai, tekstur pada kue dan lain-lain.

Perspektif :

Tepung kelapa (coconut flour) merupakan salah satu bentuk produk daging kelapa yang diawetkan dan dikurangi kadar lemaknya. Tepung kelapa yang dihasilkan oleh BBIA adalah tepung kelapa merupakan hasil samping pembuatan VCO yang diperoleh dari teknologi pengepresan semi basah (Intermediate Moisture Content - IMC Technology).

basah ( Intermediate Moisture Content - IMC Technology ). Peneliti : Dadang Supriatna, H.G. Pohan, Solechan,

Peneliti : Dadang Supriatna, H.G. Pohan, Solechan, Titin Mahardini, Majesty Cendekia, Dedi Kusmayadi dan Yaya Suryaseca Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

: 2012

30

Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 2012 30 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KO-EKSTRAKSI DALAM PEMBUATAN PRODUK OLAHAN

PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KO-EKSTRAKSI DALAM PEMBUATAN PRODUK OLAHAN KELAPA (TEPUNG BERPROTEIN TINGGI DAN MINYAK MAKAN) SEBAGAI BAHAN BAKU KUE

Abstrak :

Kelapa merupakan salah satu komoditas hasil perkebunan yang sangat potensial disamping lada, kopi, teh, kakao maupun vanili. Di Indonesia kelapa tersebar di hampir seluruh pelosok Nusantara dengan daerah-daerah penghasil kelapa antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, Sumatra Utara, Riau, Lampung, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku. Peranan kelapa sangat berarti bagi kehidupan masyarakat sehari- hari, karena kelapa selain dimanfaatkan untuk keperluan pokok rumah tangga seperti santan, campuran makanan dan produk olahan lain, juga peranannya dalam sektor industri sangat besar. Sebagian besar kelapa umumnya dimanfaatkan untuk diambil minyaknya saja, sebagai contoh pembuatan kopra dimana bungkil sisa pengepresan hanya digunakan sebagai pakan ternak. Padahal apabila pembutan kopra dilakukan secara bersih dengan memperhatikan faktor higienis, bungkil sisa pengepresan dapat merupakan makanan sumber protein yang sangat bermanfaat dan meningkatkan nilai ekonomis dan nutrisinya.

31
31

Perspektif :

Usaha pemanfaatan bungkil kopra untuk dikonsumsi oleh

manusia masih belum banyak dilakukan. Pengolahan lanjutan ekstrak kopra dan pencampuran dengan gaplek merupakan suatu usaha pemanfaatan kopra untuk mendapatkan produk olahan yang mengandung nilai gizi

tinggi.

Keunggulan :

Ekstrak kopra masih mengandung protein yang cukup tinggi sedangkan bahan baku gaplek merupakan supplement karbohidrat, diharapkan pencampuran kedua bahan (ko-ekstraksi) tersebut dapat menghasilkan produk yang mengandung nilai gizi cukup tinggi.

Potensi Aplikasi Litbang :

Memanfaatkan bungkil kelapa hasil ko-ekstraksi yang berprotein tinggi dan kadar minyak bungkil yang rendah yang dapat dikonsumsi manusia, skala industri yang optimal untuk untuk dikembangkan dipedesaan melalui pembuatan alat ekstraksi (pengepres) dan pembuatan alat pengering kopra serta daya tahan simpan.

Peneliti : Solechan, Suryati, Indera Wirawan dan Aswin Syukri Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

dan Aswin Syukri Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1993 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

: 1993

Syukri Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1993 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

PENGEMBANGAN PROSES PEMBUATAN SNACK FOOD DARI BUNGKIL MINYAK KELAPA KO-EKSTRAKSI DAN UMBI-UMBIAN

Abstrak :

Bahan baku tepung ko-ekstraksi berasal dari kelapa parut kering dan tepung singkong. Hasil ko-ekstraksi melalui pengepres hidrolik menunjukan rendeman minyak yang diperoleh rata-rata 61,60% (b/b), sedang bungkil ko-ekstraksi rata-rata 42,30%(b/b). Komposisi kimia tepung bungkil ko-ekstraksi menunjukan kandungan nilai gizinya cukup tinggi yaitu protein (8,63%), lemak (23,64%), abu (3,68%), serat kasar (7,92%), dan karbohidrat (50,20%). Penyimpanan tepung bungkil ko-ekstraksi selama 10 minggu tidak menunjukan perubahan mutu yang berarti, uji mikrobiologi terhadap tepung bungkil ko-ekstraksi selama penyimpanan menunjukkan terdapatnya total bakteri, kapang dan khamir yang masih dibawah ambang batas.

Perspektif :

Pengembangan bungkil hasil ko-ekstraksi menjadi beberapa macam produk olahan makanan (snack food) dan penyimpanan produk olahan kue kering asal tepung bungkil ko-ekstraksi.

Keunggulan :

Ÿ Dapat meningkatkan nilai tambah

Ÿ Mempunyai kandungan nilai gizi cukup tinggi

Potensi Aplikasi Litbang :

Meningkatkan nilai ekonomis dari produk melalui diversifikasi produk olahan kelapa yang dapat menambah keragaman produk.

32
32

Peneliti : Solechan, Suryati, Dedi Kusmayadi dan Indera Wirawan Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

: 1994

Wirawan Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1994 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.
Wirawan Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1994 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro PEMANFAATAN BUNGKIL DAN AMPAS KELAPA Abstrak : Bungkil kelapa

PEMANFAATAN BUNGKIL DAN AMPAS KELAPA

Abstrak :

Bungkil kelapa diperoleh dari sisa hasil pembuatan minyak kelapa berupa parutan daging kelapa kering. Bungkil dicampur dengan tepung gaplek dengan perbandingan 1:1, 2:5, 1:2 dan 1:3. Tepung campuran selanjutnya dibuat biskuit yang diuji rasa, kerapuhan dan warnanya. Penambahan tepung bungkil kedalam tepung gaplek dapat menaikan kandungan protein tepung gaplek. Jumlah penambahan tepung bungkil mempengaruhi derajat kesukaan panelis terhadap biskuit tepung campuran. Makin tinggi jumlah penambahan tepung bungkil, makin tinggi pula derajat kesukaan panelis. Jumlah penambahan tepung bungkil sebanyak 50% menghasilkan biskuit yang paling disukai panelis. Ampas kelapa yang diperoleh dengan cara memeras parutan daging kelapa dengan penambahan air, 1, 2 dan 3 bagian, dijemur lalu ditumbuk sampai mencapai kehalusan 60 mesh. Tepung ampas ini dibuat kue dengan penambahan tepung terigu. Kue yang dihasilkan diuji rasa, aroma dan kerapuhannya oleh panelis. Ampas yang disukai panelis sebagai bahan pembuat kue adalah ampas yang diperoleh dari hasil pemerasan santan daging kelapa dengan satu kali penambahan air sebanyak satu bagian berat daging kelapa dan mengempanya.

Perspektif :

Nutrisi bungkil dan ampas kelapa masih tinggi terutama kadar protein dan lemaknya, sehingga dapat digunakan untuk produk pangan selanjutnya.

Keunggulan :

Ÿ Penerapan konsep zero waste pada industri kelapa.

Ÿ Meningkatkan nilai ekonomi bungkil dan ampas kelapa.

Ÿ Diversifikasi produk kelapa.

Potensi Aplikasi Litbang :

Bungkil dan ampas kelapa dapat diaplikasikan untuk diversifikasi produk biskuit.

33
33

Peneliti : Dardjo Somaatmadja, Djoewarni Ali dan Atih S. Herman Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

Atih S. Herman Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1980 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

: 1980

S. Herman Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1980 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro SANTAN AWET BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro SANTAN AWET BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.
Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro SANTAN AWET BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.
Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro SANTAN AWET BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.

SANTAN AWET

Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro SANTAN AWET BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

34
34

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro TEKNOLOGI PEMBUATAN SANTAN PASTEURISASI SIAP PAKAI Abstrak : Formulasi

TEKNOLOGI PEMBUATAN SANTAN PASTEURISASI SIAP PAKAI

Abstrak :

Formulasi santan pasteurisasi terbaik adalah metode ekstraksi tanpa penambahan air, dengan penambahan CMC (Carboxy Methyl Cellulosa) 0,2%, dan pengawet kalium sorbat 500 ppm serta perlakuan pasteurisasi pada suhu 98,5° C selama 60 menit dengan kemasan plastik Onylon menghasilkan produk santan pasteurisasi siap pakai yang dapat diterima oleh konsumen. Ketahanan simpan santan pasteurisasi siap pakai mencapai 4 hari pada suhu kamar dan 1 bulan atau lebih dalam lemari pendingin (suhu

10°C).

Perspektif :

Pembuatan santan pasteurisasi siap pakai dengan teknologi sederhana dapat diterapkan di industri kecil maupun besar dalam rangka meningkatkan peluang usaha pengolahan kelapa secara terpadu di Indonesia.

Keunggulan :

Ÿ Teknologi yang diperlukan dalam pembuatan santan pasteurisasi tergolong sederhana sehingga dapat diterapkan di industri kecil.

Ÿ Pasteurisasi santan meningkatkan ketahanan simpan santan.

Ÿ Rasa santan pasteurisasi mendekati rasa santan segar.

Ÿ Proses pasteurisasi santan pada suhu 80° C selama 30 menit menghasilkan santan dengan rasa, aroma dan penampakan (tekstur) yang lebih baik.

Potensi Aplikasi Litbang :

Konsumsi santan kelapa untuk masakan di Indonesia terus meningkat, sehingga adanya produk santan kelapa pasteurisasi siap pakai akan memudahkan konsumen. Hal tersebut merupakan peluang industri pengolahan kelapa yang sangat baik dan teknologi yang digunakan merupakan teknologi sederhana.

35
35

Peneliti : Shinta D. Sirait, Dwi Sutrisniati, M.A. Dachlan dan Nurwidiani Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

dan Nurwidiani Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1993 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl.

: 1993

Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1993 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

PENELITIAN STABILITAS EMULSI DAYA AWET SANTAN PASTA

Abstrak :

Santan pasta yang terbaik diperoleh dari hasil pemarutan daging kelapa tanpa kulit luar (testa) yang telah diblanching dengan penambahan air sebanyak 2,5 kali berat kelapa dan dipisahkan krimnya dengan alat cream separator. Krim kemudian ditambah stabilizer CMC 2% dan Tween (80) 0,1% dan dihomogenisasi dengan penambahan air ½ berat krim. Produk dikemas dalam kaleng dan dilakukan sterilisasi pada suhu 121°C selama 35 menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan waktu sterilisasi mempengaruhi stabilitas emulsi santan pasta. Stabilitas emulsi santan (Santan Rating/SR) menunjukan hasil SR produk tetap baik sampai penyimpanan 3 bulan, dengan nilai SR 97,6 (baik). Hasil analisis mikrobiologis menunjukkan penyimpanan produk setelah 3 bulan masih aman dan memenuhi nilai komersial.

Perspektif :

Santan awet pasta memliki kecenderungan untuk memisah setelah penyimpanan yang cukup lama, sehingga stabilitas emulsi santan pasta harus dijaga untuk mempertahankan mutu produk selama penyimpanan sebelum dikonsumsi oleh pengguna.

Keunggulan :

Stabilitas emulsi santan pasta hingga penyimpanan 3 bulan masih baik, aman dikonsumsi dan memenuhi nilai komersial.

Potensi Aplikasi Litbang :

Proses peningkatan stabilitas emulsi santan pasta dapat diterapkan di industri pengolahan santan.

36
36

Peneliti : Joeswadi, Elly Nurlaelyah dan Achmad Basrah Enie Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

: 1984

Enie Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1984 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.
Enie Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1984 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro PENGEMBANGAN PEMBUATAN SANTAN AWET Abstrak : Pembuatan santan awet

PENGEMBANGAN PEMBUATAN SANTAN AWET

Abstrak :

Pembuatan santan awet dibuat dengan cara memarut daging buah kelapa tanpa testa yang telah diblanching. Ekstraksi santan dilakukan dengan memeras campuran parutan kelapa dengan air dengan perbandingan 1 : 3 dan dipisahkan cream-nya dengan cara mendinginkan santan dalam ruang pendinginan (cooler) selama 1 malam. Sebagai stabilisator digunakan campuran CMC 1% dan tween 80,01% dan penambahan pengawet natrium metabisulfit 500-600. Sterilisasi dilakukan pada suhu 115°C (10 lbs) dan 121°C (15 lbs) selama 60-70 menit. Pengemasan santan awet dilakukan dalam botol jar dan kaleng, isi 400 g. Hasil pengamatan menunjukan bahwa semua perlakuan yang dicoba dapat menghasilkan santan awet dengan rasa, warna dan aroma yang dapat diterima oleh konsumen. Penambahan natrium metabisulfit menghasilkan santan dengan warna yang lebih putih. Penambahan stabilisator CMC 1% + tween 80,01% dan sterilisasi pada suhu 115 °C (10 lbs) selama 60 menit menghasilkan santan dengan rasa dan aroma terbaik.

Perspektif :

Pembuatan santan awet secara industri perlu dilakukan karena santan yang dilakukan di setiap rumah menyebabkan terjadinya terbuangnya sebagian lemak dan protein kelapa bersama ampas. Santan awet dapat diproduksi secara masal dengan menjaga kandungan nutrisi kelapa yang bermanfaat.

Keunggulan :

Ÿ Santan awet yang dihasilkan warnanya lebih putih

Ÿ Emulsi santan lebih stabil

Ÿ Santan awet dengan penambahan stabilizer memiliki

diterima

warna, rasa dan aroma yang baik dan dapat konsumen

Potensi Aplikasi Litbang :

Santan awet dapat diproduksi oleh industri secara masal dengan harga yang terjangkau

37
37

Peneliti : M.A. Dachlan, Dwi Sutrisniati, Shinta D. Sirait Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

: 1982

D. Sirait Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1982 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl.
D. Sirait Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1982 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro MINYAK GORENG BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro MINYAK GORENG BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.
Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro MINYAK GORENG BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.
Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro MINYAK GORENG BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.

MINYAK GORENG

Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro MINYAK GORENG BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

38
38

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro PEMURNIAN SEDERHANA MINYAK KELAPA Abstrak : Warna dan aroma

PEMURNIAN SEDERHANA MINYAK KELAPA

Abstrak :

Warna dan aroma khas kelapa pada minyak kelapa dapat menurunkan kualitas minyak pada saat penjualan. Penelitian ini betujuan untuk memperbaiki kualitas warna dan aroma minyak kelapa dengan teknik sederhana dengan cara pencucian, penambahan arang aktif dan penguapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sederhana ini dapat memperbaiki warna dan aroma minyak kelapa. Warna minyak kelapa yang dihasilkan telah memenuhi standar warna RBD minyak kelapa Procter & Gambler dan MEOMA (Asosiasi Pabrik Minyak Makan Malaysia) dengan perlakuan pencucian menggunakan air dan minyak (0,5:1) selama 3 kali ulangan dan penambahan arang aktif 0,5%. Kadar air yang dihasilkan memenuhi Standar Nasional Indonesia.

Perspektif :

Teknik sederhana pemurnian minyak kelapa dengan cara pencucian, penambahan arang aktif, dan penguapan dapat memperbaiki kualitas warna dan aroma minyak kelapa sehingga memenuhi standar SNI, standar warna RBD minyak kelapa Procter & Gambler dan MEOMA (Asosiasi Pabrik Minyak Makan Malaysia).

Keunggulan :

Ÿ Pemurnian minyak kelapa dengan cara : pencucian, penambahan arang aktif dan penguapan dapat memperbaiki warna dan bau khas aroma kelapa yang selama ini mengganggu proses pemasaran.

Ÿ Warna minyak kelapa yang dihasilkan telah memenuhi standar warna RBD minyak kelapa Procter & Gambler dan MEOMA (Asosiasi Pabrik Minyak Makan Malaysia) dengan perlakuan pencucian menggunakan air dan minyak (0,5:1) selama 3 kali ulangan dan penambahan arang aktif 0,5%.

39
39

Potensi Aplikasi Litbang :

Teknik

sederhana

pemurnian

minyak

kelapa

dapat

diterapkan

di

industri

minyak

kelapa

sehingga

menghasilkan

produk

yang

memenuhi

standar

dan

permintaan pasar.

Peneliti : Dadang Supriatna, Solechan dan Dedi Kusmayadi Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

: 2000

Kusmayadi Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 2000 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.
Kusmayadi Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 2000 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

PERBAIKAN MUTU PROSES EKSTRAKSI MINYAK KELAPA CARA TRADISIONAL DAN KAJIAN EKONOMINYA

Abstrak :

Proses ekstraksi minyak kelapa dilakukan dengan metode penyantanan, penggorengan dan penyangraian. Pengamatan yang dilakukan meliputi parameter mutu minyak yang ditetapkan oleh Standar Industri Indonesia dan dilakukan analisa finansial dari ketiga proses ekstraksi tersebut di atas. Berdasarkan hasil analisa finansial yang dilakukan, ketiga proses ekstraksi minyak kelapa tersebut masih layak secara ekonomi. Adapun nilai IRR dari ketiga proses ekstraksi tersebut adalah proses penyantanan sebesar 85.88%, penggorengan 131.06% dan penyangraian 27.21%. Pengolahan minyak secara penggorengan menghasilkan minyak

lainnya

yang

berdasarkan analisa syarat mutu yang ditetapkan oleh standar industri Indonesia.

ekstraksi

Produk

mengalami penurunan setelah waktu penyimpanan minggu ke 4.

bermutu

minyak

lebih

baik

dibandingkan

oleh

dengan

ketiga

proses

proses

yang

dihasilkan

Perspektif :

Pengolahan minyak kelapa dapat dilakukan dengan berbagai teknologi. Masing-masing teknologi mempunyai kelebihan dan kekurangan ditinjau dari segi efisiensi energi, kebutuhan energi, dan energi yang dihasilkan. Modifikasi ekstraksi minyak kelapa perlu dilakukan untuk memperoleh minyak yang bermutu lebih baik dan lebih efisien.

Keunggulan :

Ÿ Pengolahan minyak secara penggorengan menghasilkan minyak yang bermutu dan layak secara ekonomi.

penyantanan

Ÿ Pengolahan

minyak

secara

menghasilkan kejernihan minyak yang tinggi.

Potensi Aplikasi Litbang :

Pengolahan minyak dengan modifikasi teknologi dapat diaplikasikan di industri kecil pengolahan minyak kelapa untuk meningkatkan mutu minyak dan ketahanan simpannya.

untuk meningkatkan mutu minyak dan ketahanan simpannya. Peneliti : Paulus Sunarto, Elly Nurlaelyah, Sumadyo Rahardjo

Peneliti : Paulus Sunarto, Elly Nurlaelyah, Sumadyo Rahardjo dan Rochimah Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

: 1994

40

Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1994 40 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro EKSTRAKSI MINYAK KELAPA SECARA ENZIMATIS Abstrak : Mutu minyak

EKSTRAKSI MINYAK KELAPA SECARA ENZIMATIS

Abstrak :

Mutu minyak kelapa yang dihasilkan di Indonesia sangat bervariasi. Perbaikan mutu dapat dilakukan dengan perbaikan proses ekstraksi yaitu dengan cara enzimatis. Penelitian ini bertujuan mendapatkan minyak kelapa dengan mutu lebih baik menggunakan proses ekstraksi enzimatis. Proses enzimatis dilakukan menggunakan enzim protease, poligalakturinase, alfa amilase dan selulose. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen minyak kelapa dengan cara enzimatis lebih besar 19% dibandingan dengan cara tradisional. Rendemen minyak yang diperoleh adalah 55,9% dengan perlakuan perbandingan daging buah kelapa: air (1:6), suhu ekstraksi 37,5°C selama 1 jam. Minyak kelapa yang dihasilkan memenuhi persyaratan SII minyak goreng untuk parameter kadar air dan kandungan FFA masing-masing adalah 0,2% dan 0,02% sehingga tidak diperlukan lagi tahap pemurnian. Secara tekno ekonomi, minyak kelapa yang dihasilkan dari proses enzimatis lebih mahal dibandingkan cara tradisional karena harga enzim yang mahal.

Perspektif :

Ekstraksi minyak kalapa dengan cara enzimatis dapat menghasilkan minyak kelapa kualitas lebih baik.

Keunggulan :

Ÿ Penggunaan enzim untuk ekstraksi minyak kelapa tidak memerlukan tekanan dan suhu tinggi.

Ÿ Minyak kelapa hasil proses enzimatis mempunyai kualitas cukup tinggi dengan kandung air dan FFA cukup rendah masing-masing 0.2 % dan 0.02.

Ÿ Limbah yang dihasilkan dapat diolah dengan biaya murah.

Potensi Aplikasi Litbang :

Ekstraksi minyak kelapa secara enzimatis menggunakan enzim protease, poligalakturinase, alfa amilase dan selulose dapat digunakan untuk hidrolisis protein dan karbohidrat dalam daging kelapa sehingga dapat menghasilkan minyak kelapa berkualitas tinggi.

41
41

Peneliti : Dedi Mahdar, Arief Budiono dan Asep Zakaria Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

: 1989

Zakaria Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1989 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.
Zakaria Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1989 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PEMBUATAN MINYAK GORENG FORMULASI

Abstrak :

Diversifikasi minyak nabati Indonesia perlu dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dari minyak yang dihasilkan. Diversifikasi dapat dilakukan dengan cara pencampuran minyak kelapa, minyak sawit, dan minyak jagung. Formulasi pencampuran dihitung menggunakan metode matematika sederhana (basic simple method). Penelitian ini bertujuan mencari formulasi atau kombinasi dari beberapa jenis minyak nabati yang dihasilkan di Indonesia agar diperoleh minyak goreng dengan perbandingan SFA:MUFA:PUFA =1:1:1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode matematika dasar (basic mathematical method) dapat diterapkan untuk mengkaji formula minyak goreng yang mengandung jumlah dan jenis asam lemak seimbang atau sehat. Minyak goreng formulasi yang dihasilkan mempunyai perbandingan SFA:MUFA:PUFA=1:1:1 dan 1:0.5:1.

Perspektif : - Penggunaan model matematika sederhana (basic simple method) dapat digunakan menghitung formulasi pencampuran minyak untuk mendapatkan minyak goreng yang sehat dan seimbang.

Keunggulan :

Metode matematika sederhana (basic simple method) dapat diterapkan dalam industri untuk mendapatkan minyak goreng formulasi yang sehat dan seimbang.

Potensi Aplikasi Litbang :

Metode matematika sederhana (basic simple method) dapat digunakan untuk menghitung jumlah perbandingan pencampuran minyak tropis untuk menghasilkan minyak goreng formulasi yang sehat dan seimbang.

sumber : dreamstime.com 42
sumber : dreamstime.com
42

Peneliti : Shinta D. Sirait, Sutrida Nurti, I. Saputra Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

: 1998

Saputra Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1998 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro 43 GULA SEMUT BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.
43
43
Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro 43 GULA SEMUT BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

GULA SEMUT

Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro 43 GULA SEMUT BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

GULA SEMUT

Abstrak :

Penelitian dan Pengembangan diversifikasi produk gula merah dilakukan tahun 1984/l985 pada Balai Besar Industri Hasil Pertanian (BBIHP) yang sekarang dengan nama Balai Besar Industri Agro (BBIA). Hasil Penelitian dan Pengembangan (Litbang) menghasilkan produk gula kristal yang disebut gula semut. Gula semut mempunyai nilai tambah tinggi jika dibandingkan dengan gula merah cetak, selain daya simpannya lebih lama dan merupakan komoditi ekspor. Pengembangan gula semut dilakukan oleh BBIHP/BBIA sejak tahun 1986 di Sentra Industri Kecil gula merah di desa Sindanglaka, Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Cianjur dengan jumlah pengrajin 30 unit usaha dengan produksi gula semut saat itu mencapai sekitar 1,2 ton per bulan. Sekarang sudah berkembang hampir di sentra sentra gula merah di Kabupaten/Kota diberbagai Provinsi di Indonesia. Proses pembuatan nira diawali dengan pengukuran tingkat keasaman untuk nira kelapa, aren maupun siwalan, harus sekitar 6-7. Selanjutnya dilakukan penyaringan menggunakan kain penyaring. Nira yang telah disaring dituangkan kedalam wajan, kemudian dimasak pada suhu sekitar 110C. Pada saat nira mulai mendidih kotoran akan berkumpul dan terapung bersama-sama buih nira. Untuk menghilangkan kotoran tersebut dilakukan penyaringan dengan menggunakan serok. Pendidihan selanjutnya akan menimbulkan buih yang meluap-luap berwarna coklat kekuning- kuningan sampai kuning. Untuk menjaga buih nira jangan sampai meluap keluar dari wajan maka sewaktu-waktu harus diaduk dan ditambahkan minyak goreng/minyak kelapa sekitar 2 gram untuk 5 liter nira atau satu sendok makan untuk 25 liter nira. Apabila nira sudah mengental, suhu diturunkan perlahan-lahan sambil diaduk. Cara untuk mengetahui nira tersebut sudah masak, dilakukan pengujian kekentalan yaitu dengan cara meneteskan pekatan nira kedalam air dingin. Bila tetesan tersebut memadat (apabila dipegang sudah keras) berarti pemasakan sudah cukup dan segera diangkat dari tungku. Pekatan nira setelah diangkat dari tungku didinginkan selama lebih kurang 10 menit, kemudian dilakukan pengadukan secara perlahan- lahan dan setelah terjadi pengkristalan pengadukan dipercepat sehingga akan dihasilkan gula merah serbuk atau dikenal dengan gula semut. Setelah dingin dipindahkan kedalam wadah lain kemudian dilakukan pengayakan dengan menggunakan ayakan mesh no. 10 - 20. Kemudian gula semut dikemas dalam kantong plastik dan ditutup rapat serta diberi label sehingga siap dipasarkan.

Perspektif :

Gula semut dibuat dari nira aren melalui proses yang sederhana dan dapat digunakan untuk konsumsi rumah tangga, industri makanan dan minuman serta baik sebagai pemanis bagi orang yang menderita diabetes.

Keunggulan :

Daya simpan gula semut lebih dari tiga (3) bulan dan merupakan komoditi ekspor.

Potensi Aplikasi Litbang :

Pembuatan gula semut dari nira aren menghasilkan gula berbentuk kristal yang memiliki daya simpan lebih lama dibandingkan dengan gula aren biasa serta dapat dikembangkan sebagai alternatif pemanis alami bagi konsumen tertentu.

44
44

Peneliti : Sardjono, Oyok Sukardi, Kusnawan Institusi : Balai Besar Industri Agro

Tahun

: 1984

Kusnawan Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1984 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.
Kusnawan Institusi : Balai Besar Industri Agro Tahun : 1984 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro DUKUNGAN JASA LAYANAN TEKNIS BALAI BESAR INDUSTRI AGRO UNTUK
Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro DUKUNGAN JASA LAYANAN TEKNIS BALAI BESAR INDUSTRI AGRO UNTUK

DUKUNGAN JASA LAYANAN TEKNIS BALAI BESAR INDUSTRI AGRO UNTUK KOMODITAS KELAPA

45
45
TEKNIS BALAI BESAR INDUSTRI AGRO UNTUK KOMODITAS KELAPA 45 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H.

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

JASA LAYANAN TEKNIS SERTIFIKASI PRODUK KOMODITAS KELAPA

Jasa sertifikasi adalah jasa layanan Balai Besar Industri Agro (BBIA) yang memberikan pelayanan Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu, Sertifikasi Produk dan Sertifikasi Keamanan Pangan. Dalam melaksanakan Jasa pelayanan teknis Sertifikasi, BBIA mempunyai beberapa lembaga sertifikasi terkait komoditas kelapa, terdiri dari :

1. ABICS (Agro-based Industry Certification Services) ABICS merupakan Lembaga Sertifikasi BBIA yang memberikan jasa pelayanan teknis sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001, Sistem Keamanan Pangan HACCP, Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000. ABICS merupakan Lembaga Sertifikasi yang telah diakreditasi oleh KAN/BSN. Dalam melaksanakan JPT Sertifikasi, ABICS dapat membantu perusahaan/industri untuk memperoleh SERTIFIKAT Sistem Manajemen Mutu ISO 9001, SERTIFIKAT Sistem keamanan pangan berdasar sistem HACCP dan ISO 22000. ABICS didukung oleh personil auditor dan sertifikasi yang handal dan kompeten di bidangnya. Ruang lingkup akreditasi ABICS meliputi indutri makanan, minuman, pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan termasuk komoditas kelapa

Daftar Perusahaan/client yang mendapat sertifikasi dari BBIA terkait Komoditas Kelapa

No.

Nama Perusahaan

Alamat

Jasa Sertifikasi

Komoditi

1.

PT.

Keong

Lampung

Ÿ ISO 9001:

Nata de

Nusantara Abadi

Selatan

2008

Coco

Ÿ HACCP

2.

PT.

Keong

Kediri

Ÿ ISO 9001:

Nata de

Nusantara Abadi,

2008

Coco

Kediri

Ÿ HACCP

3.

PT.

Sarimas

Surabaya

Ÿ SPPT SNI

Minyak

Permai

Kelapa

4.

CV.

Navil Natural

Yogyakarta

Ÿ HACCP

Gula Kelapa

 

Organik

2. ABI-Pro (Agro-based Industry Product Certification). ABI-Pro merupakan Lembaga Sertifikasi BBIA yang memberikan Jasa Pelayanan Teknis sertifikasi SPPT- SNI. ABI-Pro merupakan Lembaga Sertifikasi produk yang telah diakreditasi oleh KAN/BSN.

Sertifikasi produk yang telah diakreditasi oleh KAN/BSN. 46 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda
46
46
Sertifikasi produk yang telah diakreditasi oleh KAN/BSN. 46 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

JASA LAYANAN TEKNIS PELATIHAN TEKNOLOGI PROSES KOMODITAS KELAPA

Jenis Pelatihan yang diberikan BBIA terkait komoditas kelapa adalah pelatihan atas permintaan dari pelaku industri kelapa dengan cara mengirim tenaga instruktur dari BBIA atau mengirimkan peserta pelatihan untuk dilatih di BBIA. Pelatihan terkait komoditas kelapa yang telah dilakukan BBIA mencakup antara lain : pelatihan teknis teknologis untuk produk kelapa seperti nata de coco, gula aren, limbah kelapa sawit, minyak VCO (Virgin Coconut Oil), santan awet, biodiesel dari minyak nabati dan produk kelapa lainnya.

Daftar Pelatihan yang pernah diberikan BBIA kepada masyarakat dan industri terkait Komoditas Kelapa

No.

 

Tanggal

Nama Pelatihan

 

Peserta Pelatihan (Instansi/Perusahaan)

1.

08-12 November 2014

Magang industri 3 komoditi (ikan, rumput laut, nata de coco)

Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kab. Kepulauan Aru (4 orang)

2.

16-18 Oktober 2014

Pelatihan pengolahan gula merah

Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Prov. Bengkulu

3.

19-21 Oktober 2014

Pembinaan IKM dalam memperkuat jaringan klaster industri, pengolahan gula kelapa dan aren

Dinas Perindustrian, Perdagangan & Koperasi Kota Banjar

4.

16-17 juni 2014

Pembuatan gula cetak dan gula semut

Dinas Perindustrian, Perdagangan & Koperasi Kab. Kapuas Hulu (3 orang)

5.

10-12 Juni 2014

Pelatihan pembuatan nata de coco

Dinas Perindustrian & Perdagangan Kota Jambi (4 orang)

6.

10-13 Juni 2014

Pengolahan sabut berkaret

Dinas Perindustrian & Perdagangan Bangka Belitung (20 orang)

7.

23-27 Oktober 2013

Pelatihan pengolahan nata de coco

Dinas Perindustrian & Perdagangan Prov. Riau (6 orang)

8.

29-30 Mei 2013

Pelatihan gula kelapa

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UMKM Kab. Ciamis (25 orang)

9.

27-28 Mei 2013

Pelatihan gula kelapa

Dinas Perindustrian & Perdagangan Kota Banjar (30 orang)

10.

15

Mei 2013

Pelatihan pengembangan klaster kelapa

Dinas Perindustrian & Perdagangan Prov. Kepulauan Riau (25 orang)

11.

29

April-2 Mei 2013

Pelatihan gula aren

Dinas Perindustrian & Perdagangan Prov. Gorontalo (20 orang)

12.

10-11 April 2013

Pengolahan gula merah kelapa

Dinas Perindustrian, Perdagangan & Koperasi Ciamis (25 orang)

13.

20-21 Maret 2013

Pelatihan pengolahan gula merah

Dinas Perindustrian, Perdagangan & Koperasi Ciamis (25 orang)

14.

11

Oktober 2012

Pengolahan gula merah kelapa

Dinas Perindustrian, Perdagangan & Koperasi Ciamis

15.

20-21 September 2012

Pelatihan atsiri & kelapa

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Halmahera Timur (2 orang)

16.

26

Juli 2012

Pengolahan gula merah kelapa

Dinas Perindustrian, Perdagangan & Koperasi Ciamis

17.

12

Juli 2012

Pengolahan gula merah kelapa

Dinas Perindustrian, Perdagangan & Koperasi Ciamis

18.

18

Juni 2012

Pengolahan gula merah kelapa

Dinas Perindustrian, Perdagangan & Koperasi Ciamis

19.

23-27 Juni 2011

GMP bagi pengrajin gula aren

Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian & Perdagangan Rejang Lebong

20.

22-27 Nopember 2010

Pemanfaatan mesin dan peralatan gula cetak menjadi

Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian & Perdagangan Rejang Lebong

21.

14-15 Oktober 2010

Pengolajan nata de coco

PT. Persada Kasih Bersinar (2 orang)

22.

9-12 Juni 2010

Pengolahan gula aren/kelapa

Pemerintah Daerah Kota Balikpapan

23.

10-12 Nopember 2009

Pengolahan nira (sirop nira dalam kemasan dan gula semut)

Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Prov. Bengkulu

24.

16-20 April 2009

Pengolahan gula aren

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Nusa Tenggara Barat

25.

19-21 Agustus 2008

Teknis pengolahan gula semut

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Banten

47
47
     

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

Daftar Pelatihan yang pernah diberikan BBIA kepada masyarakat dan industri terkait Komoditas Kelapa (lanjutan)

No.

Tanggal

Nama Pelatihan

Peserta Pelatihan (Instansi/Perusahaan)

26.

14-19 Juli 2008

Peningkatan mutu gula aren

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Rejang Lebong

27.

26-27 Juni 2008

Pengolahan biodiesel dari minyak nabati skala laboratorium

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Papua (2 orang)

28.

8 April 2008

Pengolahan santan dan minyak

IKM Semarang (3 orang)

29.

3-5 Maret 2008

Pengolahan Virgin Coconut Oil (VCO)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Kalimantan Selatan (4 orang)

30.

27-31 Januari 2008

Pengolahan gula merah aren

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Langkat

31.

3-7 Agustus 2007

Pengolahan gula merah

Dinas Koperasi UMKM Perindustrian & Perdagangan Prov. Bengkulu

32.

5-9 Mei 2007

Teknologi dan diversifikasi gula kelapa

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan PMDD Kota banjar

33.

Mei 2001

Pengolahan gula merah/kelapa

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jambi

34.

Agustus 2000

Pengolahan gula aren

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Bogor

35.

Maret 2000

Teknologi produksi dan majemen sederhana gula merah kelapa

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Maluku

36.

Maret 1999

Pengolahan gula aren

Dinas Perindustrian Prov. Bengkulu

37.

Februari 1999

Pengolahan gula aren kelapa

Pemerintah Daerah Kab. Banyuwangi

38.

Maret 1998

Pengolahan gula aren kelapa

Kantor Departemen Perindustrian Kota Balikpapan

39.

Oktober 1997

Pengolahan gula aren kelapa

Kantor Wilayah Perindustrian Prov. Jambi

40.

September 1997

Pengolahan gula aren kelapa

Kantor Wilayah Perindustrian Prov. Jambi

41.

September 1997

Pengolahan gula aren kelapa

Pemerintah Daerah Kab. Pacitan

48
48
gula aren kelapa Pemerintah Daerah Kab. Pacitan 48 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda
gula aren kelapa Pemerintah Daerah Kab. Pacitan 48 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 Telp. (0251) 8324068, Fax. (0251) 8323339 Email : cabi@bbia.go.id website : www.bbia.go.id

Litbang Komoditas Kelapa Balai Besar Industri Agro

JASA LAYANAN TEKNIS KONSULTANSI INDUSTRI KOMODITAS KELAPA

Jasa layanan konsultansi Balai Besar Industri Agro terkait komoditas kelapa adalah memberikan konsultansi diantaranya:

Ÿ Teknis teknologis mengenai agro industri komoditas kelapa seperti: pemecahan masalah teknologi, penganekaragaman produk, perbaikan produksi, pengembangan produk, dan lain-lain.

Ÿ Penyusunan dan penerapan dokumen Sistem Keamanan Pangan (GMP&HACCP) ISO 22000 untuk komoditas kelapa.

Ÿ Penyusunan dan penerapan dokumen Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 untuk industri kelapa.

Konsultansi yang pernah diberikan BBIA kepada masyarakat dan industri terkait Komoditas Kelapa

No.

Kegiatan Konsultansi

Tahun

Instansi/Perusahaan

1.

Konsutansi teknis teknologis pengembangan gula aren, palm sugar, pengolahan rebung dan bambu.

2007

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Langkat

2.

Konsutansi teknis teknologis pengolahan minyak Virgin Coconut Oil (VCO).

2007

Sergius, Kramat watu, Serang

49
49
Oil (VCO). 2007 Sergius, Kramat watu, Serang 49 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda
Oil (VCO). 2007 Sergius, Kramat watu, Serang 49 BALAI BESAR INDUSTRI AGRO Jl. Ir. H. Juanda