Anda di halaman 1dari 6

DBD.

1. Apa definisi dari DHF ?


Jawaban : Demam dengue (DF) dan demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi
yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot dan atau nyeri
sendi yang disertai leucopenia, ruam, limfadenopati , trombositopenia dan diathesis hemoragik.
Yang ditularkan melalui nyamuk aedes agepty dan albopyctus.
2. Apa etiologi DHF?
Jawaban : DF dan DHF disebabkan oleh virus dengue, yang termasuk dalam
genus flavivirus, keluarga Flaviviridae. Flavivirus merupakan virus dengan
diameter 30 nm terdiri dari asam ribonukleat rantai tunggal dengan berat
molekul 4x106.
Yang ditularkan melalui nyamuk aedes agepty dan albopictus.

3. Apa saja criteria WHO dari DHf ?


Jawaban :

Berdasarkan criteria WHO 1997 diagnosis DBD ditegakkan bila semua hal di bawah ini
dipenuhi:

- Demam atau riwayat demam akut, antara 2-7 hari, biasanya bifasik.
- Terdapat minimal satu dari manifestasi perdarahan berikut :
Uji bending positif
Ptekie, ekimosis, atau purpura
Perdarahan mukosa (tersering epistaksis perdarahan gusi), atau perdarahan dari tempat
lain.
Hematemesis atau melena.
- Trombositopenia (jumlah trombosit <100.000
- Terdapat minimal satu tanda-tanda plasma leakage (kebocoran plasma) sebagai berikut :
peningkatan hematokrit >20% dibandingkan standar sesuai dengan umur dan jenis kelamin.
- Penurunan hematokrit >20% setelah mendapat terapi cairan, dibandingkan dengan nilai
hematokrit sebelumnya.
- Tanda kebocoran plasma seperti :efusi pleura, asites, atau hipoproteinemia.

4. Kapan IGG dan IgM mulai terdeteksi ?


Jawaban :
1. IgM: terdeteksi mulai hari ke 3-5 , meningkat sampai minggu ke 3, menghilang setelah 60-90
hari.
2. IgG : pada infeksi primer, IgG mulai terdeteksi pada hari ke 14 pada infeksi sekunder igG mulai
terdeteksi hari ke 2.

5. Apa saja klasifikasi dari DHF?

Derajat Penyakit Infeksi Virus Dengue

1. DD : demam disertai 2 atau lebih tanda : sakit kepala, nyeri retro orbital, mialgia, atralgia.
Laboratorium : leucopenia, trombositopenia, tidak ditemukan bukti kebocoran plasma
2. DBD I : gejala di atas ditambah uji bending positif
Lab : trombositopenia (<100.000/ul), bukti ada kebocoran plasma
3. DBD III : gejala di atas ditambah dengan kegagalan sirkulasi (kulit dingin dan lembab serta
gelisah)
Lab : trombositopenia (<100.000/ul), bukti ada kebocoran plasma
4. DBD IV : Syok berat disertai dengan tekanan darah dan nadi tidak terukur
Lab : trombositopenia (<100.000/ul), bukti ada kebocoran plasma

6. Apa saja diagnose banding dari DHF?


DHF
CHIKUNGUNYA
MALARIA
ISK
TF

7. Bagaimana cara membedakan diagnose banding tersebut?


Chikungunya : nyeri sendi lebih berat
Malaria : demam ,menggigil, berkeringat
ISK : sama sama demam, ada keluhan di saluran kemih
TF : sama sama demam, demam lebih dari 7 hari, demam nya menjelang
sore hari
8. Pemeriksaan penunjang apa saja yang dilakukan pada DHF?
Urin rutin, darah rutin, igG ,igM, foto thorax
9. Apa yang di dapatkan darihasil pemeriksaan penunjang DHF?

Jawaban : Parameter laboratories yang diperiksa antara lain :

1. Leukosit : dapat normal atau menurun.


2. Trombosit : umunya dapat trombositopenia pada hari ke 3-8
3. Hematokrit : >20 % dari hematokrit awal, umumnya dimulai pada hari ke 3 demam.
4. Hemostasis : dilakukan pemeriksaan PT, APTT, Fibrinogen, D-Dimer, atau FDP pada keadaan
yang dicurigai terjadi perdarahan atau kelainan pembekuan darah.
5. Protein/albumin : dapat terjadi hipoproteinemia akibat kebocoran plasma.
6. Ureum, kreatinin, : bila didapatkan gangguan fungsi ginjal.
7. SGOT/SGPT dapat meningkat.
8. IgM: terdeteksi mulai hari ke 3-5 , meningkat sampai minggu ke 3, menghilang setelah 60-90
hari.
9. IgG : pada infeksi primer, IgG mulai terdeteksi pada hari ke 14 pada infeksi sekunder igG mulai
terdeteksi hari ke 2.

10. Kenapa bisa terjadi trombositopenia pada DHF?


Trombositopenia pada infeksi dengue terjadi mealaui mekanisme
1. Suspense sumsum tulang
2. Estruksi dan pemendekan massa hidup eritrosit
11. Apa saja komplikasi dari DHF?
-perdarahan
- efusi pleura
- penurunan kesadaran
-perdarahan otak
-pneumonia
-sepsis
- Syok sepsis

12. Bagaimana penatalaksanaan pada DHF ?


13. Kapan dilakukan tranfusi trombosit ?
Jawaban :
Tranfusi trombosit dilakukan bila trombosit kurang dari 10-20 ribu dengan
gejala klinis perdarahan.
14. Kenapa bisa terjadi efusi pleura pada pasien DHF?

Jawaban : Pada foto dada didapatkan efusi pleura, terutama pada hemitoraks kanan tetapi
apabila perembesan plasma hebat, efusi pleura dapat dijumpai pada kedua hemitoraks. Pemeriksaan foto
rontgen dada sebaiknya dalam posisi lateral dekubitus kanan.

15. Apakah antibiotic diperlukan pada penatalaksanaan DHF?


Jawaban : antibiotic tidak di perlukan pada pasien DHF, karena penyebab nya
virus, pengobatan nya cukup dengan terapi cairan atau self limiting.

16. Kapan pasien DHF bisa dipulangkan ?


- Tidak demam selama 24 jam
- Keluhan membaik
- Nafsu makan membaik
- Hematokrit stabil
- Tiga hari setelah syok diatasi
- Trombosit diatas >50.000/ul
- Tidak dijumpai distress pernafasan
17.Kapan dilakukan pemeriksaan hematokrit ?
Jawaban :
Pemeriksaan hematokrit dilakukan pada awal pasien masuk RS, dan
peningkatan terjadi pada hari ke 3.
18. Mengapa SGOT dan SGPT bisa meningkat pada pasien DHF?
Jawaban : karena dipengaruhi oleh trombosit.
Karena reaksi antigen antibody.
19. Apa saja criteria rawat inap pasien DHF ?
Jawaban :
- Syok
- Muntah terus menerus
- Kejang
- Kesadaran turun
- Muntah darah
- Berak hitam (melena)
- Hematokrit cenderung meningkat setelah 2 kali pemeriksaan berturut-turut
hemokonsentrasi (Ht meningkat = 20%)

Anda mungkin juga menyukai