Anda di halaman 1dari 2

BANTUL Kepolisian Resort (Polres) Bantul membantah adanya pungutan liar yang

dilakukan oleh anggotanya kepada korban kecelakaan lalu lintas. Mereka


menandaskan pungutan dalam bentuk apapun dilarang, dan jika ada anggota Polres
Bantul yang kedapatan meminta uang kepada korban kecelakaan dengan alas an
untuk biaya administrasi, maka akan ditindak.

Kasat Lantas AKP Herry mengatakan, dalam kasus kecelakaan yang melibatkan
Melinda warga dusun Siyangan Triharjo, Pandak, pihaknya menandaskan tidak ada
pungutan sama sekali. Jikapun ada pengeluaran dari orangtua korban kepada
anggotanya, itu karena atas dasar keikhlasan bukan karena paksaan seperti yang
diungkapkan oleh korban.

Tidak ada pungutan atau anggota kami meminta kepada keluarga korban. Kami
hanya membantu, dan jika korban memberi kami sesuatu sebagai tanda terima
kasih saya kira itu wajar. Apalagi di daerah kita ini, kan masih ada budaya terima
kasih,tutur Herry di ruangannya kemarin.

Menurut Herry, dalam aturan tidak diperkenankan meminta imbalan apapun


terhadap korban kecelakaan. Polisi harus membantu urusan administrasi ketika
akan mengurus santunan Jasa Raharja seperti yang disyaratkan. Karena dalam
pengurusan santunan tersebut diperlukan sebuah dokumen yang menerangkan
kebenaran dari kecelakaan tersebut.

Tidak hanya itu, untuk urusan pengambilan barang bukti motor yang terlibat
kecelakaan ataupun surat-surat kendaraan seperti SIM dan STNK, pihaknya kembali
menandaskan tidak ada biaya sama sekali. Kalau sampai ada anggotanya yang
melakukan hal tersebut, maka ia tidak segan-segan akan melakukan tindakan
disiplin.

Bentuknya apa, nanti sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan. Jadi saya
tegaskan, kalau ada masyarakat yang dimintai imbalan atau biaya administrasi
untuk mengurus barang bukti kecelakaan silahkan laporan kepada saya. Akan saya
tindak anggota dan yang jelas akan kami jamin,tambahnya.

Teguh, orangtua Melinda mengklarifikasi jika uang yang ia berikan kepada pihak
polisi bukan karena paksaan atau permintaan dari oknum polisi tersebut. Tetapi
karena rasa terima kasihnya kepada pihak polisi karena merasa sudah ditolong. Dan
besaran uang yang ia berikan juga tidak seperti yang diungkapkan oleh anaknya,
karena ia hanya memberi uang Rp 100.000 untuk pengambilan surat-surat dan
pengambilan barang bukti Rp 50.000.

Saya ikhlas kok. Itu terimakasih saya,tegasnya.

Pengamat kepolisian, Baharrudin Kamba mengaku tidak kaget dengan adanya


pungutan liar yang dilakukan oleh oknum kepolisian bagi warga yang mengalami
kecelakaan lalu lintas. Sudah menjadi rahasia lagi, jika ingin mengurus jasa raharja
atau mengambil barang bukti harus menyediakan sejumlah uang untuk diberikan
kepada pihak kepolisian.

Ini mencoreng nama baik institusi kepolisian. Tetapi itu bukan rahasia lagi kok,
coba tengok berapa banyak barang buktiyang masih mangkrak di kantor polisi. Itu
mungkin karena adanya pungutan liar tersebut,ujarnya. (erfanto linangkung)