Anda di halaman 1dari 3

Nama : Fajar Faozathul Khikmah

NIM : 14304241003
Kelas : Pendidikan Biologi Internasional 2014

RESUME METODE PENELITIAN BIOLOGI


Topik 8: Penelitian Biologi Pola Bivariat Menggunakan Metode Eksperimen Sejati Beserta
Contoh Permasalahan Yang Dapat Dipecahkannya Dengan Tujuan Mencari Pola
Hubungan

A. Tujuan
Memahami spesifikasi perancangan penelitian biologi pola bivariat menggunakan metode
eksperimen sejati beserta contoh permasalahan yang dapat dipecahkannya dengan tujuan
mencari pola hubungan.

B. Pengertian dan Tujuan Penelitian Bivariat Metode Eksperimen Sejati


Eksperimen sejati/sesungguhnya/sebenarnya (true eksperiment) adalah eksperimen yang
disertai dengan penanganan variabel pengganggu secara penuh Supressor variable/nuisance
variable/extraneus variable yang bersumber dari lingkungan internal maupun eksternal
dipertahankan tetap dan dijamin agar tidak ikut berpengaruh pada variabel tergayut.
Penanganan variabel pengganggu dilakukan dengan cara: 1) menghomogenkan unit
eksperimen atas variabel-variabel yang dapat mempengaruhi hasil eksperimen jika variabel
tersebut diabaikan; 2) pemberian suatu taraf atau kategori perlakuan terhadap unit
eksperimen dilakukan dengan mengundi terhadap setiap unit eksperimen dengan harapan
tidak terjadi kekliruan yang sistematik.

C. Macam Rancangan Penelitian Bivariat Metode Eksperimen Sejati dan Teknik


Analisisnya untuk Tujuan Mencari Pola Hubungan
1. Uji Regresi
Tujuan: mencari model matematika untuk menjelaskan hubungan fungsional antara variabel
bebas dengan variabel tak bebas.
Syarat: terdapat variabel bebas dan tak bebas, dimana hubungan antara variabel bebas dan
tak bebas adalah hubungan kausatif, sehingga variabel bebas berkedudukan sebagai
prediktor dan variabel tak bebas berkedudukan sebagai variabel respons.
Hubungan fungsional antara variabel bebas dengan variabel tak bebas digambarkan dalam
parameter sebagai penentu arah dari garis regresi yang bersangkutan.
Parameter regresi: intersep (menunjukkan titik perpotongan garis regresi dengan sumbu Y),
dan koefisien regresi menunjukkan slope (derajat kemiringan) garis regresi yang
bersangkutan.
Uji regresi ada 2 macam: uji regresi linier sederhana dan uji regresi linier ganda.
Rumus (untuk regresi linear sederhana): Y = + X + , rumus (untuk regresi linear
i 0 1 i

ganda kuadratik): Yi = 0+ 1Xi + 2Xi2, rumus (untuk regresi linear ganda kubik): Yi = 0+
2 3
1Xi + 2Xi + 3Xi
Keterangan Xi : variabel bebas
Yi : variabel tak bebas
0 dan i : nilai parameter
0 : intersep yang menunjukkan perpotongan antara garis regresi dengan sumbu Y
i : koefisien regresi yang menunjukkan derajat kemiringan (slope) garis regresi
: galat yang terjadi dalam usaha untuk mencapai harga yang diinginkan,

yang rata-ratanya sebesar 0 dengan simpangan baku sebesar . Kekeliruan


ini akan sebesar 0 jika tidak ada kekeliruan atau pengamatan variabel tak bebas
Y.
Contoh garis regresi linier sederhana
Y Y Y Y

Bi>0 B i<0 B2>0


B2<0

X X
X X

Grafik regresi linier Y atas X Grafik regresi kuadratik Y atas X

Y Y
B3>0
B3<0
X X
Grafik regresi kubik Y atas X

Pada grafik regresi, nilai Bi positif, maka ujung garis regresi ke atas, sedangkan pada grafik
A, nilai nilai Bi negatif, maka ujung garis regresi ke bawah.
Pada regresi linier sederhana,
Yi= 0, bila i=0 atau Xi=0, yaitu ketika sumbu y memotong sumbu x pada x=0
Yi= iXi bila 0=0, yaitu ketika melalui titik 0,0 kemana pun arahnya

Contoh kasus: meneliti hubungan penambahan dosis pupuk urea terhadap pertambahan
tinggi anakan pohon mangga harumanis. Dalam kisaran dosis tertentu mungkin
hubungannya linear, namun jika dosis urea terus diperbesar, hubungannya dapat berubah
menjadi bentuk lain, seperti hubungan kuadratik atau kubik.

2. Uji Korelasi
Tujuan: mencari derajat hubungan antara dua variabel (variabel bebas dan tak bebas).
Syarat: hubungan antara variabel bebas dan tak bebas adalah hubungan simetri, yaitu kedua
variabel dipengaruhi secara kausatif oleh variabel lain.
Hubungan antara variabel bebas dan tak bebas dinyatakan dalam bentuk koefisien korelasi,
yang berkisar antara -1 sampai +1. Jika r mendekati -1, maka semakin besar nilai suatu
variabel X akan diikuti semakin kecilnya nilai variabel Y. Artinya kedua variabel memiliki
derajat hubungan yang tinggi dan bersifat negatif. Jika r mendekati +1, maka semakin besar
nilai suatu variabel X akan diikuti semakin besar pula nilai variabel Y. Artinya kedua variabel
memiliki derajat hubungan yang tinggi dan bersifat positif.
Uji korelasi berdasarkan model hubungan korelasional, ada 2 macam: korelasi linier dan
korelasi non linier. Uji korelasi berdasarkan jumlah variabel yang dikorelasikan, ada 2 macam:
uji korelasi sederhana dan uji koresi ganda. Uji korelasi dapat dilakukan secara parametrik dan
nonparametrik.
Uji korelasi parametrik, syarat: pengambilan sampel acak, sampel berasal dari populasi yang
tersebar normal, skala pengukuran rasio/interval. Prosedur: menggunakan uji korelasi hasil
kali momen Pearson (Pearson product-moment correlation).
Uji korelasi nonparametrik, syarat: pengambilan sampel acak, sampel berasal dari populasi
yang tidak diketahui persebarannya, skala pengukuran ordinal/nominal. Prosedur:
menggunakan uji korelasi berjenjang/berperingkat Spearman.
Contoh kasus: Meneliti hubungan berat badan dan tinggi badan manusia akibat dari
pengaruh usia, hubungan tinggi tanaman dan diameter batang tanaman akibat dari pengaruh
pemberian pupuk organik.

3. Uji Chi Square


Tujuan: melihat ada tidaknya perbedaan yang terjadi akibat adanya perlakuann/perubahan
kondisi.
Syarat: datanya adalah counting. Kemungkinan datanya adalah data related dan independent.
Data related diperoleh dari sampel yang sama tetapi diberi perlakuan yang berbeda (misalnya
sebelum diberi perlakuan dan sesudah diberi perlakuan, jika eksperimen). Data independent
diperoleh dari sampel pada perlakuan/kategori faktor yang berbeda.
Prosedur: a) uji X2 2 sampel berpasangan menggunakan uji Mc Nemar atau uji tanda
Wilcoxon, sebagai ganti uji Mc Nemar, dengan asumsi proporsi yang berubah dari ke +
sama dengan proporsi yang berubah dari + ke -, uji X 2 2 sampel bebas, b) uji X2 untuk
menunjukkan hubungan asosiasi antara dua populasi pada studi ekologi, c) uji X2 k sampel
berpasangan (uji q Chochran), d) uji X2 k sampel bebas.
Contoh data related: meneliti banyaknya ayam betina yang bertelur pada kandang yang
sebelumnya tidak diberi musik dan sesudah diberi musik. Kemungkinannya adalah: ayam
yang tadinya bertelur menjadi tidak bertelur atau tetap bertelur, dan ayam yang tadinya tidak
bertelur menjadi bertelur atau tetap tidak bertelur.
Contoh data independent: Meneliti jumlah keberadaan serangga penggerek jenis A pada 10
pohon kakao dan 10 pohon jati di musim kemarau dan musim penghujan. Pada musim
kemarau, menghitung keberadaan serangga penggerek A pada 10 pohon kakao dan 10 pohon
jati. Kemudian pada musim penghujan melakukan hal yang sama pada sampel pohon yang
sama pula.