Anda di halaman 1dari 16

JURNAL

PENGARUH PERMINTAAN ENERGI LISTRIK PADA PT.


PLN (PERSERO) AREA KENDARI
(Studi Pada Pelanggan Rumah Tangga)

Oleh
JAMES SUWANDI MASSORA
Stb. B1 A1 12 108

JURUSAN ILMU EKONOMI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016
JURNAL

PENGARUH PERMINTAAN ENERGI LISTRIK PADA PT.


PLN (PERSERO) AREA KENDARI
(Studi Pada Pelanggan Rumah Tangga)

Oleh
JAMES SUWANDI MASSORA
Stb. B1 A1 12 108

JURUSAN ILMU EKONOMI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016

2
PENGARUH PERMINTAAN ENERGI LISTRIK PADA PT. PLN PERSERO
AREA KENDARI
(Studi Pada Pelanggan Rumah Tangga)
1 2 3
James Suwandi Massora, Irmawatty P. Tamburaka, dan
Madjiani Thahir
1
Mahasiswa Ilmu Ekonomi Universitas Halu Oleo
2,3 Staf Pengajar Ilmu Ekonomi Universitas Halu Oleo
E-mail : james.swandi@yahoo.com

ABSTRACT

JAMES SUWANDI MASSORA, 2016. The Affect of Demand for Electricity Energy
at PT. PLN Persero Area Kendari (A Study of Household Customers). For the S-1
Degree. Economics Study Program, Business and Economic Faculty Halu Oleo
University, under guidance of Irmawatty P. Tamburaka and Madjiani Thahir.
This research is aimed to know, the quantity of tariff affect, the number of
customers, and the economic growth towards the demand for electricity at household
sector of PLN Area Kendari. This research was done as causality in observing the affect
of independent variable towards dependent variable. The variables of this research are;
X X X

tariff ), the number of customers ), and the economic growth ) towards

the demand for electricity at household sector (Y). This research used the secondary
data time series of 2008-2014 that source from PLN Persero Area Kendari, Statistic of
Kendari City (BPS), and the others source. The instrument analyze thats used is linear
regression model using the software of SPSS 16.0 Version.
The result of linear regression model used in this research has been tested on
based of classicall asumption, panel regression model is not affected by
multicollinearity, autocorrelation, heteroscedasticity, and the data was normally
distributed with Adjusted R-squared of 0.993 and R-squared of 0.997. The result of
regression showed that, tariff and economic growth is not affect significantly of
demand for electricity kWh of household sector with Sig scores are 0.993 and 0.763.
Furthermore, the affect of number customers are positivelly and significantly in demand
for electricity at household sector in Kendari City with Sig score is 0.002. The result of
this research indicated that the electricity is the basic need for household sector. On the
other hand, there is not perfectly substitution. Thats why, for household sector could be
benefit the electricity as more efficient on based their neccessities and also for The PLN
Persero as well to overcome in observing the growth of populations in keeping the
stability on using the electricity in Kendari City.

Keywords : Demand for Electricity kWh, Tariff, The Number of Customers, and
The Economic Growth.

1
1. PENDAHULUAN
Energi listrik memegang peran yang vital dan strategis dalam menunjang roda
perekonomian nasional. Karena itu listrik harus diwujudkan secara aman, andal, dan
ramah lingkungan. Peranan energi listrik sebagai penggerak kegiatan ekonomi terutama
dalam wujud : (1) mendorong peningkatan daya saing hasil-hasil produksi dalam negeri,
yaitu kualitas lebih baik dan harga lebih murah, (2) membantu perluasan dalam
kesempatan kerja, (3) pemanfaatan sumber daya yang lebih optimal, (4) mendorong
peningkatan volume produksi dalam negeri, (5) membantu dalam perluasan usaha dan
diversifikasi produksi, dan (6) memberi peluang pemanfaatan teknologi elektronik yang
lebih maju untuk efisiensi usaha. Keenam peranan tersebut di atas menjadi pemacu
dalam perkembangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena peran strategis
tersebut, seyogianya energi listrik tersedia dalam jumlah yang cukup dengan mutu dan
tingkat keandalan yang baik. Akan tetapi, seiring pertambahan jumlah penduduk,
pertumbuhan perekonomian, perkembangan dunia industri, kemajuan teknologi dan
meningkatnya standar kenyamanan hidup di masyarakat, permintaan terhadap energi
listrik pun semakin hari semakin meningkat.
Hal ini dapat dilihat berdasarkan data yang diperoleh dari Statistik PLN 2013
bahwa jumlah energi listrik terjual pada tahun 2013 sebesar 187.541 Giga Watt hour
(GWh) meningkat 7,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu tahun 2012. Hal
ini mengasumsikan bahwa tingkat pertumbuhan permintaan energi listrik terus
mengalami peningkatan setiap tahunnya. Jumlah pemakaian listrik terlihat dalam uraian
tabel penjualan listrik per sektor selama 10 tahun terakhir adalah sebagai berikut :
Tabel 1.1 Penjualan Listrik Di Indonesia Per Sektor Tahun 2004-2013
Rumah Peneranga Pemerinta
Tahun Tangga Komersial Industri n Sosial h
GWh % GWh % GWh % GWh % GWh % GWh %
38.58 3 4
15.258 15 40.324 2.045 2 2.238 2 1.645 2
2004 8 9 0
41.18 3 4
17.023 16 42.448 2.221 2 2.630 2 1.726 2
2005 4 8 0
43.75 3 3
18.416 16 43.615 2.414 2 2.604 2 1.808 2
2006 3 9 9
47.32 3 3
20.608 17 45.803 2.586 2 2.909 2 2.016 2
2007 5 9 8
50.18 3 3
22.926 18 47.969 2.761 2 3.082 2 2.096 2
2008 4 9 7
54.94 4 3
24.825 18 46.204 2.888 2 3.384 3 2.335 2
2009 5 1 4
59.82 4 3
27.157 18 50.985 3.000 2 3.700 3 2.630 2
2010 5 1 5
65.11 4 3
28.309 18 54.725 3.064 2 3.994 3 2.790 2
2011 0 1 5
72.13 4 3
30.988 18 60.176 3.141 2 4.496 3 3.057 2
2012 3 1 5
72.21 4 3 4.98
34.498 18 64.381 3.506 2 3 3.430 2
2013 1 1 5 2
Sumber : Statistik PLN. Statistik DJK dan Handbook of Energy and Economics
Statistics of Indonesia, diolah.
Pola konsumsi listrik terutama dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah, Produk
Domestik Bruto (PDB), struktur ekonomi dan jumlah penduduk. Meningkatnya
pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk akan mendorong terjadinya peningkatan
aktivitas penggunaan tenaga listrik. Pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk

2
merupakan faktor utama yang mendorong pertumbuhan konsumsi listrik pada sektor
rumah tangga, industri, komersial (usaha), dan publik (umum).
Beberapa hasil riset mengatakan bahwa adanya hubungan kausal searah antara
pertumbuhan ekonomi dan konsumsi energi listrik (Kraft 1978; Yoo, 2006; Jumbe, 2004
dalam Timotius, 2011) menjelaskan, bahwa hubungan kausal antara konsumsi energi
listrik dengan pertumbuhan ekonomi hanya bersifat searah, yakni dari pertumbuhan
ekonomi ke konsumsi listrik dan tidak berlaku bagi arah yang sebaliknya.
Saat ini, ketersediaan sumber energi listrik tidak mampu memenuhi peningkatan
kebutuhan listrik di Indonesia. Krisis listrik terjadi karena pesatnya pertumbuhan
permintaan listrik tidak diimbangi penambahan jaringan distribusi dan pembangkit,
sehingga permintaan listrik perlu dikelola dengan baik (Alpen Street, 2012 dalam Nadya
2012). Ini diperkuat oleh Iwa Garniwa, 2012 dalam Nadya 2012) yang mengemukakan
bahwa Indonesia tidak krisis energi, tetapi kekurangan cadangan energi listrik.
Sehingga terjadi pemutusan sementara dan pembagian energi listrik secara bergilir
yang disebabkan karena PLN kian tidak berdaya dalam mencukupi kebutuhan energi
listrik penduduk. Sebagai dampak dari proses tersebut, terjadi lonjakan harga-harga
energi mulai dari minyak hingga batu bara. Oleh karenanya, diperlukan adanya
penekanan terhadap konsumsi listrik pada rumah tangga dan dunia usaha dalam
meminimalisir permasalahan ketenagalistrikan yang masih berlangsung sampai dengan
saat ini.
Terkait dengan pengelolaan ketenagalistrikan nasional, yakni sarana produksi
dan distribusi yang telah dibangun selama ini, pada kenyataannya belum dapat
memenuhi kebutuhan tenaga listrik masyarakat. Kesenjangan tersebut tercermin pada
beberapa fakta yaitu permintaan aktual melebihi yang diproyeksikan, penyediaan tenaga
listrik bagi masyarakat pedesaan masih relatif kecil, penumpukan calon konsumen
dalam daftar tunggu (waiting list) yang belum dapat terlayani dan perkembangan
penggunaan pembangkit sendiri (captive power) oleh konsumen. Sehingga melalui
penelitian ini dapat memberikan manfaat secara langsung oleh masyarakat, pemerintah
dan instansi terkait sebagai bahan evaluasi dalam proyeksi kebutuhan pelayanan di
bidang ketenagalistrikan yang lebih efisien di masa yang akan datang. Sehingga kajian
masalah yang relevan untuk dikaji yaitu berapa besar pengaruh permintaan energi listrik
pada PT. PLN Persero Area Kendari.

2. Kajian Literatur
Terdapat dua model dasar permintaan yang berkaitan dengan harga, pertama
adalah kenaikan harga menyebabkan para pembeli mencari barang lain yang dapat
digunakan sebagai pengganti terhadap barang yang mengalami kenaikan harga
(substitusi atau komplementer). Bila kenaikan harga suatu barang menyebabkan
permintaan barang lain meningkat (hubungan positif), disebut barang substitusi
(Nicholson, 1995). Apabila harga turun maka orang mengurangi pembelian terhadap
barang lain dengan menambah pembelian terhadap barang yang mengalami penurunan
harga. Penurunan harga suatu barang menyebabkan penurunan permintaaan barang-
barang substitusinya, dimana barang substitusi adalah barang yang dapat berfungsi
sebagai pengganti barang lain (Nicholson, 1995). Bila dua jenis barang saling
melengkapi, penurunan harga salah satunya mengakibatkan kenaikan permintaan akan
yang lainnya dan sebaliknya jika terjadi kenaikan harga salah satunya akan
mengakibatkan penurunan permintaan terhadap barang yang lainnya. Bila kenaikan

3
harga suatu barang menyebabkan permintaan barang lain menurun (hubungan negatif),
maka disebut barang komplementer (Nicholson, 1995).
Permintaan terhadap suatu komoditi yang dihasilkan oleh produsen terjadi karena
konsumen bersedia membelinya. Komoditi yang dikonsumsi mempunyai sifat yang
khas sebagaimana yang terdapat dalam faktor produksi. Semakin banyak komoditi
tersebut dikonsumsi maka kegunaan komoditi tersebut akan semakin berkurang dengan
demikian pembeli akan lebih banyak membeli komoditi tersebut jika harga satuanya
menjadi lebih rendah (Sugiarto, 2000). Dalam teori ekonomi besarnya permintaan atas
suatu barang biasanya dihubungkan dengan tingkat harganya. Faktor selain harga
dianggap tidak mengalami perubahan. Sifat hubungan diantara tingkat harga suatu
barang dengan jumlah permintaan atas barang tersebut disebut hukum permintaan.
Hukum permintaan menyatakan, Jika harga suatu barang naik, maka jumlah yang
diminta akan barang tersebut turun. Dan jika harga suatu barang turun, maka jumlah
barang yang diminta tersebut naik ceteris paribus (Sukirno, 2003).
Suparmoko membagi atas tiga elastisitas permintaan, yaitu elastisitas permintaan
terhadap harga (price elasticity of demand), elastisitas permintaan terhadap pendapatan
(income elasticity of demand), dan elastisitas permintaan silang (cross price elasticity of
demand). Elastisitas permintaan terhadap harga, mengukur seberapa besar perubahan
jumlah komoditas yang diminta apabila harganya berubah. Jadi elastisitas permintaan
terhadap harga adalah ukuran kepekaan perubahan jumlah komoditas yang diminta
terhadap perubahan harga komoditas tersebut dengan asumsi ceteris paribus. Nilai
elastisitas permintaan terhadap harga merupakan hasil bagi antara persentase perubahan
harga. Nilai yang diperoleh tersebut merupakan suatu besaran yang menggambarkan
sampai berapa besarkah perubahan jumlah komoditas yang diminta apabila
dibandingkan dengan perubahan harga (Sugiarto, 2005).
Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan yaitu banyaknya barang
pengganti yang tersedia, jumlah penggunaan barang tersebut, besarnya persentase
pendapatan yang dibelanjakan dan jangka waktu dimana permintaan itu di analisis
(Kunawangsih dan Pracoyo, 2006).
Koefisien yang menunjukkan besarnya perubahan permintaan atas suatu
komoditas sebagai akibat dari perubahan pendapatan konsumen dikenal dengan
elastisitas permintaan terhadap pendapatan. Elasisitas permintaan terhadap pendapatan
merupakan suatu besaran yang berguna untuk menunjukkan responsivitas konsumsi
suatu komoditas terhadap perubahan pendapatan (income) (Sugiarto, 2005).
Beberapa penelitian terdahulu telah dilakukan untuk melihat pengaruh permintaan
energi listrik pada rumah tangga, misalnya oleh Amarullah (1984) dengan judul
penelitian Electricity Demand In Indonesia (Permintaan Listrik Di Indonesia). Dalam
hasil penelitiannya menyimpulkan, bahwa variabel pendapatan perkapita per tahun, tarif
dasar listrik rata-rata per kWh dan produk domestik bruto memiliki pengaruh yang
berbeda terhadap permintaan energi listrik sektor rumah tangga dan sektor
industri/bisnis pada berbagai unit kerja PLN seluruh Indonesia.
Zamruddin Hasid (2005) dengan judul Analisis Konsumsi Listrik di Kalimantan
Timur Tahun 1995-2002 dengan menggunakan data time series. Menyimpulkan bahwa
penduduk, PDRB dan rasio elektrifikasi menunjukkan memiliki pengaruh positif
terhadap konsumsi listrik di Kalimantan Timur.
Bagio Mudakir (2007) dengan judul penelitian Analisis Permintaan Listrik di
Jawa Tengah. Dalam penelitian ini dianalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
permintaan energi listrik dengan mendasarkan pada aktivitas ekonomi yang terjadi. Hal-

4
hal yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi yang dianalisis yaitu, PDRB Perkapita dan
sektor industri serta jumlah penduduk untuk mengetahui pengaruh konsumsi akhir
dengan aktivitas ekonomi terhadap permintaan energi listrik.
Kesimpulan dari penelitian tersebut diperoleh bahwa pesatnya permintaan energi
listrik cenderung dipengaruhi lebih besar oleh permintaan untuk tujuan konsumsi akhir
yang konsumtif (pengaruh penduduk paling besar) dibanding dengan permintaan untuk
tujuan menghasilkan nilai tambah atau aktivitas ekonomi (pengaruh PDRB Perkapita
dan industri yang lebih kecil).
Nia Nurmiyati (2006) dengan judul penelitian Analisis Permintaan Listrik Rumah
Tangga (R-1 900 VA) Di Kabupaten Sukoharjo 1995-2004. Dari hasil penelitian
diperoleh bahwa, variabel pendapatan perkapita, harga minyak tanah dan rasio
elektrifikasi berpengaruh positif terhadap permintaan listrik rumah tangga dan variabel
biaya beban daya listrik berpengaruh negatif terhadap permintaan listrik.
Madris (2013) dengan judul penelitian Struktur Permintaan Energi Listrik PT.
PLN (PERSERO) Wilayah Sulsel dan Sulbar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
faktor tarif, pertumbuhan ekonomi, dan pengaruh jumlah pelanggan berpengaruh negatif
dan signifikan terhadap permintaan kWh listrik PLN baik secara totalitas, maupun
secara parsial.
Berdasarkan pada tinjauan empiris tersebut penelitian lebih lanjut dilakukan untuk
membandingkan hasil penelitian sebelumnya dengan hasil penelitian yang akan
dilakukan yaitu bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi
permintaan energi listrik pada kelompok pelanggan rumah tangga dalam kaitannya
dengan tarif, jumlah pelanggan, pertumbuhan ekonomi.

3. Metode Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada PT. PLN (PERSERO) Area Kendari, dengan
ruang lingkup penelitian pada wilayah Kota Kendari mulai bulan Februari 2016. Jenis
data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yakni data deret berkala
(time series) dari tahun 2008-2014. Dengan metode pengumpulan datanya:
1. Metode Observasi
Metode observasi, yaitu dengan cara mengamati secara langsung variabel-variabel
yang berkaitan dengan penelitian ini.
2. Metode Kepustakaan
Metode kepustakaan, yaitu dengan cara mencari dan membaca literatur-literatur
yang relevan dan berkaitan dengan penelitian ini yang didasarkan pada data yang
telah disajikan oleh institusi yang bersangkutan dan telah teruji secara empiris,
misalnya data yang telah dipublikasikan oleh BPS dan biro statistik Bank
Indonesia dan terdapat hubungan secara teoritis.
3. Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi yaitu dengan cara mendokumentasikan secara langsung
dokumen-dokumen atau arsip-arsip yang relevan dengan permasalahan penelitian.
Adapun model analisis yang digunakan dalam menganalisa adalah model
ekonometrika, sedangkan metode yang dipakai adalah metode OLS (Ordinary Least
Squares) atau Metode Kuadrat Terkecil Biasa dengan menggunakan bantuan program
komputer SPSS versi 16.0.
Data yang digunakan dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan analisis
statistika, yaitu persamaan linear berganda. Model Persamaan yang digunakan adalah
sebagai berikut:

5
Y = f (X1i, X2i, X3i, ) (1)
Dengan spesifikasi model sebagai berikut :
+ 1 X 1 + 2 X 2 + 3 X 3 +
Y= .............................................................. (2)
Dimana :
Y = Permintaan energi listrik PT.PLN Persero
= Intercept/Konstanta
1, 2, 3 X1 , X2 , X3
( ) = Koefisien regresi variabel
X1 = Tarif Dasar Listrik
X2 = Jumlah pelanggan
X3 = Pertumbuhan ekonomi
= Kesalahan Pengguna/Error term
Dalam penelitian ini menggunakan beberapa analisis data, untuk mengetahui
secara lebih tepat pengaruh permintaan listrik dalam model uji statistika, yakni:
1. Uji asumsi klasik
Uji asumsi klasik dalam penelitian ini mencakup uji normalitas, multikolinearitas,
heteroskedastisitas dan autokorelasi (pengolahan data dengan komputerisasi
menggunakan program SPSS 16.0).
2. Uji Hipotesis
a). Uji Hipotesis secara Parsial (uji t)
1. Menentukan Hipotesis
Hipotesis dirumuskan sebagai berikut :
H1= Diduga ada pengaruh secara parsial antara pelanggan dan penjualan daya listrik
terhadap penerimaan pajak penerangan jalan.
2. Menentukan derajat kepercayaan 95% ( =0,05).
3. Menentukan signifikansi
a. Tingkat signifikan sebesar 5% (0,05)
b. Taraf nyata dari t tabel ditentukan dari derajat bebas (db) = n-k-1.
c. Taraf nyata () beserta t tabel.
4. Kesimpulan
a. Jika t hitung > t tabel maka H1 diterima. Artinya variabel independent secara parsial
ada pengaruh signifikan variabel dependent
b. Jika t hitung < t table maka H1 ditolak. Artinya variabel independent secara parsial
tidak mempengaruhi variabel dependen.
b).Uji Hipotesis secara Simultan (uji f)
a. Pengujian Hipotesis
Hipotesis dirumuskan sebagai berikut :
H1= Diduga ada pengaruh secara simultan antara pelanggan dan penjualan daya listrik
terhadap penerimaan pajak penerangan jalan.
b. Kriteria pengujian
1. Jika nilai F hitung > F tabel, Ho ditolak dan Ha diterima.
2. Jika nilai F hitung < F tabel, Ho diterima dan Ha ditolak.

4. Hasil dan Pembahasan

Tabel 4.1 Hasil Regresi Linear Berganda Pelanggan Rumah Tangga

6
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
Konstanta (c) -2.670E7 1.746E7 -1.529 0.224
TDL (X1) 153.634 16048.206 0.10 0.993
Jumlah Pelanggan (X2) 1616.428 145.250 11.129 0.002
Pertumbuhan Ekonomi (X3) -372087.629 1128354.584 -0.330 0.763
R-squared 0.997
Adjusted R-squared 0.993
fhitung 290.283
ftabel (0.05:3:3)
9,28
N
Df 7
Durbin-Watson stat 3
0.871
ttabel (0.05:3)
3,182
Sumber: Output SPSS16 (data diolah), 2016
Dari Tabel 4.1 dapat disusun persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:
Y = -2670E7 + 153.634X1 + 1616.428X2 372087.629X3
Dari hasil persamaan regresi di atas dapat dijelaskan bahwa pengaruh variabel
independen, yaitu tarif dasar listrik, jumlah pelanggan, dan pertumbuhan ekonomi
terhadap variabel dependen permintaan energi listrik rumah tangga PT. PLN Persero
Area Kendari.
1. Uji Statistik
a. Koefisien Determinasi (R2)
Dari hasil regresi pengaruh variable tarif dasar listrik (TDL), jumlah pelanggan,
dan pertumbuhan ekonomi (X) terhadap permintaan energi listrik (Y) diperoleh nilai R 2
sebesar 0.997 yang menunjukkan bahwa 9,97% dari variasi perubahan permintaan
energi listrik (Y) mampu dijelaskan secara serentak oleh variabel-variabel tarif dasar
listrik (X1), jumlah pelanggan (X2), pertumbuhan ekonomi (X3). Sedangkan sisanya
yaitu sebesar 90,03% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang belum dimasukkan
dalam model sehingga R2 sebesar 0,997 dinyatakan bahwa model valid,
Tidak ada ukuran yang pasti berapa besarnya R2 untuk mengatakan bahwa suatu
pilihan variabel sudah tepat. Jika R2 semakin besar atau mendeekati 1, maka model
makin tepat. Untuk data survei yang berarti bersifat cross section, data yang diperoleh
dari banyak responden pada waktu yang sama, maka nilai R 2 = 0,2 atau 0,3 sudah cukup
baik.
Semakin besar n (ukuran sampel) maka nilai R2 cenderung makin kecil.
Sebaliknya dalam data runtun waktu (time series) dimana peneliti mengamati hubungan
dari beberapa variabel pada satu unit analisis (perusahaan atau Negara) pada beberapa
tahun maka R2 cenderung besar. Hal ini disebabkan variasi data yang lebih kecil pada
data runtun waktu yang terdiri dari satu unit analisis saja (Yusilisman).
b. Pengujian Signifikan Simultan (Uji-f)
Pengujian terhadap pengaruh semua variabel independen di dalam model dapat
dilakukan dengan uji simultan (uji-f). Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh semua variabel independen yang terdapat dalam model secara bersama-sama
terhadap variabel dependen (Algifari, 2000).
Dari hasil regresi pengaruh variabel tarif dasar listrik, jumlah pelanggan,
pertumbuhan (X) terhadap permintaan energi listrik (Y), maka diperoleh f tabel sebesar
9,28 (: 5% dan df : 7-4 = 3) sedangkan fstatistik/fhitung sebesar 290,283. Sehingga, fstatistik >
ftabel (290,283> 9,28). Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen secara bersama-
sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
c. Pengujian Signifikansi Paremeter Individual (Uji-t)

7
Uji statistik-t dilakukan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel
penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel
dependen (Ghozali, 2005). regresi pengaruh variabel tarif dasar listrik, jumlah
pelanggan, pertumbuhan ekonomi terhadap permintaan energi listrik rumah tangga PT.
PLN Persero Area Kendari, dengan : 5% dan df = 3, maka diperoleh nilai t-tabel
sebesar 3,182.
1. Pengaruh Tarif Dasar Listrik (TDL) Terhadap Permintaan Listrik
Dari hasil regresi nilai koefisien untuk variabel tarif daar listrik (X1) adalah
153,634 dan nilai thitung = 0,10 dengan tingkat signifikansi dimana tingkat probabilitas
adalah 0,977 dimana nilainya > 0,05, sehingga dapat dikatakan tidak signifikan pada
= 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tarif dasar listrik tidak berpengaruh signifikan

terhadap permintaan energi listrik rumah tangga di Kota Kendari. Dengan kata lain, hal
ini ditunjukkan dengan nilai thitung = 0,10 dan nilai ttabel dengan tingkat signifikansi 5%
pada derajat kebebasan (df) = 3 adalah 3, 182 sehingga thitung < ttabel (0,10 < 3,182).Oleh
karena tidak terdapatnya hubungan yang signifikan antara tarif dasar listrik (TDL)
dengan permintaan energi listrik, maka hipotesis ditolak.
2. Pengaruh Jumlah Pelanggan Rumah Tangga Terhadap Permintaan Listrik
Nilai koefisien untuk variabel jumlah pelanggan adalah 1616,428 dengan nilai
thitung = 11,129 dengan tingkat signifikansi dimana tingkat probabilitas adalah 0,002
dimana nilainya < 0,05 sehingga dapat dikatakan signifikan pada = 0,05. Hal ini
menunjukkan bahwa hubungan jumlah pelanggan dengan permintaan energi listrik
rumah tangga di Kota Kendari adalah positif dan signifikan. Sehingga dapat dikatakan,
bahwa apabila jumlah meningkat sebesar 1%, maka permintaan energi listrik rumah
tangga meningkat sebesar 1616,428 atau 16,16% (variabel lain tetap). Oleh karena itu
variabel jumlah pelanggan (X2) terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap
permintaan energi listrik rumah tangga Kota Kendari (Y), maka hipotesis diterima.
3. Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Permintaan Listrik
Nilai koefisien pertumbuhan ekonomi adalah -372087,629 dengan thitung = -0,330
dengan tingkat signifikansi dimana tingkat probabilitas adalah 0,763 dimana nilainya >
0,05 sehingga dapat dikatakan tidak signifikan pada = 0,05. Hal ini menunjukkan
bahwa variable pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap
permintaan energi listrik rumah tangga di Kota Kendari. Dengan kata lain hal ini dapat
dilihat suatu perbandingannya dengan nilai t-tabel = 3,82. Jadi t hitung < ttabel -0,330 <3,82 ).
Hubungan yang tidak signifikan menunjukkan bahwa tinggi rendahnya pertumbuhan
ekonomi di Kota Kendari yang diukur berdasarkan PDRB harga konstan tidak
mempengaruhi permintaan energi listrik rumah tangga di Kota Kendari.
2. Uji Asumsi Klasik
a). Uji Multikolinearitas
Deteksi multikolinieritas pada suatu model dapat dilihat dari beberapa hal, yaitu
jika Variance Inflation Factor (VIF) tidak lebih dari 10 dan jika Tolerance tidak kurang
dari 0,1, maka model dapat dikatakan terbebas dari multikolinearitas. (Agung, 2007).
Dari data yang diolah dengan menggunakan program spss 16.0, didapatkan hasil
uji multikolinearitas seperti terlihat pada tabel 4.2 berikut ini:

8
Tabel 4.2 Coefficientsa

Standardized Collinearity
Unstandardized Coefficient Coefficients Statistics
Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF
1 (Constant) -2.670E7 1.746 E7 -1.529 .224
X1=TDL Pelanggan
153.634 16048.206 .001 .010 .993 .160 6.270
Rumah Tangga
X2=Jumlah
1616.428 145.250 .984 11.129 .002 .146 6.832
Pelanggan
X3=Pertumbuhan
-372087.629 1128354.584 -0.18 -.330 .763 .404 2.477
Ekonomi
a. Dependent Variable: Y=Permintaan Energi Listrik Rumah Tangga

Sumber : Output SPSS 16 (data diolah), 2016

Tabel 4.2 menunjukkan bahwa tarif dasar listrik (TDL) (X1) sebagai variabel
independen memiliki variance inflation factors (VIF) lebih kecil dari 10 (6,270 > 10)
dan tolerance tidak kurang dari 0,1 (0,160 > 0,1), untuk jumlah pelanggan (X2)
memiliki variance inflation factors (VIF) (6,832 < 10) dan tolerance (0,146 > 0,1),
untuk pertumbuhan ekonomi (X3) memiliki variance inflation factors (VIF) (2,477 <
10) dan tolerance (0,404 > 0,1). Jadi dapat didimpulkan, bahwa tidak ada
multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi.
b) Uji Heteroskedastisitas
Dari data yang diolah dengan menggunakan program spss 16.0, didapatkan hasil
uji heterokedastisitas seperti terlihat pada gambar 4.1 berikut ini:

Gambar 4.1
Sumber : Output SPSS 16 (data diolah), 2016
Cara memprediksi ada tidaknya homokesdatisitas pada suatu model dapat dilihat
dari pola gambar Scatterplot model tersebut, analisisnya dapat dilihat jika titik-titik data
menyebar di atas dan di bawah atau di sekitar angka 0 pada sumbu Y, titik-titik data
tidak mengumpul hanya di atas atau di bawah saja, penyebaran titik-titik data tidak
boleh membentuk pola bergelombang melebar kemudian menyempit dan melebar
kembali. (Agung, 2007). Dari gambar diatas terlihat data tersebar di atas dan dibawah
angka 0 pada sumbu Y, titik-titik data tidak mengumpul hanya di atas atau di bawah
saja, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terjadi homokesdastisitas.
c) Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi,
variabel dependen, variabel independen ataupun keduanya mempunyai distribusi normal
atau tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati

9
normal. Untuk menguji normalitas data ini menggunakan metode analisis grafik dan
melihat normal probability plot.
Setelah data dimasukkan dan diolah oleh program spss 16.0, diperoleh hasil uji
normal probability plot seperti gambar 4.2. Dari gambar 4.2 terlihat bahwa sebaran data
pada chart tersebar di sekeliling garis lurus (tidak terpencar jauh dari garis lurus), maka
dapat dikatakan bahwa persyaratan normalitas terpenuhi.

Gambar 4.2
Sumber : Output SPSS 16 (data diolah),2016

d) Uji Autokoresasi
Autokorelasi dikenalkan oleh Maurice G. Kendall dan William R. Buckland.
Autokorelasi merupakan korelasi antar anggota observasi yang disusun menurut aturan
waktu. (Suharyadi, 2003).
Menguji autokorelasi dalam suatu model bertujuan untuk mengetahui ada
tidaknya korelasi antara variabel penganggu (et) pada periode tertentu dengan variabel
penganggu periode sebelumnya (et-1). Cara mudah mendeteksi autokerelasi dapat
dilakukan dengan uji Durbin Watson. Dengan ketentuan sebagai berikut: menurut
santoso (dalam Thobbary, 2009), jika angka dalam Durbin Watson berkisar antara -2
sampai dengan +2 maka koefisien regresi bebas dari gangguan autokorelasi sedangkan
jika angka DW dibawah -2 berarti terdapat autokorelasi positif dan jika angka DW
diatas +2 berarti terdapat autokorelasi negatif. Jadi berdasarkan data pada tabel 4.6 nilai
DW adalah 1,280 sehingga dapat disimpulkan angka dalam Durbin Watson berkisar
antara -2 sampai dengan +2 maka koefisien regresi bebas dari gangguan autokorelasi.
Analisis permintaan rumah tangga tidak dianalisis berdasarkan klasifikasi
pemakaian, seperti R1, R2, dan R3, selain karena keterbatasan ketersediaan data juga
secara agregat data angka-angka dari tabel per jenis tarif menunjukkan tingkat
persamaan korelasi linear secara kuantitatif dari data time series yang diolah. Sehingga
analisis permintaan listrik rumah tangga berdasarkan klasifikasi tidak dilakukan.
1) Hubungan Tarif Dasar Listrik (X1) Terhadap Permintaan Energi Listrik
Berdasarkan hasil regresi, tarif dasar listrik tidak berpengaruh signifikan terhadap
permintaan listrik rumah tangga, yang berarti hasil tersebut berbanding terbalik dengan
hipotesis awal bahwa variabel tarif dasar listrik berpengaruh signifikan terhadap
permintaan listrik di rumah tangga. Hal tersebut memberi indikasi bahwa tarif listrik
yang berlaku di Indonesia saat ini masih dalam batas kewajaran.
Jadi berdasarkan hasil tersebut, ada dua analisis yang terjadi, yang pertama tarif
dasar listrik yang berlaku nasional masih sangat terjangkau oleh konsumen, sehingga
kenaikan harga listrik bagi konsumen belum berpengaruh nyata terhadap permintaan
energi listrik PLN. Kemungkinan yang kedua adalah komoditas listrik merupakan suatu
kebutuhan pokok, sementara pada sisi lain komoditas tersebut belum ada barang
pengganti yang sempurna (perfectly substitution).

10
2) Hubungan Jumlah Pelanggan (X2) Terhadap Permintaan Energi listrik
Hasil regresi menunjukkan bahwa jumlah pelanggan berpengaruh dan signifikan
terhadap permintaan energi listrik rumah tangga dimana hasil regresi menyatakan,
bahwa probabilitas untuk jumlah pelanggan adalah 0,002 yang berarti memiliki
pengaruh positif karena nilai sig < 0,05 . Hal ini sejalan dengan penelitian yang juga
dilakukan oleh Madris mengenai Strukur Permintaan Energi Listrik PT. PLN di Provinsi
Sulsel dan Sulbar, bahwa variabel jumlah pelanggan berpengaruh dan signifikan
terhadap permintaan energi listrik rumah tangga.
3) Hubungan Pertumbuhan Ekonomi (X3) Terhadap Permintaan Energi Listrik
Pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan energi
listrik rumah tangga di Kota Kendari. Jadi dari hasil regresi menunjukkan bahwa
probabilitasnya sebesar 0,763 dimana > 0,05 yang berarti menurut asusmsi model
berarti tidak terjadi hubungan antar variabel pertumbuhan ekonomi dengan permintaan
energi listrik rumah tangga.
Hal ini sejalan dengan hasil dari beberapa peneliti sebelumnya, (Yoo, 2006 dalam
Timotius, 2011) menyatakan bahwa dalam jangka panjang tidak ada hubungan antar
variabel tersebut, dimana konsumsi listrik tidak bergantung pada pertumbuhan ekonomi,
sebab listrik telah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat. Jadi, berdasarkan
hubungan kausalitas antar kedua variabel tidak ditemukan pengaruh pada saat
pertumbuhan ekonomi naik atau pun turun dengan pertumbuhan energi listrik terjual
yang dikonsumsi oleh masyarakat di Kota Kendari.

5. Simpulan dan Saran


Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya,
maka dapat disimpulkan bahwa :
x
1) Variabel tarif dasar listrik ( 1 tidak berpengaruh signifikan terhadap
permintaan listrik PLN, baik secara totalitas maupun parsial. Hal ini
mengindikasikan, bahwa pemakaian listrik bagi sektor rumah tangga merupakan
komoditas yang sangat vital (basic need).
x
2) Variabel jumlah pelanggan ( 2 berpengaruh positif dan signifikan terhadap
permintaan listrik rumah tangga.
x3
3) Variabel pertumbuhan ekonomi ( tidak berpengaruh signifikan terhadap
permintaan kWh listrik PLN Area Kendari, baik secara totalitas maupun parsial.
Hal ini mengindikasikan bahwa, naik turunnya pertumbuhan ekonomi tidak
mempengaruhi konsumsi listrik bagi sektor rumah tangga. Karena listrik
merupakan kebutuhan dasar dalam menunjang segala aktivitas masyarakat sehari-
hari.
Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian diatas, maka pada bagian ini
dikemukakan beberapa rekomendasi sebagai berikut :
1. Bagi pihak konsumen (rumah tangga) selayaknya memanfaatkan energi listrik
PLN secara lebih optimal dan sesuai dengan kebutuhan minimal. Pihak konsumen
sedapat mungkin menghindari pekerjaan atau aktivitas di malam hari, dan jika
harus menggunakan listrik sebaiknya di siang hari dalam rangka menjaga
stabilitas pemakaian energi listrik di Kota Kendari

11
2. Untuk mengurangi pemanfaatan kWh listrik yang tidak efisien adalah dengan cara
meningkatkan tarif dasar listrik, tetapi tidak berlaku untuk pemanfaatan listrik
secara sektoral, khususnya terhadap sektor rumah tangga.
3. Adanya permintaan listrik yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Sebaiknya pihak PT. PLN (Persero) mengantisipasi permintaan energi listrik
dengan melihat pertumbuhan jumlah penduduk dan berbagai aktivitas sektor
rumah tangga dalam rangka menjaga dan meningkatkan stabilitas pemakaian
energi listrik di masa mendatang, khususnya diseluruh wilayah Sulawesi Tenggara
yang menjadi cakupan PLN Persero Area Kendari.

DAFTAR PUSTAKA

Agung Nugroho, Bhuoro. 2007. Strategi Jitu Memilih Metode Statistik Penelitian
dengan SPSS. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Ahsani, Nadya, 2012. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Listrik


di Kota Makassar. Makassar : Unhas

Algifari. 2000. Analisis Regresi : Teori, Kasus, dan Solusi. Edisi 2. BPFE. Yogyakarta.

Amarullah, M. 1984. Electricity Demand in Indonesia : An Econometric analysis. Pusat


Penyelidikan Masalah Kelistrikan- PLN, Jakarta.

Badan Pusat Statistik (BPS), 2009-2015. Kota Kendari Dalam Angka.

Ghozali, Imam, 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program Spss, Edisi
Ketiga, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Gujarati D. 1991. Ekonometrika Dasar. Erlangga. Jakarta.

Gujarati, Damodar. 2003. Econometrika Dasar. Erlangga. Jakarta.

Harsono, D. Timotius. 2011. Dimensi Ekonomi Politik Dan Spasial Konsumsi Listrik
Indonesia : Studi Empiris Di 6 Koridor Ekonomi. Paper

Hasid, Zamruddin. 2005. Analisis Konsumsi Listrik di Kalimantan Timur. Jakarta:


Majalah Ekonomi Universitas Trisakti.

Kementerian ESDM, 2010. Handbook of Energy & Economic Statistics of Indonesia


(internet), (http://www.esdm.go.id/publikasi/handbook.html).

Kunawangsih Tri dan Antyo Pracoyo. 2006. Aspek Dasar Ekonomi Mikro. PT Grasindo.
Jakarta

Madris, 2013. Struktur Permintaan Energi Listrik di Sulawesi Selatan dan Sulawesi
Barat. Jurnal. Vol 3 No. 2 Tahun 2013.
Makmun & Sri Lestari Rahayu. (2007). Permasalahan Bidang Ketenagalistrikan
Sekarang dan Masa Depan. Fokusmedia. Bandung.

12
Mudakir, Bagio. 2007. Permintaan Energi Listrik di Jawa Tengah. Surakarta: BPPE
FE UMS.

Nababan, Tongam Sihol. 2008. Permintaan Energi Listrik Rumah Tangga (Studi Kasus
Pada Pengguna Kelompok Rumah Tangga Listrik PT PLN (Persero) di Kota
Medan). Disertasi. Program Studi Ilmu Ekonomi. Universitas Diponegoro.
Semarang. (tidak dipublikasikan).

Nicholson W. 1991. Teori Ekonomi Mikro I. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

___________. 1995. Mikroekonomi Intermediate dan Aplikasinya. Terjemahan dari


Intermediate Microeconomics. oleh Agus Maulana. Bina Rupa Aksara. Jakarta.
Nurmiyati, Nia. 2006. Analisis Permintaan Listrik Rumah Tangga (R-1 900VA) di
Kabuapten Sukoharjo. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret
Surakarta.

PT. PLN (Persero). 2003. Sesuai dengan Keputusan Presiden RI No. 89/2002, 31
Desember.2002.

PT. PLN (Persero) Wilayah Sulsel dan Sultra Cabang Kendari.

Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2010-2019

Statistik PLN (http// www. pln.co.id)

Sudarsono. 1990. Pengantar Teori Ekonomi Mikro. LP3S. Jakarta.

_________. 1980. A Study of Elasticity of Demand And Supply of Indonesian Fisheries


1960-1977. Journal. Tropical Ecologi and Development.

Sugiarto et al. 2000. Ekonomi Mikro Suatu Pendekatan Praktis. Gramedia Pustaka
Utama. Jakarta.
Sugiarto, T. H., Brastoro, Rachmat Sudjana, dan Said Kelana, 2005, Ekonomi Mikro :
Sebuah Kajian Komprehensif, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Suharyadi dan Purwanto S.K. 2003. Statistika untuk Ekonomi dan Keuangan Modern.
Jilid 1. Jakarta: Salemba Empat.
Sukirno, Sadono. 2003. Pengantar Teori Mikroekonomi. Edisi Ketiga. PT Raja Grafino
Persada. Jakarta.

Sukirno, Sadono, 2005. Pengantar Teori Mikroekonomi: Teori Pengantar. Edisi Ketiga.
Jakarta :PT Raja Grafindo Persada.

Suparmoko. 1997. Pengantar Ekonomi Mikro. Edisi Kedua. BPFE. Yogyakarta.

Thobbary, Achmad, 2009. Analisis Pengaruh Nilai Tukar, Suku Bunga, Inflasi, dan
Pertumbuhan GDP terhadap Indeks Harga saham Sektor Property. Jurnal
Ekonomi : Universitas Diponegoro, 2009.

13
Resal, Yoshiko Belino, 2013. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan
Energi Listrik di Kota Sangatta. Makassar : Unhas

Yusgiantoro P. 2000. Ekonomi Energi : Teori dan Praktek. Pustaka LP3ES. Jakarta.
Yusilisman.http://www.eprints.ums.ac.id/911/4/MODUL_4_ketepatan_model.doc
(diunduh 27 Maret 2016).

14