Anda di halaman 1dari 2

Pembahasan PEMBUATAN SENYAWA ALKANA

Berdasarkan percobaan Pembuatan Senyawa Alkana yang telah dilakukan dapat dianalisa bahwa sebagai
hidrokarbon jenuh, alkana memiliki jumlah atom H yang maksimum. Alkana juga dinamakan parafin (dari
parum affinis), karena sukar bereaksi dengan senyawa-senyawa lainnya. Kadang-kadang alkana juga disebut
sebagai hidrokarbon batas, karena batas kejenuhan atom-atom H telah tercapai.
Pada percobaan kali ini kami melakukan pembuatan senyawa alkana atau senyawa jika direaksikan
dengan senyawa lain akan membentuk senyawa alkana. Pada percobaan ini kami melibatkan campuran antara
NaOH dan CH3COONa, Percobaan yang pertama kami mencampurkan NaOH dan Natrium Asetat. NaOH dan
Natrium Asetat masing-masing sebanyak 1 sendok makan, sebelum mencampurkan kedua bahan tersebut kami
menghaluskan NaOH karena bentuknya yang mengkristal. Selanjutnya campuran bahan tersebut dimasukkan
kedalam tabung reaksi dan menutupnya dengan kapas dengan tujuan agar bau yang dihasilkan setelah proses
pemanasan tidak begitu menyengat. Setelah proses pemanasan, senyawa didalamnya akan mengalami reaksi
oksidasi atau pembakaran yang akan menghasilkan CO2 dan H2O. Campuran bahan tersebut berubah warna
menjadi hitam yang sebelumnya bewarna putih dan terdapat sedikit gelembung disertai bau menyengat. Dalam
percobaan ini, reaksi kimia yang dihasilkan adalah :

CH3COONa + NaOH Na2CO3 + CH4


Senyawa CH4 adalah gugus alkana, yaitu metana

VII. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :
1. Senyawa alkana yang dihasilkan adalah CH4 pada percobaan pertama
2. Percobaan kedua kami tidak berhasil menghasilkan senyawa alkana, tetapi menghasilkan senyawa
benzena
3. DAFTAR PUSTAKA
Jobsheet. 2013. Buku Penuntun Praktikum Satuan Proses 2. POLSRI : Palembang
http://yuniethafafa.blogspot.com/2012/04/pembuatan-alkana.html

2.2 Reaksi pada Alkana

Reaksi yang terjadi pada alkana antara lain adalah reaksi pembakaran dan reaksi sustitusi.

1. Reaksi Pembakaran

Reaksi Pembakaran sempurna senyawa hidrokarbon akan menghasilkan gas karbon dioksida dan
air,sedangkan pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan gas karbon monoksida dan air.Terjadinya
pembakaran sempurna atau tidak sempurna tergantung pada perbandingan antara konsentrasi (kadar)
senyawa hidrokarbon dengan konsentrasi (kadar) oksigen.

CH4(g) + O2(g) CO2(g) +H2O (g)

2. Reaksi Substitusi

Alkana bereaksi dengan khlorin dan fluorin dengan reaksi yang dinamakan reaksi substitusi. Pada
jenis reaksi ini, satu atau lebih atom khlorin atau fluorin mengambil tempat satu atau lebih atom hidrogen.

CH4(g)+ Cl2 (g) CH3Cl (g)

Reaksi ini mungkin berlanjut dengan substitusi hidrogen berikutnya jika terdapat cukup khlorin.
Karena masing-masing atom hidrogen yang tersisa diubah dari CH3Cl dan diganti oleh atom khlorin, maka
akan terbentuk campuran CH2Cl, CHCl3, dan CCl4.

2.3 Sifat dan Struktur Turunan Alkana

Alkana merupakan senyawa nonpolar, sehingga tidak larut dalam air makin panjang rantai atom C,
maka titik didih makin tinggi pada tekanan dan suhu biasa. Alkana akan berwujud gas pada CH4 - C4H10,
berwujud cair C5H12 - C17H36 dan berwujud padat pada C18H38 mudah mengalami reaksi subtitusi
dengan atom-atom halogen (F2, Cl2, Br2 atau I2) dapat mengalami oksidasi (reaksi pembakaran).

2.5Ciri-ciri Alkana

1. Merupakan hidrokarbon jenuh (alkana rantai lurus dan siklo/cincin alkana)

2. Disebut golongan parafin : affinitas kecil (sedikit gaya gabung)

3. Sukar bereaksi dengan senyawa lain

4. Padatekanandansuhubiasa, CH 4 - C 4 H 10 berwujud gas, C 5 H 12 - C17 H 36 berwujudcair, diatas


C 18 H 38 berwujudpadat
5. Makin panjang rantai karbon, makin tinggi titik didihnya

6. Mudah larut dalam pelarut non polar

7. BJ naik dengan penambahan jumlah unsur C

8. Sumber utama gas alam dan petroleum.