Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH PEMERIKSAAN AKUNTANSI 2

Konsep Dasar Audit Manajemen

KELOMPOK I

Nama Anggota Kelompok :

Sherly Febri Yanti (1410003510135)


Katarina Lepa Maran (1410003510144)
Desi Ratnasari (1410003510163)
Reni Anggraini (1410003510185)
Sandi Setiawan (1410003510119)

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
2017
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan usaha, salah satu tantangan yang

dihadapi perusahaan adalah bagaimana untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan

ekonomisasi perusahaan. Tantangan ini selalu ada karena manajemen perusahaan

memerlukan sumber daya untuk mencapai tujuan perusahaan, tetapi manajemen harus

menghadapi situasi kelangkaan sumber daya (scarce of resources). Oleh karena itu,

perusahaan harus membuat perencanaan yang tepat dalam mengalokasikan sumber daya yang

dimiliki dalam mendukung operasional yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang

telah ditetapkan.

B. RUMUSAN MASALAH

Dengan disusunnya makalah ini diharapkan mahasiswa :

1. Mampu mendefinisikan audit manajemen dalam menghadapi tantangan yang dihadapi


2. Mampu membedakan audit manajemen dengan audit keuangan dan aplikasi nya

dalam kehidupan sehari-hari.


3. Mampu menguraikan tahap-tahap dalam audit manajemen.
4. Mampu memberikan solusi bagaimana meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan

ekonomisasi perusahaan.
5. Mampu menguraikan ruang lingkup audit manajemen

BAB II

PEMBAHASAN
Konsep Dasar Audit Manajemen

Audit adalah kegiatan mengumpulkan informasi aktual (bukti-bukti) dan signifikan


melalui interaksi (pemeriksaan, pengukuran dan penilaian serta penarikan kesimpulan) secara
sistematis, obyektif dan terdokumentasi yang berorientasi pada azas nilai manfaat.

Audit juga merupakan proses sistematik dalam pengumpulan dan penilaian secara
objektif atas bukti-bukti yang berkenaan dengan pernyataan tentang tindakan-tindakan dan
peristiwa-peristiwa untuk menentukan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan
kriteria-kriteria standar, serta mengkomunikasikan hasil-hasilnya kepada pihak-pihak
pengguna yang berkepentingan.

Audit dapat dibagi dua berdasarkan siapa pelakunya yaitu: audit internal dan audit
eksternal. Audit internal adalah audit yang dilaksanakan di dalam suatu organisasi dalam hal
ini Badan Pengawasan Internal oleh auditor internal yang juga karyawan sendiri. Auditor
internal tidak memiliki tanggung jawab hukum kepada publik atas apa yang dilakukannya
dan dilaporkannya sebagai temuan. Hasil kerja auditor internal bukan untuk masyarakat
umum, melainkan untuk kepentingan internal organisasi sendiri. Audit eksternal adalah audit
yang dilaksanakan oleh auditor eksternal dari pihak eksternal atau dari institusi independen.

Audit dilaksanakan berdasarkan azas-azas formal/standar kriteria tertentu yang


digunakan sebagai acuan untuk menilai. Hasil penilaian dikeluarkan oleh institusi independen
tersebut berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari proses audit. Pernyataan auditor
eksternal itu adalah kesimpulan yang dijadikan dasar bagi institusi maupun pihak-pihak lain
yang berkepentingan. Contoh lembaga audit eksternal adalah akuntan publik. Audit eksternal
juga bisa dilakukan oleh konsultan yang diminta Dewan Audit untuk melakukan audit sesuai
lingkup permasalahan tertentu.

Audit manajemen adalah audit terhadap manajemen suatu organisasi secara


keseluruhan untuk menilai usur-unsur manajemen apakah telah direncanakan, dijalankan dan
dikendalikan dengan prinsip-prinsip manajemen yang baik dan benar sehingga organisasi
melalui fungsi-fungsinya dapat mencapai tujuan yang direncanakan yang mencakup dimensi
PQCDSME (productivity, quality, cost, delivery, safety, morale, environment) secara efektif
dan efisien.

Pengertian manajemen audit tersirat dalam definisi kalangan akademisi. Berikut beberapa
definisi menurut Holmes dan Overmyer (1975) :

The management audit means the examination and evaluation of all information gathering
functions and all phases of management functions and activities, in order to ascertain if
operating are conducted in a effective and efficient manner.

Sedangkan American Institute of Certified Public Accountant / AICPA :

Management audit is a systematic review of an organizations activities or of a stipulated


segment of them, in relation to specified objectives for the purpose of :
assesing performance
identifying opportunities for improvement
developing recommendations for improvement or further action

Audit manajemen merupakan instrumen bagi manajemen puncak untuk membantunya dalam
pemastian pencapaian visi, misi dan tujuan organisasi secara keseluruhan.

1. Tujuan Audit Manajemen

Menurut Hamilton (1986:1) tujuan dari management audit secara keseluruhan


adalah utk mengevaluasi efisiensi dan efektifitas dari organisasi. Evaluasi ini bisa
dilakukan pada perusahaan secara keseluruhan atau dibatasi pada lingkup departemen
atau fungsi tertentu dalam organisasi. Evaluasi terhadap kinerja perusahaan ini dilakukan
terhadap standar yg dibuat oleh manajemen atas dan pada saat yg sama digunakan utk
menilai keefektifan dari standar-standar dan kebijakan-kebijakan tersebut.

Ramanathan (1990:300) mengatakan bahwa management audit berkaitan dgn


audit efisiensi dimana tujuan utama dari audit efisiensi ini adl utk memastikan bahwa tiap
unit mata uang diinvestasikan dalam modal atau tempat lain yg memberikan
pengembalian yg optimum dan bahwa perencanaan investasi antara berbagai fungsi dan
aspek yg berbeda dirancang utk memberikan hasil yg optimum.

Tujuan management audit menurut Agoes (1996:173) adl sebagai berikut :

a) Untuk menilai kinerja (performance) dari manajemen dan berbagai fungsi dalam
perusahaan.
b) Untuk menilai apakah berbagai sumberdaya (manusia mesin dana harta lainnya) yg
dimiliki perusahaan telah digunakan secara efisien dan ekonomis.
c) Untuk menilai efektifitas perusahaan dalam mencapai tujuan (objective) yg telah
ditetapkan oleh top management.
d) Untuk dapat memberikan rekomendasi kepada top management dalam memperbaiki
kelemahan-kelemahan yg terdapat dalam penerapan struktur pengendalian intern
sistem pengendalian manajemen dan prosedur operasional perusahaan dalam rangka
meningkatkan efisiensi keekonomisan dan efektifitas dari kegiatan operasi
perusahaan.

Siagian (2001:13) mengatakan bahwa kalangan manajemen menunjukkan


sambutan terhadap perkembangan management audit krn jika digunakan dengan tepat
maka management audit bisa memberi manfaat yg besar yaitu:
a) Memungkinkan manajemen mengidentifikasikan kegiatan operasional
dalam perusahaan yang tak memberikan kontribusi dalam perolehan
keuntungan.
b) Membantu manajemen dalam peningkatan produktifitas kerja dari
berbagai komponen organisasi.
c) Memungkinkan manajemen mengidentifikasikan hambatan dan kendala
yang dihadapi dalam mengkoordinasikan berbagai kegiatan dan
mengambil langkah strategik untuk mengatasi dan menghilangkannya.
d) Memantapkan penerapan pendekatan kesisteman dalam menjalankan roda
organisasi.
e) Memungkinkan manajemen pada berbagai tingkat menentukan strategi
yang tepat.
f) Membantu manajemen merumuskan pedoman teknis operasional bagi para
pelaksana berbagai kegiatan dalam perusahaan yang akan membantu para
tenaga kerja operasional melakukan kegiatan masing-masing degan tingkat
efisiensi dan efektifitas yang lebih tinggi.
g) Mengidentifikasikan degan tepat berbagai masalah dan tantangan yang
dihadapi dalam manajemen sumber daya manusia.
h) Membantu manajemen menilai perilaku bawahan dalam menyediakan
informasi bagi pimpinan sesuai dengan kebutuhan pimpinan pada berbagai
hierarki perusahaan.

Berikut adalah beberapa manfaat management audit menurut Tunggal (2003:14)


yaitu:

a) Memberi informasi operasi yang relevan dan tepat waktu untuk pengambilan
keputusan.
b) Membantu manajemen dalam mengevaluasi catatan laporan-laporan dan
pengendalian.
c) Memastikan ketaatan terhadap kebijakan manajerial yang ditetapkan rencana-rencana
prosedur serta persyaratan peraturan pemerintah.
d) Mengidentifikasi area masalah potensial pada tahap dini untuk menentukan tindakan
preventif yang akan diambil.
e) Menilai ekonomisasi dan efisiensi penggunaan sumber daya termasuk memperkecil
pemborosan.
f) Menilai efektivitas dalam mencapai tujuan dan sasaran perusahaan yang telah
ditetapkan.
g) Menyediakan tempat pelatihan untuk personil dalam seluruh fase operasi perusahaan.

Apabila management audit dilakukan secara berkala maka management audit bisa
menunjukkan masalah ketika masalah tersebut masih berskala kecil. Dengan demikian
management audit merupakan alat manajemen yg membantu manajemen dalam mencapai
tujuan karna tindakan korektif dapat dilakukan untuk pemecahan masalah apabila ditemukan
inefisiensi dan inefektifitas.
2. Jenis Audit Manajemen

Arens dan Loebbecke (2000:756) mengelompokkan management audit menjadi 3


jenis yaitu functional organizational dan special assignment. Berikut penjelasan dari masing-
masing jenis tersebut :

1. Functional. Functional audit berkaitan dengan satu atau lebih fungsi didalam
organisasi. Keuntungan dari functional audit adalah diperbolehkan ada spesialisasi
oleh auditor. Auditor dalam staff internal audit bisa sangat ahli dalam sebuah bidang
misal fungsi production engineering. Mereka bisa secara efisisen menghabiskan
waktu mereka utk mengevaluasi fungsi-fungsi yang berkaitan. Fungsi production
engineering berkaitan dengan fungsi manufacturing dan fungsi-fungsi lain dalam
organisasi.
2. Organizational. Organizational audit dalam sebuah organisasi berkaitan dengan
seluruh unit organisasi seperti departemen cabang atau anak perusahaan. Penekanan
dalam organizational audit adalah seberapa efektif dan efisien fungsi-fungsi tersebut
berinteraksi. Perencanaan organisasi dan metode-metode untuk mengkoordinasi
aktivitas-aktivitas yang ada sangat penting dalam tipe audit ini.
3. Special Assignment. Dalam operational auditing special assignment biasa muncul
karna permintaan manajemen. Jenis audit tipe ini cukup luas. Sebagai contoh
menentukan penyebab tak efektif sistem IT investigasi terhadap kemungkinan ada
fraud dalam sebuah divisi dan pemberian rekomendasi untuk menurunkan harga
pokok produksi.

Menurut Sayle (1988:21) management audit dikelompokkan menjadi tiga jenis sesuai
dengan keragaman departemen mereka dan ruang lingkup sebagai berikut :

1. Internal Audit. Management audit ini dapat dilakukan oleh perusahaan atau
departemen yg bersangkutan dgn sistem-sistem prosedur-prosedur atau fasilitas-
fasilitas. Auditor yg mengerjakan dapat dari perusahaan mereka sendiri (internal
auditor) atau dgn menggaji auditor dari luar perusahaan (external auditor). Internal
audit merupakan teknik dimana manajemen dapat merasakan masalah mereka sendiri
dan menilai kinerja organisasi kebutuhan titik kekuatan dan kelemahannya.
Disebutkan bahwa self audit merupakan bagian dari internal audit yg dilakukan oleh
individual dalam sistem mereka sendiri prosedur-prosedur dan fasilitas-fasilitas agar
dapat menilai kinerja kebutuhan kekuatan dan kelemahannya.
2. External audit. Management audit ini dilakukan oleh perusahaan terhadap pemasok
mereka atau sub pemasok. Auditor dapat dari auditor internal maupun auditor
eksternal. Management audit dikerjakan untuk menilai status kontrak atau perjanjian
yang dibuat perusahaan pemasok atau sub pemasok untuk menentukan keadaan
perusahaan atas barang yang akan diterima sesuai dengan yg dibayarkannya.
3. Extrinsic Audit Management audit ini dilakukan oleh pelanggan atau badan-badan
yang berkaitan dengan peraturan atau suatu agen inspeksi. Audit ini meliputi
pelanggan dari perusahaan-perusahaan pemasok dan sub pemasok.
Berkaitan dengan keterangan diatas maka management audit yang dilakukan pada fungsi
pembelian termasuk dari jenis internal audit.

3. Ruang Lingkup dan Tujuan Audit

Ruang lingkup audit manajemen meliputi seluruh aspek kegiatan manajemen. Ruang
lingkup ini dapat berupa seluruh kegiatan atau dapat juga hanya mencakup bagian tertentu
dari program/aktivitas yang dilakukan. Periode audit juga bevariasi, bisa untuk jangka waktu
satu minggu, beberapa bulan, satu tahun bahkan untuk beberapa tahun, sesuai dengan tujuan
yang ingin dicapai.

Sedangkan yang menjadi sasaran dalam audit manajemen adalah kegiatan, aktivitas,
program dan bidang-bidang dalam perusahaan yang diketahui atau diidentifikasi masih
memerlukan perbaikan/peningkatan, baik dari segi ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas.

Ada 3 (tiga) elemen pokok dalam tujuan audit:

a) Kriteria
Kriteria merupakan standar (pedoman,norma) bagi setiap individu/kelompok di dalam
perusahaan dalam melakukan aktivitasnya.
b) Penyebab
Penyebab merupakan tindakan yang dilakukan oleh setiap individu/kelompok di
dalam perusahaan. Penyebab dapat bersifat positif, program/aktivitas berjalan dengan
tingkat efisiensi dan efektivitas yang lebih tinggi, atau sebaliknya bersifat negative,
program/aktivitas berjalan dengan tingkat efisiensi dan efektivitas yang lebih rendah
dari standar yang telah ditetapkan.
c) Akibat (effect)
Akibat merupakan perbandingan antara penyebab dengan criteria yang berhubungan
dengan penyebab tersebut. Akibat negatif menunjukkan program/aktivitas berjalan
dengan tingkat pencapaian yang lebih rendah dari kriteria yang ditetapkan. Sedangkan
akibat positif menunjukkan bahwa program/aktivitas telah terslenggara secara baik
dengan tingkat pencapaian yang lebih tinggi dari kriteria yang ditetapkan.

4. Prinsip Dasar Audit

a) Audit dititikberatkan pada objek audit yang mempunyai peluang untuk diperbaiki.
b) Prasyarat Penilaian terhadap kegiatan objek audit
c) Pengungkapan dalam laporan adanya temuan-temuan yang bersifat positif
d) Identifikasi individu yang bertanggungjawab terhadap kekurangan-kekurangan
yang terjadi.
e) Penentuan tindakan terhadap petugas yang seharusnya bertanggung jawab
f) Pelanggaran hukum
g) Penyelidikan dan pencegahan kecurangan
5. Perbedaan Audit Manajemen dan Audit Keuangan

AUDIT MANAJEMEN AUDIT KEUANGAN


Menemukanpenyebabkelemahan,
Audit data akuntansi,
menganalisisakibat,
1 Karakterstik prosespencatatan dan
menenttukanperbaikan
laporanakuntansi
program/aktivitasperusahaan.
Keseluruhanaspekmanajemenbaik
Cenderung ke aspek data
2 Keluasanaudit yang
keuangan (finansial)
bersifatkuantitatifmaupunkualitatif
Menemukan berbagai kelemahan Mendapatkan keyakinan
dalam operasional perusahaan bahwa laporan keuangan yang
selanjutnya dilakukan disajikan telah sesuai dengan
3 Tujuan Audit
perbaikan penghematan, efisiensi, PABU (GAAP) lap. Dapat
dan efektivitas pencapaian tujuan digunakan untuk pemakai
perusahaan. laporan keuangan
Data akuntansi dan proses
Keseluruhan fungsi manajemen dan
penyajian laporan yang
unit terkait, mencapai seluruh
disajikan manajemen.
4 Ruang Lingkup aktivitas/program. Keluasan audit
Keluasan audit bergantung
bergantung pada pengendalian
pada efektivitas pengendalian
manajemen perusahaan.
internal perusahaan.
Keharusan menyampailan
Berdasar kepedulian manajemen
5 Dasar Yuridis laporan keuangan yang telah
untuk memperbaiki program.
diaudit (akuntan publik).

Audit Internal maupun Audit independen (Audit


6 Pelaksana audit
eksternal objektivitasnya? eksternal). objektivitas ?

Tidak ada ketentuan kepedulian


Bersifat reguler,
7 Frekuensi Audit manajemen mencapai efektivitas dan
rutin penerbitan LK
efisien program.
Audit Data keuangan yang
Orientasi hasilAudit perbaikan kinerja masa
8 bersifat historis penilaian
Audit datang anticipatory audit
kinerja masa lalu
Memiliki standar
Komrehensip : kesimpulan audit,
baku Standar Profesional
kesimpulan
Akuntan Publik
9 Bentuk laporan penting rekomendasi belum ada
(SPAP) laporan bentuk
standar baku laporan tergantung
pendek yang menyertai
dari kemampuan auditor
laporan keuangan hasil audit
Pihak ekstern pemegang
Pengguna
10 Pihak internal saham, investor potensial,
laporan
kreditor, pemerintah

6. Tahap-tahap Audit

Tahap Tujuan

Informasi latar belakang objek


Audit Penelaahanperaturan, ketentuan dan kebijakan
Pendahuluan Penemuanobjec yang memilikipotensialkelemahan
Menentukan audit sementara (tetantive audit objectif)

Menilaiefektivitaspengendalianmanajemen
Review dan
Memahamipengendalian yang berlaku
Pengujian
Mengetahuipotensikelemahanaktivitas
Pengendalian
Mendukungaudit sementara dan menjadikannyaaudit yang sesungguhnya
Manajemen
(definitiveauditobjektif).

Pengumpulan bukti yang cukup, relevan dan kompeten


Pengembangan temuan keterkaitan temuan satu dengan temuan yang
Auditterinci
lain disajikan dalam kertas kerja audit (KKA) sebagai pendukung
kesimpulan dan rekomendasi yang dibuat

Mengkomunikasikanhasilaudittermasukrekomendasi pihak yang


Pelaporan berkepentingan laporankomprehensif menyajikantemuanpentinghasilaudi
tuntukmendukungkesimpulanaudit dan rekomendasi.

Mendorong pihak yang berwenang untuk melaksanakan tindak lanjut


Tindaklanjut
(perbankan) sesuai dengan rekomendasi yang diberikan.

5. Ekonomisasi, Efisiensi, dan Efektivitas

Meskipun terdapat perbedaan definisi mengenai management audit pada inti terdapat
kesamaan tujuan yaitu utk mengevaluasi efisiensi efektifitas dan ekonomisasi organisasi.
Efisiensi adl ukuran dari hubungan antara masukan dan keluaran efektifitas adl ukuran dari
keluaran dan ekonomisasi merupakan ukuran masukan. Berikut adl beberapa definisi lain
mengenai efisiensi efektivitas dan ekonomisasi menurut beberapa pakar.
Tunggal (2003:12) mengutip definisi efisiensi efektifitas dan ekonomisasi dari Gerald
Vinten sebagai berikut :

1. Economy-doing things cheap


2. Efficiency-doing things right
3. Effectiveness-doing the right things

Daft (2003:9) mengatakan bahwa efektivitas adl the degree to which the organization
achieves a stated goal dan efisiensi merupakan the use of minimal resources raw materials
money and people to produce a desired volume of output. Pendapat tersebut kurang lbh
mempunyai arti bahwa efektivitas adl tingkat pencapaian organisasi atas sasaran yg
ditetapkan dan efisiensi adl penggunaan sumberdaya bahan baku uang dan manusia secara
minimal utk menghasilkan output sebanyak yg diharapkan.

Menurut Hans Kartiadi yg dikutip oleh Agoes (1996:180) pengertian efektifitas


ekonomisasi dan efisiensi dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Efektifitas berarti produk akhir suatu kegiatan operasi telah mencapai tujuan baik
ditinjau dari segi kualitas hasil kerja kuantitas hasil kerja maupun batas waktu yg
ditargetkan.
2. Ekonomisasi atau kehematan berarti cara penggunaan sesuatu barang (hal) secara
berhati-hati dan bijak agar diperoleh hasil yg terbaik.
3. Efisiensi berarti bertindak dgn cara yg dapat meminamilisir kerugian atau pemborosan
sumber daya dalam melaksanakan atau menghasilkan sesuatu.

Berkaitan dgn kebutuhan akan pengukuran efektifitas manajemen berikut adl


pendapat Paton dan Littleton yg dikutip oleh Burrowes dan Persson (2000:87) sebagai
berikut:
Accounting exists primarily as a means of computing residuum a balance the difference
between costs (as efforts) and revenues (as accomplishments) for individual enterprises.
This difference reflects managerial effectiveness and is of particular significance to those
who furnish the capital and take the ultimate responsibility.

Pendapat tersebut kurang lbh mempunyai arti bahwa keberadaan akuntansi yg utama
adl sebagai alat utk menghitung residu saldo selisih antara beban (sebagai usaha) dan
pendapatan (sebagai pencapaian) utk perusahaan perseorangan. Selisih tersebut
merefleksikan efektifitas manajemen dan merupakan hal yg penting khusus bagi mereka yg
menyediakan modal dan memegang tanggung jawab utama.

6. Ruang Lingkup Audit Manajemen

Sesuai dengan tujuannya, audit manajemen dilaksanakan untuk meningkatkan


ekonomisasi, efisiensi,pengelolaan sumber daya, serta efektivitas pencapaian tujuan
perusahaan. Oleh karena itu, audit manajemen diarahkan untuk menilai secara keseluruhan
pengelolaan operasional objek audit, baik funsi manajerial (perencanaan, penorganisasian,
pengarahan, dan pengendalian) maupun fungsi fungsi bisnis perusahaan secara keselurahan
ditujukan untuk mencapai tujuan perusahaan.

a. Audit Manajemen pada Fungsi Pemasaran

Audit manajemen pada fungsi ini bertujuan untuk menilai bagaimana setiap
program/aktivitas pemasaran yang dilakukan mencapai tujuannya melalui pengelolaan
sumber daya yang ekonomis dan efisien. Beberapa ruang lingkup audit manajemen
pemasaran meliputi :

a) Lingkup Pemasaran
b) Strategi Pemasaran
c) Organisasi Pemasaran
d) Produktivitas Pemasaran
e) Fungsi Pemasaran

b. Audit Manajemen pada Fungsi Produksi dan Operasi

Audit manajemen pada fungsi ini bertujuan untuk melakukan pengujian terhadap ketaatan
perusahaan dalam menerapkan berbagai aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan dalam
operasi perusahaan. Di samping itu, audit pada fungsi ini juga ditujukan untuk menilai
ekonomisasi dan efisiensi pengelolaan sumber daya dan efektivitas pencapaian tujuan
perusahaan. Ruang lingkup audit ini meliputi :

a) Perencanaan produksi
b) Pengendalian kualitas (quality control)
c) Produktivitas dan efisiensi
d) Metode dan standar kerja
e) Pemeliharaan peralatan
f) Organisasi manajemen produksi dan operasi
g) Plant and layout

c. Audit Manajemen pada Fungsi Sumber Daya Manusia

Audit manajemen pada fungsi ini bertujuan untuk menilai apakah kebutuhan SDM suatu
perusahaan sudah terpenuhi dengan cara hemat, efisien, dan efektif. Ruang lingkup ini
mencakup :

a) Perencanaan tenaga kerja


b) Penerimaan karyawan
c) Seleksi
d) Orientasi dan penempatan
e) Pelatihan dan pengembangan
f) Penilaian kerja
g) Pengembangan karir
h) Sistem imbalan dan kompensasi
i) Perlindungan karyawan
j) Hubungan karyawan
k) PHK
d. Audit Manajemen pada Fungi Sistem Informasi

Audit manajemen pada fungsi system informasi menekankan pada penilaian terhadap
keandalan system informasi yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan informasi yang
diperlukan secara akurat dan tepat waktu. Dengan berkembangnya teknologi saat ini,
sebagian besar audit manajemen pada fungsi ini diarahkan untuk audit system informasi yang
berbasis computer (electronic data processing-EDP). Ruang lingkup audit ini meliputi :

a. Dukungan satuan pengolah data


b. Perencanaan pengolahan data
c. Organisasi pengolahan data
d. Pengendalian pengolahan data

7. Audit Manajemen Lingkungan

Tujuan utama audit manajemen pada fungsi ini adalah untuk menilai sejauh mana
perusahaan telah melaksanakan tanggung jawab lingkungannya. Tujuan audit ini mencakup
baik tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan internalnya maupun tanggung jawab
lingkungan eksternal.

8. Audit Sistem Manajemen Kualitas

Audit system kepastian kualitas bertujuan untuk menilai apakah system kepastian
kualitas yang diterapkan perusahaan telah mampu memandu proses operasi perusahaan untuk
dapat mencapai kualitas produk sesuai dengan standart yang ditetapkan.

9. Audit Manajemen Bidang Perpajakan

Audit perpajakan (Tax Preview) dapat membantu wajib pajak dengan melakukan
penilaian terhadap pengelolaan fungsi perpajakan untuk menentukan:

a) Apakah setiap transaksi mengandung unsur perpajakan telah dikelola dengan baik.
Dapat meminimalkan kewajiban perpajakan perusahaan (memaksimalkan deductable
expense).
b) Apakah pengelolaan fungsi perpajakan telah dilakukan dengan baik dan tidak
melanggar aturan serta ketentuan perpajakan yang berlaku.
c) Apakah penyelesaian kewajiban perpajakan perusahaan (pembayaran dan pelaporan)
telah dilakukan dengan tepat waktu.

Pelaksanaan Audit perpajakan dapat membantu perusahaan dalam mengelola


kewajiban perpajakannya dengan efektif dan efisien,sehingga perusahaan dapat
meminimalkan kewajiban perpajakannya tanpa melanggar aturan dan ketentuan perpajakan
yang berlaku.

BAB III

KESIMPULAN

Audit manajemen adalah investigasi dari suatu organisasi dalam semua aspek

kegiatan manajemen dari yang paling tinggi sampai dengan ke bawah dan pembuatan laporan

audit mengenai efektifitasnya atau dari segi profitabilitas dan efisiensi kegiatan bisnisnya.

Bidang audit manajemen tidaklah tebatas hanya pada bidang dan ruang lingkup yang

diuraikan pada bab ini, karena audit manajemen ini sangat dipengaruhi oleh komitmen dari

manajemen untuk memperbaiki setiap kekurangan yang terjadi pada perusahaan yang

dikelolanya.Bidang audit dan ruang lingkupnya bervariasi sesuai dengan kebutuhan

perbaikan yang diinginkan oleh manajemen.


REFERENSI

Bayangkara,IBK.2008.Audit Manajemen: Prosedur dan Implementasi.Jakarta:Salemba


Empat
repository.binus.ac.id/content/F0162/F016283652.ppt
http://sobatbaru.blogspot.com/2010/05/pengertian-management-audit.html