Anda di halaman 1dari 9

1. Jelaskan mengenai Postulat Koch!

Jawab:
Seorang Dokter jerman Robert Koch, pada tahun 1876 mengadakan
penelitian terhadap kuman kuman anthrax yang menyerang ternak. Dalam
penelitiannya ini ia berhasil mengasingkan kuman anthrax dalam bentuk
biakan murni (pure culture) dengan mempergunakan benihan kuman
(medium), dan membuktikan bahwa kuman-kuman yang diasingkan ini mampu
menimbulkan penyakit yang sama bila dimasukkan ke dalam tubuh binatang
percobaan yang peka.
Berdasarkan penemuan ini, Robert Koch memformulasikan kriteria
mengenai kuman-kuman ini yang kita kenal sebagai Postulat koch, yaitu :
1. Kuman harus selalu dapat ditemukan di dalam tubuh binatang yang
sakit, tetapi tidak dalam binatang yang sehat.
2. Kuman tersebut harus dapat diasingkan dan dibiakkan dalam bentuk
biakan murni di luar tubuh binatang tadi.
3. Biakan murni kuman tersebut harus mampu menimbulkan penyakit
yang sama pada binatang percobaan yang sama.
4. Kuman tersebut dapat diasingkan kembali dari binatang percobaan tadi.

Pada tahun 1900, semua jenis kuman penyebab perbagai penyakit


penting telah dapat diketahui seperti Bacillus anthracis, Corynebacterium,
Diptheriae, Salmonella typhosa, Neisseria gonorrhoeae, Clostridium
perfringens, Clostridium tetani, Singgela dysentriae, Treponema pollidum dan
lain-lain.

Sumber:

FK,UI. 1994. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta. Binarupa Aksara.

2. Jelaskan bagaimana peran abnormalitas genetic dalam menyebabkan


penyakit?beserta contohnya
Jawab:

Abnormalitas Gen

Kongenital tidak sinonim dari herediter. Abnormalitas dapat berupa


kongenital, yaitu jika terjadi pada waktu lahir dan tidak ditentukan oleh
genetik. Sebaliknya, abnormalitas yang ditentukan oleh genetik dapat
bukan kongenital, tapi mungkin dapat bermanfaat pada setiap saat dalam
kehidupannya, dan pada beberapa keadaan baru muncul pada usia
pertengahan.
Ekspektasi fenotip dari gen dapat terjadi dalam satu dari empat
macam pola keturunan: dominan otosomal, resesif otosomal, dominan
terkait X, dan resesif terkait X (mendelian). Dalam tulisan, sifat bawaan
dominan ditunjukkan dengan huruf besar, sifat bawaan resesif ditunjukkan
dengan huruf kecil. Ada tiga kemungkinan dari genotip, AA, Aa, dan aa
jika ada 2 alel, A dan a pada sebuah lokus. Individu yang mempunyai 2
gen yang sama, AA atau aa, disebut homozigot untuk gen tersebut, dan
individu yang mempunyai Aa disebut heterozigos untuk gen tersebut.
Jika individu menunjukkan gangguan dominan otosomal, maka
setidaknya satu dari orang tuanya terkena (genotip Aa atau AA) atau bisa
juga terjadi karena adanya mutasi baru (perubahan dari sebuah atau
beberapa gen) dalam sebuah sel bersih. Anak-anak pria dan wanita akan
terpengaruh pada jumlah yang sama. Setiap jenis kelamin dapat
meneruskan sifat bawaannya kepada anak pria dan wanitanya dan akan ada
transmisi vertikal dari sebuah sifat bawaan kepada generasi-generasi
seterusnya. Mutasi baru, lebih sering terjadi pada sel bersih dari ayah yang
berusia 5 sampai 7 tahun lebih tua daripada populasi ayah pada umumnya
yang meneruskan mutasi keturunan. Mutasi akibat usia orang tua yang
lanjut memegang peranan penting dalam terjadinya Sindrom Marfan dan
kerdil akondroplastik.
Gangguan dominan otosomal tidak sering terjadi. Ekspresi sifat
bawaan dari individu heterozigot dapat bervariasi sehingga beberapa
diantaranya nampak normal secara klinis. Namun, pada keadaan
homozigot keadaan klinisnya dapat secara serius atau bahkan dapat
menyebabkan kematian. Salah satu contoh adalah hiperkolesterolemi
familial. Dalam beberapa keadaan, seperti penyakit Huntington dan
penyakit ginjal polikistik, meskipun gen abnormalnya sudah ada pada
waktu konsepsi, keadaan patologisnya baru muncul pada saat dewasa.
Keadaan resesif otosomal hanya nampak bila individu yang terkena
mempunyai dua alel yang mutasi atau abnormal. Jika kedua orang tuanya
secara fenotip normal tapi heterozigot secara genotip (Aa), maka anak-
anaknya dapat terkena jika genotipnya aa. Kombinasi lain yang dapat
mengakibatkan terkenanya anak adalah jika salah satu orang tuanya
terkena (aa) dan yang lainnya heterozigot (Aa). Pria dan wanita sama
kemungkinannya untuk terkena.

Contoh-contoh dari gangguan gen tunggal

a. Dominan Otosomal
Hiperkolesterolemi familial
Penyakit ginjal polikistik
Penyakit Huntington
Sterositosis herediter
Sindrom Marfan
Penyakit von Willebrand
Osteogenesis imperfekta

b. Resesif Otosomal
Anemia sel sabit
Fibrosis kistik
Penyakit Tay-Sacha
Fenilketonuria (PKU)
Albinisme
Mukopolisakaridosis
Glycogen storage disease
Galaktosemia
Buta warna
c. Terkait X
Distrofi otot Duchenne
Hemofilia

Sickel cell anemia

Penyakit disebabkan gen resesif. Bila gen bersangakutan dalam


keadaan heterozygote, maka penderita biasanya asimtomik dan penderita
dikatakan hanya mengandung trait bagi sickle cell anemia. Tidak
berdasarkan defisiensi enzim melainkan berdasarkna produksi enzim yang
berubah sehingga protein yang terjadipun ialah protein yang abnormal,
dalam hal ini terjadi hemoglobin S yang berbeda dari pada hemoglobin
normal dalam hal satu asam amino, yaitu pada salah satu deretan asam
aminonya terdapat valine yang pada hemoglobin abnormal ini
menyebabkan eritrosit melisut pada keadaan tekanan oksigen yang
berkurang. Hemoglobinopati lain ialah penyakit hemoglobin C. Pada
penyakit ini hemoglobin mengandung lysine sedangkan seharusnya asam
glutamate.

Sumber:

Sidharta, Winiati. 2000. Etiologi dan Pencegahan Kasus Iatrogenik pada


Perawatan Konservasi Gigi. Jurnal Kedokteran Gigi Universitas
Indonesia. Vol 7: hlm 444-445.

3. Jelaskan apa itu penyakit Iatrogenik


Jawab:
Penyakit Iatrogenik adalah penyakit yang disebabkan tindakan dokter,
atau akibat dari pengobatan.
Kasus iatrogenik adalah kasus-kasus kesalahan perawatan yang dapat
mengakibatkan kegagalan, dan Seltzer menyebutnya dengan dentistogenic.
Kasus-kasus ini dapat terjadi pada restorasi gigi, perawatan endodontik.
Keadaan di atas disebabkan karena kesalahan dalam menentukan diagnosis,
tidak tepatnya seleksi kasus yaitu menentukan jenis tumpatan ataupun jenis
perawatan untuk kasus-kasus tertentu, serta prosedur perawatannya.

Penyebab Iastrogenesis:
1) Kesalahan medis, penulisan resep obat yang buruk (tidak terbaca)
2) Kealpaan tenaga kesehatan
3) Prosedur, teknik, informasi dan metode yang tidak tepat
4) Interaksi obat akibat kesalahan peresepan dan polifarmasi
5) Efek samping obat
6) Penggunaan obat yang berlebihan dan ketidakpatuhansehingga
menyebab kanresistensi obat
7) Infeksi nosokomial
8) Tranfusi darah
9) Distress emosi yang membahayakan
Masalah iastrogenik yang sering ditemukan pada usia lanjut :
1) Overzealus labeling
2) Demensia
3) Inkontinensia
4) Underdiagnosis
5) Istirahat di tempat tidur
6) Polifarmasi
7) Ketidaktergantungan yang dipaksakan
8) Gangguan lingkungan

Macam-macam Iatrogenesis
1) Iatrogenic infeksi
2) Iatrogenic Malnutrisi
3) Iatrogenic insiden kurang baik
4) Iatrogenic gangguan tidur/siklus bangun
5) Iatrogenic imobiliti
6) Iatrogenic berhubungan dengan obat-obatan
7) Iatrogenic klinik
8) Iatrogenic social
9) Iatrogenic cultural

Pencegahan
1) Gunakan obat seminimal mungkin dan regimen dosis
sesederhana mungkin.Startlow, go slow, but use enough, yaitu
mulai menggunakan obat dengan takaran yang serendah
mungkin yang masih mempunyai efek pengobatan dan naikkan
secara perlahan-lahan sampai tercapai efek pengobatan
seoptimal mungkin.
2) Gunakan nobat yang mempunyai efek samping minimal.
3) Pengobatan sesuai diagnosis dan hindari pengobatan
berdasarkan gejala dantanda, serta evaluasi kembali obat-obat
yang telah diberikan secara berkala.
4) Jangan tambahkan obat untuk mengatasi efek samping obat
lain yang digunakan.
5) Jika ingin mengganti atau mengkombinasi obat untuk suatu
diagnosis, hendaknya dosis maksimal tercapai dulu dan
kurangi jumlah obat. Bentuk sediaan obat yang digunakan
yang tepat.
6) Etiket/label yang digunakan pada obat yang tepat.
7) Keluarga dan pengasuh perlu dilibatkan dalam pemberian obat.
8) Biaya obat yang terjangkau, dengan mutu dan keamanan yang
terjamin.

Sumber:
http://www.scribd.com/doc/117815428/PTM-Iastrogenesis-Pada-Lansia
Muda, Ahmad A.K.. 1994. Kamus Lengkap Kedokteran. Surabaya:
Gramedia Pers
4. Jelaskan mengapa epidemiologi sering disebut patologi populasi dan apa
perannya terhaddap sebab-sebab penyakit

Epidemiologi sering disebut sebagai patologi populasi karena


sering menyediakan petunjuk penting terhadap sebab-sebab penyakit.
Contohnya, pada daerah tertentu atau kelompok individu insident actual
suatu penyakit melampaui insiden yang yang diperkirakan, ini memberi
arahan bahwa penyakit dapat diakibatkan oleh :

Predisposisi genetic lebih prevalen pada populasi tersebut.


Sebab lingkungan lebih prevalen pada populasi tersebut.
Kombinasi genetic dan faktor lingkungan.

Peran epidemiologi terhadap sebab-sebab penyakit :


Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi timbulnya gangguan
kesehatan atau penyakit dalam suatu masyarakat tertentu dalam
usaha mencari data untuk pencegahan dan penanggulangannya.
Menyiapkan data atau informasi untuk keperluan perencanaan
program dengan menilai status kesehatan masyarakat serta memberi
gambaran tentang kelompok penduduk yang terancam.
Membantu menilai berbagai hasil dari setiap bentuk program
kesehatan.
Mencari dan mengembangkan metodologi dalam menganalisis
penyakit serta cara menanggulanginya, baik penyakit perorangan
(dianalisis dalam kelompok) maupun Kejadian Luar Biasa dalam
masyarakat.

Sumber :
Blogspot. 2011. Konsep Dasar Penyakit.
http://populerkan.blogspot.in/2011/02/konsep-dasar-penyakit.html.

TUGAS
DASAR BIOMEDIK III
Dosen Pengampu: dr. Arulita Ika Fibriana. M. Kes.

Disusun Oleh:

Nama : Ais Dafitri


NIM : 6411415066
Rombel : 03

JURUSAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016