Anda di halaman 1dari 7

RENCANA KERJA

PENANGULANGAN BENCANA
No.Dok : TU/KA- /2016
No. Revisi : 00
KERANGK Tanggal Terbit : 03 Maret
A ACUAN 2016
Halaman : 1 dari 7

PUSKESMA
dr. Wahyudi
S
NIP.
KARANGDO 19641110.200904.1.001
RO

A. PENANGGULANGAN BENCANA
1. Pengertian
a. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang
mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan
masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau
faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan
timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian
harta benda dan dampak psikologis.
b. Status keadaan darurat bencana adalah suatu keadaan yang
ditetapkan oleh Kepala puskesmas Puskesmas untuk jangka
waktu tertentu atas dasar rekomendasi Tim Penanggulangan
Bencana yang diberi tugas untuk menanggulangi bencana. Status
keadaan darurat dimulai sejak status siaga darurat, tanggap
darurat dan transisi dari darurat ke pemulihan.
c. Tanggap Darurat adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan
dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani
dampak buruk yang ditimbulkan, yang meliputi kegiatan
penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan
kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi,
penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan sarana.
d. Bantuan darurat bencana adalah upaya memberikan bantuan
untuk memenuhi kebutuhan dasar pada saat status keadaan
darurat.
e. Korban bencana adalah orang atau sekelompok orang yang
menderita atau meninggal dunia akibat bencana.
f. Penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah
serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan
pembangunan yang berisiko timbulnya bencana, kegiatan
pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi
g. Pencegahan bencana adalah serangkaian kegiatan yang
dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan risiko
bencana, baik melalui pengurangan ancaman bencana maupun
kerentanan pihak yang terancam bencana.
h. Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan

1
RENCANA KERJA
PENANGULANGAN BENCANA
No.Dok : TU/KA- /2016
No. Revisi : 00
KERANGK Tanggal Terbit : 03 Maret
A ACUAN 2016
Halaman : 2 dari 7

PUSKESMA
dr. Wahyudi
S
NIP.
KARANGDO 19641110.200904.1.001
RO

untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta


melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna.
i. Peringatan dini adalah serangkaian kegiatan pemberian
peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang
kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh
lembaga yang berwenang.
j. Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko
bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran
dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana
k. Risiko bencana adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat
bencana pada suatu wilayah dan kurun waktu tertentu yang
dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa
aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan
gangguan kegiatan masyarakat.
l. Rehabilitasi adalah perbaikan dan pemulihan semua aspek
pelayanan publik atau masyarakat sampai tingkat yang memadai
pada wilayah pascabencana dengan sasaran utama untuk
normalisasi atau berjalannya secara wajar semua aspek
pemerintahan dan kehidupan masyarakat pada wilayah pasca
bencana.
m. Rekonstruksi adalah pembangunan kembali semua prasarana
dan sarana, kelembagaan pada wilayah pascabencana, baik pada
tingkat pemerintahan maupun masyarakat dengan sasaran utama
tumbuh dan berkembangnya kegiatan perekonomian, social dan
budaya, tegaknya hukum dan ketertiban, dan bangkitnya peran
serta masyarakat dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat
pada wilayah pascabencana.
n. Wilayah bencana adalah wilayah tertentu yang terkena

2. Jenis Bencana
1) Kebakaran
Kebakaran bisa terjadi pada Puskesmas akibat korsleting listrik,
ledakan gas, rokok yang dibuang sembarangan. Korban
kebakaran bisa terjadi luka bakar, trauma, sesak nafas, gangguan
psikologis dan meninggal.
2) Kecelakaan Akibat B3

2
RENCANA KERJA
PENANGULANGAN BENCANA
No.Dok : TU/KA- /2016
No. Revisi : 00
KERANGK Tanggal Terbit : 03 Maret
A ACUAN 2016
Halaman : 3 dari 7

PUSKESMA
dr. Wahyudi
S
NIP.
KARANGDO 19641110.200904.1.001
RO

Kecelakaan akibat zat-zat berbahaya meliputi kebocoran atau


tumpahan atau sengaja mengeluarkan cairan dan gas yang
mudah terbakar, zat-zat yang bersifat korosif, beracun, zat-zat
radioaktif.
3) Gempa Bumi
Lokasi kepulauan di Indonesia berada pada area lempengan bumi
di bawah laut yang sewaktu-waktu dapat bergerak dan
menghasilkan gempa, dan kepulauan di Indonesia memiliki
banyak gunung berapi yang sangat memungkinkan terjadinya
gempa bumi.
4) Kejadian Luar Biasa (KLB)
Kejadian luar biasa(KLB) adalah suatu kejadian
kesakitan/kematian dan atau meningkatnya suatu kejadian
kesakitan/kematian yang bermakna secara epidemiologis pada
suatu kelompok penduduk dalam kurun waktu tertentu. KLB yang
mungkin terjadi adalah Diare, Demam Berdarah, Difteri, dsb.
5) Banjir
Banjir merupakan bencana yang bisa terjadi di akibat luapan
sungai atau hujan yang sangat deras.
6) Kecelakaan Massal
Area puskesmas dilewati oleh jalan propinsi yang arus lalu
lintasnya sangat padat. Dengan kepadatan yang begitu tinggi
kemungkinan kecelakaan lalu lintas juga sangat besar.

B. PROGRAM KEWASPADAAN, PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN


BENCANA
Penyelenggaraan program kewaspadaan, pencegahan dan pengendalian
bencana, sesuai tahapannya adalah sebagai berikut :
1. Pra Bencana
Penyelenggaraan program kewaspadaan, pencegahan dan
pengendalian bencana pada tahap pra bencana meliputi:
a. Dalam situasi tidak terjadi bencana, meliputi:
1) Perencanaan Penanggulangan Bencana;
2) Pengurangan Risiko Bencana;
3) Pencegahan;
4) Pemaduan Dalam Perencanaan Pembangunan;

3
RENCANA KERJA
PENANGULANGAN BENCANA
No.Dok : TU/KA- /2016
No. Revisi : 00
KERANGK Tanggal Terbit : 03 Maret
A ACUAN 2016
Halaman : 4 dari 7

PUSKESMA
dr. Wahyudi
S
NIP.
KARANGDO 19641110.200904.1.001
RO

5) Persyaratan Analisis Risiko Bencana;


6) Pelaksanaan Dan Penegakan Rencana Tata Ruang;
7) Pendidikan Dan Pelatihan; dan
8) Persyaratan Standar Teknis Penanggulangan Bencana.
b. Dalam situasi terdapat potensi terjadinya bencana, meliputi:
1) Kesiapsiagaan;
2) Peringatan dini; dan
3) Mitigasi bencana.
c. Pelatihan uji coba kesiapan petugas
d. Pemenuhan sarana dan prasarana
e. Pemasangan rambu evakuasi bencana
f. Pemberian APD untuk petugas di tempat beresiko
g. Sosialisasi pedoman penanggulangan bencana ke seluruh
karyawan di RS
h. Inventarisasi tempat-tempat beresiko/denah
i. Upaya pencegahan/pengendalian bencana tempat beresiko

2. Saat Tanggap Darurat Bencana, kegiatannya meliputi :


a. Penyelamatan dan Evakuasi Masyarakat Terkena Bencana.
1) Kemudahan akses dalam penyelamatan dilakukan melalui
pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban bencana. Untuk
memudahkan penyelamatan korban bencana dan harta
benda, Kepala Puskesmas mempunyai kewenangan :
- Menyingkirkan dan/atau memusnahkan barang atau benda
di lokasi bencana yang dapat membahayakan jiwa;
- Menyingkirkan dan/atau memusnahkan barang atau benda
yang dapat mengganggu proses penyelamatan;
- Memerintahkan orang untuk keluar dari suatu lokasi atau
melarang orang untuk memasuki suatu lokasi;
- Mengisolasi atau menutup suatu lokasi baik milik publik
maupun pribadi;
- Memerintahkan kepada pimpinan instansi/lembaga terkait

4
RENCANA KERJA
PENANGULANGAN BENCANA
No.Dok : TU/KA- /2016
No. Revisi : 00
KERANGK Tanggal Terbit : 03 Maret
A ACUAN 2016
Halaman : 5 dari 7

PUSKESMA
dr. Wahyudi
S
NIP.
KARANGDO 19641110.200904.1.001
RO

untuk mematikan aliran listrik, gas, atau


menutup/membuka pintu air.
2) Pertolongan darurat bencana diprioritaskan pada pasien atau
karyawan yang terkena bencana yang mengalami luka parah
dan kelompok rentan.
b. Pengkajian Secara Cepat dan Tepat Terhadap Lokasi,
Kerusakan, Kerugian, dan Sumber Daya.
c. Penentuan Status Keadaan Darurat Bencana;
Penetapan status dan tingkat bencana memuat indikator yang
meliputi :
1) Jumlah korban;
2) Kerugian harta benda;
3) Kerusakan prasarana dan sarana;
4) Cakupan luas wilayah yang terkena bencana; dan
5) Dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan.

d. Pemenuhan Kebutuhan Dasar.


1) Pemenuhan kebutuhan dasar meliputi bantuan penyediaan:
a) Kebutuhan air bersih dan sanitasi;
b) Pangan;
c) Sandang;
d) Pelayanan kesehatan;
e) Pelayanan psikososial; dan
f) Penampungan serta tempat hunian.

2) Pengadaan barang/jasa meliputi peralatan dan/atau jasa


untuk:
a) Pencarian dan penyelamatan korban bencana;
b) Pertolongan darurat;
c) Evakuasi korban bencana;
d) Kebutuhan air bersih dan sanitasi;
e) Pangan;
f) Sandang;
g) Pelayanan kesehatan; dan
h) Penampungan serta tempat hunian sementara.

5
RENCANA KERJA
PENANGULANGAN BENCANA
No.Dok : TU/KA- /2016
No. Revisi : 00
KERANGK Tanggal Terbit : 03 Maret
A ACUAN 2016
Halaman : 6 dari 7

PUSKESMA
dr. Wahyudi
S
NIP.
KARANGDO 19641110.200904.1.001
RO

2. Pascabencana
Penyelenggaraan program kewaspadaan, pencegahan dan
pengendalian bencana pada tahap pasca bencana terdiri atas :
a. Rehabilitasi, melalui kegiatan:
1) Perbaikan lingkungan daerah bencana;
2) Perbaikan prasarana dan sarana umum;
3) Pemulihan sosial psikologis;
4) Pelayanan kesehatan;
5) Pemulihan sosial, ekonomi
6) Pemulihan keamanan dan ketertiban;
7) Pemulihan fungsi pelayanan publik.

b. Rekonstruksi
Rekonstruksi pada wilayah pascabencana dilakukan melalui
kegiatan:
1) Pembangunan kembali prasarana dan sarana;
2) Penerapan rancang bangun yang tepat dan
3) Penggunaan peralatan yang lebih baik dan tahan bencana;
4) Partisipasi dan peran serta lembaga dan organisasi
kemasyarakatan, dunia usaha dan masyarakat;
5) Peningkatan kondisi sosial, ekonomi.
6) Peningkatan fungsi pelayanan publik;
7) Peningkatan pelayanan utama dalam masyarakat.

C. URAIAN TUGAS
Uraian tugas yang dimaksud disini adalah tugas dan tanggung jawab
yang dimiliki oleh setiap personal dalam sistem penanganan bencana di
puskesmas sesuai dengan struktur yang telah disusun. Struktur ini
diaktifkan saat terjadinya situasi bencana baik di dalam puskesmas
maupun penanganan korban bencana dari luar puskesmas .
1. Kepala puskesmas
Bertanggung Jawab Kepada Kepala Dinas Kesehatan
Bertanggung Jawab untuk Mengatur pengelolaan penanganan bencana
dan korban bencana di puskesmas
TUGAS:

6
RENCANA KERJA
PENANGULANGAN BENCANA
No.Dok : TU/KA- /2016
No. Revisi : 00
KERANGK Tanggal Terbit : 03 Maret
A ACUAN 2016
Halaman : 7 dari 7

PUSKESMA
dr. Wahyudi
S
NIP.
KARANGDO 19641110.200904.1.001
RO

a. Memberi arahan kepada Komandan Bencana untuk pengelolaan


penanganan korban
b. Melaporkan proses penanganan bencana kepada kepala dinas
kesehatan
c. Memberikan briefing kepada komandan bencana, ketua medical
support dan ketua management support
d. Memberikan informasi terkait proses penangan bencana kepada
pihak lain di luar puskesmas
e. Melakukan evaluasi pelaksanaan pelayanan bencana puskesmas

2. Kepala TU / Komandan Bencana


Bertanggung Jawab Kepada : Kepala Puskesmas
Bertanggung jawab Untuk : Mengkoordinir pelaksanaan Pelayanan
Medis, Keuangan,SDM, Logistik dan Operasional, dan Penunjang Medik
TUGAS:
a. Merencanakan dan mengendalikan pelayanan medis dan non medis
b. Memberikan laporan kepada Kepala Puskesmas terkait proses
tersebut diatas.
c. Menindaklanjuti upaya permintaan bantuan oleh Kepala Puskesmas
d. Memastikan proses penanganan korban dan sumber pendukungnya
terlaksana dan tersedia sesuai kebutuhan.
e. Melakukan koordinasi kerja kepada instansi lain dan puskesmas
jejaring

D. AREA BERKUMPUL TERBUKA / TITIK AMAN


Area tempat berkumpul (titik aman berkumpul) saat terjadinya bencana
internal bagi pasien, petugas dan pengunjung/ keluarga pasien, terletak
di depan puskesmas.

Anda mungkin juga menyukai