Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

AKUNTANSI INTERNASIONAL

AKUNTANSI BAGI PERUBAHAN HARGA

Disusun oleh :

IKHA FATMAWATI (131120000586)

SINUNG AYU DANESWARI (131120000590)

DEBY TERECYA (131120000593)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA

(UNISNU) JEPARA 2014


DAFTAR ISI

HALAMAN MUKA .............................................................................................. 1

DAFTAR ISI ........................................................................................................... 2

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 3

A. Latar Belakang.......................................................................................... 3

B. Rumusan Masalah .................................................................................... 3

BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................... 4

A. Definisi Perubahan Harga......................................................................... 4

B. Mengapa Laporan Keuangan Memiliki Potensi Untuk Menyesatkan


Selama Periode Perubahan Harga? ..................................................................... 4

C. Jenis Penyesuaian Inflasi .......................................................................... 5

1. Penyesuaian Tingkat Harga Umum ...................................................... 5

2. Penyesuaian Biaya Kini ........................................................................ 6

D. Sudut Pandang Internasional Terhadap Akuntansi Inflasi ....................... 6

E. Keuntungan Dan Kerugian ..................................................................... 10

1. Inflasi .................................................................................................. 10

2. Kepemilikan ........................................................................................ 11

F. Akuntansi Untuk Inflasi Diluar Negeri ...................................................... 11

BAB III KESIMPULAN ...................................................................................... 12

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Akuntansi bagi perubahan harga secara khusus berhubungan erat
dengan manajer-manajer perusahaan multinasional karena tingkat inflasi
bervariasi secara substansial antara suatu negara dengan negara lainnya,
sehingga meningkatkan kemungkinan dipengaruhinya pelaporan hasil-hasil
operasi oleh efek-efek distortif dari inflasi. Inflasi lokal mempengaruhi kurs
yang digunakan untuk menetranslasikan saldo-saldo valuta asing kedalam
vakuta domestiknya yang ekivalen. Jadi, dalam akuntansi operasi luar negeri
sulit untuk memisahkan isu translasi valuta asing dari isu inflasi.
Karena inflasi mengikis standar penghasilan tetap dan memperumit
pengambilan keputusan bisnis secara signifikan, terjadinya kegelisahan
politik dan sosial yang luas. implikasi langsung dari kenyataan diatas, paling
tidak bagi kalangan bisnis, adalah bahwa inflasi merupakan sebuah fenomena
yang sebagian besar berada diluar kendali manajemen dan para manajer harus
belajar menanggulanginya. Dalam hal ini, program-program penentuan harga
yang rasional, program produktivitas, dan manajemen aser merupakan
perangkat-perangkat manajemen yang berharga. Teknik-teknik manajemen
inflasi yang efektif, sebaliknya, sangat tergantung pada suatu sistem
informasi yang memungkinkan para manajer untuk mengukur efek-efek
distortif dari inflasi terhadap kinerja perusahaan dan elemen-elemen posisi
keuangan. Data-data akuntansi yang mencerminkan efek-efek perubahan
harga sangat diperlukan.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah definisi dari perubahan harga?
2. Mengapa laporan keuangan memiliki potensi untuk menyesatkan selama
periode perubahan harga?
3. Apa sajakan jenis penyesuaian inflasi?
4. Bagaimana sudut pandang internasonal terhadap akuntansi inflasi?
5. Apa keuntungan dan kerugian inflasi keuntungan dan kerugian
kepemilikan?
6. Seperti apa akuntansi untuk inflasi diluar negeri?

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Perubahan Harga


Untuk memahami makna istilah perubahan harga (changing prices),
harus dibedakan antara pergerakan harga umum dan pergerakan harga
spesifik, yang keduanya masuk dalam istilah perubahan harga itu.

1. Perubahan harga umum


Suatu perubahan harga umum terjadi apabila secara rata-rata harga seluruh
barang dan jasa dalam suatu perekonomian mengalami perubahan. Unit-
unit moneter memperoleh keuntungan atau mengalami kerugian daya beli.
Kenaikan harga secara keseluruhan disebut inflasi (inflation), sedangkan
penurunan harga disebut deflasi (deflation).
2. Perubahan harga spesifik
Perubahan harga spesifik mengacu pada perubahan dalam harga barang
atau jasa tertentu yang disebabkan oleh perubahan dalam permintaan dan
penawaran.

B. Mengapa Laporan Keuangan Memiliki Potensi Untuk Menyesatkan


Selama Periode Perubahan Harga?
Selama periode inflasi, nilai aktiva yang dicatat sebesar biaya akuisisi
awalnya jaang mencerminkan nilai terkininya (yang lebih tinggi). Nilai aktiva
yang dinyatakan lebih rendah menghasilkan beban yang dinilai lebih rendah
dan laba yang dinilai lebih tinggi. Nilai aktiva yang dinyatakan lebih rendah
menghasilkan beban yang dinilai lebih rendah dan laba yang dinilai lebih
tinggi.

Dari sudut pandang manajemen, ketidakakuratan pengukuran ini mendistorsi:

1. Proyeksi keuangan yang didasarkan pada data seri waktu historis


2. Anggaran yang menjadi dasar pengukuran kinerja
3. Data kinerja yang tidak dapat mengisolasi pengaruh inflasi yang tidak
dapat dikendalikan.

4
Laba yang dinilai lebih pada gilirannya akan menyebabkan:
1. Kenaikan dalam proporsi pajak.
2. Permintaan dividen lebih banyak dari pemegang saham.
3. Permintaan gaji dan upah yang lebih tinggi dari para pekerja.
4. Tindakan yang merugikan dari Negara tuan rumah (seperti pengenaan
pajak keuntungan yang sangat besar).
Kegagalan untuk menyesuaikan data keuangan perusahaan terhadap
perubahan dalam daya beli unit moneter juga menimbulkan kesulitan bagi
pembaca laporan keuangan untuk menginterpretasikan dan membandingkan
kinerja operasi perusahaan yang dilaporkan.

Fungsi mengakui pengaruh inflasi secara eksplisit yaitu :


1. Pengaruh perubahan harga sebagian bergantung pada transaksi dan
keadaan yang dihadapi suatu perusahaan. Para pengguna tidak memiliki
informasi yang lengkap mengenai faktor-faktor ini.
2. Mengelola masalah yang ditimbulkan oleh perubahan harga bergantung
pada pemahaman yang akurat atas permasalahan tersebut. Pemahaman
yang akurat memerlukan kinerja usaha yang dilaporkan dalam kondisi-
kondisi yang memperhitungkan pengaruh perubahan harga.
3. Laporan dari para manajer mengenai permasalahan yang disebabkan oleh
perubahan harga lebih mudah dipercaya apabila kalangan usaha
menerbitkan informasi keuangan yang membahas masalah-masalah
tersebut.

C. Jenis Penyesuaian Inflasi


Setiap jenis perubahan harga memiliki pengaruh yang berbeda
terhadap ukuran-ukuran posisi keuangan dan kinerja operasi suatu
perusahaan.

1. Penyesuaian Tingkat Harga Umum


Jumlah mata uang yang disesuaikan terhadap perubahan tingkat
harga umum (daya beli) disebut mata uang konsatan biaya historis atau
ekuivalen daya beli umum. Sebagai contoh, selama periode kenaikan
harga, aktiva berumur panjang yang dilaporkan didalam neraca sebesar

5
biaya akuisisi awalnya dinyatakan dalam mata uang nominal. Apabila
biaya historisnya tersebut dialokasikan terhadap laba periode kini (dalam
bentuk beban depresiasi), pendapatan, yang mencerminkan daya beli kini,
ditandingkan dengan biaya yang mencerminkan daya beli (yang lebih
tinggi) dari periode terdahulu saat aktiva tersebut dibeli. Oleh sebab itu,
jumlah nominal harus disesuaikan untuk perubahan dalam daya beli umum
uang agar dapat ditandingkan secara tepat dengan transaksi kini.

Indeks Harga

Perubahan tingkat harga umum biasanya diukur dengan tingkat harga.

Suatu indeks harga adalah rasio biaya.

Penggunaan Indeks Harga

Angka indeks harga digunakan untuk mentranslasikan jumlah uang


yang dibayarkan selama periode terdahulu menjadi ekuivalen daya beli
pada akhir periode.

Angka angka tingkat harga yang telah disesuaikan tidak mewakili


biaya kini pos-pos yang dimaksud atau angka-angka tersebut masih
merupakan biaya historis, angka angka biaya historis hanya disajikan
ulang dalam unit pengukuran yang baru daya beli umum pada akhir
periode.

2. Penyesuaian Biaya Kini


Model biaya kini berbeda dengan akuntansi yang konvesional
dalam dua aspek utama. Pertama, aktiva tetap dinilai berdasarkan biaya
kini dan bukan biaya historis. Kedua, laba adalah jumlah sumber daya
yang dapat didistribusikan oleh perusahaan dalam suatu periode (tanpa
memperhitungkan komponen pajak), namun tetap dapat mempertahankan
kapasitas produktif atau modal fisik perusahaan.

D. Sudut Pandang Internasional Terhadap Akuntansi Inflasi


Berbagai negara telah mencoba metode inflasi yang berbeda. Praktik
aktual juga mencerminkan pertimbangan paragmatis seperti parahnya laju
inflasi nasional dan pandangan pihak yang secara langsung dipengaruhi oleh

6
angka akuntansi inflasi. Mengamati beberapa metode akuntansi inflasi yang
berbeda sangat bermanfaat pada saat menilai kondisi paling mutakhir saat ini.

1. Amerika Serikat
Pada tahun 1979, FSAB mengeluarkan Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (statement of financial accounting standards-SFAS) No. 33.
Berjudul pelaporan keuangan dan perubahan harga, pernyataan ini
mengharuskan perusahaan-perusahaan AS yang memiliki persediaan dan
aktiva tetap bernilai lebih dari $125 juta atau aktiva lebih dari $1 miliyar,
untuk selama 5 tahun mencoba melakukan pengungkapan daya beli
konstan biaya historis sebagai kerangka dasar pengukuran dasar untuk
laporan keuangan utama.
Banyak pengguna dan penyusun informasi keuangan yang telah sesuai
dengan SFAS No.33 mengemukakan bahwa :
Pengungkapan ganda yang diwajibkan oleh FASB membingungkan.
Biaya untuk penyusunan pengungkapan ganda ini terlalu besar.
Pengungkapan daya beli konstan biaya historis tidak terlalu
bermanfaat bila dibandingkan data biaya kini.
Akhirnya diterbitkan SFAS N0.88 untuk membantu perusahaan yang
melaporkan pengaruh pernyataan atas harga yang berubah dan menjadi
titik awal standar akuntansi inflasi masa depan. Perusahaan pelapor
didorong untuk mengungkapkan informasi berikut untuk masing-masing
dari 5 tahun terakhir :
Penjualan bersih dan pendapatan operasi lainnya.
Laba dari operasi yang berjalan berdasarkan dasar biaya kini.
Kenaikan atau penurunan dalam biaya kini atau jumlah yang dapat di
pulihkan.
Setiap agregat penyesuaian translasi mata uang asing berdsarkan biaya
kini, yang timbul dari proses konsolidasi.
Aktiva bersih pada akhir tahun menurun dasar biaya kini.
Laba per saham menurut dasat biaya kini.
Deviden per saham biasa.
Harga pasar akhir tahun per lembar saham biasa

7
Tingkat indeks harga konsumen yang di gunakan untuk mengukur
laba dari operasi berjalan.
Panduan pengungkapan SFAS No.88 juga mencakup operasi luar negeri
yang dimasukkan dalam laporan konsolidasi induk perusahaan dari AS
perusahaan yang , engadopsi dolar sebagai mata uang fungsional untuk
mengukur operasi luar negerinya memandang operasi-operasi dari sudut
pandang mata uang induk perusahaan.
Akibatnya akun-akun operasi harus ditranslasi ke dalam dolar, kemudian
disesuaikan dengan inflasi AS. Perusahaan multinasional yang
mengadopsi mata uang local sebagai mata uang fungsional untuk
kebanyakan operasi luar negerinya menggunakan sudut pandang mata
uang local.
FASB memperbolehkan perusahaan tersebut untuk mengunakan metode
translasi sajikan ulang atau menyesuaikan diri terhadap inflasi luar negeri
dan kemudian melakukan translasi kedalam dolar AS. Dengan demikian,
penyesuai terhadap data biaya kini untuk mencerminkan inflasi dapat
didasarkan pada indeks tingkat harga umum AS atau luar negeri.

2. Inggris
Komite Standar Akuntansi Inggris (Accounting Standard Commitee-ASC)
menerbitkan Pernyataan Standard Praktik Akuntansi 16 (Statement Of
Standard Accounting Practice-SSAP 16). Perbedaan SSAP 16 dengan
SFAS 33 yaitu :
Apabila standar AS mengharuskan akuntansi dolar konstan dan biaya
kini, SSAP 16 mengadopsi hanya metode biaya kini untuk pelaporan
eksternal.
Apabila penyesuaian inflasi AS berpusat pad laporan laba rugi,
laporan biaya kini di Inggris mewajibkan baik laporan laba rugi dan
neraca biaya kini, beserta pencatatan penjelasan.
Standar di Inggris memperbolehkan tiga pilihan pelaporan :
Menyajikan akun-akun biaya kini sebagai laporan keuangan dasar
dengan akun-akun pelengkap biaya historis.

8
Menyajikan akun-akun biaya historis sebagai laporan keuangan dasar
dengan akun-akun pelengkap biaya kini.
Menyediakan akun-akun biaya kini sebagai satu-satunya akun yang
dilengkapi dengan informasi biaya historis yang memadai.
Dengan perlakuan keuntungan dan kerugian yang terkait dengan pos-pos
moneter, FAS 33 menharuskan pengungkapan terpisah untuk tiap-tiap
angka. SSAP 16 mengaharuskan dua angka yang keduanya mencerminkan
pengaruh perubahan harga spesifik, yaitu Penyesuaian modal kerja
moneter ( Monetary Working Capital Adjustment) / MWCA mengakui
pengaruh perubahan harga khusus terhadap total jumlah modal kerja yang
digunakan oleh perusahaan dalam operasinya. Dan Mekanisme
Penyesuaian Memungkinkan pengaruh perubahan harga spesifik terhadap
aktiva non moneter perusahaan.

3. Brasil
Walaupun tidak lagi diwajibkan akuntansi inflasi yang direkomendasikan
di Brasil hari ini mencerminkan 2 kelompok pilihan pelaporan Hukum
Perusahaan Brasil dan Komisi Pengawasan Pasar Modal Brasil.
Penyesuaian inflasi yang sesuai dengan hukum perusahaan menyajikan
ulang akun-akun aktiva permanen dan ekuitas pemegang saham dengan
menggunakan indeks harga yang diakui oleh pemerintah federal untuk
mengukur devaluasi matauanglokal.
Penyesuaian inflasi terhadap aktiva permanen dan ekuitas pemegang
saham disajikan bersih terhadap jumlah lebih yang diungkapkan secara
terpisah dalam laba kini sebagai keuntungan atau kerugian koreksi
moneter.
Penyesuaian tingkat harga terhadap ekuitas pemegang saham merupakan
jumlah investasi pemegang saham pada awalperiode yang harus tumbuh
agar tidak tertingla dengan laju inflasi. Penyesuaian aktiva permanen yang
lebih kecil daripada penyesuaian ekuitas menyebabkan kerugian daya beli
yang mencerminkan resiko yang dihadapi perusahan terhadap aktiva
moneter bersihnya.

9
4. Badan Standar Akuntansi Internasional
IASB telah menyimpulkan bahwa laporan posisi keuangan dan kinerja
operasi dalam mata uang lokal menjadi tidak berarti lagi dalam suatu
lingkungan yang mengalami hiperinflasi. Secara khusus laporan keuangan
suatu perusahaan yang melakukan pelaporan dalam mata uang
perekonomian hiperinflasi, apakah didasarkan pada kerangka penilaian
biaya historis atau biaya kini, harus disajikan ulang sesuai dengan daya
beli konstan pada tanggal neraca. Aturan ini juga berlaku untuk angka
terkait dalam periode sebelumnya. Keuntungan atau kerugian daya beli
yang terkait dengan posisi kewajiban atau aktiva moneter bersih
dimasukan kedalam laba kini. Perusahaan yang melakukan pelaporan juga
harus mengungkapkan :
Fakta bahwa penyajian ulang untuk perubahan dalam daya beli unit
pengukuran telah dilakukan.
Kerangka dasar penilaian aktiva yang digunakan dalam laporan
keuangan utama yaitu penilaian biaya historis atau biaya kini.
Identitas dan tingkat indeks harga pada tanggal neraca, beserta dengan
perubahannya selama periode pelaporan.
Keuntungan atau kerugian moneter bersih selama periode tersebut.

E. Keuntungan Dan Kerugian

1. Inflasi
Perlakuan keuntungan dan kerugian pos-pos moneter (yaitu kas,
piutang, dan utang) tergolong kontroversial. Penelitian kami terhadap
praktik di berbagai negara mengungkapkan perbedaan yang penting dalam
hal ini.

Di Amerika, keuntungan atau kerugian pos-pos moneter ditentukan


dengan menyajikan ulang dalam dolar konstan, saldo awal dan saldo akhir.
Serta transaksi dalam, seluruh aktiva dan kewajiban moneter (termasuk
utang jangka panjang), angka yang dihasilkan diungkapkan sebagai saldo

10
terpisah. Perlakuan ini memandang keuntungan dan kerugian pos-pos
moneter sebagai hal yang berbeda dari jenis pendapatan yang lain.

2. Kepemilikan
Akuntansi untuk biaya kini membagi total laba menjadi 2 bagian :

Laba operasi (perbedaan antara pendapatan kini dan biaya kini sumber
daya yang dikonsumsi).
Keuntungan yang belum direalisasi yang imbul dari kepemilikan
aktiva nonmoneter dengan nilai pengganti yang meningkat bersamaan
dengan inflasi.

Kenaikan dalam biaya penggantian aktiva operasi yaitu proyeksi arus


keluar yang lebih tinggi untuk mengganti peralatan, bukanlah suatu
keuntungan baik itu direalisasikan atau tidak. Apabila laba berbasis biaya
kini mengukur perkiraan kekayaan perusahaan yang dapat digunakan,
maka perubahan biaya kini persediaan, aktiva tetap dan aktiva operasi
lainnya merupakan revaluasi equitas pemilik yang merupakan bagian dari
laba yang harus disimpan oleh perusahaan untuk mempertahankan modal
fisiknya.

F. Akuntansi Untuk Inflasi Diluar Negeri


Para investor memberi perhatian terhadap potensi perusahaan untuk
menghasilkan deviden, karena nilai investasi mereka sangat tergantung pada
deviden dimasa depan. Potensi suatu perusahaan untuk menghasilkan deviden
berkaitan langsung dengan kapasitasnya untuk memproduksi barang dan jasa.

Jika suatu perusahaan mempertahankan kapasitas produksinya, baru


ada suatu deviden masa depan yang dapat dipertimbangkan. Menyajikan
ulang akun-akun perusahan luar negeri dan domestik menjadi ekuivalen harga
kini akan menghasilkan informasi yang relevan dengan keputusan. Informasi
ini memberikan kesempatan kepada investor untuk memperoleh informasi
sebanyak mungkin yang menyangkut deviden dimasa depan. Jauh lebih
mudah untuk membandingkan dan mengevaluasi hasil konsolidasi seluruh
perusahaan daripada yang dilakukan dewasa ini.

11
BAB III
KESIMPULAN

Dari penjabaran di atas dapat disimpulkan bahwa perubahan harga dibedakan


antara pergerakan harga umum dan pergerakan harga spesifik. Kegagalan untuk
menyesuaikan data keuangan perusahaan terhadap perubahan dalam daya beli unit
moneter juga menimbulkan kesulitan bagi pembaca laporan keuangan untuk
menginterpretasikan dan membandingkan kinerja operasi perusahaan yang
dilaporkan. Penyesuaian inflasi dibedakan menjadi dua metode yaitu penyesuaian
tingkat harga umum dan penyesuaian harga kini. Dari kedua metode tersebut,
metode yang terbaik adalah Satu cara untuk mempertahankan modal adalah
menyesuaikan ke history harga kini. Dengan menyesuaikan posisi aktiva bersih
awal perusahaan (yang menggunakan indeks harga spesifik yang tepat atau
penentuan harga langsung) untuk mencerminkan perubahan dalam ekuivalen
biaya kini aktiva selama periode berjalan.. Badan akuntansi internasional
menyatakan bahwa laporan keuangan suatu perusahaan yang melakukan
pelaporan dalam mata uang perekonomian hiperinflasi, apakah didasarkan pada
kerangka penilaian biaya historis atau biaya kini, harus disajikan ulang sesuai
dengan daya beli konstan pada tanggal neraca. Aturan ini juga berlaku untuk
angka terkait dalam periode sebelumnya. akuntansi untuk inflasi diluar negeri
dapat di pecahkan dengan menyajikan ulang akun-akun perusahan luar negeri dan
domestik menjadi ekuivalen harga kini akan menghasilkan informasi yang relevan
dengan keputusan.

12