Anda di halaman 1dari 23

MATERI INTI 1

KIE DAMPAK KONSUMSI ROKOK BAGI KESEHATAN
KIE DAMPAK KONSUMSI ROKOK
BAGI KESEHATAN
MATERI INTI 1 KIE DAMPAK KONSUMSI ROKOK BAGI KESEHATAN DIREKTORAT PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR

DIREKTORAT PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR

TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran Umum

Tujuan Pembelajaran Khusus

Setelah selesai mengikuti materi ini, peserta mampu melakukan KIE dampak konsumsi Rokok bagi Kesehatan

Setelah selesai mengikuti materi ini, peserta mampu:

1.

Menjelaskan Konsep KIE

Dampak Konsumsi Rokok

2.

Menjelaskan Masalah Kesehatan Akibat Konsumsi Rokok

3.

Menjelaskan Karakteristik

Asap Rokok

4.

Melakukan KIE dampak akibat Konsumsi Rokok

Melakukan KIE dampak akibat Konsumsi Rokok

1. POKOK BAHASAN 1

KONSEP KOMUNIKASI INFORMASI DAN EDUKATIF (KIE)

Pengertian Komunikasi efektif adalah jika sudah terjadi kesamaan persepsi atas informasi yang disampaikan antara komunikator dengan komunikan. Informasi yang sebaiknya disampaikan kepada klien terkait. Dalam komunikasi perlu juga diberi informasi sebagai berikut:

Dampak konsumsi rokok bagi kesehatan Manfaat berhenti merokok Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

 Dampak konsumsi rokok bagi kesehatan  Manfaat berhenti merokok  Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI SECARA EFEKTIF DENGAN KLIEN

 

Keterampilan

Tujuan yang ingin dicapai

1. Bertanya dan mendengarkan

 

Memahami keluhan dari klien

 
 

Mengetahui

sejauhmana

klien

mengenal keluhannya

Mengidentifikasi dan menolong klien unt

memecahkan masalah.

 

2. Menunjukkan sikap peduli dan hormat

Memotivasi

klien

untuk

datang

fasilit

3. Memuji dan memberikan semangat pada

kesehatan dengan teratur

 

klien

 

4. Bicara dengan jelas dan sederhana

Memastikan klien mengerti dan menging

5. Mendorong klien untuk bertanya

 

pesan-pesan

yang

penting

mengen

6. Berikan

pertanyaan

untuk

menilai

keluhan

pemahaman pasien

 

Memastikan

pasien

mengerti

apa

ya

 

harus dilakukan terkait dengan terapi d

upaya pencegahan

upaya pencegahan

POKOK BAHASAN 2

MASALAH KESEHATAN AKIBAT KONSUMSI ROKOK

Kesehatan sangat penting

Pembangunan kesehatan sebagai salah satu upaya

pembangunan nasional yang diarahkan guna mencapai kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya.

Konsumsi rokok membunuh satu orang setiap 10 detik

(WHO,2002)

Secara umum perokok sepuluh tahun lebih dini meninggal dunia dibanding bukan perokok.

Konsumsi rokok dapat merusak organ tubuh baik pada

perokok maupun bukan perokok,

Jumlahperokok yang tinggi dan terus meningkat di Indonesia akan meningkatkan risiko penyakit tidak menular yang mengancam tidak hanya perokok aktif tetapi juga perokok pasif

akan meningkatkan risiko penyakit tidak menular yang mengancam tidak hanya perokok aktif tetapi juga perokok pasif

PREVALENSI PEROKOK

REMAJA (15-19 YEARS)

45

40

35

30

25

20

15

10

5

0

38,4 37,3 37,3 32,8 24,2 20,3 18,8 18,3 17,3 13,7 12,7 7,1 3,1 1,9 1,6
38,4
37,3
37,3
32,8
24,2
20,3
18,8
18,3
17,3
13,7
12,7
7,1
3,1
1,9
1,6
0,9
0,3
0,2
1995
2001
2004
2007
2010
2013

Laki-laki1,9 1,6 0,9 0,3 0,2 1995 2001 2004 2007 2010 2013 Perempuan L+P Sumber: SUSENAS 1995,

Perempuan0,9 0,3 0,2 1995 2001 2004 2007 2010 2013 Laki-laki L+P Sumber: SUSENAS 1995, SKRT 2001,

0,2 1995 2001 2004 2007 2010 2013 Laki-laki Perempuan L+P Sumber: SUSENAS 1995, SKRT 2001, SUSENAS

L+P

Sumber: SUSENAS 1995, SKRT 2001, SUSENAS 2004, RISKESDAS 2007*, 2010

SUSENAS 1995, SKRT 2001, SUSENAS 2004, RISKESDAS 2007*, 2010 PEROKOK PADA ANAK-ANAK 6 Sandi Adisusanto dari
SUSENAS 1995, SKRT 2001, SUSENAS 2004, RISKESDAS 2007*, 2010 PEROKOK PADA ANAK-ANAK 6 Sandi Adisusanto dari

PEROKOK PADA ANAK-ANAK

6
6

Sandi Adisusanto dari Malang

SKRT 2001, SUSENAS 2004, RISKESDAS 2007*, 2010 PEROKOK PADA ANAK-ANAK 6 Sandi Adisusanto dari Malang Aldi

Aldi dari Banyu Asin

PREVALENSI PEROKOK DI INDONESIA 2007-2013 66,0 65,6 65,9 70 60 50 36,3 34,2 34,7 40

PREVALENSI PEROKOK DI INDONESIA

2007-2013

66,0 65,6 65,9 70 60 50 36,3 34,2 34,7 40 30 20 6,9 5,2 10
66,0
65,6
65,9
70
60
50
36,3
34,2
34,7
40
30
20
6,9
5,2
10
4,2
0
2007
2010
2013
Laki-laki
Perempuan
Tahun
Total Prevalensi Indonesia
Persen

Sumber Data: Riskesdas 2007,2010 dan 2013

Prevalensi perokok laki-laki ≥ 15 tahun Gorontalo Nusa Tenggara… Nusa Tenggara… Maluku Utara Jawa Barat

Prevalensi perokok laki-laki ≥ 15 tahun

Gorontalo Nusa Tenggara… Nusa Tenggara… Maluku Utara Jawa Barat DI Aceh Sumatra Barat Banten Lampung
Gorontalo
Nusa Tenggara…
Nusa Tenggara…
Maluku Utara
Jawa Barat
DI Aceh
Sumatra Barat
Banten
Lampung
Maluku
Sulawesi Tengah
Bengkulu
Sumatra Selatan
Sumatra Utara
Jawa Timur
Sulawesi Selatan
Sulawesi Utara
Papua Barat
Jawa Tengah
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Riau
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
DKI Jakarta
Jambi
DI Yogyakarta
Kalimantan Barat
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Bali
Papua
0,0%
10,0%
20,0%
30,0%
40,0%
50,0%
60,0%
70,0%
80,0%

Sumber: Riskesdas 2013

Prevalensi perokok perempuan ≥ 15 tahun Nusa Tenggara… Papua Barat Maluku Utara Papua Maluku DI

Prevalensi perokok perempuan ≥ 15 tahun

Nusa Tenggara… Papua Barat Maluku Utara Papua Maluku DI Aceh Sumatra Utara Kalimantan Barat Kalimantan
Nusa Tenggara…
Papua Barat
Maluku Utara
Papua
Maluku
DI Aceh
Sumatra Utara
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Nusa Tenggara…
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sumatra Barat
Sumatra Selatan
Bali
Jawa Barat
Bangka Belitung
Riau
Gorontalo
Bengkulu
DKI Jakarta
Banten
DI Yogyakarta
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Barat
Jawa Tengah
Kalimantan Timur
Kepulauan Riau
Sulawesi Selatan
Jawa Timur
Lampung
Kalimantan Selatan
Jambi
0,0%
5,0%
10,0%
15,0%
20,0%
25,0%
30,0%
35,0%
40,0%
45,0%

Sumber: Riskesdas 2013

Paparan Terhadap

Asap Rokok Orang Lain

51.3% orang dewasa terpapar AROL di tempat kerja
51.3%
orang
dewasa
terpapar
AROL
di tempat
kerja
68.8% remaja (13- 15 tahun) orang terpapar AROL di rumah
68.8%
remaja (13-
15 tahun)
orang
terpapar
AROL
di rumah

Sumber: GATS, 2011; GYTS, 2009

78.4% orang dewasa terpapar AROL di rumah
78.4%
orang
dewasa
terpapar
AROL
di rumah
78.1% remaja (13-15 tahun) orang terpapar AROL di luar rumah
78.1%
remaja (13-15
tahun) orang
terpapar
AROL
di luar rumah
85.4% orang dewasa terpapar AROL di restoran
85.4%
orang dewasa
terpapar
AROL
di restoran
rumah 78.1% remaja (13-15 tahun) orang terpapar AROL di luar rumah 85.4% orang dewasa terpapar AROL
rumah 78.1% remaja (13-15 tahun) orang terpapar AROL di luar rumah 85.4% orang dewasa terpapar AROL

MEROKOK DAMPAKNYA ??

M EROKOK  D AMPAKNYA ??  Dampak kesehatan - Diri sendiri - Orang sekitar -

Dampak kesehatan

- Diri sendiri

- Orang sekitar

- Lingkungan

M EROKOK  D AMPAKNYA ??  Dampak kesehatan - Diri sendiri - Orang sekitar -

DAMPAK KONSUMSI ROKOK

DAMPAK KONSUMSI ROKOK
DAMPAK KONSUMSI ROKOK

AKIBAT MEROKOK PADA KESEHATAN MANUSIA

A KIBAT MEROKOK PADA KESEHATAN MANUSIA PENYAKIT AKIBAT ROKOK United States Department of Health and Human

PENYAKIT

AKIBAT

ROKOK

United States Department of Health and Human Services. How tobacco smoke cause disease :

The biology and behavioral basis for smoking- attributable disease rockville: Department of Health and Human Services, Centers for Disease Control and Prevention, National Center for Chronic Disease Prevention and Health Promotion Office on Smoking and Health; 2010.

and Prevention, National Center for Chronic Disease Prevention and Health Promotion Office on Smoking and Health;

ANALISA BIAYA 2013

Konsumsi rokok rata-rata/orang pada tahun 2013:

12,3 batang/hari = 369 batang /bulan = Rp 221.400,- /bulan = Rp 2.656.800,- /tahun (asumsi harga per batang rata-rata Rp 600)

Dengan prevalensi perokok sebesar 36,3 % maka diperkirakan pengeluaran masyarakat untuk membeli tembakau, mencapai Rp 138 T pada tahun 2013 naik >50% dari tahun 2007 (Rp 90 T).

Total kerugian ekonomi makro tahun 2013:

Rp. 138 T + Rp. 235,4 T + Rp. 5.35 T = Rp. 378,75T Jumlah ini jauh lebih besar (lebih dari3x) bila dibandingkan dengan cukai rokok untuk tahun yang sama, yakni sebesar Rp. 108,45 T.

bila dibandingkan dengan cukai rokok untuk tahun yang sama, yakni sebesar Rp. 108,45 T. Sumber :

Sumber : Balitbangkes 2014

POKOK BAHASAN 3

KARAKTERISTIK ASAP ROKOK

Kandungan Asap Rokok

POKOK BAHASAN 3 K ARAKTERISTIK A SAP R OKOK Kandungan Asap Rokok

Acetanisole, Acetic Acid, Acetoin, Acetophenone, 6-Acetoxydihydrotheaspirane, 2-Acetyl-3- Ethylpyrazine, 2-Acetyl-5-Methylfuran,

Acetylpyrazine, 2-Acetylpyridine, 3-Acetylpyridine, 2-Acetylthiazole, Aconitic Acid, dl-Alanine, Alfalfa Extract, Allspice

Extract, Oleoresin, And Oil, Allyl Hexanoate, Allyl Ionone, Almond Bitter Oil, Ambergris Tincture, Ammonia, Ammonium

Bicarbonate, Ammonium Hydroxide, Ammonium Phosphate Dibasic, Ammonium Sulfide, Amyl Alcohol, Amyl Butyrate, Amyl Formate, Amyl Octanoate, alpha-Amylcinnamaldehyde, Amyris Oil,<BR>trans-Anethole, Angelica Root Extract, Oil and Seed Oil, Anise, Anise Star, Extract and Oils, Anisyl Acetate, Anisyl Alcohol, Anisyl Formate, Anisyl Phenylacetate, Apple Juice Concentrate,

Extract, and Skins, Apricot Extract and Juice Concentrate, 1-Arginine, Asafetida Fluid Extract And Oil, Ascorbic Acid, 1- Asparagine Monohydrate, 1-Aspartic Acid, Balsam Peru and Oil, Basil Oil, Bay Leaf, Oil and Sweet Oil, Beeswax White, Beet Juice Concentrate, Benzaldehyde, Benzaldehyde Glyceryl Acetal, Benzoic Acid, Benzoin, Benzoin Resin, Benzophenone, Benzyl Alcohol, Benzyl Benzoate, Benzyl Butyrate, Benzyl Cinnamate, Benzyl Propionate, Benzyl Salicylate, Bergamot Oil, Bisabolene, Black Currant Buds Absolute, Borneol, Bornyl Acetate, Buchu Leaf Oil, 1,3- Butanediol, 2,3-Butanedione, 1-Butanol, 2-Butanone, 4(2-Butenylidene)-3,5,5-Trimethyl-2-Cyclohexen-1-One, Butter, Butter Esters, and Butter Oil, Butyl Acetate, Butyl

Butyrate, Butyl Butyryl Lactate, Butyl Isovalerate, Butyl Phenylacetate, Butyl Undecylenate, 3-Butylidenephthalide, Butyric Acid, Cadinene, Caffeine, Calcium Carbonate, Camphene, Cananga Oil, Capsicum Oleoresin, Caramel Color,

Caraway Oil, Carbon Dioxide, Cardamom Oleoresin, Extract, Seed Oil, and Powder, Carob Bean and Extract, beta- Carotene, Carrot Oil, Carvacrol, 4-Carvomenthenol, 1-Carvone, beta-Caryophyllene, beta-Caryophyllene Oxide, Cascarilla Oil and Bark Extract, Cassia Bark Oil, Cassie Absolute and Oil, Castoreum Extract,Tincture and Absolute,Cedar Leaf Oil, Cedarwood Oil Terpenes and Virginiana, Cedrol, Celery Seed Extract, Solid, Oil, And Oleoresin, Cellulose Fiber, Chamomile Flower Oil And Extract, Chicory Extract, Chocolate, Cinnamaldehyde, Cinnamic Acid, Cinnamon Leaf Oil, Bark Oil, and Extract, Cinnamyl Acetate, Cinnamyl Alcohol, Cinnamyl Cinnamate, Cinnamyl

Isovalerate, Cinnamyl Propionate, Citral, Citric Acid, Citronella Oil, dl-Citronellol, Citronellyl Butyrate, Citronellyl Isobutyrate, Civet Absolute, Clary Oil, Clover Tops, Red Solid Extract, Cocoa, Cocoa Shells, Extract, Distillate And Powder, Coconut Oil, Coffee, Cognac White and Green Oil, Copaiba Oil, Coriander Extract and Oil,<BR>Corn Oil, Corn Silk, Costus Root Oil, Cubeb Oil, Cuminaldehyde, para-Cymene, 1-Cysteine, Dandelion Root Solid Extract, Davana Oil, 2-trans, 4-trans-Decadienal, delta-Decalactone, gamma-Decalactone,

Decanal, Decanoic Acid, 1-Decanol, 2-Decenal, Dehydromenthofurolactone, Diethyl Malonate, Diethyl Sebacate, 2,3- Diethylpyrazine,Dihydro Anethole, 5,7-Dihydro-2-Methylthieno(3,4-D) Pyrimidine, Dill Seed Oil and Extract, meta-

Dimethoxybenzene, para-Dimethoxybenzene, 2,6-Dimethoxyphenol, Dimethyl Succinate, 3,4-Dimethyl-1,2- Cyclopentanedione, 3,5-<BR>Dimethyl-1,2-Cyclopentanedione, 3,7-Dimethyl-1,3,6-Octatriene, 4,5-Dimethyl-3-Hydroxy- 2,5-Dihydrofuran-2-One, 6,10-Dimethyl-5,9-Undecadien-2-One, 3,7-Dimethyl-6-Octenoic Acid, 2,4- Dimethylacetophenone, alpha,para-Dimethylbenzyl Alcohol, alpha,alpha-Dimethylphenethyl Acetate, alpha,alpha Dimethylphenethyl Butyrate, 2,3-Dimethylpyrazine,2,5-Dimethylpyrazine, 2,6-Dimethylpyrazine, Dimethyltetrahydrobenzofuranone, delta-Dodecalactone, gamma-Dodecalactone, para-Ethoxybenzaldehyde, Ethyl 10- Undecenoate, Ethyl 2-Methylbutyrate, Ethyl Acetate, Ethyl Acetoacetate, Ethyl Alcohol, Ethyl Benzoate, Ethyl Butyrate, Ethyl Cinnamate, Ethyl Decanoate, Ethyl Fenchol, Ethyl Furoate, Ethyl Heptanoate, Ethyl Hexanoate, Ethyl Isovalerate, Ethyl Lactate, Ethyl Laurate, Ethyl Levulinate, Ethyl Maltol,Ethyl Methyl Phenylglycidate, Ethyl Myristate, Ethyl Nonanoate, Ethyl Octadecanoate, Ethyl Octanoate, Ethyl Oleate, Ethyl Palmitate, Ethyl Phenylacetate, Ethyl Propionate,

Ethyl Salicylate, Ethyl trans-2-Butenoate, Ethyl Valerate, Ethyl Vanillin, 2-Ethyl (or Methyl)-(3,5 and 6)-Methoxypyrazine,

2-Ethyl-1-Hexanol,<BR>3-Ethyl -2 -Hydroxy-2-Cyclopenten-1-One, 2-Ethyl-3, (5 or 6)-Dimethylpyrazine, 5-Ethyl-3-

Hydroxy-4-Methyl-2(5H)-Furanone, 2-Ethyl-3-Methylpyrazine,

4-Ethylbenzaldehyde, 4-Ethylguaiacol,<BR>para-Ethylphenol, 3-Ethylpyridine, Eucalyptol, Farnesol, D-Fenchone, Fennel Sweet Oil, Fenugreek, Extract, Resin, and Absolute, Fig Juice Concentrate, Food Starch Modified, Furfuryl Mercaptan, 4-(2-Furyl)-3-Buten-2-One, Galbanum Oil, Genet Absolute, Gentian Root Extract, Geraniol, Geranium Rose Oil, Geranyl Acetate, Geranyl Butyrate, Geranyl Formate, Geranyl<BR>Isovalerate, Geranyl Phenylacetate, Ginger Oil and Oleoresin, 1-Glutamic Acid, 1-Glutamine, Glycerol, Glycyrrhizin Ammoniated, Grape Juice Concentrate, Guaiac Wood Oil, Guaiacol, Guar Gum, 2,4-Heptadienal, gamma-Heptalactone, Heptanoic Acid, 2-Heptanone, 3-Hepten-2- One,<BR>2-Hepten-4-One, 4-Heptenal, trans -2-Heptenal, Heptyl Acetate, omega-6-Hexadecenlactone, gamma- Hexalactone, Hexanal, Hexanoic Acid, 2-Hexen-1-Ol, 3-Hexen-1-Ol, cis-3-Hexen-1-Yl Acetate, 2-Hexenal, 3-Hexenoic Acid, trans-2-Hexenoic Acid, cis-3-Hexenyl Formate, Hexyl 2-Methylbutyrate, Hexyl Acetate, Hexyl Alcohol, Hexyl Phenylacetate, 1-Histidine, Honey, Hops<BR>Oil, Hydrolyzed Milk Solids, Hydrolyzed Plant Proteins, 5-Hydroxy-2,4-

Decadienoic Acid delta- Lactone, 4-Hydroxy-2,5-Dimethyl-3(2H)-Furanone, 2-Hydroxy-3,5,5-Trimethyl-2-Cyclohexen-1-One, 4-Hydroxy -3-Pentenoic Acid Lactone, 2-Hydroxy-4-

Methylbenzaldehyde, 4-Hydroxybutanoic Acid Lactone, Hydroxycitronellal, 6-Hydroxydihydrotheaspirane, 4-(para-Hydroxyphenyl)-2-Butanone, Hyssop Oil, Immortelle Absolute and Extract, alpha-Ionone, beta-Ionone, alpha- Irone, Isoamyl Acetate, Isoamyl Benzoate, Isoamyl Butyrate, Isoamyl Cinnamate,Isoamyl Formate, Isoamyl<BR>Hexanoate, Isoamyl Isovalerate, Isoamyl Octanoate, Isoamyl Phenylacetate, Isobornyl Acetate, Isobutyl Acetate, Isobutyl Alcohol, Isobutyl Cinnamate, Isobutyl Phenylacetate, Isobutyl Salicylate, 2-Isobutyl-3- Methoxypyrazine, alpha-Isobutylphenethyl Alcohol, Isobutyraldehyde, Isobutyric Acid,<BR>d,l-Isoleucine, alpha-

ROKOK KRETEK

Kandungan nikotin tinggi: 1,7-2,5 mg;

kandungan tar 28,1-53,2 mg; kandungan

eugenol 3,63-12,84 mg per batang (rokok putih: 0.05-1,4 mg nikotin; 0,5-24 mg tar per batang)

“Cigarettes are highly efficient nicotine delivery devices … Nicotine has been

shown to have effects on brain

dopamine system similar to those of drugs such as heroin and cocaine”,

U.K. Royal College of Physicians , 2000

on brain dopamine system similar to those of drugs such as heroin and cocaine”, U.K. Royal

TAR

TAR • Tar merupakan partikel yang mudah melekat, terjadi karena pembakaran tembakau dan terdiri dari 4000

Tar merupakan partikel yang mudah

melekat, terjadi karena pembakaran tembakau dan terdiri dari 4000 jenis zat kimia

Penyakit jantung dan pembuluh

darah, kanker paru dan kanker lainnya, penyakit paru obstruktif kronik banyak dikaitkan dengan tar

Rokok dengan label “mild, light, low tar yield” sama berbahayanya dengan rokok biasa dan memacu

bertambahnya jumlah batang rokok

yang dihisap untuk memenuhi kebutuhan akan nikotin

KARBON

MONOK

SIDA

(CO)

Karbon Monoksida (CO), merupakan

4% dari asap rokok dan mempunyai daya lekat yang lebih besar terhadap sel darah merah, dibandingkan dengan oksigen

CO pada asap akan mengganti oksigen pada sel darah merah dan membentuk Karboksi-hemoglobin (CoHb).

Rata-rata, perokok aktif mempunyai

2.5% - 13.5% CoHb lebih banyak di dalam darah, dibanding bukan perokok

CO juga meningkatkan deposit

kolesterol pada pembuluh darah arteri

CO juga menurunkan kemampuan melihat dan menilai sesuatu, serta mengurangi kepekaan terhadap suara

Tar, nikotin dan karbon monoksida (CO) Radikal, Zat kimia lain Hoffmann D, Chemichal Research in
Tar, nikotin dan karbon monoksida (CO) Radikal, Zat kimia lain Hoffmann D, Chemichal Research in

Tar, nikotin dan karbon

monoksida (CO)

Radikal,

Zat kimia lain

Hoffmann D, Chemichal Research in Toxicology 2001; 14: 767-90 Fowles J, The Chemical Constituents in Cigarettes and Cigarette Smoke, New Zealand; 2000.

POKOK BAHASAN 4 Pelaksanaan KIE Dampak Konsumsi Merokok

Pelaksanaan KIE dampak Konsumsi Merokok

diselenggarakan di :

Luar gedung fasyankes seperti: Posbindu ,

sekolah, tempat kerja, terminal, dll

Dalam gedung (Puskesmas/Fasyankes lainnya)

Media KIE: Buku Saku, lembar balik, banner, leafleat, poster, film terkait dampak buruk

rokok bagi kesehatan

TERIMA KASIH
TERIMA KASIH