Anda di halaman 1dari 3

KELEMAHAN PENGENDALIAN INTERNAL DAN

SOLUSI PERBAIKAN
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

ANGGOTA KELOMPOK
1. JOSSICA PUTRI (1410531040)
2. KENLEI KILLIAN KOTISKA (1410531079)
3. MUHAMMAD FADHIL (1210532025)

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ANDALAS
2016
Analisis Kelemahan Pengendalian Internal pada kasus Breezy Company
1. Kesalahan Pengambilan Keputusan dan Orientasi
Dalam kasus breezy company ini terlihat adanya pengambilan keputusan yang
cenderung gegabah akibat otoritas yang diberikan secara khusus terhadap manajer
penjualan yang baru, Mr Bob Sellmore oleh Mr Chuck untuk menaikkan tingkat
penjualan secara signifikan namun mengabaikan risiko keputusan dinaikkannya batas
kredit awal yg kemudian yang berakibat terhadap tingginya bad debt expanse
perusahaan ini. Breezy company disinyalir lemah dalam pengendalian piutang usaha
mereka karena informasi mengenai pelanggan yang baru sangat minim tentang
kemampuan mereka dalam melunasi utang kredit. Kelemahan pengendalian internal
dalam pemahaman pemberian kredit penjualan juga berakibat terhadap ketahanan
perusahaan untuk jangka panjang, disinilah terlihat bahwa orientasi perusahaan hanya
berfokus pada laba dengan mengabaikan efek jangka panjang yang ditimbulkan.

2. Lemahnya kontrol Manajer Penjualan dan Keuangan


Pada kasus ini terlihatadanya kelemahan kontrol yang ditunjukkan oleh Manajer
Penjualan dan Keuangan perusahaan karna pada laporan laba rugi yang disediakan
dalam kasus dari tahun 2003 menuju 2004 sudah terlihat adanya kenaikan beban
utang yang tinggi dan manejer keuangan tetap menaikkan batas kredit yg kemudian
malah menjadikan beban utang semakin tinggi.

3. Pengabaian oleh manajemen penjualan


Salah satu lemahnya pengendalian internal dibatasi oleh pengabaian oleh manajemen
penjualan. Disini terlihat bahwa akibat penerapan sistem insentif berdasarkan
penjualan bersih memicu dikedepankannya kepentingan pribadi diatas kepentingan
perusahaan. Sistem pernghargaan berupa insentif telah menjadikan manajer penjualan
hanya berfokus terhadap kenaikan penjualan tanpa memperhatikan piutang tak
tertagih malah meningkat

4. Pemisahan Tugas
Pengendalian pemisahan tugas untuk meminimalisasi fungsi yang tidak boleh
disatukan sangatlah penting. Disinilah letak kelemahan breezy company dimana
fungsi yang seharusnya dilaksanakan oleh manajer penjualan yaitu menentukan batas
kredit malah dikerjakan oleh manajaer keuangan. hal ini menyebabkan tidak adanya
kepekaan oleh manajer penjualan. Sedangkan apabila penentuan batas kredit
ditentukan oleh manajer penjualan itu akan menjadi bahan pertimbangan utk tidak
memberikan kredit secara sembaramgan dan termasuk pengurusan pelanggan2 baru
yang mengambil kredit.

Saran Perbaikan
Menurut kelompok kami, seharusnya Breezy Company harus memperhatikan nasib
perusahaan dimasa datang dengan melakukan pengendalian terhadap kebijakan
pemberian kredit dan pengendalian pengelolaan piutang dagangnya. Sistem informasi
yang akurat dan kompeten wajib dipersiapkan secara matang dan dijadikan acuan
dalam pengambilan keputasan yang tapat demi ketahanan perusahaan akan
memungkinkan breezy company untuk memperluas lini produksinya dan menekan
piutang tak tertagih. Disamping itu pembuatan kebijakan penghargaan harus diikuti
pengendalian preventif dan detektif agar manajer tidak menggunakan hal ini untuk
mendapatkan keuntungan pribadi. Dan yang terpenting juga, Breezy Company harus
mengalokasikan tugas manajerial secara tepat seperti halnya penentuan batas kredit
dan informasi kreditor diambil alih oleh manajer penjualan sehingga semua elemen
dapat dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.