Anda di halaman 1dari 45

LAPORAN AKHIR

CERAMAH

OLEH

Lusiani
1614111025
25

JURUSAN BUDIDAYA PERAIRAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2016
Nama Penceramah : Ustadz. Solmed Tugas ke-1

Hari/Tgl/Pkl : Kamis, 15 september 2016 pukul. 04.00 - 04.30

Tempat : I News TV

Kategori : Kuliah Subuh

Yang tak pantas di syukuri

apakah yang di syukuri itu harus nikmat yang baik?

apakah musibah juga harus kita syukuri?

Assalamualaikum Wr. Wb

Semoga allah titipkan kepada kita hati yang penuh rasa syukur kewajiban kita sebagai hamba
allah ketika mendapatkan nikmat lalu kemudian bersyukur.

.

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan. "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti
Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka
sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". Dan Musa berkata: "Jika kamu dan orang-orang yang
ada di muka bumi semuanya mengingkari (ni'mat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya
lagi Maha Terpuji". (QS: Ibrahim:7-8)
Ini menjadi satu dalil, satu bukti bahwa yang mendapat nikmat lalu kemudian ia bersyukur maka
allah akan berikan nikmat yang lebih. Tetapi jika kufur atau mngingkari nikmat yang didapat
maka sesungguhnya azab-ku sangat pedih.

Segala sesuatu yang kita dapatkan baik itu musibah atau sebaliknya harus kita syukuri. Karena
segala nikmat atau sesuatu yang kita alami pasti mengandung hikmah tersendiri. Tetapi lain hal-
nya jika yang kita dapatkan musibah atau bisa dibilang mendapatkan nikmat namun nikmat
tersebut datang dari cara haram.

Ketika kita terpeleset melakukan pekerjaan yang haram dan hasil dari pekerjaan itu kita gunakan
untuk memenuhi kebutuhan pangan kita. Maka berarti kita memakan makanan yang tidak halal
atau haram.

Makanan yang kita makan dapat mempengaruhi hati kita. Jika kita memakan sesuatu yang tidak
halal maka hati kita akan senantiasa melakukan keburukan. Karena hati kita berpengaruh dengan
sikap dan perilaku kita. Jadi mau kemana hati kita, mata kita, mulut kita, kaki kita itu semua
berpengaruh dengan hati kita.

Jika kita mendapatkan nikmat yang haram kita harus bertaubat dengan cara bertafakur. Bertafakur
denagan cara berfikir bahwa apa yang kita dapatkan akan diberikan kepada sesama saudara kita.
Jika kita dapatkan sesuatu yang baik maka apa yang akan kita berikan akan berbuah kebaikan.
Tetapi jika kita dapatkan yang tidak baik (haram) maka sebaliknya. Nikmat yang seperti ini lah
yang tidak patut untuk di syukuri.

bagaimana caranya mensyukuri nikmat yang kita dapati?

Ada satu cerita Nabi ayub yang pernah diuji dengan ditinggal mati oleh anak2nya, kehilangan
harta, dan ditinggalkan para istrinya. Lalu iblis menguji apakah nabi ayub masih bersyukur atau
sebaliknya. Lalu nabi ayub diuji dengan penyakit kulit selama 8 tahun ada satu istri yang masih
setia dengan beliau dan sang istri berkata bahwa beliau adalah seorang nabi mengapa beliau tidak
berdoa dan meminta kepada allah agar penyakitnya diangakat, namun beliau menjawab aku
malu, begitu banyak nikmat yang allah berikan kepada ku. Aku malu jika aku mengeluh
padanya.

Dari cerita di atas kita bisa mendapatkan banyak pelajaran agar kita dapat mensyukuri segala
sesuatu yang kita dapatkan baik itu musibah, penyakit, atau pun nikmat.
Nama Penceramah : Ustadz. Aam amirudin Tugas ke-2

Hari/Tgl/Pkl : Jumat, 23 september 2016 pukul. 04.00 - 04.20

Tempat : RCTI

Kategori : Kuliah Subuh

Mewah ala hutang

Assalamualaikum. Wr. Wb

Membicarakan masalah hutang-piutang, Apakah syariat islam memperbolehkan untuk berhutang?

Lihat dan baca surat al-baqarah ayat 282 yang membahas tentang hutang piutang. Dalam islam
berhutang diperbolehkan tetapi harus dengan pemikiran yang matang. Berhutang harus 10% dari
penghasilan kita sebulan. Jika penghasilan kita sebulan 1.000.000 maka dalam sebulqn kita hanya
diperbolehkan berhutang 100.000. Jika lebih dari jumlah tersebut atau lebih dari 10% penghasilan
kita, maka hutang tersebut tidak sehat.

Rasulullah saw pernah berkata :

jangan sembarangan berhutang. Berhutanglah sesuai penghasilan dan sesuai yang di butuhkan.

Pikirkan apa alasan kita berhutang, jika berhutang untuk memenuhi kebutuhan seperti makan dan
kebutuhan pokok lainnya maka diperbolehkan. Tetapi jika hanya untuk membeli barang-barang
yang tidak di perlukan dengan maksud agar terlihat trendi maka hutang tersebut tidak sehat atau
sama dengan berhutang sama saja mudharat.

Lalu bagaimana pertanggung jawaban orang yang sudah meninggal tetapi memiliki hutang?

Kita lihat apa alasannya dia berhutang. Kalau untuk memenuhi kebutuhan pokoknya untuk
makan, karena sakit, dan dia ada niat untuk membayar hutang tersebut maka allah akan biarkan.
Karena allah maha tau. Tapi jika orang tersebut berhutang untuk kemewahan hidupnya. Maka ia
akan terhalang atau tergadai oleh hutang.

Yang terakhir, Apakah oang yang suka berhutang tidak akan lepas dari masalah dari masalah
hutang piutang?

Kalau orang tersebut menjadikan hutang seperti kebiasaan, maka orang tersebut akan terus
berhutang. Maka dari itu sebaiknya jika kita memiliki hutang cepatlah dibayar jika sudah
memiliki uangnya. Karena rasulullah saw berkata :

Di dunia ini ada 3 hal yang harus di percepat yaitu :

Yang pertama, jika kita memiliki anak yang sudah memiliki pasangan maka kita harus
segera menikahkan mereka.
Yang kedua, jika ada orang yang meninggal maka segeralah mandikan mayat tersebut
kemudian kafani dan kuburkan.
Yang ke tiga, jika kita mempunyai hutang maka segeralah bayar hutang tersebut.

Dari 3 hal di diatas sudah dijelaskan apa-apa saja yang harus di percepat. Dan semoga anda
semua mendengarkan dan mengambil pelajaran dari ceramah yang saya sampaikan.

Wassalamualaikum. Wr.wb
Nama Penceramah : M. Alif Dhiafakri Tugas ke-3

Hari/Tgl/Pkl : Jumat 25 November 2016 pukul. 04.00 - 04.15

Tempat : METRO TV

Kategori : Kuliah Subuh

Cinta Harta Melebihi Segalanya

Assalamualaikum Wr. Wb

Fakta telah berbicara bahwa kecondongan manusian mencintai harta mengalahkan kecintaan
terhadap keluarga wanita maupun tahta, seseorang mencintai harta tidak terbatas usia, dari kecil
dewasa bahkan orang tua.

Melalui perkataan diatas saya hendak menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah semua orang
baik antara anak-anak maupun orang dewasa lebih mencintai harta, sebagai ilustrasi sederhana
anak balita laki-laki dia tidak suka dengan wanita, tetapi si balita sudah suka dengan harta, tentu
bukan dalam arti yang gepokan atau bongkahan berlian tetapi nalurinya memiliki mainan dan
makanan adalah bagian dari bukti kecintaan terhadap harta, bukan? Begitu pula dengan orang tua
tentu sebut saja misalnya usia 90 tahun, ia tak butuh lagi wanita penghibur atau tahta, tetapi
kecintaannya terhadap harta tetap saja melekat dalam hatinya, dengan motif ingin meninggalkan
banyak harta kepada keturunannya sebagai warisannya. Nah, saya kira tak berlebihan bila
Dr.musa sahiin mnafsirkan bahwa smua ofang mmpunyai kecondongan yang berlebih terhadap
harta.

Adapun tulisan lengkapnya adalah sebagai berikut:

Kutipan tulisan di atas merupakan hasil perasan dari tulisan al ml fil al Qur'an wa as-Sunnah h.
56 karya Dr. Musa Syahin seorang tenaga pengajar di Universitas Al Azhar Kairo, ketika
menjelaskan panjang lebar surat Ali Imran: 14 tentang perhiasan dunia yang tersebut, Namun
sayang sekali Pak Dosen yang tak perlu saya sebut namanya di sini, menurut saya juga terlalu
cepat dalam mengambil kesimpulan tanpa meminta konfirmasi terlebih dahulu penjabaran arti
cuplikan di atas kepada penulisnya, sehingga komentar bahwa tulisan di atas terkesan seperti
bahasa-bahasa paparan khutbah, adalah sebuah komentar yang terburu buru dalam pula. Tapi saya
perlu angkat topi tinggi-tinggi sebagai bentuk penghormatan atas masukan yang diberikan, oleh
Pak Dosen, karena dengan demikian saya akanlebih berhati hati dalam memilih sajian narasi dan
diksi untuk menjelaskan gagasan, belum lagi bila mengingat singkatnya tulisan itu saya buat.

Akhirnya, hanya bisa berdoa semoga bermanfaat untuk kita semua amiin.
Nama Penceramah : Ustadzah Gayatri ida susanti Tugas ke-4

Hari/Tgl/Pkl : Senin,11 oktober 2016. Pukul 03.00 03.40

Tempat : I News Tv

Kategori : Kuliah Subuh

Puasa

Allah berfirman Dan puasa mu itu lebih baik bagi mu jika kamu mengtahui ( QS. Al-baqarah [2]
: 184).

Jika kamu mengetahui, itu yang dikatakan Allah dalam Al-quran. Allah berfirman bahwa
puasa lebih baik daripada tidak. Dan pengtahuan manusia akan puasa serta manfaatnya sangat
sedikit, sebatas pengetahuan yang diberikan allah untuknya. Padahal dalam pengetahuan yang
sedikit tersebut terdapat hal yang luar biasa. Hal yang luar biasa dan bersifat positif ini akan ada
di diri dan hati orang yang berpuasa. Dan hati yang baik akan mengimbas pada seluruh organ
tubuh agar menjadi baik, yaitu :

1) Tunduk Hawa Nafsu


Seorang yang tunduk hawa nafsunya, maka ia akan terlihat berkarisma, menarik, dan
cantik atau tampan. Hal ini dikarenakan oang-orang yang menundukan hawa nafsunya
kepada allah akan memiliki karakteristik tersendiri. Ia akan terlihat tenang dan tentram.
Orang yang hawa nafsunya bisa di tundukkan, iya memiliki hay (rasa malu berbuat
maksiat). Hay seorang hamba allah melahirkan penampilan luar yang berkarisma.

2) Sabar
Berdekatan dengan orang yang sabar akan menjadikan kita merasa nyaman, tenang, dan
aman. Ini adalah karakter orang yang memiliki inner beauty, orang merasa aman dan
nyaman dekat dengannya.

3) Empatik
Orang yang berpuasa itu memiliki perasaan senasib dan sepenanggungan, ia peka
terhadap kekurangan atau nasib buruk yang menimpa saudaranya. Bukan hanya sekedar
simpati, puasa juga menimbulkan empati, yaitu peradaan ingin menolong (dan aktif
menolong).

4) Mengistirahatkan organ pencernaan manusia


Beberapa dekade ini ditemukan bahwa kesehatan dan vitalitas tubuh ditentukan oleh
pencernaan atau alat-alat pencernaan yang sehat. Dengan berpuasa, organ pencernaan
akan bisa mengeluarkan kotoran dari saluran pembuangan sehinggal saluran pencernaan
dan pembuangan bersih dari kotoran.
5) Detosifikasi
Detosifikasi atau mengeluarkan racun dari tubuh. Puasa adalah proses detoksifikasi, yaitu
proses mengeluarkan racun dari tubuh (sel-sel tubuh). Saat puasa tidak ada masukan
energi (kalori) dari makanan. Saat kekurangan energi (kalori) itu, tubuh akan
membongkar cadangan-cadangan makanan di sel-sel tubuh. Bersamaan dengan
pembongkaran cadangan makanan tersebut, racun-racun tubuh juga ikut dibongkar, lalu di
keluarkan, sehingga melegakan pernapasan organ-organ tubuh serta sel-sel
penyimpanannya. Hal ini biasanya disebutkan sebagai proses peremajaan sel. Dimana
efek positif? Pada aspek ini, puasa akan menyegarkan dan melembutkan kulit sehingga
kulit akan lebih sehat dan terlihat berseri seri.

Aspek aspek di atas merupakan segelintir aspek yang telah diketahui oleh masyarakat luas,
banyak hal yang perlu diketahui lagi untuk semakin meyakinkan kita untuk memperkokoh niat
untuk bisa menunaikan puasa, baik itu puasa wajib atau pun puasa sunnah, diharapkan untuk kita
semua dapat lebih mendekati sang empu-nya kehidupan, karena itu ada baiknya kita mencoba
kebiasaan baik berpuasa ini dari sekarang.

Nama Penceramah : Ustadz Abul Abbas Muhammad Ihsan Tugas ke-5

Hari/Tgl/Pkl : 30 November 2016 pukul. 04.30 - 04.50

Tempat : TVRI

Kategori : Kuliah Subuh


Bahaya Makan Berlebihan

Assalamualaikum wr.wb

Berlebihan dalam hal makan sangat tidak di anjurkan dalam ajaran agama islam, terlebih lagi
makanan yang diharamkan, makanan yang halal akan bisa di hisab sedangkan makanan yang
haram akan mendatangkan adzab. Ditemukan dalam kitab minhajul abidin karya imam ghazali,
paling tidak ada 9 bahaya berlebihan makan :

1. Sesungguhnya dalam berlebihan makan ada hati yang keras, bahaya makan berlebihan
menyebabkan hati menjadi keras dan hilangnya sinar hati dari petunjuk allah. Jika
seseorang kehilangan sinar hati dari allah maka orang tersebut akan mengalami kerugian
besar. Karena orang itu kehilangan petunjuk dari agama yang benar.

2. Sesungguhnya banyak makan menyebabkan penyakit bagi anggota tubuh, gerak yang
dihasilkan dan berlebihan serta kerusakan yang ditimbulkannya. Abu jafar berpendapat,
bila perut dalam keadaan kenyang maka anggota tubuh menjadi lapar, sebaliknya perut
lapar. Maksud dari ungkapan tersebut adalah, bila perut lapar maka anggota tubuh lainnya
mudah terjaga dari aktifitas yang tidak perlu atau dengan kata lain sudah kenyang,
sebaiknya perut yang berlebihan makan akan menjadikan anggota tubuh lain lapar dan
mencari aktifitas yang tidak di perlukan.

3. Banyak makan menyebabkan sedikit pemahaman dan pengetahuan, ada ungkapan innal
bathnah yudzhibna fathonah (perut menghilangkan kecerdasan). Maksud dari ungkapan
diatas yaitu jika orang berlebihan makan maka akan menyebabkan orang itu malas
berpikir, karena dengan berlebihan makan orang itu bisa kenyangan. Dan kenyang itulah
yang membuat malas mengerjakan apa-apa termasuk berpikir.

4. Berlebihan makan menghilangkan rasa manisnya beribadah, dalam hal ini abu bakar as-
shidiq mengaku tidak pernah makan sampai kenyang selama beliau masuk iskam karena
khawatir rasa manisnya saat beribadah berkurang. Oleh karena itu rasulullah memuji Abu
bakar.ra bukan dari segi banyaknya sokat dan puasa beliau, tetapi ia mempunyai sesuatu
yang sedikit saja untuk dirinya.

5. Banyak makan membuat sibuknya hati dan badan dalam menghasilkannya. Bila kita
merenung maka akan kita dapati orang yang butuh makan banyak akan menjadikan
dirinya sengsara.

6. Tidak memperbolehkan kebaikan dalam urusan akhirat dan memperberat sakaratul maut.
Diriwayatkan bahwa beratnya sakaratul maut berbanding terbalik dengan banyaknya
mengnyam kenikmatan duniawi.

7. Berkurangnya pahala di akhirat, karena telah mendapatkan kenikmatan duniawi


sedemikian sehingga berkuranglah kenikmatan akhirat.
Demikian besar mudharat yang di dapat bahi orang yang makan berlebihan. Smoga ceramah
singkat saya bisa membawa manfaat bagi orang orang di sekitar.

Wassalamualaikum. Wr. Wb

Nama Penceramah : Ustadz Ali syarifuddin Tugas ke-6

Hari/Tgl/Pkl : sabtu , 5 november 2016 pukul. 05.00-05.40

Tempat : Mushola al-ikhlas

Kategori : Kuliah Subuh

pengertian Hasad dan bahayanya dalam islam

Assalamualaikum wr.wb

Orang hasad adalah orang yang tanpa alasan yang rasional tidak senang kepada segala kelebihan
dan keutamaan yang dimiliki orang lain, baik kelbihan itu berupa harta benda, kekayaan,
kedudukan, kehormatan, dan lain lain. Bisa jadi orang hasad akan membenci orang lain yang
sebetulnya tidak memiliki nikmat atau kelebihan apa-apa, tetapi oleh yang hasad diduga
memilikinya. Dan bisa jadi pula orang hasad akan merasa senang kalau orang lain terus-menerus
dalam kesusahan dan kekurangan, meskipun ia tahu bahwa yang bersangkutan sudah tidak
memiliki kelebihan apa-apa. Jadi, hasad itu kecenderungan untuk membenci semua orang tanpa
alasan yang jelas, rasional dan dibenarkan oleh ajaran agama.

Karena kebencian dan kedengkiannya, orang hasad secara diam-diam biasanya menginginkan
orang yang dibencinya itu celaka. Dan kalau sudah begitu, besar kemungkinan baik secara
langsung maupun tidak langsung kita akan ikut terlibat dalam usaha mencelakakannya. Maka,
timbullah ghbah dan fitnah, yaitu menyebar berita buruk mengenai orang yang dibencinya itu,
baik berita itu benar adanya, atau apalagi- tidak benar.

Orang yang hasad, hatinya selalu gelisah. Kegelisahannya bukan disebabkan oleh kekurangan
yang ada pada dirinya semata, tetapi lebih dari itu karena kelebihan yang ada pada orang lain. Ia
lebih fokus memperhatikan kelebihan orang lain daripada introspeksi atas kekurangan pada
dirinya.

Jika berusaha, maka usahanya itu dikerahkan untuk menghilangkan kelebihan pada orang lain,
daripada usaha untuk memperbaiki nasib dirinya sendiri. Nabi pernah mengingatkan kita semua:

:
Dari Abu Hurairah r.a, Nabi S.a.w bersabda: Jauhilah olehmu sifat hasad, karena sesungguhnya
hasad itu dapat menghilankan segala kebaikan sebagaimana api yang membakar kayu yang
kering. (HR. Abu Dawud)

Orang yang dengki atau hasad, di dalam hatinya tersembunyi keinginan agar orang lain celaka.
Maka kedengkian itu merupakan bukti yang nyata sekali bahwa sesungguhnya di dalam hatinya
tidak punya itikad baik kepada orang lain secara tulus. Maka, andaikata terdapat kebaikan-
kebaikan yang dilakukan oleh seorang pendengki dapat dipastikan bahwa sesungguhnya
kebaikan-kebaikan yang diperbuatnya itu palsu.

Suatu perbuatan baik tanpa disertai dengan niat atau itikad baik, maka mustahil akan melahirkan
perbuatan yang tulus. Dengan kata lain, perbuatan baiknya kepada orang lain hanyalah untuk
menutupi kebusukan niatnya yang tersembunyi di dalam hatinya.

Oleh karena itu, karena sifatnya tersembunyi dan sulit diketahui secara lahiriah, Al-Quran dalam
surat al-Falaq menganjurkan kepada kita agar senantiasa berlindung kepada Allah dari kejahatan
pendengki, karena hanya Allah-lah yang mengetahui apa yang tersembunyi.

Surat al-Falaq ini, mengingat kandungan makna dan sabab nuzl-nya, maka kita juga dianjurkan
untuk membacanya jika melihat suatu kenimatan yang ada pada orang lain.
. . . .

Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai Subuh, dari kejahatan makhluk-
Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan peniup-peniup
pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki. (Q, s. al-Falaq / 113:1-5)

Islam sangat mencela perbuatan hasad, karena hasad merupakan pangkal permusuhan. Dalam
ajaran Islam, hasad hanya dibolehkan dalam dua hal: terhadap yang orang dianugerahi harta
oleh Allah kemudian ia menafkahkannya dengan benar, dan terhadap orang yang dianugerahi
ilmu kemudian ia mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain. Rasulullah S.a.w
bersabda:


: :


Dari Ibnu Masud r.a, Rasulullah S.a.w bersabda: Tidak dibenarkan hasad kecuali dalam dua
hal; terhadap seseorang yang diberi anugerah oleh Allah berupa harta lalu dia menafkahkannya
di jalan yang benar, dan terhadap seseorang yang diberi anugerah ilmu oleh Allah lalu dia
mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain. (HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya, Nabi memberi arah kepada kita bahwa yang boleh diirikan oleh kita dari orang lain
adalah amal shalehnya, bukan kebendaannya. Kita boleh iri kepada orang kaya, tetapi bukan
kekayaannya melainkan perbuatannya menafkahkan kekayaannya itu di jalan yang benar.
Demikian pula dengan ilmu, kita diperbolehkan iri kepada orang yang berilmu, bukan karena
ilmunya, melainkan karena perbuatannya dalam mengamalkan dan mengajarkan ilmunya itu.

Nama Penceramah : Ustadz Arifin Tugas ke-7

Hari/Tgl/Pkl : sabtu, 29 oktober 2016 pukul. 02.30-03.00

Tempat : Mushola al-ikhlas

Kategori : Kuliah Subuh

Dosa kecil Menjadi Dosa besar? Ko bisa ya

Assalamualaikum wr.wb
Kadang kita terlalu sering menganggap sepele dosa-dosa kecil sehingga kita melakukan hal
tersebut terlalu sering. Dosa-dosa kecil yang terlalu sering dilakukan akan bertumpuk seiring
berjalannya waktu dan hal itu telah dijelaskan oleh pepatah yang secara tidak langsung dapat
mewakili pembahasan kita kali ini, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit nah, sama
seperti halnya dosa, kecil tapi berangsur juga lama-lama bisa menjadi bukit-bukit dosa.

Biasanya, kalo kita sudah keseringan melakukan sesuatu, secara tidak sadar itu seperti halnya
kebiasaan kita. Kita memang tak sadar, tapi hati sudah keburu senang untuk melakukan dosa
kecil ini karena syaitan sudah membutakan mata hati kita, membuat indah dosa yang kita
lakukan. Seperti hal-nya seorang pedagang yang bangga akan dosa yang telah ia perbuat,
tidakkah kamu lihat bagaimana aku berhasil menjual barang palsu kepada pelangganku sendiri?
Dan bagaimana aku telah menipunya? Dan bagaimana aku telah memperbodohnya?!. Hal- hal
seperti itu pasti memperbesar dosa yang tadinya kecil. Padahal dosa-dosa adalah pembawa
kebinasaan. Tidak sepatutnya kita berbangga diri atas perbuatan dosa. Kita seharusnya malu dan
menyesal atas dosa apapun yang kita lakukan.

Pada masanya, orang-orang kafir senang berkata-kata mengenai hal kosong yang tidak
sepatutnya dikatakan. Seperti pada (QS Al-Mujadilah [58]:8) ayat tersebut yang merupakan
firman allah swt Mereka mengatakan dalam hati mereka, mengapa allah tidak menyiksa kami
atas apa yang kami lakukan? cukuplah bagi mereka neraka jahannam yang akan mereka masuki
dan neraka itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali. orang-orang kafir telah tidak
menghargai karunia allah yang mnutupi dosa, dengan mempertanyakan hal yang seperti itu, sama
saja dengan merasa bahwa mereka telah tidak melakukan dosa karena tidak adanya azab yang
menimpa mereka saat itu. Tetapi ingat lah, akhirat adalah tempat kembali dan neraka jahannam
itu yang tepat untuk mereka.

Kita sebagai umat muslim patut bersyukur atas nikmat islam yang allah berikan. Kita pun dapat
segera menyadari apa yang salah dan apa yang benar. Manusia memanglah diciptakan
sebagai tempatnya kesalahn. Tapi manusia yang baik adalah yang sadar akan kewajiban terhadap
sang khalid, allah mencintai orang-orang yang bertaubat dengan sebnar-benarnya bertaubat. Jika
kita merasa amalan kita belum cukup untuk menebus segala kesalahan kita, dengan selalu sadar
akan kesalahan kita dan menyadari dengan tidak mengulanginya lagi adalah lebih baik adanya,
itulah sebenar-benarnya bertaubat. Jaga sedikit dosa kecil kita agar tidak menumpuk, membukit
menenggelamkan kita menjadi seorang pendosa. Insya allah, bismillah.

Wassalamualaikum wr.wb
Nama Penceramah : Ustadz jauhar al-zanki Tugas ke-8

Hari/Tgl/Pkl : Minggu, 23 oktober 2016 pukul. 06.30 wib

Tempat : Bukan layar kaca (radio)

Kategori : Kuliah Subuh

Antara Mata, Hati, dan Cinta

Assalamualaikum wr.wb
Cinta adalah perasaan atau fikiran yang terkadang tidak sinergis dengan logika, tidak terdefinisi
kata, tetapi cinta itu fitrah adanya bagi setiap insan manusia.

So ? Where is the love came from?

Dari mata turun ke hati, begitulah kita para awam kehidupan memberi asal bagi suatu jenis kata
benda berasa satu ini. Rasa cinta bisa tumbuh karena adanya ketertarikan hati melalui pandangan
mata. Suatu keniscayaan yang sering terjadi dalam kehidupan sandiwara cinta anak manusia. Isnt
just a story. But, its the reality. Kenyataan, bahwasannya pandangan mata bisa menerbitkan bibit-
bibit cinta yang bersemi di hati sanubari. Antara mata dan hati memiliki hubungan yang sangat
erat, ada keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Suasana hati di pengaruhi oleh kinerja
mata, bisa bahagia, bisa pula menderita.

Selama tidak melanggar syariat, kita boleh merayakan cinta yang menyeruak dalam dada boleh
berekspresi sepuas hati

Bila mata digunakan sesuai koridor yang semestinya, maka kebahagiaan adalah buah yang manis
rasanya. Namun bila digunakan seenaknya, hanya sesal dan derita yang menanti di depan sana.
Mari simak syair berikut ini :

Banyak pandangan membawa bahagia


Namun tak sedikit yang membuat luka
Hati kan jahat karena mata
Mata kan jahat karena pikiran
Jagalah mata jaga dirimu
Sebagai tanda penjaga jiwa

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman hendaklah mereka menahan sebagian pandangan, dan
memlihara kemaluannya yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya allah
maha mengtahui apa yang mereka perbuat. (Q.S. an-Nuur [24]:30)

Menundukan pandangan bukan berarti tidak boleh melihat sama sekali. Tapi ada yang boleh
dilihat dana ada juga yang tidak boleh dilihat. Yang tidak boleh dilihat adalah pandangan
berlebihan, yakni pandangan yang tidak sesuai dengan keprluan dan menimbulkan syahwat.
Sementara melihat yang boleh adalah melihat yang sesuai keperluan. Keperluan yang
bagaimana? Tentu saja keperluan yang sesuai hajat syari.

Mari memohon kepada allah, agar cinta yang lahir dari pandangan mata tidak terkontaminasi
hawa nafsu. Semoga kita bisa menjaga pandangan untuk mendidik hati, menerpa jiwa, dan
mngelola rasa agar cinta berbuah bahagia. Allahumma aminn

Wassalamualaikum wr.wb
Nama Penceramah : ustadzah siti maemunah Tugas ke-9

Hari/Tgl/Pkl : Senin, 24 oktober 2016 pukul 05.00-05.45

Tempat : masjid adh-dhuha

Kategori : Kuliah Subuh

perilaku tercela

Dalam berperilaku sehari-hari ada hal yang baik dan ada hal yang buruk, hal buruk ini biasa
disebut sebagai perilaku tercela. Ada beberapa sifat tercela yang seringkali kita rasakan didalam
hati kita tanpa adanya tampak luar secara nyata yang kita jelaskan melalui sikap. Satu sifat tercela
yang akan di bahas pada tema ini adalah sifat dendam atau pendendam.
Sifat dendam sendiri bisa di definisikan sebagai sifat marah yang tidak terlampiaskan sehingga
didalam hatinya selalu berkinginan untuk membalas perbuatan orang lain tersebut. Sifat
pendendam sangat dibenci oleh allah swt. Sifat ini harus dijauhi karena bahayanya baik sedikit
maupun banyak akan berdampak pada diri sendiri, keluarga, maupun orang lain. Dalam al-
quran, allah swt. Menerangkan agar kita saling memaafkan karena sifat pemaaf mendekatkan
kita kepada allah swt.

Firman Allah Swt.:

{} {
dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa. (Al-Baqarah: 237)

Ciri-ciri pendendam :

o Bila bertemu menunjukkan sifat kurang simpatik


o Selalu mengadu domba
o Selalu bersikap antipati
o Selalu membuat hal yang kurang baik
o Selalu memojokkan dalam segala hal
o Tidak suka apabilaorang lain mendapatkan kebahagiaan
o Selalu mendoakan pada kejelekan

Seperti yang telah dijelaskan pada awal pembahasan kita. Sifat dendam ini dapat
membahayakan diri kita. Maupun orang banyak. Bahaya sifat dendam antara lain:

a) Dapat menimbulkan rasa iri hati kepada orang lain


b) Dapat menimbulkan rasa benci dan marah kepada orang lain
c) Dapat menimbulkan perselisihan
d) Dapat merusak tali persaudaraan
e) Mudah menimbulkan sifat membuka aib orang lain
f) Meniru dengan maksud mengejek
g) Dibenci allah swt.

Sifat dendam dapat kita hindari, ada cara-caranya yaitu sbb:

a) Memaafkan walaupun mampu membalas setiap dendam


b) Hendaknya bersikap ceria, ramah, dan sopan terhadap semua orang
c) Kita harus menyadari bahwa sifat dendam itu sifat tercela dan sangat dibenci allah swt.
d) Bagi yang di dendami hendaknya melaksanakan tiga hal sebagai berikut :
Bersilaturahmi dan berbuat baik kepada orang lain yang menaruh dendam
Bersikap ramah dan tolong-menolong kepaa orang yang menaruh dendam
Tidak menzalimi orang yang menaruh dendam kepaanya.

Baiklah mungkin cukup disini pembahsan kita di hari ini.

Wassalamualaikum wr.wb
Nama Penceramah : Hj. Royhan Tugas ke-10

Hari/Tgl/Pkl : 10 november 2016 pukul 05.00-05.30

Tempat : Mushola at-taqwa

Kategori : Kuliah Subuh

tawakal

Assalamualaikum wr.wb

Menurut bahasa tawakal itu berarti berserah diri. Mempercayakan diri atau mewakilkan.
Menurut istilah tawakal berarti Mempercayakan diri kepada allah swt. Dalam melaksanakan
suatu rancangan, bersandar kepada kekuatannya dalam melaksanakan suatu pekerjaan, dan
berserah diri dibawah perlindungannya pada waktu menghadapi kesukaran.berarti tawakal
adalah berserah diri kepada allah swt.,dengan catatan sudah berusaha terlebih dahulu. Kita boleh
merencanakan sesuatu dan berusaha meraihnya dengan diiringi doa kepadanya. Namun, kita juga
perlu ingat bahwa yang menentukan hasilnya tetaplah allah swt.. kita harus senantiasa yakin
bahwa apapun yang kita peroleh, itulah yang terbaik buat kita, dengan demikian kita senantiasa
bertawakal kepaanya sesuai dengan firman allah swt. Dalam surah al-maidah ayat 23 tentang
bertawakal yang berbunyi :

:
Dan bertawakallah kamu hanya kepada allah, jika kamu benar-benar orang yang beriman.

Demikianlah allah swt. Menyuruh kita untuk senantiasa bertawakal kepadanya karena banyak
manfaat yang akan kita rasakan darinya, diantaanya adalah :
1. Menambah semangat dalam ikhtiar
2. Senantiasa optimis dalam meraih sesuatu
3. Menjadi hamba yang pandai bersyukur
4. Disayangi allah swt.
Pengertian tersebut dapatlah ditegaskan bahwa tawakal itu berkaitan dengan suatu rencana yang
tetap (keputusan) atau kemauan (azam) yang disertai dengan bersungguh-sungguh melaksanakan
rencana itu. Ikhtiar dilakukan dalam memenuhi tertib atau sunatullah saja, namun keyakinan tetap
bulat kepada allah swt. Apa yang terapat dalam hati dengan keyakinan tersebut dipancarkan ke
luar dengan mengucapkan hasballah sebagai berikut :

()

173. dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi penolong Kami dan Allah adalah Sebaik-
baik Pelindung".

Dengan bertawakal dan berdoa, dimana tujuan berdoa adalah memohon hidup selalu dalam
bimbingan allah swt.,mengungkapkan rasa syukur dan mminta perlindungan dari allah swt. Agar
selamat dunia akhirat.

Dan kita cuckupkan saja tausiyah hingga saat ini semoga dapat diambil hikmah dan
kebijakannya.

Wassalamualaikum wr,wb
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang. Saya panjatkan
puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-
Nya kepada kita semua, sehingga saya dapat menyelesaikan laporan akhir diskusi ini dan semoga
bermanfaat bagi mahasiswa/mahasiswi yang membaca.

Laporan akhir diskusi ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan laporan akhir diskusi ini dengan sebaik
mungkin. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan laporan akhir diskusi ini.
Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi
susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima
segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat memperbaiki laporan akhir diskusi ini.

Akhir kata saya berharap semoga laporan akhir diskusi ini dapat memberikan manfaat maupun
inpirasi terhadap pembaca.

Bandar Lampung, 20 Desember 2016

Penyusun

Lusiani

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ......................................................................................................... i

DAFTAR ISI ........................................................................................................................ ii

I.PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Tujuan Hidup Muslim .............................................................. 1

1.2 Latar Belakang Fungsi Hidup Muslim .............................................................. 3


1.3 Latar Belakang Peranan Hidup Muslim ............................................................ 4

II.CAPAIAN KOMPETENSI

2.1 Tujuan Diskusi Tujuan Hidup Muslim .............................................................. 6

2.2 Tujuan Diskusi Fungsi Hidup Muslim .............................................................. 6

2.3 Tujuan Diskusi Peranan Hidup Muslim ........................................................... 6

III.HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Tujuan Hidup Muslim ...................................................................................... 7

3.2 Fungsi Hidup Muslim ...................................................................................... 11

3.3 Peranan Hidup Muslim .................................................................................... 15

IV. KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan ..................................................................................................... 21

4.2 Saran ................................................................................................................ 21

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Tujuan Hidup Muslim

I.PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Tujuan Hidup Muslim

Manusia sebagai makluk hidup dimuka bumi disebut juga sebagai mankluk sosial,
makluk yang berakal, mahluk agamis dan mahluk yang monodualistik (perpaduan antara jasad
dan ruh). Keistimewaan manusia terletak pada peranan yang diembannya yaitu sebagai Khalifah
Fil Ardh atau khalifah di bumi. Kelebihan ini merupakan pembeda yang jelas dengan mahluk
ciptaan Allah yang lain seperti malaikat, jin, iblis setan, hewan, tumbuh-tumbuhan dan mahluk
lainnya yang tidak diketahui oleh manusia.
Wewenang dan tanggung jawab yang diamanahkan oleh Allah SWT. Kepada manusia
untuk mengelola alam ini bukan sesuatu hal yang sulit dan berat, karena Allah SWT tidak akan
membebankan kewajiban kepada seseorang melaikan sesuai dengan kemampuanya. Kita
diberikan akal oleh Allah SWT dan dengan akal itu pula kita dapat bertindak dan memulai
sesuatu. Memfungsikan akal dapat kita pahami sebagai upaya tujuan hidup serta
merelisasikannya dalam kehidupan nyata manusia.

Karena akal bukanlah benda yang statis, akal harus lah dilatih, dikembangkan , dan
disempurnakan kemampuannya, mengembangkan akal adalah suatu kewajiban manusia dan
dengan cara demikian daya pikir, daya nalar , daya analisa, daya cipta, rasa dan darsa manusia
dapat tumbuh dan bersemi dalam diri seseorang. Pemanfaatan potensi atau berbagai macam daya
yang dimiliki seseorang pada hakekatnya sebagai khalifah Allah SWT. Mengambil peran itu pada
hakikatnya adalah bagian dari usaha mencapai tujuan penciptaan manusia di muka bumi.

Dalam Al Quran di jelaskan bahwa manusia diciptakan oleh Allah SWT. hanya
untuk mengabdi kepada-Nya. Mengapa dalam artian secara sungguh-sungguh merencanakan
dan menjauhkan larangan-Nya. Perintah itu bisa berupa ibadah mahdhah dan bisa juga ibadah
ghairu mahdhah. Kedua macam ibadah ini pada dasarnya tidak dapat dipisah pisah pisahkan,
dia menyatu dalam diri pribadi seseorang muslim, melaksanakan kedua ibadah tersebut secara
berimbang utuh dan selain mendukung adalah tujuan hidup seorang muslim.

Melaksakan kedua macam ibadah tersebut yang disesuaikan dengan kemampuan dan
tuntunan yang benar dari Rasulullah SAW. Akan memberikan dampak positif dalam bentuk
perilaku muslim sehari-hari. Dampak tersebut sesuai dengan kemampuan pengalaman ibadah
manusia dan sesuai pula dngan kehendak Allah SWT. Namun demikian rallitas kehidupan kita
menunjukan sebagaian besar bahwa muslim cenderung memisahkan ibadah dengan kehidupan
duniawi. Mereka berpendapat bahwa yang dikatakan ibadah hanyalah sebatas ibadah mahdhah
saja seperti shalat, puasa, zakat, haji, dan lain lain. Sedangkan ibadah yang berhubungan dengan
kehidupan dunia dipersepsikan sebagai aktifitas yang bukan termasuk dalam
ruang lingkup atau rana ibadah kapada Allah SWT.

Kecenderungan seperti itu sudah mendarah daging bahkan telah mengakar secara salah
kaprah di kalangan kita dan pemahaman seperti ini cenderung di wariskan dari satu generasi ke
generasi berikutnya secara tradisional. Hal ini mengakibatkan kita jauh tertinggal dari kehidupan
duniawi sebagai wahana menuju kemajuan kehidupan yang dijanjikan oleh Allah SWT.
Pada zaman Rasulullah SAW. dan para sahabat umat islam berusaha melaksanakan ajaran atau isi
Al Quran secara benar dan menyeluruh dalam segala segi kehidupan seorang muslim betapa
kecilnya di setiap saat dan di setiap tempat. Dengan meningkatkan kualitas ibadah ritual maka
akan memberikan kekuatan ruhaniah dalam diri seseorang dan selanjutnya akan meningkatkan
kekuatan lahiriyah untuk memperbaiki kualitas kehidupan duniawinya. Dengan kata lain, seorang
muslim seyogyanya memandang bahwa kehidupan dunia ini sebagai suatu medan peperangan
yang harus di menangkan olehnya dan sekaligus sebagai ladang menumbuhkan amal shalih untuk
bekal di kehidupan di akhirat.

Menggunakan ibadah mahdhah sebagai sumber kekuatan untuk mendekatkan diri kepada
Allah SWT dan sekaligus ridho-Nya adalah tujuan mereka, demikian pula membentuk dan
mengembangkan kekuatan ruhaniah sebagai tenaga pendorong (driving force) dalam
menyelesaikan setiap problematika kehidupan duniawi juga merupakan tujuan juga tujuan hiup
manusia. Setelah manusia berupaya sekuat teanga dalam mempersembahkan ibadahnya kepada
sang pencipta, maka hasil dari semua ibadah itu di serahkan kepada Allah SWT. Setelah segenap
potensi dan kemampuan manusia telah dicurahkan secara baik, benar, terarah dan terukur. Maka
tinggal bertawakal, berserah dan menerima apapun yang dikaruniakan-Nya.

Mengembalikan pemahaman umat Islam secara benar haruslah di mulai dengan


meluruskan dan membenarkan terlebih dahulu penetapan atau perumusan tujuan hidupnya.
Mengapa ? Pertanyaan ini dapat kita jawab secara sederhana sudah terlalu banyak para ahli
filsafat dan pemikiran-pemikiran islam yang telah menyimpang dari inti ajaran Al Quran dan
sunah Rasulullah SAW mereka mendefinisikan berbagai macam tujuan hidup manusia,
dengan rumusan-rumusan yang cenderung berorintasi pada matralis, eksistensialime, ataupun
hedonisme sebagai tercemin dalam konsep pahala dan dosa.

Di tengah-tengah ketidak sengajaan menyerap bahkan mendarah dagingkan tujuan hidup


yang telah di rumuskan oleh para filsuf, para pemikir Islam, dan diri kita masing-masing maka
islam telah merumuskan tujuan hidup yang lebih universal, sempurna dan menyeluruh untuk
semua pemeluknya mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Mengetahui tujuan hidup manusia
secara utuh, jelas dan gamblang akan berpendapat bahwa umat Islam kepada tingkat kualitas
kehidupan tertinggi di dunia dan akhirat karena juga akan memberikan kehidupan yang penuh
dengan ketenangan, keberuntungan, kebahagiaan yang hakiki dan sesuai dengan
harapan kodrat kemanusiaan itu sendiri.

Tujuan hidup manusia dalam pandangan Islam telah tercantum dalam ayat suci Al Quran.
Bahkan hanya rumusan tujuan hidupnya saja yang dicantumkan, akan tetapi bagaimana cara
mencapainya pun juga secara jelas di sebutkan. Pada kesempatan ini melalui modul bahan
diskusi, kita mencoba untuk memahami dengan cara menganalisis tujuan hidup muslim dalam Al
Quran dan merumuskan cara mengaplikasikan ayat tersebut dalam kehidupan nyata kita sehari-
hari itu menurut pandangan Al-Quran?

IV. KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari laporan akhir tugas diskusi ini adalah sebagai berikut:
1 Tujuan hidup seorang muslim di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah SWT dan
menjalankan setiap ajaran-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
2 Kita di dunia ini tidak hanya beribadah mahdah saja tetapi juga ibadah ghaini juga.
3 Fungsi hidup muslim di dunia ini adalah sebagai rahmat di muka bumi
4 Peranan hidup muslim di muka bumi ini adalah sebagai khalifah yang senantiasa menjaga
dan melindungi bumi ini tidak melakukan kerusakan di muka bumi.

4.2 Saran

Adapun saran untuk tugas diskusi ini adalah agar diskusi yang di laksanakan untuk
mahasiswa baru 2016 lebih baik lagi di bandingkan dengan tahun sebelum-sebelumnya.

1.3 Latar Belakang Masalah Peranan Hidup Muslim

Baru saja kita membahas tentang Fungsi Hidup Muslim yang sangat berkaitan
dengan peranan hidupnya. Jika fungsi hidup lebih banyak ditekankan pada aspek konsekuensi
yang diterjemahkan ke dalam wewenang dan tanggung jawab, maka peranan lebih difokuskan
pada segi aplikasi dalam kehidupan seorang muslim. Secara sederhana peranan dapat diartikan
sebagai apa yang diharapkan oleh pihak lain yang seharusnya dilakukan oleh seseorang. Pihak
lain yang dimaksudkan di sini dapat berarti Tuhan (Allah SWT) dan secara kolektif dapat berupa
masyarakat, lembaga sosial kemasyarakatan atau bahkan individu (perorangan).

Kita menyadari sepenuhnya bahwa tidak ada seorangpun yang dapat hidup sendirian
karena secara kodrati manusia memang sebagai makhluk sosial. Dalam kenyataan sehari-hari
banyak ditemui orang-orang yang secara sengaja atau tidak sengaja membiasakan hidupnya
melawan sunatullah atau melawan arus, yaitu dengan membudayakan pola hidup individualistis
sebagaimana kita saksikan di negara-negara maju (sekuler) atau di kota-kota besar di
Indonesia. Pola hidup seperti ini justru membuat mereka stress, terpojok, bahkan menyulitkan
dirinya sendiri. Mengapa demikian? Jawabannya adalah karena mereka melawan fitrah hidupnya
sebagai makhluk yang memerlukan orang lain atau karena mereka melawan tuntunan sosial atau
harapan sosialnya. Pada kesempatan diskusi ketiga ini, kita mencoba mengenali apa yang
diharapkan diperankan oleh seorang muslim yang tercermin dari sikap perilaku (conduct),
keragaan (appearance), dan prestasi (achievement ). Dengan demikian maka kita bersama-
sama bertanya dan sekaligus menjawab apa peranan seorang muslim menurut pandangan
AlQuran.

II.CAPAIAN KOMPETENSI

2.1 Tujuan Diskusi Tujuan Hidup Muslim

Tujuan diskusi atau kuliah aktif ini adalah agar mahasiswa :

a. Dapat mengerti tujuan hidupnya berdasarkan pemahaman terhadap Al Quran.

b. Dapat menjelaskan perbedaan anatara tujuan hidup muslim dengan tujuan hidup manusia.
c. Dapat menjelaskan pengertiaan ibadah kepada Allah Swt.

2.2 Tujuan Diskusi Fungsi Hidup Muslim

Tujuan diskusi atau kuliah aktif ini adalah agar mahasiswa :

a. Mampu menjelaskan pengertian fungsi hidup muslim

b. Mampu menjelaskan pengertian rahmatan lil alamin

c. Mampu mengahayati fungsi hidupnya sebagai pembawa rahmat bagi sekalian alam.

2.3 Tujuan Diskusi Peranan Hidup Muslim

Tujuan diskusi atau kuliah aktif ini adalah agar mahasiswa :

a Memahami peranan hidupnya sebagai seorang muslim dalam kehidupan di dunia sesuai
dengan tuntunan Al Quran
b Mampu merumuskan pengertian khalifah fil ard dalam hubungannya
dengan pengelolaan potensi alam raya ini; dan
c Mampu menjelaskan cara pendekatan yang digunakan untuk menyadarkan umat
sebagai khalifah di muka bumi

III.HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Tujuan Hidup Muslim

Kaji dan analisis bahan diskusi di bawah ini:

a. Apakah tujuan hidup sorang muslim?

b. Dengan memperhatikan Surat Adz Dzaariyat(51): 55-58; maka bagaimana anda dapat
menghubungkan atau merumuskan relasi atara bezikir dan beriman pada aya 55; rizki pada ayat
57-58; dan kekuatan tangguh pada ayat 58 dengan beribadah kepada-Ku pada ayat 56.

c. Juga memperhatikan laa ta buduuna illallaaah dalam ayat 83 surat al baqarah


dengan berbuat baik kepada ibu, bapak, kaum kerabat, anak yatim dan orang miskin
(manusia seluruhnya) kemudian baru tunaikan shalat dan tunaikan zakat. Bagaimana anda
dapat menejalaskan pengertian beribadah kpada Allah SWT. Dalam ayat ini dengan prestasi
manusia
d. Dengan memperhatikan ayat 50 dengan 51 dan 52 sura huud 11 Allah SWT menghubungkan
beribadah kepada Allah SWT. dengan menurunkan rahmat (dalam ayat ini misalnya beruapa
hujan) dan menambah kekuatan manusia sekaligus Allah SWT menyuruh kita agar jangan
berbuat dosa. Dengan demikian maka apakah benar pengertian ibadah kepada Allah SWT lebih
banyak di tekan pada pencapaian prestasi (ahsanu amala atau amalan yang terbaik) dan tingkah
laku (akhlakul karimah) manusia di dunia.

Terjemahan ayat :

Surat Adz Dzaariyat(51): 56

56. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdikepada-Ku.

Kesimpulan dari ayat ini adalah : Allah tidak akan menciptakan jin dan manusia, jika mereka
tidak menyembah Allah SWT, karena hanya Allah lah yang hanya boleh di sembah tiada yang
lain.

Al Fatihah (1):5-7

5. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan Hanya kepada Engkaulah kami
meminta pertolongan. 6. Tunjukilah kami jalan yang lurus. 7. (yaitu) jalan orang-orang yang
Telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan)mereka yang dimurkai dan bukan (pula
jalan) mereka yang sesat.

Kesimpulan dari ayat ini adalah hanya kepada Allah SWT, kami berhak menyembah dan hanya
kepada Allah SWT kami meminta pertolongan bukan kepada orang atau patung tetapi hanya
kepada Allah SWT dan meminta pertolongan serta jalan yang lurus hanya kepada Allah SWT.

Al Baqarah (2):83-84

83. Dan (ingatlah), ketika kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): janganlah
kamumenyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-
anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia,
dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu,
kecualisebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. 84. Dan (ingatlah), ketika
kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh
orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu,
Kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya.

Kesimpulan dari ayat ini adalah ketika Allah SWT mengambil janji Bani Israil, Allah
menyerukan bahwa untuk kita tidak menyembah Tuhan lain selain allah dan menyuruh kita untuk
bebruat kebaikan. Serta menyuruh kita untuk berbicara yang baik serta melaksanakan sholat dan
zakat.

Al Araaf(7): 73-74 dan 85-86


73. Dan (Kami Telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh. Ia berkata: "Hai
kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya Telah
datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhammu. unta betina Allah Inimenjadi tanda bagimu,
Maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan
gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaanyang pedih.". 74. Dan ingatlah
olehmu di waktu Tuhan menjadikam kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum
'Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang
datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikanrumah; Maka ingatlah nikmat-nikmat
Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.

Kesimpulan dari ayat ini adalah allah telah menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi
ini. Dan Allah pula menenmpatkan kita semua di bumi untuk membuat rumah dsb. Maka dari itu,
senantiasa mengingat Allah dan tidak membuat kerusakan di bumi.

85. Dan (Kami Telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata:
"Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya
Telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Makasempurnakanlah takaran dan
timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang- barang takaran dan
timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumisesudah Tuhan
memperbaikinya. yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang
beriman". 86. Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan
menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu
menjadi bengkok. dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah
memperbanyak jumlah kamu. dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat
kerusakan.

Kesimpulan dari ayat ini adalah kita dilarang menghalang-halangi orang yang beriman, untuk
berada di jalan Allah melakukan semua apa yang di perintahkan oleh Allah. Dan Allah SWT
menyerukan kepada kita untuk melihat kerusakan yang sudah di buat oleh manusia.

Huud (11):50-52 dan 61

50. Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka, Huud. Ia berkata: "Hai kaumku,
sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. kamu hanyalah mengada-adakan
saja. 51. Hai kaumku, Aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. upahku tidak
lainhanyalah dari Allah yang Telah menciptakanku. Maka Tidakkah kamu mengerti?. 52. Dan
(Dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya,
niscaya dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan dia akan menambahkan kekuatan
kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa."

Kesimpulan dari ayat ini adalah Nabi Hud menyuruh kaumnya untuk memohon ampunan kepada
Allah dan menyuruh untuk bertobat, maka Allah SWT akan menurunkan hujan yang sangat deras
dalam maksud disini adalah rezeki dan Allah juga akan memberikan kekuatan yang lebih kepada
kita semua.

61. Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku,
sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakankamu dari
bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, Karena itu mohonlah ampunan-Nya,
Kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi
memperkenankan (doa hamba-Nya).

Kesimpulan dari ayat ini adalah menyuruh kaum Tsamud untuk menyembah Allah karena tidak
ada Tuhan bagi mereka selain Allah. Allah telah mencipatakan kita dari tanah dan menjadikan
kita sebagi penghuni dunia dan memakmurkannya , maka dari itu bertobat kepada-Nya dan Allah
akan memberikan rahmat dari doa-doa kita.

B. Adz-Dzariaat (51): 55-58

55. Dan tetaplah memberi peringatan karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-
orang mukmin. 56. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
mengabdikepada-Ku. 57. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak
menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. 58. Sesungguhnya Allah dialah Maha
pemberi rezki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.

Kesimpulan dari ayat ini adalah hanyalah Allah SWT yang maha pemberi rezeki dan mempunyai
kekuatan yang kokoh lebih dari apapun.

C. Al Baqarah (2):83

83. Dan (ingatlah), ketika kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): janganlah kamu
menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-
anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia,
dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali
sebagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

Kesimpulan dari ayat ini adalah tidak ada yang berhak di sembah melainkan allah SWT.

D. Huud (11):50-51

50. Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka, Huud. ia berkata: "Hai kaumku,
sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. kamu hanyalah mengada-adakan
saja. 51. Hai kaumku, Aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini, upahku tidak lain
hanyalah dari Allah yang Telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu mengerti?"

Kesimpulan dari ayat ini adalah Huud menyeru kepada kaumnya, bahwa ia tidak pernah meminta
imbalan apapun dari kaumnya. Ia percaya bahwa Allah yang akan memberikan imbalan
kepadanya.

Jawaban:
A.Tujuan hidup seorang muslim adalah:

1 Beribadah kepada Allah SWT


2 Menyembah dan memohon hanya kepada Allah SWT
3 Berbuat dan bertutur kata yang baik kepada manusia
4 Mensyukuri nikmat Allah SWT
5 Menjaga bumi agar terhindar dari kerusakan

B. Hubungan antara berdzikir dan beriman pada ayat 55, rizki pada ayat 57-58 dan kekuatan
tangguh pada ayat 58 dengan beribadah kepada Allah pada ayat 56 , yaitu dengan berdzikir, maka
iman sudah tertanam dalam diri kita. Sebagai orang yang beriman, dengan berdzikir orang akan
di mudahkan rezekinya serta di berikan kekuatan oleh-Nya jika senantiasa beribadah kepada
Allah SWT.

C. Perintah beribadah kepada Allah dalam ayat 83 surat Al Baqarah dengan prestasi manusia
adalah berwawasannya dalam hidup tidak hanya mengerjakan ibadah mahdah saja yaitu sholat,
berpuasa, berdzikir, dan berdoa. Namun kita tetap melaksanakan ibadah ghairi mahdah yaitu
berbuat baik kepada orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang.

D. Benar adanya, karena dengan pencapaian prestasi, maka kita telah beribadah kepada Allah
SWT . dalam mencapai prestasi tersebut terdapat amalan yang baik dan di barengi dengan
tingkah laku yang baik contohnya bertutur kata yang baik dan sopan terhadap orang tua, dan
sebagainya.

3.2 Fungsi Hidup Muslim

Diskusikan dan dan jawablah beberapa pertanyaan berikut bersama-sama teman-teman anda
dalam kelompok.

a. Apa fungsi hidup seorang muslim? Perhatikan: Surat Al Anbiya (21):107 dan An Nahl (16):89.

b. Apa pengertian dari rahmatan lil alamin ? Periksalah secara seksama dan tarik kesimpulan
dari surat An Naml (27): 17-19.

c. Bagaimana mewujudkan fungsi tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari di duniaini?


Perhatikan Surat Al Baqarah (2): 218; An Nisa (4): 175; Al Anam (6): 154; AlAraf (7): 53-57;
dan Yunus (10): 21-24

Terjemahan ayat:

A. Al Anbiya (21):107

107. Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semestaalam.

Kesimpulan dari ayat ini adalah Allah SWT telah menciptakan dan mengutus nabi Muhammad
SAW hanya untuk menjadi rahmat di alam semesta.
An Nahl (16):89

89. (Dan ingatlah) akan hari (ketika) kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas
mereka dari mereka sendiri dan kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh
umat manusia dan kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan

segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.

Kesimpulan dari ayat ini adalah ketika pada saat di hari dimana dibangkitkan, Allah SWT
mendatangkan Nabi Muhammad SAW untuk menjadi saksi atas semua umatnya dan juga
menurunkan Al Quran untuk menjelaskan semua orang-orang muslim.

B. An Naml 17-19

17. Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu merekaitu
diatur dengan tertib (dalam barisan). 18. Hingga apabila mereka sampai di lembah semut
berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu
tidak diinjak oleh Sulaiman dantentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari". 19. Maka dia
tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya
Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan
kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau
ridhai; dan masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang
shaleh".

Kesimpulan dari ayat 18 dan 19 adalah nabi sulaiman selalu bersyukur dengan agama yang telah
di anugerahkan Allah SWT kepadanya dan orang tuanya.

C. Al Baqarah (2):218

218. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan
Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.

Kesimpulan dari ayat ini adalah sebenarnya orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad
dijalan Allah adalah orang yang mengharapkan rahmat Allah SWT.

An Nisa (4):175

175. Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya
niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan
limpahan karunia-Nya, dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-
Nya.

Kesimpulan dari ayat ini adalah setiap orang-orang yang beriaman maka Allah akan menurunkan
rahmatnya dan memasukan kedalam surga-Nya.

Al Anam (6):154
154. Kemudian kami Telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa untuk menyempurnakan
(nikmat kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, dan untuk menjelaskan segala sesuatu dan
sebagai petunjuk dan rahmat, agar mereka beriman (bahwa) mereka akan menemui Tuhan
mereka.

Kesimpulan dari ayat ini adalah Allah SWT telah menurunkan kitab taurat kepada nabi Musa.

Al Araf (7):56

56. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya
dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan
dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

Kesimpulan dari ayat ini adalah Allah SWT menyerukan kepada kita agar kita tidak membuat
kerusakan terhadap bumi ini. Dan senantiasa berdoa untuk meminta ampunan dan rahmat.

Yusuf 53 57

53. Dan Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), Karena Sesungguhnya nafsu ituselalu
menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.Sesungguhnya
Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang. 54. Dan raja berkata: "Bawalah Yusuf
kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku". Maka tatkala raja telah
bercakap-cakap dengan Dia, Dia berkata:"Sesungguhnya kamu (mulai) hari Ini menjadi seorang
yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai pada sisi kami". 55. Yusuf berkata : "Jadikanlah Aku
bendaharawan negara (Mesir); Sesungguhnya Aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi
berpengetahuan". 56. Dan Demikianlah kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir;
(Dia berkuasa penuh) pergi menuju kemana saja ia kehendaki di bumi Mesir itu. Kami
melimpahkan rahmat kami kepada siapa yang kami kehendaki dan kami tidak menyia-nyiakan
pahala orang-orang yang berbuat baik. 57. Dan Sesungguhnya pahala di akhirat itu lebih baik,
bagi orang-orang yang beriman danselalu bertakwa.

Kesimpulan dari ayat ini adalah Nabi Musa sangatlah di percaya oleh raja dan dia menyerahkan
dan untuk menjadi bendaharawan dan Raja memberi kedudukan serta tempat tinggal dimana saja,
karena Nabi Musa adalah orang yang baik.

Yunus 21-24

21. Dan apabila kami merasakan kepada manusia suatu rahmat, sesudah (datangnya) bahaya
menimpa mereka, tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda
kekuasaan kami. Katakanlah: "Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu)".
Sesungguhnya malaikat-malaikat kami menuliskan tipu dayamu. 22. Dialah Tuhan yang
menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan sehingga apabila kamu berada di
dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan
tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila)
gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka Telah terkepung
(bahaya). Maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya
semata-mata (mereka) berkata: "Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya
ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur". 23. Maka tatkala Allah
menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman dimuka bumi tanpa (alasan) yang
benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil
kezalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu,
lalu kami kabarkan kepadamu apa yang Telah kamukerjakan. 24. Sesungguhnya perumpamaan
kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah
dengan suburnya, karena air itu tanam-tanaman bumi, diantaranya ada yang dimakan manusia
dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula)
perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya, tiba-tiba
datanglah kepadanya azab kami di waktu malam atau siang, lalu kami jadikan (tanam-
tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh
kemarin. Demikianlah kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (kami) kepada orang-orang
berfikir.

Kesimpulan dari ayat ini adalah Allah SWT telah memberikan apa yang diperlukan mahluk hidup
di muka bumi ini, maka dari itu Allah menyeru agar umat manusia senantiasa menjaga agar tidak
terkena azab dari Allah SWT.

Jawaban:

A. Fungsi hidup seorang muslim berdasarkan surah al-anbiya (21) : 107 dan an-nahl (16) : 89

adalah sebagai berikut :

1 Sebagai rahmat di bumi


2 Sebagai saksi dan beriman kepada Al-Quran karena Al-Quran sebagai penjelas segala
sesuatu, pemberi petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri.

B. Pengertian Rahmatan Lil alamin dari surah an-naml (27) : 17-19 yaitu rahmat yang membawa
kebaikan dan ketentraman bagi seluruh alam serta tidak berbuat kerusakan dengan cara yang
semena-mena dan juga kita tidak di perbolehkan untuk menyakiti mahluk lain tanpa alasan yang
jelas atau untuk kesenangan semata dan kita dilarang oleh Allah untuk menyakiti hewan sekecil
apapun seperti semut, kita tidak boleh membunuh dan menyakiti tanpa alasan karena mahluk
sekecil itu juga mahluk ciptaan Allah yang selalu patuh kepada ajaran-Nya dan memberikan
manfaat.

C. Cara mewujudkan fungsi dari surah Al-Baqarah (2) : 218; An-nisa (4): 175; Al-An-am (6):154;
Al-araf (7) : 56; Yusuf (12) 53-57 dan Yunus (10) : 21-24 yaitu sebagai berikut :

1 Beriman kepada Allah SWT dan berpegang teguh pada agama-Nya


2 Berhijrah menuju kebaikan di jalan Allah
3 Berjihad di jalan Allah dengan menegakkan kebenaran
4 Berbuat kebaikan dalam menjelaskan segala sesuatu di jalan Allah kepada manusia di
bumi
5 Berbuat kebaikan dengan tidak merusak bumi
6 Berdoa kepada Allah dengan rasa takut dan penuh harap agar allah selalu dekat dengan
kita
7 Menahan nafsu kecuali nafsu yang di rahmati Allah karena nafsu mendorong kepada
kesalahan
8 Menjadi orang yang berkedudukan tinggi yang dapat di percaya
9 Menuntut ilmu dan mengamalkan ilmu, di jalan-Nya
10 Menjadi orang-orang yang berbuat baik saat memiliki kedudukan yang tinggi
11 Beriman dan bertakwa untuk meraih rahmat-Nya
12 Senantiasa bersyukur atas rahmat yang dilimpahkan
13 Bersyukur dan bersabar dalam menghadapi musibah
14 Berdoa dengan tulus ikhlas kepada Allah semata
15 Jangan berbuat dzalim di muka bumi

3.3 Peranan Hidup Muslim

Diskusi butik butir pertanyaan dan pernyaaaan berikut ini besama dengan teman temananda
dalam kelompok

a. Dalam surat Al Baqarah: 30 Allah SWT menegaskan akan menjadikan manusia sebagai
khalifah di muka bumi

a.1. Jika kita perhatikan lanjutan surat tersebut dalam ayat 31, 32, 33, 34 dan seterusnya maka
apakah hubungan antara khalifah dengan asmaadan allimunhakim ( maha mengetahui dan maha
bijaksana)?

a.2. Juga apa hubungan antara khalifah dengan hudan petunjuk pada ayat 38?

a.3 Apa peranan hudup yang di harapkan dilaksanakan oleh seorang muslim?

b. Dalam surat An Naml 60-61 Allah menegaskan penciptaanya dan memberikan berbagai rahmat
kemudian mempertanyakan apakah disamping Allah SWT. ada Tuhan yang lain ? Demikian juga
dalam ayat 62 Allah SWT menegaskan bahwa dia memperkenankan doa dan menjadikan kamu
sebagai khalifah di bumi juga mempertanyakan : apakah di samping Allah SWT ada tuhan yang
lain? Kemudian disebut bahwa amat sedikitlah kamu berdikir. Demikian juga dalam ayat 63 dan
64. Bagaimana anda dapat menghubungkan atau mencari relasi mengenai hal hal yang ditegaskan
oleh Allah SWT tentang penciptaan langit dan bumi dan pemberian rahmatnya
memperkenanakan doa dan menjadikan kamu sebagai khalifah di satu sisi dengan pertanyaan
apakah di samping Allah SWT ada tuhan lain dan amat sedikit kamu berdzikir di sisi yang lain .

c. Dalam surat Huud 61 Nabi Shaleh As. Meminta kaumnya untuk beribadah kepada Allah SWT
dan menegaskan bahwa Dia telah

c.1 Menciptakan kamu ( manusia ) dari bumi ( tanah).

c.2 Memberikan kewajiban kepada manusia sbagai pemakmur bumi.


c.3 Menyuruh manusia selau beristighfar dan bertaubat.

c.4 Menyatakan dekat dengan manusia dan memperkenankan doa

Kemudian perhatikan Surah Al Anam 165 di situ kita temui penyataan dia menjadikan khalifah
di muka bumi dan menegaskan sebagai manusia derajatnya lebih tinggi dari sebagian yang lain.
Mengapa sebagai manusia yang sama-sama berperan sebagai khlifah di muka bumi derajatnya
bisa lebih tinggi dari yang lain? Perhatikan surat alan am 160 162 dan hud 61 apa hubungan
antara berdoa dan berdzikir , beristighfar dan bertaubat serta memakmurkan bumi ( Qs. An Naml
62-63 agar manusia mampu berperan sebagai khlifah Allah SWT, di muka bumi?

d. Rumuskan beberapa langkah bagaimana cara mengefektikkan peranan hidup seorang muslim
berdasarkan hasil analisis dan sintesis pada butir a, b dan c ?

Terjemahan ayat:

Al Baqarah 2:30-34 dan 38

30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku
hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau
hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan
menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan
Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". 31.
Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian
mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-
benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!". 32. Mereka menjawab: "Maha
Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang Telah Engkau ajarkan kepada
Kami; Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahuilagi Maha Bijaksana". 33. Allah
berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini. Maka setelah
diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku
katakan kepadamu, bahwa Sesungguhnya Aku mengetahui rahasialangit dan bumi dan
mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?". 34. Dan (Ingatlah)
ketika kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah
mereka kecuali Iblis, ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang
kafir.

Kesimpulan dari ayat ini adalah Allah menyeru kepada kita semua untuk menyembah Adam
kecuali iblis, iblis termasuk dalam golongan yang kafir.

38. Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-
Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran
atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati".

Kesimpulan dari ayat ini adalah barang siapa yang selalu mengikuti petunjuk dari Allah SWT
niscaya akan masuk surga
An Naml 60-64

60. Atau siapakah yang Telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu
dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandanganindah, yang
kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? apakahdisamping Allah ada
Tuhan (yang lain)? bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orangyang menyimpang (dari
kebenaran). 61. Atau siapakah yang Telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan
yangmenjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung
untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? apakah
disampingAllah ada Tuhan (yang lain)? bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka
tidak Mengetahui. 62. Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan
apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu
(manusia) sebagai khalifah di bumi apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? Amat
sedikitlah kamu mengingati(Nya). 63. Atau siapakah yang memimpin kamu dalam kegelapan di
dataran dan lautan dan siapa (pula) kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira
sebelum (kedatangan) rahmat- Nya apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? Maha Tinggi
Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya). 64. Atau siapakah yang
menciptakan (manusia dari permulaannya), Kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula)
yang memberikan rezki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah disamping Allah ada Tuhan
(yang lain)? Katakanlah: "Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang
benar".

Kesimpulan dari ayat adalah bahwasanya tiada Tuhan yang lain hanya Allah SWT yang selalu di
ingat, di tinggikan dan dan tidak dipersekutukan.

Huud 61

61. Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku,
sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu
dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya.
Kemudian bertobatlah kepada-Nya, sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi
memperkenankan (doa hamba-Nya)."

Kesimpulan dari ayat ini adalah bahwa hanya Allah yang berhak di sembah, dan tidak ada Tuhan
lain.

Al Anam 160-162, dan 165

160. Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya;
dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan
seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). 161.
Katakanlah: "Sesungguhnya Aku Telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu)
agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang
musyrik". 162. Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah
untuk Allah, Tuhan semesta alam.

Kesimpulan dari ayat 160-162 adalah apabila kita berbuat ke baikan maka akan mendapatkan 10
kali lipat dan jika kita melakukan kejahatan maka akan mendapatkan balasan yang seimbang,
Allah tidak pernah mendzalimi umatnya, Allah maha Pemberi Petunjuk.

165. Dan dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan dia meninggikan
sebagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apayang
diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya
dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Kesimpulan dari ayat ini adalah Allah telah menjadikan manusia di muka bumi ini sebagai
khalifah dan Allah maha Pengampun dan maha Penyayang

Huud (11):61

61. Dan kepada kaum Tsamud (kami utus) saudara mereka, Shaleh. Dia berkata Wahai kaumku!
Sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Dia menciptakan dari bumi (tanah) dan
menjadikan mu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah
kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa
hamba-Nya)

Kesimpulan dari ayat ini adalah sembahlah Allah SWT dan tidak ada yang lain. Dia yang telah
menciptakan semuanya di muka bumi ini.

Surah An-Naml 62-63

62. Bukankah Dia (Allah) yang meperkeNankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia
berdoa, kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai
khalifah (pemimpin) dibumi? Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain)? Sedikit sekali
(nikmat allah yang kamu ingat). 63. bukankah Dia (Allah) yang memberi petunjuk kepada kamu
dalam kegelapan di daratan dan lautan dan yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira
sebelum (kedetangan) rahmata-Nya? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? Maha
tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan.

Kesimpulan dari ayat 62-63 adalah apabila kita berdoa kepada Allah maka ketika kita kerusakan
Allah akan senatiasa memberikan bantuan.

Jawaban:

A a.1 Hubungan antara khalifah, asmaa dan alimun hakim yaitu sebagai seorang umat muslim
diciptakan oleh Allah SWT di muka bumi ini adlah sebagai khalifah. Allah memberikan
kemampuan berupa akal pikiran yang agar bisa mengerti nama-nama (Asma) dan diharapkan bisa
membantu manusia dalam tugasnya, karena Allah SWT Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.
a2. Hubungan antara khalifah dengan hudan (petunjuk) yaitu kita sebagai khalifah dibumi dalam
melaksanakan tugasnya yang berupa dengan selalu berbuat kebaikan, menjaga bumi serta
merawatnya dan mengelolanya dengan maksimal tanpa berlebihan sehingga nantinya tidak
timbul kerusakan yang harus mengikuti petunjuk dari Allah agar dalam pelaksanaannya kelak
tidak terjadi kesemena-menaan dan kekhawatiran, apalagi terkadang apa yang manusia anggap
baik belum tentu benar di mata Allah.

a3. Peran hidup yang diharapkan dilaksanakan seorang muslim yaitu : menjalani semua tugas
sebagai khalifah di bumi dengan sungguh-sungguh, dan mengelola bumi dengan sebaik-baiknya.

B. Allah memperkenankan kita untuk berdoa di setiap saat, dan selalu bersyukur atas segala yang
telah Allah swt berikan kepada kita sebagaimana telah Allah jadikan kita sebagi khalifah dimuka
bumi. Namun pada kenyataannya masih saja ada manusia yang mengingkari kebesaran Allah dan
hanya mengingat Allah disaat kesusahan saja.

C. Manusia sebagai khalifah di muka bumi dan derajatnya bisa lebih tinggi dari yang lain karena
banyaknya amal dan perbuatan baik. Hubungannya, yaitu manusia sebagai khalifah di muka bumi
ini senantiasa berdzikir dan beristigfar untuk mengingat Allah SWT , serta mengingat segala dosa
dan meminta ampunan serta petunjuk untuk berada di jalan yang benar.

D.Langkahnya yaitu:

1.Menyadari bahwa tugas dan tujuan kita ada di muka bumi untuk menyembah dan beribadah
kepada Allah semata.

2. Melakukan kebaikan yang tidak hanya untuk diri sendiri

3. Senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah di berikan

4. Menjalankan amanah yang di berikan Allah SWT sesuai petunjuk yang telah di berikan oleh-
Nya

5. Manusia berperan sebagai khalifah di muka bumi

6. Memohon petunjuk kepada allah SWT

7. Tidak menyekutukan-Nya

8. Memohon ampunan/bertobat hanya kepada Allah SWT

9. Memperbanyak dzikir untuk senantiasa mengingat-Nya

10. Menjalankan kewajiban dari-Nya

Diskusi kelompok 8

a) Tujuan hidup seorang muslim dari beberapa ayat diatas adalah beribadah atau
menyembah allah swt. Karena tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan allah
swt. Selaim itu juga manusia diciptakan untuk berbuat baik kepada orang tua, kerabat,
anak2 yatim, dan orang miskin serta kita diharuskan bertutur kata yang baik kepada
manusia lainnya. Dalam melakukan ibadah terhada allah swt. Manusia dapat melakukan
ibaah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah. Dimana ibadah mahdhah adalah ibada yang
tata caranya diatur berdasarkan ketentuan-ketentuan yang jelas dan bersifat mutlak,
Seperti tata cara sholat. Sedangkan ibadah ghairu mahdhah adalah bentuk perbuatan yang
dapat bernilai ibadah jika diniatkan ibadah seperti dzikir, infaq, sedekah, bahkan senyum.

b) Dari Q.S adz -dzaariyat (51) 55-58 apat disimpulkan bahwa hubungan berdzikir dan
beriman, rizki, kekuatan tangguh dan beribadah kepadaku adalah jika sering
melaksanakan berdzikir maka orang tersebut akan semakin beriman jika orang itu
semakin beriman maka dia akan di mudahkan rizkinya, dan bertambah imannya
sesungguhnya allah swt memerintahkan kita untuk beribadah kepaanya bukan karena
allah butuh kita melainkan manusia itu sendiri yang membutuhkannya. Karena allah sang
maha pemberi rizki dan pemilik kkuatan yang tangguh.

c) Beribadah kepada allah swt adalah kewajiban semua umat muslim, beribadah kepada
allah swt bukan hanya menyembah allah swt. Tetapi juga berbuat baik kepada ibu, bapak,
kerabat, anak yatim. Dalam beribadah kepada allah swt harus seimbang antara berbuat
baik kepada sesama manusia dengan ibadah/menyembah allah dengan cara menunaikan
sholat.

d) Dalam mencapai ibadah kepaa allah swt. Kita bisa melakukan berbagai macam cara yaitu
dengan melakukan amal baik dan dengan bertingkah laku dengan baik semua itu
dilakukan untuk rasa bersyukur kita atas nikmat dan karunia yang telah allah swt berikan
kepada kita. Dan itu semua dilakukan untuk diri kita agar dapat selalu dkat dengan allah
swt. Allah swt melarang kita untuk memdekati segala larangan-larangannya maka dari itu
kita harus beribadah kepada allah swt dengan melaksanakan ahsanu amala dan akhlakul
karimah

FUNGSI HIDUP MUSLIM

Kelompok 8

Ketua : Reny afriana

Sekertaris : Dhika maharani

Anggota : -Lusiani (161411025)

-Kiki indah lestari

-Reni astuti

-Richa ayu effendi

-Yolanda thursdiani

Diskusi kelompok

a) Fungsi hidup muslim adalah untyk memberi teladan bagi umat manusia untuk bersikap
rahmat bagi seluruh alam termasuk orang kafir, tumbuhan, dan jin serta memberikan
kesaksian hidup mereka sendiri untuk dipertanggungjawabkan di depan allah atau apa
yang tlah di perbuat selama hidup di dunia. Serta allah memberikan manusia akal, hak,
dan wewenang untuk menjelaskan atau memaparkan segala aspek yang terkandung dalam
al quran untuk di jadikan petunjuk dan rahmat serta nikmat dari allah swt. Dalam
kehidupan sehari-hari dan pemakmur dan pelindung kehidupan di muka bumi.

b) Rahmatan lilalamin adalah seorang muslim yang mengerjakan kebaikan atas amalan
yang di ridhoi oleh allah dan rahmat seluruh alam termasuk orang kafir, jin, hewan dan
tumbuhan. Serta untuk tetap bersyukur atas nikmat dan karunia yang telah allah berikan.
Sebagai contoh dalam surat an-naml ayat 17-18 nikmat yang allah swt berikan kepada
nabi sulaiman berupa bisa berbicara dan mengerti bahasa hewan.

c) Untuk mewujidkan fungsi tersebut dalam kehidupan sehari-hari dengan cara :

1) Melaksanakan kebaikan yang di ridhoi allah swt


2) Berjihad dijalan allah
3) Berhijrah ke arah yang lebih baik
4) Beriman kepada allah dengan meyakini apa yang di syariatkan
5) Menuntut ilmu agar cakap dalam melakukan apapun
6) Menahan nafsu agar tidak terjerumus dari perbuatan yang keji
7) Tidak merasa berputus asa dari rahmat dan pertolongan allah
8) Bersyukur dari dijauhkannya bencana
9) Taat dan menegakan perintah allah
10) Menjelaskan segala sesuatu sebagai petunjuk dan rahmat
11) Jangan berbuat kerusakan di bumi
12) Bertaqwa
13) Berdoa agar diampuni segala dosanya
14) Senantiasa ikhas
15) Tidak berbuat dzalim

PERANAN HIDUP MUSLIM

A. a.1 hubungan antara khalifah, asmaa dan alimun hakim yaitu dapat dipahamkan
bahwasanya ayat 31 yang menerengkan bahwa allah mengajrkan nama-nama kepada
adam As. Dan seketika ditanyakan pada malaikat, malaikat menyembahkan bahwa
pengetahuan mereka hanya terbatas, sekedar hanya yang diajarkan allah kepada mereka.
Pada ayat 32. Lalu adam disuruh menerangkan, maka adam pun menerangkanlah nama-
nama itu. Dapat ditarik maksud dan keistimewaan yang diberikan allah kepada manusia
yang kian lama kian dibukakan rahasia segala nama itu kepada manusia sebagaimana
ujung ayat 33 pada tafsir, yang manapun kita akan cenderung baik jika di tafsirkan bahwa
adam As. Dan keturunannya diangkat menjadi khalifah dari makhluk yang telah musnah
sebagai khalifah dari allah sendiri. Namun isi ayat lanjutan sebelumnya telah
menyingkapkan lagi tabir pemikiran yang lebih luas bagi manusia agar janganlah mereka
kafir terhadap allah.

a.2 hubungan antara khalifah dengan hudan(petunjuk) yaitu kita sebagai khalifah dibumi
dalam melaksanakan tugasnya yang berupa dengan selalu berbuat kebaikan, menjaga
bumi serta merawatny dan mengelolanya dengan maksimal tanpa berlebihan sehingga
nantinya tidak timbul kerusakan yang harus mengikuti petunjuk dari allah agar dalam
pelaksanaannya kelak tidak terjadi kesemenaan-menaan dan kekhawatiran, apalagi
terkadang apa yang manusia anggap baik belum tentu benar dimata allah.

a.3 peran hidup yang diharapkan dilaksanakan seorang muslim yaitu : menjalani semua
tugas sebagai khalifah dibumi dengan sungguh-sungguh yaitu sebagi pengganti
pemimpin dan penguasa yang tercermin dalam perilaku serta prestasi dunia agar
senantiasa kita dekat kepada allah swt. Dan mengelola bumi dengan sebaik-baiknya.

B. Allah swt. Menciptakan langit dan bumi yang didalamnya berisikan keindahan dan
kenikmatan yang perlu dijaga karena semua adalah pemberian rahmat untuk manusia
sehingga manusia diperkenankan untuk berdoa setiap saat, setiap waktu, untuk
mendekatkan diri kepada allah swt. Dan tidak lupa bersyukur atas segala yang telah allah
swt berikan kepada kita dan juga untuk mendapatkan jawaban atau petunjuk dalam
menjalani cobaan dunia ini. Memberikan akal dan menjadikan manusia sebagai khalifah
di muka bumi untuk tidak berbuat kerusakan dan untuk berfikir bahwa kita harus terus
mendekatkan diri kepadanya, namun pada penerapannya masih saja da manusia yang
mengingkari kebesaran allah swt. Dan hanya mengingat allah swt. Disaat kerusuhan saja.

C. c.1 mengapa sebagian manusia yang sama-sama berperan sebagai khalifah dibumi
derajatnya bisa lebih tinggi dari yg lain? Karena manusia sama-sama berperan sebagai
khalifah dibumi namun terjadi perbedaan pada manusia ini disebabkan perbedaan amal
soleh dan perilakunya, semakin tinggi takwa maka seorang muslim makin tinggi
derajatnya.

c.2 hubungan berdzikir, istighfar, bertaubat, dan memakmurkan bumi yaitu berarti
manusia sebagai khalifah allah swt. Dimuka bumi telah mensyukuri dan melaksakan
tugasnya dengan baik. Berdziikir dan beristighfar membuat manusia senantiasa mengingat
allah swt. Dan selalu menyadari atas kesalahnnya yang pernah ia lakukan didunia. Berdoa
berarti manusia itu meminta petunjuk dan bantuan dari allah swt. Dalam menjalankan
sesuatu seringkali kita melakukan kesalah dan bila kita salah maka berataubatlah.
Kemakmuran biasa berarti berbuat baik pada yang cukup dibalas oleh allah swt. Semakin
dekat dengan allah swt. Semakin sadarlah kita akan peran kita sebagai khalifah dimuka
bumi ini.

D. Langka-langkah dan cara mengefektifkan peran hidup seorang muslim berdasarkan hasil
analisis dan sintesis pada butir a,b, dan c adalah :
1) Menyadari bahwa tugas dan tujuan kita ada di muka bumi untuk menyembah dan
beribadah kepadah allah semata.
2) Menjalankan ibadah
3) Senantiasa beriman kepada allah swt.
4) Senantiasa berpegang teguh kepada allah swt.
5) Senantiasa mengingat bahwa manusia sebagai pemakmur bumi
6) Senantiasa tidak melakukan tipu daya
7) Dilarang menjadi orang dzalim
8) Melakukan kebaikan yang tidak hanya untuk diri sendiri
9) Senantiasa bersyukur kpada allah swt. Atas nikmat yang telah diberikan
10) Menjaga keindahan yang ada dimuka bumi yang telah diberikan allah swt.
11) Mengelola bumi dan memanfaatkannya agar dapat berdaya guna
12) Menjalankan amanah yang diberikan allah swt sesuai petunjuk yang diberikan
olehnya
13) Manusia berperan sebagai khalifah di bumi
14) Memohon petunjuk kepada allah swt.
15) Tidak menyekutukannya
16) Senantiasa berbuat apa yang telah diperbuat
17) Memohon ampunan atau bertaubat hanya kepada allah swt.
18) Memperbanyak dzikir untuk senantiasa mengingatnya
19) Menjalankan kewajiban darinya
20) Membantu sesama umat muslim
IV. KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari laporan akhir tugas diskusi ini adalah sebagai berikut:

5 Tujuan hidup seorang muslim di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah SWT dan
menjalankan setiap ajaran-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
6 Kita di dunia ini tidak hanya beribadah mahdah saja tetapi juga ibadah ghaini juga.
7 Fungsi hidup muslim di dunia ini adalah sebagai rahmat di muka bumi
8 Peranan hidup muslim di muka bumi ini adalah sebagai khalifah yang senantiasa menjaga
dan melindungi bumi ini tidak melakukan kerusakan di muka bumi.

4.2 Saran

Adapun saran untuk tugas diskusi ini adalah agar diskusi yang di laksanakan untuk
mahasiswa baru 2016 lebih baik lagi di bandingkan dengan tahun sebelum-sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA

Al-Quran dan Terjemahannya. 1990. Departemen Agama RI dan Kerajaan Saudi Arabia. 1133

hlm.

Aziz, M.A. 1995. Memahami dan Mendalami Ajaran Al-Quran Jilid 1A Bangkit Daya Insana.

Cijantung. Jakarta. 132 hlm


LAMPIRAN