Anda di halaman 1dari 16

KARYA TULIS ILMIAH

PELUANG DAN TANTANGAN INDONESIA MENGHADAPI AFTA 2015

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 4 ( PENDIDIKAN AKUNTANSI )
KETUA : Neni Ratnaningsih
ANGGOTA : Alya Nurizky
Deatri Nurulita
Dina Aulia R
Esti Fuji Nurani
Fajar Sena Intan Savila
Fika Nur Patmah
Ghina Prima B
Rani Selpianti
Syva Sopianti

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA


Jalan Dr. setiabudi No. 229 Bandung 40154
KATA PENGANTAR

Kami panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan
nikmat, hidayah, serta karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun Karya Tulis Ilmiah
ini. Tak lupa salawat serta salam kami limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW kepada
para keluarga, sahabatnya, dan tabiin-tabiinnya, serta sampai umatnya hingga akhir
zaman.
Karya Tulis Ilmiah ini kami susun untuk melatih keterampilan kami dalam
membuat suatu karya tulis yang baik, benar, menarik dan menjadi acuan kami dalam
membuat karya tulis yang berikutnya.
Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada akang,teteh panitia PPA DIKSI dan
pementor KTI yang sudah memberikan kesempatan kami untuk belajar materi tentang
KTI dan memberikan juga kesempatan membuat suatu karya tulis ini, dan ini kesempatan
sangat luar biasa.
Tentunya Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,
kami haturkan maaf apabila dalam penulisan dan kosa kata ada yang salah. Kritik dan
saran dari semua pihak sangat kami harapkan untuk kesempurnaan karya tulis ini. Kami
berharap karya tulis yang kami ciptakan bisa bermafaat bagi pembaca dan menjadi suatu
motivasi kedepannya untuk saudara saudara yang ingin membuat karya tulis.

Bandung, 18 September 2014

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................................2
DAFTAR ISI.......................................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................................5
BAB III METODE PENULISAN.....................................................................................7
BAB IV PEMBAHASAN..................................................................................................7
BAB V PENUTUP.............................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................11
LAMPIRAN.....................................................................................................................12

3
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Sebelum kami menulis panjang dan lebar, sudahkah saudara-saudara mengetahui
apa itu AFTA? Ataukah saudara-saudara memang tidak mau tahu tentang AFTA karena
masih memikirkan besok mau makan saja susah? Setidaknya sekarang kita harus
mengetahui apa yang dimaksud dengan AFTA. Terlebih lagi AFTA ini akan mulai
diberlakukan pada tahun 2015, tepat setelah beberapa bulan selesainya tahun politik
panas 2014.
AFTA yang merupakan akronim dari ASEAN Free Trade Area sejatinya
merupakan kesepakatan dari negara negara di asean untuk membentuk sebuah kawasan
bebas perdagangan. Tujuannya agar dapat meningkatkan daya saing ekonomi kawasan
ASEAN di dunia. Harapannya, bila AFTA ini sukses, ASEAN bisa menjadi kawasan
basis produksi didunia seperti yang sudah ada sekarang ini yaitu China. Coba ingat?
Sudah berapa ratus produk yang masuk ke indonesia itu Made In China?
Perjanjian perdagangan bebas AFTA dicetuskan ketika terjadi pertemuan tingkat
Kepala Negara ASEAN atau SEAN summit ke-4, yang dilakukan pada tahun 1992. Pada
pertemuan itu kemudian para kepala negara mengumumkan akan membentuk sebuah
kawasan perdagangan bebas di asean dalam jangka waktu 15 Tahun. Kalau dihitung
seharusnya akan efektif berjalan secara penuh pada tahun 2007. Namun kenyataanya,
AFTA ini akan aktif pada tahun 2015, 22 tahun kemudian.
Dengan adanya kebijakan perdagangan bebas AFTA ini, nantinya tidak akan ada
hambatan tarif(bea masuk 0-5%) ataupun hambatan non tarif untuk negara negara
anggota ASEAN. Dengan begitu, tentunya keuntungan dan tantangan akan muncul untuk
negara Indonesia. Lantas, apakah negara kita Indonesia sudah siap? Siap memanfaatkan
kondisi ini untuk membuat negara lebih maju dan berkembang? Apalagi AFTA ini efektif
tahun 2015, tidak begitu lama setelah Pemilu, dan pemilihan presiden Indonesia yang
baru.
I.2 Rumusan Masalah
1. Apa tujuan AFTA?
2. Apakah AFTA itu ancaman?
3. Bagaimana perkembangan Indonesia dalam menghadapi AFTA?

4
I.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengenalkan apa itu AFTA
2. Untuk mengajak kepada pembaca agar mempersiapkan diri untuk menghadapi AFTA
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian penduduknya bermata


pencaharian di sektor pertanian. Menurut BPS (2010) jumlah penduduk yang bekerja di
sektor pertanian sebesar 41.49 juta jiwa yang merupakan urutan pertama dalam hal
lapangan pekerjaan. Oleh karena itu sektor pertanian bagi Indonesia memiliki peranan
yang cukup penting dalam pembangunan perekonomian. Pentingnya sektor pertanian
dapat dilihat dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang
cukup besar yaitu 15.90 persen pada tahun 2010. Namun, produksi komoditas pertanian
di Indonesia belum mencukupi kebutuhan permintaan dalam negeri, maka diperlukan
perdagangan yang terkait dengan komoditas pertanian untuk memenuhi permintaan
dalam negeri.
Perkembangan perdagangan yang semakin kompleks menuntut adanya sebuah
aturan atau hukum yang tertulis dan berlaku universal, maka dibentuk Asean Free Trade
Area (AFTA) untuk perdagangan bebas di antara negara-negara Assocation of Southeast
Asian Nations (ASEAN). Beras merupakan komoditas pertanian yang diperdagangkan
didalam perdagangan bebas AFTA. Partisipasi Indonesia dalam perdagangan bebas AFTA
disadari sebagai upaya untuk memperoleh keuntungan dengan adanya perdagangan
tersebut. Hal ini disebabkan karena produk Indonesia akan memiliki pangsa pasar yang
lebih luas dan mekanisme melakukan ekspor-impor komoditas menjadi lebih mudah dan
menguntungkan akibat adanya penurunan tarif ekspor. Namun, muncul berbagai
kekhawatiran akan kesiapan Indonesia dalam menghadapi perdagangan bebas.
Kekhawatiran tersebut berupa masuknya barang-barang impor yang lebih murah dengan
kualitas yang sama yang menjadi ancaman bagi produk lokal. Hal ini dapat ditunjukan
pada kasus beras impor dari Thailand dan Vietnam yang harganya lebih murah dan
berkualitas tinggi, kondisi tersebut menjadi ancaman bagi petani padi di domestik.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan
rentang waktu (time series) dari tahun 1980 sampai dengan tahun 2009. Sumber data
penelitian ini diperoleh dari beberapa instansi yang terkait yaitu Badan Pusat Statistik

5
(BPS), Kementrian Pertanian (Kementan), Badan Urusan Logistik (BULOG), dan
publikasi lainnya. Pengolahan data dilakukan dengan program komputer yaitu yaitu :
SAS 9.2 dan Excel. Model permintaan dan penawaran beras di Indonesia menggunakan
persamaan simultan, yang terdiri dari 7 persamaan struktural dan 4 persamaan identitas.
Model yang telah dirumuskan terdiri dari 7 persamaan, dan 20 predetermined variable
terdiri dari 14 variabel eksogen dan 6 lag variabel endogen, sehingga total variabel dalam
model (K) adalah 31 variabel. Berdasarkan kriteria order condition disimpulkan setiap
persamaan struktural iv yang ada dalam model adalah overidentified.
Selanjutnya, metode estimasi model yang digunakan adalah 2SLS. Simpulan dari
penelitian ini sebagai berikut :
(1) faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran beras di Indonesia, yaitu
Permintaan beras Indonesia dipengaruhi secara nyata oleh jumlah penduduk Indonesia
dan permintaan beras t-1
Luas areal panen padi dipengaruhi secara nyata oleh luas areal panen padi t-1 dan total
kredit usahatani
Harga riil gabah tingkat petani secara nyata dipengaruhi oleh harga riil pembelian
pemerintah, total produksi padi, harga riil impor beras Indonesia, dan harga riil gabah
tingkat petani t-1
Harga riil beras Indonesia dipengaruhi secara nyata terhadap harga riil beras Indonesia
adalah tren waktu dan penawaran beras
Harga riil beras impor Indonesia dipengaruhi secara nyata terhadap harga riil beras impor
Indonesia adalah harga riil beras dunia dan harga riil beras impor Indonesia t-
Jumlah impor beras Indonesia dipengaruhi secara nyata oleh jumlah impor beras
Indonesia t-1
(2) Adanya komitmen dalam Asean Free Trade Area (AFTA) yang menyebabkan
kesejahteraan petani menjadi menurun
(3) Menghadapi penurunan tarif impor beras menuju tarif impor beras nol, sebagai akibat
komitmen dalam AFTA, maka kebijakan yang paling efektif adalah dengan peningkatan
harga pembelian pemerintah Saran yang bisa dikemukakan dalam penelitian ini adalah :
(1) Sebagai upaya untuk mempertahankan kesejahteraan petani padi akibat adanya
AFTA, maka sebaiknya pemerintah meningkatkan harga riil pembelian pemerintah
(2) Sebaiknya pemerintah memperhatikan harga beras eceran yang meningkat dengan
cara melakukan operasi pasar yang tepat

6
(3) Sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas padi sebaiknya pemerintah
memberikan insetif seperti suku bunga kredit yang murah dan menerapkan kebijakan
subsidi pupuk
(4) Sebagai upaya mengurangi jumlah impor beras pemerintah dapat menerapkan
kebijakan program diverifikasi konsumsi pangan (substitusi beras) dan program KB agar
dapat menanggulangi tingkat pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi.

BAB III
METODE PENULISAN

3.1 Metode Penulisan

Metode penulisan merupakan suatu pendekatan yang digunakan untuk

mengumpulkan data, mengolah data, dan menganalisa data dengan teknik tertentu.

3.2 Metode Pengumpulan Data

Sesuai dengan sumber data serta maksud dan tujuan penyusunan tugas akhir ini

maka dalam pengumpulan data yaitu dengan studi kepustakaan, studi kepustakaan adalah

suatu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara menggunakan dan

mempelajari buku-buku, internet, atau media lain yang ada hubungannya dengan masalah

karya tulis ini.

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Tantangan AFTA 2015 Untuk Indonesia

Sebelum kami menuliskan keuntungan AFTA 2015 untuk indonesia, kami akan
menyebutkan tantangannya terlebih dahulu. Agar orang orang Indonesia mengetahui,
dan tidak selalu terlena dengan negara yang katanya surga dunia.

7
1. Tantangan Pendidikan

Jika melihat negara maju di ASEAN seperti Singapore, pendidikan mereka


terlihat lebih maju. Lantas Indonesia sendiri bagaimana menghadapi serbuan para pekerja
hasil output negara di ASEAN seperti Singapore? Padahal salah satu efek dari AFTA
adalah setiap warga anggota negara ASEAN bisa sekolah atau bekerja di tiap negara
anggota ASEAN.
Sementara menurut kami, pendidikan di Indonesia ini masih sedikit carut marut.
Contoh sederhananya saja, ada teman kami yang seorang lulusan Teknik Elektro malah
bekerja di bidang perbankan, atau ada sarjana pertanian yang tidak bisa bekerja sesuai
jurusan di ambilnya.
Menurut kami pendidikan di negara ini masih belum tepat sasaran untuk
mengenali potensi anak didik dengan tepat sasaran, sehingga anak didik bisa
memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Bisa bisa dengan adanya AFTA 2015
pengangguran malah semakin banyak, karena banyak perusahaan di Indonesia yang
malah merekrut tenaga kerja dari negara anggota ASEAN lain dengan kompetensi yang
lebih baik.

2. Tantangan Perdangangan

Sebelumnya kami mau tanya dulu, sekarang ini Indonesia adalah negara Pengekspor
atau negara Pengimpor?
Untuk menjawab pertanyaan diatas kita bisa lihat smartphone/handphone saudara-
saudara miliki made in darimana? Sepengetahuan kami rata rata kalau tidak made in
china, pastilah made in vietnam. Indonesia ini hanya dijadikan pasar, sedikit sekali atau
bahkan tidak ada tempat produksi barang yang di Indonesia. Kami memberi contoh barang
yang sepele seperti smartphone/handphone, karena barang seperti ini meskipun sedang
musim hujan, banjir ataupun dolar naik, penjualannya tetap meroket. Mengingat
kebanyakan masyarakat kita yang lebih mementingkan prestise dan style daripada fungsi
dari sebuah smartphone sendiri.
Terlepas dari contoh yang kami berikan, selama Indonesia masih menjadi negara
Hobi Impor AFTA 2015 malah akan menjadikan negara ini sebagai pasar terbesar
barang barang impor dari negara ASEAN yang lain. Mau negara kita cuma dijadikan
tempat jualan saja?

8
4.2 Keuntungan AFTA 2015 Untuk Indonesia
Memang, bukan hanya tantangan saja yang akan dihadapi Indonesia di AFTA
2015 nanti. Ada pun keuntungan yang bisa didapatkan negara ini jika bisa memanfaatkan
perjanjian perdagangan bebas bersama ASEAN ini dengan baik. Jika dimanfaatkan dengan
benar, ada kemungkinan Indonesia menjadi lebih maju, bahkan bisa mengalahkan negara
seperti Singapore.
1. AFTA 2015, Berarti Ijin kerja di Negara ASEAN Lebih Mudah. Saatnya Menjajah
ASEAN
Tenaga kerja professional saatnya menjadi TKI, jangan cuma kita saja yang
dijajah oleh negara lain. Saatnya kita menjadi ekspat di negara lain. Apalagi gaji di
negara ASEAN seperti Singapore atau Malaysia tentunya akan lebih besar dari pada di
Indonesia. Jangan mau kalah dengan TKI, mereka bisa menjadi pahlawah devisa. Akankah
kita para tenaga kerja terdidik professional pun bisa ikut menyumbang devisa Negara?.
2. Manfaatkan Pariwisata Sebagai Sumber Devisa Selain Sumber Daya Alam.
Mari Bangsa Indonesia, saatnya kita sadar! Sumber daya alam negara kita ini
sudah semakin habis! Tinggal menunggu waktu saja kita tidak bisa banyak menjual
Sumber Daya Alam untuk menjalankan negara. Kita harus mulai memikirkan sumber
penghasilan lain yang berkelanjutan untuk memajukan negara.
Apakah anda menyadari negara ini mempunyai banyak sekali potensi pariwisata.
Ada banyak tempat wisata yang bisa dikelola dengan baik. Sehingga bisa diperhitungkan
sebagai sumber devisa yang berkelanjutan. Manfaatkan AFTA 2015 ini untuk bisa
mendapatkan banyak turis asing yang mau datang ke Indonesia. Jika dikelola dengan
benar, mungkin negara ini bisa kaya hanya dengan Pariwisatanya. Jangan mau kalah
sama Singapore dan Malaysia!

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Asean Free Trade Area (AFTA) 2015 sudah di depan mata. Banyak peluang dan
tantangan yang akan dihadapi Indonesia menjelang AFTA 2015. Seperti telah menjadi
kesepakatan para pemimpin ASEAN untuk mentransformasikan ASEAN menjadi kawasan
bebas aliran barang, jasa, investasi, permodalan, dan tenaga kerja. Mau tidak mau, siap
atau tidak siap Indonesia harus menyongsong datangnya AFTA 2015, karena AFTA 2015
menciptakan peluang serta kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia

9
luar bahwa Indonesia mampu bersaing dalam segala hal. AFTA seharusnya menjadi
tantangan, dan bukan menjadi mimpi buruk bagi Indonesia.

5.2 Saran
a. Saran kami untuk Pemerintah
Pemerintah Indonesia harus membuat kebijakan-kebijakan yang mendukung
implementasi AFTA.
b. Saran kami untuk Rakyat Indonesia
Rakyat Indonesia harus mendukung upaya pemerintah agar AFTA 2015 berjalan
dengan baik.
c. Saran kami untuk Tenaga Pendidik
Tenaga Pendidik harus menbantu pemerintah dengan cara meningkatkan mutu
pendidikan di Indonesia

10
DAFTAR PUSTAKA

http://himamanuny.wordpress.com/2014/04/20/peluang-dan-tantangan-indonesia-
hadapi-afta-dan-aec-2015/

http://himamanuny.wordpress.com/2014/03/22/tantangan-dan-keuntungan-afta-2015-
untuk-indonesia/

11
LAMPIRAN

1.Biodata Ketua dan Anggota Kelompok


Ketua Kelompok :
a. Nama : Neni Ratnaningsih

b. NIM : 1401444

c. Tahun Angkatan : 2014

d. Fakultas/Prodi : FPEB/ Pendidikan Akuntansi

e. Universitas : Universitas Pendidikan Indonesia

f. Alamat Rumah : Kp. Tanjakan Rt 02/ Rw 61

g. No. Telepon/HP : 083822708018

12
Anggota 1
a. Nama : Syva Sopianti

b. NIM : 1406177

c. Tahun Angkatan : 2014

d. Fakultas/Prodi : FPEB/ Pendidikan Akuntansi

e. Universitas : Universitas Pendidikan Indonesia

f. Alamat Rumah : Jl. Citarip Raya No. 14

g. No. Telepon/HP : 083821060847

Anggota 2

a. Nama : Rani Selpianti

b. NIM : 1407272

c. Tahun Angkatan : 2014

d. Fakultas/Prodi : FPEB/ Pendidikan Akuntansi

e. Universitas :Universitas PendidikanAkuntansi

f. Alamat Rumah : Jl. Lintas Sumatera, DesaKepur, Kec.


MuaraENIM, Kab, Muara ENIM, Palembang.

g. No. Telepon/HP : 081367034002

Anggota 3

a. Nama : Dina Aulia Rachmah

b. NIM : 1403120

c. Tahun Angkatan : 2014

d. Fakultas/Prodi : FPEB/ Pendidikan Akuntansi

e. Universitas : Universitas Pendidikan Akuntansi

f. Alamat Rumah : Perum.Mangun Jaya Indah 01 Blok: CC2


No. 15 Tambun, Bekasi

13
g. No. Telepon/HP : 083870360803

Anggota 4

a. Nama : Ghina Prima Bunda

b. NIM : 1400698

c. Tahun Angkatan : 2014

d. Fakultas/Prodi : FPEB/ Pendidikan Akuntansi

e. Universitas : Universitas Pendidikan Indonesia

f. Alamat Rumah : Payakumbu, Padang, Sumatra Barat

g. No. Telepon/HP : 081275951214

Anggota 5

a. Nama : Alya Nurizki

b. NIM : 1404218

c. Tahun Angkatan : 2014

d. Fakultas/Prodi : FPEB/ Pendidikan Akuntansi

e. Universitas : Universitas Pendidikan Indonesia

f. Alamat Rumah : Jl. Kiaracondong Barat No. 13/126d Bandung

g. No. Telepon/HP : 085720931472

Anggota 6

a. Nama : Esti Puji Nurani

b. NIM : 1405030

c. Tahun Angkatan : 2014

d. Fakultas/Prodi : FPEB/ Pendidikan Akuntansi

e. Universitas : Universitas Pendidikan Indonesia

14
f. Alamat Rumah : Desa Cibongas Rt 04/ Rw 02 Kec.
Pancatengah, Kab. Tasikamalaya.

g. No. Telepon/HP : 081221866417

Anggota 7

a. Nama : Deatri Nurulita

b. NIM : 1401160

c. Tahun Angkatan : 2014

d. Fakultas/Prodi : FPEB/ Pendidikan Akuntansi

e. Universitas : Universitas Pendidikan Indonesia

f. Alamat Rumah : Jl. Binong Jati No. 107 Rt 04/ Rw 04

g. No. Telepon/HP : 085794281701

Anggota 8

a. Nama : Fika Nur Patmah

b. NIM : 1400199

c. Tahun Angkatan : 2014

d. Fakultas/Prodi : FPEB/ Pendidikan Akuntansi

e. Universitas : Universitas Pendidikan Indonesia

f. Alamat Rumah : Desa Ciborelang, Kec. Jatiwangi, Kab. Majalengka

g. No. Telepon/HP : 08971651592

Anggota 9

a. Nama : Fajar Sena Intan Savila

b. NIM : 1407032

c. Tahun Angkatan : 2014

d. Fakultas/Prodi : FPEB/ Pendidikan Akuntansi

15
e. Universitas : Universitas Pendidikan Indonesia

f. Alamat Rumah : Prabuan Bulan No. 17 Rt 06/ Rw 20 Desa.


Mekar rahayu, Kec. Margaasih, Kab. Bandung.

g. No. Telepon/HP : 085720448485

16