Anda di halaman 1dari 7

RINGKASANBUKUPENDIDIKANAGAMAKRISTENDR.

E.G.HOMRIGHAUSENDANDR.I.H.ENKLAAR
BAB I
PENDIDIKAN AGAMA DALAM ALKITAB
Pendidikan agama mulai ketika agama sendiri mulai muncul dalam hidup manusia. Tiap-
tiap agama di dunia ini mempunyai sistem pendidikannya sendiri-sendiri. Untuk menemukan
akar-akar dari PAK itu, haruslah kita menggali dalam Alkitab, tempat Tuhan menyatakan rahasia
keselamatanNya kepada bangsa Israel. Alkitab itu satu-satunya sumber pengetahuan kita
mengenai rancangan keselamatan itu, dan Alkitablah yang melukiskan dengan terang
bgaimanakah wujud dan maksud pendidikan agama itu. Banyak sekali keterangannya yang
menarik hati mengenai isi dan cara melaksanakan pendidikan agama itu.
Perjanjian Lama
Nenek moyang kaum Israel, Abraham, Ishak dan Yakub menjadi guru bagi seluruh
keluarganya. Sebagai bapak-bapak dari bangsanya, mereka bukan saja menjadi imam yang
merupakan pengantara antara Tuhan dengan umat-Nya, tetapi juga menjadi guru yang
mengajarkan tentang perbuatan-perbuatan Tuhan yang mulia itu dengan segala janji Tuhan yang
membawa berkat kepada Israel turun-temurun.
Selain dari mereka itu jangan hendaknya kita lupa akan pendidikan yang diselenggarakan
oleh imam-imam dalam bait suci. Merekalah yang menerangkan serta memeliharakan undang-
undang mengenai kebaktian. Mereka juga yang mengajarkan hukum-hukum tentang kebersihan
dan kesehatan, makanan pantangan dan perhubungan kelamin, dan banyak hukum lagi, yang
harus diketahui dan dituruti oleh umat suci itu. Tiap-tiap keturunan Israel menyampaikan pula
segala pengajaran dan peraturan itu kepada keturunan yang berikut. Proses ini berlangsung terus
berates-ratus lamanya.
Perjanjian Baru
Apabila kita hendak menyelidiki soal pendidikan agama dalam hubungan Perjanjian
Baru. Tentu saja pertama-tama dan khususnya kita harus mengarahkan pandangan kita kepada
Tuhan Yesus sendiri. Disamping jabatan-Nya sebagai penebus dan pembebas, Tuhan Yesus juga
menjadi seorang Guru yang Agung.
Tugas mengajar itu tentu diserahkan khususnya kepada kaum guru yang telah mempunyai
karunia dan latihan istimewa untuk pekerjaan yang mulia itu, tetapi seluruh jemaat tetap
mendukung dan mendoakan mereka itu. Mulai dari abad pertama Masehi, Pendidikan Agama
kristen menyiapkan orang untuk masuk ke dalam persekutuan jemaat Kristen, dan setelah
disambut dalam jemaat itu mereka dididik terus supaya semakin lama semkin brakar dalam
pengetahuan dan pengenalan yang mendalam tentang Yesus Kristus.

BAB II
TENAGA PENDORONG
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
Sebelum kita dapat membahas soal-soal lain mengenai PAK, terlebih dahulu kita
menanyakan apakah sebabnya kita mau member pendidikan itu. Tentu saja bukan dengan
sendirinya kita hendak melakukan tugas itu. PAK itu bukan ciptaan pikiran kita sendiri,
melainkan yang mendorong kita untuk melaksanakan pekerjaan itu ialah tenaga pendorong dari
luar, yang masuk ke dalam hidup kita dan kini berkuasa atas kita.
Dengan perkataan lain kita boleh mengatakan bahwa seharusnyalah di dalam PAK itu
terdapat suatu dinamika, suatu daya atau tenaga, yang menyuruh dan mendesak kita, suatu
dorongan yang memberi hak dan kemungkinan kepada kita untuk bekerja dalam tugas yang suci.
DORONGAN-DORONGAN ASASI DALAM PAK
Apakah sebabnya kita terdorong untuk mengajarkan kepercayaan Kristen kepada jemaat
dan orang-orang lainnya itu? Atau dengan perkataan lain, apakah sebenarnya tenaga pendorong
yang suci itu? Untuk menjawab soal itu baiklah kita tunjuk kepada penyataan Allah Tritunggal
itu. Pertama-tama kita memberikan PAK itu oleh karena Allah sendiri telah menyatakan diriNya.
Inilah dasar mutlak segala pengajaran kita. Alah tidak bersemayam di dalam sorga saja dengan
tidak mengacuhkan nsib dunia dan manusia. Sebliknya, Alkitab menyaksikanbahwa Allah tetap
bekerja di dalam dunia da bagi dunia itu. Ia tak akan mau menyembunyikan diri, melainkan telah
membukakan rahasia hakikatNya, yakni Ia mengsihi dunia dan telah mau mengerjakan
keselamatanNya.
PEMBARUAN DORONGAN-DORONGAN KITA
Pembaruan dorongan dan semangat kita tentu merupakan soal yang penting. Segala gerja
yang sudah tua, dan segala pekerja gereja yang sudah lama bekerja dalam PAK itu, selalu harus
menjaga agar mereka jangan kehilangan api dan tenaga semula itu. Bagaimana kita dapat
memelihara dan mempertahankan pendorong itu, supaya pekerjaan kita jangan menjadi suat
kebiasaan atau kewajiban yang membosankan saja? Jawabannya kita harus kembali ke Alkitab.
Perlulah kita membaca ulang Alkitab seperti pertama kalinya membaca Alkitab sambil berdoa
supaya Tuhan membuka mata rohanikita untuk menyelami segala kekayaanNya. Karena disini
terdapat satu-satunya sumber pengetahuan kita tentang kehidupan baru.

BAB III
HAKIKAT DAN ARTI
Pendidikan Agama Kristen

Pembatasan Istilah PAK


Selaku judul kitab ini telah dipilih Nama Pendidikan Agama Kristen. Sebaiknya kita
berpegang pada nama itu, supaya jangan timbul salah paham tentang maksud kita. PAK ini harus
bedakan dari nama-nama lain, seperti Pendidikan Kristen, atau Pengajaran Kristen, dan
Pendidikan Agama atau Pengajaran Agama, yang memang tidak sama artinya.
Pendidikan Kristen biasanya diperguanakan untuk pengajaran disekolah-sekolah Kristen,
baik di sekolah-sekolah rakyat, maupun sekolah lanjutan, yang masih dijalankan oleh gereja atau
organisasi Kristen. Jadi nama ini menunjukaan pada pengajaran biasa, tetapai yang diberikan
dalam suasana Kristen.

Pak Sebagai Tugas Gereja


PAK adalah salah satu dari tugas-tugas gereja yang banyak itu bukan hanya satu-satunya
gereja, melainkan satu di antara yang lain. Sudah tentu kita menganggap PAK itu sebagai
salah satu tugas gereja yang sangat penting. Gereja mempunyai tugas mengadakan kebaktian
umum, dan di dalam kebktian gereja juga wajib membritakan Firman Tuhan dengan Khotbah.
Gereja wajib pula menunjukan kasih Kristus kepada sekalian orang. Dan disamping itu gereja
juga tak lupa tugasnya di lapangan pengajaran dan pendidikan, bahkan PAK tu kini makin lama
makin diutamakan dan dipentingkan. Misalnya: Sekolah Minggu dan mengajar.
Oleh sebab itu tak boleh kita memandang PAK itu sebagai sesuatu Sembilan saja.
Pekerjaan ini selayaknya dan sewajarnyalah terhisab dalam tugas gereja yang sah, sehingga
harus dilaksanakan bersama oleh seluruh anggota jemaat.

Lapangan Kerja PAK


Kita mengerti bahwa lapangan krja PAK itu sebenarnya sangat luas. PAK di dalam
masyarakat kita dapatlah kita bagikan misalnya seperti berikut: PAK dalam jemaat, PAK di
segala lembaga persekolahan, dan PAK diperguruan-perguruan teologi. Bagian yang akan
diuraikan dalam kitab ini khususnya mengenai PAK di dalam lingkungan Jemaat, meskipun nanti
kita memakai satu bab tersendiri untuk membahas soal PAK di sekolah-sekolah negeri.

BAB IV
OBJEK-OBJEK
Pendidikan Agama Kristen

Wujud Dan Perlunya Objek-Objek Itu


Dengan demikian kita sudah mulai mengerti apakah wujud dari objek PAK itu. Wujud itu
dapat kita ibaratkan dengan suatu sasaran bila kita menembak dengan sanapan. Segala pekerjaan
yang ehndak kita lakukan berhubungan dengan PAK ialah melaksanakan panggilan Allah di
dlaam dunia ini. Itulah tujuan yang pasti, meskipun kita akan menghadapi kesukaran-kesukaran
yang kompleks. Kita kurang menghormati Tuhan, apabila kita bekerja degan tjuan yang kabur-
kabur saja, malahan kita tidak berhak memakai waktu Tuhantanpa tujuanyang tepat. Kebenaran
ini khususnya mengenai segala usaha kita dilapangan PAK. Tambahan pula kita membutuhkan
objek-objek itu untuk menentukan derajat pengajaran kita.
Objek-objek PAK
1. Memberikan murid-murid perasaan penghargaan terhadap dirinya sendiri.
2. Membuat mereka menadi warga yang bertanggung jawab.
3. Supaya mereka belaar menghargai dunia ini.
4. Supaya mereka dapat membedakan nilai-nilai yang baik dan yang ahat.
5. Supaya mereka dapat menghubungkan pengalaman-pengalaman mereka sendiri dengan
filsafat hidup mereka.

BAB V
ILMU JIWA
dan Pendidikan Agama Kristen

Pendidikan Agama Kristen mempertemukan manusia dengan Allah. Sekarang marilah


kita mengarahkan perhatian kita kepada pihak manusia, karena jikalau kita hendak membimbing
manusia kepada TuhanNya, perlu kita mengetahui siapakah manusia itu. Dalam pendidikan
selalu kita harus mengenal objek pendidik itu. Seorang guru besar mengenal mahasiswanya,
dan seorang guru sekolah perlu mengetahui jiwa murid-muridnya. Seorang gembala Jemaat
tidak sanggup memimpin dan memelihara kawan dombanya, kecuali jikalau ia mengetahui
segala jiwa dan tingkah laku domba-domba besar-kecil itu.

Sumbangan Ilmu Jiwa Mengenai Pelajaran


Ilmu jiwa tak boleh kita kacaukan dengan ilmu teologi. Ilmu jiwa tidak bermaksud dan
tidak sanggup memberikan suatu pandangan hidup yang tertentu, misalnya pandangan hidup
Kristen, karena ilmu jiwa itu suatu ilmu pengetahuan umum. Seorang guru di Lapangan
Pendidikan Agama perlu mengetahui dan mempergunakan hukum-hukum ilmu jiwa menenai
pelajaran. Hukum-hukum yang terpentng untuk maksud kita adalah seperti berikut:
1. Pelajaran menuntut minat yang sungguh
2. Belajar menuntut latihan praktis.
3. Perlu diperhatikan beda watak dengan umur orang-orang didikan kita.
4. Pelajaran sangat dipengaruhi oleh perasaan (emosi).
5. Pelajaran ada segntut daya pendorong sosialnya.
6. Pelajaran menuntut daya pendorong yang lebih baik.
7. Pelajaran harus dilakukan dengan berbagai-bagai jalan.
8. Belajar lebih penting dari mengajar.

BAB VI
PENDETA
dan Pendidikan Agama Kristen

Kedudukan Dan Pentingnya Pendeta


Jabatan Pendeta dapat kita tinjau dari 3 jurusan. Pertama, sebagai suatu karunia Tuhan,
seperti diiuraikan Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di efesus. Disamping itu pendeta jugs
merupakan sutu pangkat dalam hubungan dengan organisasi gereja, suatu kedudukan resmi. Dan
akhirnya pekerjaan pendeta adalah suatu fungsi atau suatu tugas yang tertentu. Pada hakikatnya
ketika aspek ini mengenai gereja pula: gereja adalah pemberian Allah: gereja adalah suatu
organisasi di tengah-tengah masyarakat.
Pendeta DanPendidikan Agama Kristen
Pendeta memimpin segala pekerjaan dalam jemaat: dialah yang diangkat dan
dikhususkan untuk mengemudikan dan menggiatkan segala keaktifan jemaat. Oleh sebab itu
sangat penting pendirian pendeta terhadap soal pendidikan agama.
Bagimanakah Tugas pendeta yang khusus terhadap PAK?
Pertama, Pendeta menjadi penilik umum bagi segala cabang pendidikan agama itu. Tak
perlu ia sendiri yang melakukan segenap pekerjaan itu, tetapi memang perlu ia mengetahui
pendidikan macam apakah yang dipakai. Harus ada hubungan yang erat antara pendeta dengan
Sekolah Minggu, katekisasi dan kursus. Pendeta juga membela dan memprogramkan PAK.
Dalam khotbahnya haruslah ia menunjukan kepada pentingnya pendidikan itu bagi seluruh
Jemaat. Disamping itu Pendeta juga harus mempelajari segala soal tentang PAK, baik mengenai
isi dan rencananya, maupun cara-cra yang perlu dipakai. Harus ada hubungan yang erat antara
pendeta dengan segala sekolah minggu, katekisasi dan kursus.
Pendeta Sebagai Guru
Seharusnya Pendeta harus menjadi guru yang cakap. Pendeta harus sanggup mnguraikan
suat pokok dengan jelas dan menarik hati. Tidak cukupuraian itu bagi dirinya sendiri tetapi perlu
menjadi jelas pula bagi setiap pendengarnya. Bahkan bagi yang paling sederhana sekalipun.
Seluruh pendengarnya harus dapat mengerti dan mempelajari apa yang akan diajarkan pendeta
kepada mereka.

BAB VII
ALKITAB
dalam Pendidikan Agama Kristen

banyak orang menyerupai sida-sida Habsyi yang ingin mengetahui tentang isi dan arti
Kitab suci, tetapi belum ada orang yang menunjukkan jalan kepadanya. Penjelasan isi Alkitab
adalah dasar dan pusat dan maksud yang terutama dalam pengajaran agama itu. Untuk
menguraikan hal ini labih jauh marilah kita membahas dengan mengarahkan perhatian kita pada
tiga tahap soal.
Apakah sebabnya Alkitab mempunyai kepentingan mutlak?
Alkitab adalah sebuah kitab yang mutlak, oleh sebab hanya kitab ini saja yang
menyampaikan Injil Tuhan Yesus Kristus, ialah kabar baik tentang Juruselamat yang masuk ke
dunia ini menebus segala dosanya, supaya manusia diperdamaikan pula dengan Allah. Segenap
rancangan dan pekerjaan keselamatan yang diwujudkan Tuhan di antara bangsa manusia
dibentangkan dan diberitahukan kepada kita hanya dalam Alkitab saja. Kesaksian Alkitab tentang
perbuatan-perbuatan Tuhan yang agung itu merangkumi cerita mengenai penciptaan dunia,
sejarah perkembangan umat pilahan Tuhan, yakni bangsa Ibrani, pengalaman jiwa orang-orang
saleh, berita-berita nabi-nabi besar, hukum-hukum Tuhan yang diletakkan Tuhan dalam Taurat
bagi bangsa Israel dan seluruh umat manusia, penyataan Diri-Nya dalam Anak-Nya Yesus
Kristus, segenap riwayat hidup, kerja, sengsara, kematian dan kemenangan juruselamat itu, dan
segala hasilnya dalam hidup baru yang telah terbit dalam dunia ini, hidup mana mulai tampak
dalam jemaat Kristen.
Apakah yang hendak diajarkan tentang Alkitab?
Hendaknya kita memberi kepada jemaat kita pandangan yang jujur mengenai Alkitab.
Barulah kita mulai mengerti bahwa isi Alkitab adalah Firman Tuhan kepada kita sendiri, yang
menghiburkan dan menegakan kita kembali. Sebab dalam perkataan Alkitab itu sunguh-sungguh
bertemu dengan Allah.
Wajah Alkitab adalah Yesus Kristus. Segala bagian lain dalam alkitab tentu masing-
masing ada pentingnya, tetapi yang paling penting ialah kesaksian tentang Yesus Kristus.

Bagimana Alkitab itu harus diajarkkan?


1. Pengajaran tentang Alkitab harus disesuaikan dengan umur murid.
Orang dewasa menaruh minat terhadap soal-soal mengenai soal-soal mengenai perhubungan, dan
pergaulan perseorangan, mengenai masyarakat, nikah dan rumah tangga dan sebgainya. Tentu
saja tiap-tiap golongan umur itu perlu belajar tentang inti sari dan maksud yang etrutama dari
seluruh Alkitab, tetapi sebaiknya melalui jalan yang sesuai dengan pengertian, minat dan sifat
tiap-tiap golongan itu.
2. Pengajaran Alkitab harus diberitakan dengan memakai cara-cara yang efektif.
Untuk menguraikan metode-metode itu sejelas-jelasnya perlu waktu yang lama, uraian semacam
itu sebenarnya menuntut suatu kursus atau rentetan pelajaran tersendiri.

BAB VIII
METODE-METODE
dalam Pendidikan Agama Kristen

6.1 Arti metode


Kita mencapai sesuatu dengan memakai metode. Seorang petani memakai metode yang
tertentu untuk pertanianya, dan seorang ibu rumah tangga memakai metode untuk memasak.
Dalam tiap-tiap usaha ada metode-metode yang baik yang kurang berguna.
Dalam PAK metode adalah suatu pelayanan, suatu pekerjaan yang aktif, yang kita
lakukan bagi firman Tuhan dan bagi sesame mannusia, supaya kedua pihak itu bertemu satu
sama lain. Metode senantiasa hanya jalan dan alat saja, bukan tujuan.
6.2 Penilaian terhadap beberapa metode
Marilah kita membahas dengan singkat beberapa motode yang sudah biasa kita pakai atau
yang sudah umum dipakai ditempat lain.
1. Metode kuliah atau ceramah.
Ialah cara mengajar sebagai pembentangan sesuatu pokok oleh guru. Gurulah yang berbicara,
murid-murid tinggal diam, mendengar saja. Mereka berusaha memperhatikan apa yang
diperhadapkan kepadanya sambil membuat catatan.
2. Metode Bercerita
3. Metode percakapan atu diskusi
4. Metode lakon atau sandiwara
5. Metode penyelidikan
Cara ini umpamanya dapat dipakai berhubung dengan katekisasi, atau dalam suatu kelompok
yang memeriksa berbagai-bagai pokok dalam Alkitab. Kita memberi beberapa pokok kepada
murid-murid untuk diselidiki dan dipelajari sendiri.
6. Metode Audio-visual
Metode ini menggunakan gambar-gambar terang, film bersuara, papan flannel, piringan-piringan
hitam dan sebagainya.
7. Metode mengahafal
8. Metode bertanya
Ini semua mengenai metode, kita boleh memilih segala jalan dan cara, asal sesuai
dengan tuntutan pelajaran kita dan dapat menjadi penolong untuk mempertemukan Firman
Tuhan dengan didikan kita.

BAB IX
RENCANA PELAJARAN
dalam Pendidikan Agama Kristen
Gereja kita membutuhkan pemimpin-pemimpin, karena faktor kepemimpinan itu
merupakan bagian yang mutlak dari seluru hidup, pekerjaan dan organisasi gereja. Dewasa ini
biasanya gereja memandang para pendeta sebagai pemimpinnya. Memang golongan Pendeta itu
sangat penting bagi pembangunan jemaat, tetapi gereja bukan saja memerlukan tenaga yang
dilatih dalam sekolah teologi dan ditahbiskan dalam jabatan pendeta, tetapi uga banyaka peabat
dan pekera yang lain seperti panatua, guru sekolah minggu, pengurus pemuda, dll. Oleh sebab itu
Pendeta yang bijaksana, bersama denga majelis gerejanya, selekas meungkin mengarahkan kaum
awam, anggot-anggota biasa, supaya turut melayani emaaat dalam rupa-rupa pangkat dan tugas.
Kalau tidak, lama-lama pendeta akan rusak kesehatannya dan tenggelam dalam lautan pekeraan
yang terlalu banyak itu.

BAB X
PENGINJILAN
dan Pendidikan Agama Kristen
Arti Penginjilan
Penginjilan adalah pemberitaan kabar kesukaan, yang memanggil manusia untuk
mempercayai segala anji Allah dalam Yesus Kristus, sehingga manusia menyesali dosa-dosanya
dan hidup berserah kepada Kristus.
Penginjilan dalam PAK
Bagaimanakah tempat penginjilan itu didalam rangka PAK. Ada separuh orang
berpendapat bahwa kedua hal itu harus dibedakan, malah diceraikan satu dari yang lain. bPAK
itu bukan hanya menyampaikan beberapa teori saja, atau menguraikan ajarn dan kesusilaan
Kristen secara ilmu pengetahuan yang abstrak, melainkan PAK itu seharusnya bukan saa menu
otak dan akal para murid, tetapi uga seluruh perasaan dan kehendak mereka. hendaknya PAK
penuh semangat penginjilan yang berapi-api, sehingga dapat diperalat oleh Tuhan untuk
menobatkan dan memperbaharui hati sanubari, bahkan segenap hidup orang yang
menerimanya.
Sudah tentu kita memakai dua kata Yunani yang berbeda, ialah kerugma dan didache
kerugma itu berita yang diumumkan oleh bentara yang diutus oleh raja, seperti Yohanes
Pembaptis menjadi bentara bagi Kristus di dalam memberitakan kepada seluruh rakyat tentang
kerajaan Allah yang sudah dekat itu. "LAUBALE"