Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Menurut Hadar Nawawi (2005;148-149), manajemen strategi adalah perencanaan
berskala besar atau yang disebut perencanaan strategi yang berorientasi pada jangkauan masa
depan yang jauh atau disebut visi, dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi yaitu
keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil, agar memungkinkan organisasi berinteraksi
secara efektif yang disebut misi, dalam usaha menghasilkan sesuatu atau dengan kata lain
perencanaan operasional untuk menghasilkan barang dan atau jasa serta pelayanan yang
berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan yang disebut tujuan
strategis dan berbagai sasaran yang disebut tujuan operasional organisasi. Dengan kata lain,
manajemen strategi merupakan proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang
bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakannya, yang dibuat
oleh pimpinan dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran didalam suatu organisasi, untuk
mencapai tujuan. Implementasi strategi ini merupakan wujud pelaksanaan dari perencanaan
strategi yang telah dibuat oleh manajemen guna mencapai tujuan perusahaan yang telah
ditetapkan.
Efektivitas organisasi dalam mencapai visi, misi, dan tujuan organisasi tidak terlepas
dari peranan pemimpin. Kepemimpinan merupakan tulang punggung pengembangan
organisasi karena tanpa kepemimpinan yang baik akan sulit untuk mencapai tujuan
organisasi, bahkan untuk beradaptasi dengan perubahan yang sedang terjadi di dalam maupun
di luar organisasi. Hal ini disebabkan karena setiap pemimpin dapat memberikan pengaruh
terhadap bawahannya, misalnya terhadap kepuasan kerja, komitmen, produktivitas, kinerja
dan lain-lain. Tidak hanya itu, di dalam mencapai visi tersebut juga memerlukan strategi
fungsional yang berfungsi sebagai suatu pendekatan terhadap area fungsional untuk mencapai
tujuan perusahaan dan unit bisnis dengan memaksimumkan produktivitas sumber daya. Serta
apabila dalam suatu organisasi menginginkan kemajuan, maka organisasi ataupun perusahaan
itu harus bisa selalu memperbaharui beberapa perubahan dalam organisasi dan juga keahlian
yang dibutuhkan pada posisi-posisi tertentu, sehingga hal ini akan mengakibatkan suatu
organisasi atau perusahaan bisa selalu berjalan sesuai dengan perubahan zaman.

1
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, dirumuskan masalah sebagai
berikut:
1) Apa definisi dan konsep implementasi strategi?
2) Apa yang dimaksud dengan implementasi kepemimpinan?
3) Apa yang dimaksud dengan implementasi kebijakan fungsional?

4) Apa yang dimaksud dengan implementasi organisasi?

1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penulisan ini adalah sebagai
berikut:
1) Untuk mengetahui definisi dan konsep implementasi strategi.
2) Untuk mengetahui implementasi kepemimpinan.
3) Untuk mengetahui dengan implementasi kebijakan fungsional.

4) Untuk mengetahui dengan implementasi organisasi.

BAB II

2
PEMBAHASAN

2.1 Definisi dan Konsep Implementasi Strategi


Implementasi strategi adalah jumlah keseluruhan aktivitas dan pilihan yang
dibutuhkan untuk dapat menjalankan perencanaan strategis. Implementasi strategis
merupakan proses dimana beberapa strategi dan kebijakan diubah menjadi tindakan melalui
pengembangan program, anggaran, dan prosedur. Walaupun implementasi biasanya baru
dipertimbangkan setelah strategi dirumuskan, akan tetapi implementasi merupakan kunci
suksesnya dari manajemen strategik. Perumusan strategi dan implementasi strategi harus
dilihat seperti dua sisi mata uang. Implementasi adalah pekerjaan yang dilakukan setelah
merumuskan strategi. Dengan keterampilan intuitif dan analitis yang baik, motivasi, dan
kepemimpinan khusus serta mampu melakukan banyak koordinasi.
Menurut Hitt, Ireland, dan Hoskisson (2001) menekankan bahwa serangkaian
tindakan strategis yang disebut formulasi strategi dan implementasi strategi harus disatukan
dengan hati-hati jika perusahaan ingin mencapai daya saing strategis dan menghasilkan
pendapatan di atas rata-rata. Kesuksesan persaingan terjadi ketika perusahaan menggunakan
perangkat dan tindakan implementasi secara konsisten dengan strategi-strategi level-bisnis,
level-perusahaan, akuisisi, internasional, dan kerjasama yang sebelumnya dipilih. Perumusan
strategi dan implementasi strategi harus sesuai dengan tujuan strategis dan misi strategis.
Tujuan strategis dan misi strategis disusun berdasarkan informasi yang diperoleh dari analisis
lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Perusahaan mempelajari lingkungan eksternal
dan internal agar dapat mengidentifikasi peluang-peluang dan ancaman pasarnya dan
menentukan bagaimana menggunakan kompetensi-kompetensi intinya dalam usaha
mendapatkan hasil strategisnya yang diinginkan. Dengan pengetahuan ini, perusahaan
membentuk tujuan-tujuan strategis, misi strategis mensefisikasi, secara tertulis, produk-
produk yang ingin diproduksi oleh perusahaan tersebut dan pasar yang ingin dilayani ketika
mendayagunakan sumber daya, kapabilitas, dan kompetensi-kompetensinya.
Penerapan atau implementasi strategi mencakup penguasaan perusahaan (corporate
governance), struktur dan kontrol organisasi (organization structure and control),
kepemimpinan strategis (strategic leadership), dan kewirausahaan dan inovasi perusahaan
(entrepreneurship and innovation). Tahap akhir dalam implementasi strategi, perusahaan
perlu mengetahui empat jenis keahlian dasar, yaitu:

3
1. Kemampuan berinteraksi (interacting skills), yaitu kemampuan manajemen berinteraksi
dan berempati dengan berbagai perilaku dan sikap orang lain untuk mencapai tujuan.
2. Kemampuan mengalokasi (allocating skills), yaitu kemampuan manajemen dalam
menjadwalkan tugas-tugas, anggaran, waktu, serta sumberdaya-sumberdaya lain secara
efisien.
3. Kemampuan memonitor (monitoring skills), meliputi penggunaan informasi yang efisien
untuk memperbaiki atau menyelesaikan berbagai masalah yang timbul dalam proses
implementasi.
4. Kemampuan mengorganisasikan (organizing skills), yaitu kemampuan untuk menciptakan
jaringan atau organisasi informal dalam rangka menyesuaikan diri dengan berbagai
masalah yang mungkin terjadi.

2.2 Implementasi Kepemimpinan


Seorang pemimpin dalam sebuah organisasi tidak akan berhasil mencapai tujuan
tanpa memiliki kemampuan mengimplementasikan peran kepemimpinan. Peran
kepemimpinan yang dimaksud adalah peran kepemimpinan yang mengacu pada pendapat
Werren Bennis dan Burt Nanus, yaitu peran kepemimpinan sebagai penentu arah, agen
perubahan serta juru bicara dan pelatih. Gaya kepemimpinan menurut Bass dan Avolio yang
dikutip dari Luthans yaitu gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional. Hubungan
kedua aspek ini dapat dilihat pada perilaku pemimpin dan yang dipimpin. Pemimpin
melaksanakan peran kepemimpinan dengan mengguanakan gaya kepemimpinan, sedangkan
pengikut sebagai staf menerima dan merespon peran yang dimainkan oleh unsur pimpinan
tersebut.
Mengimplementasikan peran kepemimpinan sebagai penentu arah, dalan arti kata
pemimpin mengarahkan pengikutnya ke arah pencapaian tujuan organisasi. Jika pemimpin
tidak memahami kondisi pengikut, maka untuk menggerakkan kearah tujuan organisasi
mustahil akan tercapai. Oleh karena itu para pemimpin di dalam bertindak sebagai penentu
arah yang digunakan untuk mencapai ujuan suatu organisasi yang tentunya mengacu pada
visi organisasi. Terdapat berbagai teori tentang gaya kepemimpinan. Namun secara umum
teori-teori tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam empat kelompok besar, yaitu:
1. Gaya Kepemimpinan yang Berkesan Administrator. Gaya kepemimpinan tipe ini terkesan
kurang inovatif dan telalu kaku pada aturan. Sikapnya konservatif serta kelihatan sekali
takut dalam mengambil risiko dan mereka cenderung mencari aman. Model
kepemimpinan seperti ini jika mengacu kepada analisis perubahan yang telah kita bahas
sebelumnya, hanya cocok pada situasi continuation, routine change, serta limited change.

4
2. Gaya Kepemimpinan Analitis. Dalam gaya kepemimpinan tipe ini, biasanya pembuatan
keputusan didasarkan pada proses analisis, terutama analisis logika pada setiap informasi
yang diperolehnya. Gaya ini berorientasi pada hasil dan menekankan pada rencana-
rencana rinci serta berdimensi jangka panjang. Kepemimpinan model ini sangat
mengutamakan logika dengan menggunakan pendekatan-pendekatan yang masuk akal
serta kuantitatif
3. Gaya Kemimpinan Asertif. Gaya kepemimpinan ini sifatnya lebih agresif dan mempunyai
perhatian yang sangat besar pada pengendalian personal dibandingkan dengan gaya
kepemimpinan lainnya. Pemimpin tipe asertif lebih terbuka dalam konflik dan kritik.
Pengambilan keputusan muncul dari proses argumentasi dengan beberapa sudut pandang
sehingga muncul kesimpulan yang memuaskan.
4. Gaya Kepemimpinan Entepreneur. Gaya kepemimpinan ini sangat menaruh perhatian
kepada kekuasaan dan hasil akhir serta kurang mengutamakan pada kebutuhan akan
kerjasama. Gaya kepemimpinan model ini biasannya selalu mencari pesaing dan
menargetkan standar yang tinggi.

2.3 Implementasi Kebijakan Fungsional


Strategi fungsional (functional strategy) merupakan suatu pendekatan terhadap area
fungsional untuk mencapai tujuan perusahaan dan unit bisnis dengan memaksimumkan
produktivitas sumber daya. Strategi ini dititikberatkan pada pengembangan dan
pemeliharaan suatu kompetensi khusus untuk menghasilkan keunggulan bersaing bagi suatu
perusahaan atau unit bisnis.
1. Strategi pemasaran (marketing strategy) berkaitan dengan penetapan harga (pricing),
penjualan (selling), dan pendistribusian (distributing) produk. Beberapa strategi
pemasaran yang dapat digunakan oleh perusahaan atau unit bisnis adalah:
a. Strategi pengembangan pasar (market development strategy). Dengan menggunakan
strategi pengembangan pasar, suatu perusahaan atau unit bisnis dapat:
- Merebut pangsa pasar yang lebih besar dari pangsa pasar saat ini, yaitu melalui
penyerapan pasar dan penetrasi pasar. Ccontoh: PT. Unilever menggunakan
periklanan dan promosi untuk mengimplementasikan strategi penyerapan.
- Mengembangkan pasar baru bagi produk yang ada saat ini. Contoh: Perusahaan
Arm & Hammer menggunakan strategi ini dengan cara menemukan kegunaan
baru dari produknya yaitu soda kue.
b. Strategi pengembangan produk (product development strategy)

5
- Mengembangkan produk baru untuk pasar yang telah ada saat ini. Selain dengan
merk baru, menggunakan merk produk yang sudah sukses namun untuk jenis
produk yang berbeda juga dapat dilakukan sebagai cara pengembangan produk.
Contoh: Smith & Wesson yang sudah dikenal dengan produk senjata api genggam,
menggunakan nama yang sama untuk produk parfum pria.
- Mengembangkan produk baru untuk pasar yang baru. Contoh: Arm & Hammer
membuat produk pengurang polusi untuk digunakan pada pabrik pembangkit
listrik dengan bahan bakar batubara. Berbeda sekali dari bisnis dan produknya
selama ini yaitu toko bahan makanan.
c. Strategi dorong dan tarik (push and pull strategy)
- Strategi mendorong, dilakukan dengan mengeluarkan sejumlah uang yang besar
pada promosi perdagangan untuk mendapatkan atau mempertahankan pajangan
produk di rak-rak pada outlet pengecer. Contoh: pemberian diskon.
- Strategi menarik merupakan strategi dimana periklanan menarik produk melalui
saluran distribusi. Perusahaan mengeluarkan lebih banyak uang untuk periklanan
yang didesain untuk membangun kesadaran merk sehingga pembeli akan mencari
produk tersebut. Contoh: iklan kartu perdana di stasiun TV.
d. Strategi penetapan harga skim dan penetrasi (skimming and penetration pricing
strategy)
- Skimming pricing merupakan penetapan harga produk baru yang menawarkan
peluang untuk menyendok krim dari puncak kurva permintaan dengan suatu
harga yang tinggi dengan pertimbangan produknya adalah baru dan pesaingnya
sedikit.
- Penetration pricing merupakan penetapan harga produk baru dengan
memanfaatkan peluang untuk mendapatkan pangsa pasar dengan harga yang
rendah agar dapat mendominasi industri.
2. Strategi keuangan (financial strategy) menguji implikasi keuangan dari pilihan strategis
suatu perusahaan atau unit bisnis dan mengidentifikasi tindakan keuangan yang terbaik.
Strategi ini juga dapat menciptakan keunggulan bersaing melalui biaya modal atau dana
yang lebih rendah dan kemampuan yang fleksibel untuk meningkatkan jumlah modal
demi mendukung suatu strategi bisnis.
3. Strategi penelitian & pengembangan (R&D strategy) berkaitan dengan inovasi dan
pengembangan produk dan proses. Salah satu pilihan dalam strategi R&D adalah apakah

6
perusahaan akan menjadi pemimpin teknologi yaitu menjadi pelopor inovasi, atau
menjadi pengikut teknologi yaitu meniru produk pesaing.
4. Strategi operasi (operation strategy) menentukan bagaimana dan di mana suatu produk
atau jasa diproduksi, tingkat integrasi vertikal dalam proses produksi, penyebaran sumber
daya fisik, dan hubungan dengan para pemasok. Strategi ini juga berkaitan dengan tingkat
optimalisasi penggunaan teknologi dalam proses operasi.
5. Strategi pembelian (purchasing strategy) berhubungan dengan perolehan bahan baku,
suku cadang dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk melakukan fungsi operasi.
Beberapa pilihan strategi pembelian adalah sebagai berikut:
a. Multiple sourcing, yaitu perusahaan memesan dan membeli suatu bahan atau
komponen tertentu dari beberapa pemasok.
b. Sole sourcing, yaitu perusahaan hanya bergantung pada satu pemasok untuk bahan
atau komponen tertentu.
c. Parallel sourcing, yaitu pengembangan dari sole sourcing dimana ada dua pemasok
untuk dua bahan atau komponen yang berbeda, namun kedua pemasok tersebut dapat
menjadi pemasok cadangan satu sama lain.
6. Strategi logistik berkaitan dengan aliran bahan dan produk kedalam dan keluar dari proses
produksi. Tiga tren yang berhubungan dengan dengan strategi ini yaitu:
a. Sentralisasi, perusahaan melakukan sendiri semua fungsi logistik perusahaan seperti
pengiriman dan pergudangan.
b. Outsourcing logistic, menggunakan perusahaan lain untuk melakukan fungsi logistik.
Cara ini dapat mengurangi biaya karena dengan keahliannya di bidang tersebut,
perusahaan yang menyediakan jasa dapat mencapai efisisiensi biaya dibandingkan
jika perusahaan melakukannya sendiri
c. Penggunaan internet, hubungan antara perusahaan dengan pemasok dan penyalur
produk dilakukan melalui komunikasi internet, dengan sistem logistik yang terkoneksi
antara perusahaan dengan pemasok dan penyalur tersebut
7. Strategi manajemen sumber daya manusia menekankan pada bagaimana suatu perusahaan
atau unit bisnis memutuskan cara pemilihan dan pemanfaatan tenaga kerja. Apakah
perusahaan merekrut sendiri atau menggunakan outsourcing. Kemudian apakah
menggunakan tenaga kerja yang kurang terampil dengan upah yang murah atau tenaga
kerja terampil dengan upah yang tinggi.
8. Strategi teknologi informasi berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi untuk
menghasilkan keunggulan bersaing. Strategi ini dapat memudahkan hampir semua fungsi
lain yang ada di perusahaan dan mendukung strategi yang dilaksanakan oleh unit bisnis
dan perusahaan.

7
9. Pilihan strategis: memilih Strategi Terbaik. Kriteria yang paling penting adalah
kemampuan strategi yang diusulkan dalam menangani faktor-faktor strategis spesifik
yang dikembangkan sebelumnya melalui analisis SWOT. Pertimbangan penting lainnya
dalam memilih suatu strategi adalah kemampuan setiap alternatif strategi untuk
memenuhi tujuan dengan sumber daya terkecil dan efek samping paling sedikit.

2.4 Implementasi Organisasi


Struktur adalah cara sesuatu disusun atau dibangun untuk membantu pencapaian
tujuan organisasi dengan lebih efektif. Pencapaian tujuan secara logis membutuhkan
organisasi sebagai alat. Menurut Chester L Bernard (1992) mendefinisikan organisasi sebagai
sebuah sistem kerjasama antara dua orang atau lebih yang memiliki visi dan misi yang sama.
Sedangkan menurut Victor A. Thompson dalam Sutarto (1979) mendefinisikan organisasi
sebagai suatu integrasi dari sejumlah spesialis-spesialis yang bekerja sama sangat rasional
dan impersonal untuk mencapai beberapa tujuan spesifik yang telah diumumkan sebelumnya.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa organisasi digunakan sebagai tempat
atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis,
terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya yang
digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi. Pada sebuah
perusahaan, pembuatan struktur organisasi perusahaan bukan hanya sekedar menggambarkan
deskripsi terhadap wewenang dan tugas karyawan dalam sebuah organisasi, tetapi
memberikan gambaran yang jelas terhadap kejelasan mengenai tanggug jawab, kebijakan
kedudukan, dan kejelasan tugas. Dengan berkembangnya kegiatan dalam perusahaan,
kebutuhan untuk membagi-bagi kegiatan, pendelegasian wewenang dan tanggung jawab serta
pelaksanaan integral dan koordinasi satuan-satuan kegiatan baru yang diciptakan menjadi
imperatif.
Perubahan strategi perusahaan mungkin akan membutuhkan beberapa perubahan
dalam organisasi dan juga keahlian yang dibutuhkan pada posisi-posisi tertentu. Menurut
Chandler (1982, 1991), setelah sukses dengan suatu produk, maka strategi bertumbuh yang
dipilih perusahaan adalah integrasi horizontal, yaitu terus bertumbuh melalui perluasan
bisnisnya saat ini, dengan masih mempertahankan struktur produk-pasar yang sama dengan
saat ini. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan perluasan geografis, dari satu
wilayah ke wilayah lain, bahkan dari skop lokal menjadi internasional. Studi yang dilakukan
oleh Chandler terhadap beberapa perusahaan besar Amerika Serikat seperti DuPont, General
Motors, Sears, dan Standard Oil disimpulkan bahwa berbagai perubahan yang terjadi dalam

8
implementasi strategi akan mengarah pada perubahan struktur organisasi. Berbagai penelitian
juga menunjukkan bahwa struktur organisasi yang baik adalah struktur organisasi yang sesuai
dengan strategi. Dengan kata lain struktur organisasi mengikuti strategi.
Oleh karena itu, penetapan stuktur organisasi merupakan salah satu faktor penting
dalam implementasi strategi agar semua aktivitas perusahaan yang diakibatkan perubahan
tersebut dapat dilaksanakan dengan baik. Struktur organisasi akan membantu mempertajam
aktivitas kunci perusahaan dan memperlihatkan pola koordinasi yang diterapkan dalam
menjalankan strategi. Dalam hal ini, aspek strategi, stuktur dan lingkungan harus
terpadu dalam satu kesatuan, atau jika tidak, maka kinerja perusahaan akan lemah.
Berdasarkan pemikiran di atas, maka para manajer strategis harus memperhatikan
bagaimana perusahaan mereka akan distruktur agar semua aktivitas perusahaan dapat
dilakukan dengan baik. Manajer strategis harus memahami terlebih dahulu berbagai bentuk
struktur organisasi. Struktur organisasi dapat dibagi menjadi lima bagian, yaitu struktur
organiasi sederhana, struktur organiasi fungsional, struktur organiasi divisional, struktur
strategic business unit (SBU), dan struktur organiasi matriks.

1. Struktur Organisasi Sederhana


Struktur organisasi sederhana juga bisa disebut sebagai organisasi dalam bentuk garis
yang diciptakan oleh Henry Fayol. Pada sturktur organisasi ini, wewenang dari atasan
disalurkan secara vertikal kepada bawahan atau dengan kata lain struktur ini hanya memiliki
dua tingkatan, yaitu pemilik dan pekerja. Ciri-ciri dari strukur ini yaitu kesatuan perintah
terjamin, pembagian kerja jelas dan mudah untuk dilaksanakan, serta organisasi tergantung
pada satu pimpinan. Struktur organisasi sederhana ini biasanya digunakan oleh perusahaan
kecil dengan satu produk atau beberapa produk lain yang saling berhubungan. Perusahaan-
perusahaan yang menggunakan struktur organisasi sederhana ini biasanya dikelola oleh
pemiliknya sendiri yang sekaligus menangani pekerjaan lain yang berhubungan dengan
sebuah produk. Artinya, dalam struktur sederhana ini, pemilik perusahaan cenderung
mengambil semua keputusan penting secara sendiri, dan terlibat langsung dalam setiap tahap
kegiatan perusahaan. Untuk lebih mengetahui format struktur organisasi yang sederhana ini,
perhatikan gambar berikut.

Pemilik

Karyawan

9
Gambar 1. Struktur Organisasi Sederhana
Sumber: Samuel C. Certo & J.Paul Peter. Strategic Management, McGraw-Hill, 1990, p.125.

Struktur organisasi sederhana memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan.


Kelebihan dari struktur organisasi sederhana, diantaranya:
- Pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat.
- Sistemnya (imbalan, pengawasan. dll) tidak rumit.
- Tidak mahal.
Sedangkan kelemahan dari struktur sederhana adalah:
- Cenderung berfokus pada pemilik perusahaan
- Kesempatan untuk peningkatan karir relatif kecil
- Dibutuhkan kemampuan yang lebih untuk pemilik perusahaan
- Tidak sesuai untuk organisasi yang besar

2. Struktur Organisasi Fungsional


Struktur organisasi fungsional diciptakan oleh F. W. Taylor. Struktur ini berawal dari
konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan
mempunyai wewenang memberikan perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada
hubungnnya dengan fungsi atasan tersebut. Ciri-ciri dari struktur organisasi fungsional yaitu
tidak menjamin adanya kesatuan perintah, keahlian para pengawas dan pegawai berkembang
menuju spesialisasi, penghematan waktu dapat dilakukan karena mengerjakan pekerjaan yang
sama. Dalam struktur organisasi fungsional, setiap manajer yang mempunyai spesialisasi
fungsional menggantikan tempat dan peranan si pemilik perusahaan. Transisi menuju
spesialisasi ini membutuhkan sebuah perubahan substansial dalam gaya manajemen pimpinan
perusahaan. Sebagai organisasi yang menumbuhkan dan mengembangkan sejumlah produk
dan pasar yang berkaitan, struktur organisasi ini secara teratur berubah untuk merefleksikan
spesialisasi yang lebih besar. Untuk mengetahui format struktur organisasi fungsional, lihat
gambar berikut.

Presiden Direktur

Manajer Operasi Manajer Pemasaran Manajer Keuangan

10
Gambar 2. Struktur Organisasi Fungsional
Sumber: Samuel C. Certo & J.Paul Peter. Strategic Management, McGraw-Hill, 1990, p.125.

Kelebihan dari struktur organisasi fungsional, antara lain:


- Efisiensi melalui spesialisasi.
- Pembagian tugas jelas.
- Komunikasi dan jaringan keputusannya relatif sederhana.
- Mempertahankan tingkat pengendalian strategi pada level manajemen puncak.
- Dapat mendelegasi keputusan operasional sehari-hari.
- Mempermudah pengukuran output dan hasil dari setiap fungsi.
Sedangkan kekurangan dari struktur organisasi fungsional, antara lain:
- Menyebabkan spesialisasi yang sempit.
- Dapat mendorong timbulnya persaingan dan konflik antar fungsi.
- Mengakibatkan sulitnya koordinasi di antara bidang-bidang fungsional.
- Dapat menyebabkan tingginya biaya koordinasi antar fungsi.
- Identifikasi karyawan dengan kelompok spesialis dapat membuat perubahan menjadi
sulit.
- Membatasi pengembangan keterampilan manajer yang lebih luas .

3. Struktur Organisasi Divisional


Struktur organisasi divisional adalah struktur organisasi yang dikelompokkan
berdasarkan kesamaan produk, layanan, pasar dan letak geografis. Ketika perusahaan
berkembang, perusahaan mulai memfokuskan perhatiannya pada pengelolaan berbagai lini
produk di berbagai industri dan mendesentralisasikan wewenangnya dalam pengambilan
keputusan. Ketika perusahaan mulai melakukan akuisisi dan mengembangkan berbagai
produk baru dalam industri dan pasar yang berbeda, biasanya mengubah strukturnya menjadi
struktur organisasi yang terdiri dari beberapa divisi.
Tiap-tiap divisi dapat beroperasi sendiri-sendiri dibawah pengarahan seorang manajer
divisi yang bertanggungjawab langsung kepada CEO. Dalam struktur organisasi divisional,
manajer divisi dapat mengembangkan strategi untuk masing-masing divisinya dan mungkin
saja mereka menghadapi persaingan yang berbeda dengan divisi lainnya sehingga strategi
yang ditempuh mungkin juga berbeda dengan divisi lainnya. Pada organisasi divisional,
divisi-divisi tersebut dapat menjadi tempat yang baik untuk melatih para manajer muda.
Selain itu juga merupakan tempat yang baik dalam mengembangkan intuisi kewiraswastaan
serta meningkatkan sejumlah pusat inisiatif dalam suatu perusahaan. Organisasi bentuk
divisional ini biasanya diterapkan di perusahaan yang berskala menengah keatas, hal ini
dikarenakan biaya operasional akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan bentuk organisasi
fungsional. Berikut ini untuk mengetahui format struktur organisasi divisional.

11
Direktur

Manajer Divisi Manajer Divisi Manajer Divisi


X Y Z

Manajer Teknik Manajer Teknik Manajer Teknik


dan Produksi dan Produksi dan Produksi

Manajer Manajer Manajer


Pemasaran Pemasaran Pemasaran

Manajer Manajer Manajer


Keuangan dan Keuangan dan Keuangan dan
Umum Umum Umum

Gambar 3. Struktur Organisasi Divisional


Sumber: Samuel C. Certo & J.Paul Peter. Strategic Management, McGraw-Hill, 1990, p.125.

Sebagaimana struktur organisasi yang lain, struktur organisasi divisional ini juga
mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan struktur organisasi
divisional antara lain:
- Koordinasi antarfungsi menjadi lebih mudah dan cepat.
- Mempunyai fleksibilitas pada struktur perusahaan.
- Spesialisasi pada setiap divisi dapat dipertahankan.
- Kesempatan karir lebih terbuka.
- Menimbulkan kompetisi di dalam organisasi.
- Beban rutin CEO berkurang sehingga mempunyai waktu untuk keputusan strategis
Sedangkan kekurangan struktur organisasi divisional antara lain:
- Mengkibatkan turunnya komunikasi antara spesialisasi funsional.
- Sangat potensial untuk menimbulkan persaingan antar divisi.
- Pendelegasian yang besar dapat menimbulkan masalah.

4. Struktur Strategic Business Unit (SBU)


Ketika struktur organisasi divisional menjadi sulit diterapkan karena CEO mempunyai
terlalu banyak divisi yang harus diurus, maka salah satu solusinya adalah perusahaan
mengubah struktur organisasinya dalam bentuk strategic business unit (SBU) atau strategic
groups. Struktur SBU ini mengelompokkan sejumlah divisi berdasarkan pada beberapa aspek
seperti lini produk atau pasar. Berikut ini gambar untuk mengetahui format struktur SBU.

12
CEO

Vice President Vice President


SBU 1 SBU 2

Manajer Divisi Manajer Divisi

Manajer Manajer
Fungsional Fungsional

Gambar 4. Struktur Strategic Business Unit (SBU)


Sumber: Samuel C. Certo & J.Paul Peter. Strategic Management, McGraw-Hill, 1990, p.125.

Adapun kelebihan struktur SBU antara lain:


- Tanggungjawab setiap SBU jelas.
- Memperbaiki koordinasi.
- Sistem pengawasan untuk organisasi yang terdiversifikasi menjadi lebih mudah.
- Masing-masing SBU lebih memahami lingkungan khususnya.
Sedangkan kekurangan stuktur SBU antara lain:
- Struktur lebih tinggi.
- Biaya lebih tinggi.
- Berpotensi menimbulkan persaingan antar SBU dalam memperebutkan sumberdaya.

5. Struktur Organisasi Matriks


Struktur organisasi matriks (matrix structure organization) merupakan kombinasi dari
struktur organisasi fungsional dan struktur organisasi divisional dengan tujuan untuk
menutupi kekurangan-kekurangan yang terdapat pada kedua bentuk struktur orgnisasi
tersebut. Struktur organisasi matriks ini sering juga disebut dengan struktur organisasi proyek
karena karyawan yang berada di unit kerja fungsional juga harus mengerjakan kegiatan atau
tugas proyek-proyek organisasi yang ditugaskan kepadanya. Struktur organisasi matriks ini
mengakibatkan terjadinya multi komando dimana seorang karyawan diharuskan untuk
melapor kepada dua pimpinan yaitu pimpinan di unit kerja Fungsional dan pimpinan proyek.
Struktur organisasi ini biasanya digunakan oleh perusahaan yang berskala besar atau
perusahaan-perusahaan multinasional. Struktur organisasi matriks digunakan untuk
memudahkan pengembangan pelaksanaan beragam program atau proyek. Setiap departemen
dikepalai oleh vice precident yang mempunyai tanggungjawab fungsional bagi seluruh
proyek. Sedangkan setiap manajer proyek mempunyai project responsibility untuk

13
penyelesaian dan implementasi strategi. Struktur matriks dapat ditemukan di agen-agen
periklanan, perusahaan pesawat terbang, laboratorium penelitian dan pengembangan,
perusahaan konstruksi, rumah sakit, lembaga-lembaga pemerintah, universitas, perusahaan
konsultan manajemen, dan perusahaan hiburan. Juga pada lingkungan yang luas dan ekstrim,
biasanya dihadapi perusahaan multinasional (MNC), koordinasi keseluruhan dilakukan
dengan menciptakan struktur matriks (Doz and Prahalad, 1984, 1991). Untuk mengetahui
format struktur organisasi matriks, berikut diberikan gambar.

Gambar 5. Struktur Organisasi Matriks


Sumber: Samuel C. Certo & J.Paul Peter. Strategic Management, McGraw-Hill, 1990, p.125.

Sebagaimana struktur-struktur organisasi lainnya, struktur organisasi matriks juga


mempunyai berbagai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan struktur organisasi matriks antara
lain adalah:
- Sesuai untuk beban kerja yang fluktuatif.
- Tujuan proyek menjadi lebih jelas.
- Memungkinkan untuk merespon pada beberapa sektor lingkungan secara serentak.
- Banyak jalur untuk melakukan komunikasi.
- Pekerjaan dapat dipahami secara lebih jelas.
Adapun kelemahan struktur organisasi matriks antara lain:
- Strukturnya sangat rumit.
- Biaya relatif tinggi.
- Memungkinkan timbulnya dualisme kepemimpinan.
- Relatif sulit karena terdapat kepentingan ganda sehingga memerlukan koordinasi kuat.

14
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Perumusan strategi dan implementasi strategi harus sesuai dengan tujuan strategis dan
misi strategis. Perusahaan mempelajari lingkungan eksternal dan internal agar dapat
mengidentifikasi peluang- peluang dan ancaman pasarnya serta menentukan bagaimana
menggunakan kompetensi-kompetensi intinya dalam usaha mendapatkan hasil strategisnya
yang diinginkan. Pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang memiliki kemampuan untuk
berperan aktif dalam melaksanakan peran kepemimpinan, baik peran sebagai penentu arah,
agen perubahan, juru bicara maupun pelatih untuk meningkatkan kinerja atau semangat kerja
bagi pegawai atau pengikut pada sebuah organisasi. Untuk dapat menghasilkan keunggulan
bersaing bagi suatu perusahaan atau unit bisnis diperlukan startegi fungsional yang
merupakan suatu pendekatan terhadap area fungsional dalam mencapai tujuan perusahaan
dan unit bisnis dengan memaksimumkan produktivitas sumber daya.
Pada sebuah perusahaan, pembuatan struktur organisasi perusahaan bukan hanya
sekedar menggambarkan deskripsi terhadap wewenang dan tugas karyawan dalam sebuah
organisasi, tetapi memberikan gambaran yang jelas terhadap kejelasan mengenai tanggug
jawab, kebijakan kedudukan, dan kejelasan tugas. Dengan berkembangnya kegiatan dalam
perusahaan, kebutuhan untuk membagi-bagi kegiatan, pendelegasian wewenang dan
tanggung jawab serta pelaksanaan integral dan koordinasi satuan-satuan kegiatan baru yang
diciptakan menjadi imperatif.

3.2 Saran
Setiap perusahaan maupun organisasi yang pastilah memliliki rencana atau strategi
yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu dengan adanya strategi
perusahaan harus mengimplementasikannya sesuai dengan strategi yang telah dibuat, agar
semua yang telah direncanakan dalam strategi tersebut bisa dilaksanakan dengan lancar dan
sesuai dengan hasil yang diharapkan.

15
DAFTAR PUSTAKA

Barnard, L, Chester. 1992. Organisasi dan Manajemen, Struktur, Perilaku dan Proses.
Jakarta: Gramedia.

Chandler, A.D. (1982). Strategy and Structure. Cambridge: MIT Publications

Chandler, A.D. (1991). The Functions of the HQ Unit in the Multibusinesses Firm. Strategic
Management Journal, 12, 31-50.

Doz, Y. and Prahalad, C.K. 1984. "Patterns of Strategic Control within Multinational
Corporations", Journal of International Business Studies, Vol. 15 No. 2, pp. 55-72.

Hadari, Nawawi. 2005. Manjemen Strategi, Gadjah Mada Pers: Yogyakarta.

Hitt, Michael A, and Ireland, R. Duanne, Hoskisson. 2001. Manajemen Strategis, Konsep
Daya Saing dan Globalisasi, Buku 1. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

Luthans. 2006. Perilaku Organisasi. Terjemahan Edisi 10. Vivin Andika Yuwono.
Yogyakarta.

Samuel C. Certo & J.Paul Peter. Strategic Management, McGraw-Hill, 1990, p.125.

Werren Bennis & Burt Nanus, 2006. Leaders Strategi untuk Mengemban Tanggung Jawab.
PT. Buana Ilmu Populer Kelompok Gramedia: Jakarta.

Victor A. Thompson dalam Sutarto. 1979. Dasar-Dasar Organisasi, Gadjah Mada


Universitas Press: Yogyakarta. Halaman 25.

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/managemen_strategik/bab8_implementasi_strateg
i_kaitan_fungsi_struktur_organisasi_dan_kepemimpinan.pdf
(Diakses pada tanggal 16 September 2016)

https://id.scribd.com/doc/200022106/Manajemen-Strategis-klmpok-5
(Diakses pada tanggal 16 September 2016)

http://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-contoh-bentuk-struktur-organisasi/
(Diakses pada tanggal 17 September 2016)

http://pelangicelullarbatumarta.blogspot.co.id/2010/10/makalah-implementasi-manajemen-
strategi.html
(Diakses pada tanggal 17 September 2016)

http://perilakuorganisasi.com/struktur-organisasi.html
(Diakses pada tanggal 17 September 2016)

16
17