Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

MEDAN MAGNET DI SEKITAR KAWAT


BERARUS

Disusun oleh :
Albertus Wisnu XIIF/1
Anthony Lawrence XIIF/4
Stener Lie XIIF/29

SMA Kolese Kanisius


Jakarta
2010
PRAKTIKUM FISIKA
Judul : Medan magnet di sekitar kawat berarus
Tanggal : 11 November 2010
Nama : 1. Albertus Wisnu XIIF-1
2. Anthony Lawrence XIIF-4
3. Stener Lie XIIF-29

I. Tujuan
Menentukan hubungan kuat arus, jumlah lilitan terhadap kuat medan magnet yang timbul di
pusat kumparan / lilitan berarus.

II. Teori

Medan Magnet di Sekitar Kawat Melingkar

Besar dan arah medan magnet disumbu kawat melingkar berarus listrik dapat ditentukan
dengan rumus :

Keterangan:

BP = Induksi magnet di P pada sumbu kawat melingkar dalam tesla ( T)

1
I = kuat arus pada kawat dalam ampere ( A )

a = jari-jari kawat melingkar dalam meter ( m )

r = jarak P ke lingkaran kawat dalam meter ( m )

= sudut antara sumbu kawat dan garis hubung P ke titik pada lingkaran kawat
dalam derajad ()

x = jarak titik P ke pusat lingkaran dalam mater ( m )

dimana

Besarnya medan magnet di pusat kawat melingkar dapat dihitung

B = Medan magnet dalam tesla ( T )

o = permeabilitas ruang hampa = 4 . 10 -7 Wb/amp. m

I = Kuat arus listrik dalam ampere ( A )

a = jarak titik P dari kawat dalam meter (m)


= jari-jari lingkaran yang dibuat

Arah ditentukan dengan kaidah tangan kanan


Perhatikan gambar

Sebuah kawat melingkar berada pada sebuah bidang mendatar dengan dialiri arus listrik

Apabila kawat melingkar tersebut dialiri arus listrik dengan arah tertentu maka disumbu pusat
lingkaran akan muncul medan magnet dengan arah tertentu. Arah medan magnet ini
ditentukan dengan kaidah tangan kanan.
Dengan aturan sebagai berikut:
Apabila tangan kanan kita menggenggam maka arah ibu jari menunjukkan arah medan
magnet sedangkan keempat jari yang lain menunjukkan arah arus listrik

III. Alat dan Bahan


1. Kumparan / lilitan (tangan busur)
2. Catu daya
3. Kabel

2
4. Amperemeter
5. Voltmeter
6. Lampu

IV. Cara Kerja


1. Alat dan Bahan disusun seperti gambar

2. Awal jarum kompas dan lilitan diset sedemikian rupa sehingga jarum kompas sejenis
arah lilitan.
3. Dialirkan arus ke dalam rangkaian lalu I dikuru kemudian diamati juga jarum kompas
(sudut simpangan diukur).
4. Jumlah lilitan divariasikan dengan memindahkan kabel pada nilai lain.
5. Untuk N yang sama, arus juga divariasikan dengan mengatur potentiometer.

V. Data
Arus sama = 0.02 ampere
no N
1 0-50 9
2 0-2 2
6
3 0-500 5
1
4 2-50 2
9
5 0-500 (0.12 A) 0

N sama = 50 lilitan
no Arus
2
1 0.04 4
3
2 0.06 7
4
3 0.08 3

3
4
4 0.1 8
5
5 0.12 5
5
6 0.14 8
6
7 0.16 2
6
8 0.18 4
6
9 0.2 7
7
10 0.4 8

VI. Analisis
Bk (T)
0,00000200
0
0,00000008
0
0,00002000
0
0,00000192
0
0,00012000

Bk(T)
0,000004
0,000006
0,000008
0,00001
0,000012
0,000014
0,000016
0,000018
0,00002
0,00004

Pada praktikum ini, kami mencoba melihat kebenaran dari pernyataan biot savart bahwa
di kawat berarus terdapat medan magnet, hal tersebut terbukti dengan adanya medan
magnet sebesar yang tertera pada tabel diatas.Ada beberapa faktor yang mempengaruhi
besar medan magnet yang bekerja, yakni jumlah lilitan, kuat arus dan jari- jari kumparan
ke pusat.

4
VII. Kesimpulan
Kebenaran bahwa adanya medan magnet pada kawat berarus
terbukti.

VIII. Problem
1.Apakah anda dapat mengukur kuat medan magnet bumi?
Bisa dengan menggunakan sudut yang didapat dan B kawat
2.Tentukan harga B bumi dengan persen, bila diketahui B dan Bk dihitung.

0i N
Bk = maka tentukan Bm dengan analisa vektor.
2R

Harga Bm dari rata rata percobaan kami adalah 87.84% dari


Bresultan. Hasil ini didapat dengan mencari Bresultan
menggunakan sec sudut, setelah itu Bresultan dirata rata
kemudian Bbumi didapat dari sin Bresultan, dan dirata rata
juga, setelah itu perbandingan rata rata Bbumi dengan
Bresultan dikali 100%.
IX. Data Sementara

5
6