Anda di halaman 1dari 13

PAPER PROSES STRIPPING DALAM KOLOM STRIPPER

Di susun untuk memenuhi tugas mata kuliah Keselamatan Industri dan Pengolahan Limbah
Industri Proses Stripping Dalam Kolom Stripper
Dosen pengampu : Dr. Widi Astuti, S.T., M.T.

Disusun oleh :

Fitriyatun Nur Jannah (5213412006)

PRODI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014
A. Pengertian Stripping
Stripping adalah operasi pemisahan solute dari fase cair ke fase gas, yaitu
dengan mengontakkan cairan yang berisi solute dengan pelarut gas ( stripping agent )
yang tidak larut ke dalam cairan. Proses Stripping dilakukan dalam kolom stripper,
dimana Stripper adalah suatu alat yang digunakan untuk mengambil suatu zat atau
senyawa dari senyawa lainnya dengan fase yang berbeda.. Sebagai contoh adalah
pemisahan gas nitrogen dan hydrogen pada amoniak cair

Gambar 1. Skematika proses pada plant stripper dan absorber secara umum

Stripper disebut juga sebagai kolom distilasi berfungsi sebagai unit operasi
untuk melakukan proses pemisahan sebuah campuran menjadi dua atau lebih produk
yang memiliki titik didih berbeda, dengan mengeluarkan komponen yang lebih mudah
menguap dari campuran.
Stripper berfungsi untuk memisahkan CO2 dari larutan K2CO3 (benfield),
untuk selanjutnya CO2 yang dilepaskan akan menjadi produk CO2 yang digunakan
sebagai bahan dasar dalam proses pembuatan pupuk urea. Larutan benfield yang
terkondensasi akan jatuh ke bottom stripper, sedangkan air akan berada di tray tengah
karena memiliki titik didih yang lebih rendah dibandingkan dengan larutan benfield.
Reaksi kimia yang terjadi pada stripper yaitu:

2KHCO3 K2CO3 + CO2 + H2O (CO2 dilepaskan)

Sebelum memasuki stripper, campuran terlebih dahulu di proses pada plant


absorber untuk memisahkan CO2 dari gas sintesis dengan menggunakan bahan
penyerap seperti methyldiethanolamine (MDEA), benfield dan selexon, dalam hal ini
digunakan larutan benfield. Reaksi kimia yang terjadi pada absorber yaitu:

K2CO3 + CO2 + H2O 2KHCO3


Sempurna atau tidaknya proses penyerapan CO2 ditentukan oleh konsentrasi
dari larutan benfield. Sebagai contoh di PT. Petrokimia Gresik, dalam menjalankan
prosesnya, operator di PT. Petrokimia Gresik harus menjaga nilai larutan benfield
berada pada kisaran 25 % 30 %. Jika larutan benfield terlalu pekat, nilainya
melebihi 30 %, maka diindikasikan penyerapan yang terjadi pada absorber tidak
berlangsung secara sempurna. Selain itu juga akan menyebabkan naiknya ampere
pada pompa refluks yang akan mengalirkan larutan benfield dari bottom stripper
kembali ke absorber karena larutan benfield terlalu berat untuk dialirkan.
Selama ini, operator mengendalikan larutan benfield secara off-line atau
tidak langsung yaitu dengan menjaga temperatur pada bottom stripper dengan
mengatur bukaan valve yang mengalirkan fluida air ke dalamnya. Proses Flow
Diagram (PFD) stripper ditunjukan dalam Gambar 2.
Jika temperatur pada bottom stripper terlalu tinggi maka para operator akan
menyimpulkan bahwa larutan benfield pada bottom stripper terlalu pekat, maka aksi
kontrol yang dilakukan adalah dengan membuka valve yang mengalirkan fluida air
ke dalamnya untuk mengencerkan larutan benfield tersebut. Keterlambatan dalam
melakukan aksi kontrol selalu terjadi, hal ini dikarenakan tidak adanya analyzer on-
line yang bisa mengukur konsentrasi larutan benfield secara langsung sehingga
harus menunggu delapan jam untuk mendapatkan besarnya konsentrasi larutan
benfield hasil analisa dari laboratorium.
Pada stripper biasanya dilengkapi dengan suatu compressor atau pompa
vakum yang berfungsi untuk mengalirkan gas atau udara sehingga aliran gas
tersebut menyerap gas yang terdapat di liquid yang akan dipisahkan dari aliran
gasnya.
Outlet dari stripper ini merupakan suatu liquid yang sudah mengandung
sedikit atau bisa dikatakan bebas dari gas yang akan dipisahkan, sebagai contoh bila
kita akan memisahkan oksigen dan air maka outletnya merupakan air yang
kandungan oksigen atau nilai DO nya sudah rendah atau dapat dikatakan oksigen
yang terkandung di dalam air sudah sedikit. Maka inilah salah satu peristiwa yang
dapat dikatakan sebagai pemisahan dengan menggunakan stripper.

CO2
product
PCA1104

Ejector
Stripper
Liquid
mixture from
absorber

PCA1040
FC1050

TI1407 Steam Generator

To absorber

Gambar 2. PFD dari stripper

Wet gas stripper bertujuan untuk memisahkan partikel-partikel yang terdapat


dalam suatu aliran gas. Gas stripper merupakan suatu dinding-dinding pemisah
yang banyak, dan gas inlet unuk menerima aliran gas yang bergerak menuju outlet
gas melalui aliran gas yang sudah rapat dari tempatnya berada. Partikel tersebut
terkumpul di suatu area pembentuk yang terdapat disuatu titik. Liquid yang tersebar
di spray elemen di alirkan menuju dinding pemisah yang terdapat di area
pengumpul partikel-partikel untuk membuat suatu pemisahan partikel antara gas
dan liquid. Pemisahan didefinisikan sebagai media filtrasi penangkap partikel yang
terdapat di aliran gas dan partikel tersebut di bawa ke daerah pengumpul untuk
dipisahkan dari aliran gas yang telah dilakukan proses pemisahan.
Dalam perhitungan ukuran stripper, satu faktor yang sangat penting adalah
nilai koefisien transfer atau tinggi unit transfer. Sementara itu kecepatan aliran total
gas dan cairan akan ditentukan oleh proses, hal ini penting untuk menentukan aliran
yang cocok per unit area yang melalui colum. Aliran gas dibatasi dengan tidak
boleh melebihi kecepatan pemisahan, dan akan ada hasil drop jika kecepatan cairan
sangat rendah. Hal ini sangat cocok untuk menguji pengaruh kecepatan aliran gas
dan cairan pada koefisien transfer. Pada kenyataannya proses stripper juga
dipengaruhi oleh beberapa variabel lain, seperti temperature, tekanan dan diffusivity.
Stripper merupakan suatu proses absorpsi, sebagai contoh absorpsi gas yang
merupakan suatu satuan penghilangan satu atau lebih komponen-komponen gas
melalui kontak dengan suatu cairan. Hal ini sering digunakan di industri kimia
untuk mengekstraksi sejumlah gas dari campuran gas-gas atau sering pula
digunakan untuk menghilangkan komponen-komponen berbahaya seperti hydrogen
sulfide atau belerang dioksida dari gas-gas yang berasal dari cerobong keluaran (flue
gas). Pada setiap kasus, desain bangsal peralatan dibuat sesuai dengan tingkat
kerapatan percampuran antara komponen-komponen, umumnya pada basis yang
kontinyu untuk mencapai ekstraksi yang efisien.
Kolom stripper merupakan salah satu peralatan utama dalam proses distilasi
karena kolom ini berfungsi untuk mempertajam pemisahan komponen komponen,
sehingga bisa memperbaiki mutu suatu produk dengan memisahkan fraksi ringan
yang tidak dikehendaki dalam produk tersebut.
Pada dasarnya prinsip kerja kolom stripper adalah proses penguapan biasa,
pada temperatur tertentu fraksi ringan yang titik didihnya lebih rendah dari temperatur
top kolom akan menguap dan keluar melalui top kolom. Pemisahan fraksi ringan yang
masih terkandung di dalam side stream produk ini dapat dilakukan dengan cara
memanaskan kembali dengan memakai reboiler atau juga dengan menggunakan
stripping steam.
B. Jenis-jenis stripper

Gambar.3 Kolom Stripper

Terdapat 2 macam jenis stripper, yaitu :


1. Stripper dengan Injeksi Steam
Injeksi steam pada striper jenis ini bertujuan untuk menurunkan tekanan
partial diatas permukaan cairan, sehingga fraksi ringan yang terikut ke dasar kolom
stripper akan lebih mudah menguap dan kembali ke kolom fraksinasi.
2. Stripper dengan Reboiler
Pemanasan kembali pada bottom kolom stripper jenis ini bertujuan agar
terjadinya penguapan. Uap dalam reboiler mempunyai Specific Gravity (SG) yang
lebih rendah dari pada SG cairan di dasar stripper, cairan di dasar stripper akan
mendorong uap kembali ke stripper dan seterusnya menguap kembali ke kolom
fraksinasi. Stripper dengan reboiler ada dua macam :
Stripper dengan Dapur Reboiler
Reboiler jenis ini banyak digunakan. Bentuknya seperti dapur yang
berfungsi untuk memanaskan fluida cair dari dasar stripper yang masih
banyak mengandung fraksi fraksi ringan yang tidak dikehendaki. Dengan
bantuan pompa cairan dilewatkan melalui dapur dan dipanaskan sampai suhu
tertentu, sehingga fraksi ringan yang tidak dikehendaki didalam produk akan
teruapkan melalui puncak stripper. Dengan menguapkan fraksi ringan maka
produk dari dasar stripper flash pointnya akan naik.
Stripper dengan Thermosiphon Reboiler
Reboiler jenis ini berbentuk seperti alat penukar panas yang terdiri dari
shell and tube dan banyak digunakan pada unit yang mempunyai produk
dengan temperatur yang masih tinggi sehingga panasnya dimanfaatkan sebagai
reboiler stripper.
Prinsip kerja reboiler ini bekerja atas dasar perbedaan Spesific Gravity
yaitu dengan adanya pemanasan dari media pemanas cairan yang ada pada
dasar stripper. Cairan yang lebih panas mempunyai Specific Gravity lebih
kecil, sehingga cairan pada dasar stripper mendesak cairan yang berbeda pada
alat penukar panas kembali ke stripper, sehingga terjadi aliran pada alat
penukar panas tersebut. Dengan adanya aliran tersebut, fraksi ringan yang
masih terkandung didasar stripper akan naik dan menguap melalui puncak
stripper. Dengan demikian produk yang diambil dari dasar stripper diharapkan
sudah sesuai dengan spesifikasinya.

C. Peralatan Dalam Kolom Stripper


Peralatan proses dalam kolom stripper terbagi menjadi dua tipe yaitu plate
column dan juga packed column.
1. Plate Column
Plate column terdiri dari kolom vertikal dengan cairan masuk mengalir dari
bagian atas dan cairan keluar dari bagian bawah. Fasa uap masuk dari bagian bawah
kolom dan keluar dari atas. Di bagian dalam kolom terdapat tray atau plate. Tray atau
plate ini memaksa cairan mengalir bolak-balik horizontal dan memaksa gelembung
uap ke atas melalui lubang di plate. Tujuan dari tray ini adalah untuk meningkatkan
jumlah bidang kontak antara fase cair dan uap.
2. Packed Column
Packed column mirip dengan plate column, cairan mengalir serta uap masuk
dan keluar dengan cara yang sama. Perbedaannya adalah tidak terdapatnya tray atau
plate di dalam kolom. Packed digunakan untuk meningkatkan bidang kontak antara
fase cair dan uap. Ada berbagai jenis kemasan yang digunakan dan masing-masing
keuntungan dan kerugiannya. Kontak gas cair dalam packed bed column berlangsung
secara kontinyu, tidak secara bertahap seperti dalam plate column.
Dalam rangka memperluas permukaan kontak antar fase gas-cair, digunakan
kolom berisi packing ( packed coloumn ). Pemilihan packing dilakukan dengan
mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut ( Perry and green, 1984) :
1. Memiliki luas permukaan terbasahi tiap unit volum yang besar.
2. Memiliki ruang kosong yang cukup besar sehingga kehilangan tekanan kecil.
3. Karakteristik pambasahan baik.
4. Densitas kecil agar berat kolom keseluruhan kecil.
5. Tahan korosi dan ekonomis.
Packing adalah material yang berguna untuk memperluas permukaan didalam
kolom. Cairan akan lebih mudah menguap apabila bersentuhan dengan suatu
permukaan yang bersuhu berbeda. Demikian juga uap akan lebih mudah
terkondensasi apabila bersentuhan dengan permukaan yang berbeda suhu. Karena itu
sebagian besar ruang didalam kolom harus diisi dengan material yang bisa
menyediakan permukaan yang lebih banyak untuk bersentuhan dengan uap. Material
packing ini bisa berupa kerikil, pecahan keramik, kaca, besi, tembaga, atau apapun
asal tidak berkarat dan bereaksi dengan alkohol. Almunium dan bahan plastik
sebaiknya tidak digunakan. Perlu diingat agar packing jangan sampai terlalu padat
sehingga menyumbat aliran uap. Material terbaik untuk packing adalah scrub
stainless steel/tembaga dan rashcig/pall ring (biasanya digunakan industri). Packing
juga menciptakan efek destilasi berulang. Packing harus disangga dengan plat
berlubang-lubang (perforated plate) untuk menjaga agar tidak jatuh kedalam boiler.
Tipe packing
1. Random Packing
Random packing merupakan jenis packing berdasarkan pengisiannya.
Di dalam cooling tower, random packing dijatuhkan atau ditempatkan secara
acak di dalam menara. Dimana menara diisi air untuk mengurangi kecepatan
jatuhnya. Random packing umumnya digunakan di dalam kilang minyak,
proses gas, kimia dan proses industri lingkungan. Random packing
mempunyai densitas yang tinggi, panas yang sangat baik, tahan terhadap asam
dan dapat menahan korosi yang disebabkan oleh berbagai macam asam
anorganik, asam organik dan solven organic, kecuali asam hydrofluoric
Random packing digunakan secara luas di dalam tower pengeringan,
absorbing tower, cooling tower, washing tower, regenerative tower, dan
desulfurisasi tower di dalam teknik kimia, metallurgi, coal gas, produksi asam
dan oksigen, farmasi dan industri yang lain.
Beberapa jenis packing yang sering digunakan anatara lain rasching
ring, intalox sadle, dan pall ring.

Gambar.2 Jenis-jenis packing


a) Rasching ring
Rasching ring, generasi pertama random packing, biasanya terbuat dari
logam seperti baja karbon seperti yang ditampilkan di sini, atau dari non-logam
karbon hitam. Hal ini biasanya lebih tebal daripada jenis random packing yang
lainnya. jenis packing ini menawarkan duarbility korosi tinggi.
Jenis random packing ini tersedia dalam variabel seperti ukuran (mm):
25,38, dan 50. Raschig ring yang dibuat khusus dari karbon grafit atau digunakan
dalam aplikasi khusus menuntut korosi baik dan thermal shock resistance. Mereka
paling tahan terhadap asam, alkalis dan sebagai pembersih pada temperatur tinggi.
Pada saat yang sama mereka mempunyai kekuatan yg tinggi, sehingga
memiliki kehidupan yang panjang. Pada umumnya ada di menara oxidizer,
alkyation unit, dan layanan lainnya menuntut proses kilang minyak.
Secara umum, kolom untuk kemasan ukuran diameter rasio harus lebih
besar dari 30 untuk raschig ring, 15 untuk saddles keramik, dan 10 untuk ring
atau plastik saddles. Geometri yang anda kemasan biasanya akan menjadi fungsi
yang diperlukan permukaan daerah dan/atau diijinkan pressure drop. Jika
beberapa packing memenuhi persyaratan, akan ditempatkan paling rendah dengan
biaya mahal tapi dapat menyesuaikan untuk operasi. Sebagai contoh, kita akan
memilih menyelumbungi plastic untuk kolom di atas diameter 24 inci, no. 2 inci
atau 2 kemasan harus diperiksa terlebih dahulu. Dengan melihat flowrates, bahwa
kolom memiliki diameter minimal 24 inci yang baik.
Raching ring memiliki penggunaan yang luas karena harganya yang murah
dan disediakan oleh vendor dalam berbagai ukuran dan bahan. Namun demikian,
akhir akhir ini penggunaan rasching ring secara bertahap mulai digantikan oleh
pall ring yang lebih efisien walaupun harganya lebih mahal.
b) Pall Ring
Pall ring merupakan tipe baru dari random packing. Pall ring mempunyai
efisiensi yang tinggi dan merupakan pengembangan dari raschig ring. Dohntec
pall ring menunjukkan bahwa pall ring mempunyai kapasitas yang lebih besar
dan pressure drop yang lebih kecil daripada random packing yang lain. Pada pall
ring mempunyai dinding silindris yang terbuka dan bagian dalam yang cenderung
menonjol keluar, sehingga pall ring dapat menerima kapasitas yang lebih besar
dan pressure drop yang lebih kecil daripada cylindrical rings. Desain cincin
terbuka pada pall ring dapat menjaga distribusi dan menahan tendensi saluran
dinding. Kontak pada permukaan bagian dalam dan bagian luar dari pall ring,
efektif untuk distribusi liquid dan gas, serta tahan terhadap penyumbatan.
c) Intalox saddle
Intalox saddle merupakan pengembangan dari saddle yang berbentuk
lengkung. Perubahan itu terdapat pada kedua permukaan lengkungan menjadi
permukaan persegi dan membuat jari-jari bagian dalam dan luar dari lengkungan
berbeda. Konstruksi ini menjadi dasar mengatasi masalah penyumbatan, ini
membuat porositas distribusi rata dan memperbaiki distribusi fluida, kapasitas
lebih besar dan pressure drop lebih rendah daripada rasching ring.

2. Regular Packing
Gambar 10. Susunan Regular Packing

Packing jenis ini menguntungkan karena pressure drop yang rendah


dan laju alir fluida yang makin lebih besar, namun packing jenis ini lebih
mahal biaya instalasinya dari packing yang jenis random. Jenis regular
packing :
a. Rasching ring
b. Double spiral ring
c. Section through expanded metal lath packing
d. Wood grids
Regular Packing adalah elemen yang dibentuk oleh lapisan yang
condong deflecting element. The deflecting element tersebut diatur dalam
persimpangan berselang-hubungan satu sama lain dan terus memberikan
aliran saluran yang buka di kedua berakhir. Selain itu, aliran saluran terbuka
laterally mengalir ke saluran yang berdekatan lapisan dari deflecting
element.. Dengan menyediakan kemasan untuk meningkatkan percepatan
dan massa antara dua media mengalir melalui counter current dalam
kemasan.
Bahan untuk dikemas melalui menara yang cairan untuk diproses
disesuaikan mengalir ke dalam kontak satu sama lain. Bahan yang terdiri
dari sebuah blok kemasan madu yang terdiri dari struktur partisi dinding
keserbaragaman mendefinisikan sebuah saluran yang dibentuk secara
paralel satu sama lain sebagai cairan petikan melalui packing blok. Packing
blok yang lebih baik adalah sebuah polyhedron memiliki tidak kurang dari
delapan pesawat masing-masing pihak sebagai dilihat di ketinggian,
sehingga Saluran terbuka di non-ortogonal kaitannya dengan sedikitnya dua
pesawat dari sisi polyhedron.
Dalam kasus di mana sebuah menara yang diisi penuh sesak dengan
packings ditumpuk secara teratur di kotak, cairan yang mengalir di saluran
dibentuk packings biasanya berorientasi substansial secara paralel ke arah
aliran cairan melalui menara. Akibatnya, tekanan kerugian ini biasa
dihadapi dengan susunan kurang dari yang dialami ketika buku-packings
atau jenis lainnya packings yang digunakan.
D. Contoh Kolom stripper dalam industri pemisahan minyak bumi
Contoh kolom stripper adalah :
1. Residu Stripper (C-5) dengan jumlah plate 6 buah.
Residu Stripper (C-5) berfungsi untuk menguapkan kembali fraksi-fraksi
ringan yang terkandung dalam produk residu sebagai hasil bawah evaporator,
sehingga terpisah sebagai fase uap keluar dari puncak stripper dan kemudian
diumpankan ke kolom fraksinasi C-1A. Sedangkan hasil bawah stripper keluar
sebagai residu.
2. Solar Stripper (C-4) dengan jumlah plate 6 buah.
Solar Stripper (C-4) berfungsi untuk menguapkan kembali fraksi ringan
yang masih ada dalam produk solar sehingga terpisah sebagai fraksi ringan yang
berupa uap dan keluar dari hasil puncak stripper kemudian masuk kembali ke
kolom fraksinasi C-1A. Sedang fraksi berat yang berupa cair keluar dengan hasil
bawah stripper sebagai produk solar.
3. Kerosin Stripper (C-3) dengan jumlah plate 7 buah.
Kerosin Stripper (C-3) berfungsi untuk menguapkan kembali fraksi ringan
yang masih terkandung dalam produk kerosin, sehingga terpisah menjadi fraksi
berat dan fraksi ringan. Fraksi ringan berupa uap yang keluar dari hasil puncak
stripper dan masuk kembali ke kolom fraksinasi C-1A. Sedang hasil bawah
stripper keluar sebagai kerosin.
DAFTAR PUSTAKA

Muhammad, Fadel. 2011. Pengamatan Operasi Kolom Stripper 31-C-102 Naphta


Hydrotreating Unit Pt Pertamina (Persero) Ru VI Balongan. PTK Akamigas-STEM.
Cepu Jawa Timur.
Kumoro, Andri Cahyo. 2000. Absorpsi Gas Karbondioksid Dengan Larutan Soda Api Dalam
Kolom Unggun Tetap. Forum Teknik Jilid 24 No.2.
Yeni. 2010. Packing Tower. http://id.scribd.com/doc/55181922/PackedTower. (online).
Diakses pada tanggal 6 november 2014