Anda di halaman 1dari 4

SOAL UAS METODE EPIDEMIOLOGI

A. Pilihlah jawaban yang paling benar


1. Pernyataan yang tidak benar tentang bias seleksi adalah :
a. Cara pemilihan yang tidak valid
b. Adanya perbedaan asosiasi pada populasi studi dengan populasi sumber
c. Menggunakan kriteria atau metode pengukuran yang tidak sahih
d. Bias Sistematik

2. Bias yang terjadi akibat subjek penelitian menghilang selama peridoe pengamatan
disebut:
a. Self selection bias
b. Selective loss to follow up
c. Selective survival
d. Healthy worker effect

3. Subjek yang terpilih hilang secara tidak proporsional selama periode pengamatan
adalah bias seleksi pada desain studi :
a. Case Control
b. Cross Sectional
c. Cohort
d. Eksperimental

4. Kondisi loss to follow up yang dapat menimbulkan bias adalah:


a. Probabilitas loss to follow up sama
b. Probabilitas loss to follow up bervariasi hanya berdasarkan status keterpaparan
c. Probabilitas loss to follow up bervariasi berdasarkan status penyakit
d. Probabilitas loss to follow up bervariasi berdasarkan status penyakit diantara
kelompok terpajan dan atau tidak terpajan

5. Kemenduan temporal ( temporal ambiguity ) merupakan bias yang terjadi pada studi
desain :
a. Case Control
b. Cross Sectional
c. Cohort
d. Eksperimental

6. Pernyataan yang tidak benar tentang sifat confounder adalah :


a. Efek C terhadap D semata-mata melalui E
b. C terkait dengan E di populasi dasar
c. C merupakan faktor risiko terhadap D
d. Dapat diidentifikasi dan diukur secara adekuat pda seluruh subyek penelitian

7. Berikut ini pernyataan yang benar tentang syarat bukan sebagai confounder adalah :
a. Berhubungan dengan exposure
b. Berhubungan dengan penyakit
c. Asosiasi berupa D ke C
d. C bukan konsekuensi dari E

8. Salah satu arah dari confounding adalah cross-over, yang termasuk contoh dari croos
over confounding adalah :
a. Undersetimate
b. Overestimate
c. Exaggerate efect
d. Health worker effect

9. Berikut ini merupakan pernyataan yang benar tentang penanggulangan confounding


pada fase seleksi adalah :
a. Fiksasi pada studi cross sectional
b. Matching pada studi case control
c. Startifikasi pada studi eksperimental
d. Randomiasi pada studi cohort

10. Bias yang terjadi karena perbedaan sistematik dalam mutu dan cara pengumpulan data
adalah pengertian dari bias :
a. Bias Informasi
b. Bias Seleksi
c. Bias Estimasi
d. Bias Sistematik

11. Misklasifikasi non-diferensial bisa terjadi karena :


a. Defenisi exposure yang akurat
b. Menggunakan kriteria atau metode pengukuran yang sahih
c. Data diambil dari catatan medis baik lengkap maupun tidak lengkap
d. Menggunakan informasi prevalensi

12. Menggunakan kriteria yang berbeda untuk mendiagnosa atau memperoleh informasi
mengenai outcome merupakan jenis misklasifikasi :
a. Non Diferensial
b. Diferensial
c. Random
d. Matching

13. Berikut ini merupakan pernyataan yang benar tentang arah bias informasi non
diferensial:
a. Harus dicegah
b. Efeknya unpredictable
c. Dapat menyebabkan perbedaan yang ada mendekati maupun menjauhi null value
d. Memberikan bias negatif

14. Berikut ini merupakan cara untuk mendapatkan objektifitas, kecuali :


a. Menggunakan defenisi yang baku untuk pajanan dan penyakit
b. Menggunakan blinding dalam mengumpulkan pajanan dan disease
c. Menggunakan placebo dalam studi
d. Menggunakan randomisasi dalam seleksi populasi studi

15. Berikut ini yang bukan cara prevensi bias informasi pada studi kasus kontrol adalah:
a. Starifikasi
b. Restriksi
c. Blinding
d. Pemilihan kontrol grup

B. Pilihlah
a. Jika 1,2,3 benar
b. Jika 1,3 benar
c. Jika 2,4 benar
d. 4 saja yang benar
e. Jika semua benar (1,2,3 dan 4)

16. Yang merupakan sifat dari bias seleksi adalah :


1. Dapat terjadi apabila kita menggunakan kriteria yang berbeda dalam pemilihan
subjek penelitian
2. Besar dan arah bias ini dapat diperkirakan atau ditebak
3. Sulit dikendalikan sehingga lebih baik dicegah
4. Dapat dikontrol dalam analisa

17. Berikut ini yang merupakan penanggulangan bias seleksi adalah:


1. Sebisa mungkin menggunakan data prevalensi
2. Menggunakan lebih dari satu kontrol yang tidak berbasis pada populasi
3. Kriteria yang berbeda setiap kelompok studi
4. Minimal non respon atau non partisipasi

18. Yang merupakan syarat dari confounder adalah :


1. Berhubungan dengan eksposure
2. Berhubungan dengan penyakit
3. Bukan underestimate
4. Merupakan konsekuensi dari eksposure

19. Berikut ini yang merupakan cara kontrol dari confounding adalah :
1. Restriksi
2. Stratifikasi
3. Randomisasi
4. Standarisasi

20. Berikut ini merupakan cara mencegah bias informasi adalah :


1. Menggunakan instrumen yang valid
2. Pengunpulan data dilakukan sesubjektif mungkin
3. Komparabilitas dalam menggali informasi pajanan dan penyakit dari populasi yang
dibandingkan
4. Mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang riwayat pajanan termasuk
waktu dan alasan perubahan status pajanan

C. Tulislah B, jika pernyataan berikut BENAR


Tulislah S, jika pernyataan berikut SALAH
21. Probabilits loss to follow up bervariasi pada status penyakit dapat menimbukan bias
seleksi S
22. Protopathic bias adalah bias yang terjadi dimana kasus menggunakan kasus prevalen
jika pajanan berhubungan dengan prognosis penyakit S
23. Besar dan arah pada bias seleksi tidak dapat diperkirkan atau ditebak B
24. Confounding hanya dapat terjadi pada rancangan studi penelitian cross sectional, case
control dan cohort. S
25. Confounding sama dengan bias informasi S
26. Salah satu penanggulangan confounding pada fase seleksi yaitu restriksi B
27. Bukan sebagai confounder apabila asosiasi C dengan D dalam populasi studi karena
kebetulan B
28. Bias misklasifikasi non diferensial lebih mengancam dibandingkan dengan bias
misklasifikasi diferensial S
29. Jika restriksi dilakukan terlalu ketat dalam seleksi populasi studi maka dapat
mengakibatkan underestimate B
30. Blinding dilakukan untuk menghindari misklasifikasi non differensial S
KUNCI JAWABAN
1. C
2. B
3. C
4. D
5. B
6. A
7. C
8. D
9. B
10. A
11. C
12. B
13. D
14. D
15. A
16. B. 1,3
17. C. 2,4
18. A. 1,2,3
19. C. 2,4
20. B. 1,3
21. S
22. S
23. B
24. S
25. S
26. B
27. B
28. S
29. B
30. S