Anda di halaman 1dari 5

Daftar Pustaka

Ahmad, T.,E. Ratnawati dan M.J.R. Yakob, 1998. Budidaya

Bandeng Secara Intensif. Penerbit PT. Penebar Swadaya,

Jakarta.

Amdah, Misdar. 2011. Pengaruh Suhu Terhadap Aktivitas

Organisme. Penebar Swadaya. Jakarta.

Barus, T.A., 2004. Pengantar Limnologi Studi Tentang Ekosistem

Air Daratan. USU Press. Medan.

Cole, T.M dan H.H Hannan. 1991. Dissolved Oxygen Dynamics

dalam Reservoir Lymnology : Ecological Perspectives

edited by K.W Thornton;B. L Kimmel; E.R Payne. A Wiley

Interscience Publication. New York

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air bagi Pengelolaan Sumber

Daya dan. Lingkungan Perairan. Cetakan Kelima.

Yogjakarta : Kanisius.

Effendi, H., 2003. Telaah Kualitas Air. Penerbit Kanius. Yogyakarta.

258 Hal Gadjah Mada University Press. 625p.

Ghufron, M, H. Kordi, A. B. Tanjung. 2004. Budidaya Ikan Laut di

Keramba Jaring Apung. Rineka Cipta. Jakarta.


Haryono. 1984. Biologi Umum. Intan Pariwara. Jakarta.

Huet, H.B.N. 1970. Water Quality Criteria for Fish Life Bioiogical

Problems in Water Pollution. PHS. Publ. No. 999-WP-25.

160-167 pp.

Irawan. 2009. Faktor-faktor penting dalam proses pembesaran

ikan di Fasilitas Nursery dan Pembesaran. Jakarta.

Penebar Swadaya.

Laevastu T, dan I. Hela. 1970. Fisheries Oceanography. London:

Fishering News.

Moriber, G. 1974. Mangrove Their Values and Perpetution. Nat.

Res. 14 : 6-13.

Nasir, M.(1993), metode penelitian. Jakarta.

Nontji, A . 1987. Laut Nusantara. Penerbit Djambatan. Jakarta

Nybakken (1988). Biologi laut. Suatu pendekatan ekologis.

Jakarta. Gramedia.

Odum, E.P, 1971. Dasar-dasar ekologi. Edisi ketiga. Gadjah Mada

University Press.Yogyakarta. hal 4-6.

Odum, E.P. 1996. Dasar Dasar Ekologi. Alih Bahasa. Cahyono,S.

FMIPA IPB.
Reddy, M. P. M., 1993. Influence of the various oceanographic

parameters on the Abundance of fish catch. Proceeding

internasional workshop on application of satellite romate

sensing for identifiying and forecasting potential fishing

zones in developling countries, india, 7-11 desember

1993.

Salmin. 2000. Kadar Oksigen Terlarut di Perairan Sungai Dadap,

Goba, Muara Karang dan Teluk Banten. Dalam :

Foraminifera Sebagai Bioindikator Pencemaran, Hasil

Studi di Perairan Estuarin Sungai Dadap, Tangerang

(Djoko P. Praseno, Ricky Rositasari dan S. Hadi Riyono,

eds.) P3O LIPI hal 42 46.

Salmin. 2005. Oksigen Terlarut (DO) dan Kebutuhan Oksigen

Biologi (BOD) Sebagai Salah Satu Indikator Untuk

Menentukan Kualitas Perairan. Oseana, Volume XXX,

Nomor 3, 2005 : 21 - 26 ISSN 0216-1877.

Soesilo. 1986. Biologi jilid 2. Jakarta : Erlangga.

Sugianti, B. 2005. Pemanfaatan Tumbuhan Obat Tradisional

dalam Pengendalian Penyakit Ikan. 1-37

Suratmi, S., Aryani, N.L.T. 2007. Kasus Infeksi Penyakit Viral

Nervous Necrosis (VNN) pada Ikan Kerapu di Pulau Bali.

Buletin Teknisi Litkayasa Akuakultur.7(1):59-63.


Sutarmat, T. 2004. Beberapa Kunci Sukses pada Budidaya Kerapu

di Keramba Jaring Apung. Warta Penelitian Perikanan

Indonesia. 10(4): 1-3.

Sutimin. 2006. Model Matematika Konsentrasi Oksigen Terlarut

Pada Ekosistem Perairan Danau. Jurnal Lingkungan .

1(1):1-5

Tarigan, M.S dan Edward. 2003. Kandungan Total Zat Padat

Tersuspensi (Total Suspended Solid) Di Perairan

Raha,Sulawesi Tenggara. Makara, Sains, Vol. 7, No. 3.

Trubus. Pembudidayaan Artemia Untuk Pakan Udang & Ikan.

Trubus Edisi 425, April, 2005, h. 207.

Udom, P, E. 1987. Dasar-dasar biologi. Yogyakarta. Gajahmada

University.

Wardoyo, S.T.H. 1978. Kriteria Kualitas Air Untuk Keperluan

Pertanian dan Perikanan. Dalam : Prosiding Seminar

Pengendalian Pencemaran Air. (eds Dirjen Pengairan Dep.

PU.), hal 293-300

Waskito, dkk. 1992. Biologi. Jakarta: Bumi Aksara.

Yuasa, K.I., Koesharyani, D. Roza, F. Jhony, and Zafran. 2001.

Manual for PCR Procedure; Rapid diagnosis on Viral


Nervous Necrosis (VNN) in Grouper. Lolitkanta-JICA

Booklet. 13- 35.

Zonneveld, N., E.A. Huisman, and J.H. Boon. 1991. Prinsip-prinsip

Budidaya Ikan . Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama,

Jakarta. 318 hlm.