Anda di halaman 1dari 5

ERUPSI FREATIK

Erupsi Freatik adalah proses keluarnya magma ke permukaan bumi karena


pengaruh uap yang disebabkan sentuhan air dengan magma baik secara langsung
ataupun tidak langsung. Erupsi Freatik terjadi ketika adanya air tanah, air laut, air
danau kawah, atau air hujan yang menyentuh magma di dalam bumi, panas dari
magma akan membuat air tersebut menjadi uap, dan ketika tekanan uap sudah
sangat tinggi dan tidak bisa dibendung, maka akan terjadi letusan yang
disebut Erupsi Freatik. Letusan dari Erupsi Freatik mengeluarkan material padat
yang terlempar akibat tekanan dari uap tadi.

Ledakan uap yang yang tidak langsung melibatkan magma segar disebut
freatik. Magma bisa jadi sumber panas untuk pembangkit uap tapi tidak
bepartisipasi lebih lanjut di proses erupsi. Ledakan freatik umunya dalam sistem
geothermal aktif dan di sekitar urat aktif diantara erupsi. Ledakan terjadi ketika di
bawah permukaan, air yang panas keluar karena uap sebagai hasil dari reduksi
yang cepat dalam membatasi tekanan.

Erupsi freatik secara khas mengeluarkan jumlah uap banyak yang


mengandung volume benda padat. Ledakannya agak lemah dan banyak piroklastik
terdeposit di dekat area erupsi oleh jatuhan. Deposit didominasi piroklastik litik
non-juvile. Dalam kasus yang melibatkan sistem geothermal, piroklastik
umumnya merupakan ubahan hidrotermal dan termasuk lumpur hidrotermal atau
fragmen sinter. (Hedenquist and Henley, 1985).

Dalam studi urutan vulkanik, khususnya urutan yang kuno, pentingnya


membedakan antara deposit vulkanik klastik utama (piroklastik, autoklastik) dan
deposit sedimen vulkanogenik secara luas diakui. Selain itu, ini sama pentingnya
dengan membedakan resedimen, dasarnya pada saat erupsi deposit vulkaniklastik
dari aksi ulangan, deposit volkaniklastik pasca erupsi tidak memiliki koneksi
genetik dengan kejadian vulkanik aktif. Resedimen deposit saat erupsi piroklastik
atau autoklastik memiliki peran besar dalam pembentukan komposisi, setting,
gaya erupsi dan kedekatan sumber vulkanik, dan mungkin menjadi indikator yang
sensitif dari lingkungan pengendapan. Kategori resedimen saat erupsi merupakan
upaya mempertimbangkan pentingnya deposit vulkanik klastik.
Beberapa kriteria yang membedakan resedimen, deposit yang kaya
piroklastik saat erupsi :
1. Unit sedimentasi tersusun dari piroklastik tertekstur tak termodifikasi.
2. Setiap unit sedimentasi, dan penggantian beberapa unit, tersusun rapi
dalam kandungan kisaran sempit tipe piroklastik dan komposisi.
3. Hanya klastik yang tidak ada pengelasan/welded dapat terresedimen,
jadi depositnya selalu tidak menyatu/terlas.
4. Bedform mengindikasikan deposisi yang cepat (umumnya massa yang
ikut aliran). Bagaimana pun juga, unit sedimentasi berbeda dalam
susunan internalnya dari pengendapan piroklastik utama.
5. Aliran massa unit pengendapan umunya tebal (berukuran lebih dari
100 m), mencerminkan cepat masuknya volume besar puing-puing
piroklastik dan mengesampingkan sedimentasi non-vulkanik
ambient, seperti yang terjadi selama dan setelah letusan besar.
6. Deposit resedimen piroklastik mungkin berasosiasi dengan deposit
piroklastik primer yang memiliki susunan sama.
Karena pentingnya penyebab atau pengaruh erupsi oleh larutan magma
yang keluar dikenali selama beberapa tahun belakangan, dasar pengamatan tidak
cukup dan analasis ulang mengenai erupsi bersejarah tidak cukup jauh
mendefinisikan pentingnya kriteria dan batasan kondisi untuk erupsi hidroklastik
secara tepat. Kita tahu, bagaimanapun juga pengendapan erupsi hidroklastik
cenderung well-bedded, poorly sorted dan termasuk lapisan yang kaya tuff.
Fragmen umumnya nonvesikuler sampai poor vesikuler, vitrik, angular, dan fine-
grained. Akresi lapili dan bread-crusted yang besar untuk bomb berbentuk
kembang kol. Fragmen lithik sangat umum dan mendominasi endapan
hidroklastik. Kesimpulan produk vulkanik dan proses diberikan pada tabel.

Erupsi freatik sederhananya didefinisikan sebagai erupsi uap seluruhnya


dalam batuan asal di atas sumber panas magma, sedangkan erupsi freatomagnetik
adalah erupsi dimana bersangkutan dengan magma baru yang hancur
(MacDonald,1972). Namun, pembatasan istilah erupsi uap air tanah tidak praktis
karena tipe air sulit untuk ditentukan khususnya endapan yang lebih tua.
(Schminke,1977).
Daftar Pustaka
Fisher and Schmincke, 1984.Pyroclastic Rocks Springer-Verlag Berlin
Heidelberg, .82
J.McPhie dan M. Doyle,1993.Volcanic Textures University of Tasmania press,
hal.91