Anda di halaman 1dari 12

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Pembangunan

Pengertian pembangunan mungkin menjadi hal yang paling menarik untuk


diperdebatkan. Mungkin saja tidak ada satu disiplin ilmu yang paling tepat mengartikan
kata pembangunan. Sejauh ini serangkaian pemikiran tentang pembangunan telah ber-
kembang, mulai dari perspektif sosiologi klasik (Durkheim, Weber, dan Marx), pandangan
Marxis, modernisasi oleh Rostow, strukturalisme bersama modernisasi memperkaya ulasan
pendahuluan pembangunan sosial, hingga pembangunan berkelanjutan. Namun, ada tema-
tema pokok yang menjadi pesan di dalamnya. Dalam hal ini, pembangunan dapat diartikan
sebagai `suatu upaya terkoordinasi untuk menciptakan alternatif yang lebih banyak secara
sah kepada setiap warga negara untuk memenuhi dan mencapai aspirasinya yang paling
manusiawi (Nugroho dan Rochmin Dahuri, 2004). Mengenai pengertian pembangunan, para
ahli memberikan definisi yang bermacam-macam seperti halnya peren canaan. Istilah
pembangunan bisa saja diartikan berbeda oleh satu orang dengan orang lain, daerah yang satu
dengan daerah lainnya, Negara satu dengan Negara lain. Namun secara umum ada suatu
kesepakatan bahwa pembangunan merupakan proses untuk melakukan perubahan (Riyadi
dan Deddy Supriyadi Bratakusumah, 2005).
Siagian (1994) memberikan pengertian tentang pembangunan sebagai Suatu usaha
atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang berencana dan dilakukan secara sadar
oleh suatu bangsa, negara dan pemerintah, menuju modernitas dalam rangka pembinaan
bangsa (nation building). Sedangkan Ginanjar Kartasasmita (1994) memberikan pengertian
yang lebih sederhana, yaitu sebagai suatu proses perubahan ke arah yang lebih baik melalui
upaya yang dilakukan secara terencana.
Pembangunan (development) adalah proses perubahan yang mencakup seluruh system
sosial, seperti
a. Politik
Dengan adanya Pembangunan sistem Politik akan mengalami perubahan hal
tersebut karena pembangunan sendiri mempermudah orang untuk menjadi seorang
politikus seperti pembangunan majelis taklim yang mempermudah orang untuk
mengeluarkan aspirasinya dalam komunitasnya sendiri.
1
b. Ekonomi
Pembangunan dapat menjadi penuntasan kemiskinan hal tersebut dampak dari
sebuah pembangunan yang tumbuh pesat sehingga dapat menumbuhkan ekonomi
masyarakat, dengan adanya pembangunan maka peluang ekonomi makro terbuka
untuk dikembangkan seperti penuntasan pengangguran hal tersebut diakibatkan
pembangunan industri dan pembangunan SDM.
c. Infrastruktur
Dengan adanya pembangunan menjadikan infrastruktur menjadi mudah sehingga
manusia gampang untuk melakukan aktivitasnya.
d. Pertahanan
Suatu negara akan ditakuti negara lain karena adanya sebuah pertahanan yang kuat
hal tersebut karena adanya Pembangunan yang modern seperti pembangunan
untuk membuat senjata dan peralatan perang, pertahanan akan lebih bagus jika
SDM dibangun lebih maju dari pada negara lainya. Jadi lemah tidaknya sebuah
pertahanan dilihat dari aspek Pembangunan Nasional.
e. pendidikan dan teknologi
dalam sebuah pendidikan dapat menjadikan SDM yang berkualitas sehingga dapat
membangkitkan potensi perekonomian hal tersebut terjadi karena adanya
pembangunan Infrastruktur yang maju.
kelembagaan, dan budaya (Alexander 1994). Portes (1976) mendefenisiskan
pembangunan sebagai transformasi ekonomi, sosial dan budaya. Pembangunan
adalah proses perubahan yang direncanakan untuk memperbaiki berbagai aspek
kehidupan masyarakat.
Proses pembangunan terjadi di semua aspek kehidupan masyarakat, ekonomi, sosial,
budaya, politik, yang berlangsung pada level makro (nasional) dan mikro
(commuinity/group). Makna penting dari pembangunan adalah adanya kemajuan/perbaikan
(progress), pertumbuhan dan diversifikasi. Sebagaimana dikemukakan oleh para para ahli di
atas, pembangunan adalah semua proses perubahan yang dilakukan melalui upaya-upaya
secara sadar dan terencana. Sedangkan perkembangan adalah proses perubahan yang terjadi
secara alami sebagai dampak dari adanya pembangunan (Riyadi dan Deddy Supriyadi
Bratakusumah, 2005).

2
Dengan demikian berdasarkan pendapat dari beberapa ahli tersebut diatas dapat kita simpulkan
bahwa pada dasarnya pembangunan tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan, dalam arti bahwa
pembangunan dapat menyebabkan terjadinya pertumbuhan dan pertumbuhan akan terjadi
sebagai akibat adanya pembangunan. Dalam hal ini pertumbuhan dapat berupa
pengembangan/perluasan (expansion) atau peningkatan (improvement) dari aktivitas yang
dilakukan oleh suatu komunitas masyarakat.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Parsudi Suparlan dalam tulisannnya tentang
Antropologi Pembangunan, yang mana tulisan tersebut sebagai penghormatan kepada
Koentjaraningrat (1997), mendefinisikan Pembangunan sebagai serangkaian upaya yang
direncanakan dan dilaksanakan oleh pemerintah, badan-badan atau lembaga-lembaga
internasional, nasional atau lokal yang terwujud dalam bentuk-bentuk kebijaksanaan, program,
atau proyek, yang secara terencana mengubah cara-cara hidup atau kebudayaan dari sesuatu
masyarakat sehingga warga masyarakat tersebut dapat hidup lebih baik atau lebih sejahtera
daripada sebelum adanya pembangunan tersebut.
Pembangunan adalah proses mengubah masyarakat di Negara Negara berkembang
secara terencana, transformative (menjadi lebih baik), sesuai dengan program program yang
sudah ditentukan secara politik oleh para pengambil kebijakan
(hhtp://www.pustakabersama.net/buku.php).
Sedangkan menurut Inayatullah, 1967, Pembangunan ialah Perubahan menuju pola-pola
masyarakat yang memungkinkan realisasi yang lebih baik dari nilai-nilai kemanusiaan, yang
memungkinkan suatu masyarakat mempunyai kontrol yang lebih besar terhadap lingkungannya
dan terhadap tujuan politiknya, dan yang memungkinkan warganya memperoleh kontrol yang
lebih terhadap diri mereka sendiri.

Rogers dan Shoemaker 1971 mengatakan bahwa pembangunan ialah suatu jenis
perubahan social dimana ide ide baru diperkenalkan kepada suatu system social untuk
menghasilkan pendapatan perkapita dan tingkat kehidupan yang lebih tinggi melalui metode
produksi yang lebih modern dan organisasi social yang lebih baik.

Kleinjans 1975 mengatakan bahwa pembangunan merupakan pencapaian pengetahuan


dan keterampilan baru yang pada akhirnya bukan soal teknologi atau GNP, tumbuhnya suatu

3
kesadaran baru, perluasan wawasan manusia, meningkatnya semangat kemanusiaan dan suntikan
kepercayaan diri.

Rogers 1983 mendefinisikan pembangunan adalah suatu proses perubahan social dengan
partisipatori yang luas dalam suatu masyarakat yang dimaksudkan untuk kemajuan social dan
material ( termasuk bertambah besarnya keadilan, kebebasan dan kualitas lainnya yang dihargai )
oleh mayoritas rakyat melalui control yang lebih besar yang mereka peroleh terhadap lingkungan
mereka.

Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa berbicara mengenai pembangunan
artinya kita berbicara mengenai perubahan, kemajuan masyarakat, kemajuan teknologi, perluasan
wawasan dan pola pikir masyarakat, perilaku dan gaya hidup masyarakat. Dan semua itu tidak
lepas dari yang namanya proses perluasan, proses peningkatan, baik itu untuk kepentingan
masyarakat maupun diri sendiri (hal ini seperti yang dikatakan oleh Rogers).

B. Arti dan Fungsi Antropologi Pembangunan

Seorang Antropolog adalah seorang yang yang paham mengenai Budaya Masyarakat yang di
kaji yang ada di masyarakatnya akan tetapi Pembangunan memiliki pengertian yang berbeda ada
yang mengatakan pembangunan merupakan proses perubahan dari Tradisional menjadi modern
ada pula Pembangunan merupakan Proses memajukan Ekonomi, kita dapat melihat siapa itu
pelaku yang membangun di masyarakat jika yang membangun Pemerintah maka tidak jauh
kemungkinan memiliki fungsi pembangunan sebagai kesejahteraan masyarakat akan tetapi jika
pelakunya kaum kapitalis lebih menekan kepada keuntungan mereka membangun walaupun
banyak kerusakan lingkungan. Dari pandangan inilah Antropolog berfungsi ilmu pengetahuanya
adapun beberapa fungsi Antropologi pembangunan adalah

a. Untuk membangun Pembangunan yang bertaraf Berkelanjutan

Dalam Pembangunan berkelanjutan ini adalah bagaimana membangun untuk masa kini
dan memenuhi kebutuhan masa kini tanpa harus mengurangi kebutuhan yang akan
datang. Sebagai Contoh Seorang Antropologi bisa memengaruhi perilaku masyarakat
setempat jika di sebuah wilayahnya terdapat Pertambangan dengan memasukan nilai-nilai
nenek moyang yang telah dilupakanya.

4
b. Cara bagaimana memutuskan apakah suatu perubahan yang direncanakan akan
bermanfaat bagi penduduk yang hendak di bangun.

Pembangunan pada hakikatnya adalah usaha peningkatan taraf hidup manusia ke


tingkat yang lebih baik, lebih sejahtera, lebih enak dan lebih tentram serta lebih
menjamin kelangsungan hidup di hari depan. Dengan demikian usaha pembangunan
mempunyai arti humanisasi; atau usaha memanusiakan manusia. Pembangunan dari dan
untuk manusia seutuhnya, berarti manusia sebagai subjek dan sekaligus objek
pembangunan, berusaha menciptakan keselarasan, keserasian dan keseimbangan dalam
hidupnya, baik sebagai makhluk rohani yang menjasmani maupun sebagai makhluk
jasmani yang merohani.1

Pembangunan adalah sebuah Perubahan akan tetapi pembangunan itu akan bermanfaat
bagi masyarakat banyak atau bahkan banyak menimbulkan bencana dan menjadi sebuah
kerugian dengan hal ini Antropolog bias menganalisis Perubahan yang akan datang
mengenai Perencanaan pembangunan

c. Memperkirakan seluruh akibat yang mungkin timbul sebagai hasil dari salah satu
program yang di usulkan dalam pembangunan.

Banyak pembangunan yang berada di Indonesia yang tidak memiliki fungsi atau bahkan
menjadi malapetaka kehidupan sosial seperti pembangunan Pertambangan hal tersebut
karena masih kurangnya Pembagunan disektor Pendidikan.

Seorang antropolog juga bias mengetahui akibat dari sebuah Pembangunan dari segi
kebudayaan karena sudah menganalisis konsep yang matang dalam sebuah penelitaan
yang dilakukan oleh seorang antropolog.

d. Sebagai strategi pembangunan Ekonomi Nasional

Kebijakan dan arah pembangunan yang diambil oleh Negara-negara Dunia ketiga,
termasuk Indonesia pada umumnya didominasi oleh model-model pemikiran ekonomi
1
Shiddiqi, Nourouzzaman et al. 1986. Etika Pembangunan dalam Pembangunan Islam di Indonesia. Rajawali :
Jakarta. Hal 1

5
liberal kapitalis gaya Amerika, intinya adalah memaksimalkan pemilikan material dan
optimalisasi kepuasan badaniyah. Strategi pembangunan ini akan dijadikan susunan
masyarakat lama menjadi suatu lahan yang subur bagi penetrasi unsur-unsur baru kultur
barat. Padahal sudah diakui secara umum bahwa tidak ada ideology dan strategi
pembangunan ekonomi yang berlaku umum, masing-masing bangsa mempunyai visinya
sendiri tentang bentuk masyarakat yang mereka tuju, dan mempunyai cara sendiri untuk
mencapai tujuan tersebut, sesuai dengan kultur mereka.

\jadi persoalan pokok kita dalam bidang kultural pada masa kini kini tidak terletak pada
cara menolak atau menyaring unsur-unsur kultur asing, tapi terutama adalah bagaimana
cara merencanakan pembangunan ekonomi yang selaras dengan nilai-nilai kultural
bangsa Indonesia, sedemikian rupa sehingga tidak menciptakan lahan yang subur bagi
pertumbuhan kultur asing yang tiddak sesuai dengan kepribadian bngsa.2

C. Konsep Pembangunan

Tujuan dari Pembangunan ialah memperbesar Spektrum pilihan manusia. Pada dasarnya
pilihan ini tidak terbatas dan senantiasa berubah. Manusia sering menghargai raihan-raihan yang
tidak tanpak dalam angka-angka pendapatan dan pertumbuhan ekonomi, akses yang lebih besar
terhadap pengetahuan, nutrisi dan jasa kesehatan yang lebih baik, kehidupan yang lebih terjamin,
jaminan yang lebih besar bagi keamanan terhadap kriminalitas dan kekerasan, pemanfaatan
waktu senggang serta kebebasan politik dan budaya serta ikut dalam kegiatan-kegiatan
masyarakat.3

Mahbul ul haq melihat adanya empat komponen utama dalam paradigma Pembangunan
manusia yaitu Pemerataan/kesetaraan (equity), Berkelanjutan, Produktivitas dan Pemberdayaan.

a. Pemerataan

Pemerataan atau kesetaraan perlu diketengahkan untuk memungkinkan semua manusia


(tidak hanya mereka yang berada, tetapi juga mereka yang miskin)mempunyai akses yang
sama keberbagai kesempatan untuk memperbesar pilihan-pilihan mereka.
2
Marzali, Amri. Antropologi dan Pembangunan Indonesia, (Prenada Media Group, Jakarta :
2005) h.185
3
Roestamsjah, Dimensi Manusia dalam Pembangunan Berkelanjutan ( LIPI , Jakarta :1985) h.
9
6
b. Pembangunan berkelanjutan

prinsip dasar pembangunan berkelanjutan yang diterima World Commision On


Environment and Development (1987) yang menyatakan bahwa generasi sekarang harus
memenuhi kebutuhan tanpa mengorbankan kemampuan generasi-generasi yang akan
datang untuk memenuhi kebutuhan mereka masing-masing sudah diterima secara luas.

Konsep pembanguna berkelanjutan

1. Konsep kebutuhan terutma kebutuhan dasar orang-orang miskin yang harus


mendapatkan prioritas utama dan

2. Ide batasan yang dipaksakan oleh tingkat perkembangan teknologi dan organisasi
sosial atas kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan masa
depan.

Jadi intinya pembangunan berkelanjutan merupakan suatu proses, dalam proses itu,
eksploitasi SDA, tujuan Investasi, orientasi pengembangan teknologi dan Perubahan
Institusi, semuanya ini harus berkembang secara serasi dan memperbesar potensi masa
kini dan masa depan untuk memenuhi kebutuhan dan aspiasi manusia.

c. Produktivitas

Suatu bagian penting dari paradigma pembangunan manusia ialah produktivitas yang
optimal melalui Investasi dalam pembangunan manusia dan pembangunan makro
ekonomi yang memungkinkan manusia meraih potensi optimal. Oleh karena itu
pertumbuhan ekonomi tetap merupakan aspek yang penting dalam model pembangunan
manusia.

d. Pemberdayaan

Pemberdayaan berarti bahwa manusia bebas menentukan pilihan-pilihan sendiri secara


polotis pemberdayaan berarti bahwa Negara memungkinkan warganya menentukan
sendiri putusan-putusan tentang hidupnya secara demokrasi tanpa adanya paksaan dari
luar.4

4
Roestamsjah, h. 10-11
7
D. Peran Antropologi dalam Pembangunan

Dengan adanya pembangunan maka ada sebuah Perubahan baik itu fisik, sosial dan budaya
dari sinilah Antropologi masuk kedalam sebuah Pembangunan. Dalam jangka waktu tertentu,
semua kebudayaan berubah sebagai tanggapan atas hal-hal seperti masuknya orang luar, atau
terjadi modifikasi perilaku dan nilai-nilai didalam kebudayaan.

Tujuan antropologi sudah Jelas adalah untuk memperluas arena perbandingan di samping untuk
merekam berbagai budaya sebelum budaya-budaya itu lenyap. Malangnya prestasi dalam hal
keluasan jangkauan wilayah itupun sering disertai dengan kekurangan analisis tersebut. Mungkin
jika Antropologi mengikuti kebijaksanaan pengkajian ulang secara lebih sistematis, khususnya
dengan peneliti yang berbeda-beda untuk objek yang sama, akumulasinya dapat individual yang
kemudian akan cenderung saling saling meredam subjektivitas sehingga membuahkan
pemahamab yang lebih mendekati objektivitas sebagai sesuatu kajian yang kita angan-
angankan.5

Ilmu antropologi merupakan ilmu yang berusaha mencapai pengertian atau pemahaman tentang
manusia dengan mempelajari aneka warna bentuk fisik masyarakat dan kebudayaan. 6dan
merupakan ilmu yang mempelajari tentang manusia dengan aspek kehidupanya. Dari aspek
kehidupan mulai dari budaya hingga Pembangunan antropologi memang mempelajarinya, dalam
sebuah pembangunan terjadi sebuah perubahan hal ini yang menjadi kajian dalam Antropologi,
Antropologi berperan untuk membantu Perancangan pembangunan hal tersebut bertujuan
pembangunan itu di terima di masyarakat tanpa adanya kehilangan kebudayaan asli sehingga
nilai-nilai asli dimasyarakat yang luhur tidak menjadi kepunahan.

Bagaimanapun, perlu diingatkan bahwa keterlibatkan orang tersebut dalam bidang


Pembangunan adalah kapasitas sebagai seorang Antropolog. Dan dia juga seorang etnografer
yang menguasai pengetahuan mengenai budaya dari berbagai suku bangsa di Indonesia.
Sehingga ketika antropolog tersebut diminta untuk menyusunsebuah program pembangunan
masyarakat desa disebuah wilayah misalnya saja di Kalimantan dia bukan menguasai dasar-dasar
5
Supardan, Dadang , Pengantar Ilmu Sosial (PT. Bumi Aksara , Bandung :2007)h. 185
6
Supardan, Dadang , Pengantar Ilmu Sosial h. 163

8
kebijakan Pembangunan masyarakat masyarakat Desa Hutan, tetapi juga dianggap menguasai
ciri-ciri umum masyarakat dan kultur suku-suku bangsa di Kalimantan.7

Ilmu antropologi sangat diperlukan dalam pembangunan Indonesia, yaitu aktualisasi konsep
Budaya atau culture. Budaya adalah satu konsep pokok dalam ilmu Antropologi, dan juga
merupakan konsep penting dalam pembangunan bangsa Indonesia. Di manakah titik temu dan
titik pisah antara departemen Antropologi dengan pembangunan Indonesia ketika orang berbicara
tentang budaya? Apakah Ilmu Antropologi dapat memberikan sumbangan bagi pembangunan
Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan Pasal 32 UUD 1945, yang berbunyi pemerintahan
memajukan kebudayaan nasional Indonesia.

Pemerintah dari sudut Pembangunan Indonesia sesuai dengan UUD 1945 dan GBHN,
memandang kebudayaan dari dua sudut pendekatan, yaitu pendekatan sektoral apa yang
dimaksud dengan kebudayaan dalam pasal 32 di atas tidaklah menggacu kepada hal ihwal
kebudayaan (culture affairs). Jika kita melihat kepada struktur dari instasi yang mengelola
kebudayaan ini di departemen, maka pengertian yang seperti ini jelas sekali kelihatan. Karena
itu terjemahan dari Direktorat Jenderal kebudayaan dalam bahasa Inggris adalah The Directorate
General of Cultural Affairs, bukan The Directorate General of Cultere. Dalam GBHN
(khususnya 1993)sector kebudayaan ini digabungkan dengan sector ksejahteraan rakyat dan
pendidikan. Kemudian secara lebih rinci, sektor kebudayaan ini dipecah lagikedalam sub-sub
sektor yang lebih kecil.

Isi dari sector kebudayaan ini adalah sebagai berikut

a. Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

b. Nilai budaya Indonesia

c. Tanggung jawab Sosial dan disiplin Nasional

d. Pembaruan bangsa

e. Bahasa dan sastra

f. Kesenian

7
Marzali, Amri. Antropologi dan Pembangunan Indonesia, (Prenada Media Group, Jakarta :
2005) h.45
9
g. Perbukuan dan Kepustakaan

h. Warisan budaya dalam bentuk artefak, lokasi, bangunan dan tulisan kuno

Dengan uraian diatas dapat diartikan bahwa kebudayaan menurut pengertian pemerintah
adalah salah satu sector kehidupan yang terdiri atas 8 subsektor.

BAB III

Penutup

A. Kesimpulan

Pembangunan merupakan proses untuk kemajuan manusia dan Antropologi sebagai


ilmu yang mengkaji kebudayaan manusia dengan Pembangunan yang dirancang oleh
pembuat kebijakan. Pembangunan pada dasarnya ingin berubah sesuatu yang tidak baik

10
menjadi baik, sesuatu yang tradisional menjadi modern dan juga untuk kesejahteraan
masyarakat.

Dalam melakukan sebuah Pembangunan harus memperhatikan aspek Lingkungan


sehingga tidak mencemarkan Lingkugan alam sekitar dan berwawasan lingkungan
pembangunan juga harus memperhatikan masa depan anak bangsa yang akan datang dan
tidak terjadi sebuah kepunahan (pembangunan berkelanjutan), dan pembangunan juga
harus melihat Produktivitas hasil dari pembangunan.

DAFTAR PUSTAKA

http://google/Pengertian Pembangunan Prof. Dr. Hj. Syamsiah Badruddin, M.Si.html


Andrew, Webster (1984). Introduction to the Sociology of Development. Cambridge:
Macmillan.
Frank, Andre Gunder. (1984). Sosiologi Pembangunan dan Keterbelakangan Sosiologi.
Jakarta: Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial.
11
Marzali, Amri. Antropologi dan Pembangunan Indonesia, (Prenada Media
Group, Jakarta : 2005)
Galtung, Johan. (1980). Why the Concern with Ways of Life, GDIP Project, Oslo: United
Nation University.
Supardan, Dadang , Pengantar Ilmu Sosial (PT. Bumi Aksara , Bandung :2007)
Roestamsjah, Dimensi Manusia dalam Pembangunan Berkelanjutan ( LIPI ,
Jakarta :1985)

12