Anda di halaman 1dari 43
PERAN CSSD DALAM PENCEGAHAN & PENGENDALIAN INFEKSI Bandung 11 Februari 2016
PERAN CSSD
DALAM
PENCEGAHAN & PENGENDALIAN
INFEKSI
Bandung 11 Februari 2016
Riwayat Hidup NAMA LENGKAP TEMPAT TINGGAL TEMPAT/TANGGAL LAHIR TEMPAT BEKERJA PENDIDIKAN FORMAL : Onne Myrna RN-
Riwayat Hidup
NAMA LENGKAP
TEMPAT TINGGAL
TEMPAT/TANGGAL LAHIR
TEMPAT BEKERJA
PENDIDIKAN FORMAL
:
Onne Myrna RN- OR
:
:
JalanTaman ParahyanganVIII/92 – LippoVillage Tangerang
Banyuwangi , 8 Oktober 1956
Siloam Hospital – Head Office , LippoVillage
:
-
SPR St. Vincentius a Paulo Surabaya , lulus tahun 1978
-
Post graduate for OR Nurse 1990 – 1992 , Berlin –west, Germany
PENDIDIKAN NON FORMAL
Tahun 1979( 3 bulan )
1990
-1992
Tahun 2000
Tahun 2003
Tahun 2004
Tahun 2012
2014
& 2015
Pelatihan anestesi di RS Dr. Soetomo Surabaya
Post graduate of Operating Room Nurse Course - Free University Berlin
Manajemen Mutu keperawatan st carolus
Certified Basic Infection Control Course , Fremantle Hospital westAustralia
PPI – IPCN di RS Fatmawati Jakarta
CSSD Course,Tutlingen – Germany Certified
JCIA practicum @ 5 hari
PENGALAMAN KERJA
1979
– 1981
PP kamar bedah di RS St. vincentius a Paulo Surabaya
1982
- 1983
Klinik Bedah plastik & rekontruksi
Juni 1983
Tahun 1985 – 1987
1987
- 1995
1995
- 2003
kamar bedah di RS St Vincentius a Paulo Surabaya
On the job training micro-neuro surgery & cardiac Surgery di Berlin
Wakil kepala kamar bedah RS St Vincentius a Paulo - Surabaya
Kepala kamar bedah Siloam Hospital
2003
s/d sekarang
Clinical Nurse Educator untuk OT/CSSD/endoscopy
IC – coordinator Siloam hospital group
Anggota Evaluation Product Committee Siloam Hospital Group
Educator di Siloam Hospital Group
PENDAHULUAN  Ribuan prosedur invasif telah dilakukan setiap tahun, baik di layanan rawat jalan ( endoskopi
PENDAHULUAN
Ribuan prosedur invasif telah dilakukan setiap tahun, baik di
layanan rawat jalan ( endoskopi , HD, rehab. Medic , poli gigi )
maupun di rawat inap ( operasi )
Banyak ahli telah memiliki kemampuan dalam menjamin
keselamatan pasien selama prosedur tersebut.
Tapi ada satu bagian dari profesional kesehatan yang fungsinya
satu yaitu untuk memastikan bahwa peralatan dan instrumen
yang digunakan pada pasien sudah bebas dari patogen dan
aman untuk diguankan kembali : yang dikenal sebagai CSSD (
Central Sterile Supply Department )
HEALTHCARE ASSOCIATED INFECTIONS  Suatu infeksi yang diperoleh pasien saat menjalani perawatan ( tindakan/prosedur ) di
HEALTHCARE ASSOCIATED INFECTIONS
Suatu infeksi yang diperoleh pasien saat
menjalani perawatan ( tindakan/prosedur ) di
rumah sakit dan infeksi ini merupakan suatu
ancaman terhadap keselamatan pasien.
Dua faktor yang berkontribusi terjadinya HAIs
ini yaitu :
1.
Endogen ( pasien itu sendiri )
2.
Eksogen ( Fasilitas pelayanan
kesehatan /Rumah sakit )
SIAPA BERTANGGUNG JAWAB  Pencegahan dan pengendalian infeksi adalah salah satu peran/fungsi besar di rumah sakit
SIAPA BERTANGGUNG JAWAB
Pencegahan dan pengendalian infeksi adalah salah satu
peran/fungsi besar di rumah sakit
Setiap orang yang bekerja di rumah sakit memiliki bagian
untuk ikut serta dalam PPI yaitu menerapkan standar
prosedur operasional
Hal ini penting bahwa fungsi dan tanggung jawab praktisi PPI
harus dan wajib diperkenalkan , dimegerti dan diterapkan oleh
setiap individu
SASARAN KE V PENGURANGAN RISIKO INFEKSI TERKAIT PELAYANAN KESEHATAN Standar Akreditasi Rumah sakit PPI 7.1
SASARAN KE V
PENGURANGAN RISIKO INFEKSI TERKAIT PELAYANAN
KESEHATAN
Standar Akreditasi Rumah sakit
PPI 7.1
Maksud dan Tujuan PPI 7.1.  Risiko infeksi dapat diminimalisasi dengan proses pembersihan, disinfeksi, dan sterilisasi
Maksud dan Tujuan PPI 7.1.
Risiko infeksi dapat diminimalisasi dengan proses pembersihan,
disinfeksi, dan sterilisasi yang benar : alat endoskopi dan
perbekalan operasi serta peralatan invasif atau non‐invasif untuk
pelayanan pasien.
Pembersihan, disinfeksi dan sterilisasi dilakukan di area
sterilisasi sentral atau area lainnya dalam rumah sakit
dengan pengawasan yang tepat.
Metode pembersihan, disinfeksi dan sterilisasi menjaga
standar yang sama dimanapun dilaksanakan di rumah sakit.
Juga manajemen laundry dan linen yang tepat dapat
menghasilkan penurunan kontaminasi dari linen bersih dan risiko
infeksi bagi staf akibat laundry dan linen yang kotor.
Hospital Infection Prevention & Control and Central Sterile Supply Department To provide solutions for hospital infection,
Hospital Infection Prevention & Control and Central Sterile
Supply Department
To provide solutions for hospital infection, the
CSSD (central sterile supply division) has come into
place.
Why do we need it?  Hospital infection Prevention & control is needed not only for
Why do we need it?
Hospital infection Prevention & control is needed not
only for crucial patient care but also for the
establishment of high quality standards to maintain
consistent high standards for sterilization technique
and decontamination process quality throughout the
hospital.
Why prevent/control Infection?  Impact on patients  Risks to staff  Risks to community 
Why prevent/control Infection?
Impact on patients
Risks to staff
Risks to community
Cost
15-30% Healthcare Associated Infections are considered preventable. (DOH, guidance)
15-30% Healthcare Associated
Infections are considered
preventable.
(DOH, guidance)
Two tiers of infection Prevention and control …
Two tiers of infection Prevention and
control …
Standard Precautions 1. Hand Hygiene 2. Personal Protective Equipment 3. Safe disposal of sharps/Safety injection 4.
Standard Precautions
1.
Hand Hygiene
2.
Personal Protective Equipment
3.
Safe disposal of sharps/Safety injection
4.
Management of blood / body fluid spillages
5.
Clinical Waste management
6.
Handling of soiled linen
7.
Cleaning & decontamination
8.
Cough Etiquette
9.
Patient placement
APA PERAN ISS ?  Melaksanakan kebijakan dan prosedur yang sudah dibuat dan ditetapkan secara tertulis
APA PERAN ISS ?
Melaksanakan kebijakan dan prosedur yang sudah
dibuat dan ditetapkan secara tertulis >>>>> semua alat
medis/instrumen yang sudah digunakan tidak
menyebabkan terjadinya HAIs
Memastikan pencucian , dekontaminasi, disinfeksi dan /
sterilisasi sesuai dengan klasifikasi spaulding ( non
crtical, semi critical dan critical )
Staf ISS bertanggung jawab dalam eliminasi bahwa alat
medis/instrumen tidak menjadi penyebab infeksi
ALUR FUNGSIONAL AKTIFITAS ISS • Pembilasan • Pencucian • Pengeringan • Inspeksi dan Merakit • Pengemasan
ALUR FUNGSIONAL AKTIFITAS ISS
• Pembilasan
• Pencucian
• Pengeringan
• Inspeksi dan Merakit
• Pengemasan
• Pemberian nama
• Sterilisasi
• Penyimpanan
• Distribusi
* Satu saja dari aktifitas
diatas staf tidak disiplin
risiko infeksi akan terjadi
FAKTOR –FAKTOR YANG DAPAT BERKONTRIBUSI DALAM PROSES STERILISASI
FAKTOR –FAKTOR YANG DAPAT
BERKONTRIBUSI DALAM PROSES STERILISASI
 Suhu  Periode sterilisasi : * heating * holding * cooling  Aktifasi gagal yang
Suhu
Periode sterilisasi :
* heating
* holding
* cooling
Aktifasi gagal yang disebabkan oleh pola kuman
Apakah alat alat sudah dibersihkan dengan
benar sebelum sterilisasi
Decontamination Cleaning & Drying Automated Cleaning Manual Cleaning  The washer disinfector safe to handle 
Decontamination Cleaning & Drying
Automated Cleaning
Manual Cleaning
The washer disinfector safe
to handle
Staff safety-cleaning process
takes place in a closed
No automated disinfection of
instruments and utensils,
increases the risk of
contaminations and
chamber
infections.
Correct drying after cleaning
can easily be arranged and
Contamination risk for staff
Wet goods may cause re-
integrated into the process
contamination
Transportasi Instrument  Isi Containment  Bak /kontener  APD  Labeling
Transportasi Instrument
Isi Containment
Bak /kontener
APD
Labeling
CONTOH FASILITAS PENCUCIAN
CONTOH FASILITAS PENCUCIAN
Pencucian Manual  Bilas instrumen segera setelah digunakan  Gunakan sikat yang tepat untuk membersihan materi
Pencucian Manual
Bilas instrumen segera setelah digunakan
Gunakan sikat yang tepat untuk membersihan
materi organik/darah , terutama untuk alat berlumen
dan bersendi
Rendam instrumen dalam lauratn deterjen ensimatik
( 10 menit ) pastikan terendam keseluruhan bagian
Bilas dibawah air mengalir ( air hangat ) agar tidak
ada residu dari deterjen
Tempatkan dalaam wadah yang bersih
Bersihkan sikat dan tiriskan
Cuci tangan
Alat siap dibawa kearea kemas untuk pengeringan ,
inspeksi dan dirakit dan di atur kembali
PENGERINGAN  Semua artikel/alat yang sudah bersih harus dikering secara baik  Adanya air akan menyebabkan
PENGERINGAN
Semua artikel/alat yang sudah bersih harus dikering
secara baik
Adanya air akan menyebabkan error dalam proses
sterilisasi
Disinfeksi Tingkat Tinggi : menurunkan konsentrasi/daya
kerja disinfektan
INSPEKSI & PERAKITAN  Setiap alat/instrumen harus diperiksa terhadap : - kebersihan - fungsi - kerusakan
INSPEKSI & PERAKITAN
Setiap alat/instrumen harus diperiksa terhadap :
-
kebersihan
-
fungsi
-
kerusakan dan
-
dirakit dengan benar
PENGEMASAN  Bahan yang digunakan harus sesuai dengan bentuk /jumlah alat agar kerusakan dan kontaminasi tidak
PENGEMASAN
Bahan yang digunakan harus sesuai dengan bentuk
/jumlah alat agar kerusakan dan kontaminasi tidak
terjadi selama proses sterilisasi
Properties of the "ideal" wrapping material  It should be an excellent barrier against microbes 
Properties of the "ideal" wrapping material
It should be an excellent barrier against microbes
It should allows steam to penetrate deep into pack
It should be easy to handle
It should resists tearing
It should be inexpensive
PEMBERIAN TANDA/NAMA  Setiap kemasan harus diberikan nama , agar dapat ditelusur bila terjadi hal yang
PEMBERIAN TANDA/NAMA
Setiap kemasan harus diberikan nama , agar dapat
ditelusur bila terjadi hal yang terkait dengan proses di
ISS
Yang harus ditulis :
-
isi kemasan
-
jumlah
-
tanggal dan nama staf pengemas
-
nama staf yang melakukan proses sterilisasi
PENYIMPANAN • Harus dipisahkan ruang penyimpanan alat /bahan steril dan non steril dan diatur • Ruang
PENYIMPANAN
• Harus dipisahkan ruang penyimpanan alat /bahan steril
dan non steril dan diatur
• Ruang yang selalu bersih dengan pengaturan suhu dan
kelembaban
• Kemasan steril disimpan sebagai berikut :
-
25 cm dari lantai
-
40 cm dari plafon
-
10 – 15 cm dari dinding
DISTRIBUSI  Sangat direkomendasikan untuk menetapkan alur dimana staf mengembalikan alat yang sudah dipakai dan yang
DISTRIBUSI
Sangat direkomendasikan untuk menetapkan
alur dimana staf mengembalikan alat yang sudah
dipakai dan yang akan mengambil alat yang
bersih/steril
Monitoring Sterilisasi …  Mechanical indicators – obserasi mesin sterilisasi  Chemical indicators – perubahan warna
Monitoring Sterilisasi …
Mechanical indicators – obserasi mesin sterilisasi
Chemical indicators – perubahan warna setelah
siklus sterilisasi
Autoclave strips
Bowie Dick test
BIOLOGICAL INDICATORS  Bacterial spores which require high temperatures to lose viability – spore strips, self
BIOLOGICAL INDICATORS
Bacterial spores which require high temperatures to
lose viability – spore strips, self contained vials
Geobacillus stearothermophilus – for steam or chemical
vapor sterilization
Bacillus subtilis -for dry-heat or ethylene oxide gas
sterilization
Prosedur uji sterilisator Yang sering digunakan di rumah sakit/ISS : - Leak rate test - Bowie
Prosedur uji sterilisator
Yang sering digunakan di rumah sakit/ISS :
-
Leak rate test
-
Bowie Dick type air removal test ( daily )
-
Chemical Indicators ( external & internal )
-
Biological indicators
-
Process challenge devices
-
Physical tests : suhu , waktu dan tekanan
Ikuti instruksi manual dari pabrik yang memproduksi
sterilisator
PRINSIP DISINFEKSI  Hanya untuk alat yang tidak tahan suhu tinggi  Gunakan tempat/bak yang bersih
PRINSIP DISINFEKSI
Hanya untuk alat yang tidak
tahan suhu tinggi
Gunakan tempat/bak yang
bersih dan bertutup
Bersihkan sesuai SPO
sebelum melakukan
disinfeksi
Jangan melakukan toping
up terhadap cairan
disinfektan
Perhatikan konsntrasi saat
Pastikan seluruh bbagian
melakukan dilusi disinfektan
Gunakan APD dan
perhatikan ventilasi ruang
dari alat terendam dan
tetapkan waktu yang di
instruksikan oleh setiap
Gunakan tes terhadap
disinfektan
aktivasi disinfektan
HOT TOPIK  Proses ulang alat medis invasif sekali pakai  Diperbolehkan asalkan dapat memenuhi standar
HOT TOPIK
Proses ulang alat medis invasif sekali pakai
Diperbolehkan asalkan dapat memenuhi standar akreditasi :
-
staf terlatih
-
alat2 pembersihan sesuai dengan bentuk
setiap alat
-
metode sterilisasi yang tepat + siklus
-
tidak terjadi mal fungsi /deformitas alat ( uji
kelayakan
untuk diproses ulang dan saat
akan digunakan )
ADMINISTRASI & DOKUMENTASI  Kemasan harus tertulis nama alat  Berapa kali akan dilakukan proses 
ADMINISTRASI & DOKUMENTASI
Kemasan harus tertulis nama alat
Berapa kali akan dilakukan proses
Staf ISS harus melakukan dokumentasi dalam buku Log
Dokumentasi pasien yang menggunakan dalam MR(??)
atau catatan di departemen
Monitoring pasien oleh IPCN /IPCLN
KESEHATAN STAFF  Inventarisasi status kesehatan pada semua staff baru  Kebijakan pemberian profilaksis pasca paparan
KESEHATAN STAFF
Inventarisasi status kesehatan pada semua staff baru
Kebijakan pemberian profilaksis pasca paparan ( darah/
substansi tubuh )
Program edukasi
Kewaspadaan universal/standar tersedia di area kerja
Ketersediaan APD
Engineering control : bak plastik bertutup , fasilitas
prosedur pencucian
Vaksinasi & Catatan kejadian paparan darah
Everyone’s Responsibility  Implement praktik yang benar dan aman  Mengetahui dan mengikuti kebijakan dan prosedur
Everyone’s Responsibility
Implement praktik yang benar dan aman
Mengetahui dan mengikuti kebijakan dan prosedur rumah sakit
Peninjauan, perubahan dan penambahan SPO dengan acuan
minimal 3 tahun sekali dan segera bila diperlukan
Memenuhi kewajiban untuk mengikuti pelatihan yang dibutuhkan
sebagai staf di ISS
Tata laksana tumpahan darah  Gunakan sarung tangan karet yang tebal  Serap tumpahan darah dengan
Tata laksana tumpahan darah
Gunakan sarung tangan karet yang tebal
Serap tumpahan darah dengan kertas tissue
Taburkan atau semprot dengan larutan klorin 1%
Biarkan klorin bekerja ( killing time : 20 menit )
Dan bersihkan sesuai prosedur
Prevention Strategies Engineering controls Personal protective equipment Work practice controls
Prevention Strategies
Engineering controls
Personal protective
equipment
Work practice controls
Take home message In failure of sterilization and disinfection  Increase morbidity and mortality  Longer
Take home message
In failure of sterilization and disinfection
Increase morbidity and mortality
Longer hospital stay
Expensive antibiotics
Increase work load- doctors, nurses, laboratory
Extra cost to the state!
Being an effective team player
Commitment to preventing HAI
Apply your knowledge appropriately
TERIMA KASIH
TERIMA KASIH
SAMPAI JUMPA LAGI  Onne Myrna – IPC coordinator Siloam Hospitals Group  onne@siloamhospitals.com
SAMPAI JUMPA LAGI
Onne Myrna – IPC coordinator Siloam Hospitals Group
onne@siloamhospitals.com