Anda di halaman 1dari 5

MATERI PENYULUHAN DAMPAK NEGATIF NAPZA, ROKOK DAN MIRAS

A. Pengertian Rokok, NAPZA, dan Miras


Rokok adalah salah satu zat adiktif yang bila digunakan
mengakibatkan bahaya bagi kesehatan individu dan masyarakat.
Rokok adalah hasil olahan tembakau terbungkus termasuk cerutu atau
bahan lainya yang dihasilkan dari tanamam Nicotiana Tabacum,
Nicotiana Rustica dan spesies lainnya atau sintesisnya yang
mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan
(Hans Tendra, 2003).
Miras (minuman keras) adalah minuman yang mengandung
alkohol dan dapat menimbulkan ketagihan, bisa berbahaya bagi
pemakainya karena dapat mempengaruhi pikiran, suasana hati dan
perilaku, serta menyebabkan kerusakan fungsi-fungsi organ tubuh.
Efek yang ditimbulkan adalah memberikan rangsangan, menenangkan,
menghilangkan rasa sakit, membius, serta membuat gembira.
NAPZA adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan
adiktif lainnya, meliputi zat alami atau sintetis yang bila dikonsumsi
menimbulkan perubahan fungsi fisik dan psikis, serta menimbulkan
ketergantungan (BNN, 2004). NAPZA adalah zat yang memengaruhi
struktur atau fungsi beberapa bagian tubuh orang yang
mengonsumsinya. Manfaat maupun risiko penggunaan NAPZA
bergantung pada seberapa banyak, seberapa sering, cara
menggunakannya, dan bersamaan dengan obat atau NAPZA lain yang
dikonsumsi (Kemenkes RI, 2010).

B. Dampak penyakit yang ditimbulkan dari penggunaan Rokok, NAPZA


dan Miras
1. Rokok
a. Kanker paru-paru
Kanker ialah penyakit yang disebabkan pertumbuhan yang tidak
terkendali dari sel abnormal yang ada dibagian tubuh. Hubungan
merokok dan kanker paru-paru telah diteliti dalam 4-5 dekade
terakhir ini. Didapatkan hubungan erat antara kebiasaan merokok,
terutama sigaret, dengan timbulnya kanker paru-paru. Bahkan ada
yang secara tegas menyatakan bahkan rokok sebagai penyebab
utama terjadinya kanker paru-paru.

b. Jantung Koroner
Merokok terbukti merupakan factor resiko terbesar untuk mati
mendadak. Resiko terjadinya penyakit jantung koroner meningkat 2-
4 kali pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok. Resiko ini
meningkat dengan bertambahnya usia dan jumlah rokok yang
dihisap. Penelitian menunjukkan bahwa factor resiko merokok
bekerja sinergis dengan factor-faktor lain, seperti hipertensi, kadar
lemak, gula darah yang tinggi, terhadap tercetusnya PJK. Perlu
diketahui bahwa resiko kematian akibat penyakit jantung koroner
berkurang dengan 50 persen pada tahun pertama sesudah rokok
dihentikan. Akibat penggumpalan (trombosis) dan pengapuran
(aterosklerosis) dinding pembuluh darah, merokok jelas akan
merusak pembuluh darah perifer. Pembentukan aterosklerosis pada
pembuluh darah koroner jantung jauh lebih banyak bagi perokok
dibandingkan dengan yang non perokok. Kondisi ini akibat
mendorong vosokonstriksi pembuluh darah koroner. Sebagai
pendorong factor resiko PJK yang lain tentu perokok akan
meningkatkan kadar kolesterol didalam darah yang akan
memberikan resiko tinggi terhadap PJK. Demikian juga merokok
mempercepat pembekuan darah sehingga agregasi trombosit lebih
cepat terjadi, yang merupakan salah satu factor pembentukan
aterosklerosis sebagai penyebab PJK.

c. Bronkitis
Bronkitis terjadi karena paru-paru dan alur udara tidak mampu
melepaskan mucus yang terdapat didalamnya dengan cara normal.
Mucus adalah cairan lengket yang terdapat dalam tabung halus,
yang disebut tabung bronchial yang terletak dalam paru-paru.
Mucus beserta semua kotoran tersebut biasanya terus bergerak
melalui tabung baronkia dengan bantuan rambut halus yang
disebut silia. Silia ini terus menerus bergerak bergelombang seperti
tentakel bintang laut, anemone, yang membawa mucus keluar dari
paru-paru menuju ketenggorokan. Asap rokok memperlambat
gerakan silia dan setelah jangka waktu tertentu akan merusaknya
sama sekali. Keadaan ini berarti bahwa seorang perokok harus lebih
banyak batuk untuk mengeluarkan mukusnya. Karena sistemnya
tidak lagi bekerja sebaik semula, seorang perokok lebih mudah
menderita radang paru-paru yang disebut bronchitis.

d. Penyakit Stroke
Stroke adalah penyakit deficit neurologist akut yang disebabkan
oleh gangguan pembuluh darah otak yang terjadi secara mendadak
serta menimbulkan gejala dan tanda yang sesuai dengan daerah
otak yang terganggu. Kejadian serangan penyakit ini bervariasi
antar tempat, waktu, dan keadaan penduduk. (M.NBustan,1997). Dr.
Hans Tendra juga mengungkapkan bahwa penyumbatan pembuluh
darah otak yang bersifat mendadak atau stroke banyak dikaitkan
dengan merokok. Resiko stroke dan resiko kematian lebih tinggi
perokok dibandingkan tidak perokok.

e. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)


Kondisi ini menyebabkan aliran darah terhalangi sehingga
membuat seseorang sulit bernapas, dan sekitar 80 persen kasus
PPOK disebabkan oleh rokok. Kondisi ini bisa menyebabkan
terjadinya emfisema (sesak napas akibat kerusakan pada kantung
udara atau alveoli) dan bronkitis kronis (batuk dengan banyak lendir
yang terjadi terus menerus selama 3 bulan).
f. Impotensi
Bagi laki-laki berusia 30-an dan 40-an tahun, maka
merokok bisa meningkatkan risiko disfungsi ereksi sekitar 50
persen. Hal ini karena merokok bisa merusak pembuluh darah,
nikotin mempersempit arteri sehingga mengurangi aliran darah
dan tekanan darah ke penis. Jika seseorang sudah mengalami
impotensi, maka bisa menjadi peringatan dini bahwa rokok sudah
merusak daerah lain di tubuh

Selain itu, berdasaran penelitian dari CASA (Columbian University`s


National Center On Addiction and Substance Abuse), remaja
perokok memiliki risiko dua kali lipat mengalami gejala-gejala
depresi dibandingkan remaja yang tidak merokok.

2. NAPZA
Dampak penyakit yang disebabkan pengguna NAPZA:
a. Otak dan susunan saraf pusat :
- gangguan daya ingat
- gangguan perhatian / konsentrasi
- gangguan bertindak rasional
- gagguan perserpsi sehingga menimbulkan halusinasi
- gangguan motivasi, sehingga malas sekolah atau bekerja
- gangguan pengendalian diri, sehingga sulit membedakan baik
/ buruk.
a. Pada saluran napas : dapat terjadi radang paru
( Bronchopnemonia ). pembengkakan paru ( Oedema Paru )
b. Jantung : peradangan otot jantung, penyempitan pembuluh
darah jantung.
c. Hati : terjadi Hepatitis B dan C yang menular melalui jarum
suntik, hubungan seksual.
d. Penyakit Menular Seksual ( PMS ) dan HIV / AIDS.
Para pengguna NAPZA dikenal dengan perilaku seks resiko tinggi,
mereka mau melakukan hubungan seksual demi mendapatkan
zat atau uang untuk membeli zat. Penyakit Menular Seksual yang
terjadi adalah : kencing nanah ( GO ), raja singa ( Siphilis ) dll.
Dan juga pengguna NAPZA yang mengunakan jarum suntik
secara bersama sama membuat angka penularan HIV / AIDS
semakin meningkat. Penyakit HIV / AIDS menular melalui jarum
suntik dan hubungan seksual, selain melalui tranfusi darah dan
penularan dari ibu ke janin.
e. Sistem Reproduksi : sering terjadi kemandulan.
f. Kulit : terdapat bekas suntikan bagi pengguna yang
menggunakan jarum suntik, sehingga mereka sering
menggunakan baju lengan panjang.
g. Komplikasi pada kehamilan :
- Ibu : anemia, infeksi vagina, hepatitis, AIDS.
- Kandungan : abortus, keracunan kehamilan, bayi lahir mati
- Janin : pertumbuhan terhambat, premature, berat bayi
rendah.

h. Miras
Meminu minuman keras alkohol dalam jangka panjang akan
menyebabkan terserang berbagai penyakit, seperti kerusakan jantung,
tekanan darah tinggi, stroke, kerusakan saluran pencernaan,
impotensi, risiko kanker payudara, kesulitan tidur, kerusakan otak
dengan peubahan kepribadian, dan sulit mengingat dan
berkonsentrasi.
Gangguan jiwa : gangguan otak/daya ingatan, kemampuan belajar
menurun, mudah tersinggung, mengasingkan dari lingkungan dsb.