Anda di halaman 1dari 18

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

Gatebox - Asisten Hologram yang Mampu Memonitor Pasien Rawat Inap


Guna Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit

BIDANG KEGIATAN:
PKM-GAGASAN TERTULIS

Diusulkan oleh:
Sintha Nur Fitriani 2601101600812016
Shella Widiyastuti 2601101600422016
Aulia Annisa Putri Heri 2601101600552016
Nata Rimana Fadila 2601101600662016
Sausan Rihhadatulaysi 2601101600672016

UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2017

1
DAFTAR ISI

2
HALAMAN PENGESAHAN...............................................................................ii
DAFTAR ISI .........................................................................................................iii
PENDAHULUAN.................................................................................................1
GAGASAN ...........................................................................................................2
Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan ........................................................2
Solusi yang Pernah Ditawarkan ................................................................3
Seberapa Jauh Kondisi Kekinian Dapat Diperbaiki .................................4
Pihak Pihak yang Terkait .......................................................................6
Langkah Langkah Strategis ...................................................................6
KESIMPULAN ....................................................................................................7
Gagasan yang Diajukan ............................................................................7
Teknik Implementasi yang Akan Diajukan................................................7
Prediksi Hasil yang Akan Diperoleh..........................................................8
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................9
LAMPIRAN .........................................................................................................10

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Gatebox ...............................................................................................4
Gambar 2. Posisi Penempatan Gatebox ................................................................6

PENDAHULUAN

Pada era globalisasi, pelayanan prima merupakan elemen utama di rumah


sakit dan unit kesehatan. Rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan
kesehatan yang memenuhi standar pelayanan yang optimal. Hal tersebut sebagai
akuntabilitas rumah sakit supaya mampu bersaing dengan rumah sakit lainnya.
Rumah sakit adalah bentuk organisasi pelayanan kesehatan yang bersifat
komprehensif, mencakup aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, serta

3
sebagai pusat rujukan kesehatan masyarakat. Pasien memandang bahwa hanya
rumah sakitlah yang mampu memberikan pelayan medis sebagai upaya
penyembuhan dan pemulihan atas rasa sakit yang mereka derita. Tentu setiap
pasien mengharapkan pelayanan yang sigap, cepat, dan tanggap terhadap keluhan
penyakit pasien tanpa mengurangi kenyamanan pasien itu sendiri. Dalam
memenuhi kebutuhan pasien tersebut, sumber daya manusia rumah sakit haruslah
memiliki keterampilan khusus diantaranya seperti memahami produk secara
mendalam, memiliki penampilan yang menarik, bersikap ramah dan bersahabat,
responsif dan komunikatif terhadap pasien, menguasai pekerjaan, serta mampu
menanggapi keluhan pasien secara profesional.
Dalam melakukan praktek keperawatan, perawat secara langsung
berhubungan dan berinteraksi kepada penerima jasa pelayanan, dan pada saat
interaksi inilah sering timbul beberapa hal yang tidak diinginkan baik disengaja
maupun tidak disengaja, kondisi demikian inilah sering menimbulkan konflik baik
pada diri pelaku dan penerima praktek keperawatan. Oleh karena itu, profesi
keprawatan harus mempunyai standar profesi dan aturan lainnya yang didasari
oleh ilmu pengetahuan yang dimilikinya, guna memberi perlindungan kepada
masyarakat. Dengan adanya standar praktek profesi keperawatan inilah dapat
dilihat apakah seorang perawat melakukan kesalahan dalam praktek, kelalaian
ataupun bentuk pelanggaran praktek keperawatan lainnya.
Pasien rawat inap adalah pasien yang dinyatakan oleh dokter yang
memeriksa, baik yang masuk melalui rawat jalan maupun IGD/VK, untuk
observasi dan atau mendapatkan tindakan medis lebih lanjut sehingga perlu
dirawat. Menurut Revans (1986) Rawat inap adalah pelayanan pasien yang perlu
menginap karena pasien perlu perawatan intensif atau observasi ketat karena
penyakitnya.
Perawatan intensif pasien rawat inap memerlukan monitoring yang ketat
disertai kemampuan menginterpretasikan setiap data yang didapat dan melakukan
tindak lanjut, monitoring yang ketat ini untuk mencegah kondisi memburuk dan
komplikasi. Namun terkadang ketersediaannya perawat jaga di unit rawat inap
seringkali terbatas dan juga akses pasien menuju perawat jaga acapkali
bermasalah dalam hal ini yaitu berupa fasilitas dari rumah sakit itu sendiri
membuat penanganan terhadap kebutuhan pasien menjadi melemah dan
cenderung kurang efektif. Selain itu, terbatasnya jam besuk pasien, membuat
pasien rawat inap kerap merasa kesepian. Dengan munculnya inovasi gatebox ini,
pasien diharapkan bisa tetap berinteraksi tanpa takut merasa kesepian serta dapat
melakukan hal lain yang memang dibutuhkan pihak kedua dalam pengerjaannya.
Gatebox di simpan di ruang rawat inap guna memonitoring pasien setiap saat dan
mendapatkan data yang valid.
Gatebox berperan dalam memonitoring pasien secara eksklusif, responsif
terhadap kebutuhan pasien dan interaktif serta komunikatif terhadap pasien. Selain

4
itu dengan adanya gatebox ini dapat mengurangi kelalaian perawat dalam
menangani pasiennya dalam hal memonitoring pasien pada malam hari sekitar
pukul 23.00 hingga 03.00 akibatnya keadaan pasien memburuk. Kelalaian yang
sering dilakukan perawat dalam banyak kasus ini adalah kegagalan dalam
mengkaji maupun menganalisis data ataupun informasi mengenai pasien seperti
tanda-tanda vital, pemeriksaan laboratorium, maupun keluhan utama pasien.
Diharapkan dengan penggunaan gatebox ini monitoring pasien berjalan dengan
baik sehingga kesembuhan pasien dapat tercapai.

GAGASAN
Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan
Dalam pengalaman sehari-hari, ketidakpuasan pasien yang paling sering
dikemukakan dalam kaitannya dengan sikap dan perilaku petugas RS, antara lain:
keterlambatan pelayanan dokter dan perawat, dokter sulit ditemui, dokter yang
kurang komunikatif dan informatif, lamanya proses masuk rawat, aspek pelayanan
hotel di RS, serta ketertiban dan kebersihan lingkungan RS. Sikap, perilaku,
tutur kata, keacuhan, keramahan petugas, serta kemudahan mendapatkan
informasi dan komunikasi menduduki peringkat yang tinggi dalam persepsi
kepuasan pasien RS. Tidak jarang walaupun pasien/keluarganya merasa outcome
tak sesuai dengan harapannya merasa cukup puas karena dilayani dengan sikap
yang menghargai perasaan dan martabatnya (Jacobalis, 1995).
Kasus kelalaian dapat terjadi di berbagai tatanan dalam praktek
keperawatan, Kasus-kasus seperti ini berkembang dengan pesat seiring dengan
perkembangan ilmu maupun kemajuan teknologi dalam bidang kesehatan,
termasuk di dalamnya dalam ranah praktek keperawatan kritis.
Menurut Urden (2010), jika seorang perawat gagal memperhatikan setiap
bagian dari proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa, intervensi,
implementasi dan evaluasi maka perawat tersebut dapat dianggap tidak kompeten
dan melakukan suatu kelalaian. Selain itu, para perawat yang kebagian bekerja
pada malam hari, kebanyakan dari mereka memilih untuk tidur pada saat kondisi
diruangan perawatan tidak ada masalah apapun, namun jika terus dilakukan
seperti itu mereka tidak akan tahu bagaimana kondisi pasien saat para perawat
tinggalkan.
Contoh kasus kelalaian yang dilakukan oleh perawat kritis dilansir
REPUBLIKA.CO.ID,STAFFORDSHIRE Seorang pasien yang dirawat di ICU
dan baru saja dilakukan pemasangan chest tube pada shift malam. Pada saat itu
perawat lalai dalam melakukan monitoring pasien dari pukul 23.00 sampai pukul
03.00, ketika dilakukan pengecekan kembali pada pukul 03.00 didapatkan
keadaan pasien memburuk, pasien mengalami penurunan kesadaran, oksimetri

5
buruk, dan tanda-tanda vital dalam keadaan jelek. Kemudian klien mengalami
henti nafas dan henti jantung, dan kemudian segera dilakukan resusitasi pada
pasien. Namun, ternyata pasien tetap tidak terselamatkan. Contoh kasus tersebut
tidak menutup kemungkinan akan terjadi lagi di masa yang akan datang (Urden,
2010).
Berdasarkan survey yang dilakukan di dua belas rumah sakit di Afrika
Selatan kepada 171 orang perawat kritis dengan cara menyebarkan kuesioner
untuk mengukur pengetahuan perawat kritis terkait isu legal didapatkan hasil rata-
rata persentase pengetahuan perawat kritis sebesar 38,45% dimana
indikator/standar kompetensi tersebut adalah 60%. Hal ini menunjukan bahwa
level pengetahuan perawat kritis terkait isu legal liability di lingkungan
keperawatan kritis masih di bawah standar ( Hyde, 2006).

Solusi yang Pernah Ditawarkan


Selama ini Departemen Kesehatan (Depkes) telah menyusun dan
melakukan akreditasi RS. Akreditasi RS merupakan instrumen untuk menilai
mutu pelayanan RS. Belum ada pedoman dan indikator yang memudahkan
penilaian mutu pelayanan RS dari sisi konsumen (pasien) yang dapat
memudahkan Depkes dalam melakukan pembinaan dan pengawasan RS. Bagi
para manajer RS, indikator ini juga dapat dipergunakan sebagai bahan
pengambilan keputusan untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien
(Suryawati, 2006).
Solusi yang di tawarkan adalah dengan meningkatkan standar pelayanan
kesehatan yang diatur oleh daerah masing-masing. Selain itu juga untuk pasien
yang dirawat secara intensif dirawat oleh perawat yang sudah berpengalaman,
berkompeten dan membagi pekerjaan menjadi 2 shift, yaitu shift pagi dan malam.
Sebagai bentuk tanggung jawab dalam praktek keperawatan maka perawat
sebelum melakukan praktek keperawatan harus mempunyai kompetensi baik
keilmuan dan keterampilan yang telah diatur dalam profesi keperawatan, dan
legalitas perawat Indonesia dalam melakukan praktek keperawatan telah diatur
oleh perundang-undangan tentang registrasi dan praktek keperawatan disamping
mengikuti beberapa peraturan perundangan yang berlaku.

Seberapa jauh kondisi kekinian pencetus gagasan dapat diperbaiki melalui


gagasan yang diajukan
Perawat yang cuek dan kurang informatif membuat pasien tidak puas
dengan pelayanan kesehatan belum lagi perawat yang dianggap kurang ramah
oleh pasien. Pasien yang menginap tidak dijaga oleh perawat 24 jam
disampingnya, hanya dilakukan pemeriksaan berkala dan datang ketika

6
dibutuhkan saja. Beberapa pasien juga beranggapan bahwa perawat yang berada
di ruang rawat dan ICU belum berkompeten dan keakuratannya dipertanyakan.
Penempatan pasien rawat inap berbeda-beda sesuai dengan penyakit yang
di deritanya, jika pasien menderita penyakit menular atau suspek maka pasien
akan ditempatkan dalam satu ruangan tersendiri jika tidak tersedia pasien
dikelompokkan menurut kasus yang telah dikonfirmasi secara terpisah di dalam
ruangan atau bangsal dengan beberapa tempat tidur dari kasus yang belum
dikonfirmasi atau sedang didiagnosis. Bila ditempatkan dalam satu ruangan, jarak
antara tempat tidur harus lebih dari dua meter dan diantara tempat tidur harus
ditempatkan penghalang fisik seperti tirai atau sekat (Istichariiah, 2015).
Gatebox merupakan teknologi yang sedang dikembangkan di Jepang
dalam bentuk virtual atau asisten hologram dalam rumah layaknya seorang istri
karena gatebox ini mampu mengontrol semua perangkat yang terhubung dengan
internet seperti menyalakan lampu, membersihkan rumah dengan vacum cleaner,
mengirimkan SMS dan lain-lain. Gatebox didesain untuk terhubung dengan
perangkat Internet of Things (IoT) atau perangkat elektronik yang terhubung
dengan internet, dengan itu akan memungkinkan untuk mengontrol semua
perangkat mulai dari kamar mandi berteknologi tinggi sampai Smart TV cukup
dengan berbicara pada Hologram yang berada dalam gatebox.

Gambar 1 Gatebox
( sumber : https://www.digital.trend.com/home-gatebox-azuma-hikari-virtual-assistant-news )

Di era teknologi canggih seperti sekarang, penggunaan robot dan


hologram dalam kehidupan sehari-hari rasanya sudah umum. Penggunaan robot
dalam dunia medis pun telah berkembang seperti operasi bedah menggunakan
robot, operasi jarak jauh dan sebagainya. Tidak menutup kemungkinan pasien
menggunakan robot dan hologram dalam proses penyembuhan dari rasa sakitnya.
Penggunaan gatebox di rumah sakit merupakan gagasan baru yang dapat
dikembangkan di rumah sakit khususnya dalam ruang rawat inap untuk
meningkatkan pelayanan kesehatan dengan menempatkannya di samping pasien.
Gatebox dapat dikembangkan dengan mengubah virtual karakter dalam gatebox
dengan perawat virtual. Perawat virtual ini dibuat semirip mungkin dengan

7
perawat sebenarnya dengan memerhatikan standar pelayanan keperawatan.
Dengan demikian, pasien akan merasa aman karena ia di pantau oleh perawat
profesional. Namun, perawat juga harus tetap mengontrol perkembangan pasien
mengingat gatebox tidak bisa melakukan penangan layaknya seorang perawat.
Perangkat hologram ini memiliki sensor, sehingga dapat berkomunikasi
lebih baik dengan pasien. Kemampuan berinteraksi ini, bisa dilakukan anamnesis
terhadap pasien lebih efisien sehingga tindakan yang dilakukan tepat dan
kesembuhan pasien dapat tercapai. Gatebox menyiapkan beberapa server-side
teknologi untuk menangani artificial intelligence. Gatebox mampu memonitor
setiap gerakan yang dilakukan. Hal ini bisa di terapkan di pasien yang harus di
pantau setiap saat, selain bisa memonitor gerakan, gatebox ini bisa membaca
kondisi lingkungan dan berinteraksi dengan pasien sehingga pasien tidak bosan
saat berada di ruang rawat inap. Gatebox ini dilengkapi kamera, pengeras suara,
mikrofon dan aneka sensor. Hologram yang berada ditabung kaca tersebut mampu
mengingatkan apa yang perlu dilakukan. Gatebox ini mampu memberikan respon
yang cepat dalam kegawatan, dia bisa mengirim sms atau membunyikan alarm
dan lain-lain karena ia terhubung dengan internet sehingga perawat bisa langsung
datang bersama dokter jika terjadi sesuatu dengan pasien.
Penempatan gatebox di ruang rawat inap diatur sedemikian rupa oleh
pihak manajemen rumah sakit. Ruang rawat inap di bangsal yang terdiri dari
beberapa tempat tidur dan diberi penghalang fisik seperti tirai, gatebox bisa
diletakkan diantara jarak antar tempat tidur sehingga setiap pasien memiliki
gateboxnya masing-masing. Untuk pasien yang di rawat inap di ruang VIP tentu
saja gatebox juga diletakan dimeja di sampingnya atau dimana saja yang mudah di
jangkau, gatebox ini praktis dan tidak memerlukan ruang yang terlalu banyak
hanya sebesar 220 x 360 x 520 mm. Gatebox ini bisa diberikan pada pasien saat
administrasi. Setelah dinyatakan dokter untuk dirawat inap, maka pasien harus
melakukan administrasi untuk menentukan dimana ia akan ditempatkan, saat itu
pula lah pasien diperkenalkan dengan gatebox. Sebelum diberikan kepada pasien,
gatebox telah diatur dan terhubung sehingga siap untuk digunakan, pasien
memperkenalkan dirinya pada gatebox dengan menekan tombol mikrofon di
gatebox lalu gatebox akan langsung merespon.

8
Gambar 2 Posisi Penempatan Gatebox
(Sumber : https://telset.id/156845/ingin-punya-teman-tidur-gatebox-ini-bisa-jadi-
jawabannya/)

Pihak Pihak yang Terkait


Pihak-pihak yang dapat membantu terlaksananya program ini adalah para
ahli teknologi dan inovasi yang mengembangkan gatebox karena ia yang paling
tahu spesifikasi gatebox dengan baik sehingga gatebox bisa dikembagkan sesuai
keadaan di rumah sakit, misalnya dengan mengubah karakter virtual gatebox yang
awalnya berupa tokoh anime menjadi seorang perawat atau dokter lalu hologram
ini dilengkapi dengan pengetahuan tentang dunia medis sehingga karakter yang
ditmbulkan mirip seorang dokter atau perawat. Selanjutnya perusahan vinclu.inc
yang merupakan perusahaan yang mengembangkan gatebox dan yang
memproduksi gatebox. Selain itu juga pihak yang terkait tentu saja pihak rumah
sakit, rumah sakit perlu memanajemen hal apa yang dibutuhkan agar gatebox bisa
digunakan di ruangan pasien, ahli radiologi juga berperan karena didalam gatebox
terdapat aneka sensor maka ahli radiologi ini yang memastikan bahwa sensor yang
keluar tidak membahayakan pasien atau memperburuk keadaan pasien.
Perusahaan IT yang meningkatkan kualitas internet sehingga gatebox bisa dengan
lancar digunakan. para ahli yang membuat rumah sakit menjadi smart home, yang
segala kebutuhannya bisa dikontrol melalui gatebox. Terakhir tentu saja tenaga
kesehatan dan pasien yang akan menggunakan gatebox, mereka diberi arahan
bagaimana memakai gatebox dll.
Langkah Langkah Startegis
Langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan untuk
mengimplementasikan gagasan ini, yaitu melakukan publikasi secara besar-
besaran. Puplikasi ini sangat penting agar terdapat saran dalam pengembangan
gatebox berbasis robot dan hologram ini sehingga dapat sesuai dengan kondisi
rumah sakit. Lalu dilanjutkan dengan pencarian dana. Apabila dana sudah

9
terbilang cukup maka dilakukan konferensi dengan para ahli dan semua pihak
yang diperlukan dalam mengimplementasikan gatebox berbasis robot dan
hologram ini baik dari pihak rumah sakit maupun pihak luar yang. Hal tersebut
dikarenakan perlu adanya kerja sama yang baik dari semua pihak yang dibutuhkan
sehingga dapat mencapai tujuan akhir yaitu terealisasikannya gatebox di berbagai
rumah sakit yang mampu memonitor pasien rawat inap guna meningkatkan
pelayanan kesehatan rumah sakit.

KESIMPULAN
Gagasan Yang Diajukan
Gagasan yang diajukan yaitu gatebox asisten hologram yang mampu
memonitor pasien rawat inap guna meningkatkan pelayanan kesehatan rumah
sakit. Gagasan ini sangat perlu dilakukan karena untuk meningkatkan pelayanan
rumah sakit yang kurang maksimal dari SDMnya, selain itu untuk menurunkan
ketidakpuasan pasien karena perawat yang cuek dan kurang informatif serta
dokter yang terkesan buru-buru memerlukan media yang dapat mendengarkan
keluh kesah pasien dan memberikan solusi yang baik untuk pasien untuk itu
gatebox hadir sebagai asisten hologram yang bisa berinteraksi untuk pasien
sehingga pasien bisa melakukan anamnesis dengan lengkap sehingga keberhasilan
kesembuhan pasien dapat tercapaui. Dengan adanya gatebox tersebut, pasien
menerima palayanan yang maksimal, selain pelayanan dari dokter, perawat
maupun tenaga medis yang lainnya, adapula gatebox sebagai alat yang dapat
menyempurnakan pelayanan kesehatan tersebut hingga memperoleh hasil yang
maksimal dan pasien pun dapat terkontrol dengan baik perkembangannya
(monitoring pasien secara eksklusif), responsif terhadap kebutuhan pasien,
interaktif serta komunikatif terhadap pasien, sehingga dapat mempercepat
kesembuhan pasien.
Teknik implementasi yang akan diajukan
Dengan meletakkan gatebox di ruangan pasien, pasien merasa memiliki
asisten pribadi meskipun bentuknya hologram dan mengembsangkan rumah sakit
menjadi smart home yang terhubung dengan internet. Setiap pasien harus
memiliki gatebox disamping perawatan pasien tersebut agar memudahkan perawat
dan dokter pada saat mengontrol perkembangan pasien. Dalam hal ini, perawat
dan dokter mendapatkan informasi yang lebih dengan adanya gatebox yang
dimiliki oleh masing-masing pasien. Dokter maupun perawat yang akan
memeriksa pasien, terlebih dahulu melihat perkembangan yang telah ada di
gatebox yang dimiliki setiap pasien tersebut, kemudian memeriksa pasien kembali
maupun kebutuhan pasien yang dibutuhkan sesegera mungkin sehingga
memperoleh hasil yang maksimal.

10
Prediksi hasil yang akan diperoleh (manfaat dan dampak gagasan)
Manfaat yang dapat diperoleh dari gatebox asisten hologram yang
mampu memonitor pasien rawat inap ini dapat menunjang kebutuhan pasien rawat
inap sehingga pasien merasa puas dan merasa terlayani dengan baik. Selain itu,
pasien akan lebih terbuka mengenai apa yang dia rasakan dan gatebox bisa
menilai kondisi lingkungan serta apa yang sebaiknya pasien lakukan, dapat
memonitoring pasien secara eksklusif, responsif pasien terhadap kebutuhannya
akan terlihat, interaktif serta komunikatif terhadap pasien, sehingga keberhasilan
dalam kesembuhan pasien dapat tercapai. Gatebox asisten hologram ini
memberikan dampak yang positif karena menunjang dalam peningkatan
pelayanan kesehatan dalam menyempurnakan hasil pemeriksaan dokter, perawat,
maupun tenaga medis lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

11
Boxall, Andy. 2016. A holographic virtual girl lives inside Japans answer to the
amazon echo. (online), (https://www.digital.trend.com/home-gatebox-
azuma-hikari-virtual-assistant-news diakses pada 27 Januari 2017)
Hyde, Elizabeth, Maria. 2006. The Knowledge of Critical Care Nurses Regarding
Legal Liability Issues. Disertation. Department of Nursing Science
University of Pretoria .
Istichariiah, Laeli. 2015. Prosedur Penempatan Pasien dengan Penyakit Menular
atau Suspek. Sokaraja : Rumah Sakit Umum Wiradadi Husada.
Jacobalis, S. 1995. Beberapa Teknik Dalam Manajemen Mutu, Materi Kuliah
Magister Manajemen RS Program Pascasarjana Universitas Gadjah
Mada. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.
Putra, M. Faisal Hadi. 2017. Ingin Punya Teman Tidur? Gatebox Bisa Jadi
Jawabannya. (online), (https://telset.id/156845/ingin-punya-teman-
tidur-gatebox-ini-bisa-jadi-jawabannya/ diakses pada 30 Januari 2017)
Revans. 1986. Pemasaran Jasa dan Kualitas Pelayanan. Jakarta : Balai Buku
Indonesia.
Suryawati, Chriswardani dkk. 2006. Penyusunan Indikator Kepuasan Pasien
Rawat Inap Rumah Sakit di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Manajemen
Pelayanan Kesehatan, Vol. 09, No. 4. Semarang : Fakultas Kesehatan
Masyarakat dan Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat
Universitas Diponegoro.
Urden, et al. 2010. Critical Care Nursing : Diagnosis and Management. St. Louis:
Mosby.

Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota yang ditandatangani


A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap (dengan gelar) Sintha Nur Fitriani

12
2. Jenis Kelamin P
3. Program Studi Farmasi
4. NIM 260110160081
5. Tempat dan Tanggal Lahir Rangkasbitung-Lebak, 05 Januari 1998
6. E-mail sinthafitriani04@gmail.com
7. Nomor Telepon/HP +6283897982464
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi Negeri 2 MTsN 1 Lebak Negeri 1
Parungsari Rangkasbitung
Jurusan IPA
Tahun Masuk-Lulus 2004-2010 2010-2013 2013-2016
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
Nama Pertemuan
No Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
Ilmiah / Seminar
1
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi, atau institusi
lainnya)
Institusi Pemberi
No Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan
1 Juara 1 Olimpiade Sains Nasional Bidang Pemerintah 2015
Fisika Kabupaten Lebak
2 Juara 2 Lomba Cerdas Cermat Hardiknas PAGUMA Lebak 2015
3 Juara 1 Sosialisasi Donor Darah SMAN 1 2016
Rangkasbitung
4 Peserta didik dengan Nilai UN Tertinggi SMAN 1 2016
se-Kabupaten Lebak Rangkasbitung

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Gagasan Tertulis.
Sumedang, 24 Januari 2017
Pengusul,

( Sintha Nur Fitriani )


A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap (dengan gelar) Shella Widiyastuti
2. Jenis Kelamin Perempuan
3. Program Studi Farmasi
4. NIM 260110160042

13
5. Tempat dan Tanggal Lahir Cirebon, 6 Desember 1997
6. E-mail shellawidiyastuti@ymail.com
7. Nomor Telepon/HP 081222360164
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi Negeri 1 Susukan Negeri 1 Negeri 1
Lebak Lemahabang Lemahabang
Jurusan MIPA
Tahun Masuk-Lulus 2004 2010 2010 2013 2013 2016
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
Nama Pertemuan
No Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
Ilmiah / Seminar
1 - - -
2 - - -
3 - - -
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi, atau institusi
lainnya)
Institusi Pemberi
No Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan
1 - - -
2 - - -
3 - - -

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Gagasan Tertulis.

Sumedang, 24 Januari 2017


Pengusul,

( Shella Widiyastuti )

A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap (dengan gelar) Aulia Annisa Putri Heri
2. Jenis Kelamin P
3. Program Studi Farmasi
4. NIM 260110160055
5. Tempat dan Tanggal Lahir Depok, 2 Agustus 1998
6. E-mail xoxoaulia@gmail.com
7. Nomor Telepon/HP 081808504489

14
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi MI Annur Negeri 5 Bekasi Negeri 1 Bekasi
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Lulus 2004-2010 2010-2013 2013-2016
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
Nama Pertemuan
No Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
Ilmiah / Seminar
1 - - -
2 - - -
3 - - -
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi, atau institusi
lainnya)
Institusi Pemberi
No Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan
1 - - -
2 - - -
3 - - -

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Gagasan Tertulis.

Sumedang, 24 Januari 2017


Pengusul,

( Aulia Annisa Putri Heri )

A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap (dengan gelar) Nata Rimana Fadila
2. Jenis Kelamin P
3. Program Studi Farmasi
4. NIM 260110160066
5. Tempat dan Tanggal Lahir Bandung, 4 Desember 1997
6. E-mail natarimanaf@yahoo.co.id
7. Nomor Telepon/HP 087823044597
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA

15
Nama Institusi Negeri Panyileukan Negeri 13 Negeri 8 Bandung
2 Bandung Bandung
Jurusan IPA
Tahun Masuk-Lulus 2004-2010 2010-2013 2013-2016
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
Nama Pertemuan
No Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
Ilmiah / Seminar
1 - - -
2 - - -
3 - - -
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi, atau institusi
lainnya)
Institusi Pemberi
No Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan
1 - - -
2 - - -
3 - - -

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Gagasan Tertulis.

Sumedang, 24 Januari 2017


Pengusul,

( Nata Rimana Fadila )

A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap (dengan gelar) Sausan Rihhadatulaisy
2. Jenis Kelamin P
3. Program Studi Farmasi
4. NIM 260110160067
5. Tempat dan Tanggal Lahir Tasikmalaya, 14 Februari 1998
6. E-mail sausanrihhadatulaisy@gmail.com
7. Nomor Telepon/HP 082399147936
B.Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN Citapen SMPN 1 SMAN 1
Tasikmalaya Tasikmalaya

16
Jurusan - - MIPA
Tahun Masuk-Lulus 2004 2010 2013
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
Nama Pertemuan
No Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
Ilmiah / Seminar
1 - - -
2 - - -
3 - - -
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi, atau institusi
lainnya)
Institusi Pemberi
No Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan
1 - - -
2 - - -
3 - - -

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Gagasan Tertulis.
Sumedang, 24 Januari 2017
Pengusul,

(Sausan Rihhadatulaisy)
Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Penyusun dan Pembagian Tugas

Progra Bidang Alokasi Waktu


No Nama / NIM Uraian Tugas
m Studi Ilmu ( jam/minggu)
- Gagasan yang
ditawarkan
Sintha Nur Fitriani/ Kesehata - Pihak-pihak
1 Farmasi 12 jam/minggu
260110160081 n terkait
- Editor
- Diskusi
- Kesimpulan
Shella Widiyastuti / Kesehata - Teknik
2 Farmasi 12 jam/minggu
260110160042 n implementasi
- Diskusi
3 Aulia Annisa P.H./ Farmasi Kesehata 12 jam/minggu- Latar belakang

17
- Tujuan dan
260110160055 n manfaat
- Diskusi
- Kondisi awal
Nata Rimana - Solusi yang
Kesehata
4 Fadila/ Farmasi 12 jam/minggu pernah
n
260110160066 ditawarkan
- Diskusi
Sausan - Ringkasan
Kesehata - Langkah
5 Rihhadatulaysi/ Farmasi 12 jam/minggu
n strategis
260110160067 - Diskusi

18