Anda di halaman 1dari 7

TUGAS MATA KULIAH EKONOMI TEKNIK

RESUME KONSEP BIAYA DAN ALUR KAS (CASH FLOW)

NAMA : PRAYOGA

NIM : 2013030173

SEMESTER : VII / REGULER C

1. RESUME KONSEP BIAYA

Kata biaya (cost) mempunyai arti yang bervariasi dalam pemakaiannya.


Konsep biaya (cost concept) dan prinsip-prinsip ekonomi lainnya yang digunakan
dalam studi ekonomi teknik tergantung pada situasi dan keputusan yang dibuat.

1.1 Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Biaya-biaya tetap adalah biaya yang harus dikeluarkan per satuan waktu
(bulan, tahun,dll), yang tidak terpengaruh pada tingkat aktivitas. Misalnya:
asuransi, gaji manajemen umum dan administratif, biaya lisensi, biaya bunga
terhadap modal yang dipinjam, dll. Biaya-biaya variabel adalah biaya yang
dihubungkan terhadap pengoperasian yang secara total berubah-ubah sesuai
dengan banyaknya keluaran (output) atau ukuran ukuran tingkat kegiatan yang
lain. Sebagai contoh, biaya material dan biaya buruh yang digunakan dalam suatu
produk atau jasa.

Contoh Kasus

Sehubungan dengan pelapisan jalan baru, suatu kontraktor mempunyai


pilihan atas dua lokasi untuk mendirikan peralatan pencampur aspal. Kontraktor
memperkirakan bahwa akan diperlukan biaya $1,15 per yard kubik per mil (yd3-
mil) untuk mengangkut material pelapis aspal dari pabrik pencampur ke lokasi
kerja. Faktor-faktor yang berhubungan terhadap kedua lokasi alternatif adalah
sebagai berikut (biaya produksi untuk masing-masing lokasi sama):
Pekerjaan ini memerlukan 50.000 yd3 material pelapis campuran aspal.
Diperkirakan bahwa pekerjaan memerlukan waktu selama empat bulan (17
minggu dari 5 hari kerja per minggu). Bandingkan kedua lokasi dalam hal biaya-
biaya tetap, variabel, dan totalnya. Lokasi manakah yang terbaik?. Untuk lokasi
yang terpilih, berapa yard kubik material pelapis harus dikirim oleh kontraktor
sebelum mulai menghasilkan laba, jika untuk tiap yard kubik pengangkutan ke
lokasi kerja dibayar $8,05?

Penyelesaian:

Biaya tetap dan biaya variabel untuk pekerjaan ini dinyatakan pada tabel dibawah
ini.

Jadi lokasi B, dengan biaya tetap lebih besar, mempunyai biaya total lebih
kecil untuk pekerjaan ini. Kontraktor akan mulai mendaptkan laba pada titik
tempat pendapatan total sama dengan biaya total sebagi fungsi dari yd3 campuran
pelapis aspal yang dikirimkan.
Berdasarkan pada lokasi B, kita mendapatkan bahwa biaya variabel per
yard3 material yang dikirimkan = 4,3($1,15) = $4,95.
Biaya total = Pendapatan total.
Biaya tetap + variabel = Pendapatan total.
$53,160 + $4,95*X = $8,05* X
X = 17.149 yard3 yang dikirimkan.
Sehingga dengan menggunakan lokasi B, kontraktor ini akan mulai mendapatkan
laba dalam pekerjaan tersebut setelah mengirimkan 17.149 yd3 material.

1.2 Biaya berulang dan Biaya tidak berulang


Biaya berulang (recurring cost) adalah biaya-biaya yang bersifat repetitif
dan terjadi ketika organisasi menghasilkan barang atau jasa yang sama dengan
dasar yang kontinu. Biaya variabel adalah juga biaya berulang,karena biaya
tersebut berulangterhadap tiap satuan output. Akan tetapi biaya berulang tidak
hanya terbatas pada biaya variable saja. Biaya tetap yang dibayarkan dengan dasar
berulang adalah biaya berulang.

1.3 Biaya langsung, tidak langsung, dan Overhead


Biaya biaya langsung (direct cost) adalah bermacam-macam biaya yang
dapat diukur dan dialokasikan terhadap output atau aktivitas kerja tertentu. Biaya
tenaga kerja dan bahan yang dihubungkan secara langsung dengan produk, jasa,
atau aktivitas konstruksi adalah biaya langsung. Biaya biaya tidak langsung
(indirect cost) adalah bermacam macam biaya yang sulit untuk dimasukkan atau
dialokasikan terhadap output atau aktivitas kerja tertentu, contoh ,biaya peralatan
umum, alat tulis kantor, dan perawatan peralatan dalam pabrik diperlakukan
sebagai biaya tidak langsung. Overhead terdiri dari biaya pengoperasian yang
bukan merupakan biaya tenaga kerja langsung ataupun material langsung. Contoh,
biaya listrik, perbaikan umum, pajak kepemilikan, supervisi.

1.4 Biaya Standar


Biaya standar adalah biaya biaya representatif per satuan output yang
ditetapkan sebelum produksi atau penyampaian jasa sebenarnya.

1.5 Biaya Hangus (Sunk Cost)


Biaya hangus adalah biaya yang terjadi di masa lalu dan tidak relevan untuk
dipertimbangkan dalam memperkirakan biaya dan pendapatan di masa depan.
Biaya hangus lazim di setiap alternatif, dan bukan bagian dari arus kas di masa
depan sehingga dapat diabaikan dalam analisis ekonomi teknik.

1.6 Biaya kesempatan (opportunity cost)


Biaya kesempatan terjadi akibat penggunaan sumber-sumber daya yang
terbatas, seperti hilangnya kesempatan untuk mempergunakan sumber-sumber
daya itu dalam mendapatkan keuntungan keuangan dengan cara lain.

1.7 Biaya siklus hidup (life cycle cost)


Siklus hidup dapat dibagi menjadi dua periode waktu yang umum: fase akuisisi
dan fase operasi. Fase akuisisi dimulai dengan suatu analisis kebutuhan atau
keinginan ekonomis, perancangan dan perencanaan terinci untuk produksi atau
konstruksi. Pada fase operasi, terjadi produksi, distribusi, dan terminasi. Jadi salah
satu kegunaan konsep siklus hidup adalah untuk mengeksplisitkan efek-efek biaya
yang saling berhubungan sepanjang rentang hidup suatu produk.

1.8 Biaya siklus hidup (life cycle cost)


Siklus hidup dapat dibagi menjadi dua periode waktu yang umum: fase
akuisisi dan fase operasi. Fase akuisisi dimulai dengan suatu analisis kebutuhan
atau keinginan ekonomis, perancangan dan perencanaan terinci untuk produksi
atau konstruksi. Pada fase operasi, terjadi produksi, distribusi, dan terminasi. Jadi
salah satu kegunaan konsep siklus hidup adalah untuk mengeksplisitkan efek-efek
biaya yang saling berhubungan sepanjang rentang hidup suatu produk.

1.9 Titik Impas Produksi


Titik impas produksi merupakan titik temu antara pendapatan dari penjualan
versus biaya total. Untuk itu dalam analisis titik impas produksi biaya total
merupakan biaya tetap dan biaya variabel.
2. CASH FLOW

Pengertian
Cash flow (aliran arus)adalah sejumlah uang kas yang keluar dan yang
masuk sebagai akibat dari aktifitas perusahaan, dengan kata lain adalah aliran kas
yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan
serta berapa saldonya setiap periode.
Hal utama yang perlu diperhatikan yang mendasari dalam mengatur arus
kas adalah memahami dengan jelas fungsi dana uang yang kita miliki, kita
simpan atau investasikan. Secara sederhana fungsi itu terbagi menjadi beberapa
macam yaitu:
1. Fungsi likuiditas
Yaitu dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat
dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi
awal.
2. Fungsi anti inflasi
Yaitu dana yang disimpan guna menghindari resiko penurunan pada daya beli
dimasa datang dan dapat dicairkan dengan relatif cepat
3. Capital growth
Dana yang diperuntukan untuk penambahan perkembangan kekayaan dengan
jangka waktu relatif panjang.

Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat dibagi menjadi tiga
kelompok yaitu:
1. Aliran kas awal (Initial Cash Flow)
Merupakan aliran kas yang berkaitan dengan pengeluaranuntuk kegiatan investasi
misalnya: pembelian tanah, gedung biaya pendahuluan dsb. Aliran kas awal dapat
dikatakan aliran kas keluar (cash out Flow)
2. Aliran kas operasional (Operational Cash Flow)
Merupakan aliran kas yang berkaitan dengan operasional proyek seperti;
penjualan, biaya umum,dan administrasi. Oleh sebab itu aliran kas operasional
merupakan aliran kas masuk (cash in flow) dan aliran kas keluar (cash out flow)
3. Aliran kas akhir (Terminal Cash Flow)
Merupakan aliran kas yang berkaitan dengan nilai sisa proyek (nilai residu)
seperti nilai sisa modal kerja atau nilai sisa proyek lainnya yaitu
penjualanperalatan proyek

KETERBATASAN
Cash flow mempunyai keterbatasan-keterbatasan antara lain:
1. Komposisi penerimaan dan pengeluaran yang dimasukkan dalam cash flow hanya
yang bersifat tunai.
2. Perusahaan hanya berpusat pada target yang mungkin kurang fleksibel.
3. Apabila terdapat perubahan pada situasi internal ataupun eksternal dari
perusahaan dapat mempengaruhi estimasi arus kas masuk dan keluar yang
seharusnya diperhatikan, maka akan terhambat karena manager hanya akan
terfokus pada budjet kas, misalnya kondisi ekonomi sakarang yang kurang stabil,
terlambatnya customer dalam memenuhi kebutuhannya.

MANFAAT
Adapun kegunaan didalam menyusun estimasi cash flow dalam
perusahaan sangat berguna bagi beberapa pihak terutama manajemen,
diantaranya:
a) Memberikan seluruh rencana penerimaan kas yang berhubungan dengan
rencana keuangan perusahaan dan transaksi yang menyebabka perubahan kas.
b) Sebagian dasar untuk menaksir kebutuhan dana masa yang akan datang dan
memperkirakan jangka waktu pengembalian kredit.
c) Membantu manajer untuk mengambil keputusan kebijakan finansial.
d) Untuk kreditur dapat melihat kemampuan perusahaan untuk membayar kredit
yang diberikan kepadanya.

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN
Ada empat langkah dalam penyusunan cash flow:
1. Menentukan minimum kas
2. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran
3. Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan untuk
menutupi defisit kas dan membayar kembali pinjaman dari pihak ketiga
Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya
transaksi finansial dan budjet kas yang fina