Anda di halaman 1dari 12

WATER SOFTENING

WATER SOFTENING

Hard
water

SOFTEN Soft
ING water

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

KELOMPOK 4 Page 1
WATER SOFTENING

A. Jenis- Jenis Air


1. Air sadah (Hard Water)
Pengertian Air Sadah :
Merupakan salah satu impurities pada air yang mengarah pada
adanya ion-ion yang terlarut, biasanya Ca2+dan Mg2+ yang
diperoleh melalui kontak dengan batu karang dan sedimen-
sedimen dalam lingkungan. Ion-ion inilah yang memebrikan sifat
keras dalam air, sehingga disebut Hard Water atau Air Sadah.
Berikut merupakan sifat-sifat air sadah yang umum ;
a. Mengandung ion alkali tanah (Ca 2+dan Mg2+) dengan
kosentrasi tinggi
b. Berbuih sangat sedikit atau tidak berbuih jika ditambahkan
sabun
c. Mengendapkan sabun
d. Terasa lebih kesat ditangan

2. Air lunak (Soft Water)


Berikut merupakan sifat-sifat air lunak :
a. Mengandung ion alkali tanah (Ca 2+dan Mg2+) dengan
kosentrasi rendah
b. Memiliki banyak buih bila ditambahkan sabun
c. Larut dalam sabun
d. Terasa lebih licin ditangan

Tabel 1. Derajat Kesadahan Air


Derajat Kandungan Mineral
Kesadahan CaCO3 Ion Ca2+
(ppm) (ppm)
Air Lunak < 50 < 2,9
Air Agak 50 - 100 2,9 5,9
Sadah
Air Sadah 100 - 200 5,9 11,9
Air Sangat >200 > 11,9
Sadah
B. Jenis
jenis kesadahan

KELOMPOK 4 Page 2
WATER SOFTENING

Kesadahan pada air ini terbagi menjadi dua, yaitu kesadahan yang
bersifat sementara dan dapat dengan mudah dihilangkan serta
kesadahan yang sifatnya tetap sehingga sulit untuk dihilangkan.
a. Kesadahan semantara (bicarbonate hardness)
Kesadahan sementara disebabkan oleh kandungan garam
karbonat (HCO3-). Cara menghilangkan kesadahan
sementara dengan cara Pemanasan. Berikut ini adalah
contoh reaksinya
Ca(HCO3)2 CaCO3 + CO2 + H2O
heat
b. Kesadahan tetap (non-carbonate hardness)
Kesadahan disebabkan oleh kandungan garam-garam
seperti sulfat (SO42-), chlorida ( Cl-), nitrat, dll. Cara
menghilangkan kesadahan tetap dengan cara penambahan
soda ash (Na2CO3) berikut ini adalah contoh reaksinya
CaSO4 + Na2CO3CaCO3 + Na2SO4
C. Definisi Water Softening
Water Softening ialah salah satu langkah pengolahan air dengan
penurunan konsentrasi ion kalsium (Ca +) dan Magnesium (Mg+).
(Kurita Handbook of Water Treatment).
Jadi, Softening adalah proses mengubah sifat air, dari air sadah
(hard water) menjadi air lunak (soft water).

Hard
water

SOFTENING Soft
water
Gambar 1. Skema Definisi Softening

D. Tujuan Water Softening


Ada beberapa tujuan dari dilakukannya proses pelunakan air,
antara lain :
- Untuk mengurangi rasa dan bau pada air

KELOMPOK 4 Page 3
WATER SOFTENING

- Untuk mengurangi padatan total (suspended solid)


- Mengurangi timbulnya kerak

Ketiga hal tersebut di atas harus dihilangkan karena pada sistem


kerja di pabrik, hal itu dapat mengganggu kerja alat dan dapat
menyebabkan kerusakan alat dalam jangka waktu yang lama.

E. Metode Water Softening


Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk proses
pelunakan air (Water Softening). Secara garis besar, ada metode
Water Softening yaitu Chemical Water Softening dan
Mechanical Water Softening :

CHEMICAL WATER SOFTENING


Pada proses pelunakan air melalui metode kimiawi ini terbagi
lagi menjadi External dan Internal Water Softening.
a. External Softening dilakukan di luar sistem, penggunaan
external softening adalah untuk siklus boiler, siklus air
pendingin. Terdapat 2 proses softening dalam external
softening :
i. Cold process softening
ii. Hot process softening
b. Internal Softening dilakukan di dalam sistem, penggunaan
internal softening terutama pada siklus boiler
1. Cold process softening
a. Lime Softening
Penambahan lime ( Ca(OH)2), dengan jumlah yang
ekuivalen dengan jumlah bikarbonat yang ada yang akan
membentuk endapan kalsium karbonat. Berikut ini adalah
reaksinya
Ca(HCO3)2 + Ca(OH)2 2 CaCO3 + H2O
b. Lime soda softening
Softening pada kesadahan tetap kalsium dalam semua
bentuk garamnya, penambahan soda abu (Na 2CO3) pada
semua kesadahan non-karbonat akan menghasilkan
endapan CaCO3.berikut ini adalah reaksinya
CaSO4 + Na2CO3 CaCO3 + Na2SO4
c. Excess lime softening

KELOMPOK 4 Page 4
WATER SOFTENING

Softening pada kesadahan magnesium dalam bentuk


garamnya dengan karbonat/bikarbonat. Pada proses lime
softening tidak efektif diterapkan pada magnesium karena
akan terbentuk MgCO3 yang soluble/larut. Dengan
mengatur PH sekitar 11, akan dihasilkan reaksi yang dapat
mengendapkan magnesium. Berikut ini adalah reaksinya
Mg(HCO3)2 + Ca(OH)2 CaCO3 + MgCO3 + H2O
MgCO3 + Ca(OH)2 Mg(OH)2 + CaCO3
d. Excess lime soda softening
Softening pada kesadahan magnesium dalam bentuk
garamnya dengan karbonat/bikarbonat. Proses meliputi
penggunaan lime dan abu soda dimana akan terbentuk
beberapa endapan hasil softening sehingga akan terbentuk
limpur dengan volume yang isgnifikan. Akan tetapi dengan
cara ini lime dapat di recovery dengan memadatkan
lumpur CaCO3 dan mencairkannya dengan air. Berikut ini
adalah reaksinya
CaCO3CaO + CO2
CaO + H2O Ca(OH)2
Dengan cara ini lime yang dapat dihasilkan dapat melebihi
kebutuhan unutk softening sendiri sekaligus memecahkan
problem buangan lumpur.

2. Hot Proces softening


Hot process softening sangan efektif untuk menurunkan
kesadahan air Direct contact
Vent condenser
a. Hot process Lime-Soda softening Vent
Inlet control
Efektif untuk menghilangkan silika Steamuntuk
inlet BFW (air yang
hardness-nya sudah rendah). Pengurangan Overflow hardnessnya
hanya sampai 10 30 ppm Wash-water return
b. Hot process Phospate softening Treated-water outlet
Dilakukan dengan penambahan di/tri sodium phofat, suhu
operasi softening dilakukan pada Washsuhu 100
water to filter C (212 F).

Penurunan
Raw water inlet hardness dapat mencapai Zero Hardness
pengaplikasian pada BFW untuk boiler bertekanan tinggi.
Sludge
meter

timer
To boiler

Sludge
blowof
KELOMPOK 4 Page 5
Chemical feed To waste Wash Filter
pump
WATER SOFTENING

Gambar 2. Hot Proccess Softening

Secara garis besar, skema pelunakan air pada proses water


treatment dapat digambarkan sebagai berikut :

Kelebihan dari proses Lime Soda Softening adalah sebagai berikut :


Hasil dari proses yang dilakukan memuaskan. Dalam arti
dengan biaya yang semurah mungkin akan menghasilkan
penurunan tingkat kesadahan air yang memuaskan.

KELOMPOK 4 Page 6
WATER SOFTENING

Bahan yang digunakan mudah didapat. Persediaan CaO


sebagai tambang dolomit yang banyak terdapat di alam.
Kemampuan remove Ca dan Mg cukup baik.
Sludge yang dihasilkan masih mempunyai nilai ekonomis.

MECHANICAL WATER SOFTENING


Ada 4 metode yang terdapat dalam Mechanical Water Softening
1. Ion Exchange Softening
2. Reserve Osmosis
3. Electrodialysis
4. Distillation
5. Freezing
Berikut akan dibahas satu per satu mengenai metode-metode
dalam Mechanical Water Softening :
1.Ion Exchange Softening
Dalam proses pertukaran ion ini, ion dipindahkan dari larutan
ke penukar ion (exchanger) sehingga terjadi elektronetralitas
(jumlah muatan yang diserap = jumlah muatan yang
dilepaskan).
Mekanisme proses :
- Proses Softening : Ion kalsium dan magnesium ditukar
dengan ion natrium sampai resin mencapai kondisi jenuh

CaCO3 + 2R-Na R2-Ca + Na2CO3


MgCO3 + 2R-Na R2-Mg + Na2CO3

- Proses Recharge : Ketika resin jenuh, resin diregenerasi


kembali ke dalam bentuk natriumnya dengan
menggunakan larutan garam dengan pH antara 6-8
R2-Ca + 2NaCl 2R-Na + CaCl2
R2-Mg +2NaCl 2R-Na + CaCl2

KELOMPOK 4 Page 7
WATER SOFTENING

Gambar 3. Mekanisme Ion Exchange

Resin merupakan polimer organik maupun anorganik yang


digunakan sebagai penukar ion (kation atau anion) dari fase
larutan.
Resin penukar ion terdiri dari dua, yaitu Resin Kation dan
Resin Anion. Resin Kation : Melepaskan ion positif pada
resin (misalnya mobile H+ atau Na+) untuk ditukar dengan
kandungan unsur kation pada air. Sedangkan Resin Anion :
Melepaskan ion negatif (OH- atau Cl-) untuk ditukar dengan
kandungan unsur anion pada air.
Faktor pemilihan resin antara lain :
- Kapasitas penukar harus banyak
- Selektivitas : Harus selektiv terhadap ion-ion
tertentu
- Ukuran partikel dan distribusi ukuran
- Stabilitas kimia dan fisika
- Regenerasi

Kelebihan menggunakan metode Ion Exchange


1. Dapat menghilangkan unsur anorganik dengan baik
2. Bisa diregenerasi kembali
3. Jenis resin yang bervariasi sehingga dapat digunakan untuk
menghilangkan kontaminan tertentu
4. Untuk kualitas air baku TDS < 500 ppm merupakan pilihan
investasi dan operasi yang lebih murah.

KELOMPOK 4 Page 8
WATER SOFTENING

Kekurangan menggunakan metode Ion Exchange :


1. Semakin tinggi TDS, semakin mahal biaya operasi
2. Sensitif terhadap keberadaan unsur lain dengan polaritas sama
3. Media resin berpotensi menjadi perkembangan bakteri
4. Lemah terhadap fluktuasi kualitas air

2. Reserve Osmosis
Merupakan pengolahan air dimana garam-garam terlarut,
seperti natrium klorida, kalsium karbonat, dan kalsium sulfat
dipisahkan dari air menekan air melalui membran
semipermeabel dengan tekanan tinggi. Air berdifusi melalui
membran dan garam-garam terlarut akan tetap berada di
belakang permukaan membran.

Gambar 4. Reserve Osmosis

Tahapan pada Reserve Osmosis adalah :


1. Pengolahan awal (pre-treatment)
menghilangkan padatan tersuspensi
menyesuaikan pH operasi
menambahkan inhibitor untuk control scaling

KELOMPOK 4 Page 9
WATER SOFTENING

2. Pemberian Tekanan
Air umpan dinaikkan tekanannya agar sesuai dengan
membran dan kadar garam air umpan
3. Separasi membran
Melewatkan air umpan ke membran
semipermeabel dengan hasil berupa air bersih yang disebut
permeate, dan yang tertahan pada membran disebut
concentrate.
4. Stabilisasi
Air produk disesuaikan pHnya terlebih dahulu sebelum
ditransfer ke sistem distribusi

Kelebihan Menggunakan metode Reserve Osmosis:


- Proses RO tergolong mudah
- Biaya instalasi rendah
- Tanpa material non-metalik dalam konstruksi
- Teknologi RO dapat digunakan untuk menghilangkan
kontaminan
organik maupun inorganik
- Tidak mempunyai dampak terhadap lingkungan
Kekurangan Menggunakan Metode Reserve Osmosis :
- Membran sensitif atau tidak efisien bila digunakan
berlebihan
- Air umpan harus diolah terlebih dahulu untuk
menghilangkan
partikulat-partikulat
- Ada kemungkinan terjadi pertumbuhan bakteri pada
membran itu
Sendiri

3.Electrodialysis
Pelunakkan dengan cara ini air dilewatkan diantara dua plat
dengan muatan listrik. Metal-metal di dalam air ditarik ke
plat dengan muatan negatif sementara yang non metal
ditarik ke plat dengan muatan positif. Kedua jenis ion ini
dapat ditangani dengan plat. Electrodialysis sering digunakan
pada air yang sangat sadah, dengan kesadahan lebih dari
500 mg/L sebagai CaCO3.
Kelebihan Menggunakan Metode Electrodialysys:

KELOMPOK 4 Page 10
WATER SOFTENING

- Proses ini menghasilkan recovery yang lebih banyak


sehingga hemat bahan baku
Kekurangan Menggunakan Metode Electrodialysis:
- Membutuhkan tenaga operator yang banyak.
- Membutuhkan energi yang banyak (biaya mahal).
- Biaya pengadaan dan perawatan alat mahal.
- Membutuhkan double treatment untuk bahan baku yang
akan diproses

4.Distillation
Pelunakkan dengan cara ini dilakukan dengan penguapan air.
Air yang diuapkan meninggalkan semua senyawa kesadahan,
sehingga air yang dihasilkan menjadi lunak.
Kelebihan Menggunakan Metode Distillation :
- Proses ini menghasilkan air dengan tingkat kesadahan
yang rendah.
Kekurangan Menggunakan Metode Distillation :
- Membutuhkan tenaga operator yang banyak.
- Membutuhkan energi yang banyak (biaya mahal).
- Biaya pengadaan dan perawatan alat mahal.

5.Freezing

Gambar 5. Metode Freezing

Pembekuan air juga dapat digunakan untuk menurunkan


kesadahan.
Kelebihan Menggunakan Metode Freezing :
- Proses ini menghasilkan air dengan tingkat kesadahan
yang rendah.
Kekurangan Menggunakan Metode Freezing :

KELOMPOK 4 Page 11
WATER SOFTENING

- Membutuhkan tenaga operator yang banyak


- Membutuhkan energi yang banyak (biaya mahal).

KELOMPOK 4 Page 12

Anda mungkin juga menyukai