Anda di halaman 1dari 5

PERBEDAAN DAN PERSAMAAN TEORI PIAGET DAN

VYGOTSKY

Pada prinsipnya proses belajar yang dialami manusia berlangsung


sepanjang hayat, artinya belajar adalah proses yang terus-menerus, yang
tidak pernah berhenti dan terbatas pada dinding kelas. Hal ini didasari
pada asumsi bahwa di sepanjang kehidupannya, manusia akan selalu
dihadapkan pada masalah-masalah, rintangan-rintangan dalam mencapai
tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan ini. Prinsip belajar sepanjang
hayat ini sejalan dengan empat pilar pendidikan universal seperti yang
dirumuskan UNESCO, yaitu: (1) learning to know, yang berarti
juga learning to learn; (2) learning to do; (3) learning to be, dan
(4) learning to live together.
Dari Berbagai teori belajar akan dibahas persamaan dan perbedaan Teori
Piaget dan Teori Bruner, sebelum itu akan dibahas sekilas Teori Piaget dan
Teori Bruner seperti dibawah ini:
1. Teori Piaget
Menurut Piaget perkembangan kognitif pada anak secara garis besar
terbagi empat periode yaitu: periode sensori motor ( 0 2 tahun), periode
praoperasional (2-7 tahun), periode operasional konkrit (7-11 tahun), dan
periode operasi formal (11-15) tahun.
Sedangkan konsep-konsep dasar proses organisasi dan adaptasi intelektual
menurut Piaget yaitu: skemata (dipandang sebagai sekumpulan konsep);
asimilasi (peristiwa mencocokkan informasi baru dengan informasi lama
yang telah dimiliki seseorang; akomodasi (terjadi apabila antara informasi
baru dan lama yang semula tidak cocok kemudian dibandingkan dan
disesuaikan dengan informasi lama); dan equilibrium (bila keseimbangan
tercapai maka siswa mengenal informasi baru). Teori perkembangan
Piaget mewakili konstruktivisme, yang memandang perkembangan
kognitif sebagai suatu proses di mana anak secara aktif membangun sistem
makna dan pemahaman realitas melalui pengalaman-pengalaman dan
interaksi-interaksi mereka.
Implikasi Terhadap Pendidikan: Teori Piaget membahas kognitif atau
intelektual.
Perkembangan intelektual erat hubungannya dengan belajar, sehingga
perkembangan intelektual ini dapat dijadikan landasan untuk memahami
belajar.
Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran adalah :
a. Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena
itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara
berfikir anak.
b. Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan
dengan baik. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan
lingkungan sebaik-baiknya.
c. Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak
asing.
d. Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya.
e. Di dalam kelas, anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling
berbicara dan diskusi dengan teman-temanya.
2. Teori Vygotsky
Pakar psikologi lain, Vygotsky (1962, 1978), memberikan pandangan
berbeda dengan Piaget terutama pandangannya tentang pentingnya faktor
sosial dalam perkembangan anak. Vygotsky memandang pentingnya
bahasa dan orang lain dalam dunia anak-anak. Meskipun Vygotsky dikenal
sebagai tokoh yang memfokuskan kepada perkembangan sosial yang
disebut sebagai sosiokultural, dia tidak mengabaikan individu atau
perkembangan kognitif individu. perkembangan bahasa pertama anak
tahun kedua di dalam hidupnya dipercaya sebagai pendorong terjadinya
pergeseran dalam perkembangan kognitifnya. Bahasa memberi anak
sebuah alat baru sehingga memberi kesempatan baru kepada anak untuk
melakukan berbagai hal, untuk menata informasi dengan menggunakan
simbol-simbol. Anak-anak sering terlihat berbicara sendiri dan mengatur
dirinya sendiri ketika ia berbuat sesuatu atau bermain. Ini disebut
sebagai private speech. Ketika anak menjadi semakin besar, bicaranya
semakin lirih, dan mulai membedakan mana kegiatan bicara yang
ditujukan ke orang lain dan mana yang ke dirinya sendiri.
Menurut Vygotsky, pertama-tama anak melakukan segala sesuatu
dalam konteks sosial dengan orang lain dan bahasa membantu proses ini
dalam banyak hal. Lambat laun, anak semakin menjauhkan diri dari
ketergantungannya kepada orang dewasa dan menuju kemandirian
bertindak dan berpikir. Pergeseran dari berpikir dan berbicara nyaring
sambil melakukan sesuatu ke tahap berpikir dalam hati tanpa suara disebut
internalisasi. Menurut Wretsch (dalam Helena, 2004) internalisasi bagi
Vygotsky bukaNnya transfer, melainkan sebuah transformasi. Maksudnya,
mampu berpikir tentang sesuatu yang secara kualitatif berbeda dengan
mampu berbuat sesuatu. Dalam proses internalisasi, kegiatan interpersonal
seperti bercakap-cakap atau berkegiatan bersama, kemudian menjadi
interpersonal, yaitu kegiatan mental yang dilakukan oleh seorang individu.
Teori Vygotsky tentang Zone of Proximal Development menekankan
betapa perang guru sangat dibutuhkan dalam rangka terjadinya
pembelajaran yang optimal. Dikatakan bahwa anak atau siswa memiliki
kapasitas atau potensi untuk belajar sendiri (seperti teori Piaget), tetapi
belajar yang optimal terjadi karena anak mendapat pertolongan dari orang
dewasa yang ada di sekitarnya. Pembelajaran terjadi karena adanya
interaksi dengan lingkungan sosialnya. Penelitian Halliday mengenai
bagaimana anak kecil ber(tukar) makna (learning how to mean)
memberikan ilustrasi yang bernilai terhadap teori Vygotsky ini.
Persamaan Teori belajar Piaget danVygotsky:
1) Teori Piaget dan Teori Vygotsky sama-sama menekankan bahasa dalam
perkembangan kognitif.
2) Teori Piaget dan Teori Vygotsky setuju bahwa perkembangan kognitif
terjadi secara bertahap dan dicirikan dengan gaya berpikir yang berbeda-
beda
3) Anak tetap dilibatkan dalam pembelajaran aktif, guru harus secara aktif
mendampingi setiap kegiatan anak-anak.
4) Piaget dan Vygotsky merupakan dua tokoh utama konstruktivisme. Kedua
tokoh ini memandang bahwa peningkatan pengetahuan merupakan hasil
konstruksi pembelajaran dari pembelajar, bukan sesuatu yang disuapkan
dari orang lain.
5) Kedua tokoh ini juga berpendapat bahwa belajar bukan semata pengaruh
dari luar, tetapi ada juga kekuatan atau potensi dari dalam individu yang
belajar.
6) Dalam telaahnya Vygotsky atas tahun-tahun pertama masa kanak-kanak,
ia membahas pikiran non-linguistik. Hal ini hamper mirip dengan Piaget
yang menyatakan tentang aktivitas sensomotorik juga terjadi pada masa
kanak-kanak.

Perbedaan Teori belajar Piaget dan Vygotsky:


Teori Belajar Piaget Teori Belajar Vygotsky
Perkembangan koginisi berkaitan Perkembangan kognisi sangat
dengan gagasan anak-anak yang terkait dengan masukan dari orang
terlibat aktif, mencari pengetahuan. lain.
anak-anak tidak hanya replika Anak-anak berpikir kompleks,
miniatur dari orang dewasa, tetapi melalui interaksi sosial antara anak-
sebenarnya berbeda jalan anak dan orang dewasa di sekitar
pikiran/pandangan mereka tentang mereka, anak-anak akan
menafsirkan dunia. berinteraksi dengan orang lain baik
teman sebaya, orang tua dan guru.
Perkembangan pikiran terjadi Perkembangan pikiran tergantung
secara bertahap tergantung pada pada bahasa dan budaya.
kematangan alami.
Anak harus siap dengan kemajuan Anak-anak tidak harus siap dengan
kognitif dalam pembelajaran kemajuan tetapi harus diberi
mereka. Kesiapan belajar adalah kesempatan untuk terlibat dalam
konsep utama dalam pendidikan. masalah melampaui kemampuan
mereka saat ini asalkan tetap berada
pada zona perkembangan proksimal
mereka.
Piaget memandang bahwa diri anak Vigotsky memandang bermain
akan bisa berkembang secara sebagai faktor atau sarana yang
kognitif secara sendirinya sesuai sangat penting dalam belajar
dengan tahapan umur.
Penggunaan orang yang lebih Penggunaan orang lain yang lebih
kompeten bukan merupakan kompeten dipandang sebagai
konsep utama dari teori ini, tetapi bagian yang fundamental dari
peran guru sangat penting. perkembangan kognitif anak.
Teori piaget membagi tahapan- teori Vygotsky lebih banyak
tahapan sensorimotor yang berlaku menekankan aspek pembangunan
pada awal kelahiran kanak-kanak sosial dan budaya, Beliau juga
sehingga berusia dua tahun. menekankan proses-proses
Peringkat ini merupakan situasi perkembanganmental seperti
yang baru bagi kanak-kanak dalam ingatan, pemerhatian, sistem
perkembangan kognitif mereka matematik dan alat-alat dalam
yang mana mereka menggunakan proses mengingatsesuatu perkara
deria dan pergerakan fizikal
untuk mempelajari tentang
persekitarannya.