Anda di halaman 1dari 48

RANCANGAN PROGRAM PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN

BAGI KARYAWAN BERTALENTA


Peran Latar Belakang Budaya Untuk Pengembangan Befikir Strategis

Kelompok 1

Ardhian Dwi Hastayoga

Angga Swasdita

Ahmad Johan

Ahmad Nofriyanto

MAGISTER MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

YOGYAKARTA

2016

i
PERNYATAAN ANTI PLAGIARISME

Kami yang bertanda tangan dibawah ini dengan sebenar-benarnya menyatakan bahwa
RP3KBT yang kami susun tanpa tindakan plagiarisme sesuai dengan peraturan yang
berlaku di Universitas Islam Indonesia.

Jika dikemudian hari ternyata kami melakukan tindakan plagiarisme, kami akan
bertanggung jawab sepenuhnya dan menerima konsekuensi atau sanksi yang akan
dijatuhkan oleh Universitas Islam Indonesia Kepada kami.

Yogyakarta, Februari 2017

Ahmad Nofriyanto

Angga Swasdita

Ahmad Johan

Ardian dwi Hastayoga

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur selalu kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan
rahmat, taufik dan hidayah-Nya , sehingga kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan
tugas untuk menyusun rancangan program pelatihan dan pengembangan bagi karyawan
bertalenta (RP3KBT). Semoga rancangan ini bisa bermanfaat bagi kami kelompok penyusun dan
bagi orang lain. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada dosen kami Dra. Trias Setiawati,
M.Si yang telah memberikan kami kesempatan untuk menyusun RP3KBT yang sangant
bermanfaat ini.

Penyusunan RP3KBT ini sebagai syarat kelulusan mata kuliah Berfikir Strategis. Dari
hasil penyusunan ini dapat membantu kita untuk mengembangkan pemikiran strategis kami
dalam anggota kelompok. Judul RP3KBT kami yang pertam ini berjudul Peran Latar Belakang
Budaya Untuk Pengembangan Befikir Strategis. Hasil dari RP3KBT ini memberikan kami
pengetahuan bahwa budaya merupakan faktor yang cukup harus diperhatikan dalam proses
belajar berfikir strategis.

Kesempurnaan hanya milik Allah SWT, sehingga pastinya dalam penyusunan ini
masihterdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Kami mengharapkan seluruh pihak dapat
memberikan saran dak kritikan. Terima Kasih.

Yogyakarta, Februari 2017

Kelompok 1

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................................................ i

PERNYATAAN ANTI PLAGIARISME ................................................................................ii

KATA PENGANTAR ............................................................................................................iii

DAFTAR ISI........................................................................................................................... iv

RINGKASAN EKSEKUTIF .................................................................................................. vi

I. PENDAHULUAN .......................................................................................................... 1
A. Latar Belakang .......................................................................................................... 2
B. Rumusan Masalah..................................................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan....................................................................................................... 2
D. Manfaat Penelitian .................................................................................................... 2
E. Data Yang Diperlukan .............................................................................................. 2
F. Metode Pengambilan Data........................................................................................ 2
G. Tehnik Analisis data ................................................................................................. 2
II. GAMBARAN KUALITAS SDM INDONESIA DALAM BIDANG STRATEGIC
THINKING ..................................................................................................................... 3
III. GAMBARAN ANGGOTA KELOMPOK DAN KUALITAS ANGGOTA DIBIDANG
STRATEGIC THINKING .............................................................................................. 4
1. Ahmad Nofriyanto .................................................................................................... 5
2. Angga Swasdita ........................................................................................................ 5
3. Ardian Dwi Hastayoga.............................................................................................. 5
4. Ahmad Johan ............................................................................................................ 5
IV. ANALISI PERMASALAHAN....................................................................................... 6
A. Analisi Eksternal....................................................................................................... 6
B. Analisi Internal.......................................................................................................... 6
C. Masalah Kualitas Anggota Kelompok ...................................................................... 8
D. Urutan Prioritas Masalah yang harus Ditindaklanjuti............................................... 8

iv
V. KAJIAN PUSTAKA....................................................................................................... 9
A. Acuan Penelitian Terdahulu...................................................................................... 9
B. Landasan Teori........................................................................................................ 11
VI. TUJUAN PR3KBT ....................................................................................................... 14
VII. ALTERNATIF USULAN PR3KBT............................................................................. 15
VIII. PROPOSAL PROGRAM ............................................................................................. 17
Judul Program ............................................................................................................... 17
Pendahuluan.................................................................................................................. 17
Tujuan Pelatihan ........................................................................................................... 18
Hasil Yang diharapkan.................................................................................................. 18
Sasaran program............................................................................................................ 18
Uraian keunggulan ........................................................................................................ 18
Uraian kelemahan ......................................................................................................... 18
IX. REKOMENDASI PROSES IMPLEMENTASI PR3KBT ........................................... 19
X. KESIMPULAN DAN SARAN..................................................................................... 21
XI. DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 22
XII. LAMPIRAN.................................................................................................................. 23

v
RINGKASAN EKSEKUTIF

Kami dari kelompok satu menyusun RP3KBT dengan Judul Peran Latar Belakang
Budaya Untuk Pengembangan Befikir Strategis. Dalam penulisan proposal ini kami melhiat
budaya merupakan fator yang cukup peting dalam proses pembelajaran berfiki strategis.
Meskipun begitu budaya hanya menjadi faktor yang membuat pola sesorang individu yang
berbeda-beda namun setiap orang dapat belajar untuk berfikir strategis tanpa harus melihat latar
belakang budaya.

Metode yang kami gunakan adalan metode kualitatif. Muesioner dengan memberikan
pertanyaan-pertanyaan berupa pengambilan keputusan yang mengharus mereka melihat dari latar
belakang budaya. dari gambaran kualitas sdm kami yang berbeda-beda budaya terjadi beberapa
gesekan karena satu dengan yang lain masih memangdang seseorang dari latar belakang budaya.

Hasil dari wawancara yang kami lakukan mnerangkan bahwa setiap anggota terlihat
memiliki latar belakang budaya yang berbeda yang membuat tanggapan mereka pun berbeda-
beda. Setap dari mereka memiliki cara tersendiri untuk mengahadapi suatu masalah tetapi ada
juga yang hanya diam saja dan menerima arahan dari atasan saat terjadi suatu masalah dalam
suatu perusahaan.

Alternatif program yang kamri berikan berupa seminar sekaligus dengan pelatihan.
Karena, melalui seminar merka bisa mengetahui dasar-dasar bahwa budaya merupakan hal yang
penting dalam proses berfikir strategis. Kemudian pada pelatihan kami mencoba untuk
menerapkan Lima Atribut Kritis untuk membuat setiap individu memiliki cara pandang yang
berbeda dalam proses berfikir stratetegis.

vi
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansakerta yaitu buddayah, yang merupakan
bentuk jamak dari kata Buddhi ( budi atau akal), dari pengertian ini budaya diartikan sebagai hal-
hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Didalam bahasa inggris, budaya disebut
dengan istilah Culture yang berasal dari bahasa latin yakni Colere, yaitu mengolah atau
mengerjakan, atau bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Namun dalam
konteks ini, budaya merupakan suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki oleh suatu
kelompok orang, kemudian diwariskan dari generasi kegenarasi selanjutnya.
(www.wikipedia.com)

Diantara unsur-unsur yang membentuk budaya adalah agama, politik, adat istiadat,
bahasa, perkakas, pakaian, bangunan dan karya seni. Dalam hal ini budaya merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya
sebagai warisan genetis. Dalam hal ini budaya bersifat kompleks, abstrak dan luas. Banyak aspek
budaya menentukan prilaku komunikatif. Unsure penyebaran social budaya saat ini telah
menyatu dalam suatu aktivitas masyarakat umumnya. Karena dalam hal ini seseorang akan
berkomunikasi dengan orang lain dengan budaya yang berbeda.

Menurut para ahli secara umum, memberikan definisi mengenai budaya, diantara
pengertian budaya adalah mengatur manusia agar dapat mengerti bagaimana seharusnya
bertindak, berbuat dan menentukan sikapnya kalau mereka berhubungan dengan orang lain.
Dalam kaitannya dengan proses berfikir strategi, budaya merupakan suatu sarana dalam
keberhasilan perusahaan. Disini budaya memiliki peran yang melengkapi pemikiran strategis,
namun untuk memudahkan dalam hal interaksi, maka dibutuhkan pula komunikasi yang baik
dalam memahamu perbedaan budaya itu.
Dalam Cera Prodution terdiri dari beberapa orang karyawan yang berbeda-beda latar
belakang. Dari perbedaan latar belakang ini menimbulkan perbedaan pandangan terhadap
keputusan-keputusan yang diambil atau pendapat dari beberapa karyawan. Masih ada juga
karyawan yang memandang karyawan ain dari latar belakang budaya yang dimiliki orang
karyawan lain.

1
B. RUMUSAN MASALAH.
Dari pengertian singkat diatas, maka kami merumusan masalah yang kami uraikan
adalah.
1. Bagaiman peran latar belakang budaya dalam pengembangan berpikir strategi?
2. Bagaimana peran budaya bisa dalam mempengaruhi untuk berpikir strategi?
3. Sejauhmana hubungan budaya dan proses pemikiran strategi?
C. TUJUAN PENULISAN
Dari pemaparan diatas dengan rumusan masalah yang telah dijelaskan, yang menjadi
tujuan penulisan ini mengenai kemampuan mengkoordinir intuisi dan analisis untuk pembuatan
pengambilan keputusan adalah
1. Untuk mengetahui peran budaya dalam proses pemikiran strategi
2. Untuk mengetahui seberapa penting peran budaya dalam proses pemikiran strategi
3. Menggali lebih dalam lagi mengenai budaya dan berpikir strategi
D. MANFAAT PENULISAN
Adapun manfaat yang diperoleh dalam penulisan RP3KBT 3 ini antara lain adalah
1. Diharapkan Mahasiswa/i bisa mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dalam
matakuliah berpikir strategis.
2. Untuk memperluas wawasan dan pandangan terhadap budaya yang mempengaruhi proses
pemikiran strategi
E. DATA YANG DIPERLUKAN
Dalam Penyusunan RP3KBT 4 , kelompok kami menggunakan data Primer, yaitu dengan
mengumpulkan data dengan menggunakan melalui, angket, wawancara, CV, yang dimana teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan
tertulis kepada responden untuk dijawab, dan angket yang di ajukan berupa pertanyaan sehingga
responden hanya perlu menjawab saja.

F. TEKNIS ANALISIS
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Deskriptif
Persentase. Metode ini digunakan untuk mengkaji variabel yang ada pada penelitian yaitu
kepekaan intuisi anggota kelompok.

2
II. Gambaran kualitas SDM di Indonesia di bidang Strategic Thingking

Indonesia merupakan dengan kekayaan alam melimpah, populasi manusia yang tinggi,
dan juga memiliki kebudayaan yang beraneka ragam. Keaneka ragaman budaya indonesia dapat
dilihat dari banyaknya suku bangsa, agama, bahasa, adat istiadat, makanan, hingga etnis.
Budaya-budaya tersebut memiliki perbedaan mendasar dari segi bagaimana mereka dalam
melakukan sesuatu, termasuk dalam pengambilan keputusan.

Budaya dan nilai yang terdapat di Indonesia banyak mempengaruhi pengambilan


keputusan oleh pemerintah negara Indonesia. Gotong royong yang menjadi ciri khas kepribadian
Indonesia juga tercermin dalam perumusan Pancasila yang tidak hanya melihat satu sisi
mayoritas bangsa Indonesia, tetapi juga memikirkan tentang persatuan bangsa Indonesia. Gotong
royong juga menimbulkan pemikiran tentang koperasi yang bermaksud untuk mensejahterakan
rakyat Indonesia itu sendiri. Pemikiran founding fathers Indonesia dalam mengambil keputusan
yang bertujuan untuk kebaikan bangsa Indonesia sendiri seharusnya bisa terus dikembangkan
sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju, karena kebijakan-kebijakan tersebut
sudah sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia sendiri.

Dalam prakteknya budaya mengambil peran dalam pengambilan keputusan. Contoh


seperti masyarakat jawa dengan budaya manut nya. Dalam penelitian yang dilakukan Gugus
Adab, dkk, pada tahun 2012 yang berjudul Budaya Manut Dalam Pengambilan Keputusan di
Jawa dengan subyek masyarakat Solo dan informan para mahasiswa ditemukan bahwa
responden merasa dirinya ditengah-tengah antara sosok manut dan tidak manut. Kecenderungan
responden menjawab fenomena manut dalam pengambilan keputusan adalah dengan manut
atasan atau keputusan terbanyak dan teman. Sedangkan sosok yang paling menjadi panutan
adalah orang tua, dan dampak dari manut adalah hasil yang diinginkan tidak sesuai harapan.

Meskipun contoh di atas tidak dapat dijadikan acuan bahwa secara keseluruhan Budaya
di Indonesia berpengaruh terhadap berpikir strategis atau tidak, namun fakta tersebut
membuktikan bahwa budaya masih memiliki peran dalam pengambilan keputusan.

3
III. Gambaran Anggota Kelompok dan Kualitas Anggota di Bidang Strategic Thinking

Cera Production merupakan perusahaan kreatif yang didirikan oleh profesional muda
periklanan. Kami percaya program marketing yang hebat harus didukung oleh media yang tepat
dan disukai oleh target audience. Cera telah melayani banyak perusahaan ternama, lembaga
pemerintah, dan organsiasi masyarakat di Indonesia.

Kami selalu mengembangkan sistem manajemen produksi, ekplorasi bahan baku, dan
desain untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dan dinamika Audience di wilayah Asia
Tenggara. Kualitas produk dan layanan Kami mengantarkan Cera sebagai mitra perusahaan
nasional hingga internasional seperti Garuda Indonesia, Pertamina, BANK BRI, PT.Kaltim
Prima Coal, Bank BTPN, Bank Indonesia, dan lain-lain.
Visi
Menjadi Perusahaan Merchandise Terdepan di Asia Tenggara.
Misi
Memproduksi material promosi berbiaya rendah sehingga semua perusahaan dapat
berpromosi.
Mempertahankan produk berkualitas tinggi dan menjadikan teknologi sebagai alat untuk
mengurangi pembiayaan dan meningkatkan kualitas layanan
Menjadi perusahaan ternyaman untuk setiap karyawan.

4
a. Ahmad Nofriyanto
Anggota kelompok dengan latar belakang akademik dibidang akuntansi. Dalam tugas ini
saudara Ahmad berperan sebagai Manager Keuangan. Saudara Ahmad berasal dari
Gorontalo. Pada umunya masyarakat Gorontalo adalah orang-orang yang ramah dan sopan
santun dan ma membantu sesame manusia. Sifat masyarakat Gorontalo tersebut tercermin
dalam pribadi saudara Ahmad dimaan suka menolong rekan kerjanya yang sedang
mengalami kesulitan.

b. Angga Swasdita
Anggota kelompok dengan latar belakang akademik dibidang pendidikan. Dalam tugas ini
berperan sebagai HRD. Saudara Angga berasal dari Kota Klaten. Klaten merupakan salah
kota yang berada di Jawa Tengah. Masyarakat Jawa pada umunya mudah unuk berbaur dan
sangat ahli dalam bersosialisasi. Selain itu sangat sopa dan menjunjung tinggi etika dan
sopan santun, sebagaai contoh ketika berjalan melewati orang banyak selalu sedikit
membungkukkan badan dengan mengatakan permisi. Sebagai orang Jawa, saudara Angga
mememiliki sifat tenang dan suka mengalah

c. Ardian Dwi Hasta Yoga


Anggota kelompok dari latar belakang bidang computer. Dalam tugas ini berperan sebagai
Kepala R&D perusahaan. Saudara Ardian berasal dari Ambarawa, Semarang. Sebagai
pribadi orang Semarang, saudra Ardian memimiliki sifat yang mirip dengan saudara Angga,
yaitu selalu bersikap santun dan senang untuk bersosialisasi. Namun lebih terbuka terhadap
ha-hal yang tidak disukai

d. Ahmad Johan
Anggota kelompok dari latar belakang bidang manajemen. Dalam tugas ini berperan sebagai
Manajer Pemasaran. Saudara Johan berasal dari Bandung.Dalam diri orang sunda ada
filosopi Somah Hade ka Smah yang artinya ramah, bersikap baik, menjaga, menjamu
dan membahagiakan setiap tamunya atau setiap orang. Selain itu sifat yang humoris yang
tinggi terkadang menjadikan orang sunda sebagai pusat perhatian.

5
IV. Analisis Permasalahan
a. Analisis Eksternal
Budaya merupakan salah satu factor yang memiliki pengaruh terhadap kehidupan
social. Kaitannya adalah kebudayaan mencakup perbuatan, aktivitas sehari-hari yang
dilakukan oleh suatu individu. Dalam menjalani aktitivisyas sehari-hari tersebut pastinya
tidak lepas dengan pola pergaulan dan cara berpikir dalam masyarakat. Dalam konteks
perusahaan, karyawan yang memiliki lata belakang Budaya yang berbeda akan memiliki pola
pergaulan yang berbeda. Seperti halnya dalam kelompok kami memiliki latar belkang
kebudayaan yang berbeda-beda. Ada yang berasal dari Gorontalo, Bandung, Klaten dan
Ambarawa. Selain itu latar belakang pendidikan tidak seluruhnya berasal dari bidang
manajemen, namun ada juga yang berasal dari akuntansi dan manajemen. Gambaran setiap
anggota kelompok mewakiliki gambaran budaya yang ada di Indonesia.
Situasi yang diharapkan adalah dengan adanya perbedaan budaya ini diharapkan
bukan menjadi alasan dalam proses mempelajari cara untuk berpikir strategis. adanya
perbedaan kebudayaan ini diharapkan untuk menjadi motivasi anggota kelompok dalam cara
berpikir, sehingga setiap anggota kelompok mampu berpikir secara strategis

b. Analisis Internal
Analisis internal dilakukan pada anggota kelompok yang memiliki latar kebudayaan
yang berbeda. Ada yang berasal dari Jawa, Bandung dan Gorontoalo. Melalui metode
kuesioner yang didapatkan dari https://www.linkedin.com/pulse/take-quiz-see-youre-
strategic-thinker-katrina-olsondiperoleh gambaran kemampuan berpikir strategis anggota
kelompok.
Sifat anggota kelompok berdasarkan latar belakang kebudayaan dan berpikir
straegis berbeda-beda. Ada anggota kelompok yang memiliki sifat mudah bergaul sehingga
mampu menciptakan suasana yang baik. Namun tidak memiliki inisiatif untuk melakuka
suatu tindakan baru. Ada juga yang memiliki sifat yang tenang dan sangat ulaet dalam
mengerjakan kerja, namun keuletan tersebut menjadi boomerang karena ia menjadi tidak
peka terhadap keadaan sekitar. Ada juga yang memiliki sifat yang terbuka dan tegas.
Ketegasan tersebut dicerminkan saat pengambilan keputusan namun memiliki sifat
ketergantungan terhadap anggota kelompok yang tinggi. Kemudian yang terakhir adalah

6
anggota kelompok yang memiliki keinginan menang yang besar. Sifat tersebut sangat
bermanfaat karena mampu memberikan doongan untuk menyampaikan ide atau gagasan,
namun ia memiliki kecenderungan tidak tegas dan suka bercanda.

Dari deskripsi tersebut, penulis mampu menjabarkan kualitas angggota kelompok


dalam bentuk analisis SWOT sebagai berikut:
Strenght
Secara umum, perbedaan kebudayaan membawa pengaruh positif terhadap cara berikir
strategis anggota kelompok. Hal tesebut ditinjau dari watak-watak yang dimiliki anggota
kelompok menunjang untuk pembelajaran berpikir strategis.
Weakness
Tidak semua watak yang dimiliki anggota kelompok dapat menunjang pembelajaran
berpikir strategis. watak negative tersebut bahan memilik potensi menjadi penghalang
dalam menciptakan suatu ide atau gagasan dalam berpikir strategis
Opportunity
Adaya perbedaan pendapat tersebut dapat dimanfaatkan oleh anggota kelompok lain
untuk beradaptasi dan berinterospksi diri sehingga peluang untk untuk dapat berpikir
strategis lebih baik.
Threat
Kemampuan adaptasi anggota kelomok haris diimbangi dengan peningkatan softskill
yang dimiliki. Apabila tidak bisa mengembangkan softskill maka kemampuan berpikir
stategis tidak akan mengalami peningkatan. Apabila kita tidak dapat berdialog, maka kita
akan mengalami kesulitan untuk mengemukakan ide gagasan. Hambatan tersebut
terntunya akan berpengaruh terhadap kinerja anggota elompok sebagai team.

Kondisi yang diharapkan adalah anggota kelompok mmpu meningkatakn softskill


yang menunjuang watak yang dimiliki sehingga dapat menutup kekeruangan yang ada dalam
pribadi angota kelompok. Selai itu adaptasi juga diperlukan mengingat anggota kelompok
memliki latar belaakng budaya yang berbeda. Latar belakang udaya yang berbeda
memperngaruhi watak individu anggota kelompok.

7
c. Masalah Kualitas anggota kelompok
Adanya perbedaan latar belakang kebudayaan masih dipermasalahkan oleh anggota
kelompok untuk berpikir strategis
Perbedaan watak yang dimiliki berpengaruh terhadap kinerja anggota kelmpok
Kurangnya pemahaman peranan budaya dalam lingungan kerja
d. Urutan prioritas masalah yang harus ditindaklanjuti.
1. Meningkatkan pemahaman peranana budaya dalam kelompok
2. Membuka pikiran atau cara berpikir yang luas sehingga mampu menciptakan
perspektif yang baru dalam memandang perbedaan budaya
Adanya perbedaan latar belakang kebudayaan masih dipermasalahkan oleh anggota kelompok
untuk berpikir strategis Perbedaan watak yang dimiliki berpengaruh terhadap kinerja anggota
kelmpok Kurangnya pemahaman peranan budaya dalam lingungan kerja

8
V. Kajian Pustaka
a. Acuan Penelitian Tedahulu
Jurnal 1

Remy Magnier-Watanabe and Dai Senoo (2009) Dalam penelitian yang dilakukan di
industri farmasi ini dijelaskan bahwa manajemen pengetahuan telah lama dianggap sebagai
yang utama dalam strategi bisnis perusahaan dan terbukti memiliki efek positif pada inovasi.
Namun faktor-faktor lain diluar inisiatif juga sengaja diambil oleh perusahaan untuk
mempengaruhi manajemen pengetahuan. Dalam globalisasi mengharuskan perusahaan
multinasional mempertimbangkan persepsi dan perilaku staf lokal dalam pengelolaan
pengetahuan. Dalam beberapa studi terbaru menyoroti betapa pentingnya budaya nasional
dalam gaya pengambilan keputusan dan dengan demikian hal tersebut juga terjadi pada
manajemen pengetahuan.

Penelitian ini menghubungkan karakteristik organisasi dan budaya nasional untuk


manajemen pengetahuan. Telah mendapatkan pengakuan menggunakan pendekatan studi
kasus dengan metode kualitatif komparatif dan telah dikonfirmasi dengan pendekatan
kuantitatif. Di antara prediktor manajemen pengetahuan di luar bidang dalam perusahaan,
data menunjukkan bahwa karakteristik organisasi memberikan pengaruh kuat dari budaya
nasional.

Jurnal 2

Jinsong YAN (2012) Penelitian ini merupakan literatur review dalam bidag budaya
pemasaran dilihat dari budaya prespektif produck, budaya harga, budaya brand, dan budaya
iklan, berdasarkan pada model teori baru yang diusulkan sebagai prinsip startegi budaya
pemasaran. ini menyebutkan bahwa ketika konsumen mengakui budaya yang dibawa oleh
produk, mereka menerima produk dan merek, sehingga loyalitas konsumen dibangun.
Sebuah hubungan jangka panjang yang baik antara perusahaan dan target pasar akan
dipertahankan. Dalam memasarkan produk menggunakan pendekatan budaya merupakan hal
yang positif. Menonjolkan budaya tradisional dalam proses kegiatan pemasaran akan
membawa keunggulan kompetitif baru bagi perusahaan.

9
Jurnal 3

Nebojsa Janicijevic (2014) Dalam Penelitian ini penulis mengasumsikan bahwa


kebudayaan nasional memiliki dampak pada cara dimana organisasi berubah. Hubungan
antara kebudayaan nasional dan strategi perubahan akan meningkatkan efisiensi proses
perubahan. Dalam penelitian ini juga telah diidentifikasi pula dua dasar dimensi budaya,
yaitu power distance dan masculinityfemininity.

Jurnal 4

Saikat Banerjee (2008) menjelaskan bahwa perilaku konsumen sangat tergantung


pada interaksi antara batin dan rangsangan luar. Keputusan yang dibuat di pasar tidak dapat
dilihat sebagai suatu peristiwa independen. Hal itu berkaitan erat dengan nilai-nilai dan
hubungan sosial dan kesetiaan budaya. Aspek yang harus dipertimbangkan pada saat
membangun merek di India telah diusulkan untuk memfasilitasi keputusan pemasaran
berguna untuk menembus pasar India. Pada saat memulai perjalanan di negara baru seperti
India, pendekatan yang terbaik perusahaan dapat yang dapat diadopsi adalah untuk menerima
isu-isu utama yang terlibat dengan budaya dan nilai-nilai. Sebuah model verbal "Kebudayaan
dan Nilai Dimensi konsumen India" adalah bantuan besar dalam masalah strategi pemasaran
untuk memenangkan konsumen India.

Jurnal 5

Adab, G. Dkk (2012) Dalam penelitian yang berjudul Budaya Manut Dalam
Pengambilan Keputusan di Jawa dengan subyek masyarakat Solo dan informan para
mahasiswa ditemukan bahwa responden merasa dirinya ditengah-tengah antara sosok manut
dan tidak manut. Kecenderungan responden menjawab fenomena manut dalam pengambilan
keputusan adalah dengan manut atasan atau keputusan terbanyak dan teman. Sedangkan
sosok yang paling menjadi panutan adalah orang tua, dan dampak dari manut adalah hasil
yang diinginkan tidak sesuai harapan.

10
b. Landasan Teori
1) Definisi Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari kata sansekerta buddayah, yang merupakan bentuk jamak dari
buddhi, yang berarti budi atau akal. Dengan demikian, kebudayaan berarti hal-hal yang
bersangkutan dengan akal. Adapun ahli antropologi yang merumuskan definisi tentang
kebudayaan secara sistematis dan ilmiah adalah Taylor dalamRanjabar (2006) bahwa
kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung ilmu
pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat, dan kemampuan lain, serta
kebiasaan yang di dapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat
Goodenough dalam Kalangie (1994) mengemukakan, bahwa kebudayaan adalah suatu
sistem kognitif, yaitu suatu sistem yang terdiri dari pengetahuan, kepercayaan, dan nilai yang
berada dalam pikiran anggota-anggota individual masyarakat. Dengan kata lain, kebudayaan
berada dalam tatanan kenyataan yang ideasional. Atau, kebudayaan merupakan perlengkapan
mental yang oleh anggotaanggota masyarakat dipergunakan dalam proses orientasi, transaksi,
pertemuan, perumusan, gagasan, penggolongan, dan penafsiran perilaku sosial nyata dalam
masyarakat mereka.
Linton dalam Sukidin (2005)berpendapat bahwa bahwa kebudayaan adalah konfigurasi
dari tingkah laku yang dipelajari dari hasil tingkah laku, yang unsur-unsur pembentukannya
didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu. Soemardi dalam Soekanto (2007)
merumuskan, kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya
masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah
(material culture) yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya agar
kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk keperluan masyarakat. Roucek dan Warren
dalam Sukidin (2005) mengatakan, bahwa kebudayaan bukan saja merupakan seni dalam
hidup, tetapi juga benda-benda yang terdapat di sekeliling manusia yang dibuat manusia.
Dengan demikian ia mendefinisikan kebudayaan sebagai cara hidup yang dikembangkan oleh
sebuah masyarakat guna memenuhi keperluan dasarnya untuk dapat bertahan hidup,
meneruskan keturunan dan mengatur pengalaman sosialnya. Hal-hal tersebut adalah
pengumpulan bahanbahan kebendaan, pola organisasi sosial, cara tingkah laku yang
dipelajari, ilmu pengetahuan, kepercayaan dan kegiatan lain yang berkembang dalam
pergaulan manusia

11
2) Berpikir Strategis
Liedtka (1998) berpendapat bahwa kaata berpikir strategis terlalu banyak digunakan
dalam strategis namun sebagain besar tidak mampu untuk mendefinisikan pengertian berpikir
strategis dengan tepat. Mintzberg dalam Liedtka (1998) kemudian membedakan antara
berpikir strategis dengan perencanaan strategis, dimana perencanaan strategis adalah proses
analisa yang ditujukan kepada program kerja yang elah diidentifikasi dengan strategi.
Sementara berpikir strategis merupakan proses sintesis dengan menggunkan intuisi dan
kreatifitas yang menghasilkan suatu pandangan yang dapat diintegrasikan ke dalam
organisasi. C.K Prahalad dan Gary Hamel setuju dengan pendapat Mintzberg namun dengan
istilah berbeda, yaitu membangun arsitek strategis dengan menggunakan kreatiitas,
eksplorasi sebagai elemen pendekatan penyusunan strategi.
Ralph Stacey dalam Liedtka (1998) melihat pendekatan strategi dengan
pandangan yang berbeda. Ralph cenderung skeptic terhadap pandangan masa depan sebagai
arah dalam strategi. Menurutnya proses penyusunan strategi akan berhasil dipandang dari
designing actions on the basis of new learning daripada aturan program yang telah
ditentukan. Berpikir strategis menurutnya adalah sebuah analogi dan kemiripan kualitatif
untuk mengembangkan suatu ide baru. Ralmond membedakan berpikir strategis menjadi 2
model, yaitu strategi sebagai mesin yang pintar dan strategi sebagai imajinasi yang kreatif.
Sementar Nasi dalam Liedtka (1998) membedakannya diantara pendekatan analitis dengan
focus kompetisi dan pendekatan yang memperhatikan nilai dan budaya.

3) Lima Atribut Kritis


Sloan menjelaskan tentang Lima Atribut Kritis yang cukup penting untuk proses
pembelajaran berfikir strategis dan juga untuk mengetahu hubungan budaya dalam setiap
individu dalam berfikir strategis. Kelima Atribut Kritis antara lain :

Imajinasi
Kemampuan untuk menggunakan imajinasi merupakan fakto penting untuk belajar
berfikir strategis. Berfikir berbeda juga dapat dipercepat melalui perjalanan seperti kita
melihat informasi, tren dan data dalam cara-cara baru atau melihat dan
mengkonfigurasikan pola yang berbeda melalui lensa budaya yang berbeda.

12
Pandangan Luas
Kemampuan untuk melihat situasi dari prespentif yang luas merupakan atribut kedua
yang anggap merupakan hal penting. Karena kemamapuan untuk melihat sesuatu dari
prespentif yang luas adalah penting untuk memungkinkan mereka melihat banyak hal
pada saat yang sama dan untuk membayangkan sesuatu yang berbeda.

Menyulap
Atribut penting ketiga adalah kemampuan unuk memperhatikan banyak hal sekaligus,
mampu berurusan dengan informasi yang tidak lengkap dan tidak konsisten, data yang
tidak akurat, dan constantly mengubah informasi. Ini tidak diragukan lagi salah satu
tantangan terbesar untuk strategi global.

Tidak ada Pengendalian


Atribu selanjutnya dalam membuat srategi yang baik adalah kemampuan untuk
menangani hal-hal dimna kita tidak memiliki kontrol. Kemampuan untuk menangani hal-
hal di mana mereka tidak punya kendali mengimbau dan diuji kemampuan kompetitif
mereka dan memperkuat keinginan mereka untuk menang.

Keinginan Untuk Menang


Atribut kelima atau terakhir ada keinginan untuk menang semangat dan keyakinan yang
diperlukan untuk membawa pemikiran strategis terhubung ke atribut ini. Unsur kompetisi
merupakan faktor penting untuk mempengaruhi kemampuan sesorang dalam belajar
untuk berfikir strategis.

13
VI. Tujuan RP3KBT

Tujuan Penyusunan RP3KBT ini sebagai Berikut :

Membantu karyawan untuk memahami bahwa buadaya juga merupakan hal penting dalam
pengambilan keputusan.
Membantu karnyawan untuk menggunakan budaya yang mereka miliki untuk digunakan
dengan baik.
Membantu karyawan untuk menerapkan lima atribut kritis dalam diri mereka.

14
VII. Alternatif Usulan Program RP3KBT 4
Berdasarkan hasil analisis kualitas sumber daya manusia pada karyawan, terdapat
beberapa pemasalahan yang dihadapi. Permasalahan tersebut antara lain Adanya perbedaan latar
belakang kebudayaan masih dipermasalahkan oleh anggota kelompok untuk berpikir strategis
Perbedaan watak yang dimiliki berpengaruh terhadap kinerja anggota kelmpok Kurangnya
pemahaman peranan budaya dalam lingungan kerja. Merujuk terhadap masalah yang ditemui,
maka perlu dilakukan program-program yang mampu untuk meningkatkan pengetahuan
karyawan menegenai peran budaya dalam perusahaan . Adapun beberapa pilihan program yang
dapat dipertimbangkan antara lain:
Studi Kasus dan Diskusi Kelompok
Studi kasus yang dimaksud adalah pembahasan kasus dengan menggunaka kejadian
nyata. Sementara diskusi kelompok yang dimaksud adalah berdiskusi menggunakan topil-
topik terntentu dengan adanya interaksi antara karyawan. Harapan dari diskusi kelompok
adalah menghasilkan suatu pemahaman yang sama dari topik yang telah ditentukan.
Keunggulan : Karena sifatnya berdiskusi makan pastinya akan terjadi interaksi antar
karyawan dengan latar belakang yang berbeda. Dan ditambah dengan
beberapa materi tentang budaya yang akan membuat pemikira mereka terbuka
tentang budaya.
Kelemahan : Ada kemungkinan bahwa informasi yang didapatkan hanya terbatas terhadap
permasalahan yang dihadapi. Selain itu dengan metode diskusi kelompok
memiliki kecenderungan dipimpin oleh karyawan yang gemar berbicara atau
memiliki latar belakang yang kuat sehingga anggta kelompok yang pendiam
atau pemalu tidak mendapatkan kesempatan untuk mengutarakan
pendapatnya.
Role Play
Majid (2014) berpendapat bahwa role playing adalah metode pembelajaran sebagai
bagian dari simulasi yang diarahkan untuk mengkreasi peristiwa sejarah, mengkreasi
peristiwa-peristiwa actual atau kejadian-kejadian yang mungkin muncul pada masa yang
akan mendatang. Karyawan masing-masing dihadapkan pada situasi dan diminta untuk
memainkan peranan sebagai contoh seorang pemimpin perusahaan dan bereaksi terhadap
taktik yang djalankan oleh anggota kelompok yang sedang berperan.

15
Keunggulan :Karyawan mampu mengembangkan sikap dan menggali pemikiran untuk
didiskusikan dengan karyawan dalam suatu periode tertentu.
Kelemahan :Ada kemungkinan karyawan tidak bermain peran secara aktif Karena
pendiam dan pemalu.
Seminar
Sebuah seminar biasanya memiliki fokus pada suatu topik yang khusus, di mana mereka
yang hadir dapat berpartisipasi secara aktif. Seminar seringkali dilaksanakan melalui sebuah
dialog dengan seorang moderator seminar, atau melalui sebuah presentasi hasil penelitian
dalam bentuk yang lebih formal. Di beberapa seminar dilakukan juga pertanyaan dan debat.
Seminar memiliki sifat lebih informal dibandingkan sistem kuliah di kelas dalam sebuah
pengajaran akademis. Seminar yang bertemakan Budaya juga akan mengundang pemikiran
yang terbuka bagi karyawan bahwa peran budaya merupakan faktor penting dalam
pengambilan keputusan.
Keunggulan : Karyawan dapat memahami budaya yang dimiliki masing-masing individu
dan peran budaya dalam pengambilan keputusan.
Kelemahan : Setiap individu yang memiliki budaya yang kurang baik mungkin akan
kurang berkontribusi dan lebih banyak untuk diam.
Berdasarkan pilihan program yang telah dipaparkan, kelompok penulis memilih program
Seminar dan pelatihan sebagai program pengembangan karyawan. Melalui Seminar
karyawan diminta untuk mempelajari kasus untuk mengidentifikasi permasalahan yang
dialami berdasarkan latar belakang yang mereka miliki masing-masing, Disamping itu dalam
program ini juga melakukan pelatihan berupa penerapan Lima Atribut Kritis yang
sehingganya akan meningkatkan pemikiran strategis setiap individu.

16
VIII. Proposal Program RP3KBT 4

Judul

Menerapkan Lima Atribut Kritis dalam Pengembangan berfikir strategis dari Budaya
yang berbeda-beda

Pendahuluan

Masyarakat indonesia memiliki berbagai macam suku dan budaya. Dimna setiap budaya
memiliki karakteristik masing-masing yang khas mungkin nilai yang dianut dalam suatu budaya
dengan budaya yang lain akan memiliki kesamaan tapi hanya dalam hal yang kecil saja. Dari
budaya yang berbeda-beda ini pastinya setiap inidividunya pun akan memiliki karakteristik yang
berbeda-beda yang akan mempengaruki kemampuan berfikir strategis mereka dalah salah
satunya dalam proses pengambilan keputusan.
Keberagaman budaya yang dimiliki indonesia seharusnya menjadi salah satu keunggulan
yang kita miliki yang sehingganya membuat seorang individu dapat belajarlebih banyak dan
mendapatkan pengalaman lebih banyak sehingganya pemikiran strategis dapa berkembang
secara informal. Namun perbedaaan budaya ini juga yang menjadi pengaruh setiap individu
dalam pengambilan keputusan yang pastinya akan ada perbedaan dan perdebatan didalanya.
Dengan memahami karekateristik dan pola pikir individu yang berasal dari budaya yang
berbeda merupakan suatu hal penting dan alam memudahkan prose pengambilan keputusan.
Tujuan bukan untuk menjatuhakn kareakter suatu budaya melaikan agar satu individu dengan
yang lainnya lebih dapat toleran. Memahami karaker budaya setiap invidu juga bukan hal yang
mudah karana sangat banyak budaya yang harus kita pelajari atau yang harus kita pahami.
Proses pengambilan keputusan merupakan suatu kemampuan berfikir strategis yang tidak
sepenuhnya juga dippengaruhi oleh Budaya namun pemikiran strategis dapat dikembangkan
secara formal. Budaya hanya sebagai faktor yang membentuk suatu kerangka pokir inidividu
tehadap suatu masalah atau situasi yang dihadapi. Tetapi ada lima atribut kritis yang cukup
penting untuk dikembangkan dalam proses pembelajaran berfikir strategis.
Dalam hal ini kami mengadakan program berupa seminar dan pelatihan untuk
mengembangkan pemikiran yang strategis untuk menerapakan lima atribut kritis dan melihat
budaya sebagai hal dasar yang dimiliki oleh masing-masing peserta.

17
Tujuan Pelatihan

Memberikan peserta proses penerapan lima Atribut dalam setiap individu.


Meningkatkan dan mengembangkan proses berfikir strategis dalam pengambilan keputusan.
Meingkatkan pemahaman perbedaan budaya sebagai salah satu hal yang mempengaruhi
pengambilan keputusan.

Hasil Yang Diharapkan

Setiap Individu dapat menerapkan lima atribut dalam kehidupan mereka.


Individu menjadi lebih gampang mengambil keputusan strategis.
Memberikan pemahaman budaya sebagai salah satu hal yang mempengaruhi dalam setiap
pengambilan keputusan strategis.

Sasaran Program
Karyawan

Uraian Keunggulan
Keunggulan dari program ini setiap individu dalam hal ini karyawan akan mendapatkan
pandangan yang berbeda mengenai budaya untuk mengembangkan pemikiran strategis dan juga
mereka dapat menerapkan lima atribut kritis dalam diri setiap inidividu sebagai salah satu proses
penting dalam pembelajaran berfikir strategis.

Uraian Kelemahan
Kelemahannya mungkin akan terdapat pada saat pelatihan berlangsung berbagai budaya yang
harus diusung oleh setiap individu yang berbeda-beda akan memunculkan perdebatan dalam
prosesnya. Dan juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat menerapkan Lima
Atribut Kritis dengan benar dalam diri seseorang.

18
IX. Rekomendasi Proses Implementasi RP3KBT 4

Materi Pengembangan Berfikir Strategis.

1. Seminar : Pengembangan Kompetensi Berbasis Budaya dan penjelasan tentang Lima Atribut
Kritis.
2. Fasilitaor memberikan sebuah gambaran mengenai berfikir strategis
3. Pada hari kedua melakukan pelatihan penerapan lima atribut kritis dengan melihat sebuah
strudi kasus.
4. memberikan nilai kepada setiap individu yang terlihat cukup baik dalam menerapkan lima
atribut kritis.

Instruktur Pengembangan Berfikir Strategis.

Dra. Trias Stiawati, M.si, Ph.D

Jadwal Pelaksanaan

Pelaksanaan dilakukan 2 hari setiap 1 bulan sekali selama 3 bulan.

Diperkirakan pada :

Minggu terakhir pada Februari 2017

Minggu terakhir pada Maret 2017

Minggu terakhir pada April 2017

Tempat dan waktu Pelaksanaan

Ruang Kelas Fakultas Ekonomi UII jalan Purwokwat

Waktu pelaksanaan pukul 08.00 17.00

19
Anggaran yang dibutuhkan

A. Anggaran Belanja Operasional

1. Alat tulis kantor pesertas 50 orang @20.000 selama 3 frekuensi : Rp. 3.000.000

2. Perlengkapan pelatihan berupa tas dan hand out peserta 50 orang

@50.000 selama 3 frekuensi : Rp. 7.500.000


3. Belanja konsumsi makan siang dan makanan kecil peserta 50 orang

@50.000 selama 3 frekuensi : Rp. 7.500.000

B. Biaya Belanja Honorarium

1. Honorarium Narasumber,2 orang@7.500.000 selama 3 frekuensi :Rp.45.000.000

Jumlah Total :Rp.63.000.000

20
X. Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan yang dapat di tarik dari RP3KBT ini budaya memiliki pengaruh yang cukup
kuat dalam pengambilan keputusan. Dalam hal ini seperti pada Cera Production terdapat
berbeda-beda budaya yang dimiliki oleh setiap individu yang mempengaruhi pengambilan
keputusan karena selalu mendasarkan budaya untuk berfiki strategis. Dimana budaya
mempengaruhi mental dan pemikiran sesorang dalam pengambilan keputusan. Ada yang hanya
menerima keputusan yang telah dibuat namun ada juga yang memberi tanggapan terlebih dahulu
sehingganya menimbulkan pertanyaan-pertanyaan dari keputusan yang dibuat. Kita dapat
melihat bagaimana budaya dapat mempengaruhi suatu pengambilan keputusan. Meskipun, bukan
sebagai faktor utama dalam berfikir strategis tetapi budaya dapat mendorong sesorang untuk
menjadi pemikir strategis atau malah sebaliknya.

Pada situasi seperti ini saran yang dapat diberikan mungkin untuk individu masing-
masing yaitu memperkuat pengetahuan mereka sejauh mana suatu budaya mempengaruhi proses
pemikiran strategis. Karena, ditakutkan apabila kita tidak mengetahunya kita hanya terdiam saat
sesorang yang memeiliki dasar budaya yang kuat memberikan pendapat atau argumennya. Bukan
berniat untuk menjatuhkan tetapi kita mengetahui hal yang harus kita lakukan

21
XI. Daftar Pustaka

Banerjee, S. (2008). Dimensions of Indian culture, core cultural values and marketing
implications: An analysis. Cross Cultural Management: An International Journal, 15(4),
367-378.

Janiijevi, N. (2014). The role of national culture in choosing a change strategy in


organizations. Ekonomski horizonti, 16(1), 3-15.

Kalangie NS, 1994. Kebudayaan dan Kesehatan (Pengembangan Pelayanan Kesehatan Primer
melalui Pendekatan Sosial Budaya), Jakarta : PT Kesaint Blanc Indah Corp.
Liedtka, J. M. (1998). Strategic thinking: can it be taught?. Long range planning, 31(1), 120-129.
Magnier-Watanabe, R., & Senoo, D. (2010). Shaping knowledge management: organization and
national culture. Journal of Knowledge Management, 14(2), 214-227.

Primastito, Z., Wiyarto, A., & Adab, G. (2012). Budaya manut dalam pengambilan keputusan di
jawa.
Ranjabar, J. 2006. Sistem Sosial BudayaIndonesia.Bogor: Ghalia Indonesia.
Sloan. 2006. Learning to Think Strategically. United States: Butterworth-Heinemann

Soekanto, Soerjono. 2007. Sosiologi suatu Pengantar. Jakarta: P.T.Raja Grafindo.


Sukidin, B. 2005. Pengantar Sosiologi, Bogor: Ghalia Indonesia.

Yan, J. (2012). A Study on the New Model About Culture Marketing Strategy. Contemporary
Logistics, (9), 99.

Yustiazari, budaya indonesia dan pengaruhnya terhadap pengambilan keputusan strategis


http://fyustiazari-fisip12.web.unair.ac.id/artikel_detail-79315 Studi%20Strategis
%20IndonesiaBUDAYA%20INDONESIA%20DAN%20PENGARUHNYA%20TERHA
DAP%20PENGAMBILAN%20KEPUTUSAN%20STRATEGIS%20.html
Budaya manut dalam pengambilan keputusan di jawa
https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/1758/b4.%20gugus-
ums%20%28fixed%29.pdf?sequence=1&isallowed=y

22
XII. Lampiran

Kuesioner

Nama:
Catatan: Beri Font Merah sebagai jawaban
1. The company's sales aren't where they should be. You:
1. Don't worry about it; that's a sales problem. All you can do is put the message out there.
2. Wait to see if the owner/president/CEO approaches you and asks for your input.
3. Ask the owner/president/CEO sales team if you can do anything to help.
4. Prepare an agenda, research options, and call a meeting with the owner/president/CEO
and sales team to brainstorm marketing ideas.
2. Your website is pretty good (you think), but you don't really know how it's performing, so
you:
1. Think to yourself, "That's really not my department; it's an IT issue."
2. Suggest the IT department start using web analytics to measure the site's effectiveness
and let you know if they find anything useful.
3. Start researching Google analytics to see what type of information is available.
4. Start generating and reviewing analytics and tweaking the website to improve
effectiveness.
3. Your CEO tells you it's time to beef up your social media. Do you:
1. Hope it's a phase that will pass.
2. Wait to see what she comes up with.
3. Start researching social media so you'll be ready when she tells you what she wants.
4. Offer to conduct research online, talk with other distributor and develop a social media
plan.
4. You aren't attending management meetings, so you:
a. Count yourself luckythat's one fewer meeting to attend!
b. Ask attendees to fill you in on what's said in meetings that affects marketing.
c. Suggest to the CEO that you should be in meetings, but you won't say anything.
d. Demand to attend meetings because you need to know what's going on to effectively
market the company and contribute to the management process.

23
5. You've noticed several of your competitors offering online ordering (through their website),
but you know making the conversion would come out of your budget, so you:
a. Don't say anything; you need your budget for your existing marketing plan.
b. Wait until the owner/president/CEO suggests it and let the IT department lead the
initiative.
c. Suggest to the owner/president/CEO that the company consider online ordering in the
future.
d. Develop a plan and budget to move your company toward online ordering.
6. You know your company is not aggressive enough it its marketing, you:
1. Do nothing; your job is pretty manageable. Why rock the boat?
2. Ask the owner/president/CEO if he'd like you to do anything differently.
3. Suggest that your budget be increased so you can afford to build on your existing
marketing efforts.
4. Research marketing tactics and find new no-cost/low-cost ways to more aggressively
market the company.
7. When it comes to developing an annual marketing plan and budget you:
a. Just do what's always been done. Nobody's ever asked for a detailed plan, so why bother?
b. There's just no time; you have too many other day-to-day responsibilities.
c. You've tried, but you always get interrupted with other tasks or asked to "put out fires."
d. If you have to, you go off-site for a day or two to get it done and delegate or postpone
your daily tasks.
8. You have an annual marketing plan and budget. Mid-year, you learn about a great opportunity
but it will cost approximately 5% of your budget. You:
1. Ignore it. You have a plan and are sticking with it.
2. Put it on the calendar for next year.
3. Ask the owner/president/CEO to increase the budget.
4. Come up with a plan to work it into this year's budget and present it to the
owner/president/CEO.

24
9. Your owner/president/CEO has asked you to step up the company's marketing, but you don't
quite know how. You:
1. Try to find another job that's more in line with your skill set.
2. Suggest hiring a consultant.
3. Ask friends, coworkers and associates what they would do if they were you.
4. Take classes, read books, work with a consultant, and anything else you can do to learn
the skills you need.
10. You're actively seeking to more aggressively market the company and its products. You:
1. Do more of what you've always done.
2. Try one or two new strategies and tactics you've been considering.
3. Look at best practices in the electrical distribution industry.
4. Look at best practices in other industries.

25
Nama: Ahmad Nofriyanto
Catatan: Beri Font Merah sebagai jawaban
a. The company's sales aren't where they should be. You:
1. Don't worry about it; that's a sales problem. All you can do is put the message out there.
2. Wait to see if the owner/president/CEO approaches you and asks for your input.
3. Ask the owner/president/CEO sales team if you can do anything to help.
4. Prepare an agenda, research options, and call a meeting with the owner/president/CEO
and sales team to brainstorm marketing ideas.
b. Your website is pretty good (you think), but you don't really know how it's performing, so
you:
1. Think to yourself, "That's really not my department; it's an IT issue."
2. Suggest the IT department start using web analytics to measure the site's effectiveness
and let you know if they find anything useful.
3. Start researching Google analytics to see what type of information is available.
4. Start generating and reviewing analytics and tweaking the website to improve
effectiveness.
c. Your CEO tells you it's time to beef up your social media. Do you:
1. Hope it's a phase that will pass.
2. Wait to see what she comes up with.
3. Start researching social media so you'll be ready when she tells you what she wants.
4. Offer to conduct research online, talk with other distributor and develop a social media
plan.
d. You aren't attending management meetings, so you:
a. Count yourself luckythat's one fewer meeting to attend!
b. Ask attendees to fill you in on what's said in meetings that affects marketing.
c. Suggest to the CEO that you should be in meetings, but you won't say anything.
d. Demand to attend meetings because you need to know what's going on to effectively
market the company and contribute to the management process.

26
e. You've noticed several of your competitors offering online ordering (through their website),
but you know making the conversion would come out of your budget, so you:
a. Don't say anything; you need your budget for your existing marketing plan.
b. Wait until the owner/president/CEO suggests it and let the IT department lead the
initiative.
c. Suggest to the owner/president/CEO that the company consider online ordering in the
future.
d. Develop a plan and budget to move your company toward online ordering.
f. You know your company is not aggressive enough it its marketing, you:
1. Do nothing; your job is pretty manageable. Why rock the boat?
2. Ask the owner/president/CEO if he'd like you to do anything differently.
3. Suggest that your budget be increased so you can afford to build on your existing
marketing efforts.
4. Research marketing tactics and find new no-cost/low-cost ways to more aggressively
market the company.
g. When it comes to developing an annual marketing plan and budget you:
1. Just do what's always been done. Nobody's ever asked for a detailed plan, so why bother?
2. There's just no time; you have too many other day-to-day responsibilities.
3. You've tried, but you always get interrupted with other tasks or asked to "put out fires."
4. If you have to, you go off-site for a day or two to get it done and delegate or postpone
your daily tasks.
h. You have an annual marketing plan and budget. Mid-year, you learn about a great
opportunity but it will cost approximately 5% of your budget. You:
1. Ignore it. You have a plan and are sticking with it.
2. Put it on the calendar for next year.
3. Ask the owner/president/CEO to increase the budget.
4. Come up with a plan to work it into this year's budget and present it to the
owner/president/CEO.

27
i. Your owner/president/CEO has asked you to step up the company's marketing, but you don't
quite know how. You:
1. Try to find another job that's more in line with your skill set.
2. Suggest hiring a consultant.
3. Ask friends, coworkers and associates what they would do if they were you.
4. Take classes, read books, work with a consultant, and anything else you can do to learn
the skills you need.
j. You're actively seeking to more aggressively market the company and its products. You:
1. Do more of what you've always done.
2. Try one or two new strategies and tactics you've been considering.
3. Look at best practices in the electrical distribution industry.
4. Look at best practices in other industries.

Skor: 29

28
Nama: Angga Swasdita
Catatan: Beri Font Merah sebagai jawaban
a. The company's sales aren't where they should be. You:
1. Don't worry about it; that's a sales problem. All you can do is put the message out there.
2. Wait to see if the owner/president/CEO approaches you and asks for your input.
3. Ask the owner/president/CEO sales team if you can do anything to help.
4. Prepare an agenda, research options, and call a meeting with the owner/president/CEO
and sales team to brainstorm marketing ideas.
b. Your website is pretty good (you think), but you don't really know how it's performing, so
you:
1. Think to yourself, "That's really not my department; it's an IT issue."
2. Suggest the IT department start using web analytics to measure the site's effectiveness
and let you know if they find anything useful.
3. Start researching Google analytics to see what type of information is available.
4. Start generating and reviewing analytics and tweaking the website to improve
effectiveness.
c. Your CEO tells you it's time to beef up your social media. Do you:
1. Hope it's a phase that will pass.
2. Wait to see what she comes up with.
3. Start researching social media so you'll be ready when she tells you what she wants.
4. Offer to conduct research online, talk with other distributor and develop a social media
plan.
d. You aren't attending management meetings, so you:
1. Count yourself luckythat's one fewer meeting to attend!
2. Ask attendees to fill you in on what's said in meetings that affects marketing.
3. Suggest to the CEO that you should be in meetings, but you won't say anything.
4. Demand to attend meetings because you need to know what's going on to effectively
market the company and contribute to the management process.

29
e. You've noticed several of your competitors offering online ordering (through their website),
but you know making the conversion would come out of your budget, so you:
1. Don't say anything; you need your budget for your existing marketing plan.
2. Wait until the owner/president/CEO suggests it and let the IT department lead the
initiative.
3. Suggest to the owner/president/CEO that the company consider online ordering in the
future.
4. Develop a plan and budget to move your company toward online ordering.
f. You know your company is not aggressive enough it its marketing, you:
1. Do nothing; your job is pretty manageable. Why rock the boat?
2. Ask the owner/president/CEO if he'd like you to do anything differently.
3. Suggest that your budget be increased so you can afford to build on your existing
marketing efforts.
4. Research marketing tactics and find new no-cost/low-cost ways to more aggressively
market the company.
g. When it comes to developing an annual marketing plan and budget you:
1. Just do what's always been done. Nobody's ever asked for a detailed plan, so why bother?
2. There's just no time; you have too many other day-to-day responsibilities.
3. You've tried, but you always get interrupted with other tasks or asked to "put out fires."
4. If you have to, you go off-site for a day or two to get it done and delegate or postpone
your daily tasks.
h. You have an annual marketing plan and budget. Mid-year, you learn about a great
opportunity but it will cost approximately 5% of your budget. You:
1. Ignore it. You have a plan and are sticking with it.
2. Put it on the calendar for next year.
3. Ask the owner/president/CEO to increase the budget.
4. Come up with a plan to work it into this year's budget and present it to the
owner/president/CEO.

30
i. Your owner/president/CEO has asked you to step up the company's marketing, but you don't
quite know how. You:
1. Try to find another job that's more in line with your skill set.
2. Suggest hiring a consultant.
3. Ask friends, coworkers and associates what they would do if they were you.
4. Take classes, read books, work with a consultant, and anything else you can do to learn
the skills you need.
j. You're actively seeking to more aggressively market the company and its products. You:
1. Do more of what you've always done.
2. Try one or two new strategies and tactics you've been considering.
3. Look at best practices in the electrical distribution industry.
4. Look at best practices in other industries.

SKOR: 24

31
Nama: Ardhian Dwi Hastayoga
Catatan: Beri Font Merah sebagai jawaban
a. The company's sales aren't where they should be. You:
1. Don't worry about it; that's a sales problem. All you can do is put the message out there.
2. Wait to see if the owner/president/CEO approaches you and asks for your input.
3. Ask the owner/president/CEO sales team if you can do anything to help.
4. Prepare an agenda, research options, and call a meeting with the owner/president/CEO
and sales team to brainstorm marketing ideas.
b. Your website is pretty good (you think), but you don't really know how it's performing, so
you:
1. Think to yourself, "That's really not my department; it's an IT issue."
2. Suggest the IT department start using web analytics to measure the site's effectiveness
and let you know if they find anything useful.
3. Start researching Google analytics to see what type of information is available.
4. Start generating and reviewing analytics and tweaking the website to improve
effectiveness.
c. Your CEO tells you it's time to beef up your social media. Do you:
1. Hope it's a phase that will pass.
2. Wait to see what she comes up with.
3. Start researching social media so you'll be ready when she tells you what she wants.
4. Offer to conduct research online, talk with other distributor and develop a social media
plan.
d. You aren't attending management meetings, so you:
1. Count yourself luckythat's one fewer meeting to attend!
2. Ask attendees to fill you in on what's said in meetings that affects marketing.
3. Suggest to the CEO that you should be in meetings, but you won't say anything.
4. Demand to attend meetings because you need to know what's going on to effectively
market the company and contribute to the management process.

32
e. You've noticed several of your competitors offering online ordering (through their website),
but you know making the conversion would come out of your budget, so you:
1. Don't say anything; you need your budget for your existing marketing plan.
2. Wait until the owner/president/CEO suggests it and let the IT department lead the
initiative.
3. Suggest to the owner/president/CEO that the company consider online ordering in the
future.
4. Develop a plan and budget to move your company toward online ordering.
f. You know your company is not aggressive enough it its marketing, you:
1. Do nothing; your job is pretty manageable. Why rock the boat?
2. Ask the owner/president/CEO if he'd like you to do anything differently.
3. Suggest that your budget be increased so you can afford to build on your existing
marketing efforts.
4. Research marketing tactics and find new no-cost/low-cost ways to more aggressively
market the company.
g. When it comes to developing an annual marketing plan and budget you:
1. Just do what's always been done. Nobody's ever asked for a detailed plan, so why bother?
2. There's just no time; you have too many other day-to-day responsibilities.
3. You've tried, but you always get interrupted with other tasks or asked to "put out fires."
4. If you have to, you go off-site for a day or two to get it done and delegate or postpone
your daily tasks.
h. You have an annual marketing plan and budget. Mid-year, you learn about a great
opportunity but it will cost approximately 5% of your budget. You:
1. Ignore it. You have a plan and are sticking with it.
2. Put it on the calendar for next year.
3. Ask the owner/president/CEO to increase the budget.
4. Come up with a plan to work it into this year's budget and present it to the
owner/president/CEO.

33
i. Your owner/president/CEO has asked you to step up the company's marketing, but you don't
quite know how. You:
1. Try to find another job that's more in line with your skill set.
2. Suggest hiring a consultant.
3. Ask friends, coworkers and associates what they would do if they were you.
4. Take classes, read books, work with a consultant, and anything else you can do to learn
the skills you need.
j. You're actively seeking to more aggressively market the company and its products. You:
1. Do more of what you've always done.
2. Try one or two new strategies and tactics you've been considering.
3. Look at best practices in the electrical distribution industry.
4. Look at best practices in other industries.

Skor: 27

34
Nama: Ahnad Johan
Catatan: Beri Font Merah sebagai jawaban
a. The company's sales aren't where they should be. You:
1. Don't worry about it; that's a sales problem. All you can do is put the message out there.
2. Wait to see if the owner/president/CEO approaches you and asks for your input.
3. Ask the owner/president/CEO sales team if you can do anything to help.
4. Prepare an agenda, research options, and call a meeting with the owner/president/CEO
and sales team to brainstorm marketing ideas.
b. Your website is pretty good (you think), but you don't really know how it's performing, so
you:
1. Think to yourself, "That's really not my department; it's an IT issue."
2. Suggest the IT department start using web analytics to measure the site's effectiveness
and let you know if they find anything useful.
3. Start researching Google analytics to see what type of information is available.
4. Start generating and reviewing analytics and tweaking the website to improve
effectiveness.
c. Your CEO tells you it's time to beef up your social media. Do you:
1. Hope it's a phase that will pass.
2. Wait to see what she comes up with.
3. Start researching social media so you'll be ready when she tells you what she wants.
4. Offer to conduct research online, talk with other distributor and develop a social media
plan.
d. You aren't attending management meetings, so you:
1. Count yourself luckythat's one fewer meeting to attend!
2. Ask attendees to fill you in on what's said in meetings that affects marketing.
3. Suggest to the CEO that you should be in meetings, but you won't say anything.
4. Demand to attend meetings because you need to know what's going on to effectively
market the company and contribute to the management process.

35
e. You've noticed several of your competitors offering online ordering (through their website),
but you know making the conversion would come out of your budget, so you:
1. Don't say anything; you need your budget for your existing marketing plan.
2. Wait until the owner/president/CEO suggests it and let the IT department lead the
initiative.
3. Suggest to the owner/president/CEO that the company consider online ordering in the
future.
4. Develop a plan and budget to move your company toward online ordering.
f. You know your company is not aggressive enough it its marketing, you:
1. Do nothing; your job is pretty manageable. Why rock the boat?
2. Ask the owner/president/CEO if he'd like you to do anything differently.
3. Suggest that your budget be increased so you can afford to build on your existing
marketing efforts.
4. Research marketing tactics and find new no-cost/low-cost ways to more aggressively
market the company.
g. When it comes to developing an annual marketing plan and budget you:
1. Just do what's always been done. Nobody's ever asked for a detailed plan, so why bother?
2. There's just no time; you have too many other day-to-day responsibilities.
3. You've tried, but you always get interrupted with other tasks or asked to "put out fires."
4. If you have to, you go off-site for a day or two to get it done and delegate or postpone
your daily tasks.
h. You have an annual marketing plan and budget. Mid-year, you learn about a great
opportunity but it will cost approximately 5% of your budget. You:
1. Ignore it. You have a plan and are sticking with it.
2. Put it on the calendar for next year.
3. Ask the owner/president/CEO to increase the budget.
4. Come up with a plan to work it into this year's budget and present it to the
owner/president/CEO.

36
i. Your owner/president/CEO has asked you to step up the company's marketing, but you don't
quite know how. You:
5. Try to find another job that's more in line with your skill set.
1. Suggest hiring a consultant.
2. Ask friends, coworkers and associates what they would do if they were you.
3. Take classes, read books, work with a consultant, and anything else you can do to learn
the skills you need.
j. You're actively seeking to more aggressively market the company and its products. You:
1. Do more of what you've always done.
2. Try one or two new strategies and tactics you've been considering.
3. Look at best practices in the electrical distribution industry.
4. Look at best practices in other industries.

Skor: 27

37
Hasil Analisa

1. Ahmad Nofriyanto
Anggota kelompok yang berasal dari Gorontalo. Saudara Ahmad memiliki sifat yang
mudah untuk bergaul dam memiliki pemikiran yang terbuka. Dengan sifatnya ini ia mampu
dengan mudah melakukan dialog dan mengimajinasikan sesuatu sehingga mudah ditangkap
oleh anggota kelompok yang lain. Namun saudara Ahmad cenderung untuk ragu dalam
melakukan suatu hal yang baru.

2. Angga Swasdita
Anggota kelompok berasal dari Klaten. Memiliki sifat yang tenang. Saudara Angga
merupakan seorang individu yang tidak terlalu memperhatikan keadaan sekitar dan sibuk
dengan urusannya sendiri. Sehingga dapa dikatakan bahwa ia memiliki tingkat kepakaan
social yang rendah. Namun ketika ada anggota kelompok yang membutuhkan selalu berusaha
untuk memberikan bantuan.

3. Ardhian Dwi Hastayoga


Anggota kelompok yang berasal dari Semarang. Memiliki sifat yang tenang namun tegas.
Ketegasannya tersebut dicerminkan dengan mengatakan hal-hal yang tidak disukai secara
jujur. Sifatnya tersebut sangat membantu dalam proses berpikir strategis, mengingat
penyusunan strategi juga memutuhkan pengujian model-model strategi. Namun saudara
Ardhian juga memiliki kepribadian manut dengan anggota kelompok. Hak ersebut akan
menghambat dalam mencipatakan ide atau gagasan alternative.

4. Ahmad Johan
Anggota Kelompok yang berasal dari Bandung. Memiliki keinginan menang yang sangat
tinggi. Hal tersebut sangat dibutuhkan dalam berpikir strategis. dengan memiliki semangat
menang yang tinggi maka mampu untuk terdorong dalam menciptakan ide dan gagasan.
Namun dalam bedialog terkadang masih kurang serius. Factor tersebur aka menjai
penghalang dalam menyampaikan ide dan gagasan karena pasi akan dianggap oleh anggota
lain sedang bercanda.

38
Curriculum Vitae
DATA PRIBADI
Nama : Angga Swasdita Fridantara
Jenis Kelamin : Laki laki
Tempat Tanggal Lahir : Klaten, 02Januari 1993
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Islam
Alamat Rumah : Perum Krapyak Permai Blok A Gang 2 No:44,
Merbung, Klaten Selatan, Klaten
Alamat Kost : Jl. Persatuan No. 29 Minomartani,
Condong Catur, Depok, Sleman
No HP : -
Email : -

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN


2016 Sekarang : Program S2 Magister Manajemen UII
2011 2015 : Program S1 Manajemen Pendidikan UNY
2008 2011 : SMA Negeri 2 Klaten
2005 2008 : SMP Negeri 2 Klaten
1999 2005 : SD Negeri 1 Tonggalan
1998 - 1999 : TK ABA Jamalan

PENGALAMAN ORGANISASI
Juli September 2014 : Ketua KKN (Kuliah Kerja Nyata)
Kelompok 326
Oktober 2011 : Anggota PINKY
(Persaudaraan Insan Klaten UNY)

PEGALAMAN KERJA
Januari Mei 2014 : Tenaga bantu BPAD
Daerah Istimewa Yogyakarta

KEMAMPUAN
Komputer : - MS Office
- Adobe Lightroom
- SPSS
Bahasa : - English (Speaking dan Writing)

38
Curriculum Vitae
DATA PRIBADI
Nama : Ahmad Johan
Jenis Kelamin : Laki laki
Tempat Tanggal Lahir : Bandung, 10 Desember 1991
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Islam
Alamat Rumah : Jl. Cijawura Girang 05 No 38
Bandung
No HP : -
Email : -

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN


2016 Sekarang : Program S2 Magister Manajemen UII
2013 2015 : Program S1 Manajemen Ekonomi
Universitas Widyatama
2006 2009 : SMA PASUNDAN 1 BANDUNG
2003 2006 : SMPN 42, Bandung
1997 2003 : SDN Babakan Jati 06, Bandung

PENGALAMAN ORGANISASI
: Pemuda masjid Al-Makmur Universitas
Widyatama
: Ketua pemuda masjid Pesantren Manbaul
Huda
: Sekertaris PZU ( Pusat zakat umat)
: Penulis redaksi Buletin Pesantren Manbaul
Huda

PEGALAMAN KERJA
: Staf sumber daya manusia Universitas
Widyatama Bandung

KEMAMPUAN
Komputer : - MS Office
- Adobe Photoshop
- SPSS
Bahasa : - English (Speaking dan Writing)

39
Curriculum Vitae
DATA PRIBADI
Nama : Ardhian Dwi Hastayoga
Jenis Kelamin : Laki laki
Tempat Tanggal Lahir : Ambarawa, 3 Februari 1993
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Islam
Alamat Rumah : Rejosari, RT 3 / RW 5, Pojoksari
Ambarawa, Kab. Semarang
No HP : -
Email : -

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN


2016 Sekarang : Program S2 Magister Manajemen UII
2011 2015 : Program S1 STMIK Amikom Yogyakarta
2008 2011 : SMK Telekomunikasi Tunas Harapan
Kab. Semarang
2005 2008 : SMP Negeri 2 Ambarawa
1999 2005 : SD Negeri Panjang 3 Ambarawa

PENGALAMAN ORGANISASI
: Amiko Blogger Community (ABC)

PEGALAMAN KERJA
2015 - 2016 : Online Shop (Owner)
2012 2015 : Publisher Google Adsense

KEMAMPUAN
Komputer : - MS Office
- Adobe Photoshop
- Pemrograman
- Internet
Bahasa : - English (Speaking dan Writing)

40
Curriculum Vitae
DATA PRIBADI
Nama : Ahmad Nofriyanto
Jenis Kelamin : Laki laki
Tempat Tanggal Lahir : Gorontalo , 17-11-93
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Islam
Alamat Rumah : Jl. Rambutan, Tomulabutao
Gorontalo
No HP : -
Email : -

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN


2016 Sekarang : Program S2 Magister Manajemen UII
2010 2015 : Program S1 Ekonomi
Universitas Negeri Gorontalo
2007 2010 : SMK NEGERI 1 Kota Gorontalo
2004 2007 : SMP NEGERI 8 Kota Gorontalo

1998 2004 : SDN 23 Kota Barat Kota Gorontalo

PENGALAMAN ORGANISASI
2013 : Anggota Senat Mahasiswa Fakultas ekonomi

PEGALAMAN KERJA
2013 : Peserta Magang Fakultas ekonomi dan bisnis
(Pengadilan Negeri Gorontalo)
2009 : Peserta Prakerin SMK Negeri 1 Kota gorontalo
(Dinas Keuangan Provinsi Gorontalo)

KEMAMPUAN
Komputer : - MS Office
- Adobe Photoshop
- Pemrograman
- Internet
Bahasa : - English (Speaking dan Writing)

41