Anda di halaman 1dari 35

RANCANGAN PROGRAM PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN

BAGI KARYAWAN BERTALENTA


Keingintahuan dan Kemampuan Dialog Kritis Untuk Berfikir strategis Pada Perusahaan

Kelompok 1
Ardhian Dwi Hastayoga
Angga Swasdita
Ahmad Johan
Ahmad Nofriyanto

MAGISTER MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

YOGYAKARTA

2016

i
PERNYATAAN ANTI PLAGIARISME

Kami yang bertanda tangan dibawah ini dengan sebenar-benarnya menyatakan bahwa
RP3KBT yang kami susun tanpa tindakan plagiarisme sesuai dengan peraturan yang
berlaku di Universitas Islam Indonesia.

Jika dikemudian hari ternyata kami melakukan tindakan plagiarisme, kami akan
bertanggung jawab sepenuhnya dan menerima konsekuensi atau sanksi yang akan
dijatuhkan oleh Universitas Islam Indonesia Kepada kami.

Yogyakarta, Januari 2017

Ahmad Nofriyanto

Angga Swasdita

Ahmad Johan

Ardian dwi Hastayoga

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur selalu kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan
rahmat, taufik dan hidayah-Nya , sehingga kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan
tugas untuk menyusun rancangan program pelatihan dan pengembangan bagi karyawan
bertalenta (RP3KBT). Semoga rancangan ini bisa bermanfaat bagi kami kelompok penyusun dan
bagi orang lain. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada dosen kami Dra. Trias Setiawati,
M.Si yang telah memberikan kami kesempatan untuk menyusun RP3KBT yang sangant
bermanfaat ini.

Penyusunan RP3KBT ini sebagai syarat kelulusan mata kuliah Berfikir Strategis. Dari
hasil penyusunan ini dapat membantu kita untuk mengembangkan pemikiran strategis kami
dalam anggota kelompok. Judul RP3KBT kami yang pertam ini berjudul Keingintahuan dan
Kemampuan Dialog Kritis untuk Berfikir Strategis. Hasil dari RP3KBT ini memberikan kami
pengetahuan dan pengalaman untuk berdialog secara kritis dalam proses belajar berfikir strategis.

Kesempurnaan hanya milik Allah SWT, sehingga pastinya dalam penyusunan ini
masihterdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Kami mengharapkan seluruh pihak dapat
memberikan saran dak kritikan. Terima Kasih.

Yogyakarta, Januari 2017

Kelompok 1

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................................................ i

PERNYATAAN ANTI PLAGIARISME ................................................................................ ii

KATA PENGANTAR ............................................................................................................ iii

DAFTAR ISI........................................................................................................................... iv

RINGKASAN EKSEKUTIF .................................................................................................. vi

I. PENDAHULUAN .......................................................................................................... 1
A. Latar Belakang .......................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ..................................................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan....................................................................................................... 2
D. Manfaat Penelitian .................................................................................................... 2
E. Data Yang Diperlukan .............................................................................................. 2
F. Metode Pengambilan Data ........................................................................................ 2
G. Tehnik Analisis data ................................................................................................. 3
II. GAMBARAN KUALITAS SDM INDONESIA DALAM BIDANG STRATEGIC
THINKING ..................................................................................................................... 4
III. GAMBARAN ANGGOTA KELOMPOK DAN KUALITAS ANGGOTA DIBIDANG
STRATEGIC THINKING .............................................................................................. 5
1. Ahmad Nofriyanto .................................................................................................... 5
2. Angga Swasdita ........................................................................................................ 5
3. Ardian Dwi Hastayoga .............................................................................................. 5
4. Ahmad Johan ............................................................................................................ 6
IV. ANALISI PERMASALAHAN ....................................................................................... 7
A. Analisi Eksternal ....................................................................................................... 7
B. Analisi Internal.......................................................................................................... 8
C. Masalah Kualitas Anggota Kelompok .................................................................... 10
D. Urutan Prioritas Masalah yang harus Ditindaklanjuti ............................................. 10

iv
V. KAJIAN PUSTAKA ..................................................................................................... 11
A. Acuan Penelitian Terdahulu.................................................................................... 11
B. Landasan Teori........................................................................................................ 14
VI. TUJUAN PR3KBT ....................................................................................................... 15
VII. ALTERNATIF USULAN PR3KBT ............................................................................. 16
VIII. PROPOSAL PROGRAM ............................................................................................. 18
Judul Program ............................................................................................................... 18
Pendahuluan .................................................................................................................. 18
Tujuan Pelatihan ........................................................................................................... 18
Hasil Yang diharapkan .................................................................................................. 18
Sasaran program............................................................................................................ 19
Uraian keunggulan ........................................................................................................ 19
Uraian kelemahan ......................................................................................................... 19
IX. REKOMENDASI PROSES IMPLEMENTASI PR3KBT ........................................... 20
X. KESIMPULAN DAN SARAN..................................................................................... 21
XI. DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 22
XII. LAMPIRAN .................................................................................................................. 23

v
RINGKASAN EKSEKUTIF

Kami dari kelompok satu menyusun RP3KBT dengan Judul Keingintahuan dan
Kemampuan Dialog Kritis Untuk Berfikir Strategis. Dalam hal ini kami ingin lebih mendalami
apa saja yang harus di perhatikan dalam berfikir strategis salah satunya adala dialog. Kami juga
berusaha untuk mencari perbedaan atara Dialog, Diskusi, dan Debat. Tujuan dari RP3KBT kami
ini adalah untuk melatih pengembangan berfikir strategis dengan melatih cara berdialog kritis.

Metode yang kami gunakan adalan metode kualitatif. Melalui wawncara kami melahita
jawaban-jawaban atau argument2 yang diberikan oleh setiap kelompok. Juga melihat dari
Curiculum Vitae masing-masing anggota untuk memperkuat kami melihat bagaimana pandangan
mereka terhadap masalah atau melihat pendapat mereka tentang suatu teori. Dari hasil
wawancara yang kami lakukan kemudian kami refleksikan dengan landasan teori yang menjadi
dasar kami untuk menilai dialog kritis dan memberikan saran untuk dapat diaplikasikan dan
diambil manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Hasil dari wawancara yang kami lakukan mnerangkan bahwa setiap anggota sudah
memiliki kelebihan masing-masing dalam dialog. Namun, dalam berfikir strategis masih belum
terlalu baik karena tanggapan-tanggapan atau argument yang diberikan masih terlalu sempit.
Tetapi dalam hal berdialog cukup bagus karena setiap anggota cukup bagus dan berani untuk
memberikan pendapatnya dari sudut pandang yang berbeda

vi
I. Pendahuluan
A. Latar Belakang

Dalam sebuah perusahaan pasti komunikasi yang baik dibutuhhkan dalam pengambilan
keputusan dengan pemikiran strategis tidak hanya pada bagian top manajemen tetapi pada
seluruh bagian perusahaan dibutuhkan individual yang memiliki pemikiran strategis. Strategis
dijelaskan oleh Suyanto dalam bukunya Strategic Management adalah suatu rencana permainan
untuk mencapainya dan setiap usaha harus merancang strategi untuk mecapai sasarannya.
Dapat dilihat akhir-akhir ini perusahaan lebih menggunakan perencanaan strategi
ketimbang pemikiran strategis. Jika dilihat dari tujuannya Berfikir strategis adalah untuk
menemukan ide-ide strategis yang unggul dan dapat merubah persaingan dan menciptakan visi
yang lebih baik sedangkan perencanaan strategis perencanaan strategis bertujuan untuk
menyusun kebijakan-kebijakan dan program untuk menjalankan strategis-strategi yang di
kembangkan melalui proses berfikir strategis Harjito (2016). Dari tujuan tersebut kita dapat
melihat bahwa di perlukan SDM yang mampu untuk berfikir strategis dan untuk dapat berfikir
strategis SDM juga harus mampu untuk melakukan dialog dalam perusahaan untuk menemukan
ide-ide baru dari presepsi-presepsi yang berbeda dalam perusahaan.
Peran dialog dalam suatu perusahaan sangatlah penting dalam suatu perusahaan.
Membangun dialog antara kelompok pemangku kepentingan yang berbeda yang terlibat dalam
hal evaluasi. Julia Sloan menjelaskan Dialog merupakan hal yang sangat penting untuk proses
belajar kreatif dan kognitif dan juga sangat penting untuk belajar berfikir scara strategis. Dialog
sebagai platform yaitu ruang terbuka untuk pertukaran ide dan proses dimna kita memeriksa
pikiran kita untuk memahami isi pemikiran kita (Karlsson, O. 2001).
Dialog tidak hanya sekedar berbicara untuk menyampaikan ide-ide pemikiran baru
namun juga harus menyikapi presepsi-prespsi yang ada. Namun, bukan dalam rangka untuk
mengalahkan atau menjatuhkan presepsi tersebut tetapi untuk memberikan pandangan kita itulah
yang dapat disebut dengan dialog kritis. Sebuah dialog kritis juga harus berdasarkan pengalaman
dan evaluasi argumen sebelumnya.
Dari beberapa penjelasan di atas kita dapat melihat bahwa dialog cukup menting untuk
proses berfikir strategis. Oleh karena itu Cera Production ingin mengadakan Program Dialog
untuk meningkatkan proses berfikir strategis setiap karyawan dalam perusahaan.

1
B. Rumusan Masalah
Dari pendahuluan yang telah kami urangkan kami merumuskan beberapa permasalahn
sebagai berikut:
a. Dialog seperti apakah yang harus dikembangkan oleh individu sehingga dapat
mengembangkan kemampuan berfikir strategis ?
b. Bagaimana meningkatkan kemampuan Dialog Kritis untuk Berfikir Strategis ?

C. Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah diatas maka tujuan penulisan dalam tugas ini sebagai berikut :
a. Mengetahui dialog yang harus di kembangkan dalam proses pembelajaran untuk
meningkatkan kemampuan berfikir strategis.
b. Mengetahui hal-hal yang harus di perhatikan untuk menigkatkan dialog kritis untuk
berfikir strategis.

D. Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan tugas ini untuk meningkatkan proses berfikir strategis dengan
melihat dari sisi dialog yang harus dikembangkan. selain itu memiliki pengetahuan bagaimana
seharusnya dialog kritis yang baik dalam sebagai sebuah proses untuk pembelajaran berfikir
strategis.

E. Data Yang Diperlukan


Data yang diperlukan yaitu data primer. Menurut Sugiyono (2012), data primer adalah
sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data primer dihimpun
dari wawancara dan CV milik karyawan yang nantinya akan dijadikan sebagai dasar acuan
dalam penyusunan RP3KBT.

F. Metode Pengambilan Data


Pengambilan data dalam RP3KBT yang kami susun menggunakan metode wawancara.
Lexy (2014) menjelaskan wawancara adalah percapakan dengan maksud tertentu.
Memverifikasi, mengubah dan memperluas informasi yang diperoleh dari orang lain dan
dikembangkan oleh peneliti sebagai pengecekan anggota.

2
G. Tehnik AnalisisData
Dapat dilihat dari metode pengambilan data tehnik analisi yang kami gunakan dalam
menyusun RP3BT ini tehnik analisis Kualitatif. Menurut Lexy (2014) Penelitian kualitatif adalah
penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek
penelitian perilaku, presepsi, motivasi, tindakan, dll., secara holistik dan dengan cara deskripsi
dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan
memanfaatkan berbagai metode ilmiah.

3
II. GAMBARAN KUALITAS SDM INDONESIA DALAM BIDANG STRATEGIC
THINKING
Sumber Daya Manusia merupakan aset penting dalam suat perusahaan. Dari segala
tingkatan dalam suatu perusahaan memerlukan sumber daya manusia yang memadai dan
memiliki pemikiran yang strategis dalam setiap pengambilan keputusan. Di Indonesia masih
membutuhkan perkembangan masyarakat dari waktu ke waktu karena perkembangan global
yang terjadi begitu cepat. Oleh karena itu Indonesia membutuhkan SDM-SDM strategis yang
mampu memberikan gambar utuh mengenai isu-isu global dan mampu memberikan solusi secara
tepat.
Jika dilihat dari sumber daya manusia masih berada jauh di bawah. Menurut data Human
Development Index 2015 indonesia masih berada di 110 dari 188 negara. Hal ini di karenakan
pemikiran orang indonesia setelah menempuh pendidikan SD-SMA mereka setelah itu memilih
untuk bekerja hai ini juga di perngaruhi oleh pegeluaran pemerintah untuk pendidikan masih
cukup rendah yaitu hanya sekitar 3,7% dari GDP. Namun hal tersebut malah membuat tingkat
Pengangguran cukup besar yaitu sebesar 8,4% dari total angkatan kerja di indonesia.
Jika dilihat dari jumlah penduduk indonesia sekitar 240 juta indonesia memiliki sumber
daya yang sebenarnya memilki potensial tinggi apabila di berikan pendidikan dengan baik dan
benar dan bukan hal yang mustahil seharusnya indonesia menjadi negara yang lebih cepat maju.
Tetapi sebaliknya apabila tidak digunakan dengan baik maka hal ini malah akan menjadi
bencana. Apalagi terhadap kelompok usia muda yang tidak produktif akan menjadi bencana
Demographic Disaster. Hal ini tidak sejalannya antara lapangan kerja dengan jumlah kelompok
usia muda yang seharunsnya bisa produktif tetapi tidak dapat menyalurkan hal itu karena
kurangnya lapangan pekerjaan. Hal ini pula menyebabkan pemikiran strategis yang mereka
miliki susah untuk di kembangkan melalui pendidikan informal yang di akibatnya kurangnya
kepedulian terhadap kelompok usia produktif.
Dilihiat hari perkembangan Sumber daya manusia di indonesia yang begitu-begitu saja
indonesia seharusnya membutuhkan tim pemikir strategis seperti yang dijelaskan kompasiana
dalam situsnya tim pemikir strategis adalam sekumpulan orang yang terorganisisr dengan baik
untuk menggunakan kemampuan pemikirannya berdasarkan kompetensi yang dimiliki yang
sehingga menghasilkan output yang strategis dalam mencapai tujuan bersama.

4
III. GAMBARAN ANGGOTA KELOMPOK DAN KUALITAS ANGGOTA DIBIDANG
STRATEGIC THINKING
Profil Perusahaan
Cera Production merupakan perusahaan kreatif yang didirikan oleh profesional muda
periklanan. Kami percaya program marketing yang hebat harus didukung oleh media yang tepat
dan disukai oleh target audience. Cera telah melayani banyak perusahaan ternama, lembaga
pemerintah, dan organsiasi masyarakat di Indonesia.

Kami selalu mengembangkan sistem manajemen produksi, ekplorasi bahan baku, dan desain
untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dan dinamika Audience di wilayah Asia Tenggara.
Kualitas produk dan layanan Kami mengantarkan Cera sebagai mitra perusahaan nasional hingga
internasional seperti Garuda Indonesia, Pertamina, BANK BRI, PT.Kaltim Prima Coal, Bank
BTPN, Bank Indonesia, dan lain-lain.

Visi

Menjadi Perusahaan Merchandise Terdepan di Asia Tenggara.

Misi
Memproduksi material promosi berbiaya rendah sehingga semua perusahaan dapat
berpromosi.
Mempertahankan produk berkualitas tinggi dan menjadikan teknologi sebagai alat untuk
mengurangi pembiayaan dan meningkatkan kualitas layanan
Menjadi perusahaan ternyaman untuk setiap karyawan.

5
Anggota kelompok dalam penulisan tugas ini empat orang dari latar belakang yang
berbeda lingkungan akademik. Hal ini membuat munculnya perbedaan-perbedaan dalam
pemikiran suatu masalah namun membuat kita belajar satu dengan yang lainnya. Berikut
gambaran karyawan :
1. Ahmad nofriyanto
Karyawan dengan latar belakang akademik dibidang akuntansi dan pengalaman organisasi
selama S1. Dengan pandangan dari akuntansi sebuah dialog yang diberikan selalu melalui
angka-angka yang menjadi acuan. Mengingat manajeman bukan hanya sekedar mengenai
pengambilan keputusan tetapi juga harus melihat aspek-aspek keuangan yang ada dalam
suatu perusahaan. Dengan latar belakang ekonomi di bidang akuntansi ini membatu
kelompok kami lebih untuk mehami persoalan-persoalan keuangan dalam sutu perusahaan.

2. ANGGA SWASDITA
Karyawan dari latar belakang manajemen pendidikan. Manajemen bukan hanya sekedar
mengenai dalam sektor ekonomi, namun juga berada pada sector pendidikan. Dengan kajian
bidang manajemen pendidikan khusunya manajemen pesonalia diharapkan akan membantu
untuk memberikan kontribusi terhadap permasalahan SDM.

3. ARDHIAN DWI HASTAYOGA


Karyawan dari latar belakang sarjana bidang komputer. Banyaknya arus informasi yang
mengalir akan menyebabkan perubahan. Pemanfaatan system infomasi manajemen
diharapkan mampu dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan di perusahaan
untuk mengatasi perubahan yang terjadi. Dengan latar belakang pendidikan yang dimilikinya
membuatnya memiliki pemikiran yang cukup strategis mengenai hal apa yang akan
dilakukan kedepannya.

4. AHMAD JOHAN
Karyawan dari latar belakang akademik bidang manajemen. Dengan keterampilan
manajemen diharapkan untuk mampu memberikan kontribusi ketika berdialog. Mengingat
berdialog bukan hanya bercakap-cakap, namun juga kegiatan untuk menyampaikan
informasi.

6
IV. ANALISIS PERMASALAHAN

A. Analisis Eksternal
Perkembangan masyarakat dunia yang semakin cepat dari waktu ke waktu membuat cara
berfikir strategis sangat di butuhkan dalam suatu perusahaan. Di Indonesia masih sangat
dibutuhkan para pemikir strategis apalagi menghadapi sistem global yang semakin berkembang.
Dalam kompasina juga pernah dibahas mengenai tim pemikir strategis. Dengan hal ini kita masih
memiliki kesempatan untuk menjadi orang yang dapat berfikir secara strategis dalam melihat
perkembangan saat ini dimulai dengan dialog kritis untuk meningkatkan cara berfikir strategis.
Program RK3KBT yang disusun ditujukan kepada karyawan agar mampu
mengembangka kemampuan berpikir strategis dalam mengambil keputusan. Dialog merupakan
percakapan antara individu-individu, individu-kelompok dan kelompok-kelompok. Melalui
dialog terjadi kegiatan menyampaikan bertukar ide dan menyampaikan pendapat. Yang harus
diperhatika dalam berdialoh adalah aanya komunikasi dua arah dan saling memberikan feedback.

Secara garis besar, karyawan dapat dideskripsikan sebgai berikut:


1. Kemampuan mengutarakan pendapat ketika berdialog berbeda-beda.
2. Memiliki pandangan yang berbeda-beda yang dikarenakan berasal dari latar
akademik yang beragam.

Berdasarkan deskripsi diatas, adanya kengganan untuk membagikan informasi dapat


menghambat proses berdialog. Pasalnya berdialog membuuhkan komunikasi dua arah da adanya
feedback. Harapan dalam berdialog adalah mendapatkan pengetahuan dan pengalaman, dan
melalui dialog secara mendalam tidak saja menekankan aspek keaktifan dalam berdialog namun
juga menekankan aspek intelektual, social, mental dan emosional.

7
B. Analisi Internal

Berdasarkan hasil diskusi dan wawancara, menunjukan bahwa tingkat berdialog anggota
berbeda-beda. Ada beberapa anggota yang ketika diwawancara cenderung memberikan informasi
yang singkat, dan ada pula yang memberikan informasi dengan panjang. Ketika berdiskusi
mengenai topik tertentu, ada beberapa anggota yang mampu untuk menceritakan pengelaman-
pengalaman mereka terkait dengan topik diskusi. Dengan mnceritakan kemali pengalaman-
pengalaman tersebut secara langsung sudah melakukan kegiatan mentrasfer pengetahuan
terhadap anggoa kelompok yang lain. Namun ada anggota yang hanya mendengarkan saja. Hal
tersebut menunjukan bahwakurangnya feedback terhadap dialog yang sedang dilaksanakan.
Dari diskusi yang sudah dilakukan, penulis mampu mensedeskripsikan kualitas anggoa
kelompok dalam bentuk analisis SWOT sebagai berikut:
Strength:
1) Secara garis besar kelompok memiliki tingkat antusias yang besar
terhadap hal hal yang belum diketahui dan memiliki keinginan untuk
mempelajarinya
2) Dengan perbedaan latar belakan ilmu akademik yang ada dalam kelompok
dapat meningkatkan presepsi-prespsi dalam suatu dialog.
3) Melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda untuk
mendapatkan informasi yang lebih
Weakness:
1) Kelemahan utama pada kelompok ini adalah keengganan untuk
memberikan feedback terhadap pola komunikasi yang sudah terjalin,
sehingga menimbulkan perasaan tidak nyaman untuk melanjutkan
percakapan.
2) Kurangnya pengalaman dalam hal berdikusi yang baik menjadi cukup
sulit untuk membuat pertanyaan yang baik.
Opportunity:
1) Tingginya tingkat keingin tahuan pada kelompok ini menunjukan bahwa
ada kemauan untuk terus berkembang dan secara terbuka mau untuk
menambah wawasan yang bermanfaat untuk dimasa yang akan dating.

8
2) Meningkatkan cara berfikir strategis dengan menyatukan presespsi dalam
suatu dialog dari sudut pandang akademik yang berbeda.
3) Dengan usia yang masih relatif muda kita masih memiliki banyak waktu
yang cukup untuk mengasah berfkir strategis dalam kelompok.
Threat:
1) Ancaman yang timbul dari kelompok ini adalah cendung mengalami
kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan secara bersama atau
kerjasama untuk memecahkan suatu permasalahan.
2) Dengan perbedaan tersebut dapat membuat perbedaan presepsi yang
mengakibatkan perdebatan yang cukup besar.

Kondisi internal yang diharapka adalah:

1. Keterbukaan
Langkah awal dalam melakukan dialog kritis adalah individ harus membka udiri terhadap
karyawan yang lain, Karena dengan sikap terbuka dalam diri akan membuka pelang
untuk belajar, mengubah dan mengembangkan persepsi.
2. Kejujuran
Bersikap jujur dalam dialog kritis sangat penting, ssebab dialog hanya bermanfat ketika
lawan dialog bersikap jujur. Kejujuran yang dimaksud adalah semua karyawan
mengemukakan pendapat, tujuan, harapan. Dengan kata lain kejujuran merupakan
prasyarat terjadinya dialog dan apabila tidak ada kepercayaan maka tidak akan ada
dialog.
3. Kerjasama
Untuk menanamkan kepercayaan pribadi, maka langkah awal yang perlu dilakukan
adalah mencari kesamaan dengan cara bekerjasama dengan oranglain, selanjutnya
memilih pokok-pkok permasalahan untuk dicari solusinyaa dengan bersama. Kemamuan
menyelesaikan permasalahan dengan bersama akan menghasilkan solusi yang saling
menguntungkan pihak yang terkait.

9
C. Masalah Kualitas Karyawan
Kemampuan memberikan feedback masih rendah Karena belum memahami cara
berdialog yang baik
Pengalaman dalam memberikan pertanyaan kritis masih kurang
Keinginan untuk memulai dialog bergantung kepada individu yang memiliki
pengalaman yang lebih banyak. Seperti halnya harus diminta dulu oleh pimpinan.
Sikap tertutup karyawan yang mempengaruhi tingkat kerjasama antar karyawan.
D. Urutan Prioritas Masalah yang Harus Ditindak Lanjuti
Menumbuhkan sikap kejujuran dan kepercayaa terhadap karyawan lain agar untuk
meningkatkan rasa percaya diri saat mengemukakan pendapat.
Memahami cara berdialog yang baik dan benar
Memberikan feedback terhadap dialog melali pertanyaan-pertanyaan kritis
Mengembangkan aktivitas dialog kritis sebagai bentuk kerjasama dalam
menentukan solusi permasalahan.

10
V. KAJIAN PUSTAKA
A. Acuan Penelitian Terdahulu

Jurnal 1
Karlsson, O. (2001) menjelaskan Dialog kritis dipandang sebagai platform yang
digunakan untuk melakukan pertukaran ide dan proses dimna kita dapat memahami apa ide
kita sebenarnya. Hal ini tentu penting untu pemanku kepentingan dalam suatu perusahaan
untuk memiliki cara berfikir yang strategis. Dalam suatu dialog kritis kita harus mampu untuk
menunjukan ketidak pastian terutama untuk manajer ataupun sebaliknya.
Evaluasi kinerja merupakan suatu proses menempatkan informasi bersama-sama
sebagai fakta murni dalam suatu dialoh yang akan disampaikan kepada kelompok pemangku
kepentingan yang berbeda dengan apa yang merka ketahui. Hal ini pasti selalu melibatkan
tindakan menghakimi orang lain dan ini tentu tidak dapat terjadi dalam suatu dialog maka
sangan penting untuk ada orang yang menjadi evaluator. Evaluator mempunyai peran penting
untuk bisa mempertanyakan dan menyelidiki kedalam inti permasalhan, meminta penjelasan
dan merangsang refleksi pada asumsi yang mendasari informasi yang diberikan.

Jurnal 2
Torres. R, And Escalante. A. (2011) Dialog kritis dianggap tidak hanya untuk berpose
atau meninggikan dada tetapi untuk mengevaluasi argumen, serta diberikan kapasitas untuk
terlibat dalam pemikiran kritis mengenai informasi yang ada secara ilmiah. Dalam hal ini
peneliti melihat cara mengajar tenaga pendidik dengan dialog kritis yang reflektif dan
prespektif.
Dalam konteks pembelajaran berfikir strategis pendidikan harus diteliti lebih jauh
tidak hanya untuk meningkatkan dialog kritis namun dalam pelajaran yang diberikan pula
perlu diamati. Meskipun begitu peneliti mendapati bahawa dalam prakteknya berfikir kritis
merupakan sebuah komponen yang cukup sulit untuk dipelajari.

11
Jurnal 3
Kuo. Feng-Yang, And Konsynski. B. (1988) berpendapat bahwa Sebuah manajemen
dialog untuk memberikan kebebesan untuk berdialog dan memberikan pendapat yang
menggabungkan aplikasi untuk mengantarkan pengguna dalam sebuah dialog. Harus adanya
kebebasan berdialog karena melihat dua aspek kritis, pemisahan arti sebuah dialog dari
manipulasi informasi dan untuk pemisahaan manipulasi dari hardware atau software yang
digunakan.
Proses dialog merupakan bagian dari sistem aplikasi yang dapat dianrtikan an
pengguna-computer dan proses komunikasi yang menggabungkan atau memungkinkan untuk
bertukar pesan dalam sebuah dialog pada suatu objek. Dengan menggunakan aplikasi sebagai
proses berdialog dapat mempermudah suatu perusahaan untuk saling bertukar informasi
secara cepat dan juga real time.

Jurnal 4
Allen. Charles. D, and Gerras. Stephen. J. (2009)Pemikiran strategis merupaksebuah
kemampuan atau bakat kreatif yang sistesis yang harus dimiliki oleh suatu organisasi atau
perusahaan untuk dapat menjaga keberlangsungan dan kesuksesan jangka panjang. Seorang
pemikir strategis juga harus mampu untuk melihat apa yang dibuthkan oleh perusahaa
kedepannya untuk memastika perusahaan menang dimasa depan.

Pemikiran strategis juga bisa menjadi Good and Bad News. Semakin banyak
pemikir strategis memang dapat menjaga keberlangsungan perusahaan dalam menetapkan
recana-rencana dan pengambilan keputusan. Tapi, dapat juga mendai Bad News karena
dengan semakin banya pemikir strategis maka akan semakin banyak pula presepsi dan
argument-argument yang muncul dan hal ini akan menyebabkan perdebatan yang panjang.
Apalagi pada suatu perusahaan yang masih menggunakn sistem hierarki akan menjadi cukup
sulit untuk seseorang memberikan pendapat atau argumennya.

12
Jurnal 5

Liedtka, Jeanne.M. 1998 Dalam penelitiannya memberikan 5 elemen dalam berfikir


strategis.

a) Prespektif Sistem
Berikir strategis dibangun dengan pondasi berdasarkan prespektif sistem. Sebagai
seorang pemikir strategis harus memiliki mental untuk menyelesaikan sistem end-to-end
untuk membuat nilai dan harus mengerti ketergantungan didalamnya. Pemikir strategsi juga
harus melihat hubungan vertikal dan horizontal atau dalam konteks eksternal dan internal.
b) Fokus pada tujuan
Strategis memusat menjelaskan fokus yang harus dipenuhi oleh individu dalam
organisasi menyusun dan membagi kekuatan, untuk memperhatikan tujuan, melawan
gangguan dan berkonsentrasi untuk jangka panjang dalam pencapaian tujuan.
c) Cerdas dalam Memahami Peluang
Dalam fokus mengarahkan tujuan. Kita juga harus memiliki kecerdasan atau kelihaian
dalam melihat peluang tidak hanya berniat memajukan strategi tetapi juga mencari
kemungkinan terbukanya peluang baru. Namun juga harus cerdas untuk melihat resiko dari
strategi yang akan dilaksanakan.
d) Berfikir Pada Waktunya
Pemikir strategis harus mampu menggunakan antara pengalaman dan sejarah
perusahaan yang luas untuk menciptakan masa depan. Dimana hal ini memerlukan
kemampuan untuk memilih dan menggunakan sesuao analogi dari individu untuk mengenali
pola dari sebuah masalah.
e) Hipotesis-Driven
Elemen terakhir dalam pemikiran strategis dikenal sebagai hipotesis driven. Hal ini
mencermikan pemikiran strategis secara kreatif dan analisis untuk menarik sebuah hipotesis
yang siap untuk di uji. Hal ini berguna untuk menguji informasi dan data secara efisien.

13
B. Landasan Teori
Dalam penyusunan RP3KBT inii kami menggunakan buku Learning To Think Stratgically
dari Julia Sloan.:

Perbandingan Dialog, Diskusi, dan Debat.

Dialog merupakan berusaha untuk menempatkan orang-orang untuk belajar


bagaimana untuk berfikir bersama-sama tidak hanya menganalisa masalah bersama tetapi
dalam arti asumsu dasar dan memperoleh wawasan mengapa hal tersebut muncul.
Diskusi pada umumnya tidak bermaksud untuk menjelajahi dan mengubah suatu dasar
atau pola suatu makna, pada umumnya digunakan untuk analisis terutama kuantitatif dan
konklusif. Debat dapat sejalan dengan proses pemikiran strategis untuk mengambil
keputusan dengan melihat titik-titik lemah dalam berfikir dan cara yang baik untuk
mengidentifikasi asumsi dasar yang perlu di tantang tentang nilai-nilai suatu perusahaan
dan kompetensi.

Good Strategy Dialog Is Informed

Memberikan informasi merupakan dialog yang bagus. Dalam arti harus substantif
dan terlibat dalam posisi ingin tahu tentang pendapat orang lain.dan juga sebagai
parameter untuk memperdalam pengetahuan, memperkenalkan data baru, memperluas
informasi dan ide-ide, dan memungkinkan kita untuk melihat aspek lain deari cara yang
berbeda.

Good Dialogue Question

Memberikan atau mengajukan sebuah pertanyaan dalam sebuah dialog bukanlah


hal yang mudah. Membutuhkan kepercayaan diri dan juga membutuhkan pemahaman
yang cukup tentang apa yang sedang di bahas dalam sebuah dialog. Karena dengan
pertanyaan yang baik akan memberikan kita jawaban yang terbaik semakin baik
pertanyaan kita maka semakin baik solusi dan semakin baik pembelajaran kita.

14
VI. TUJUAN RP3KBT
Tujuan penyusunan RP3KBT ini sebagai berikut:
Membantu karyawa untuk memahami cara berdialog yang baik dan benar
Membantu Karyawan untuk mengajukan pertanyaan yang baik
Membantu karyawan utuk menyadari potensi yang dimiliki
Meningkatkan tingkat partisipasi karyawan dalam berdiskusi/rapat.
Membantu karyawan untuk berkerja sama dalam menyelesaikan permasalahan
dengan berpikir strategis melalui berdiskusi

15
VII. ALTERNTIF USULAN RP3KBT
Berdasarkan hasil analisis kualitas sumber daya manusia pada karyawan, terdapat
beberapa pemasalahan yang dihadapi. Permasalahan tersebut antara lain pengalaman
berdialog yag masih kurang, kemampuan dalam memberikan feedback diskusi masih
rendah, dan adanya sikap tidak terbuka dengan anggota lain. Merujuk terhadap masalah
yang ditemui, maaka perlu dilakukan program-program yang mampu untuk
meningkatkan kualitias sumber daya manusia pada kekelompok penulis. Adapun
beberapa pilihan program yang dapat dipertimbangkan antara lain:
Studi Kasus dan Diskusi Kelompok
Studi kasus yang dimaksud adalah pembahasan kasus dengan menggunaka
kejadian nyata. Sementara diskusi kelompok yang dimaksud adalah berdiskusi
menggunakan topil-topik terntentu dengan adanya interaksi antara karyawan.
Harapan dari diskusi kelompok adalah menghasilkan suatu pemahaman yang
sama dari topik yang telah ditentukan.
Keunggulan : Karena sifatnya adalah berdiskusi dengan topik atau pembahadan
yang telah ditentukan maka anggota kelompok mampu untuk lebih
focus terhadap permasalahan tersebut, sehingga anggota kelompok
mampu memberikan kesimpulan atau solusi secara strategis.
Kelemahan : ada kemungkinan bahwa informasi yang didapatkan hanya
terbatas terhadap permasalahan yang dihadapi. Selain itu dengan
metode diskusi kelompok memiliki kecenderungan dipimpin oleh
karyawan yang gemar berbicara sehingga anggta kelompok yang
pendiam atau pemalu tidak mendapatkan kesempatan untuk
mengutarakan pendapatnya.

Role Play
Majid (2014) berpendapat bahwa role playing adalah metode
pembelajaran sebagai bagian dari simulasi yang diarahkan untuk mengkreasi
peristiwa sejarah, mengkreasi peristiwa-peristiwa actual atau kejadian-kejadian
yang mungkin muncul pada masa yang akan mendatang. Karyawan masing-
masing dihadapkan pada situasi dan diminta untuk memainkan peranan sebagai

16
cntoh seornag pemimpin perusahaan dan bereaksi terhadap taktik yang djalankan
oleh anggota keompok yang sedang berperan.
Keunggulan : karyawan mampu mengembangkan sikap dan menggali
pemikiran untuk didiskusikan dengan karyawan dalam suatu
periode tertentu.
Kelemahan : ada kemungkinan karyawan tidak bermain peran secara aktif
Karena pendiam dan pemalu.

Berdasarkan pilihan program yang telah dipaparkan, kelompok penulis memilih


program studi kasus dan diskudi kelompo sebagai program pengembangan karyawan.
Melalui studi kasus dan diskusi kelompok, karyawan diminta untuk mempelajari kasus
untuk mengidentifikasi permasalahan yang dialami, diskusi dan mengajukan solusi dan
memilih solusi terbaik melalui diskusi kelompok. Disamping belajar untuk
mengemukakan pendapat, karyawan mampu mengembangkan keahlian-keahlian dalam
mengambil keputusan.

17
VIII. PROPOSAL PROGRAM
Judul Program: Pengembangan Berifikir Strategis dalam Pemecahan Kasus
Pendahuluan
Pengembangan berfikir strategis merupakan hal penting bagi setiap inidividu.
Berfikir strategis dimiliki oleh setiap individu sangat diperlukan dalam pengambilan
keputusan atau pemecahan kasus. Dalam setiap pemecahan kasus memerlukan
pemikiran-pemikiran yang strategis dari segala sudut pandang anggota
organisasi/perusahaan.
Pemecahan kasus dalam hal ini menyelesaikan masalah-masalah yang ada dalam
suatu perusahaan untuk mencari jalan keluar atau keputusan-keputusan yang dapat
digunakan untuk menyelesaikan maslah suatu perusahaan. Dari pemecahan kasus akan
bermunculan argumen-argumen dari setiap anggota dalam suatu diskusi atau dialog.
Semakin banyak argumen yang bermunculan dari setiap anggota dalam suatu dialog akan
memungkikan munculnya pemikiran-pemikiran kritis yang beguna sebagai pengetahuan
kita atau sebagai dasar untuk memberikan pendapat kita yang akan mengakibatkan dialog
kritis dalam suatu dikusi.
Dialog kritis dalam suatu diskus sangat penting karena akan memberikan
pandangan-pandangan atau pendapat-pendapat yang dapat meningkatkan pengalaman
kita dalam berfikir strategis. Dengan terbiasa mengikuti program-program pemecahan
kasus dapat meningkatkan cara berfikir kita dan meningkatkan cara dialog kritis dalam
memberikan pertanyaan atau memberikan pendapat kita .
Tujuan Pelatihan
Meningkatkan proses berfikir strategis setiap individu dengan menerima argumen
dan memberikan pendapat dari argumen tersebut.
Meningkatkan dan mengembangakn proses berikir strategis dengan dialog terbuka
dan diwajibkan setiap anggota untuk memberikan pendapat.
Meningkatkan cara berdialog yang kritis dan cara dialog yang benar.

Hasil Yang Diharapkan

Setiap individu mampu memberikan argument /pendapat dalam pemecahan kasus.


Terlatihnya individu untuk memiliki kepercayaan dalam berdialog kritis.

18
Memiliki pandangan yang luas untu meningkatkan proses berfikir strategis.

Sasaran Program

Karyawan

Uraian Keunggulan

Keunggulan dari pelatihan ini setiap dari peserta bisa memiliki pandangan yang
lebih luas dalam hal befikir strategis.

Uraian Kelemahan

Kelemahannya sendiri ada beberapa individu yang pemalu mungkin tidak akan
bersosialisasi secara penuh dan mungkin akan lebih banya diam. Tetapi hal ini dapat
diatasi dengan mewajibkan setiap peserta untuk menulis pendapatnya

19
IX. REKOMENDASI PROSES IMPLEMENTASI RP3KBT
Materi Pengembangan Berfikir strategis.
1. Definisi dialog, diskusi, dan debat serta bagaimana cara mengimplementasikan.
2. Memberikan penjelasan yang jelas mengenai persan dari dialog krirtis yang baik.
3. Memberikan penjelasan tentang tatacara dialog kritis yang baik.
4. Memberikan studi kasus dipecahkan bersama untuk memancing dialog.

Instruktur Pengembangan Berfikir Strategis.


Dra. Trias Stiawati, M.si, Ph.D

Jadwal Pelaksanaan
Pelaksanaan dilakukan setiap 1 bulan sekali selama 3 bulan.
Diperkirakan pada :
Minggu terakhir pada januari 2017
Minggu terakhir pada februari 2017
Minggu terakhir pada maret 2017

Tempat dan waktu Pelaksanaan


Ruang Kelas Fakultas Ekonomi UII jalan Purwokwat
Waktu pelaksanaan pukul 08.00 17.00
Anggaran yang dibutuhkan
A. Anggaran Belanja Operasional
1. Alat tulis kantor pesertas 50 orang @20.000 selama 3 frekuensi : Rp. 3.000.000
2. Perlengkapan pelatihan berupa tas dan hand out peserta 50 orang
@50.000 selama 3 frekuensi : Rp. 7.500.000
3. Belanja konsumsi makan siang dan makanan kecil peserta 50 orang
@50.000 selama 3 frekuensi : Rp. 7.500.000
B. Biaya Belanja Honorarium
1. Honorarium Narasumber,2 orang@7.500.000 selama 3 frekuensi :Rp.45.000.000

Jumlah Total :Rp.63.000.000

20
X. KESIMPULAN DAN SARAN
Dari hasil wawancara kepada karywan Cera Production terlihat untuk
memberikan dialog atau pendapat masih harus diminta oleh pimpinan atau dengan kata
lain masing kurang rasa percaya diri dalam setiap karyawan. Dalam proses pembelajaran
untuk meningkatkan berfikir strategis dalam pengeambilan keputusan dalam suatu
perusahan sangat penting. Dengan memiliki kemampuan dilaog kritis akan sangat
memungkinkan bagi seorang manager atau individu untuk mengambil atau menetapkan
keputusan yang strategis.
Saran untuk Cera Production pimpinan sekiranya tidak hanya meminta pendapat
dari para karyawan tetapi juga harus membuat para karyawan memiliki project sendri
yang akan menigkatkan cara berfikir mereka dan rasa kepercayaan diri para karyawan.
Dengan pengembangan yang telah dilakukan selama mengikuti pelatihan agara supanya
di implementasikan dilingkungan informal maupun formal. Diharapkan juga individu
memiliki kesadaran bahwa dengan dialog kritis dapat meningkatkan wawasan dan
pengalaman.

21
XI. DAFTAR PUSTAKA

Karlsson, O. 2001. Critical Dialogue : Its Value And Meaning. Mlardalen University.
Sweden: Evaluation. 7(2): 211-227

Torres. R, And Ruiz-Escalante. A. 2011 Critical Dialogue: Perspectives And Practices


Of Three Bilingual Elementary Science Teachers. Journal of Border
Educational Research Volume 10

Kuo. F-Y, And Konsynski. B. 1988 Dialogue Management : Support For Dialogue
Independence. Management Information Systems Research Center.
University of Minnesota : Vol. 12, No. 3 (Sep., 1988), pp. 481-499.

Allen. Charles D, and Gerras. Stephen J. 2009. DEVELOPING Creative And Critical
THINKERS. Military Review

Liedtka. Jeanne M. 1998. Strategic Thinking: Can it be Taught. Elsevier Science. Long
Range Planing, Vol. 31, No. 1, pp 120 to 129.

Majid. Abdul. 2014. Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Sloan. J. 2006 Learning To Think Strategically. Elsevier. Oxford UK : Butterworth-


eineman
Suyanto. M. 2007. Strategic Management Yogyakarta : ANDI.
Moleong. Lexy J. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja
Rosdakarya.
Harjito, Agus. 2016. Berfikir Strategis. Yogyakarta : EKONISIA

Sumber Referensi Internet


Kompasiana, Tim Pemikir Strategis (20015), http://www.kompasiana.com/randyaw/tim-
pemikir-strategis_550dd68ea33311c02dba7d5d
Kompasiana, Kualitas Sdm Indonesia di dunia
http://www.kompasiana.com/hesabhirawa/kualitas-sdm-indonesia-di-
dunia_550095bea333111773511436

22
XII. LAMPIRAN

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada para karyawan maka didaptkan
beberapa permasalah yang terjadi di Cera Production seputar Dialog dalam perusahaan,
sebagai berikut :

1. Bagaimana situasi rapat dalam perusahaan ?


2. Bagaimana keputusan diambil dalam sebuah rapat ?
3. Apakan dalam sebuah rapat seriang ada satu orang yang mendominasi ?
4. Menurut anda bagaimana dialog yang baik dan benar ?
5. Apakah sering terdapat perdebatan dalam sebuah rapat ?

Berikut Beberapa jawaban yang di dapat dari responden dalam hal ini karyawan :

Karyawan 1 Angga Swasdita :

1. Rapat dalam perusahaan biasanya dilakukan ketika akan ada arahan dari atasan, kadang
ad evaluasi mingguan. Rapat dalam setiap minggu dilakukan untuk melihat progres dari
setiap bagian.
2. Keputusan yg diambil selama rapat biasanya dibantu dengan partisipasi karyawan yg lain,
jadi tidak selamanya atasan yg memutuskan. Tetapi lebih ke pemikiran bersama.
3. Tidak ada, atasan selalu mengajak karyawan untuk berpertisipasi dalam pengambilan
keputusan. Karena menurut saya dalam suatu rapat memang cukup penting untuk melihat
presepsi dari setiap karyawan.
4. Dialog yang baik dan benar biasanya diawali dengan memberikan senyuman, kemudian
membuka dialog dengan obrolan obrolan kecil, kemudian bahasa yg dipakai harus
memperhatikan usia lawan bicara.
5. Kalau saya bukan debat, tapi lebih ke arah mengatakan ketidak setujuan kalo selama
rapat. Karena untuk mengutarakan ketidak sutujuan dalam setiap rapat merupakan hal
yang cukup sulit untuk setiap individu.

23
Karyawan 2 Ahmad Nofriyanto:

1. Rapat dalam perusahaan dilakukan seminggu sekali setiap hari rabu. Untuk memberikan
setiap karyawan waktu untuk memberikan pendapatnya atau ide-ide kreatifnya.
2. Keputusan dalam perusahaan kami diambil dengan mengumpulkan argumen dari setiap
karyawan. Biasanya pimpinan akan meminta pendapat kami mengenai ide-ide yang telah
di paparkan.
3. Menurut saya dalam setiap rapat pimpinan yang selalu mendominasi. Tapi pimpinan juga
sering meminta pendapat kami untuk mengutarankan prespsi masing-masing. Dan hanya
sebagaian orang saja yang berani berbicara.
4. Menurut saya dialog yang baik dan benar itu berani untuk mengungkapkan pendapat
masing-masing dari permaslah atau ide-ide baru yang sedang dibahas dalam sebuah rapat.
5. Cukup sering karena perdebatan merupakan perbedaan pendaat dari setiap karyawan.
Tapi hal itu menjadi bagus karena akan bermuculan presepsi-presepsi baru.

Karyawan 3 Ardhian Dwi Hastayoga :

1. Rapat dilakukan ketika ada permasalahan yang harus dibahas atau disampaikan dalam
forum rapat. Biasanya rapat rutin diadakan untuk membahas masalah yang terjadi dalam
setiap bagian/seksi perusahaan. Rapat juga digunakan dalam menentukan target
perusahaan yang ingin dicapai selanjutnya
2. Keputusan dalam rapat diambil dengan cara bedialog dan berdiskusi dalam satu ruangan
untuk mencapai hasil yang di inginkan. Hasil rapat bersifat keputusan bersama.
3. Dalam rapat tidak di dominasi oleh satu orang, semua peserta rapat bebas menyampaikan
pendapat dan berdialog untuk mencapai hasil yang di inginkan dan disepakati bersama
dalam rapat
4. Berdialog yang benar adalah menyampaikan pendapat dengan bahasa yang sopan dan
baik, serta tidak memaksakan kehendak
5. Debat dalam rapat pasti sering terjadi, namun debat yang dimaksud bukan adu siapa yang
benar dan yang salah namun lebih ke arah menyampaikan masukan dan kekurangan dari
pihak lain.

24
25
Curriculum Vitae
DATA PRIBADI
Nama : Angga Swasdita Fridantara
Jenis Kelamin : Laki laki
Tempat Tanggal Lahir : Klaten, 02Januari 1993
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Islam
Alamat Rumah : Perum Krapyak Permai Blok A Gang 2 No:44,
Merbung, Klaten Selatan, Klaten
Alamat Kost : Jl. Persatuan No. 29 Minomartani,
Condong Catur, Depok, Sleman
No HP : -
Email : -

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN


2016 Sekarang : Program S2 Magister Manajemen UII
2011 2015 : Program S1 Manajemen Pendidikan UNY
2008 2011 : SMA Negeri 2 Klaten
2005 2008 : SMP Negeri 2 Klaten
1999 2005 : SD Negeri 1 Tonggalan
1998 - 1999 : TK ABA Jamalan

PENGALAMAN ORGANISASI
Juli September 2014 : Ketua KKN (Kuliah Kerja Nyata)
Kelompok 326
Oktober 2011 : Anggota PINKY
(Persaudaraan Insan Klaten UNY)

PEGALAMAN KERJA
Januari Mei 2014 : Tenaga bantu BPAD
Daerah Istimewa Yogyakarta

KEMAMPUAN
Komputer : - MS Office
- Adobe Lightroom
- SPSS
Bahasa : - English (Speaking dan Writing)

26
Curriculum Vitae
DATA PRIBADI
Nama : Ahmad Johan
Jenis Kelamin : Laki laki
Tempat Tanggal Lahir : Bandung, 10 Desember 1991
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Islam
Alamat Rumah : Jl. Cijawura Girang 05 No 38
Bandung
No HP : -
Email : -

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN


2016 Sekarang : Program S2 Magister Manajemen UII
2013 2015 : Program S1 Manajemen Ekonomi
Universitas Widyatama
2006 2009 : SMA PASUNDAN 1 BANDUNG
2003 2006 : SMPN 42, Bandung
1997 2003 : SDN Babakan Jati 06, Bandung

PENGALAMAN ORGANISASI
: Pemuda masjid Al-Makmur Universitas
Widyatama
: Ketua pemuda masjid Pesantren Manbaul
Huda
: Sekertaris PZU ( Pusat zakat umat)
: Penulis redaksi Buletin Pesantren Manbaul
Huda

PEGALAMAN KERJA
: Staf sumber daya manusia Universitas
Widyatama Bandung

KEMAMPUAN
Komputer : - MS Office
- Adobe Photoshop
- SPSS
Bahasa : - English (Speaking dan Writing)

27
Curriculum Vitae
DATA PRIBADI
Nama : Ardhian Dwi Hastayoga
Jenis Kelamin : Laki laki
Tempat Tanggal Lahir : Ambarawa, 3 Februari 1993
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Islam
Alamat Rumah : Rejosari, RT 3 / RW 5, Pojoksari
Ambarawa, Kab. Semarang
No HP : -
Email : -

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN


2016 Sekarang : Program S2 Magister Manajemen UII
2011 2015 : Program S1 STMIK Amikom Yogyakarta
2008 2011 : SMK Telekomunikasi Tunas Harapan
Kab. Semarang
2005 2008 : SMP Negeri 2 Ambarawa
1999 2005 : SD Negeri Panjang 3 Ambarawa

PENGALAMAN ORGANISASI
: Amiko Blogger Community (ABC)

PEGALAMAN KERJA
2015 - 2016 : Online Shop (Owner)
2012 2015 : Publisher Google Adsense

KEMAMPUAN
Komputer : - MS Office
- Adobe Photoshop
- Pemrograman
- Internet
Bahasa : - English (Speaking dan Writing)

28
Curriculum Vitae
DATA PRIBADI
Nama : Ahmad Nofriyanto
Jenis Kelamin : Laki laki
Tempat Tanggal Lahir : Gorontalo , 17-11-93
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Islam
Alamat Rumah : Jl. Rambutan, Tomulabutao
Gorontalo
No HP : -
Email : -

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN


2016 Sekarang : Program S2 Magister Manajemen UII
2010 2015 : Program S1 Ekonomi
Universitas Negeri Gorontalo
2007 2010 : SMK NEGERI 1 Kota Gorontalo
2004 2007 : SMP NEGERI 8 Kota Gorontalo

1998 2004 : SDN 23 Kota Barat Kota Gorontalo

PENGALAMAN ORGANISASI
2013 : Anggota Senat Mahasiswa Fakultas ekonomi

PEGALAMAN KERJA
2013 : Peserta Magang Fakultas ekonomi dan bisnis
(Pengadilan Negeri Gorontalo)
2009 : Peserta Prakerin SMK Negeri 1 Kota gorontalo
(Dinas Keuangan Provinsi Gorontalo)

KEMAMPUAN
Komputer : - MS Office
- Adobe Photoshop
- Pemrograman
- Internet
Bahasa : - English (Speaking dan Writing)

29