Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN

PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)


BIDANG K3 KESEHATAN KERJA DAN KELEMBAGAAN K3

DI PT. PUNDARIKA ATMA SEMESTA

PELATIHAN CALON AK3 UMUM


ANGKATAN 84

KELOMPOK : 2
1. BAGUS HARYANTO
2. ENDO SUHAILI
3. MARSENO HADI BROTO
4. MUHAMMAD ERFANDIE
5. MUHAMMAD IHSAN
6. MURSALIN MARDIYA
7. RATNAWATI SP
8. YUDI ALTA SANTOSO

PENYELENGGARA
PT. PHITAGORAS GLOBAL DUTA
30 September 2016
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI..................................................................................................2
BAB I............................................................................................................3
PENDAHULUAN..........................................................................................3
A. Latar Belakang.....................................................................................3
B. Maksud dan Tujuan..............................................................................3
C. Ruang Lingkup.....................................................................................4
D. Dasar Hukum.......................................................................................4
BAB II..........................................................................................................8
KONDISI PERUSAHAAN.............................................................................8
A. Gambaran Umum Tempat Kerja ( Profil)..............................................8
B. Temuan Hasil Observasi....................................................................11
BAB III........................................................................................................13
ANALISA....................................................................................................13
A. Temuan Positif....................................................................................14
B. Temuan Negatif..................................................................................20
BAB IV........................................................................................................25
PENUTUP..................................................................................................25
A. Kesimpulan.........................................................................................25
B. Saran-Saran.......................................................................................25
REFERENSI...............................................................................................27

BAB I
PENDAHULUAN

2
A. Latar Belakang
Pada dasarnya setiap tenaga kerja maupun perusahaan tidak ada yang
menghendaki terjadinya kecelakaan, penyakit akibat kerja dan
pencemaran lingkungan. Suatu kemungkinan bahaya besar, berupa
kecelakaan, kebakaran, peledakan, pencemaran lingkungan dan penyakit
akibat kerja dapat diakibatkan oleh kesalahan dalam penggunaan
peralatan, pemahaman dan kemampuan serta keterampilan tenaga kerja
yang kurang memadai.
Upaya perlindungan tenaga kerja agar tenaga kerja selalu dalam
keadaan sehat, selamat, aman dan sejahtera sehingga pada akhirnya
untuk mencapai suatu tingkat produktivitas yang tinggi dimana aspek
pentingnya adalah upaya keselamatan dan kesehatan kerja termasuk
Penegakkan Kelembagaan K3, upaya kesehatan kerja dan pengelolaan
lingkungan kerja.

B. Maksud dan Tujuan


Maksud dilaksanakannya PKL ini adalah untuk :
1. Membekali para calon AK3 dalam praktek nyata dalam penerapan
persyaratan dan pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja di
tempat kerja yang meliputi : keadaan dan fasilitas tenaga kerja ;
keadaan mesin-mesin, alat-alat kerja, instalasi serta peralatan lainnya;
penanganan bahan kimia berbahaya; proses produksi; sifat pekerjaan
dan lingkungan kerja.
2. Memahami kewajiban dan wewenang Ahli K3 di tempat kerja, sehingga
para calon Ahli K3 dapat bertindak secara professional didalam bekerja
dan dapat memberikan kontribusi yang bernilai dalam menciptakan,
menjaga dan meningkatkan kinerja K3 di tempat kerja yang menjadi
lingkup tanggung jawabnya.

C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup Pengawasan Lingkungan Kerja meliputi :
1. Bidang Pengawasan K3 Kesehatan Kerja
2. Bidang Pengawasan Kelembagaan K3

3
D. Dasar Hukum
1. Dasar Hukum Kelembagaan dan Keahlian K3.
1.1 Undang Undang No. 1 tahun 1970 tentang
Keselamatan Kerja
1.2 Peraturan Pemerintah RI Nomor 50 tahun 2012
tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (SMK3)
1.3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor 04 tahun
1987 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
1.4 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor 02 tahun
1992 tentang Tata Cara Penunjukan, Kewajiban dan
Wewenang Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja
1.5 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor 4 tahun
1995 tentang Perusahaan Jasa Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
1.6 Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI
Nomor 239 tahun 2003 tentang Pedoman
Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Calon Ahli
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Umum
1.7 Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan
Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Nomor KEP.
47/PPK&K3/VIII/2015 tentang Pembinaan Calon Ahli
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Bidang Listrik
1.8 Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmitgrasi
RI Nomor 02 tahun 2011 tentang Peningkatan
Pembinaan dan Pengawasan terhadap Perusahaan
Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3)
1.9 Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
RI Nomor 03 tahun 2011 tentang Pelaksanaan
Penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang
Nomor 01 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
1.10 Keputusan Direktur Jendral Pembinaan Pengawasan
Ketenagakerjaan Nomor 48 tahun 2011 tentang

4
Bidang Jasa Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan
Kerja

2. Dasar hukum Pengawasan Norma Kesehatan Kerja


2.1 Undang-Undang No 03 Tahun 1969 tentang
Persetujuan Konvensi Organisasi Perburuhan
Internsional Nomor 120 Mengenai Higiene dalam
Perniagaan dan Kantor-Kantor
2.2 Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang
Keselamatan Kerja.
2.3 Undang-Undang No 03 Tahun 1992 tentang Jaminan
Sosial Tenaga Kerja
2.4 Undang-Undang No 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan
2.5 Keputusan Presiden RI No 22 tahun 1993 tentang
Penyakit yang Timbul Karena Hubungan Kerja
2.6 Peraturan Menteri Perburuhan (PMP) No. 7 tahun
1964 tentang Syarat Kesehatan, Kebersihan, serta
Penerangan dalam Tempat Kerja.
2.7 Peraturan Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi dan
Koperasi Nomor Per-01/Men/1976 tentang Kewajiban
Latihan Hygiene Perusahaan Kesehatan dan
Keselamatan Kerja bagi Dokter Perusahaan
2.8 Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Nomor Per-01/Men/1979 tentang Kewajiban Latihan
Hygiene Perusahaan, Kesehatan dan Keselamatan
Kerja bagi Tenaga Paramedis Perusahaan
2.9 Permenaker No. 02/Men/1980 tentang Pemeriksaan
Kesehatan Tenaga Kerja dalam Penyenggaraan
Keselamatan Kerja.
2.10 Permenakertrans No. Per. 01/Men/1981 tentang
Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja
2.11 Permenakertrans No. Per. 03/Men/1982 tentang
Pelayanan Kesehatan Kerja.
2.12 Permenakertrans No Per 11/Men/2005 tentang
Pencegahaan dan Penanggulangan Penyalahgunaan
dan Peredaran Gelap Narkoba di Tempat Kerja

5
2.13 Permenakertrans No. Per 25/Men/2008 tentang
Pedoman Diagnosis dan Penilaian Cacat Karena
Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja
2.14 Permenakertrans No. Per. 15/Men/2008 tentang
Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Tempat
Kerja
2.15 Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 333 tahun 1989
tentang Diagnosa dan Pelaporan Penyakit Akibat
Kerja.
2.16 Kepmenakertrans No. Kep. 68/Men/IV/2004 tentang
Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di
Tempat Kerja
2.17 Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No. SE.
01/Men/1979 tentang Pengadaan Kantin dan Ruang
Makan.
2.18 Surat Edaran Dirjen Binawas No. SE. 07/BW/1997
tentang Pengujian Hepatitis B dalam Pemeriksaan
Kesehatan Tenaga Kerja.
2.19 Surat Edaran Dirjen Binawas No. SE. 86/BW/1989
tentang Perusahaan Catering yang Mengelola
Makanan bagi Tenaga Kerja.
2.20 SE 280/2010 tentang Pandemi Influenzar
2.21 Kepdirjen PPKNo. 20/DJPPK/2005 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Pencegahan dan Penanggulagan
HIV/AIDS di Tempat Kerja
2.22 Kepdirjen PPK No. 22/DJPPK/2008 TENTANG
Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pelayanan
Kesehatan Kerja
2.23 Kepdirjen No. 44/DJPPK/2012 tentang Pedoman
Pemberian Penghargaan Program Pencegahan dan
Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja

6
BAB II
KONDISI PERUSAHAAN

A. Gambaran Umum Tempat Kerja


PT. Pundarika Atma Semesta adalah perusahaan pembuat Mobil
Pemadam Kebakaran (Fire Truck Manufacture) dan Alat-Alat Keselamatan
Kebakaran (Fire Safety Equipment) di Indonesia yang didirikan pada
tanggal 29 Januari 1996 disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan pada tanggal 31 Oktober 1992
dengan No. C-249 HT.03.02 TH 1992 Notaris Soekaimi SH.
PT. Pundarika Atma Semesta berkedudukan di Jl. Kramat Jaya
Baru HI No. 401, Jakarta Pusat 10560 dan mempunyai pabrik perakitan
yang beralamat di Jl. Pancasila IV Persil S1/81, Gunung Putri, Bogor
dengan luas tanah 6.400 M2 dan luas bangunan 3.000 M2.
Mobil Pemadam Kebakaran merk AYAXX merupakan hasil
produksi dalam negeri dengan mempunyai kandungan lokal mencapai
kurang lebih 70%.Pompa WS. Darley Co merupakan standar
International NFPA 1901 dan telah bersertifikat ISO 9001:1994 yang
diterbitkan oleh Underwriters Laboratory Inc(UL).
Didalam menjalankan aktifitasnya, PT. Pundarika Atma Semesta
memperkerjakan sebanyak 140 pekerja dengan pembagian tempat kerja
di Pabrik Gunung Putri sebanyak 85 pekerja dengan rincian pekerja
berdasarkan jenis kelamin adalah 84 pekerja berjenis kelamin laki-laki dan
1 pekerja berjenis kelamin perempuan serta di Head Office sebanyak 55
orang pekerja.

7
Dalam memantau hasil produk yang berkesinambungan, kami
mengutamakan Departemen Quality control yang mempunyai otoritas
menghentikan proses produksi bila hasil produk tidak memenuhi standard
kualitas yang ditentukan. Selain dengan Quality Assurance, kami juga
mengadakan Welding Procedure Specification (No.:48 /WPS /QC-
KS/94) dan Procedure Qualification Record (No. : 30 /PQR /QC-KS/94).
PT. Pundarika Atma Semesta adalah satu-satunya perusahaan
yang bergerak dibidang Pembuatan Mobil Pemadam Kebakaran dan Alat-
Alat Keselamatan Kebakaran yang telah memiliki ISO 9001 : 2008
dengan No. Certifikat 500100 versi terlengkap dan terbaru yang
dikeluarkan oleh LLOYDS REGISTER QUALITY
ASSURANCEyaituSystem Quality Manajemen ISO untuk design,
manufacture, assembly of fire truck & ladder dan fire safety
equipments,ISO TS 16949 : 2009dengan No. Certifikat 0500100 yang
dikeluarkan olehLLOYDS REGISTER QUALITY ASSURANCE yaitu
system Quality Manajemen ISO untuk design, manufacture, and assembly
of Fire Truck and Fire Ladder Trucks,OHSAS 18001 : 2007 dengan No.
Certifikat 6007537yang dikeluarkan oleh LLOYDS REGISTER QUALITY
ASSURANCEyaitu the occupational Health & Safety Management
System,danISO 14001 : 2004 dengan No. Certifikat 6007537 yang
dikeluarkan oleh LLOYDS REGISTER QUALITY ASSURANCE yaitu the
Environmental Management System.
PT. Pundarika Atma Semesta merupakan Anggota National Fire
Protection Association (NFPA) sejak tahun 1996 dan mendapatkan
Piagam Penghargaan dari Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia
sebagai perusahaan pemegang lisensi terhadap suatu produk pompa,
perakitan, pengujian serta mempunyai intensitas dalam pendistribusian
mobil unit pemadam kebakaran dengan standardisasi sarana dan
peralatan yang diakui secara International.
Bertumpu pada strategi penguatan core business dan
pengembangan produk pada satu line business secara ketat, akhirnya
semua ujian berat dapat dilalui oleh perusahaan secara baik.Dengan

8
kinerja manajemen yang solid, kepercayaan para pelanggan terus
meningkat.Bahkan ditengah badai krisis yang berkepanjangan, penjualan
perusahaan mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dari tahun ke
tahun.

Adapun lingkup usaha adalah sebagai berikut :


A) Hydrant System :
Water Deluge System for LPG Storage.
Automatic Hydrant System dan Fire Sprinkler System.
Fire Alarm System.
Automatic Multimedia Fire Protection.
B) Alarm :
Conventional Fire Alarm System.
Semi Addressable Fire Alarm System.
Computerized Addressable Fire Alarm System c/w Floor Plant.
C) Pumps and equipment :
Darley.
Midship.
Skid Mount.
Breathing apparatus.
Fire Blankets.
Fireman Jackets.
Fire Helmets.
Heat Resistant Suits.
Fire Entry Suits.
Fire Hoses dan Monitor.
Fire Sirene.
Rescue Tools.

9
Air System.

Selama kurun waktu 10 (sepuluh ) tahun PT. Pundarika Atma


Semesta telah menjual lebih dari 200 (dua ratus) unit Mobil Pemadam
Kebakaran. khususnya pada tahun 1999 PT. Pundarika Atma Semesta
telah mensupply ke Departemen Pertahanan dan Keamanan sebanyak 10
( sepuluh ) unit Mobil Anti Huru Hara yang disebut dengan Riot Truck .
Sikap profesionalisme yang ditumbuh kembangkan oleh
perusahaan membuahkan hasil berupa meningkatnya kepercayaan
principal dari luar negeri. Hingga saat ini PT. Pundarika Atma Semesta
dipercaya menjadi agen tunggal untuk produk pompa dan alat alat
keselamatan kebakaran WS Darley & Co. yang berasal dari Anson
Drive Melrose Park, United States of America (USA) yang telah
mendapatkan ISO 9001 : 1994 UL Underwriter Laboratories yang
dikeluarkan oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan dengan
No. 1120/STP-LN/PDN.2/IV/2004. Pompa Darley telah teruji di
Laboratorium Dinas Pemadam Kebakaran Propinsi Daerah Khusus
Ibukota, Jakarta.

B. Temuan Hasil Observasi


Berdasarkan hasil observasi lapangan, diperoleh temuan sebagai
berikut:

A. Temuan Positif
Perusahaan telah mempunyai Ahli K3 Umum bersertifikat
Perusahaan telah membentuk P2K3
Perusahaan telah memiliki Tim Keadaan Tanggap Darurat (TKTD)
P2K3 telah menyediakan ruang P3K dan kotak P3K diarea kerja
Perusahaan telah menyediakan kantin dan dapur masak
Perusahan telah menyediakan toilet

10
Perusahaan telah melakukan kerja sama dengan klinik terdekat
untuk karyawan
Perusahaan telah menyediakan dispenser cukup untuk karyawan di
area kerja
Sirkulasi udara dan Penerangan pada area kerja baik
Perusahaan telah melakukan MCU saat awal kerja, berkala dan
khusus

B. Temuan Negatif
Tidak terdapat dokter dan paramedis tersertifikasi hiperkes
Pada struktur P2K3 belum terdapat Ahli K3 Bidang Listrik
Emergency Respone Team (TKTD) diperusahaan belum
tersertifikasi
Ruang P3K dan kotak P3K tidak digunakan secara optimal
Pengawasan terhadap penggunaan APD tidak optimal
Kebersihan di area toilet, area kerja, dan area kantin kurang baik
Sikap kerja yang kurang baik (Ergonomi)
Perusahaan belum bekerja sama dengan Pelayanan Kesehatan
yang memiliki PJK3 dibidang Kesehatan
Perusahaan belum menjalankan Program NAFZA dan HIV/AIDS di
Perusahaan

11
B A B III
ANALISIS

Berdasarkan hasil observasi lapangan di PT. Pundarika Atma


Semesta dalam bidang pengawasan K3 pada kesehatan dan
kelembagaan, secara keseluruhan sudah dilakukan dengan baik namun
ada beberapa hal yang menjadi masukan dan tambahan dalam upaya
terus meningkatkan K3 pada PT. Pundarika Atma Semesta .

12
3.1 Hasil Observasi Positif
Rekomendasi / Saran
No. Lokasi Temuan Peraturan Perundangan K3 Lampiran Foto
Pengendalian
1 Plant 1 Adanya Seorang - UU No 01/1970 tentang
- Perlu diperhatikan masa
Ahli K3 Umum Keselamatan Kerja BAB IV
berlakukanya surat
bersertifikat sebagai Pasal 10
penunjukaan
sekretaris P2K3 - Permenakertrans No
perusahaan (SKP)
diperusahaan 04/MEN/1987 tentang P2K3
seorang Ahli K3 Umum
serta tata cara penunjukan
- Perlu adanya
AK3 Pasal 1 poin C
penambahan personil
- SE. No. 03/MEN
HSE untuk
/DJPPK/1/2011 tentang
meningkatkan
pelaksanaan penunjukan AK3
pengawasan penerapan
dalam UU No 01/1970
K3 di perusahaan
- PER. No. 02/MEN/1992

tentang tata acara
penunjukkan kewajiban dan
wewenang AK3 Pasal 2 ayat
1 dan 2
2 Plant 1 Perusahaan telah - Perlu ditingkatkan - UU No 01/1970 tentang
dan 2 mendapatkan surat konsistensi pelaporan Keselamatan Kerja
keputusan laporan kerja P2K3 - Permenakertrans No
pengesahan P2K3 setiap 3 bulan sekali 04/Men/1987 tentang P2K3
oleh DISNAKER serta tata cara penunjukan
setempat AK3

3 Plant 1 Perusahaan telah - Perlu adanya evaluasi - UU No 01/1970 tentang


dan 2 membentuk Tim kompetensi tim Keselamatan Kerja Pasal 3,
khusus untuk emergency Pasal 9 Ayat 3
keadaan - Perlu adanya program - Permenakertrans No.Per
emergency yaitu latihan simulasi tanggap 03/Men/1982 tentang
Tim Keadaan darurat rutin Pelayanan Kesehatan Tenaga
Tanggap Darurat Kerja Pasal 2
(TKTD) - Permenakertrans No.Per
15/Men/VIII/2008 tentang P3K
di tempat kerja

14
4 Plant 1 Adanya ruangan - Perlu adanya - UU No 01/1970 tentang
dan 2 untuk P3K serta peningkatan Keselamatan Kerja Pasal 3,
sudah ditunjuk pengawasan untuk Pasal 9 Ayat 3
penanggung jawab fasilitas P3K - Permenakertrans No.Per
ruangan dan 03/Men/1982 tentang
terdapat kotak P3K Pelayanan Kesehatan Tenaga
pada setiap Kerja Pasal 2
ruangan kerja - Permenakertrans No.Per
15/Men/VIII/2008 tentang P3K
di tempat kerja
5 Plant 1 Perusahaan telah - Perlu adanya - Permenakertrans
dan 2 menyediakan kantin penunjukkan vendor No.03/Men/1982 tentang
untuk karyawan cathering yang baik Pelayanan Kesehatan Tenaga
serta dapur masak terkait dengan Kerja Pasal 2 Butir 1
perusahaan kebutuhan gizi - SE.01/Men/1979 tentang
Pengadaan Kantin dan Ruang
Makan

15
6 Plant 1 Tersedianya toilet - Cukup Baik - Peraturan Menteri
dan 2 untuk karyawan Perburuhan No 07 tahun
sudah mencukupi 1964 tentang Syarat
Jumlah toilet di Kesehatan, Kebersihan serta
Plant 1 sebanyak 6 Penerangan dalam Tempat
(enam) sedangkan Kerja Pasal 6
jumlah toilet di Plant
2 sebanyak 10
(sepuluh).
7. Plant 1 Perusahaan telah - Pertahankan dan - Permenakertrans
dan 2 melakukan kerja lanjutkan No.03/MEN/1982 tentang
sama dengan klinik Pelayanan Kesehatan Tenaga
EMA MEDICA Kerja Pasal 4 Ayat 1 Butir a
dikarenakan lokasi dan b
yang dekat dengan - Permenakertrans
perusahaan No.04/MEN/1998 tentang
Pengangkatan,
Pemberhentian dan Tata
Kerja Dokter Penasehat Pasal

16
3 Butir b dan Pasal 4 Ayat 2
butir a dan b

8. Plant 1 Telah tersedianya - Perlu adanya tambahan - Peraturan Menteri


dan 2 dispenser untuk extra fooding bagi Perburuhan No 07 tahun
karyawan karyawan seperti susu 1964 tentang Syarat
Kesehatan, Kebersihan serta
Penerangan dalam Tempat
Kerja Pasal 8 Ayat 5 Butir a
sampai e
9. Plant 1 Area kerja telah - Perlu adanya - Peraturan Menteri
dan 2 memiliki pemeriksaan Perburuhan No 07 tahun
pencahayaan yang kebersihan pada 1964 tentang Syarat
baik dan alami serta exhaust fan untuk Kesehatan, Kebersihan serta
memiliki sirkulasi sirkulasi udara Penerangan dalam Tempat
udara yang baik Kerja Pasal 2 Butir e

10. Plant 1 Perusahan telah - Konsisten dalam - Permenakertrans No

17
dan 2 melakukan MCU mengevaluasi hasil 03/MEN/1982 tentang
saat awal kerja, MCU Pelayanan Kesehatan Kerja
berkala dan khusus - Permenakertrans No
02/MEN/1980 tentang
Pemeriksaan Kesehatan
Kerja dalam
Penyelenggaraan Kesehatan
Kerja

Hasil Observasi Negatif


Rekomendasi /
Peraturan
No. Lokasi Temuan Potensi Bahaya Saran Lampiran Foto
Perundangan K3
Pengendalian
1. Plant 2 Perusahaan ini - Bila terjadi kondisi - Perlu tunjuk dokter - Permenakertrans RI
belum memiliki darurat terkait perusahaan yang No. Per-01/MEN/1976
dokter kecelakaan kerja telah memiliki tentang Wajib Latihan
perusahaan tidak bisa langsung sertifikasi hiperkes Hyperkes bagi Dokter
mendapat Perusahaan

18
rekomendasi dokter
serta berpotensi
mendapatkan
teguran tertulis dari
DISNAKER setempat
2. Plant 1 Pada struktur - Kurangnya - Perlu diadakan - Keputusan Direktur
organisasi P2K3 pengawasan pada Ahli K3 Listrik Jenderal Pembinaan
belum ada instalasi listrik untuk Pengawasan
penunjukan Ahli diperusahaan mengendalikan Ketenagakerjaan dan
K3 Listrik bahaya kebakaran K3 Nomor KEP.
dari bidang 47/PPK&K3/VIII/2015
kelistrikan tentang Pembinaan
Calon Ahli
Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3)
Bidang Listrik
3. Plant 1 Belum adanya - Terjadi kesalahan - Anggota TKTD - UU No 01/1970
dan 2 anggota dalam penanganan harus memiliki tentang Keselamatan
tersertifikasi P3K pada kecelakaan kompetensi Kerja Pasal 3, Pasal 9
dan Ahli K3 kerja serta kebakaran penanganan Ayat 3

19
kebakaran oleh gawat darurat - Permenakertrans
KEMENAKER terkait tim P3K No.Per 03/Men/1982
dan evakuasi tentang Pelayanan
kebakaran Kesehatan Tenaga
Kerja Pasal 2
- Permenakertrans
No.Per
15/Men/VIII/2008
tentang P3K di Tempat
Kerja
4. Plant 1 Fasilitas ruangan - Penanganan pada - Ruangan P3K di - UU No 01/1970
P3K dan Kotak korban kecelakaan di kembalikan tentang Keselamatan
P3K ini belum area kerja terhambat sesuai fungsinya Kerja Pasal 3, Pasal 9
digunakan secara - Kotak P3K Ayat 3
optimal dilengkapi - Permenakertrans
sesuai standar No.Per 03/Men/1982
- Kotak P3K Pelayanan Kesehatan
diletakkan Tenaga Kerja Pasal 2
ditempat yang - Permenakertrans

20
mudah No.Per
terjangkau dan 15/Men/VIII/2008
tidak terhalang tentang P3K di Tempat
Kerja

5. Plant 1 Pengawasan - Dapat mencegah Peningkatan dalam - UU No 01/1970


terhadap atau mengurangi pengawasan tentang Keselamatan
penggunaan APD terjadinya terhadap Kerja Bab X Pasal 14
belum optimal kecelakaan kerja baik penggunaan APD - Permenakertrans
dari tenaga kerja oleh setiap orang di No.Per.
maupun visitor pada tempat kerja 08/MEN/VII/2010
perusahaan tentang APD
6. Plant 1 Kebersihan Toilet, - Dapat menimbulkan Perlu adanya - Peraturan Menteri
Kantin dan Area penyakit dan rasa peningkatan Perburuhan No 07
Kerja di area ini ketidaknyamanan kebersihan pada tahun 1964 tentang
belum baik pada orang yang area toilet, kantin Syarat Kesehatan,
berada di dan area kerja salah Kebersihan serta
perusahaan satunya dengan Penerangan dalam

21
ditambahnya Tempat Kerja Pasal 8
personil kebersihan dan 9

7. Plant 1 Masih - Berpotensi - Perlu adanya - UU No 01/1970


ditemukannya mengakibatkan sosialisi tentang tentang
tenaga kerja yang terjadinya Penyakit dampak Keselamatan Kerja
melakukan Akibat Kerja (PAK) ergonomi Pasal 3 Butir h dan
pekerjaan posisi - Mempergunakan m
kurang ergonomis peralatan bantu - Permenakertrans
untuk bekerja No.03/MEN/1982
tentang Pelayanan
Kesehatan Tenaga
Kerja Pasal 2 Butir
b,f,i

22
8 Plant 1 Perusahaan - Beresiko terhadap - Perlu dilakukan - Permenakertrans RI
dan 2 belum bekerja pelayanan/penanga kerjasama No.Per.04/MEN/199
sama dengan nan kecelakaan dengan instansi 5 tentang PJK3
Pelayanan dilakukan oleh layanan Pasal 3 Ayat 1 Point
Kesehatan yang instansi kesehatan kesehatan yang d, Pasal 6
memiliki PJK3 yang tidak kredibel telah memiliki
dibidang (tidak memiliki SKP.
Kesehatan SKP)
9 Plant 1 Perusahaan - Pengetahuan - Perlu dilakukan - Permenakertrans RI
dan 2 belum pegawai yang minim kegiatan No.Per-
menjalankan terkait NAFZA dan promotif dan 11/MEN/2005
Program NAFZA HIV/AIDS berpotensi sosialisasi tentang Pencegahan
dan HIV/AIDS di terjadi di lingkungan kepada para dan
Perusahaan kerja antar pekerja pekerja Penanggulangan
Penyalahgunaan
dan Peredaran
Gelap Narkotika,
Psikotropika dan Zat
Adiktif lainnya di

23
Tempat Kerja
- Kepmennakertrans
No.Kep.68/Men/IV/2
004 tentang
Pencegahan dan
Penanggulangan
HIV/AIDS di Tempat
Kerja
- Kepdirjen PPK
No.20/DJPPK/2005
tentang Petunjuk
Pelaksanaan
Pencegahan dan
Penanggulangan
HIV/AIDS di Tempat
Kerja
- Kepdirjen
No.44/DJPPK/2012
tentang Pedoman

24
Pemberian
Penghargaan
Program
Pencegahan dan
Penanggulangan
HIV/AIDS di Tempat
Kerja

25
B A B IV

PENUTUP

4.1. K E S I M P U L A N
Secara umum pelaksanaan K3 di PT Pundarika Atma
Semesta terutama pada bidang K3 kesehatan dan kelembagaan
sudah dilaksanakan dan diterapkan dengan baik oleh perusahaan.
Meskipun begitu masih terdapat kekurangan dan ketidaksesuaian
pelaksanaan K3 berdasarkan UU yang berlaku dibidang kesehatan
dan kelembagaan K3.

4.2. SARAN
Berdasarkan hasil kunjungan lapangan maka didapatkan
beberapa masukan kepada PT Pundarika Atma Semesta untuk
dijadikan bahan pertimbangan dan perbaikan dalam hal
Keselamatan dan Kesehatan Kerja khususnya dibidang Kesehatan
Kerja dan Kelembagaan K3. Adapun masukan tersebut antara lain:
1. Tersedianya tenaga medis yang tersertifikasi
2. Perlu diadakan Ahli K3 Listrik untuk mengendalikan bahaya
kebakaran dari bidang kelistrikan
3. Anggota TKTD harus memiliki kompetensi penanganan gawat
darurat terkait tim P3K dan evakuasi kebakaran
4. Ruangan P3K di kembalikan sesuai fungsinya dan kotak P3K
dilengkapi sesuai standar serta diletakkan ditempat yang mudah
terjangkau dan tidak terhalang
5. Peningkatan dalam pengawasan terhadap penggunaan APD
oleh setiap orang di tempat kerja
6. Perlu adanya peningkatan kebersihan pada area toilet, kantin
dan area kerja salah satunya dengan ditambahnya personil
kebersihan
7. Perlu adanya sosialisi tentang dampak ergonomi

26
8. Perlu dilakukan kerjasama dengan instansi layanan kesehatan
yang telah memiliki SKP.
9. Perlu dilakukan kegiatan promotif dan sosialisasi kepada para
pekerja

27
REFERENSI

1. Himpunan Peraturan Perundang-Undangan Keselamatan dan


Kesehatan Kerja

2. Wawancara tim PT Pundarika Atma Semesta

28