Anda di halaman 1dari 10

BENANG OPERASI/BENANG BEDAH

Pengertian Benang operasi


Benang bedah ( suture ) adalah materi berbentuk benang yang berfungsi untuk ligasi
(Mengikat) pembuluh darah atau aproksimasi (mengikat / menyatukan jaringan )

Spesifikasi material benang bedah :


Steril, harus steril sewaktu digunakan.
Diketahui kekuatan untuk memegang jaringan ( tensil strength ) yang sesuai jenis
material benang.
Diketahui massa penyerapan ( absorption rate ) yaitu lamanya benang habis diserap
tubuh
Simpul aman, diketahui jumlah minimal tali simpul yang aman untuk setiap jenis
benang, artinya tetap tersimpul selama proses penyembuhan luka.
Mudah untuk digunakan.
Dapat digunakan untuk segala jenis operasi.
Reaksi / trauma jaringan yang minimal, diameter benang bedah yang dianjurkan
dipergunakan adalah ukuran terkecil yang paling aman untuk setiap jenis jaringan
yang dijahit, massa material benang dan reaksi jaringan sekecil mungkin.

Pemilihan material benang bedah oleh para ahli bedah didasarkan pada :
Karakteristik biologi dari material dalam jaringan yaitu diserap atau tidak diserap dan
bersifat capilarity atau non capilarity.
karakteristik dan penyembuhan jaringan.
Lokasi dan panjang dari sayatan yang menjadi pertimbangan kosmetik.
Ada tidaknya infeksi, kontaminasi dan drainese. Pertimbangan ini mengingat
kemungkinan benang akan menjadi pembentukan jaringan granulasi dan proses yang
menjadi rongga ( sinus ) atau menjadi inti pengerasan yang kemungkinan berbentuk
batu apabila dipakai pada operasi kandung kemih atau kandung empedu.
Problem pasien seperti kegemukan, debil, umur penyakit lain yang mengganggu
proses penyembuhan yang lebih lama sehingga memerlukan penguatan yang lebih
lama.
Karakteristik fisik dari material benang untuk menembus jaringan, pengikatan simpul
dan juga alasan khusus tiap ahli bedah.

Ukuran benang bedah yang telah disepakati :


Ukuran terbesar adalah 1 dan ukuran terkecil adalah 11-0 atau 12-0.
Ukuran dimulai dari nomor 1 dan ukuran bertambah besar dengan bertambah 1,
sedangkan apabila ukuran bertambah kecil maka ditambah 0.
Ukuran benang system Eropa ( metric gauge ) adalah metric 0,1 ( 0,010 0,019 mm )
sampai metric 10 ( 1,00 1,09 ).
ukuran benang system Amerika ( imperial gauge ) ukuran 11-0 ( 0,010 0,019 )
sampai ukuran 7 ( 1,00 1,09 ).
Dalam kemasan selain dicantumkan diameter juga panjang benang dalam cm.

Ada tiga hal yang menentukan pemilihan jenis benang jahit, yaitu jenis bahannya,
kemampuan tubuh untuk menyerapnya dan susunan filamentnya. Benang yang dapat diserap
melalui reaksi enzimatik pada cairan tubuh kini banyak dipakai. Penyerapan benang oleh
jaringan dapat berlangsung antara tiga hari sampai tiga bulan tergantung jenis benang dan
kondisi jaringan yang dijahit.
Menurut bahan asalnya, benang dibagi dalam benang yang terbuat dari usus domba
meskipun namanya catgut dan dibedakan dalam catgut murni yang tanpa campuran dan
catgat kromik yang bahannya bercampur larutan asam kromat. Catgut murni diserap cepat,
kira kira dalam waktu satu minggu sedangkan catgut kromik diserap lebih lama kira kira 2-3
minggu.
Disamping itu ada benang yang terbuat dari bahan sintetik, baik dari asam poliglikolik
maupun dari poliglaktin-910 yang inert dan memiliki daya tegang yang besar. Benang ini
dalam dipakai pada semua jaringan termasuk kulit. Benang yang dapat diserap menimbulkan
reaksi jaringan setempat yang dapat menyebabkan fistel benang atau infiltrate jaringan yang
mungkin ditandai adanya indurasi.
Benang yang tidak dapat diserap oleh tubuh terbuat umumnya dari bahan yang tidak
menimbulkan reasksi jaringan karena bukan merupakan bahan biologik. Benang ini dapat
berasal dari sutera yang sangat kuat dan liat, dari kapas yang kurang kuat dan mudah terurai,
dan dari polyester yang merupkan bahan sintetik yang kuat dan biasanya dilapisi Teflon.
Selain itu terdapat juga benang nailon yang berdaya tegang besar, yang terbuat dari
polipropilen yang terdiri atas bahan yang sangat inert dan baja yang terbuat dari baja tahan
karat. Karena tidak dapat diserap maka benang akan tetap berada di jaringan tubuh. Benang
jenis ini biasanya di gunakan pada jaringan yang sukar sembuh. Bila terjadi infeksi akan
terbentuk fistel yang baru dapat sembuh setelah benang yang bersifat benda asing
dikeluarkan.
Benang alami terbuat dari sutera atau kapas. Kedua bahan alami ini dapat bereaksi
dengan jaringan tubuh meskipun minimal karena mengandung juga bahan kimia alami. Daya
tegangnya cukup dan dapat diperkuat bila dibasahi terlebih dahulu dengan larutan garam
sebelum digunakan.
Bahan sintetik terbuat dari polyester, nailon atau polipropilen yang umumnya dilapisi
oleh bahan pelapis Teflon atau Dacron. Dengan lapisan ini, permukaannya lebih mulus
sehingga tidak mudah bergulung atau terurai. Benang mempunyai daya tegang yang besar
dan dipakai untuk jaringan yang memerlukan kekuatan penyatuan yang besar.
Menurut bentuk untaian seratnya, benang dapat berupa monofilament bila hanya
terdiri dari satu serat saja, dan polifilamen bila terdiri atas banyak serat yang diuntai menjadi
satu. Cara menguntainya dapat sejajar dibantu bahan pelapis atau di untai bersilang sehingga
penampangnya lebih bulat, lebih lentur dan tidak mudah bergulung. Benang baja dapat
berbentuk monofilament atau polifilamen, sering dipakai pada sternum setelah torakotomi,
jika terkontaminasi mudah terjadi infeksi.

Berikut adalah jenis-jenis benang operasi :

1. Seide (silk/sutera)
Bersifat tidak licin seperti sutera biasa karena sudah dikombinasi dengan perekat,
tidak diserap tubuh. Pada penggunaan disebelah luar maka benang harus dibuka
kembali.
Warna : hitam dan putih
Ukuran : 5,0-3
Kegunaan : menjahit kulit, mengikat pembuluh arteri (arteri besar) dan sebagai teugel
(kendali).
2. Plain catgut
Diserap tubuh dalam waktu 7-10 hari
Warna : putih dan kekuningan
Ukuran : 5,0-3
Kegunaan : untuk mengikat sumber perdarahan kecil, menjahit subkutis dan dapat
pula dipergunakan untuk menjahit kulit terutama daerah longgar (perut, wajah) yang
tak banyak bergerak dan luas lukanya kecil.
Plain catgut harus disimpul paling sedikit 3 kali, karena dalam tubuh akan
mengembang.

3. Chromic catgut
Berbeda dengan plain catgut, sebelum dipintal ditambahkan krom, sehinggan menjadi
lebih keras dan diserap lebih lama 20-40 hari.
Warna : coklat dan kebiruan
Ukuran : 3,0-3
Kegunaan : penjahitan luka yang dianggap belum merapat dalam waktu 10 hari, untuk
menjahit tendo untuk penderita yang tidak kooperatif dan bila mobilisasi harus segera
dilakukan.

4. Ethilon
Benang sintetis dalam kemasan atraumatis (benang langsung bersatu dengan jarum
jahit) dan terbuat dari nilon lebih kuat dari seide atau catgut. Tidak diserap tubuh,
tidak menimbulkan iritasi pada kulit dan jaringan tubuh lain
Warna : biru dan hitam
Ukuran : 10,0-1,0
Penggunaan : bedah plastic, ukuran yang lebih besar sering digunakan pada kulit,
nomor yang kecil digunakan pada bedah mata.

5. Ethibond
Benang sintetis(polytetra methylene adipate). Kemasan atraumatis. Bersifat lembut,
kuat, reaksi terhadap tubuh minimum, tidak terserap.
Warna : hiaju dan putih
Ukuran : 7,0-2
Penggunaan : kardiovaskular dan urologi
6. Vitalene
Benang sintetis (polimer profilen), sangat kuat lembut, tidak diserap. Kemasan
atraumatis
Warna : biru
Ukuran : 10,0-1
Kegunaan : bedah mikro terutama untuk pembuluh darah dan jantung, bedah mata,
plastic, menjahit kulit

7. Vicryl
Benang sintetis kemasan atraumatis. Diserap tubuh tidak menimbulkan reaksi
jaringan. Dalam subkuitis bertahan 3 minggu, dalam otot bertahan 3 bulan
Warna : ungu
Ukuran : 10,0-1
Penggunaan : bedah mata, ortopedi, urologi dan bedah plastic

8. Supramid
Benang sintetis dalam kemasan atraumatis. Tidak diserap
Warna : hitam dan putih
Kegunaan : penjahitan kutis dan subkutis

9. Linen
Dari serat kapas alam, cukup kuat, mudah disimpul, tidak diserap, reaksi tubuh
minimum
Warna : putih
Ukuran : 4,0-0
Penggunaan : menjahit usus halus dan kulit, terutama kulit wajah
10. Steel wire
Merupakan benang logam terbuat dari polifilamen baja tahan karat. Sangat kuat tidak
korosif, dan reaksi terhadap tubuh minimum. Mudah disimpul
Warna : putih metalik
Kemasan atraumatuk
Ukuran : 6,0-2
Kegunaan : menjahit tendo

KLASIFIKASI BENANG BEDAH

Berdasarkan keberadaannya didalam tubuh pasien dibagi atas :


Diserap ( absorbable sutures )
Merupakan jenis benang yang materialnya dibuat dari jaringan
collagen mamalia sehat atau dari sintetik polimer. Material di dalam tubuh
akan diserap yang lamanya bervariasi, sehingga tidak ada benda asing yang
tertinggal di dalam tubuh.
Tidak diserap ( non ansorbable sutures )
Merupakan benang yang dibuat dari material yang tahan terhadap
enzim penyerapan dan tetap berada dalam tubuh atau jaringan tanpa reaksi
penolakan selama bertahun tahun.
Kelebihan dari benang ini adalah dapat memegang jaringan secara
permanen. Kekurangan dari benang ini adalah benang ini menjadi benda asing
yang tertinggal didalam tubuh dan kemungkinan akan menjadi fistel.
Berdasarkan materi / bahan, dibagi atas :
Bahan alami, dibagi atas :
Diserap ( absorbable )
Dibuat dari collagen yang berasal dari lapisan sub. Mukosa usus domba dan
serabut collagen tendon flexor sapi.
Contoh :
Surgical catgut plain : Berasal dari lapisan sub. Mukosa usus domba
dan serabut collagen tendon flexor sapi tanpa campuran.
Surgical catgut chromic : Berasal dari lapisan sub. Mukosa usus domba
dan serabut collagen tendon flexor sapi dicampur dengan chromic aci
Tidak diserap ( non ansorbable sutures )
Jenis ini terbuat dari linen, ulat sutra ( silk ) seperti surgical silk, virgin
silk dan dari kapas ( cotton ) seperti surgical cotton. Ada juga yang terbuat dari
logam sehingga mempunyai tensil strength yang sangat kuat, contoh : metalik
sutures ( stainless steel )
Bahan sintetis ( buatan ), dibagi atas :
Diserap ( absorbable )
Terbuat dari sintetik polimer, sehingga mudah diserap oleh tubuh secara
hidrolisis dan waktu penyerapan oleh tubuh mudah diprediksi,
contoh :
Polyglactin 910
Polylactin 910 polylastctin 370 dan calcium state (Coated Vicryl)
Polylactin 910 polylastctin 370 dan calcium state (Vicryl Rapide)
Poliglikolik
Polyglecaprone 25 (Monocryl)
Polydioxanone (PDS II)
Tidak diserap ( non absorbable )
Terbuat dari bahan buatan ( sintetis ) dan dibuat sedemikian rupa sehingga
reaksi jaringan yang timbul sangat kecil,
contoh :
Polypropamide (Ethilon)
Polypropylene (Prolene)
Polyester (Mersilene)

Berdasarkan penampang benang, dibagi atas :


Monofilamen ( satu helai )
Terbuat dari satu lembar benang, tidak meneyerap cairan ( non capilarity )
Kelebihan dari jenis ini adalah permukaan benang rata dan halus, tidak
memungkinkan terjadinya nodus infeksi dan tidak menjadi tempat tumbuhnya
mikroba.
Kelemahan : Kelemahannya adalah memerlukan penanganan simpul yang
khusus karena relatif cukup kaku dan tidak sekuat multifilament.
Contoh : Catgut, PDS, dan Prolene
Multifilamen
Terbuat dari bebeapa filament atau lembar bahan benang yang dipilih menjadi
satu.
Keuntungan : Kelebihan jenis ini adalah benang lebih kuat dari monofilament,
lembut dan teratur serta mudah digunakan.
Kerugian : Kelemahannya adalah karena ada rongga maka dapat menjadi
tempat menempelnya mokroba dan sedikit tersendat pada saat melalui
jaringan.
Contoh : Vicryl, Silk, Ethibond
UKURAN BENANG BEDAH

Ukuran benang dinyatakan dalam satuan baku eropa atau dalam satuan metric.
Ukuran terkecil standar eropa adalah 11,0 dan terbesar adalah ukuran 7. Ukuran benang
merupakan salah satu factor yang menentukan kekuatan jahitan. Oleh karena itu pemilihan
ukuran benang untuk menjahit luka bedah bergantung pada jaringan apa yang dijahit dan
dengan pertimbangan factor kosmetik. Sedangkan kekuatan jahitan ditentukan oleh jumlah
jahitan, jarak jahitan, dan jenis benangnya. Pada wajah digunakan ukuran yang kecil (5,0 atau
6,0)

Lokasi penjahitan Jenis benang Ukuran


Fasia Semua 2,0-1
Otot Semua 3,0-0
Kulit Tak diserap 2,0-6,0
Lemak Terserap 2,0-3,0
Hepar Kromik catgut 2,0-0
Ginjal Semua catgut 4,0
Pancreas Sutera atau kapas 3,0
Usus halus Catgut, sutera, kapas 2,0-3,0
Usus besar Kromik catgut 4,0-0
Tendon Tak terserap 5,0-3,0
Kapsul sendi Tak terserap 3,0-2,0
Peritoneum Kromik catgut 3,0-2,0
Bedah mikro Tak terserap 7,0-11,0

DAFTAR PUSTAKA

Sumber : Buku ajar ilmu bedah, R Sjamsuhidajat dan Wim de Jong


Bedah minor, dr. Sumiardi Karakata dan dr. Bob Bachsinar