Anda di halaman 1dari 9

Jurnal e-Dinamis, Volume. 8, No.

4 Maret 2014 ISSN 2338-1035

PERANCANGAN HEAT RECOVERY STEAM GENERATOR


(HRSG) YANG MEMANFAATKAN GAS BUANG TURBIN GAS DI
PLTG PT. PLN (PERSERO) PEMBANGKITAN DAN
PENYALURAN SUMATERA BAGIAN UTARA SEKTOR
BELAWAN
Tekad Sitepu , Sahala Hadi Putra Silaban
Sahalasilaban34@yahoo.com
Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Dalam berkembangnya IPTEK saat ini, kebutuhan manusia akan energi semakin meningkat,
sementara persediaan akan energi yang ada hanya terbatas. Dalam hal ini alternatif lain yang
ditempuh yaitu merancang mesin yang efisien guna meningkatkan kebutuhan akan energi. Atas
dasar ini penulis merancang HRSG yang memanfaatkan gas buang turbin gas di PLTG PT.
PLN ( persero ) pembangkitan dan peyaluran sumatera bagian utara sektor belawan. HRSG
(Heat Recovery Steam Generator) adalah ketel uap atau boiler yang memanfaatkan energi
panas sisa gas buang satu unit turbin gas untuk memanaskan air dan mengubahnya menjadi
uap, dan kemudian uap tersebut dipergunakan untuk menggerakkan turbin uap. Pada
umumnya HRSG tidak dilengkapi pembakar (burner) dan tidak mengkonsumsi bahan bakar,
sehingga tidak terjadi proses perpindahan/penyerapan panas radiasi. Hasil yang diperoleh dari
penelitian ini dapat mengetahui performansi dari HRSG secara teoritis dan menentukan masing
masing komponen tersebut.

Kata kunci : Energi, HRSG, Uap, Komponen Utama.

terbuang dari turbin gas dan dikonversi


1.PENDAHULUAN menjadi kerja (turbin uap) dengan
menggunakan HRSG yang dikenal
Dengan berkembangnya IPTEK dengan siklus gabungan.
dewasa ini, kebutuhan manusia akan
energi semakin meningkat, sementara 2.TINJAUAN PUSTAKA
persediaan energi yang ada hanya
terbatas. Energi alternatif seperti surya, Pengertian HRSG
geothermal, nuklir merupakan energi HRSG (Heat Recovery Steam
alternatif yang sulit untuk diterapkan dan Generator) adalah ketel uap atau boiler
memerlukan biaya yang besar. Dalam hal yang memanfaatkan energi panas sisa
ini alternatif lain dapat ditempuh dengan gas buang satu unit turbin gas untuk
merancang mesin yang efisien guna memanaskan air dan mengubahnya
untuk meningkatkan persediaan energi. menjadi uap, dan kemudian uap tersebut
Turbin gas dengan efisiensi 33% dipergunakan untuk menggerakkan turbin
menggunakan gas hasil pembakaran uap. Pada umumnya HRSG tidak
sebagai fluida kerja. Sesudah dilengkapi pembakar (burner), sehingga
diekspansikan didalam turbin gas untuk tidak terjadi proses perpindahan panas
menghasilkan daya, gas asap secara radiasi. Proses perpindahan
meninggalkan turbin gas pada tekanan panas yang terjadi hanyalah proses
atmosfer dengan temperatur tinggi. konveksi dan konduksi dari gas buang
Temperatur ini biasanya diatas 500C turbin gas ke dalam air yang akan
yang tidak dapat dimanfaatkan secara diproses menjadi uap melalui elemen-
langsung, tetapi masih dapat elemen pemanas didalam HRSG.
dimanfaatkan sebagai sumber energi
untuk menghasilkan uap. Pada tekanan Bagian Bagian Utama HRSG
dan suhu tinggi uap dapat digunakan HRSG terdiri dari beberapa bagian
sebagai fluida kerja pada siklus uap. elemen yaitu pemanas awal kondensat
Dengan pemanfaatan sebagian energi berfungsi memanaskan air yang berasal

231
Jurnal e-Dinamis, Volume. 8, No.4 Maret 2014 ISSN 2338-1035

dari kondensat keluaran turbin uap.


Ekonomiser berfungsi memanaskan air
pengisi sebelum memasuki steam drum
dan evaporator sehingga proses uap lebih
ringan. Evaporator berfungsi untuk
mengubah air hingga menjadi uap jenuh.
Superheater berfungsi menaikkan
temperatur uap jenuh sampai menjadi
uap panas lanjut.

Siklus Gabungan
Siklus gabungan adalah siklus
yang memanfaatkan gas buang dari
turbin gas untuk memanaskan air dengan Gambar 2.3 Diagram T-s
menggunakan HRSG dan uap yang
dihasilkan HRSG tersebut digunakan
untuk menggerakkan generator listrik.

Gambar 2.4 Diagram P-v

Jalannya proses dapat diterangkan


sebagai berikut :
Keterangan :
Gambar 2.1 Diagram PLTGU 1. Proses(1-2) merupakan proses
dimana kompresi isentropik dalam
Siklus Turbin Gas kompresor.

Prinsip kerja sistem ini adalah T2 = T1 . 
udara atmosfer masuk kedalam Dimana : rp = rasio tekanan P2/P1
kompresor yang berfungsi menghisap dan = panas spesifik (1,4)
menaikkan tekanan udara tersebut 2. Proses (2-3) merupakan proses
sehingga temperaturnya naik. Kemudian penambahan panas pada tekanan
udara bertekanan tinggi masuk kedalam konstan dalam ruang bakar.
ruang bakar yang bercampur debgan Qin = Cp (T3 T2)
bahan bakar, sehingga terjadi proses 3. Proses (3-4) merupakan proses
pembakaran. ekspansi isentropik dalam turbin.


T4 = T3 . 

4. Proses (4-1) merupakan proses


pelepasan kalor ke lingkungan
pada tekanan konstan.
Qin = Cp (T4 T1)

Neraca Kalor
Kesetimbangan kalor pada setiap
Gambar 2.2 Siklus Turbin Gas Terbuka peralatan HRSG :
1. Pipa superheater :

232
Jurnal e-Dinamis, Volume. 8, No.4 Maret 2014 ISSN 2338-1035

Qsup = ms (h7 h6) = mgas (he hg)


2. Pipa evaporator :
Qeva = ms (h6 h5) = mgas (hg hf)
3. Pipa ekonomiser:
Qeko = ms (h5 h4) = mgas (hf hh)
4. Pipa preheater :
Qpre = ms (h3 h2) = mgas (hh h1)
Jadi, jumlah energi panas yang
dimanfaatkan HRSG adalah :
QHRSG = Qsup + Qeva + Qeko + Qpre
= ms (h7 h2)
Laju aliran massa uap dapat
diperoleh dari hukum kesetimbangan
kalor, dimana:
Quap = Qgas Gambar 2.5 Faktor Koreksi Alat
uap (h2 h1) = gas (hg in hg out) Penukar Kalor
uap = gas (hg in hg out) / h2 h1
3.PERHITUNGAN TERMODINAMIKA
Proses Pembentukan Uap
Gas buang dari siklus gas masuk Spesifikasi Teknis Perancangan
ke HRSG untuk mengubah air umpan Parameter rancangan mengenai
menjadi uap kering yang akan digunakan HRSG ini mengacu pada data-data hasil
untuk memutar sudu-sudu turbin uap survei yang dilakukan di PT. PLN
hingga dapat memutar beban. Setelah (Persero) Pembangkitan Dan Penyaluran
melalui beberapa tingkatan sudu turbin Sumatera Bagian Utara Sektor Belawan.
sebagian uap diekstrasikan ke pemanas Adapun data-data dari hasil survei
awal, sedangkan sisanya masuk ke yang digunakan pada perancangan
kondensor untuk dikondensasikan dan HRSG ini adalah:
selanjutnya akan dipompakan ke HRSG 1. Daya maksimum turbin gas :
melalui pemanas air pada tekanan tinggi, 117,5 MW
dari HRSG ini air umpan yang sudah 2. Bahan bakar : HSD (High Speed
menjadi uap kering dialirkan ke turbin. Diesel)
3. Tekanan lingkungan : 1,013 bar
Alat penukar kalor 4. Temperatur masuk kompresor :
Alat penukar kalor (Heat Exchanger) 30C.
adalah suatu alat yang berfungsi sebagai 5. Efisiensi isentropik turbin : 0,85
tempat terjadinya perpindahan panas dari 6. Aliran massa gas buang : 477,5
fluida yang temperaturnya tinggi menuju kg/s.
ke rendah atau sebaliknya, tanpa ada 7. Temperatur gas buang : 527C
pencampuran fluida satu dengan lainnya. 8. Temperatur tangki air umpan :
Menurut J.P. Holman[1], laju 166,5C
perpindahan panas dapat dinyatakan
dengan beda temperatur rata-rata Perhitungan Uap
logaritma LMTD, Maka : Menurut P.K. Nag[2], temperatur
Q = U . A . LMTD uap yang dihasilkan harus sesuai dengan
       
LMTD=   temperatur gas buang. Perbedaan
       
Pada proses penguapan evaporasi temperatur yang terkecil antara 2 aliran
gas dengan uap yang biasa disebut
dan pengembunan, satu fluida tidak
mengalami perubahan suhu walaupun dengan titik penyempitan (pinch point) a-x
perpindahan panas berlangsung diantara dan b-y nilai minimum 20C. Pada
kedua fluida. Maka LMTD pada perancangan ini diambil titik penyempitan
evaporator adalah: sebesar 25C.
       
LTMD= 
      
    

233
Jurnal e-Dinamis, Volume. 8, No.4 Maret 2014 ISSN 2338-1035

h2 = Wp + h1
= 118,93 kJ/kg
a
3. Keadaan titik 3 :
x Gas buang
P3 = 6,3 bar
Superheater
b h3 = 678,55 kJ/kg
Evaporator v3 = 0,0011028 m 3/kg
Temperatur C
Air/Uap y
Ekonomiser
4. Keadaan titik 4 :
Wp = v3 . (P4 P3)
= 5,93 kJ/kg
Kondensat h4 = Wp + h3
Preheater = 684,48 kJ/kg
LajuPindahanPanas (MW)
5. Keadaan titik 5 :
P5 = 59,15 bar
Gambar 3.1 Profil Diagram h5 = hf = 1208,36 kJ/kg
Temperatur T5 = 274,61
6. Keadaan titik 6 :
Maka temperatur gas buang yang masuk P6 = 59,15 bar
ke Superheater setelah mengalami h6 = hg = 2278,63 kJ/kg
penurunan 2% adalah : 7. Keadaan titik 7 :
Tgas masuk = 527Cx0,98 T7 = 491,46 C
= 516,46C P7 = 59,15 bar
Dengan demikian temperatur uap h7 = 3402,5 kJ/kg
yang akan dihasilkan superheater dengan 8. Keadaan titik 8 :
titik penyempitan sebesar 25C adalah : P8 = 56,2 bar
Tuap superheater = 516,46C-25C T8 = 480 C
= 491,46C h8 = 3378,87 kJ/kg
Tmasuk turbin uap = 0,98x491,46C 9. Keadaan titik 9 ( kondisi ideal ) :
= 481,63C P9 = 0,1 bar
= 480C (diambil) hf = 191,83 kJ/kg
Dengan adanya penurunan hfg =2392,8 kJ/kg
tekanan sepanjang penyaluran uap mulai Kualitas uap ( x ) = 0,83
dari HRSG hingga masuk turbin sebesar maka, h9= hf + x .
5%, maka tekanan HRSG adalah: hfg=191,83+0,83(2392,8)
PHRSG = 100/95x56,2 bar
= 59,15 bar = 2177,85 kJ/kg
10. Keadaan titik 9a( kondisi aktual ) :
T(C)
P9 = 0,1 bar
T = 0,85
T =    
  
7
5
59.15bar 6 8
274,61
56,2bar

4 maka, h9a =h8 - [T (h8 h9)]


3

6,3 bar
= 3378,87-[0,85 .
2

45,81
0,1 bar
9 9a
(3378,872177,85)]
= 2358,0064 kJ/kg
  
x = 
S(kJ/kg.K) !
=(2358,00642177,854)/
Gambar 3.2 Diagram T-s 2392,8
= 0,9 = 90%
1. Keadaan titik 1 :
P1 = 0,1 bar Kesetimbangan Energi
h1 = 191,83 kJ/kg Laju aliran massa uap diperoleh
v1 = 0,0010102 m 3/kg dari hasil hukum kesetimbangan energi
2. Keadaan titik 2 : seperti berikut ini :
Wp = v1 . (P2 P1) Quap = Qgas
= 0.62 kJ/kg " . (h7 h5)= # . (hb ha)

234
Jurnal e-Dinamis, Volume. 8, No.4 Maret 2014 ISSN 2338-1035

Dimana, kondisi titiik a : = 43820,57 kw


Ta = 299,61C = 43,82057 MW
ha = 578,47 kJ/kg
kondisi titik b :
Tb = 516,46C 4.PERHITUNGAN KOMPONEN HRSG
hb = 810,56 kJ/kg
maka, " = # .(hb-ha)/(h7-h5) Perhitungan Pipa Superheater
$%%,'.)*,'+'%),$% Besarnya luas permukaan
= ,$*-,'-*),'+ perpindahan panas yang dibutuhkan
= 50,5 kg/s diperoleh dari persamaan berikut :
.
A = /.012
Superheater
345  3467
Quap = " .(h7-h6) Maka, LTMD = :;45 KKKKK.[3]
89
=50,5.(3402,5-2278,63) :;467

=56755,43kw Tmin=Th in-Tc out


Qgas = # .(hin-hout) = 516,46 C 491,46 C
56755,43 kw = 477,5.(810,56-hout) = 25 C
hout = 691,7 kJ/kg Tmax = Th out Tc in
Tout = 406,73C = 409,73 C 274,61 C
= 135,09 C
,',*< =-' =
Evaporator Maka, LTMD = >?,@ A
89
Quap = " . (h6 h5) ? A

=50,5.(2278,631208,36) = 65,25 C
= 54048,63 kw Dalam perencanaan ini pipa yang
Qgas = # . (hin hout) akan digunakan adalah pipa dengan
dengan diameter kecil yaitu pipa baja
54048,63 kw =477,5.( 691,7 hout )kJ/kg Schedule 40 dengan diameter nominal
hout = 578,5 kJ/kg 1".
Tout = 299,63 C
Koefisien Perpindahan Panas Bagian
Ekonomiser Dalam Pipa ( hi )
Quap = " . (h5 h4) Dalam penentuan koefisien
=50,5.(1208,36684,48) pindahan panas pipa bagian dalam ( hi )
= 26455,94 kw digunakan rumus seperti berikut :
B .D
Qgas = # . (hin hout) hi = 2C KKKKKKKK.[4]
6
26455,94 kw = 477,5.( 578,5 - hout)kJ/kg --%,<) E *,*'<<
= *,*$*)<$
hout = 523,09 kJ/kg
Tout = 246,32 C = 1878,71 W/m2.C

Kondensat Preheater Koefisien Perpindahan Panas Bagian


Quap = " . (h3 h2) Luar Pipa ( ho )
=50,5.(678,55118,93)kJ/kg Koefisien pindahan panas yang
= 28260,81 kw terjadi diluar pipa ( ho ) adalah :
B .D
Qgas = # . ( hin - hout) ho = 2C

28260,81 kw =477,5(541,14 hout )kJ/kg '*,,$ .*,*'$
=
hout = 463,9 kJ/kg *,*+
Tout = 188,68 C =169,89 W/m2 . k

Daya Yang Dihasilkan Turbin Pemilihan Pipa Superheater


Berdasarkan uap yang dihasilkan Untuk menentukan kekuatan pipa
HRSG, maka daya yang akan dihasilkan dapat menggunakan rumus berikut :
F.2
pada turbin uap yaitu : S - .HG KKKKKKKKK..[5]
. (h8 h9a)
PT= T . " )'%,)- . ,< )'%,)-
S - .*,$'
-
=0,85.50,5(3378,87-2358,0064)
S 5191,29 Psia

235
Jurnal e-Dinamis, Volume. 8, No.4 Maret 2014 ISSN 2338-1035

,$),*' E *,')
=
*,*'-
Koefisien Panas Menyeluruh
   = 3882,09 W/m2.C
/
= K + NI . OP + Q .I
I6 J L G G
K
 Koefisien Perpindahan Panas Bagian
=)%),% .*,< +0,000927 Luar Pipa ( ho )
 Koefisien pindahan panas yang
+*,+*).+<,)<
terjadi diluar pipa ( ho ) adalah :
= 0,015 B .D
 ho = 2C
U = 
*,*' '+,, .*,*$)
= 66,66 W/m .C 2 = *,*)
= 150,13 W/m2 . k
Luas Bidang Pindahan Panas.
. Pemilihan Pipa Evaporator
A =
/.012 Untuk menentukan kekuatan pipa
'+%''$,*
A = dapat menggunakan rumus berikut :
++,++ . +',-'
F.2
= 13048,53 m2 S G
- .H
)'%,)-.-,,%' )'%,)-

Lintasan yang dibutuhkan untuk
S -.*,'$ -
menyerap panas dengan jumlah 74
batang dalam 1 meter adalah : S 6185,77 Psia.
R
N = 9 . R
 Koefisien Panas Menyeluruh
,*$),', S    
N =
%$ . ,*%) S .$,+$ /
= K + NI . OP + Q .I
I6 J L G G
K
= 11,17 lintasan 
= 11 lintasan =,))-,*< .*,*+ +0,00018
Jadi, jumlah pipa yang dibutuhkan 
+*,$$.'*,,
pada superheater = 11 x 74 = 814 batang.
= 0,017
Perhitungan Pipa Evaporator U = 58,82 W/m2.C
Besarnya harga LTMD sistem
pindahan panas pada evaporator adalah : Luas Bidang Pindahan Panas
3  3 .
LTMD = 45:;45467 A = /.012
89 '$*$)+,*
:;467
= '),)- +$,,+
Dimana, Tmax= Tg2 T5
= 406,73 274,61 = 14277,21 m2
= 132,12 C Lintasan yang dibutuhkan untuk
Tmin= Tg3 T6 menyerap panas dengan jumlah 59
= 299,63 274,61 batang pipa dalam 1 meter adalah :
R
= 25,02 C N = 9 . R
,-,--',*- 
LTMD = >, $-%%,- S
89 =
?,@ '< . ,', S .$,+$
= 64,36 C = 10,8 lintasan
Dalam perancangan ini pipa yang = 11 lintasan
direncanakan merupakan pipa yang Jadi, jumlah pipa yang dibutuhkan
diameternya lebih besar dari pipa pada evaporator = 11 x 59 = 649 batang.
superheater yaitu pipa baja Schedule 40
dengan diameter nominal ( DN ) 2". Perhitungan Pipa Ekonomiser
Besarnya harga LTMD pindahan
Koefisien Perpindahan Panas Bagian panas pada ekonomiser adalah :
Dalam Pipa ( hi ) 3  3
LTMD = 45:;45467
Dalam penentuan koefisien 89
:;467
pindahan panas pipa bagian dalam ( hi ) Dimana, Tmax= Tg4 T6
digunakan rumus seperti berikut : = 246,32 166,5
B .D
hi = 2C = 79,82 C
6

236
Jurnal e-Dinamis, Volume. 8, No.4 Maret 2014 ISSN 2338-1035

Tmin= Tg3 T5 Perhitungan Pipa Preheater


3  3
= 299,63 274,61 LTMD = 45:;45467
= 25,02 C 89
:;467
%<,)--',*-
LTMD = U,
Dimana :
89
?,@ Tmax = Tg5 T3
= 47,23 C = 188,68 45,81
Dalam perancangan ini pipa yang = 164,14 C
direncanakan merupakan pipa yang Tmin= Tg4 T2
diameternya lebih kecil yaitu pipa baja = 246,32 166,5
Schedule 40 dengan diameter nominal ( = 79,82 C
DN ) 1". $-,)%%<,)-
LTMD = V,U
89
U,
Koefisien Perpindahan Panas Bagian =108,3 C
Dalam Pipa ( hi )
Koefisien pindahan panas yang Koefisien Perpindahan Panas Bagian
terjadi didalam pipa adalah : Dalam Pipa ( hi )
,+',-< E *,+$<
hi = *,*$*)< Koefisien pindahan panas yang
terjadi didalam pipa adalah :
= 5797,82 W/m2.C <-,+% E *,+)
hi =
*,*$*)<
Koefisien Perpindahan Panas Bagian = 1541,1 W/m2.C
Luar Pipa ( ho )
Koefisien pindahan panas yang Koefisien Perpindahan Panas Bagian
terjadi pada bagian luar pipa adalah : Luar Pipa ( ho )
'%,$ .*,*$,
ho = *,*+ Koefisien pindahan panas yang
terjadi pada bagian luar pipa adalah :
= 154,26 W/m2. K +*, .*,*$
ho = *,*+
Pemilihan Pipa Ekonomiser = 150,25 W/m2 . k
Untuk menentukan kekuatan pipa
dapat menggunakan rumus berikut : Pemilihan Pipa Preheater
)'%,)- . ,< )'%,)-
S - .*,$' - Untuk menentukan kekuatan pipa
dapat menggunakan rumus berikut :
S 5191,29 Psia <,,% . ,< <,,%
S - .*,$' -
Koefisien Panas Menyeluruh S 552,94 Psia
 
/
='%<%,)-.*,< +0,00015
 Koefisien Panas Menyeluruh
+  
*,'.'$,-+
/
='$, .*,< +0,000149
= 0,014 
 +*,'.'*,-'
U = *,*$
= 0,019
= 71,42 W/m2.C 
U =
*,*)
Luas Bidang Pindahan Panas = 52,63 W/m2.C
-+$''<$*
A = %,$- . $%,-,
Luas Bidang Pindahan Panas
= 7843,05 m2 -)-+*)*
A =
Lintasan yang dibutuhkan untuk '-,+, . *),,
menyerap panas dengan jumlah 74 = 4958,18 m2
batang pipa dalam 1 meter adalah : Lintasan yang dibutuhkan untuk
%)$,,*' S  menyerap panas dengan jumlah 74
N = %$ . ,*%) S .$,+$
batang pipa dalam 1 meter adalah :
= 6,71 lintasan R
N = 9 . R
= 7 lintasan 
Jadi, jumlah pipa yang dibutuhkan $<'),) S
=
pada ekonomiser = 7 x 74 = 518 batang. %$ . ,*%) S .$,+$
= 4,24 lintasan
237
Jurnal e-Dinamis, Volume. 8, No.4 Maret 2014 ISSN 2338-1035

= 4 lintasan Temperatur uap masuk=


Jadi, jumlah pipa yang dibutuhkan 274,61C.
pada preheater = 4 x 74 = 296 batang. Temperatur uap keluar =
491,46C.
Effisiensi HRSG Temperatur gas masuk=
Effisensi HRSG dapat dihitung 516,46C.
dengan menggunakan persamaan berikut Temperatur gas keluar =
ini: 406,73C.
\9\] ^\9# _`S\9a\\HD\9
WXYZ[ = \9\] ^\9# S\]"D x 100% Ukuran diameter nominal=1 in (
0,0381 m ).
Dimana : Diameter dalam=1,61in(0,0409m).
Qout=(QSh+qfn)+(QEva+qfn)+(QEko+qfn)+(QPre Diameter luar=1,9 in( 0,04826 m ).
+qfn) Tebal= 0,145 in (0,0036 m ).
=165537,345 kW Jumlah pipa= 814 batang.
Qin = # . # Bahan pipa= Seamless Alloy Steel
=477,5 kg/s . 810,56 kJ/kg ( SA 135, 1Cr, 1/2Mo ).
= 387042,4 kW Jenis pipa= Bersirip.
Maka, WXYZ[ adalah : Panjang pipa per bari = 14,64 m.
+'',%,,$'
WXYZ[ = ,)%*$-,$ x 100% Jarak pipa dalam 1 baris= 0,096m.
= 42,76 % Susunan pipa = Selang seling.
Sistem aliran= Berlawanan arah.
6. Parameter pipa Evaporator :
5.KESIMPULAN Temperatur uap masuk=274,61C.
Temperatur uap keluar=274,61C.
Dari hasil perhitungan Temperatur gas masuk=406,73C.
perhitungan yang diperoleh tentang Temperatur gas keluar =299,63C.
perancangan HRSG ini, maka diambil Ukuran diameter nominal= 2 in
beberapa kesimpulan sebagai berikut : ( 0,0508 m ).
1. Dalam perancangan HRSG yang Diameter dalam =2,067 in
dirancang merupakan HRSG (0,052 m)
kapasitas 44 MW dengan satu Diameter luar=2,375 in
tingkat tekanan yang (0,060325m ).
memanfaatkan gas buang dari Tebal= 0,154 in (0,0039 m ).
satu unit turbin gas dengan Jumlah pipa= 649 batang.
temperatur 527 C dan laju aliran Bahan pipa= Seamless Alloy Steel
massa gas buang sebesar 477,5 ( SA 176, 18Cr, 8Ni).
kg/s. Jenis pipa= Bersirip.
2. Untuk kondisi uap pada HRSG Panjang pipa per baris= 14,64 m.
dengantekanan=59,15 bar pada Jarak pipa dalam 1 baris = 0,1206
temperatur= 491,46 C dan Laju Susunan pipa = Selang seling.
aliran massa= 50,5 kg/s. Sistem aliran = Searah.
3. Neraca kalor pada masing 7. Parameter pipa Ekonomiser :
masing komponen HRSG adalah Temperatur uap masuk= 166,5 C.
Panas yang diserap Superheater ( Temperatur uap keluar=274,61C.
QSh ) = 56755,43 kW, Panas Temperatur gas masuk=299,63C.
yang diserap Evaporator ( QEva Temperatur gas keluar=246,32 C.
)=54048,63 kW, Panas yang Ukuran diameter nominal= 1 in
diserap Ekonomiser ( QEko )= (0,0381 m ).
26455,94 kW dan panas yang Diameter dalam=1,61in
diserap Preheater ( QPre )= (0,04089m ).
28260,81 kW. Diameter luar=1,9 in( 0,04826 m ).
4. Effisiensi pada HRSG = 42,76 %. Tebal = 0,145 in (0,0036 m ).
5. Parameter pipa Superheater : Jumlah pipa = 518 batang.
Bahan pipa= Seamless Alloy Steel
( SA 176, 18Cr, 8Ni).

238
Jurnal e-Dinamis, Volume. 8, No.4 Maret 2014 ISSN 2338-1035

Jenis pipa= Bersirip.


Panjang pipa per baris= 14,64 m.
Jarak pipa dalam 1 baris=0,096 m.
Susunan pipa = Selang seling.
Sistem aliran= Berlawanan.
8. Parameter pipa Preheater :
Temperatur uap masuk= 45,81 C.
Temperatur uap keluar= 166,5 C.
Temperatur gas masuk=246,32C.
Temperatur gas keluar=188,68 C.
Ukuran diameter nominal= 1 in (
0,0381 m ).
Diameter dalam=1,61 in
(0,04089 m ).
Diameter luar=1,9in ( 0,04826 m ).
Tebal= 0,145 in (0,0036 m ).
Jumlah pipa= 296 batang.
Bahan pipa= Seamless Alloy Steel
( SA 176, 18Cr, 8Ni).
Jenis pipa= Bersirip.
Panjang pipa per baris= 14,64 m.
Jarak pipa dalam 1 baris=0,096 m.
Susunan pipa = Selang seling.
Sistem aliran= Berlawanan.

DAFTAR PUSTAKA

[1]Holman J . P. 1998. Perpindahan


Kalor. Jakarta : Erlangga.
[2]Nag, P. K. 2002. Power Plant
Engineering, second edition. New
York: Mc Graw Hill Company.
[3]Incropera, Frank. P and David
P.Dewit. 1981. Fundamentals of
Heat Transfer and Mass Transfer,
second edition. New York: Jhon
Wiley and Sons.
[4]Bayazitoglu, Yildiz dan M.Necati
O.1988. Elements of Heat Tranfer :
Mc Graw Hill Company.
[5]Cavaseno, Vincent. Process Heat
Exchanger. 1st edition. New York :
Mc Graw Hill Company.

239