Anda di halaman 1dari 16

SISTEM PEMERINTAHAN DEMOKRASI BERDASARKAN

PANCASILA

PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN


Guru Pengajar : Jimmy Pranata Hasibuan, S.Pd
Disusun oleh :
Rizky Pramana Yonatan 30
Imelda Steftanny Angellica 08
James Andrew 09
Chrisna Hariyanto 04
Liong, Leandro 17

KELAS X IPA 2

SMA THERESIANA 01 SEMARANG


JL. MAYJEN SUTOYO N0.69 SEMARANG
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Semua negara mengakui bahwa demokrasi sebagai alat ukur dari keabsahan
politik.Kehendak rakyat adalah dasar utama kewenangan pemerintahan menjadi basis
tegaknya sistem politik demokrasi.Demokrasi meletakkan rakyat pada posisi penting, hal ini
karena masih memegang teguh rakyat selaku pemegang kedaulatan.Negara yang tidak
memegang demokrasi disebut negara otoriter.Negara otoriter pun masih mengaku dirinya
sebagai negara demokrasi.Ini menunjukkan bahwa demokrasi itu penting dalam kehidupan
bernegara dan pemerintahan.Sejak merdeka, perjalanan kehidupan demokrasi di Indonesia
telah mengalami pasang surut. Dari Demokrasi Parlementer/Liberal (19501959), Demokrasi
Terpimpin (19591966) dan Demokrasi Pancasila (19671998). Tiga model demokrasi ini
telah memberi kekayaan pengalaman bangsa Indonesia dalam menerapkan kehidupan
demokrasi.Setelah reformasi demokrasi yang diterapkan di Indonesia semakin diakui oleh
dunia luar.Reformasi telah melahirkan empat orang presiden.Mulai dari BJ Habibie,
Abdurrahman Wahid, Megawati hingga Susilo Bambang Yudhoyono.

Demokrasi yang diterapkan saat ini masih belum jelas setelah pada masa Presiden
Soeharto dikenal dengan Demokrasi Pancasila.Ir Soekarno dalam buku Di Bawah Bendera
Revolusi (1965) pernah mengungkapkan pendapatnya tentang demokrasi bagi bangsa
Indonesia.Apakah demokrasi itu?Demokrasi adalah pemerintahan rakyat.Masyarakat
bebas berpendapat dan berorganisasi dan rakyat juga memilih langsung atau memilih sendiri
pemimpinnya.Komisi negara dibentuk oleh negara.Diperbolehkannya jalur independen atau
calon perseorangan di luar jalur politik mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah
(pilkada) turut meramaikan kehidupan demokrasi di Indonesia.Perkembangan demokrasi
turut meningkatkan partisipasi politik masyarakat. Masyarakat boleh mengorganisasikan diri
untuk ikut serta dalam proses pengambilan keputusan. Masyarakat atau rakyat kembali
merasakan kebebasan sipil dan politiknya.Rakyat menikmati kebebasan berpendapat serta
rakyat menikmati kebebasan berorganisasi. Kebebasan sipil bisa dinikmati meskipun di sisi
lain hak sekelompok masyarakat bisa dihilangkan oleh kelompok masyarakat lain. Dalam
kondisi seperti ini, beberapa kalangan menilai penerapan demokrasi di Indonesia harus
dijiwai dengan ideologi atau dasar negara RI yaitu Pancasila.Pancasila sebagai dasar atau
ideologi negara harus diterapkan dalam kehidupan berdemokrasi.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam makalah ini adalah :

1. Apa pengertian sistem pemerintahan?


2. Apa pengertian demokrasi pancasila?
3. Bagaimana sistem pemerintahan demokrasi pancasila?
4. Apa fungsi demokrasi pancasila ?
5. Apa saja prinsif pokok demokrasi pancasila ?
6. Apa ciri demokrasi pancasila?
7. Bagaimana perkembangan demokrasi pancasila di Indonesia?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, dapat disimpulkan tujuan sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui sistem pemerintahan


2. Agar lebih memahami bagaimana sistem pemerintahan menurut demokrasi
Pancasila
3. Untuk mengetahui perkembangan demokrasi di Indonesia
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Sistem Pemerintahan

Sistem adalah sekumpulan bagian yang memiliki fungsi, dan sistem juga dapat
diartikan sebagai suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks dan terorganisasi.
Sedangkan pengertian pemerintahan adalah prinsip yang membentuk satu kesatuan yang
berhubungan satu sama lain untuk mengatur , melaksanakan dan mempertahankan kekuasaan
dengan cara mengatur individu satu sama lain atau dengan negara dan hubungan negara
dengan negara lain. Pemerintahan merupakan bagian dari fungsi politik dalam
ketatanegaraan. Tata cara pemerintahan, ataupun dalam hal kekuasaan negara tertuang dalam
sebuah consensus awal pembentukan Negara.

Bangsa Indonesia sejak awal mendirikan Negara, berkonsensus untuk mendirikan


Negara melalui proklamasi kemerdekaan yang dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Kesepakatan tersebut tertuang dalam peryataan atas nama bangsa-bangsa Indonesia pada teks
proklamasi. Sedangkan kesepakatan untuk memegang dan menganut Pancasila sebagai
sumber inspirasi.

Sistem berarti suatu keseluruhan yang terdiri atas beberapa bagian yang mempunyai
hubungan fungsional.Pemerintahan dalam arti luas adalah pemerintah/ lembaga-lembaga
negara yang menjalankan segalah tugas pemerintah baik sebagai lembaga eksekutif,
legislative, maupun yudikatif.

Sistem pemerintahan di Indonesia cukup dinamis, ada beberapa sistem pemerintahan


yang pernah di terapkan oleh penguasa Indonesia, hal ini berkaitan dengan kepentingan
pemerintah dalam rangka melanggengkan kekuasaannya, dan sistem politik internal serta
suhu politik global. Pada awal pemerintahan Ir. Soekarno Indonesia mengadopsi sistem
presidensil, kemudian berubah menjadi parlementer dan kembali kepada sistem presidensil,
ketika masa Soeharto Indonesia lebih condong kearah quasi presidensil, di era pasca
reformasi menjadi presidensial lagi.
B. Demokrasi Pancasila

Demokrasi yang secara resmi mengkristal didalam UUD 1945 dan yang saat berlaku
di Indonesia biasa di sebut Demokrasi Pancasila. Meskipun sebenarnya dasar-dasar
konstitusional bagi demokrasi di Indonesia sebagaimana yang berlaku sekarang ini sudah ada
dan berlaku jauh sebelum tahun 1965 tetapi istilah Demokrasi Pancasila itu baru
dipopulerkan sesudah lahir Orde Baru (1966).

Kendati secara retorik dan resmi sering dinyatakan bahwa Demokrasi Pancasila
merupakan koreksi total atas sistem-sistem demokrasi yang menyimpang dalam masa-masa
sebelumnya, namun praktek-praktek politik seperempat abad terakhir memperlihatkan masih
berlimpahnya distorsi.

Wilopo mengemukakan bahwa di dalam sistem UUD 1945 jelas ada keseimbangan
atau checks and balances yang khas antara Pemerintah dan DPR; DPR kuat karena tidak
dapat di bubarkan oleh Pemerintah dan begitu pula Pemerintah kuat karena tidak dapat
dijatuhkan oleh DPR.

C. Pengertian Demokrasi Pancasila

Secara teoritis banyak yang menganggap bahwa demokrasi adalah usaha untuk
menghormati hak-hak individu, karena di Negara-negara liberal ataupun komunis disaksikan
keruntuhan ketiranian, lalu diusahakanlah pemerintahan rakyat drngan berbagai pola dan
model yang berkembang pada masing-masing system politik pemerintahan.

Demos berarti rakyat dan cratein berarti kekuasaan, dengan demikian kekuasaan ada
ditangan rakyat,dalam arti kekuasaan untuk, oleh, dan dari rakyat banyak. Lebih diharapkan
agar terjadi kebebasan berkarya, kebebasan menampilkan kebolehan dan penemuan ilmiah,
kebebasan pers, kebebasan berpendapat, yang pada gilirannya cenderung melupakan dan
mengabaikan pertimbangan agama (religious).

Bersamaan dengan munculnya Negara sebagai organisasi terbesar yang relative awet
dan kokoh dalam kehidupan bermasyarakat, maka pemerintahan mutlak harus ada untuk
membarenginya.Yaitu munculnya keberadaan dua kelompok, yaitu pihak yang memerintah
dan pihak yang diperintah.

Demokrasi pancasila berusaha untuk menyeimbangkan apa yang dibicarakan tersebut


di muka. Hak-hak individu yang tertera dalam sila keempat Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan harus diseimbangkan dengan sila
ketiga Persatuan Indonesia yang memuat peraturan dalam mewujudkan kesatuan.Hal ini
karena sila-sila pancasila itu sendiri harus saling kait dan menguatkan.

Uraian tentang topik ini juga ada pengertian harfiah tanpa mengabaikan pengertian
umumnya meskipun hingga saat ini belum diperoleh suatu kesepakatan tentang pengertian
umum demokrasi pancasila apabila suatu definisi ilmiah. Berikut ini akan di uraikan secara
berturut-turut:

1. Pengertian harfiah

Demokrasi pancasila, sepintas lalu dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat


yang berdasarkan nilai-nilai falsafah pancasila, atau pemerintahan dari, oleh, dan untuk
rakyat yang dituntun oleh lima prinsip dasar yaitu sila-sila pancasila.
Pengertian harfiah tersebut diatas ini adalah pengertian yang tercipta dari
perpaduan pengertian kata demokrasi dan pengertian kata pancasila. Dari pengertian
tersebut diperoleh gambaran bahwa:
a. Demokrasi atau pemerintahan rakyat yang digunakan oleh pemerintah/bangsa
indonesia adalah sistem pemerintahan rakyat yang dijiwai dan dituntun oleh nilai-nilai
pandangan hidup bangsa indonesia (pancasila) hasil masyarakat/bangsa indonesia
semdiri.
b. Demokrasi yang berarti pemerintahan rakyat , pada dasarnya adalah transformasi
nilai-nilai falsafah pancasila menjadi suatu bentuk dan sistem pemerintahan khas
indonesia.
c. Demokrasi pancasila atau pemerintahan rakyat yang dituntun oleh nilai-nilai pancasila
adalah konsekuensi atau tindak lanjut dari komitmen masa orde baru yakni
pelaksanaan pancasila dan uud 1945 secara murni dan konsekuen di bidang
pemerintahan/politik.
d. Untuk melaksanakan demokrasi pancasila dengan baik, prasyarat utamanya adalah
pemahaman/penghayatan sungguh-sungguh akan akan nilai falsafat pancasila.
e. Melaksanakan demokrasi pancasiladengan benar berarti mengamalkan pancasila
melaui politik pemerintahan.

2. Pengertian Umum Populer

Melaui sub topik ini akan diketengahkan beberapa rumusan pengertian umum
tentang pengertian demokrasi pancasila baik yang bersifat popular maupun yang
merupakan pendapat para sarjana yang tercantum didalam berbagai karya ilmiah/ karya
tulis.
a. Pengertian umum populer

Pengertian kata pancasila dalam ungkapan demokrasi pancasila, tidak terungkap


melalui rumusan tersebut. Atau dengan perkataan lain, pengertian demokrasi pancasila
menurut rumusan tadi hanya ,mengeksplisitkan satu prinsip dasar yaitu sila ke-4 dari
kelima pancasila.

Disamping rumusan pengertian di atas, ada pula rumusan lainnya, yaitu:


Demokrasi Pancasila adalah demokrasi politik, demokrasi ekonomi dan demokrasi social-
budaya sekaligus. Maksudnya, ialah bahwa demokrasi pancasila adalah suatu sistem
pemerintahan rakyat yang mengandung nilai-nilai politik, ekonomi, dan social-budaya.

b. Pengertian Para Ahli

Karya tulis tentang demokrasi Pancasila yang sedang beredar sehingga saat ini
tercatat sangat-sangat terbatas juimlahnya.

Dari karya-karya yang telah ada dapat dibaca rumusan tentang pengertian
demokrasi yang berbeda-beda aksentuasinya karena berbeda-beda pula sudut tinjauannya.
Rumusan-rumusan yang dimaksudkan, di antaranya:

1. Prof. Dr. Hazairin, S.H.,


Demokrasi Pancasila, sebagai istilah dipergunakan oleh MPRS 1968 ialah pada
dasarnya demokrasi sebagaimanayang telah dipraktekkan oleh semua pihak-pihak bagsa
Indonesia semenjak dahulu kala dan masih dijumpai sekarang ini dalam praktek hidup
masyarakat hukum adat, seperti desa, kuria, marga, nagari dan wanua.

Rumusan di atas mengigatkan kita bahwa Demokrasi Pancasila adalah demokrasi asli
Indonesia atau suatu sistem pemerintahan rakyat asli Indonesia dan yang bertumbuh dari
kesatuan-kesatuan masyarakat adat Indonesia.

2. Sri Soemantri, S.H.,

Demokrasi Pancasila adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan


dan permusyawaratan/perwakilan yang mengandung semangat Ketuhanan Yang Maha Esa,
Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan keadilan sosial.

Rumusan diatas dapat di pandang sebagai rumusan pengertian demokrasi pancasila


yang sangat lengkap meskipun sepintas lalu kelihatan seolah-olah hanya merangkaikan
rumusan kalimat kelima sila pancasila menjadi satu kalimat.

D. Sistem Pemerintahan Menurut Demokrasi Pancasila

Demokrasi.Itulah sistem pemerintahan yang diterapkan oleh Indonesia saat ini setelah
melewati 32 tahun masa ketidaktransparanan terhadap publik.Indonesia kini boleh mengecap
indahnya demokrasi.Pers bisa mengkritik pemerintah dan bukan berperan sebagai kaki tangan
pemerintah.Masyarakat bebas berekspresi, mengutarakan pendapatnya, melakukan aksi unjuk
rasa dan lain sebagainya.Pemerintah pun kini juga lebih dituntut untuk transparan dan tidak
menutup-nutupi koreng yang ada dibadannya sendiri.Demokrasi telah mengubah masyarakat
menjadi semakin aktif.Ini merupakan sebuah konsekuensi logis mengingat demokrasi sangat
menjunjung tinggi pendapat setiap orang.Tidak ada lagi hal-hal yang sebenarnya melarang
setiap pribadi untuk berbicara.Bagi pemerintah, demokrasi telah mengubah pemerintah untuk
lebih bisa menerima masukan-masukan dan pendapat-pendapat dari masyarakat.
sistem pemerintahan demokrasi Pancasila menurut prinsip-prinsip yang terkandung di
dalam Batang Tubuh UUD 1945 berdasarkan tujuh sendi pokok, yaitu sebagai berikut:
1. Indonesia ialah Negara yang Berdasarkan Hukum

Negara Indonesia berdasarkan hukum (Rechsstaat), tidak berdasarkan atas


kekuasaan belaka (Machsstaat).Hal ini mengandung arti bahwa baik pemerintah maupun
lembaga-lembaga negara lainnya dalam melaksanakan tindakan apapun harus dilandasi
oleh hukum dan tindakannya bagi rakyat harus ada landasan hukumnya.Persamaan
kedudukan dalam hukum bagi semua warga negara harus tercermin di dalamnya.

2. Indonesia Menganut Sistem Konstitusional

Pemerintah berdasarkan sistem konstitusional (hukum dasar) dan tidak bersifat


absolutisme (kekuasaan yang mutlak tidak terbatas).Sistem konstitusional ini lebih
menegaskan bahwa pemerintah dalam melaksanakan tugasnya dikendalikan atau dibatasi
oleh ketentuan konstitusi, di samping oleh ketentuan-ketentuan hukum lainnya yang
merupakan pokok konstitusional, seperti TAP MPR dan Undang-undang.

3. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)

MPR sebagai pemegang kekuasaan negara yang tertinggi seperti telah disebutkan
dalam pasal 1 ayat 2 UUD 1945 pada halaman terdahulu, bahwa (kekuasaan negara
tertinggi) ada di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR. Dengan demikian,
MPR adalah lembaga negara tertinggi sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai pemegang kekuasaan negara yang tertinggi, MPR mempunyai:

Tugas pokok MPR, yaitu:

a. Menetapkan UUD
b. Menetapkan GBHN
c. Memilih dan mengangkat presiden dan wakil presiden

Wewenang MPR, yaitu:


a. Membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara lain,
seperti penetapan GBHN yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden
b. Meminta pertanggungjawaban presiden/mandataris mengenai pelaksanaan GBHN
c. Melaksanakan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden dan Wakil
Presiden
d. Mencabut mandat dan memberhentikan presiden dalam masa jabatannya apabila
presiden/mandataris sungguh-sungguh melanggar haluan negara dan UUD 1945
e. Mengubah undang-undang.

4. Presiden

Presiden adalah penyelenggaraan pemerintah yang tertinggi di bawah Majelis


Permusyawaratan Rakyat (MPR).Di bawah MPR, presiden ialah penyelenggara pemerintah
negara tertinggi.Presiden selain diangkat oleh majelis juga harus tunduk dan bertanggung
jawab kepada majelis.Presiden adalah Mandataris MPR yang wajib menjalankan putusan-
putusan MPR.

5. Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR, tetapi DPR mengawasi pelaksanaan
mandat (kekuasaan pemerintah) yang dipegang oleh presiden dan DPR harus saling bekerja
sama dalam pembentukan undang-undang termasuk APBN. Untuk mengesahkan undang-
undang, presiden harus mendapat persetujuan dari DPR.Hak DPR di bidang legislative ialah
hak inisiatif, hak amandemen, dan hak budget.

Hak DPR di bidang pengawasan meliputi:


a. Hak tanya/bertanya kepada pemerintah
b. Hak interpelasi, yaitu meminta penjelasan atau keterangan kepada pemerintah
c. Hak Mosi (percaya/tidak percaya) kepada pemerintah
d. Hak Angket, yaitu hak untuk menyelidiki sesuatu hal
e. Hak Petisi, yaitu hak mengajukan usul/saran kepada pemerintah.

6. Menteri Negara

Menteri Negara adalah pembantu presiden, Menteri Negara tidak bertanggung jawab
kepada DPR.Presiden memiliki wewenang untuk mengangkat dan memberhentikan menteri
negara.Menteri ini tidak bertanggung jawab kepada DPR, tetapi kepada presiden.Berdasarkan
hal tersebut, berarti sistem kabinet kita adalah kabinet kepresidenan/presidensil.Kedudukan
Menteri Negara bertanggung jawab kepada presiden, tetapi mereka bukan pegawai tinggi
biasa, menteri ini menjalankan kekuasaan pemerintah dalam prakteknya berada di bawah
koordinasi presiden.

7. Kekuasaan Kepala Negara Tidak Terbatas

Kepala Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR, tetapi ia bukan diktator, artinya
kekuasaan tidak tak terbatas. Ia harus memperhatikan sungguh-sungguh suara DPR.
Kedudukan DPR kuat karena tidak dapat dibubarkan oleh presiden dan semua anggota DPR
merangkap menjadi anggota MPR.DPR sejajar dengan presiden.

E. Fungsi Demokrasi Pancasila

Adapun fungsi demokrasi Pancasila adalah sebagai berikut:


1. Menjamin adanya keikutsertaan rakyat dalam kehidupan bernegara
Contohnya: Ikut menyukseskan Pemilu, ikut menyukseskan Pembangunan, ikut
duduk dalam badan perwakilan/permusyawaratan, dll.
2. Menjamin tetap tegaknya negara RI.
3. Menjamin tetap tegaknya negara kesatuan RI yang mempergunakan sistem
konstitusional
4. Menjamin tetap tegaknya hukum yang bersumber pada Pancasila
5. Menjamin adanya hubungan yang selaras, serasi dan seimbang antara lembaga
Negara
6. Menjamin adanya pemerintahan yang bertanggung jawab
Contohnya: Presiden adalah Mandataris MPR dan Presiden bertanggung jawab
kepada MPR.

F. Prinsip Pokok Demokrasi Pancasila

Prinsip merupakan kebenaran yang pokok/dasar orang berfikir, bertindak dan lain
sebagainya. Dalam menjalankan prinsip-prinsip demokrasi secara umum, terdapat dua
landasan pokok yang menjadi dasar yang merupakan syarat mutlak untuk harus diketahui
oleh setiap orang yang menjadi pemimpin negara / rakyat / masyarakat / organisasi / partai /
keluarga, yaitu:

1. Suatu negara itu adalah milik seluruh rakyatnya, jadi bukan milik perorangan atau milik
suatu keluarga/kelompok/golongan/partai, dan bukan pula milik penguasa negara.
2. Siapapun yang menjadi pemegang kekuasaan negara, prinsipnya adalah selaku pengurusa
rakyat, yaitu harus bisa bersikap dan bertindak adil terhadap seluruh rakyatnya, dan
sekaligus selaku pelayana rakyat, yaitu tidak boleh/bisa bertindak zalim terhadap
tuannyaa, yakni rakyat.

Adapun prinsip pokok demokrasi Pancasila adalah sebagai berikut:


1. Pemerintahan berdasarkan hukum: dalam penjelasan UUD 1945 dikatakan:
a) Indonesia ialah negara berdasarkan hukum (rechtstaat) dan tidak berdasarkan
kekuasaan belaka (machtstaat).
b) Pemerintah berdasar atas sistem konstitusi (hukum dasar) tidak bersifat absolutisme
(kekuasaan tidak terbatas).
c) Kekuasaan yang tertinggi berada di tangan MPR.
2. Perlindungan terhadap hak asasi manusia.
3. Pengambilan keputusan atas dasar musyawarah.
4. Peradilan yang merdeka berarti badan peradilan (kehakiman) merupakan badan yang
merdeka, artinya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah dan kekuasaan lain contoh
Presiden, BPK, DPR, DPA atau lainnya.
5. Adanya partai politik dan organisasi sosial politik karena berfungsi untuk menyalurkan
aspirasi rakyat.
6. Pelaksanaan Pemilihan Umum.
7. Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR (pasal 1 ayat 2
UUD 1945), yang berbunyai Kedaulatan adalah di tangan rakyat, dan dilakukan
sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat
8. Keseimbangan antara hak dan kewajiban.
9. Pelaksanaan kebebasan yang bertanggung jawab secara moral kepada Tuhan YME, diri
sendiri, masyarakat, dan negara ataupun orang lain.
10. Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita Nasional.

G. Ciri-Ciri Demokrasi Pancasila

Dalam bukunya, Pendidikan Pembelajaran dan Penyebaran Kewarganegaraan, Idris


Israil (2005:52-53) menyebutkan ciri-ciri demokrasi Indonesia sebagai berikut:
1. Kedaulatan ada di tangan rakyat.
2. Selalu berdasarkan kekeluargaan dan gotong-royong.
3. Cara pengambilan keputusan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat.
4. Tidak kenal adanya partai pemerintahan dan partai oposisi.
5. Diakui adanya keselarasan antara hak dan kewajiban.
6. Menghargai hak asasi manusia.
7. Ketidaksetujuan terhadap kebijaksanaan pemerintah dinyatakan dan disalurkan
melalui wakil-wakil rakyat. Tidak menghendaki adanya demonstrasi dan
pemogokan karena merugikan semua pihak.
8. Tidak menganut sistem monopartai.
9. Pemilu dilaksanakan secara luber.
10. Mengandung sistem mengambang.
11. Tidak kenal adanya diktator mayoritas dan tirani minoritas.
12. Mendahulukan kepentingan rakyat atau kepentingan umum.

H. Perkembangan Demokrasi Di Indonesia

Haruslah diakui, bahwa kehidupan bangsa Indonesia sejak berabad-abad tak dapat
dihindarkan telah mempengaruhi asas demokrasi yang di anut undang-undang dasar 1945
sehingga demokrasi yang harus dipraktekkan di indonesia mempunyai corak khusus bila di
bandingkan dengan demokrasi-demokrasi yang hidup di negara-negara lain. Ke khasan
demokrasi di indonesia bisa dilihat pada beberapa hal yang sifatnya cukup mendasar:

Pertama, sistem lembaga perwakilan rakyak yang memiliki pola yang tidak jelas,
unicameral, bicameral atau trikameral.Hal ini dengan adanya mpr sebagai lembaga
negara.Dalam konteks ketatanegaraan secara keberadaan mpr ini tidak dikenal.Hal ini
berimplikasi pada pola hubungan lembaga legislative dan lembaga eksekutif dalam fungsi
dan kedudukan masing-masing serta hubungan dalam bidang perundang-undangan.
Kedua, aparatur demokrasi di tingkat pusat yang menjadi poros-poros kekuasaan tidak
hanya terdiri dari tiga macam lembaga negara, tetapi terdiri dari empat lembaga negara yang
memegang kekuasaan yaitu kekuasaan eksaminatif oleh bpk, kekuasaan legislative oleh mpr,
dpr dan dpd, kekuasaan eksekutif oleh presiden, dan kekuasaan yudisial oleh MA dan MK.
Ketiga, hubungan antara tiga poros kekuasaan tidak memakai model pemisahan tetapi
model pembagian kekuasaan yang membuka kemungkinan saling mempengaruhi.
Dengan demikian, untuk mengetahui perkembangan demokrasi dari suatu negara
terlebih dahulu haruslah mengetahui undang-undang dasar dan sejarah perkembangannya
dinegara tersebut, sebab pemakaian asas demokrasi didalam suatu negara pastilah
dicantumkan di dalam undang-undang dasar itu, tak terkecuali di indonesia.
Pada tahun 1945, tepatnya pada tanggal 18 Agustus 1945, Demokrasi Pancasila yang
dijiwai oleh falsafah Pancasila kembali berfungsi secara operasional/nyata.hal ini terbukti
dengan adanya pemecahan perbedaan pendapat di kalangan PPKI menyangkut tujuh kata di
belakang sila Ketuhanan Yang Maha Esa (Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat
islam bagi pemeluk-pemeluknya).
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari uraian di atas dapat kami simpulkan bahwa Sistem adalah sekumpulan bagian
yang memiliki fungsi, dan sistem juga dapat diartikan sebagai suatu kebulatan atau
keseluruhan yang kompleks dan terorganisasi. Sedangkan pengertian pemerintahan adalah
prinsip yang membentuk satu kesatuan yang berhubungan satu sama lain untuk mengatur ,
melaksanakan dan mempertahankan kekuasaan dengan cara mengatur individu satu sama lain
atau dengan negara dan hubungan negara dengan negara lain.

Wilopo mengemukakan bahwa di dalam sistem UUD 1945 jelas ada keseimbangan
atau checks and balances yang khas antara Pemerintah dan DPR; DPR kuat karena tidak
dapat di bubarkan oleh Pemerintah dan begitu pula Pemerintah kuat karena tidak dapat
dijatuhkan oleh DPR.

Demokrasi Pancasila adalah sebuah sistem demokrasi pemerintahan, yang keduanya


bisa dipakai di negara manapun, dengan cara masing masing di indonesia sendiri demokrasi
pancasila sudah mendarah daging disetiap warga nya, karena demokrasi itu mencerminkan
kehidupan bermasyarakat, sistem demokrasi / pemerintahan liberal tidak akan cocok untuk
diterapkan di indonesia karena adat dan budaya negara indonesia bertolak belakang dengan
negara barat, NKRI harga mati, demokrasi pancasila harus dibudayakan kepada anak cucu
kita.

B. SARAN

Indonesia harus lebih maju lagi dalam sistem pemerintahan. Sebaiknya masyarakat
lebih memahami tetang sistem pemerintahan sebagai pedoman Indonesia, pancasila sebagai
dasar negara , dll.

DAFTAR PUSTAKA
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi_Pancasila diunduh pada tanggal 27
Oktober 2015.
2. http://www.academia.edu/4154355/demokrasi_pancasila
3. Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan SMA/MA dan SMK/MAK kelas X
Semester I ( Lembar Kerja Siswa )