Anda di halaman 1dari 20

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah : SMAN 14 Pekanbaru


Mata pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : XI / 2
Pertemuan :1
Alokasi Waktu : 2 JP

A. Kompetensi Inti (KI)


3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,prosedural,
dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentangilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara
efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar
3.9 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem ekskresi
dalam kaitannya dengan bioproses dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem
ekskresi manusia
4.9 Menyajikan hasil analisis pengaruh pola hidup terhadap kelainan pada struktur dan
fungsi organ yang meyebabkan gangguan pada sistem ekskresi serta kaitannya dengan
teknologi

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


3.9.1. Menyebutkan fungsi dari sistem ekskresi
3.9.2. Mengidentifikasi organ-organ beserta fungsi pada sistem ekskresi manusia
3.9.3. Mengidentifikasi bagian-bagian organ sistem ekskresi

D. Materi Pembelajaran
1. Materi Fakta: Salah satu ciri makhluk hidup adalah melakukan ekskresi untuk
membuang sisa-sisa metabolisme yang sudah berguna atau berbahaya jika disimpan
dalam tubuh. Ekskresi pada manusia dilakukan oleh sistem ekskresi yang terdiri atas
ginjal, hati, paru-paru, dan kulit
2. Materi Konsep
Sistem ekskresi adalah sistem pembuangan zat-zat sisa metabolisme (metabolit)
yang sudah tidak berguna dalam tubuh makhluk hidup, meliputi ginjal, hati, paru-
paru, dan kulit.
Hati (hepar), kelenjar yang berfungsi memecah beberapa senyawa yang bersifat
racun (detoksifikasi), dan menghasilkan amonia, urea, serta asam urat yang akan
diekresikan ke dalam urine.
Kulit sebagai alat ekskresi mengeluarkan zat berlemak dan keringat yang
mengandung air, garam, urea, serta ion-ion seperti Na+.
Kulit terdiri dari beberapa lapisan, yaitu epidermis (stratum korneum, stratum
lusidum, stratum granulosum, stratum spinosum, stratum basalis (germinativum),
dermis (lapisan papilar, lapisan retikuler), dan hipodermis/subkutaneus
(mengandung sel lemak, pembuluh darah, dan ujung saraf).
Kelenjar kulit: kelenjar keringat/sudorifera (ekrin, apokrin) dan kelenjar sebasea.
3. Materi Prinsip
Sistem eksresi sangat penting untuk mengeluarkan zat sisa hasil metabolisme dari
tubuh manusia
E. Metode Pembelajaran
Diskusi kelas

F. Kegiatan Pembelajaran

No Kegiatan Belajar Waktu

(menit)

1 Pendahuluan 5

Guru memberikan salam dan berdoa bersama (sebagai


implementasi nilai religius).
Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan pembiasaan
(sebagai implementasi nilai disiplin).
Apersepsi: Guru mereview kembali materi yang terdahulu
dan menghubungkannya dengan materi sistem ekskresi.
Memotivasi:
- Guru menanyakan kesiapan anak untuk melanjutkan
materi tentang sistem esresi manusia.
- Guru menyampaikan manfaat mempelajari materi
tentang sistem ekskresi pada manusia.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

2 Kegiatan inti 35

a. Mengamati
Guru mengajak siswa untuk menyebutkan keadaan orang
yang berkeringat saat sehabis olahraga
Guru mengajak siswa untuk mengamati menggunakan torso
atau gambar untuk mengenali struktur berbagai organ
ekskresi, letak, dan fungsinya.

b. Menanya
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk
menanya, misalnya: Apa fungsinya ginjal? Apa fungsi
hati sebagai organ ekskresi? Apa fungsi paru-paru
sebagai organ eksresi? Dan sebagainya.
Siswa yang lainnya bisa mencoba memberikan jawaban
sementara.

c. Mengumpulkan data/ Eksperimen dan Eksplorasi


Guru mengajak siswa mengkaji literatur untuk menemukan
fungsi dan proses alat-alat eksresi manusia.
Guru mengajak siswa untuk mengidentifikasi bagian-bagian
dari organ eksresi serta fungsinya dengan melakukan studi
literatur

d. Mengasosiasikan
Siswa mendiskusikan dengan teman terdekat tentang
fungsi alat-alat eksresi yang mereka temukan dari hasil
studi literatur
Siswa diminta menunjukkan bagian-bagian ginjal dan
menyebutkan fungsi dari masing-masing bagian tersebut
melalui LKS yang telah dibuat

e. Mengomunikasikan
Diskusi kelas, siswa dipilih secara acak untuk
menjelaskan hasil lembar kerja yang telah mereka jawab
Guru mengkonfirmasi bila terjadi perbedaan pendapat.
Guru memberikan informasi tambahan sebagai
pengembangan materi yang dibahas.

3 Penutup 5

Resume: Guru membimbing siswa menyimpulkan


tentang konsep sistem ekskresi, fungsi sistem ekskresi,
organ eksresi dan fungsinya
Refleksi: Memberikan pertanyaan berkaitan dengan
konsep sistem ekskresi, fungsi sistem ekskresi, organ
eksresi dan fungsinya
Tindak lanjut: Penugasan melakukan tugas mandiri
dengan mencari fungsi organ lain selain ginjal
Rencana pembelajaran selanjutnya: Diskusi dan
presentasi tentang gangguan dan teknologi sistem
ekskresi

G. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


1. Kognitif
a. Hasil jawaban responsi.
b. PR.
Contoh soal:
Apakah perbedaan ekskresi, sekresi, dan defekasi?
Jelaskan fungsi hati dan paru-paru sebagai organ ekskresi.
3. Afektif:
Pengamatan sikap dan perilaku pada saat belajar di dalam ruang kelas.

INSTRUMEN PENILAIAN KEGIATAN DISKUSI KELAS


Aspek penilaian : Kognitif dan afektif

Judul kegiatan : Diskusi kelas tentang sistem ekskresi.


Tanggal Penilaian:

Kelas :

Aspek yang dinilai


Keterampilan dalam
Nama
No Keaktifan mengemukakan Skor Nilai
Siswa
pendapat

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP

Materi : Sistem Ekskresi.

Kelas/Semester:

Hari/Tanggal :

Tanggung
No Nama Disiplin Kerjasama Kejujuran Kepedulian Skor Nilai
jawab

H. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar


1. Sumber belajar: Buku teks Biologi SMA/MA kelas XI, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Program peminatan kelompok Matematika dan Ilmu-ilmu Alam (MIA), Bab 8.
2. Bahan ajar:
Bahan presentasi dan gambar sistem ekskresi.
3. Alat: Komputer/LCD, VCD/CD player.

Mengetahui, ...., Bulan XXX

Kepala SMA/MA... Guru Mata Pelajaran Biologi,

...................................... ............................................

NIP................................ NIP....................................

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Nama Sekolah : SMAN 14 Pekanbaru
Mata pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : XI / 2
Pertemuan :2
Alokasi Waktu : 2 JP
A. Kompetensi Inti (KI)
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,prosedural,
dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentangilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara
efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar
3.9 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem ekskresi
dalam kaitannya dengan bioproses dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem
ekskresi manusia
4.9 Menyajikan hasil analisis pengaruh pola hidup terhadap kelainan pada struktur dan
fungsi organ yang meyebabkan gangguan pada sistem ekskresi serta kaitannya dengan
teknologi

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


3.9.4. Menjelaskan proses ekskresi pada manusia yaitu proses pembentukan urin
3.9.5. Mengidentifikasi gangguan dan teknologi pada sistem ekskresi
4.9.2. Mempresentasikan kelainan atau gangguan pada fungsi organ sistem ekskresi manusia
melalui media presentasi.

D. Materi Pembelajaran
1. Materi Fakta: Saat ini telah dikembangkan teknologi untuk mengatasi gangguan
sistem ekskresi seperti cuci darah (hemodialisis).
Sistem ekskresi

Teknologi untuk mengatasi gangguan sistem ekskresi

Hemodialisis Skin grafting


ESWL

2. Materi Konsep
Proses pembentukan urine meliputi tiga proses dasar, yaitu filtrasi glomerulus,
reabsorpsi tubulus, dan sekresi tubulus.
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan urine: faktor internal
(ADH, insulin, dan sistem renin-angiotensin-aldosteron) dan faktor eksternal
(suhu lingkungan, jumlah air yang diminum, alkohol).
Termoregulasi kulit, dengan cara pemancaran, pengaliran (konveksi), konduksi,
penguapan (evaporasi).
Faktor pengeluaran keringat: suhu lingkungan, aktivitas tubuh, emosi, dan kondisi
psikis.
Gangguan sistem urinaria: glikosuria (glukosuria), albuminuria, batu ginjal,
diabetes melitus (kencing manis), diabetes insipidus, poliuria, gagal ginjal
(anuria), uremia, dan nefritis.
Gangguan hati: penyakit hati (liver), sirosis hati (cirrhosis), hemochromatosis,
gangguan kulit, biang keringat (miliaria), hiperhidrosis, anhidrosis, bromhidrosis,
eksem (dermatitis), dan kadas/kurap.
Teknologi sistem ekskresi: hemodialisis (cuci darah), transplantasi ginjal, ESWL
(Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy), dan Skin grafting (cangkok kulit).
3. Materi Prinsip
Agar tetap dapat hidup dengan sehat, manusia harus melakukan ekskresi, karena
zat sisa metabolisme bersifat racun di dalam tubuh.

E. Metode Pembelajaran
Problem Base Learning
Presentasi siswa
Diskusi kelas

F. Kegiatan Pembelajaran

No Kegiatan Belajar Waktu

(menit)

1 Pendahuluan 5

Siswa berada di kelas, dan duduk dikelompoknya masing-


masing.
Guru memberikan salam dan berdoa bersama (sebagai
implementasi nilai religius).
Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan pembiasaan
(sebagai implementasi nilai disiplin).
Apersepsi: Guru menggali pengetahuan siswa tentang
proses pembentukan urin serta penyakit pada sistem
ekskresi.
Memotivasi:
- Guru menanyakan kesiapan anak untuk melanjutkan
materi tentang sistem ekskresi manusia
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

2 Kegiatan inti 35

a. Mengamati
Guru meminta siswa untuk menyebutkan penyakit-penyakit
yang berkaitan dengan rusaknya sistem eksresi

b. Menanya
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk
menanya berkaitan tentang proses pembentukan urin,
gangguan dan teknologi pada sistem ekskresi
Siswa yang lainnya bisa mencoba memberikan jawaban
sementara.

c. Mengumpulkan data/ Eksperimen dan Eksplorasi


Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk
studi literatur atau browsing internet tentang proses
pembentukan urin.
Siswa melakukan studi literatur atau browsing internet
tentang gangguan dan teknologi sistem ekskresi, dan
proses hemodialisis (cuci darah).

d. Mengasosiasikan
Siswa bekerja dengan teman sekelompoknya untuk
menganalisis dan mendiskusikan hasil browsing internet
tentang proses pembentukan urin
Siswa menyusun materi presentasi dalam bentuk power
point tentang gangguan dan teknologi sistem ekskresi,
dan proses hemodialisis (cuci darah).

e. Mengomunikasikan
Diskusi kelas, masing-masing kelompok
mempresentasikan sejauh mana materi gangguan dan
teknologi sistem ekskresi, dan proses hemodialisis (cuci
darah) yang telah mereka buat.
Guru mengkonfirmasi bila terjadi perbedaan pendapat.
Guru memberikan informasi tambahan sebagai
pengembangan materi yang dibahas.

3 Penutup 5

Resume: Guru membimbing siswa menyimpulkan


tentang proses pembentukan urin dan gangguan dan
teknologi sistem ekskresi, dan proses hemodialisis (cuci
darah).
Refleksi: Memberikan pertanyaan berkaitan dengan
proses pembentukan urin dan gangguan dan teknologi
sistem ekskresi, dan proses hemodialisis (cuci darah).
Tindak lanjut: Penugasan untuk menyelesaikan
powerpoint yang kurang sempurna mengenai dan
teknologi sistem ekskresi, dan proses hemodialisis (cuci
darah).
Rencana pembelajaran selanjutnya: Diskusi dan
presentasi gangguan dan teknologi sistem ekskresi

G. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


1. Kognitif
a. Hasil jawaban latihan soal-soal (PR) sebelumnya.
b. Bertanya dan menjawab pada saat diskusi.
Contoh soal:
Jelaskan istilah dalam gangguan sistem ekskresi berikut ini: nefritis,
poliurea, dan diabetes insipidus.
Untuk memastikan keterlibatan seseorang pada penyalahgunaan narkoba
dilakukan tes urine. Mengapa menggunakan urine dalam tes narkoba
tersebut?
Jelaskan perbedaan proses-proses dalam pembentukan urine: filtrasi
glomerulus, reabsorpsi tubulus, dan sekresi tubulus (augmentasi).
2. Psikomotorik:
a. Presentasi

3. Afektif:
Pengamatan sikap dan perilaku pada saat belajar di dalam ruang kelas.
INSTRUMEN PENILAIAN KEGIATAN PRESENTASI

Aspek penilaian : Psikomotorik dan afektif

Judul kegiatan : Presentasi kelompok tentang gangguan dan teknologi pada sistem
ekskresi.
Tanggal Penilaian:

Kelas :

Skor
Aspek yang dinilai Nilai

Kelom Nama
No Ketrampilan
pok Siswa Kerja sama
Materi dalam
dalam Keaktifan
presentasi mengemukakan
kelompok
pendapat

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP

Materi : Sistem Ekskresi.

Kelas/Semester:

Hari/Tanggal :

Tanggung
No Nama Disiplin Kerjasama Kejujuran Kepedulian Skor Nilai
jawab

3
H. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar
4. Sumber belajar: Buku teks Biologi SMA/MA kelas XI, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Program peminatan kelompok Matematika dan Ilmu-ilmu Alam (MIA), Bab 8.
5. Bahan ajar:
Bahan presentasi
Alat: Komputer/LCD, VCD/CD player.

Mengetahui, ...., Bulan XXX

Kepala SMA/MA... Guru Mata Pelajaran Biologi,

...................................... ............................................

NIP................................ NIP....................................
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah : SMAN 14 Pekanbaru


Mata pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : XI / 2
Pertemuan :3
Alokasi Waktu : 2 JP

A. Kompetensi Inti (KI)


3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,prosedural,
dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentangilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara
efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar
3.9 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem ekskresi
dalam kaitannya dengan bioproses dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem
ekskresi manusia
4.9 Menyajikan hasil analisis pengaruh pola hidup terhadap kelainan pada struktur dan
fungsi organ yang meyebabkan gangguan pada sistem ekskresi serta kaitannya dengan
teknologi

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


4.9.1. Menjelaskan kandungan urine melalui percobaan

D. Materi Pembelajaran
1. Materi Fakta: Salah satu hasil ekskresi dari sistem ekskresi (ginjal) yaitu urin. Urin
terbentuk melalui 3 tahap, yaitu: proses filtrasi, re-absorpsi dan augmentasi. Pada
tahap filtrasi yang terjadi di glomerulus akan menghasilkan urin primer, glukosa,
asam amino, garam, air, urea,, asam urat, ion. Lalu terjadi penyerapan kembali pada
tahap reabsorpsi dan menghasilkan urin sekunder. Kemudian pada tahap yang terakhir
terjadi penambahan zat sisa seperti urea, asam urat, sisa obat, H +, NH4+. Proses ketiga
ini terjadi di Tubulus Kontortus Distal sampai Tubulus Kolektivus dan menghasilkan
urin yang sebenarnya yang kemudian akan menuju pelvis (rongga) lalu ke ureter ->
vesika urinaria (kantong urin), jika kantong urin sudah penuh akan dikeluarkan
melalui uretra.

2. Materi Konsep
Proses pembentukan urine meliputi tiga proses dasar, yaitu filtrasi glomerulus,
reabsorpsi tubulus, dan sekresi tubulus.
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan urine: faktor internal
(ADH, insulin, dan sistem renin-angiotensin-aldosteron) dan faktor eksternal
(suhu lingkungan, jumlah air yang diminum, alkohol).

3. Materi Prinsip
Agar tetap dapat hidup dengan sehat, manusia harus melakukan ekskresi terutama
pembuangan zat sisa berupa urin.
4. Materi Prosedural
Uji kandungan urine.
E. Metode Pembelajaran
Eksperimen

F. Kegiatan Pembelajaran

No Kegiatan Belajar Waktu

(menit)

1 Pendahuluan 5

Siswa berada di laboratorium, dan duduk sesuai dengan


kelompoknya masing-masing.
Guru memberikan salam dan berdoa bersama (sebagai
implementasi nilai religius).
Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan pembiasaan
(sebagai implementasi nilai disiplin).
Apersepsi: Guru menggali pengetahuan siswa tentang
pengertian ginjal terhadap proses pemebntukan urin.
Memotivasi:
- Guru menanyakan kesiapan anak untuk praktikum uji
kandungan urine.
- Guru menyampaikan manfaat mempelajari materi
tentang sistem ekskresi pada manusia, mampu menjaga
organ ekskresi terutama ginjal agar dapat hidup sehat.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

2 Kegiatan inti 35

a. Mengamati
Guru mengajak murid untuk mengamati gambar organ
ekskresi ginjal. Menunjukkan beberapa sampel urine
dalam botol yang dibawa siswa.
b. Menanya
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk
menanya, misalnya: Apa fungsinya ginjal? Bagaimana
proses pembentukan urine di dalam ginjal? Mengapa
warna urine yang dihasilkan ginjal berbeda-beda? Apa
yang terkandung di dalam urine?
Siswa yang lainnya bisa mencoba memberikan jawaban
sementara.

c. Mengumpulkan data/ Eksperimen dan Eksplorasi


Guru mengajak siswa untuk mempersiapkan alat-alat
dan bahan praktik untuk eksperimen uji kandungan
urine.
Siswa mempelajari cara kerja praktikum uji kandungan
urine, dan diberi kesempatan untuk menanya bila tidak
paham.
Guru memberikan penjelasan untuk mempertegas cara
kerja praktikum, dan menyampaikan hati-hati saat
menyalakan dan mematikan lampu bunsen.
Siswa secara berkelompok melakukan praktikum
pengamatan sifat fisik urine dan uji kandungan urine.
Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk
browsing internet sesuai dengan subtopik tertentu
berkaitan dengan organ ginjal, proses pembentukan
urine, faktor-faktor yang mempengaruhi proses
pembentukan urine, dan karakteristik urine.
Siswa melakukan studi literatur atau browsing internet
tentang organ ginjal, proses pembentukan urine, faktor-
faktor yang mempengaruhi proses pembentukan urine,
dan karakteristik urine.

d. Mengasosiasikan
Setiap kelompok menganalisis data hasil eksperimen uji
kandungan urine.
Siswa bekerja dengan teman sekelompoknya untuk
menganalisis dan mendiskusikan hasil browsing internet
tentang organ ginjal, proses pembentukan urine, faktor-
faktor yang mempengaruhi proses pembentukan urine,
dan karakteristik urine.
Siswa menyusun materi presentasi dalam bentuk power
point tentang organ ginjal, proses pembentukan urine,
faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan
urine, dan karakteristik urine.

e. Mengomunikasikan
Diskusi kelas, masing-masing kelompok
mempresentasikan hasil eksperimen uji kandungan urine
dan materi subtopik tertentu sesuai dengan yang
ditugaskan berkaitan dengan organ ginjal, proses
pembentukan urine, faktor-faktor yang mempengaruhi
proses pembentukan urine, dan karakteristik urine.
Guru mengkonfirmasi bila terjadi perbedaan pendapat
tentang organ ginjal, proses pembentukan urine, faktor-
faktor yang mempengaruhi proses pembentukan urine,
dan karakteristik urine.
Guru memberikan informasi tambahan sebagai
pengembangan materi yang dibahas.

3 Penutup 5

Resume: Guru membimbing siswa menyimpulkan


tentang organ ginjal, proses pembentukan urine, faktor-
faktor yang mempengaruhi proses pembentukan urine,
dan karakteristik urine.
Refleksi: Memberikan pertanyaan berkaitan dengan
organ ginjal, proses pembentukan urine, faktor-faktor
yang mempengaruhi proses pembentukan urine, dan
karakteristik urine.
Tindak lanjut: Penugasan melakukan tugas mandiri.
Rencana pembelajaran selanjutnya: Sistem koordinasi

G. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

1. Psikomotorik:
a. Praktik di laboratorium:
Melakukan pengamatan fisik urine dan uji kandungan urine.

2. Afektif:
Pengamatan sikap dan perilaku pada saat belajar di dalam ruang kelas dan praktikum
di laboratorium.
INSTRUMEN PENILAIAN KEGIATAN PRAKTIK

Indikator : Melakukan percobaan untuk menguji kandungan urine.


Aspek penilaian : Psikomotorik
Judul kegiatan : Mengamati sifat fisik urine dan menguji kandungan urine.
Tanggal Penilaian :
Kelas :
Skor
Aspek yang dinilai Nilai

Nama Laporan
No Kesesuaian Kontribusi
Siswa Persiapan praktikum
pelaksanaa dalam
alat dan (uji
n dengan teman
bahan kandungan
cara kerja kelompok
urine)

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP

Materi : Sistem Ekskresi.


Kelas/Semester:
Hari/Tanggal :

Tanggung
No Nama Disiplin Kerjasama Kejujuran Kepedulian Skor Nilai
jawab
1

H. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar


6. Sumber belajar: Buku teks Biologi SMA/MA kelas XI, Penyusun Irnaningtyas.
Penerbit Erlangga, Jakarta. Program peminatan kelompok Matematika dan Ilmu-ilmu
Alam (MIA), Bab 8.
7. Bahan ajar:
Bahan praktikum: sampel urine pagi (urine yang pertama kali dikeluarkan pada
pagi hari setelah bangun tidur) dari orang sehat, penderita diabetes melitus, dan
orang yang beresiko menderita diabetes melitus (ditempel kertas label agar tidak
tertukar), larutan AgNO3 10%, larutan Biuret, dan larutan Benedict.
8. Alat:
Tabung reaksi, rak tabung reaksi, gelas beker 500 ml, pemanas bunsen, kasa asbes,
kaki tiga, korek api, pipet tetes, kertas tisu, kertas label, botol sampel urine yang
bening transparan, dan pH meter atau kertas lakmus.

Mengetahui, ...., Bulan XXX

Kepala SMA/MA... Guru Mata Pelajaran Biologi,

...................................... ............................................

NIP................................ NIP....................................