Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM

SURVEI KONSUMSI PANGAN


Dietary History (Riwayat Makan)

DOSEN PENGAJAR :
Ayu Febriyatna S.ST.,M.Gizi

Disusun Oleh

Nama : Gella Aprilia


NIM : G42141333
Golongan :D

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


POLITEKNIK NEGERI JEMBER
JURUSAN KESEHATAN
D-IV GIZI KLINIK
2016
FORM FOOD RECALL

Nama Responden : Miranda Khoirun Nisa Tanggal : 23 November 2016


Jenis Kelamin : P (Perempuan) Enumerator : Gella Aprilia
Usia : 20 tahun
BB : 40 kg
TB : 145 cm

Waktu Menu Bahan Berat Zat Gizi


Keterangan
Makan Makanan Makanan URT Gram Energi Protein
Nasi Nasi 1 ctng 100 175 4
Sayur santanCakalan 1 ptg 50 95 10
Pagi Tahu 2 ptg 100 80 6
08.00 WIB Santan 1 sds 50 45
Minyak 1 sdt 2.5 22.5
Buah Papaya 2 ptg 200 80
Nasi Nasi 1 ctng 100 175 4
Tumis Pare gls 50 25 1.5
Malam
Ikan teri 1 sdm 10 31.7 3.3
20.00 WIB
Minyak 1 sdt 2.5 22.5
Minuman Pulpy orange 1 btl 1 ltr 150
Nasi Nasi 1,5 ctng 150 262,5 6
Bakmoy Wortel 2 sdm 30 15 0.9
Buncis 2 sdm 20 10 0.6
Siang
Kentang 1 sdm 20 17.5 0.4
11.00 WIB Macaroni 1 sdm 10 35 0.8
Ayam 2 sdm 25 47.5 5
Telur btr 15 23.75 2.5
Minyak 1 sdt 2.5 22.5
Selingan Stik jagung Stik jagung bks 25 119.5 0.22
14.00 WIB Minyak 1 sdm 5 45
TOTAL KESELURUHAN 1499.95 45.22
KEBUTUHAN MENURUT AKG 2013 2250 56
% TINGKAT KONSUMSI 66.7 80.8
FORM FOOD FREQUENCY QUESTIONER (FFQ)

Nama Responden : Miranda Khoirun Nisa Tanggal : 23 November 2016


Jenis Kelamin : P (Perempuan) Enumerator : Gella Aprilia
Usia : 20 tahun
BB : 40 kg
TB : 145 cm

No Bahan Makanan > 1 x/hari 1 x/hari 4-6 x/mgg 1-3 x/mgg 1-3 x/bln Tidak pernah
1. Makanan Pokok
Beras/nasi 3x
Jagung 2x
Kentang 2x
Singkong/ubi
Talas
Roti putih 1x
Mie 2x
2. Lauk Hewani
Daging sapi 1x
Daging ayam 3x
Telur ayam 3x
Ikan segar 1x
Ikan asin
Udang 1x
3. Lauk Nabati
Tahu 5x
Tempe 3x
Oncom
Kacang hijau 1x
Kacang kedelai
Kacang merah
4. Sayuran
Bayam 1x
Wortel 2x
Kangkung 3x
Kacang panjang 2x
Buncis 2x
Tauge 1x
Labu siam 3x
Kubis 1x
Pakis
5. Buah-buahan
Pisang 1x
Pepaya 1x
Apel 1x
Pir
Jeruk 2x
Mangga 1x
Alpokat 2x
Semangka 2x
Salak
Jambu air
6. Minuman
The
Kopi
Susu jahe
Jamu
7. Lain-lain (snack)
Kripik singkong 3x
FORM SQ-FFQ

Nama Responden : Miranda Khoirun Nisa Tanggal : 23 November 2016


Jenis Kelamin : P (Perempuan) Enumerator : Gella Aprilia
Usia : 20 tahun
BB : 40 kg
TB : 145 cm

Frekuensi (H=Harian, M=Mingguan, B= Rata-rata Total analisa


Porsi Rata-rata
Nama Makanan Bulanan, T=Tahunan, TP= Tidak Pernah) frekuensi per zat gizi
intake gr/hr
H M B T TP URT Gram hari E P
Makanan Pokok
Beras/nasi 3x 1 ctng 150 3 450 787.5 18
Jagung 2x gls 50 0.07 3.33 166.5 9.99
Kentang 2x 1 ptg 100 0.28 28.6 25 0.001
Singkong/ubi 1x 1 ptg kcl 100 0.003 0.3 0.35 0.01
Talas - - - - - -
Roti putih 1x 2 iris 40 1 40 87.5 2
Mie 2x 1 gls 50 0.07 3.33 11.7 0.3
Lauk Hewani
Daging sapi 1x 1 ptg 50 0.03 1.7 3.23 0.34
Daging ayam 3x 1 ptg 50 0.43 21.4 40.7 4.28
Telur ayam 3x 1 btr 30 0.43 12.9 20.4 2.15
Ikan segar 1x 1 ptg 50 0.14 7.14 13.6 1.4
Ikan asin - - - - - -
Udang 1x gls 50 0.003 0.14 0.3 0.03
Lauk Nabati
Tahu 5x 2 ptg 100 0.71 71.4 57.12 4.3
Tempe 3x 1 ptg 25 0.43 10.7 17.1 1.3
Oncom - - - - - -
Kacang hijau 1x 2 sdm 25 0.03 0.83 2.7 0.2
Kacang kedelai 1x 2 sdm 25 0.003 0.07 0.2 0.01
Kacang merah 1x 2 sdm 25 0.003 0.07 0.2 0.01
Sayuran
Bayam 1x 1 gls 100 0.14 14.3 7.15 0.43
Wortel 2x gls 50 0.29 14.3 7.15 0.43
Kangkung 3x 1 gls 100 0.43 42.9 21.5 1.3
Kacang panjang 2x gls 25 0.29 7.14 3.57 0.2
Buncis 2x gls 25 0.07 1.7 0.85 0.1
Tauge 1x gls 25 0.03 0.83 0.4 0.02
Labu siam 3x gls 50 0.43 21.43 10.7 0.6
Kubis 1x gls 50 0.03 1.7 0.85 0.05
Pakis 2x 1 gls 100 0.005 0.55 0.3 0.02
Buah-buahan
Pisang 1x 1 buah 100 0.14 14.3 5.7
Pepaya 1x 2 ptg 200 1 200 80
Apel 1x buah 50 0.03 1.7 1.36
Pir 2x buah 100 0.005 0.55 0.22
Jeruk 2x 1 buah 50 0.07 3.33 1.33
Mangga 1x buah 50 0.14 7.14 5.7
Alpokat 2x 1 buah 100 0.29 28.6 22.9
Semangka 2x 1 ptg 100 0.07 6.7 2.68
Salak 1x 1 buah 75 0.003 0.2 0.1
Jambu air - - - - - -
Minuman
The - - - - - -
Kopi - - - - - -
Susu jahe - - - - - -
Jamu - - - - - -
Lain-lain (snack)
Kripik singkong 3x 1 bks 100 0.43 42.9 205 0.4
TOTAL KEBUTUHAN 1611.56 47.87
KEBUTUHAN MENURUT AKG 2013 2250 56
% TINGKAT KONSUMSI 71.6 85.5
FORM ESTIMATED FOOD RECORD

Nama Responden : Miranda Khoirun Nisa Tanggal : 23 November 2016


Jenis Kelamin : P (Perempuan) Enumerator : Gella Aprilia
Usia : 20 tahun
BB : 40 kg
TB : 145 cm

Waktu Bahan Cara Banyaknya


Menu Energi Protein
Makan Makanan Pengolahan URT Gram
Rabu 23/11/2016
Nasi Nasi Dikukus 1 ctng 150 262,5 6
Empal daging Daging sapi Digoreng 1 ptg sdg 50 95 10
Pagi
Minyak sdm 2,5 22,5
06.00
Sayur asem Kacang panjang Direbus 2 sds 50 25 1,5
Taoge kedelai 1 sds 25 19 2,25
Nasi Nasi Dikukus 1 ctng 150 262,5 6

Siang Ayam goreng Ayam Digoreng 1 ptg sdg 50 95 10

12.00 Minyak sdm 5 45


Lalapan Kacang panjang Direbus 2 tangkai 25 12,5 0,75
Sambal Tomat Mentah bh 20 4,8 0,26
Cabai 5 bh 5

Selingan Es krim roti Es krim 2 scoop 100 210 4

18.00 Roti 2 potong 40 87,5 2


Nasi goreng Nasi kukus & digoreng 1 ctng 150 262,5 6
Malam
Minyak sdm 5 45 5
19.00
Ayam suwir Ayam Direbus ptg sdg 25 47,5 5

Jumat 25/11/2016
Pagi 09.00 Nasi Nasi Dikukus 1 ctng 150 262,5 6
Ayam kecap Ayam Ditumis 1 ptg sdg 50 95 10
Kecap 2 sdm 20 93,3 1,8
Minyak sdm 5 45 5
Rujak Lontong Direbus 20 ptg 200 350 8
Kangkung Direbus gls 50 13,8 1,68

Siang Timun Mentah 10 iris 20 1,6

12.00 Tempe Digoreng 1 ptg sdg 50 80 6


Tahu Digoreng 1 ptg sdg 50 40 3
Taoge Direbus gls 20 6,78 0,72
Selingan Ice cream Ice cream gls 100 210 4
15.00
Malam Kentaki Ayam Ayam Kentucky Digoreng 1 ptg bsr 100 298 34,2
19.00
Minggu 27/11/2016
Nasi Nasi Dikukus 1 ctng 150 262,5 6
Ayam goreng Ayam Digoreng 1 ptg sdg 50 95 10

Pagi Minyak sendok 5 45 5

09.00 Sayur terong Terong Direbus bh sdg 25 7 0,27


Santan gelas 50 45 5
Pulpy orange Pulpy orange botol 175 80
Nasi Nasi Dikukus 1 ctng 150 262,5 6
Rendang Rendang sapi Ditumis 1 ptg sdg 50 96,5 11,28

Siang Sayur Daun papaya Direbus gls 50 25 1,5

12.00 Sambal Tomat Mentah bh 20 4,8 0,26


Cabai 5 bh 5
Minuman Pulpy orange botol 175 ml 80
Malam Nasi Nasi Dikukus 1 ctng 150 262,5 6
18.00 Ayam goreng Ayam Digoreng 1 ptg sdg 50 95 10
Minyak sdm 5 45 5
lalapan Kenikir Direbus 2 bh sdg 40
Tewel 1 ptg sdg 50 28,5 1
Sambal Tomat Mentah bh 20 4,8 0,26
Cabai 5 bh 5
Es jeruk Jeruk Diperas 1 bh sdg 100 40 10
Gula 1 sdm 13 50
Selingan Beng-beng Beng-beng 1 bks 32 200 1
20.00
TOTAL 4721,3 218,18
RATA-RATA 8
1573,8 72,6
KEBUTUHAN AKG 2250 56
PERSENTASE TINGKAT KONSUMSI 70% 129%
PEMBAHASAN

Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara
normal melalui proses digesti, absobsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran
zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal
dari organ-organ, serta menghasilkan energi. Tak satu pun jenis makanan yang mengandung
semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat, tumbuh kembang dan
produktif.
Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan
dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan
sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem
kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam
transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino
bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).
Survei diet atau penilaian konsumsi makanan adalah salah satu metode yang digunakan
dalam penentuan status gizi perorangan atau kelompok. Secara umumsurvei konsumsi makanan
dimaksudkan untuk mengetahui kebiasaan makan dangambaran tingkat kecukupan bahan
makanan dan zat gizi pada tingkat kelompok,rumah tangga dan perorangan serta faktor-faktor
yang berpengaruh terhadapkonsumsi makanan tersebut.
Survei konsumsi makanan ini dapat menghasilkan data yang bersifat kualitatif dan
kuantitatif. Secara kuantitatif akan diketahui jumlah dan jenis pangan yang dikonsumsi. Metode
pengumpulan data yang dapat digunakan adalah metode recall 24 jam food records dan weighing
method Secara kualitatif akan diketahui frekuensi makan maupun cara memperoleh pangan.
Metode pengumpulan data yangdapat digunakan adalah food frequency questionnaire dan dietary
history. Pada praktikum kali ini melakukan survei konsumsi dengan menggunakan metode recall
24 jam dimana untuk mengetahui tingkat konsumsi pada tingkat individu.
Pada penelitian survei konsumsi makanan ini saya mengambil responden seorang
mahasiswi bernama Miranda Khoirun Nisa berumur 20 tahun dengan berat badan 40 kg dan
tinggi badan 145 cm untuk dilakukan wawancara mengetahui tingkat konsumsi individu dengan
menggunakan metode recall 24 jam, FFQ, SQ-FFQ dan estimated food record untuk melakukan
Dietary History dimana agar dapat mengetahui kebiasaan makan dimana agar petugas
mengetahui kebiasaan makan responden ini melalui wawancara yang dilakukan.
1. Pada metode recall 24 jam petugas menanyakan kembali semua makanan yang telah
dimakan responden pada waktu yang lalu. Wawancara ini bisa dimulai dari waktu makan
terakhir bangun tidur hari ini sampai bangun tidur kemarin ataupun sebelumnya.
2. Pada metode FFQ dan SQ-FFQ petugas menayakan semua bahan makanan yang
dikonsumsi selama harian, mingguan, bulanan maupun tahunan dari bahan pokok, lauk
hewani, lauk nabati dan sebagainya
3. Pada metode estimated food record responden diberi tugas untuk mencatat makanannya
selama 3 hari yang terdiri atas 2 hari kerja dan 1 hari libur.
Dimana pada praktikum kali ini petugas untuk mengetahui kebiasaan makanan responden
dengan melakukan metode dietary history. Metode dietary history (Metode riwayat makan) ini
menggambarkan pola konsumsi berdasarkan pengamatan dalam waktu yang cukup lama (bisa 1
minggu, 1 bulan, 1 tahun). Dimana langkah-langkah dari metode ini ada 3 komponen adalah :
a. Komponen pertama adalah wawancara (termasuk recall 24 jam) yang mengumpulkan
data tentang apa saja yang dimakan responden selama 24 jam terakhir
b. Komponen kedua adalah tetntang frekuensi penggunaan dari sejumlah bahan makanan
dengan memberikan daftar (check list) yang sudah disiapkan. Untuk mengecek kebenaran
dari recall 24 jam
c. Komponen ketiga adalah pencatatan konsumsi selama 2-3 hari sebagai cek ulang.
Dari ketiga komponen yang telah dilakukan tersebut maka dilihat dari hasil recall 24 jam
dapat mengetahui konsumsi selama 24 jam terakhir sehingga dari hasil tersebut dapat dilihat
tingkat konsumsinya. Pengukuran tingkat konsumsi energi dan zat gizi dapat dilakukan
dengan menggunakan rumus seperti berikut :

Jumlah konsumsi energi/zat gizi X 100%


AKG Energi atau Gizi yang Dianjurkan
Pada tanggal 23 November 2016 responden (Miranda) telah mengkonsumsi beberapa
makanan dari makan pagi jam 08.00 hingga makan siang kemarin jam 11.00. Berdasarkan hasil
analisis menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM), jumlah energy dan protein
yang ia dapatkan adalah sekitar energy 1499.95 kkal dan protein 45,2 gram (hasil recall 24 jam)
sedangkan sekitar energy 1573,8 kkal dan protein 72,6 gram (hasil rata-rata record selama 3
hari). Untuk kebutuhan yang dianjurkan menurut Angka Kecukupan Gizi 2013 (AKG 2013)
sebesar energy 2250 kkal dan protein 56 gram. Sehingga diperoleh persentase tingkat konsumsi
dari energy yang kurang dari AKG yaitu pada batas 70-80 % sedangkan untuk protein masih
mencukupi asupan yaitu pada batas 80-100% lebih. Oleh karena itu untuk asupan energy harus
ditingkatkan agar tidak mengalami deficit energy yang berlebihan dimanan dapat mempengaruhi
status gizi.
Selain itu karena pada AKG tingkat klasifikasi dibagi menjadi 4 yaitu :
Baik : > 100% AKG
Sedang : 80 99% AKG
Kurang : 70 80% AKG
Defisit : < 70% AKG
Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi angka kecukupan energi yang dihasilkan
oleh seseorang, diantaranya adalah pola makan, pemilihan bahan makanan, serta kebiasaan
makan.
Pola makan adalah cara individu atau kelompok individu memilih bahan makanan dan
mengkonsumsinya sebagai tanggapan dari pengaruh fisiologi, sosial dan budaya diukur dengan
frekuensi, jenis dan jumlah bahan makanan yang dikonsumsi setiap hari (Suhardjo, 2003).
Pemilihan bahan makanan ternyata dipengaruhi oleh unsur-unsur tertentu. Pertama,
sumber-sumber pengetahuan masyarakat dalam memilih dan mengolah pangan mereka sehari-
hari. Kedua, aspek aset dan akses masyarakat terhadap pangan mereka sehari-hari. Ketiga,
pengaruh tokoh panutan atau yang berpengaruh. Pengaruh tokoh panutan terutama berkenaan
dengan hubungan bapak anak, jika keluarga yang memperoleh pangan atau nafkah berupa uang
kontan melalui usaha tani majikan (Santoso dan Ranti, 2004).
Kebiasaan makan adalah cara-cara individu dan kelompok individu memilih,
mengkonsumsi, dan menggunakan makanan-makanan yang tersedia, yang didasarkan kepada
faktor-faktor sosial dan budaya di mana ia/mereka hidup. Kebiasaan makan individu, keluarga
dan masyarakat dipengaruhi oleh faktor perilaku, faktor lingkungan sosial, faktor lingkungan
ekonomi, lingkungan ekologi, faktor ketersediaan bahan makanan, dan faktor perkembangan
teknologi.
KESIMPULAN

Dari hasil metode dietary history untuk mengetahui kebiasaan makan dari responden
didapatkan hasil bahwa sumber karbohidrat yang paling sering dikonsumsi adalah nasi dengan
rata-rata asupan 450 gram per hari, pangan hewani yang paling sering dikonsumsi adalah
danging ayam dan telur ayam dengan rata-rata asupan 21.4 gram per hari (ayam) dan 12.9 gram
per hari (telur), pangan nabati yang paling sering dikonsumsi adalah tahu dengan rata-rata asupan
perhari masing-masing 71.4 gram perhari, pada bahan pangan sayur, banyak jenis yang
dikonsumsi, rata- rata konsumsi adalah sekitar 30 gram per hari, buah dikonsumsi sesekali,
biasanya adalah pepaya dengan rata-rata asupan 200 gram per hari. Dimana responden tidak
pernah mengkonsumsi minuman seperti the, kopi dan yang lainnya. Namun dilihat dari hasil
recall 24 jam dan record 3 hari responden terkadang suka mengkonsumsi minuman seperti pulpy
orange. Dan juga terkadang suka mengkonsumsi snack makanan ringan.
Dari hasil diatas juga dapat disimpulkan bahwa rata-rat kebiasaan pola makan responden
sebanyak 2-3 kali sehari dimana selalu terdiri dari makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati,
sayur , terkadamg seskali buah dan terkadang juga ada makanan tambahan yaitu seperti selingan
ringan.
Responden suka mengkonsumsi makanan yang digoreng-goreng dan terkadang ada juga
yang direbus/dikukus. Responden juga sering mengkonsumsi buah papaya setiap harinya karena
setiap hari dirumahnya selalu menyediakan buah papaya (ujar Miranda).
Selain itu dari hasil metode dietary history yang dilakukan ini responden mengalamami
defisit energy dari perhitungan yang dilakukan walupun dari hasil perhitungan protein sudah
cukup baik. Hal tersebut terjadi karena responden hanya sering mengkonsumsi makanan pokok
nasi saja setiap harinya dan makanan pokok lainnya terkadamg dikonsumsi hanya 2x seminggu
bahkan ada yang 1x setahun. Sehingga asupan kalorinya kurang itu sebabnya setiap perhitungan
kebututuhan energy selalu jauh dari kebutuhan yang dianjurkan AKG 2013.
Sedangkan untuk protein tidak terlalu bermasalah namun harus ditingkatkan sedikit agar.
mencapai 100% dari anjuran AKG 2013. Hal ini dapat terjadi karena pada setiap kali makan
responden selalu mengkonsumsi protein hewani dan protein nabati tiap kali makan.