Anda di halaman 1dari 1

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Fraktur maksila merupakan salah satu bentuk trauma pada wajah yang
cukup sering terjadi dimana kecelakaan kendaraan bermoto rmerupakan
penyebab utama. Penanganan fraktur maksila tidak hanya
mempertimbangkan masalah fungsional tapi juga estetika. Pola fraktur yang
terjadi tidak selalu mengikuti pola Le Fort I, II, maupun III secara teoritis,
namun lebih sering merupakan kombinasi klasifikasi tersebut. Adapun
beberapa hal mendasar mengenai fraktur maksila diantaranya:
1. Untuk terjadinya fraktur maksila baik itu Le Fort I, II, maupun III,
prosesus pterigoid harus mengalami disrupsi.
2. Adanya mobilitas dan maloklusi pada pemeriksaan fisik merupakan
hall mark dari fraktur maksila walaupun tidak semua fraktur maksila
menimbulkan mobilitas.

33