Anda di halaman 1dari 5

Penentuan komposisi mineral pada batuan beku diteliti beberapa ahli geologi,

seperti :
1. C.J.Hughes
2. Frederic Phillip Mennel
3. Walter T.Huang
4. Heinrich

A. Komposisi Mineral Menurut C.J.Hughes


Menurut C.J.Hughes mineral pembentuk batuan beku dibagi
menjadi 8 :
1. Nesosilicates : olivine, monticelite, garnet, zircon, sphene, topaz,
kelompok epidote.
2. Sorosilicates : melilite.
3. Cyclosilicates : beryl, tourmaline, cordierite.
4. Inosilicates : pyroxenes, clinopyroxenes, orthopyroxenes,
amphiboles.
5. Phyllosilicates : muscovite, biotite, talc, chlorite, kaolinite,dll.
6. Tectosilicates : silica polymorphs, plagioclase feldspar (anorthite,
albite, dll), alkali feldspar, feldspathoids, petalite.
7. Oxydes : ilmenite, leucoxene, picroilmenite, spinel,
hercynite, magnetite,dll.
8. Miscellaneous : apatite, monazite, fluorite,calcite,dll.

B. Komposisi Mineral Menurut F.P.Mennel


Menurut Frederic Phillip Mennel, komposisi mineral batuan beku
dibagi menjadi 4:
1. Accessories : apatite, zircon, sphene, magnetite,dll.
2. Ferro-magnesian minerals: olivine, pyroxenes, hornblende, micas.
3. Felspar and felspathoid : leucite, nepheline; anorthite sampai albite;
orthoclase dan microline.
4. Quartz.
C. Komposisi Mineral Menurut W.T.Huang
Menurut Walter T.Huang (1962), komposisi minerael dikelompokkan
menjadi tiga kelompok mineral yaitu :
1. Mineral Utama
Mineral-mineral ini terbentuk langsung dari kristalisasi magma dan
kehadirannya sangat menentukkan penamaan batuan.
a. Mineral Felsic (Mineral ini memiliki ciri-ciri berwarna terang
dengan densitas rata-rata 2,5-2,7) , yaitu :
Kelompok Felspar, terdiri dari seri felspar alkali (K,Na) AlSi 3O8.
Seri felspar alkali terdiri dari sanidin, orthoklas, anorthoklas,
adularia, dan mikroklin. Seri plagioklas terdiri dari anorthit,
bitownit, labradorit, andesine, oligoklas, dan albit.
Kuarsa ( SiO2 )
Kelompok felspatoid (Na, K Alumina silika), terdiri dari nefelin,
sodalit, leusit.
b. Mineral Mafik (mineral-mineral feromagnesia dengan warna gelap
dan densitas rata-rata 3,0-3,6), yaitu :
Kelompok olivin, terdiri dari fayalite dan forsterite
Kelompok piroksen, terdiri dari enstatite, hiperstein, augit,
pigeonit, diopsid.
Kelompok mika, terdiri dari biotit, muskovit, plogopit.
Kelompok Amphibole, terdiri dari antofilit, cumingtonit,
hornblende, rieberkit, tremolit, aktinolite, glaukofan, dll.
2. Mineral Sekunder
Merupakan mineral-mineral ubahan dari mineral utama, dapat dari
hasil pelapukan, hidrotermal maupun metamorfisma terhadap mineral-
mineral utama. Dengan demikian mineral-mineral ini tidak ada
hubungannya dengan pembekuan magma (non pirogenetik). Mineral
sekunder terdiri dari :
Kelompok kalsit (kalsit, dolomit, magnesit, siderit), dapat
terbentuk dari hasil ubahan mineral plagioklas.
Kelompok serpentin (antigorit dan krisotil), umumnya
terbentuk dari hasil ubahan mineral mafik (terutama kelompok
olivin dan piroksen).
Kelompok klorit (proktor, penin, talk), umumnya terbentuk dari
hasil ubahan mineral kelompok plagioklas.
Kelompok serisit sebagai ubahan mineral plagioklas.
Kelompok kaolin (kaolin, hallosit), umumnya ditemukan
sebagai hasil pelapukan batuan beku.
3. Mineral Tambahan (Accesory Mineral)
Merupakan mineral-mineral yang terbentuk pada kristalisasi
magma, umumnya dalam jumlah sedikit. Termasuk dalam golongan ini
antara lain Hematite, Kromit, Muscovit, Rutile, Magnetit, Zeolit,
Apatit dan lain-lain.

D. Komposisi Mineral Menurut Heinrich


Menurut Heinrich (1956) batuan beku dapat diklasifikasikan menjadi
beberapa keluarga atau kelompok yaitu :

Keluarga granit riolit: bersifat felsik, mineral utama kuarsa, alkali


felsparnya melebihi plagioklas.
Keluarga granodiorit qz latit: felsik, mineral utama kuarsa, Na
Plagioklas dalam komposisi yang berimbang atau lebih banyak dari K
Felspar
Keluarga syenit trakhit: felsik hingga intermediet, kuarsa atau foid
tidak dominant tapi hadir, K-Felspar dominant dan melebihi Na-
Plagioklas, kadang plagioklas juga tidak hadir
Keluarga monzonit latit: felsik hingga intermediet, kuarsa atau foid
hadir dalam jumlah kecil, Na-Plagioklas seimbang atau melebihi K-
Felspar
Keluarga syenit fonolit foid: felsik, mineral utama felspatoid, K-
Felspar melebihi plagioklas
Keluarga tonalit dasit: felsik hingga intermediet, mineral utama
kuarsa dan plagioklas (asam) sedikit/tidak ada K-Felspar
Keluarga diorite andesit: intermediet, sedikit kuarsa, sedikit K-
Felspar, plagioklas melimpah
Keluarga gabbro basalt: intermediet-mafik, mineral utama plagioklas
(Ca), sedikit Qz dan K-felspar
Keluarga gabbro basalt foid: intermediet hingga mafik, mineral
utama felspatoid (nefelin, leusit, dkk), plagioklas (Ca) bisa melimpah
ataupun tidak hadir .
Keluarga peridotit: ultramafik, dominan mineral mafik (ol,px,hbl),
plagioklas (Ca) sangat sedikit atau absen.
DAFTAR PUSTAKA

1. C.J.Hughes, 1982, Igneous PetrologyDevelopment in Petrology,


Elsevier Scientific Publishing Co, Amsterdam, h 20.
2. Frederic Phillip, 1910, A Manual of Petrology, Chapman & Hall Ltd,
London, h 91
3. Heinrich,E.W, 1962, Microscopic Petrography, Mc Graw-Hill Book
Comp, New York, h 296
4. Walter T.Huang, 1960, Petrology, Mc Graw-Hill Book Comp, New
York,h13.