Anda di halaman 1dari 29

LBM 4 KGD SGD 14

KULITKU MELEPUH DAN TERASA PANAS

STEP 1

1. Bulla : vesicle yang ukurannya besar > 1cm yang


didalamnya terdapat cairan

STEP 2

1. Apakah efek pemberian oli bekas terhadap luka bakar?


2. Mengapa didapatkan nadi meningkat?
3. Mengapa setelah pemasangan infuse selama 5 menit
kesadaran penderita menurun?
4. Bagaimanakan penatalaksanaan pada pasien tersebut?
5. Mengapa didapatkan Vital sign ; TD 100/70 mm/Hg?
6. Mengapa diberi infuse Nacl 30 tetes/ menit?
7. Bagaimanakah derajat luka bakar?
8. Apasaja Etologi dari luka bakar
9. Bagimanakah Fase-fase yang terjadi pada luka bakar?
10. Bagaimanakah penegakan diagnose pada pasien ?
11.

STEP 3

1. Apakah efek pemberian oli bekas terhadap luka bakar?


Kelembapan pada luka tempat perkembangbiakan
kumanmudah terjadi infeksi sehingga mempersulit
dokter untuk melakukan pembersihan luka.

2. Mengapa didapatkan nadi meningkat?


Luka bakar struktur kulit rusak (perlindungan evaporasi
rusak)kehilangan airpembuluh darah rusak
permeabilitas meningkat ( bulla )
hipovolemiKompensasi jantung perfusi yang kurang
adekuatisi lemahpeningkatan nadi

3. Patofisiologi
Luka bakar mengakibatkan peningkatan permebilitas pembuluh
darah sehingga air, klorida dan protein tubuh akan keluar dari
dalam sel dan menyebabkan edema yang dapat berlanjut pada
keadaan hipovolemia dan hemokonsentrasi. Burn shock
( shock Hipovolemik ) merupakan komplikasi yang sering terjadi,
manisfestasi sistemik tubuh trhadap kondisi ini adalah :
a. Respon kardiovaskuiler
perpindahan cairan dari intravaskuler ke ekstravaskuler
mengakibatkan kehilangan Na, air dan protein plasma serta
edema jaringan yang diikuti dengan penurunan curah
jantung. Hemokonsentrasi sel darah merah, penurunan
perfusi pada organ mayor edema menyeluruh. Hal ini
menyebabkan berkurangnya volume cairan intra vaskuler.
Tubuh kehilangan cairan antara % - 1 %, Blood
Volume setiap 1 % luka bakar.
Kerusakan kulit akibat luka bakar menyebabkan kehilangan
cairan tambahan
karena penguapan yang berlebih (insensible water loss
meningkat).
b. Respon Renalis
Dengan menurunnya volume inravaskuler maka aliran ke
ginjal dan GFR menurun mengakibatkan keluaran urin
menurun dan bisa berakibat gagal ginjal
c. Respon Gastro Intestinal
Respon umum pada luka bakar > 20 % adalah penurunan
aktivitas gastrointestinal. Hal ini disebabkan oleh kombinasi
efek respon hipovolemik dan neurologik serta respon
endokrin terhadap adanya perlukan luas. Pemasangan NGT
mencegah terjadinya distensi abdomen, muntah dan
aspirasi. Sering terdapat ileus paralitik dan Curling
Ulcer yang dikhawatirkan pada tukak Curling ini adalah
pendarahan yang timbul sebagai hematesis melena.
d. Respon Imonologi
Sebagian basis mekanik, kulit sebgai mekanisme pertahanan
dari organisme yang masuk. Terjadinya gangguan integritas
kulit akan memungkinkan mikroorganisme masuk kedalam
luka.

3. Mengapa setelah pemasangan infuse selama 5 menit


kesadaran penderita menurun?
Kesalahan jumlah cairan yang diberikan:
Rumus:
Baxter:
Ringer lactate 4cc x BB/kg x luas luka
Hari pertama 50 % di 8 jam pertama
16 berikutnya 50 %
Hari-2 50% dari total hari pertama

jenis cairan yang diberikan,


trauma inhalasi peningkatan Coakifinitas
meningkat Hb pada CO lebih mudah dibanding O2
co > 60 mengikat Hb keracunan
tanda trauma inhalasi
luka di muka, alis, bulu hidung, pada orofaring hitam
jelaga, dan di bagian dada/ perut ada bekas luka bakar.
MONITORING?????
4. Bagaimanakan penatalaksanaan pada pasien tersebut?
6C
Clothing melepaskan baju/ pakaian yg melekat
Coolingdinginkan daerah yang terbakar dengan air
mengalir selama 20 menit dan pemberian analgetik .
catt: jangan menggunakan air es
Cleaningdibersihkan luka bakar , dan jaringan yang
mati
Cemoprofilaksispemberian anti tetanus
Cream silfer sulfadiazine penangan infeksi,
kontraindikasi: pada luka superficial, pada wajah dan
alergi, ibu hamil, ibu menyusui dengan bayi < 2bln
Covering penutupan luka bakar dengan kasa
Comforting pemberian pengurangan rasa nyeri
analgetik

a. tanda trauma inhalasi


ya
airway : stridor . ET
cloting/ exposure,
brething terapi O2 100%
pengangan sirkulasi RL 4cc/kgBB rata2 9% perbagian
tubuh
RUMUS????
A
B
C
PF. KESELURUHAN E TRAUMA
Anamnesis kecurigaan trauma inhalasi: riwayat terjebak
di dalam rumah, seputum tercampur arang, luka bakar
perioral/ hidung, mulut, penurunan kesadaran, tanda
distress nafas, rasa tercekik, tersedak, malas bernafas,
takipneu, apnue,
Pemeriksaan luka bakarDerajat luka bakar (1, 2, 3, 4)

ANANIMSIS riwayat, hamil, imunisasi


Px radiologi,BGA
5. Mengapa didapatkan Vital sign ; TD 100/70 mm/Hg?
Permeabilitas meningkat hipovolemik vasodilatasi
perifertahanan perifer menurunTD menurun

6. Mengapa diberi infuse Nacl 30 tetes/ menit?


Untuk memperbaiki cairan yang hilang, harusnya cairan
koloid/ kristaloid yg hipertonic

7. Apasaja derajat luka bakar?


Derajat 1 merusak bagian epidermis, sembuh 5-7 hri
dengan sempurna, UKK eritem, nyeri, hipersensitivitas
local. Tidak menimnbulkan kehilangan cairan.

Derajat 2:
Derajat 2a lesi epidermis- dermis, sembuh dalam 2-3
minggu, Ukk; bulla, timbul rasa nyeri
Derajat 2b lanjutan 2a, terdapat edema dan penurunan
aliran darah di jaringan, berkembang parsial thickness
burn.

Derajat 3 semua lapisan kuilit subkutis- lebih dalam,


perlu dilakukan cangkok kulit, tidak diikuti rasa nyeri,
teraba keras pada px.

Px perdarahan:
Luka di tusuk dengan jarum 21 peradarahan 1/ 2a
Perdarahan terlambat 2b
Tidak terjadi perdarahan3

Sensasi nyeri tusuk jarum 21:


Nyeri 1/ 2a
Ada sensasi tp tdk nyeri 2b
Tidak nyeri 3

1. Berdasarkan penyebab
Luka bakar karena api
Luka bakar karena air panas
Luka bakar karena bahan kimia
Laka bakar karena listrik
Luka bakar karena radiasi
Luka bakar karena suhu rendah (frost bite).
2. Berdasarkan kedalaman luka bakar

Derajat 1 : epidermis
Derajat 2 : dermis
Derajat 3 : dermis + organ di bawahnya

a. Luka bakar derajat I


Kerusakan terjadi pada lapisan epidermis
Kulit kering, hiperemi berupa eritema
Tidak dijumpai bullae
Nyeri karena ujung-ujung saraf sensorik teriritasi
Penyembuhan terjadi spontan dalam waktu 5-10
hari
b. Luka bakar derajat II
Kerusakan meliputi epidermis dan sebagian
dermis, berupa reaksi inflamasi disertai
proses eksudasi.
Dijumpai bulae.
Nyeri karena ujung-ujung saraf teriritasi.
Dasar luka berwarna merah atau pucat, sering
terletak lebih tinggi diatas kulit normal.
Luka bakar derajat II ini dibedakan menjadi 2
(dua), yaitu :
1. Derajat II dangkal (superficial) IIA
Kerusakan mengenai bagian superfisial dari
dermis lapisan atas dari corium/dermis.
Organ-organ kulit seperti folikel rambut,
kelenjar keringat, kelenjar sebasea masih
utuh benih2 epitel
Penyembuhan terjadi spontan dalam waktu 10-
14 hari tanpa terbentuk sikatrik

2. Derajat II dalam (deep) IIB


Kerusakan mengenai hampir seluruh bagian
dermis dan sisa sisa jaringan epitel tinggal
sedikit. Organ organ kulit seperti folikel
rambut, kelenjar keringat, kelenjar sebacea
tinggal sedikit. Penyembuhan terjadi lebih lama
dan disertai parut hipertrofi. Biasanya
penyembuhan terjadi dalam waktu lebih dari
satu bulan.

Tusukan, kulit hitamabu2,kulit putihmerah


c. Luka bakar derajat III
Kerusakan meliputi seluruh lapisan dermis dan
lapisan yang lebih dalam.
Organ-organ kulit seperti folikel rambut, kelenjar
keringat, kelenjar sebasea mengalami kerusakan.
Tidak dijumpai bulae.
Kulit yang terbakar berwarna abu-abu dan pucat.
Karena kering letaknya lebih rendah
dibanding kulit sekitar.
Terjadi koagulasi protein pada epidermis dan
dermis yang dikenal sebagai eskar.
Tidak dijumpai rasa nyeri dan hilang sensasi, oleh
karena ujung-ujung saraf sensorik mengalami
kerusakan/kematian.
Penyembuhan terjadi lama karena tidak terjadi
proses epitelisasi spontan dari dasar luka.
3. Berdasarkan tingkat keseriusan luka
American Burn Association menggolongkan luka bakar
menjadi tiga kategori, yaitu:
a. Luka bakar mayor
Luka bakar dengan luas lebih dari 25% pada orang
dewasa dan lebih dari 20% pada anak-anak.
Luka bakar fullthickness lebih dari 20%.
Terdapat luka bakar pada tangan, muka, mata,
telinga, kaki, dan perineum.
Terdapat trauma inhalasi dan multiple injuri tanpa
memperhitungkan derajat dan luasnya luka.
Terdapat luka bakar listrik bertegangan tinggi.
b. Luka bakar moderat
Luka bakar dengan luas 15-25% pada orang
dewasa dan 10-20% pada anak-anak.
Luka bakar fullthickness kurang dari 10%.
Tidak terdapat luka bakar pada tangan, muka,
mata, telinga, kaki, dan perineum.
c. Luka bakar minor
Luka bakar minor seperti yang didefinisikan oleh Trofino
(1991) dan Griglak (1992) adalah :

Luka bakar dengan luas kurang dari 15% pada


orang dewasa dan kurang dari 10 % pada anak-
anak.
Luka bakar fullthickness kurang dari 2%.
Tidak terdapat luka bakar di daerah wajah,
tangan, dan kaki.
Luka tidak sirkumfer.
Tidak terdapat trauma inhalasi, elektrik, fraktur.
Derajat luka bakar :
1. Ringan : - Luka bakar derajat I
- Luka bakar derajat II seluas < 15 %
- Luka bakar derajat III seluas < 2 %
Luka bakar ringan tanpa komplikasi dapat
berobat jalan.
2. Sedang : - Luka bakar derajat II seluas 10-15%
- Luka bakar derajat III seluas 5-10 %
Luka bakar derajat sedang sebaiknya dirawat
untuk observasi.
3. Berat : - Luka bakar derajat II seluas > 20%
- Luka bakar derajat II yang mengenai wajah,
tangan, kaki, alat kelamin atau persendian
sekitar ketiak.
- Luka bakar derajat III seluas > 10%
- Luka bakar akibat listrik dengan tegangan
> 1000 volt
- Luka bakar dengan komplikasi patah tulang,
kerusakan luas jaringan lunak atau gangguan
jalan napas.

4. Berat luka bakar


Beratnya luka bakar tergantung kepada jumlah jaringan
yang terkena dan kedalaman luka:
a. Luka bakar derajat I
Merupakan luka bakar yang paling ringan. Kulit yang
terbakar menjadi merah, nyeri, sangat sensitif
terhadap sentuhan dan lembab atau membengkak.
Jika ditekan, daerah yang terbakar akan memutih;
belum terbentuk lepuhan.
b. Luka bakar derajat II
Menyebabkan kerusakan yang lebih dalam.
Kulit melepuh, dasarnya tampak merah atau
keputihan dan terisi oleh cairan kental yang jernih.
Jika disentuh warnanya berubah menjadi putih dan
terasa nyeri.
c. Luka bakar derajat III
Menyebabkan kerusakan yang paling dalam.
Permukaannya bisa berwarna putih dan lembut atau
berwarna hitam, hangus dan kasar.
Kerusakan sel darah merah pada daerah yang
terbakar bisa menyebabkan luka bakar berwarna
merah terang. Kadang daerah yang terbakar
melepuh dan rambut/bulu di tempat tersebut mudah
dicabut dari akarnya.
Jika disentuh, tidak timbul rasa nyeri karena ujung
saraf pada kulit telah mengalami kerusakan.
Jaringan yang terbakar bisa mati. Jika jaringan
mengalami kerusakan akibat luka bakar, maka cairan
akan merembes dari pembuluh darah dan
menyebabkan pembengkakan.
Pada luka bakar yang luas, kehilangan sejumlah
besar cairan karena perembesan tersebut bisa
menyebabkan terjadinya syok. Tekanan darah sangat
rendah sehingga darah yang mengalir ke otak dan
organ lainnya sangat sedikit.
Menurut American Burn Association:
1. Luka Bakar Ringan.
- Luka bakar derajat II <15 %
- Luka bakar derajat II < 10 % pada anak anak
- Luka bakar derajat III < 2 %
2. Luka bakar sedang
- Luka bakar derajat II 15-25 % pada orang dewasa
- Luka bakar II 10 20 5 pada anak anak
- Luka bakar derajat III < 10 %
3. Luka bakar berat
- Luka bakar derajat II 25 % atau lebih pada orang dewasa
- Luka bakar derajat II 20 % atau lebih pada anak anak.
- Luka bakar derajat III 10 % atau lebih
- Luka bakar mengenai tangan, wajah, telinga, mata, kaki
dan genitalia/perineum.
- Luka bakar dengan cedera inhalasi, listrik, disertai
trauma lain

8. Apa saja Etiologi dari luka bakar:


Fleme burn kontak langsung dengan api
Contac burn kontak langsung dengan benda panas
Radian burn kontak langsung radiasi
Kulit berhubungan dengan cairan panas, ex: air
panas
Luka bakar karena bahan kimia, ex : asam kuat/ basa
( barium, kalium)
Listrik
Petir
Frost bite terlalu dingin
Luka bakar karena microwave

9. Bagimanakah Fase-fase yang terjadi pada luka bakar?


Fase akut
Terjagi gangguan ABC, terjadi Ob saluran nafas 48-72 jam
stelah pasca trauma, terjadi ketidakseimbangan cairan dan
elektrolit
Penangan:
- Terjadi- RS

Fase subakut kehilangan / kerusakan jaringan inflamasi


dan infeksi
Penanganan:
Syok sudah teratasi

Fase lanjutan terbentuk maturasi jar. Parut akibat luka


bakar
10. Derajat Luas luka bakar ?
Dewasa
Kepala- leher 9%
Lengan 18 %
Badan depan18 %
Badan belakang 18%
Tungkai36 %
Genital1 %
Total= 100%

Anak:
11. Histology dan fisiologi kulit?

a. Epidermis (regenerasi 4-6 minggu)


1. Stratum Korneum. Terdiri dari sel keratinosit yang bisa
mengelupas dan berganti.
2. Stratum Lusidum Berupa garis translusen, biasanya
terdapat pada kulit tebal telapak kaki dan telapak
tangan. Tidak tampak pada kulit tipis.
3. Stratum Granulosum Ditandai oleh 3-5 lapis sel
polygonal gepeng yang intinya ditengah dan
sitoplasma terisi oleh granula basofilik kasar yang
dinamakan granula keratohialin yang mengandung
protein kaya akan histidin. Terdapat sel Langerhans.
4. Stratum Spinosum. Epidermis pada tempat yang terus
mengalami gesekan dan tekanan mempunyai stratum
spinosum dengan lebih banyak tonofibril
(mempertahankan kohesi sel dan melindungi terhadap
efek abrasi.). Stratum basale dan stratum
spinosum disebut sebagai lapisan Malpigi.
Terdapat sel Langerhans.
5. Stratum Basale (Stratum Germinativum) mitosis
yang hebat dan bertanggung jawab dalam
pembaharuan sel epidermis secara konstan. Epidermis
diperbaharui setiap 28 hari untuk migrasi ke
permukaan, hal ini tergantung letak, usia dan faktor
lain. Merupakan satu lapis sel yang mengandung
melanosit.
b. Dermis
c. Subkutis

12. Etiologi trauma dan penanganan termal?


13. Perbedaan antara luka bakar terbuka dan tertutup?
14. Apa Indikasi dilakukannya perawatan luka bakar?

5. Komplikasi
Hypertropi jaringan.
Kontrakturkekakuan gerak sendi, digerakkan secara pasif
jika lumpuh/keterbatasan gerak
Fase Resusitasi
Dehidrasi, sepsis yang dapat berakhir pada kematian
penderita. Pemaparan bahan kimia pada luka dapat
memperdalam derajat luka bakar. Yang paling aman
pertolongan pertama pada luka bakar adalah mengalirkan air
dingin keluka tersebut.
Fase Penyembuhan luka
Fase penyembuhan leuka yang terlalu lama akan
menimbulkan penyembuhan luka dengan skar yang tebal
yang mempunyai resiko timbulnya keloid, kontraktur sendi2
anggota gerak dan tampilan kulit yg buruk.
Fase pengembalian fungsi anggota gerak
Fase ini bila tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan
kehilangan fungsi anggota gerak yang permanen.

Luka Bakar yang Perlu Perawatan Khusus


1. Luka Bakar Listrik.
2. Luka Bakar dengan trauma Inhalasi
3. Luka Bakar Bahan Kimia
4. Luka Bakar dengan kehamilan

Luka Bakar Listrik


Luka bakar bisa karena voltase rendah atau voltase tinggi. Kerusakan
jaringan tubuh
disebabkan karena beberapa hal berikut :
1. Aliran listrik (arus bolak-balik, alternating current / AC) merupakan
energi
dalam jumlah besar. Berasal dari sumber listrik, melalui bagian tubuh
yang
memiliki resistensi paling rendah (cairan, darah / pembuluh darah).
Aliran
listrik dalam tubuh menyebabkan kerusakan akibat yang ditimbulkan
oleh
resistensi. Kerusakan dapat bersifat ekstensif local maupun sistemik
(otak/ensellopati, jantung/fibrilisasi ventrikel, otot/ rabdomiosis, gagal
ginjal,
dan sebagai berikut).
2. Loncatan energi yang ditimbulkan oleh udara yang berubah menjadi
api.
3. Kerusakan jaringan bersifat lambat tapi pasti dan tidak dapat
diperkirakan
luasnya. Hal ini di sebabkan akibat kerusakan system pembuluh darah
di
sepanjang bagian tubuh yang dialiri listrik (trombosis, akulasi kapiler)

Luka bakar dengan trauma inhalasi


Pada kebakaran dalam ruangan tertutup (in door)
Luka bakar mengenai daerah muka / wajah
Dapat merusak mukosa jalan napas
Edema laring hambatan jalan napas.
Gejala
Sesak napas
Takipnea
Stridor
Suara serak
Dahak berwarna gelap (jelaga)

Hati hati kasus trauma inhalasi mematikan


Mekanisme kerusakan saluran napas.
1. Trauma panas langsung
Terhirupnya sesuatu yang panas, produk dari bahan yang terbakar,
seperti jelaga
dan bahan khusus menyebabkan kerusakan mukosa langsung pada
percabangan
trakeobronkial.
2. Keracunan asap yang toksik
Akibat termodegradasi material alamiah dan material yang diproduksi

terbentuk gas toksik (beracun), misalnya hydrogen sianida, nitrogen


dioksida,
nitrogen klorida, akreolin iritasi dan bronkokonstriksi saluran napas.
Obstruksi
jalan napas akan menjadi lebih hebat akibat trakealbronkitis dan
edema.
3. Intoksikasi karbon monoksida (CO)
Intoksikasi CO hipoksia jaringan. Gas CO memiliki afinitas cukup kuat
terhadap pengikatan hemoglobin (210-240 kali lebih kuat di banding
dengan O2)
CO memisahkan O2 dari Hb hipoksia jarinagn. Peningkatan kadar
karboksihemoglobin (COHb) dapat dipakai untuk evaluasi berat /
ringannya
intoksikasi CO.
KLINIS
Kecurigaan adanya trauma inhalasi bila pada penderita luka bakar
terdapat 3
atau lebih dari keadaan berikut :
1. Riwayat terjebak dalam rumah/ ruangan terbakar
2. Sputum tercampur arang
3. Luka bakar perioral, hidung, bibir, mulut atau tenggorokan.
4. penurunan kesadaran.
5. Tanda distress napas, rasa tercekik, tersedak, malas bernapas dan
adanya
wheezing atau rasa tidak nyaman pada mata atau tenggorokan (iritasi
mukosa)
6. Gejala distress napas. Takipea
7. Sesak atau tidak ada suara.
Pada fase awal kerusakan saluran napas akibat efek toksik yang
langsung terhirup
Pada fase lanjut edema paru dengan terjadinya hpoksemia progresif
ARDS

Korelasi tingkat keracunan CO / presentase COHb dengan kelainan


neurologist
Kadar Keracunan CO Kelainan Neurologis
10-20 % (ringan) sakit kepala, binggung, mual
20-40 % (sedang) lekas marah, pusing, lapangan penglihatan
menyempit
40-60 % (berat) Halusinasi, ataksia, konvulsi atau koma,takipnea
Pemeriksaan tambahan :
1. Kadar karboksihemoglobin (COHb)
Pada trauma inhalasi, kadar COHb 35-45 % (berat), bahkan setelah 3
jam dari
kejadian, kadar COHb pada batas 20-25 %. Bila kadar COHb lebih dari
15 %
setelah 3 jam kejadian bukti kuat terjadi taruama inhalasi.
2. Gas Darah
PaO2 yang rendah (kurang dari 10 kPa pada konsentrasi oksigen 50%,
FiO2 = 0,5)
mencurigakan adanya trauma inhalasi. PaO2 biasanya normal pada
fase awal,
tetapi dapat meningkat pada fase lanjut.
3. Foto Toraks, biasanya normal pada fase awal
4. Bronkoskopi Fiberoptic
Bila terdapat sputum beraran, edema mukosa, adanya bintik bintik
pendarahan
dan ulserasi diagnosa trauma inhalasi.
5. Tes Fungsi paru
Scan Paru Xenon tidak praktis.
Diagnosa Trauma Inhalasi :
1. Kecurigaan klinis
2. Riwayat kejadian
3. Pemeriksaan gad darh dan kadr COHb
4. Dikonfirmasi dengan bronkoskopi fiberoptic
5. pemeriksaan fungsi paru.
i. Airway
Supraglotis rawan terhadap trauma
bakar langsung. Subglotis dilindungi
laring
trauma inhalasi edema dan
sumbatan jalan nafas
Tanda klinis trauma inhalasi:
Luka bakar pada wajah
Alis mata dan bulu hidung hangus
Sputum yang hitam/mengandung
karbon
Riwayat terkurung api atau berada
di ruang tertutup yang terbakar
Dicurigai trauma inhalasi:
Tindakan BHD dengan jaw-thrust
Pemasangan OPA
Dipertimbangkan intubasi atau
crico-thyroidostomy/tracheostomy
(sumbatan nafas dapat terjadi
sewaktu-waktu)
ii. Breathing
Luka bakar di dada menghambat
pernafasan
Luka bakar di tempat tertutup
keracunan CO
Afinitas Co terhadap hemoglobin tinggi
(280 kali oksigen) ikatan HbCO yang
membahayakan
iii. Pemberian cairan intravena
Rumus untuk menghitung kebutuhan cairan:
Rumus Evans
Luas luka (%) x BB (kg) = jumlah
(ml) kristaloid/NaCl 0,9% per 24
jam
Luas luka (%) x BB (kg) = jumlah
(ml) koloid/plasma per 24 jam
Dekstrose 5% = 2000 ml per 24
jam

Separuh A+B+C diberikan dalam 8 jam


pertama dan sisanya diberikan 16 jam
selanjutnya.

Pada hari kedua jumlah cairan A+B+C yang


diperlukan ada;ah separuh hari pertama.

Rumus Baxter/Parkland
Cairan yang diberikan hanya kristaloid
Ringer Laktat dengan perhitungan:
Luas luka (%) x BB x 4 ml = kebutuhan
ml dalam 24 jam
Separuh RL diberikan 8 jam pertama dan
separuh berikutnya dalam waktu 16 jam.
Yang harus diingat:
Waktu 8 jam waktu yang
dihitung saat terjadinya luka bakar
Jumlah cairan hanya perkiraan,
pemberian cairan dapat berubah
sesuai dengan respon penderita.
Selain tanda vital, monitor respon
penderita bisa dilihat dari produksi
urin yang cukup.
Buku Ajar Ilmu Bedah, Wim de Jong

iv. Antibiotika, nutrisi, dan obat lain


Antibiotik sistemik (golongan
aminoglikosida) mencegah terjadinya
infeksi pseudomonas. Sebaiknya setelah
dilakukan kultur dan test sensitivitas
Antasida mencegah tukak curling
Analgetik menghilangkan rasa nyeri
Pemasangan Naso-Gastric Tube (NGT)
mencegah dilatasi lambung akut (bila
penderita muntah dan peristaltik
terganggu pada luka bakar)
Anemia obat anti anemia ditambah
dengan vitamin A,B,C dan D
Nutrisi tinggi protein minimal 2500 kalori
sehari
Buku Ajar Ilmu Bedah, Wim de Jong

v. Penanganan lokal
Derajat I : tidak memerlukan terapi
Derajat II & III :
Dibersihkan dahulu dengan air
mengalir dari kotoran yang melekat
Perawatan secara terbuka/tertutup

Perawatan Terbuka

Keuntungan : mudah dan murah,


cepat dingin, kering dan kuman sulit
berkembang

Buku Ajar Ilmu Bedah, Wim de Jong

Kompres nitras argenti 0,5% dan krim


silversulfadiazin 1% bakteriostatik kuat
dan efektif terhadap semua kuman serta
aman

Perawatan Tertutup

Ditutup dengan pembalut untuk


menghindari kontaminasi
Keuntungan : enak dilihat,
terlindung dan tidak terkontaminasi dari
luar
Balutan menjadikan luka sebagai medium
yang baik untuk pertumbuhan kuman,
sehingga tidak jarang dari balik balutan
tampak pus
Buku Ajar Ilmu Bedah, Wim de Jong

Sendi dan tangan diatur dalam posisi fungsional


sendi bahu, siku, paha, dan lutut dalam posisi
ekstensi. Leher dan pergelangan kaki dalam
keadaan ekstensi agar kepala/leher tidak tertarik ke
bawah dan kaki tidak drop foot.
Buku Ajar Ilmu Bedah, Wim de Jong
Beberapa hari dengan perawatan terbuka
atau tertutup, luka bakar akan
membentuk keropeng. Bila masih ada
jaringan mati yang belum dibuang atau
nanah debridement
Luka derajat II tanpa infeksi keropeng
lepas sendiri dalam 7-12 hari (pada
waktu itu jaringan di bawahnya sudah
sembuh)
Luka derajat III keropeng yang kering
dilepaskan setelah 2 minggu dan jaringan
granulasi ditutup dengan skin graft
Penyembuhan keropeng/eschar yang
tebal dapat mengganggu vaskularisasi
escharotomy
vi. Luka bakar khusus
Luka bakar listrik
Tubuh penghantar listrik yang baik
kerusakan akibat serangan listrik
lebih hebat dari yang kelihatan dari
luar
Kejang otot akibat aliran listrik
henti nafas (pada otot pernafasan)
dan fraktur
Kerusakan otot mioglobinuria
gagal ginjal akut
Jika ada mioglobinuria infus
manitol 25 gram diulangi dengan
dosis separuhnya bila belum
membantu diuresis
Ganggu kerja listrik jantung
fibrilasi ventrikel
Luka bakar zat kimia
Basa kelihatan ringan di
permukaan
Asam koagulasi proses
pembakaran dapat dibatasi
Zat kimia berbentuk tepung:
i. Disikat hati-hati
ii. Dicuci dan diencerkan
dengan air mengalir
Zat kimia berupa cairan: langsung
disiram dengan air mengalir (lebih
lama lebih baik)
Pemberian zat penawar tidak
dianjurkan menimbulkan reaksi
kimia seperti panas yang bisa lebih
membahayakan

Penanganan Penderita Gawat Darurat (First Aid Training),


Unissula Press

Buku Ajar Ilmu Bedah, Wim de Jong

15. Komplikasi luka bakar?

Syok hipovolemik

Kekurangan cairan dan elektrolit

Hypermetabolisme

Infeksi

Gagal ginjal akut

Masalah pernapasan akut; injury inhalasi, aspirasi gastric, pneumonia

bakteri, edema.

Paru dan emboli


Sepsis pada luka

Ilius paralitik

Komplikasi sistemik :
Shock hipovolemik
Ileus paralitik dilatasi akut lambung
Tukak Curling (Curling ulcer) pada lambung
Gagal ginjal
Menurunnya imunitas
Keseimbangan protein negatif

Komplikasi local:
Gangguan vaskularisasi karena eschar
escharotomi
Compartment syndrome
Keloid
Kontraktur

Infeksi. Infeksi merupakan masalah utama. Bila


infeksi berat, maka penderita dapat mengalami
sepsis. Berikan antibiotika berspektrum luas,
bila perlu dalam bentuk kombinasi.
Kortikosteroid jangan diberikan karena bersifat
imunosupresif (menekan daya tahan), kecuali
pada keadaan tertentu, misalnya pda edema
larings berat demi kepentingan penyelamatan
jiwa penderita.
Curlings ulcer (ulkus Curling). Ini merupakan
komplikasi serius, biasanya muncul pada hari ke
510. Terjadi ulkus pada duodenum atau
lambung, kadang-kadang dijumpai
hematemesis. Antasida harus diberikan secara
rutin pada penderita luka bakar sedang hingga
berat. Pada endoskopi 75% penderita luka bakar
menunjukkan ulkus di duodenum.
Gangguan Jalan nafas. Paling dini muncul
dibandingkan komplikasi lainnya, muncul pada
hari pertama. Terjadi karena inhalasi, aspirasi,
edema paru dan infeksi. Penanganan dengan
jalan membersihkan jalan nafas, memberikan
oksigen, trakeostomi, pemberian kortikosteroid
dosis tinggi dan antibiotika.
Konvulsi. Komplikasi yang sering terjadi pada
anak-anak adalah konvulsi. Hal ini disebabkan
oleh ketidakseimbangan elektrolit, hipoksia,
infeksi, obat-obatan (penisilin, aminofilin,
difenhidramin) dan 33% oleh sebab yang tak
diketahui.
Komplikasi luka bakar yang lain adalah timbulnya
kontraktur dan gangguan kosmetik akibat
jaringan parut yang dapat berkembang menjadi
cacat berat. Kontraktur kulit dapat mengganggu
fungsi dan meyebabkan kekakuan sendi sehingga
memerlukan program fisioterapi yang intensif dan
tindakan bedah.
(http://medisdankomputer.co.cc)

16. Bagaimana penanganan agar tidak terjadi kontraktur


pada pasien luka bakar?