Anda di halaman 1dari 10

PENGELOLAAN LABORATORIUM

Pengajuan dan Pengadaan Bahan


Pengangkutan dan Pengiriman Bahan Kimia

Disusun Oleh :

1. Rabeka Yulina Fitri (06101281419028)

2. Ari Yanti (06101281419034)

3. Icha Sinthyana Yustika (06101381419039)

Dosen Pengasuh :

DESI, S.Pd., M.T


Dra. BETY LESMINI, M.Sc.Ed

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan
rahmat dan petunjuk-Nya sehingga makalah yang berjudul Pengajuan dan Pengadaan Bahan
dan Pengangkutan dan Pengiriman Bahan Kimia ini dapat terselesaikan tepat pada
waktunya.
Makalah ini disusun berdasarkan berbagai sumber yang relevan dengan materi yang
disajikan dalam makalah ini. Adapun materi yang dipaparkan adalah mengenai Pengajuan
dan Pengadaan Bahan, dan Pengangkutan dan Pengiriman Bahan Kimia di laboratorium
SMA Srijaya Negara.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat mmebangun sangat penulis harapkan guna
kesempurnaan makalah ini.
BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Pembelajaran dalam proses pendidikan memiliki ragam dan jenis yang berbeda, hal itu
tergantung bagaimana karakteristik dan model subjek pembelajaran, dalam hal ini adalah
siswa sebagai peserta didik. Indikator keberhasilan proses pembelajaran tergantung dari
bagaimana seorang pendidik dalam hal ini adalah guru mengembangkan dan
mengorganisasikan materi pembelajaran yang akan dipelajari oleh siswa sehingga proses
pembelajaran tidak menjadi hal yang menjemukan tetapi menyenangkan. Tiap tiap mata
pelajaran mempunyai karakteristik yang berbeda dengan pelajaran lainnya, hal ini semakin
memberikan tantangan bagi guru sebagai pengembang dan pengorganisasi materi
pembelajaran di dalam maupun di luar kelas dalam proses pembelajaran

Setiap kegiatan penanganan bahan kimia berbahaya didalamnya sudah pasti terkandung
resiko bahaya potensial yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan dampak kerugian yang
serius baik dari sisi materi, moril dan sosial jika tidak ditangani secara serius sesuai dengan
prosedur K3. Untuk itu dipandang perlu adanya penerapan K3 yang harus dilaksanakan
dengan seksama dan terpadu oleh unit-unit kerja yang terlibat langsung dalam penanganan
bahan kimia berbahaya di tempat kerja. penerapan K3 yang dimaksud adalah meliputi :
perencanaan, pelaksanaan, perbaikan/pembinaan dan penanggulangan yang bersifat darurat
(emergency). Maksud dan tujuannya adalah :

1. Mencegah/menekan sekecil mungkin terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti


kebakaran, keracunan, Peledakan, Penyakit akibat Kerja dan hal-hal lain yang dapat
merugikan Perusahaan, Karyawan, Masyarakat dan Lingkungan.
2. Meningkatkan kualitas Suber Daya Manusia atau Pekerja dibidang K3 khususnya bagi
pekerja yang langsung terlibat dalam penanganan langsung terhadap Bahan Kimia
Berbahaya tersebut.

Perkembangan Industri yang sangat pesat membutuhkan kelancaran pasokan bahan-bahan


yang dibutuhkan dan juga kelancaran pengelolaan bahan-bahan sisa dari hasil kegiatan
industri tersebut yang sebagian besar adalah merupakan limbah Bahan Berbahaya dan
Beracun (B3). Dari data beberapa perusahaan B3, jenis limbah Bahan Berbahaya dan
Beracun (B3) yang sering diangkut adalah : Fly Ash, Copper slag, Steel Slag (sejenis pasir
besi), Sludge Oil dan Slope Oil (Minyak bekas), Zat Radio Aktif : Cobalt-60, Wet Fly Ash
(bottom ash), Limbah Klinis, Liquid Oksigen, Spent Katalis RRC 15 Ex, Carbon Disulfid
(CS2), Amonium Nitrate, Acid Waste, Copper Chloride (CuCl 2), Carbon-Sulfur ex T-760
(solid), Hidrogen Peroxyde (Gas) B3 dan Sludge Belt Press dari industri kertas.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana Pengajuan dan Pengadaan Bahan di Laboratorium Kimia SMA Srijaya


Negara ?

2. Bagaimana Pengangkutan dan Pengiriman Bahan Kimia di Laboratorium Kimia SMA


Srijaya Negara.?

1.3. Tujuan

1. Agar mahasiswa mengetahui pengajuan dan pengadaan bahan di Laboratorium Kimia


SMA Srijaya Negara

2. Agar mahasiswa mengetahui pengangkutan dan pengiriman bahan kimia di


Laboratorium Kimia SMA Srijaya Negara.
BAB II

PEMBAHASAN

2. 1 Pengajuan dan Pengadaan Bahan Kimia

Setiap pengadaan bahan kimia berbahaya harus dicantumkan dengan jelas di dalam
lebar PP/PO tentang kelengkapan informasi bahan berupa :

a. Labeling

b. Informasi dampak Bahaya

c. Informasi P3K , APD

Spesifikasi mutu kemasan/wadah harus tertulis dengan jelas dalam lembaran PP/PO
dengan memperhatikan Keamanan, Ketahan, Efektifitas dan Efisiensi. Khusus dalam hal
Botol/Bejana Bertekanan, harus dicantumkan WARNA yang disesuaikan dengan
jenis/golongan Gas. Dalam hal ini bisa berpedoman pada Standart Internasional Global
Harmoni Syetem / GHS atau NFPA, UN, UMO,EEC dlsb ). Setiap wadah Bahan Kimia
Berbahaya harus dilengkapi dengan TANDA RESIKO BAHAYA serta tindakan pencegahan
dan penanggulangannya.

User /Pejabat yang mengajukan pembelian Bahan Kimia Berbahaya berkewajiban


melengkapi syarat-syarat K3. Bila spesifikasi dan syarat K3 yang dimaksud sudah cukup
lengkap dan memenuhi standart K3, maka pengajuan pembelian dapat diproses dan
direalisasikan pengadaannya.

Pada umumnya pengadaaan alat dan bahan laboratorium dilakukan oleh pemerintah.
Pemerintah memberikan alat dan bahan laboratorium kepada sekolah-sekolah negeri secara
cuma-cuma. Namun, sekolah swasta tidak diberikan secara cuma-cuma , sekolah tersebut
harus membeli sendiri alat dan bahan laboratorium tersebut yang diperlukan untuk kegiatan
pendidikan IPA. Tapi sekolah yang mendapat alat dan bahan apabila dalam praktikum
terdapat kerusakan ataupun habis, sekolah tersebut harus membeli sendiri. Prosedur
pembelian dimulai dengan penyusunan daftar alat dan bahan yang akan dibeli. Pengelola
laboaratorium yang menyusun daftar alat dan bahan tersebut berdasarkan dari usulan guru
IPA atau catatan buku harian tentang alat dan bahan yang diperlukan. Penyusunan daftar
tersebut dapat juga dilakukan dengan memilih alat dan bahan yang terdapat dalam katalog
daftar alat dari perusahaan pengadaan alat dan bahan yang ada sesuai dengan keperluan.

Lebih baik lagi bila daftar usulan kebutuhan alat dan bahan ini disusun oleh
pengelola laboratorium bersama guru-guru IPA, agar alat dan bahan yang akan dibeli
sungguh-sungguh bermanfaat. Pembelian bahan hendaknya sesuai dengan jumlah bahan yang
dibutuhkan,sehingga jumlah alat yang dibeli berdasarkan realibilitasnya. Dalam pembelian
bahan hendaknya berdasarkan bahan yang kualitasnya baik,

Untuk laboratorium sains anggaran harus sudah disiapkan dua atau tiga bulan sebelum
tahun ajaran baru dimulai, sehingga cukup waktu untuk pertimbangan, pembatalan dan
finalisasi pesanan-pesanan dan pengadaan alat dan bahan.

Untuk melengkapi atau mengganti alat / bahan kimia / IPA yang rusak, hilang, atau
habis dipakai diperlukan pengadaan. Sebelum pengusulan pengadaan alat / bahan, maka perlu
dipikirkan : (1) percobaan apa yang akan dilakukan, (2) alat / bahan apa yang akan dibeli
(dengan spesifikasi jelas), (3) ada tidaknya dana / anggaran, (4) prosedur pembelian (lewat
agen, langganan, beli sendiri), dan (5) pelaksanaan pembelian (biasanya awal tahun pelajaran
baru) (Depdikbud, 1999 : 32).

Prosedur pengadaan dimulai dengan penyusunan alat / bahan yang akan dibeli yang
dikumpulkan dari usulan masing-masing guru IPA yang dikoordinasi oleh penanggung jawab
lab. Sebelum pembelian, hendaknya ditentukan terlebih dahulu di toko atau perusahaan mana
alat / bahan itu akan dibeli. Sebaiknya setiap sekolah telah membuat jalinan kerja sama
dengan perusahaan atau toko alat dan bahan kimia tertentu, sehingga akan memperoleh harga
yang relatif murah dan sewaktu-waktu memerlukan tambahan alat / bahan kimia di luar
jadwal pengadaan dapat dengan mudah dikontak dan disuplai.

Untuk pengadaan alat-alat dan bahan-bahan laboratorium diperoleh dari :

1. Proyek penyediaan fasilitas laboratorium sekolah Diknas.


2. Dari pembelian sekolah.

Sebelum pembelian alat dan bahan laboratorium perlu dipikirkan hal-hal yang berikut

1. Percobaan apa yang akan dilakukan


2. Alat/bahan apa yang akan dibeli
3. Pengetahuan tentang penggunaan alat dan bahan yang dibeli
4. Adanya dana
5. Jenis ukuran alat/bahan yang kan dibeli
6. Prosedur pembelian
7. Pelaksanaan pembelian

Bagi sekolah Negeri, sumber dana sekolah dibagi menjadi dua, yaitu dana dari
Pemerintah yang umumnya berupa dana rutin (biaya operasional dan perawatan fasilitas) dan
dana dari masyarakat yang dapat berasal dari orang tua peserta didik maupun sumbangan
masyarakat luas / dunia usaha (Depdikbud, 1999 : 95).

Dana laboratorium diperoleh dari proyek OPF (Operasional dan Perawatan Fasilitas) yang
dituangkan dalam APBS (Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah) yang disediakan untuk
membiayai kegiatan yang bersifat teknis edukatif dan kegiatan penunjang proses belajar-
mengajar.
sumber : https://www.slideshare.net/sayatikae/pengelolaan-lab-ipa-1-2-laboratorium-dan-pengadaan-bahan

Panduan yang ada pada tabel bahan yang akan dibeli tertera secara rinci, dari nama bahan,
kemasan spesifikasi, satuan berat/volume, QTY (quantity), harga satuan bahan dan total
harga. Namun pada Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 75/M-
DAG/PER/10/2014 tidak terdapat harga satuan dan total harga bahan pada tabel. Tabel usulsn
bahan bisa dilihat di lampiran.

2.2. Pengajuan dan Pengadaan Bahan Kimia di Laboratorium Kimia SMA


Srijaya Negara

Pengajuan alat dan bahan kimia, dibutuhkan waktu 1 tahun kemudian barang akan
dikirim. Dana untuk membeli bahan didapat dari dana bantuan perasional sekolah dari Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan.

Berikut adalah langkah-langkah pengajuan usulan alat dan bahan :

1. Perencanaan
2. Perancangan usulan
3. Mengirim format usulan
4. Menerima alat/bahan

Langkah-langkah diatas dilakukan oleh Pengelola laboratorium SMA Srijaya Negara.


Pengelola laboratorium membuat proposal pengajuan bahan ke Wakil Kepala Sekolah Bidang
Sarana dan Prasarana. Proposal ini tidak diajukan ke Kepala Laboratorium terlebih dahulu,
dikarenakan pada struktur organisasi Laboratorium Kimia SMA Srijaya Negara tidak
memiliki Kepala Laboratorium sehingga Pengelola Laboratorium langsung mengajukan
proposal ke Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana. Setelah proposal disetujui
oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, proposal tersebut diajukan ke
Bagian Kepala Urusan Sarana dan Prasarana untuk melakukan pembelian bahan ke toko
kimia langganan ( CV tertentu ). CV langganan untuk bahan kimia di laboratorium kimia
SMA Srijaya Negara yaitu : CV Multi Serai.

Pada lembar usulan bahan kimia laboratorium kimia sudah memenuhi panduan yang ada
pada tabel bahan yang akan dibeli tertera secara rinci, dari nama bahan, kemasan spesifikasi,
satuan berat/volume, QTY (quantity), harga satuan bahan dan total harga. Pengajuan bahan
dilakukan normalnya selama 3 bulan sekali tetapi pihak pengelola laboratorium juga melihat
kondisikan bahan yang akan dipakai tersebut. Pengajuan bahan-bahan tersebut paling lama
hanya sekitar 6 bulan (setiap semester baru).

Tetapi untuk bahan-bahan kimia yang berbahaya dan tertentu, pengawasan dan
pembeliannya diatur pada Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia nomor 75/M-
DAG/PER/10/2014tidak terdapat harga satuan dan total harga bahan pada tabel. Tabel usulan
bahan bisa dilihat di lampiran.