Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul SEL
PROKARIOTIK. Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk sejauh mana bentuk pengetahuan
mengenai sel prokariotik.

Semoga apa yang penulis ketengahkan ini menjadi sumbansih pemikiran bagi seluruh
pembaca khususnya para rekan-rekan pendidik demi untuk memajukan pendidikan dihari-hari
yang akan datang.

Pada kesempatan ini penulis tak lupa mengucapkan terima kasih dalam proses
penyelesaian makalah ini .

Akhirnya, dengan segala kerendahan hati penulis sampaikan bahwa setiap manusia tidak
luput dari kesalahan dan kekhilafan. Oleh karena itu, penulis senantiasa mengharapkan kritik dan
saran yang konstruktif sehingga penulis dapat berkarya yang lebih baik lagi pada masa yang akan
datang.

Penulis

Palu, 20 februari 2017


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..........
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
I.2 Tujuan.

BAB II PEMBAHASAN
II.1 Sel Prokariotik.....
II.2 plasmid, ciri-ciri, bentuk dan ukuran sel prokariotik .
II.3 Anggota sel prokariotik dan contoh bakteri sel prokarioti
II.4 struktur Sel prokariotik
II.5 peran dari sel prokariotik
II.6 morfologi dari bakteri .
II.7 jenis-jenis dari bakteri.

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan..
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sel merupakan satuan unit dasar kehidupan. Sel tunggal merupakan benda yang terpisah
dari benda-benda lainnya oleh suatu selaput, dan kadang-kadang juga dipisahkan oleh
dinding sel di luar selaput tersebut. Adanya dinding sel dan selaput tersebut mengakibatkan
sel itu menjadi sebuah kompartemen yang semi permeabel dan memiliki struktur yang
dinamis. Sel tersebut dapat berkomunikasi, bergerak, dan melakukan pertukaran material
dengan lingkungannya. Hal inilah yang mengakibatkan sel tersebut mengalami perubahan
secara konstan. Semua sel menunjukkan adanya metabolisme, yaitu proses mengambil nutrisi
dari lingkungan dan mentransformasikan nutrisi tersebut menjadi material pembentuk sel
yang baru dan produk buangannya. Selama dalam proses transformasi tersebut, energi
disimpan dalam bentuk yang dapat segera dimanfaatkan oleh sel untuk mendukung sintesis
biomolekul penting, seperti polinukleotida, polisakarida, protein, dan lipid
Kelompok mikroba prokariotik adalah bakteria dan arkea. Filum pada bakteria
diantaranya Cyanobacteria, Spirochaeta, dan Proteobacteria. Arkea diklasifikasikan menjadi
dua filum yaitu Euryarchaeota dan Crenarchaeota. Masing-masing filum tersebut memiliki
perbedaan baik dari segi fisiologi, morfologi, maupun habitatnya.
Bakteri umumnya melakukan reproduksi atau berkembang biak secara aseksual (vegetatif
= tak kawin) dengan membelah diri. Pembelahan sel pada bakteri adalah pembelahan biner
yaitu setiap sel membelah menjadi dua. Selama proses pembelahan, material genetik juga
menduplikasi diri dan membelah menjadi dua, dan mendistribusikan dirinya sendiri pada dua
sel baru.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang di maksud dengan Sel Prokariotik ?
2. Apa saja plasmid,ciri-ciri, bentuk dan ukuran sel prokariotik ?
3. Apa saja Anggota sel prokariotik dan contoh bakteri sel prokariotik?
4. Apa saja struktur Sel prokariotik?
5. Bagaimana peran dari sel prokariotik?
6. Apa morfologi dari bakteri?
7. Apa saja jenis-jenis dari bakteri?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui Apa yang di maksud dengan Sel Prokariotik
2. Mengetahui plasmid, ciri-ciri, bentuk dan ukuran sel prokariotik
3. Mengetahui Anggota sel prokariotik dan contoh bakteri sel prokariotik
4. Mengetahui struktur Sel prokariotik
5. Mengetahui peran dari sel prokariotik
6. Mengetahui morfologi dari bakteri
7. Mengetahui jenis-jenis dari bakteri

BAB II
PEMBAHASAN

II.1 Pengertian Sel Prokariotik

Prokariota : berasal dari bahasa Yunani, Pro = sebelum ; karyon = nukleus. Sel
prokariotik = sel yang tidak memiliki membran inti, sehingga materi genetiknya tidak
dilindungi oleh membran dan area DNA disebut nukleoid.

Sel prokariotik memiliki perbedaan signifikan dari sel-sel eukariotik -> sel-sel prokariotik
tidak memiliki membran inti dan memiliki informasi genetik dalam lingkaran sirkuler yang
disebut plasmid.

II.2 Plasmid, Ciri-Ciri, Bentuk Dan Ukuran Sel Prokariotik

1. Plasmid
Bakteri sebagai Prokariot memiliki DNA kromosom & DNA non-kromosom.
DNA non-kromosom berbentuk sirkuler dan terletak di luar DNA kromosom =
plasmid.
Ukuran plasmid sekitar 1/1000 kali DNA kromosom.
Plasmid mengandung gen-gen tertentu, misal : gen kebal antibiotik, gen patogen.
Plasmid juga mampu bereplikasi dan membentuk salinan dirinya dalam jumlah
banyak.
Dalam sel bakteri dapat berbentuk 10-20 plasmid.
Plasmid = DNA kromosomal yang dapat bereplikasi secara otonom.
Sebagian besar plasmid memiliki struktur sirkuler, namun ada juga yang linear
(misal : Borrelia burgdorferi & Streptomyces)
Plasmid = bentuk DNA untai ganda yang sebagian besar tersusun menjadi
kumparan terpilin (superkoil).
Struktur superkoil menyebabkan DNA plasmid berada dalam konformasi
lingkaran tertutup kovalen / covalently closed corculer (ccc), namun jika kedua
utas DNA terlepas maka plasmid kembali normal/ tidak terpilin dengan
konformasi open circuler (oc).
Dalam 1 sel, dapat lebih dari satu plasmid dengan ukuran bervariasi dan tidak
mengkodekan fungsi penting untuk pertumbuhan sel. Umumnya, plasmid
mengkodekan gen-gen yang diperlukan untuk dapat bertahan pada keadaan
kurang menguntungkan.

2. Ciri Prokariotik
Ciri utama : tidak memiliki membran inti -> bahan inti di dalam sel mengadakan
kontak langsung dengan protoplasma.
Ciri lain : tidak memiliki sistem endomembran (membran dalam), seperti
retikulum endoplasma dan badan golgi, tidak memiliki mitokondria dan kloroplas
namun mempunyai struktur yang fungsinya sama, yaitu mesosom dan kromatofor,
semua sel prokariotik memiliki membran plasma, nukleoid (berupa DNA dan
RNA), dan sitoplasma yang mengandung ribosom.

3. Bentuk dan Ukuran Sel Prokariotik


Bentuk utama sel prokariotik : batang/bacil, bulat/coccus, spiral.
Ukuran : 5-10 m.
Sel bakteri yang sangat kecil, kira-kira seukuran mitokondria hewan (diameter
sekitar 1-2 m dengan panjang 10 m).

II.3 Anggota Sel Prokariotik Dan Contoh Bakteri Sel Prokariotik

1. Anggota Prokariot
Meliputi Archaebakteria (bakteri purba) dan eubakteria (bakteri modern/
bakteri sejati) yang beranggotakan bakteri, mikoplasma, dan alga hijau biru.
Sel prokarotik berada dalam kerajaan monera, seperti bakteri dan
cyanobacteria (ganggang hijau-biru).

2. Bakteri sebagai contoh Sel Prokariotik


Escherichia coli
Salmonella bacterium
Streptococcus pneumoniae
Borrelia burgdorferi

II.4 Struktur Sel Prokariotik

Struktur dasar : (dimiliki hampir semua jenis bakteri) : Dinding sel, membran
plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan.
Struktur tambahan : (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu) : kapsul, flagelum, pilus,
fimbria, klorosom, vakuola gas dan endospora.

1. Dinding sel,

2. Membran plasma,

3. Sitoplasma,

4. Mesosom,

5. Ribosom,

6. Kapsul + lapisan lendir,

7. Flagellum, Pili, Fimbriae,

8. Klorosom,

9. Vakuola gas,

10. Materi inti (DNA dan RNA)

11. Endospora.

1. Dinding Sel
Tersusun dari peptidoglikan/ mucopeptida = gabungan protein dan
polisakarida yang dapat digunakan sebagai dasar penggolongan bakteri menjadi
2 golongan, yaitu bakteri Gram + dan Gram -. Bakteri Gram positif : hampir 90
% komponen dinding selnya tersusun atas peptidoglikan, pada bakteri Gram
Negatif berkisar antara 5-20 %. (Bakteri Gram + bila peptidoglikannya tebal,
Gram - bila peptidoglikannya tipis). Fungsi : Menahan tekanan osmotik
sitoplasma, sehingga sel tidak mudah pecah akiibat masuknya air ke dalam sel.
2. Selaput Sitoplasma Membran Sel Bakteri
Merupakan membran yang menyelubungi sitoplasma, tersusun atas lapisan
fosfolipid dan protein, bersifat semipermeabel, berfungsi untuk seleksi dan
pengangkutan larutan ke dalam sel. Sel bakteri dilindungi oleh membran sel. Di
luar membran sel terdapat dinding sel yang kaku dan kapsul yang mirip jelly.
Selaput juga berperan dalam transfer elektron dan fosforilasi oksidatif.
Membran plasma sel prokariotik dikelilingi oleh dinding (biru), yang dibungkus
oleh kapsul (merah). Struktur permukaan sel meliputi membran plasma dan
beberapa komponen seperti dinding sel, kapsul, lendir, flagela, fimbriae/ pili.
Komponen utama membran sel tersusun atas lipid + protein (lipoprotein).
Membran sel bakteri dan cyanobacteria membentuk lipatan ke dalam yang
dinamakan mesosom.

3. Sitoplasma Prokariotik
Sitoplasma : cairan sel, merupakan tempat berlangsungnya reaksi metabolik.
Didalam sitoplasma juga terdapat molekul protein dan enzim yang digunakan
dalam setiap reaksi kimia di dalam sitoplasma. Bakteri juga menyimpan
cadangan makanan di sitoplasma dalam bentuk granula-granula tidak larut air =
granula penyimpanan.

4. Mesosom Prokariotik
Mesosom terbentuk dari membran sel yang tidak membentuk lipatan.
Fungsi sebagai pengganti mitokondria. Pada beberapa bakteri, mesosom
berperan dalam pembelahan sel. Pada Cyanobacteria, mesosom berfungsi
sebagai kompleks fotosintetik yang mengandung pigmen fotosintesis.

5. Ribosom Prokariotik
Didalam sitoplasma terdapat kurang lebih 20.000-30.000 ribosom yang
tersusun atas RNA dan protein. Ribosom = organel yang tersebar dalam
sitoplasma, yang tersususn atas protein dan RNA. Ribosom merupakan tempat
sintesis protein. Ribososm prokariotik tersusun atas sub unit kecil dan sub unit
besar yang berukuran 30 S dan 50 S (Svedberg) yang dapat bersatu untuk
menjalankan fungsinya. Bentuknya berupa butir-butir kecil dan tidak diselubungi
membran. Didalam sel bakteri Escherichia coli terkandung 15.000 ribosom, atau
kira-kira 1/4 massa sel bakteri tsb -> ribosom berperan penting bagi bakteri.

6. Kapsul atau Lapisan Lendir


Merupakan lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri tertentu, bila
lapisannya tebal -> = kapsul, bila lapisannya tipis -> = lapisan lendir. Kapsul dan
lapisan lendir tersusun atas polisakarida dan air, merupakan bahan kental yang
mengelilingi dinding sel bakteri. Fungsi kapsul bakteri : sebagai pelindung dan
penyimpan cadangan makanan. Pada bakteri penyebab penyakit, kapsul dapat
berfungsi meningkatkan daya virulensi untuk menginfeksi inangnya.

kapsul bakteri

7. Flagellum
Sebagian bakteri memiliki alat gerak berupa flagel yang jumlahnya
bervariasi. Flagellum/ bulu cambuk : struktur berbentuk batang/ spiral yang
menonjol dari dinding sel. Bakteri sering memiliki flagel dengan single protein
core (flagellin) yang dapat digunakan untuk bergerak seperti pembuka botol ->
gerakan rotary dari flagela sel prokariotik ini didukung oleh aliran proton melalui
sel membran.

Pilus dan Fimbria


Merupakan struktur berbentuk seperti rambut halus yang menonjol
dari dinding sel.
Pilus : mirip dengan flagellum tetapi lebih pendek, kaku dan
berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan hanya terdapat
pada bakteri Gram negatif.
Fungsi Pili : sebagai pintu gerbang masuknya materi genetik selama
perkawinan dan untuk membantu melekatkan diri pada jaringan
hewan atau tumbuhan yang merupakan sumber nutriennya.
Fimbria : struktur sejenis pilus tetapi lebih pendek.

8. Klorosom
Struktur yang berada tepat dibawah membran plasma dan mengandung
pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. Klorosom hanya
terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis.

9. Vakuola gas
Terdapat pada bakteri yang hidup di air dan berfotosintesis.

10. Materi Inti Prokariotik


Materi genetik sel Prokariotik mmbentuk suatu struktur yang dinamakan
nukleoid, merupakan kromosom tungga. Antara materi inti dengan sitoplasma
tidak terdapat pembatas atau tidak memiliki membran inti. Sel prokariotik
mengandung sejumlah kecil DNA dengan total panjang antara 0,25-3 mm yang
mampu mengkode 2000-3000 protein.

11. Endospora
Bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri Gram positif dan
terbentuk di dalam sel bakteri jika kondisi tidak menguntungkan bagi kehidupan
bakteri. Mengandung sedikit sitoplasma, materi genetik dan ribosom. Dinding
endospora yang tebal tersusun atas protein dan menyebabkan endospora tahan
terhadap kekeringan, radiasi cahaya, suhu tinggi dan zat kimia. Jika kondisi
lingkungan menguntungkan endosopora akan tumbuh menjadi sel bakteri baru.

II.5 Peran Dari Sel Prokariotik

Bakteri melakukan banyak fungsi penting di bumi, sebagai ekomposer, agen


fermentasi, dan berperan penting dalam sistem pencernaan.
Terlibat dalam siklus hara, seperti siklus nitrogen, yang mengembalikan nitrat ke dalam
tanah untuk tanaman.
Tidak seperti sel eukariotik yang bergantung pada oksiggen untuk metabolisme, sel-sel
prokariotik pada beberapa bakteri menggunakan suulfur (bukan oksigen) untuk
metabolisme.
Semua sel prokariotik mempunyai membran plasma, nukleoid berupa DNA dan RNA,
serta sitoplasma yang mengandung ribosom. Sel prokariotik tidak memiliki
membran inti sehingga bahan inti yang berada dalam sel mengadakan kontak langsung
dengan protoplasma. Sel prokariotik juga tidak memiliki sistem endomembran
(membran dalam), seperti retikulum endoplasma dan kompleks Golgi. Selain itu,
sel prokariotik juga tidak memiliki mitokondria dan kloroplas, tetapi mempunyai
struktur yang berfungsi sama dengan keduanya, yaitu mesosom dan kromatofor. Contoh
sel prokariotik adalah bakteri (Bacteria) dan Sianobakteri (Cyanobacteria).
Perhatikan gambar struktur sel bakteri Escherichia coli yang mewakili sel prokariotik.

Adapun bagian-bagian sel bakteri sebagai berikut :


a. Dinding Sel
Dinding sel bakteri dan Archae tersusun atas peptidoglikan, lipid, dan
protein. Dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk yang tetap.
Pada dinding sel terdapat pori-pori sebagai jalan keluar masuknya molekul-
molekul.

b. Membran Plasma
Membran sel atau membran plasma tersusun atas molekul lipid dan
protein. Membran plasma berfungsi sebagai pelindung molekular sel terhadap
lingkungan di sekitarnya, dengan jalan mengatur lalu lintas molekul dan ion-ion
dari dalam.

c. Sitoplasma
Sitoplasma tersusun atas air, protein, lipid, mineral, dan enzim-enzim.
Enzim-enzim digunakan untuk mencerna makanan secara ekstraselular dan untuk
melakukan proses metabolisme sel. Metabolisme sel meliputi proses
penyusunan (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) zat-zat.

d. Mesosom
Kadang-kadang pada tempat tertentu, membran plasma melekuk ke dalam
membentuk bangunan yang disebut mesosom. Mesosom berfungsi sebagai
penghasil energi. Biasanya mesosom terletak dekat dinding sel yang
baru terbentuk pada saat pembelahan biner sel bakteri. Pada membran mesosom
terdapat enzim-enzim pernapasan yang berperan dalam reaksi-reaksi oksidasi
untuk menghasilkan energy
.
e. Ribosom
Ribosom merupakan organel tempat berlangsungnya sintesis protein.
Ukurannya sangat kecil, berdiameter antara 1520 nm (1 nanometer = 109meter).
Di dalam sel E. coli terkandung 15.000 butir ribosom atau sekitar 25% massa total
sel bakteri.

f. DNA
DNA atau asam deoksiribonukleat merupakan persenyawaan yang
tersusun atas gula deoksiribosa, fosfat, dan basa-basa nitrogen. DNA berfungsi
sebagai pembawa informasi genetik, yaitu sifat-sifat yang harus
diwariskan kepada keturunannya. Oleh sebab itu, DNA disebut pula sebagai
materi genetik.

g. RNA
RNA atau asam ribonukleat merupakan persenyawaan hasil transkripsi
DNA. Jadi, bagian tertentu DNA melakukan transkripsi membentuk RNA. RNA
membawa kode-kode genetik sesuai pesanan DNA. Selanjutnya, kode-
kode genetik itu akan diterjemahkan dalam bentuk urutan asam amino dalam
proses sintesis protein.

II.6 Morfologi Dari Bakteri

Morfologi bakteri sangat sederhana, sehingga sangat tidak mungkin hanya menggunakan
morfologi sel untuk informasi taksonomi. Namun demikian morfologi tetap bernilai dalam
taksonomi. Morfologi bakteri yang dipertimbangkan adalah :
Bentuk sel bakteri
Pada umumnya bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar (berdasarkan bentuknya)
yaitu:

1. Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai
beberapa variasi sebagai berikut:

Mikrococcus, jika kecil dan tunggal


Diplococcus, jka berganda dua-dua
Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar
Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus
Staphylococcus, jika bergerombol
Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai

2. Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan
mempunyai variasi sebagai berikut:
Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua
Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai

3. Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi
sebagai berikut:

Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk
koma)
Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran
Spirochete, jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.

II.7 Jenis-Jenis Dari Bakteri


Berdasarkan cara memperoleh makanannya, bakteri dapat digolongkan menjadi dua
golongan yaitu bakteri heterotrof dan bakteri autotrof.

a. Bakteri Heterotrof
Bakteri ini hidup dengan memperoleh makanan berupa zat organik dari
lingkungannya karena tidak dapat menyusun sendiri zat organik yang dibutuhkannya.
Zat organik diperoleh dari sisa-sisa organisme lain. Bakteri yang mendapatkan zat
organik dari sampah, kotoran, bangkai dan juga sisa makanan, kita sebut sebagai bakteri
saprofit. Bakteri ini menguraikan zat organik dalam makanan menjadi zat anorganik,
yaitu CO2, H2O, energi dan mineral.

b. Bakteri Autotrof
Bakteri Autotrof adalah bakteri yang dapat menyusun zat makanan sendiri dari zat
anorganik yang ada. Dari sumber energi yang digunakannya, bakteri autotrof (auto =
sendiri, trophein = makanan) dibedakan menjadi dua golongan, yaitu:

1. Bakteri fotoautrotof
. Bakteri fotoautrotof yaitu bakteri yang memanfaatkan cahaya sebagai energi
untuk mengubah zat anorganik menjadi zat organik melalui proses fotosintesis.
Contoh bakteri ini adalah: bakteri hijau, bakteri ungu.
2. Bakteri kemoautrotof
Bakteri kemoautrotof adalah bakteri yang menggunakan energi kimia yang
diperolehnya pada saat terjadi perombakan zat kimia dari molekul yang kompleks
menjadi molekul yang sederhana dengan melepaskan hidrogen. Contoh bakteri ini
adalah: Nitrosomonas. Nitrosomonas dapat memecah NH3 menjadi NH2, air dan
energi

Di samping terdapat bakteri yang dikelompokkan berdasarkan cara mendapatkan


makanan, ada juga penggolongan bakteri berdasarkan sumber oksigen yang diperlukan
dalam proses respirasi. Bakteri itu dikelompokan sebagai berikut:

a. Bakteri aerob, yaitu bakteri yang menggunakan oksigen bebas dalam proses
respirasinya. Misal: Nitrosococcus, Nitrosomonas dan Nitrobacter.
b. Bakteri anaerob, yaitu bakteri yang tidak menggunakan oksigen bebas dalam proses
respirasinya. Misal: Streptococcus lactis.

Sedangkan berdasarkan kebutuhan terhadap oksigen, bakteri dikelompokkan lagi


menjadi:

a. Bakteri aerob obligat, yaitu bakteri yang hanya dapat hidup dalam suasana
mengandung oksigen. Misal: Nitrobacter dan Hydrogenomonas.
b. Bakteri anaerob obligat, yaitu bakteri yang hanya dapat hidup dalam suasana tanpa
oksigen. Misal: Clostridium tetani.
c. Bakteri anaerob fakulatif,
BAB III

PENUTUP

III. 1 Kesimpulan

1. Prokariota : berasal dari bahasa Yunani, Pro = sebelum; karyon = nukleus. Sel
prokariotik = sel yang tidak memiliki membran inti, sehingga materi genetiknya tidak
dilindungi oleh membran dan area DNA disebut nukleoid.
2. struktur Sel prokariotik
Struktur dasar : (dimiliki hampir semua jenis bakteri) : Dinding sel, membran
plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan.
Struktur tambahan : (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu) : kapsul, flagelum,
pilus, fimbria, klorosom, vakuola gas dan endospora.
3. jenis-jenis dari bakteri
Berdasarkan cara memperoleh makanannya, bakteri dapat digolongkan menjadi
dua golongan yaitu bakteri heterotrof dan bakteri autotrof.

III.2 Saran

1. Bagi kita dan generasi akan datang sudah sepatutnya untuk


mengetahui struktur dan fungsi organel sel pada mahluk hidup.
2. Kepada para pembaca kalau ingin lebih mengetahui tentang bahasan
ini bisa membaca buku atau majalah-majalah yang memuat tentang
sel.
DAFTAR PUSTAKA

file:///C:/Users/user/Downloads/Biologeek_%20SEL%20PROKARIOTIK.html

http://perpustakaancyber.blogspot.co.id/2012/11/struktur-sel-prokariotik-gambar-fungsi-
organel.html

http://perpustakaancyber.blogspot.co.id/2012/12/ciri-ciri-karakteristik-sel-organisme-
prokariotik.html

http://perpustakaancyber.blogspot.co.id/2013/02/makalah-keanekaragaman-sel-mikroba-
fisiologi-prokariotik-eukariotik.html

http://perpustakaancyber.blogspot.co.id/2012/12/eubacteria-bakteri-pengertian-ciri-struktur--sel-
contoh.html

http://sulaiman-analis.blogspot.com/2014/04/bakteri-materi-lengkap-tentang-bakteri.html