Anda di halaman 1dari 4

Teoretisi kognitif Swiss,Jean Piaget (1896-1980).

Para peneliti Amerika

Utara sebenarnya telah mengenal karya Piaget sejak 1930. Menurut teori

perkembangan kognitif (cognitive-developmental theory) miliknya ,anak-anak

aktif membentuk pengetahuan mereka sendiri saat memanipulasi dan

mengeksplorasi dunia mereka.

Tahapan PIAGET. Pandangan Piaget mengenai perkembangan sangat

dipengaruhi oleh pengalamannya terdahulu bergelut dengan bidang biologi. Inti

teorinya adalah konsep biologis adaptasi (adaptation)(Piaget, 1971).Seperti halnya

struktur tubuh beradaptasi agar cocok dengan lingkungan,demikian pula struktur

pikiran perkembangan agar lebih serasi dengan, atau memwakila, dunia luar. Di

masa bayi dan kanak-kanak dini, Piaget mengatakan, pemahaman anak berbeda

dari pemahaman orang dewasa. Dalam teori Piaget, seiring dengan perkembangan

otak dan pengalaman anak yang semakin luas, anak-anak bergerak melalui empat

tahapan luas yang masing-masing memiliki kualitas berpikir yang berbeda-beda.

Tabel 1.4 memberikan deskripsi singkat mengenai tahapan Piaget.Perkembangan

kognitif di mulai di tahap sensoris-motorik (sensorimotor stage) saat bayi

menggunakan indra dan gerak untuk mengeksplorasi dunia. Pola tindakan ini

berkembang menjadi pemikiran simbolis tetapi tidak logis pada diri anak

prasekolah pada tahap praoperasional (preoperational stage). Kemudian, kognisi

berubah menjadi penalaran logis dan teratur pada diri anak usia sekolah pada

tahap operasional konkret (concrete-operational stage). Terakhir, pada tahap

operasional formal (formal-operational stage), pikiran menjadi sistem penalaran

abstrak pada diri remaja dan orang dewasa.


Piaget menemukan metode khusus dalam meneliti cara berpikir anak-anak.

Di awal kariernya, dia mengamati dengan saksama ketiga anaknya yang masih

bayi dan memaparkan mereka pada masalah sehari-hari, seperti objek menarik

yang tidak bisa dijangkau, dikemut, ditendang, atau dicari. Dari respons-respons

mereka, Piaget membangun gagasannya mengenai perubahan kognotif di dua

tahun pertama. Untuk mempelajari pikiran anak-anak dan remaja, Piaget

meminjam metode klinis dalam psikoanalisis, melakukan wawancara klinis

(clinical interview) terbuka yang menjadikan respons awal anak pada tugas-tugas

sebagai basis bagi pertanyaan Piaget selanjutnya. Metode penelitian dalam bab

ini.

Kelebihan dan kelemahan teori piaget. Piaget yakin bahwa anak adalah

pembelajar aktif yang memiliki pikiran yang kaya dengan struktur pengetahuan.

Selain meneliti pemahaman anak mengenai dunia fisik, Piaget mengeksplorasi

penalaran mereka mengenai dunia sosial. Tahapan yang diusulkannya berhasil

mengilhami banyak penelitian tentang konsep anak mengenai diri sendiri, orang

lain, dan hubungan sosial. Dalam tataran praktis, teori Piaget berhasil mendorong

perkembangan filosofi pendidikan dan program-program yang menekankan

belajar diskoveri dan kontak langsung dengan lingkungan. Teori Piaget bukannya

tanpa penentangan. Penelitian mengungkapkan bahwa Piaget mengabaikan

kompotensi bayi dan anak usia prasekolah. Ketika anak lebih muda diberikan

tugas dengan tingkat kesulitan yang semakin menurun dan relevan dengan

pengalaman keseharian mereka, pemahaman mereka ternyata lebih mirip dengan

pemahaman anak usia lebih tua dan orang dewasa , berbeda dari asumsi Piaget
sebelumnya. Selain itu, banyak studi menunjukkan bahwa performa anak dalam

menyelesaikan persoalan ala Piaget bisa ditingkatkan melalui latihan temuan-

temuan yang mempertenyakan asumsi Piaget bahwa pembelajaran

diskoveri/penemuan (discovery learning), bukannya pengajaran orang dewasa,

adalah cara terbaik untuk mendorong perkembangan (Klahr & Nigam, 2004;

Siegler & Svetina, 2006). Para kritis juga mengatakan tahapan Piaget kurang

memerhatikan pengaruh sosial dan budaya bagi perkembangan, Terakhir,

sejumlah teoretisi masa hidup menolak kesimpulan Piaget bahwa tidak ada

perubahan kognotif besar terjadi setelah masa remaja.

TAHAP PERIODE DESKRIPSI

PERKEMBANGAN
Sensoris- Lahir-2 tahun Bayiberpikir dengan merespon dunia melalui

motorik mata,telinga, tangan, dan mulut mereka.

(sensorimotor) Akibatnya, mereka menemukan cara

penanggulangan persoalan sensorismotorik,

seperti menghidupkan kotak musik, mencari

mainan tersembunyi, dan menaruh dan

mengeluarkan objek dari tempatnya.


Praoperasional 2-7 tahun Anak usia prasekolah menggunakan simbol

(praoperational) untuk mewakili temuan sensoris-motorik

mereka. Perkembangan bahasa dan permainan

pura-pura terjadi pada tahap ini. Akan tetapi,

pemikiran mereka masih belum melibatkan

logika dari dua tahap berikutanya.


Operasional 2-11 tahun Penalaran anak-anak menjadi logis. Anak usia

konkret sekolah memahami bahwa jumlah limun atau

(concrete adonan mainan tetap sama sekalipun wujudnya

operational) berubah. Mereka juga menyusun objek ke dalam

hierarki kelas dan subkelas. Akan tetapi, anak

baru menggunakan pemikiran logis dan teratur

saat berurusan dengan informasi konkret yang

mereka terima langsung.


Operasinal 11 tahun ke atas Kemampuan berpikir abstrak dan sistematis

formal (formal membantu remaja, saat dihadapkan masalah,

operational) mulai hipotesis, mengambil kesimpulan teruji,

dan memisahkan dan serta menggabungkan

variabel-variabel untuk melihat kesimpulan

mana yang benar. Emaja juga mampu

mengevaluasi logika dibalik pernyataan variabel

tanpa mengucapkan pada keadaan dunia nyata