Anda di halaman 1dari 8

Suplemen Penjelasan Sistematika RKS SUPLEMEN

PENYUSUNAN RENCANA KERJA SEKOLAH

Sistematika RKS
Halaman Judul
Halaman Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar isi

BAB I PENDAHULUAN
A. Rasional
B. Landasan Hukum
C. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah
D. Tata Nilai yang Dikembangkan

BAB II SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN STRATEGIS


A. Sasaran
B. Program Strategis
C. Indikator Program
D. Kegiatan Strategis

BAB III SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN RUTIN


A. Sasaran
B. Program Rutin
C. Indikator Program
D. Kegiatan Rutin

BAB IV JADWAL KEGIATAN DAN PENANGGUNG JAWAB


A. Jadwal Kegiatan
B. Penanggung jawab kegiatan

BAB V PENUTUP

LAMPIRAN LAMPIRAN :
1. Surat Keputusan Tim Pengembang Sekolah
2. Profil Sekolah
3. Rencana Pembiayaan

PENJELASAN SISTEMATIKA RKS

HALAMAN JUDUL
Cover : ditulis dengan Judul dan huruf kapital yang jelas berisi a.l :
Logo identitas sekolah
Identitas sekolah
Alamat sekolah dilengkapi kode pos
Alamat email dan website atau blog (jika ada)
Di halaman Cover dapat ditambahkan foto/gambar gedung atau kegiatan sekolah sebagai
background judul

by PH LPMP Jawa Tengah @ 2012 1 1


Suplemen Penjelasan Sistematika RKS

Contoh COVER dan Halaman Judul

Logo
Sekolah

RENCANA KERJA 2017 - 2021


TK .
KABUPATEN .

PEMERINTAH KABUPATEN .
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN
Jalan Kotak Pos : ..
Telp : () .. Faksimili : () .
E-mail : .
Website : ..

HALAMAN PENGESAHAN
Memuat pernyataan tentang disahkannya RKS oleh Kepala Sekolah
Contoh :
Rencana Kerja SD.. telah ditetapkan dan disahkan oleh Kepala Sekolah dengan
SK Nomor : pada tanggal : ...
Ditandatangani oleh Kepala Sekolah dan stempel sekolah
Diketahui oleh Ketua Komite Sekolah dan stempel komite

by PH LPMP Jawa Tengah @ 2012 2 2


Suplemen Penjelasan Sistematika RKS

CONTOH Halaman Pengesahan

HALAMAN PENGESAHAN

Rencana Kerja SD ............. Kabupaten .................... Tahun 2013 2017 telah disusun oleh
Tim Pengembang Sekolah (TPS) SD ........................................... Kabupaten ........................

Ketua : .................................................
Sekretaris : ...........................................
Anggota: 1. ..................................................
2. ..................................................
3. ..................................................
4. dst.

Rencana Kerja SD ....................... Kabupaten ......... Tahun 2013 2017 ini, telah ditetapkan
dan disahkan oleh Kepala Sekolah melalui SK Kepala Sekolah Nomor : .........................

Disahkan di : ..........................
Pada tanggal : ................... 2013

Mengetahui
Ketua Komite Sekolah Kepala Sekolah,

................................................ .......................................

KATA PENGANTAR
Alinea pertama berisi informasi tentang maksud dan tujuan penyusunan RKS
Alinea ke dua, berisi informasi tentang garis besar RKS
Alinea ketiga (terakhir), berisi saran atau petunjuk bagi pembaca, bagaimana memahami
isi RKS

DAFTAR ISI

Cukup jelas, berisi Daftar Judul Bab, Sub Bab dan halaman dalam dokumen RKS

Daftar Tabel (jika ada), dapat ditambahkan pada halaman tersendiri, setelah halaman daftar isi
Daftar Gambar (jika ada), dapat ditambahkan pada halaman tersendiri, setelah halaman daftar
tabel

by PH LPMP Jawa Tengah @ 2012 3 3


Suplemen Penjelasan Sistematika RKS

BAB I PENDAHULUAN
A. Rasional
Alinea pertama, berisi tinjauan tentang regulasi pendidikan yang dijadikan dasar
pengelolaan sekolah, misalnya : MBS, Standar Pengelolaan Satuan Pendidikan,
Akreditasi Sekolah, Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan yang berlaku di Indonesia
Alinea ke dua, berisi gambaran umum tentang situasi dan kondisi sekolah saat ini dan
situasi dan kondisi yang akan dicapai/diinginkan,
Alinea ke tiga, berisi paparan isu-isu strategis yang terkait dengan pendidikan secara
umum, tuntutan pemerintah, masyarakat dan pelanggan dalam 3 (tiga) tahun terakhir
Alinea ke empat berisi fakta-fakta tentang situasi dan kondisi sekolah termasuk
kelemahan-kelemahan yang menonjol sehingga dapat dijadikan sebagai alasan
disusunnya program kerja sekolah dalam perencanaan empat tahunan sekolah atau
RKS

B. Landasan Hukum
Memuat berbagai produk hukum (peraturan perundang-undangan) yang dijadikan rujukan
dalam penyusunan RKS/M, disusun secara sistematik berdasarkan tingkat peraturan mulai
dari UU, PP, Permen, Kepmen, Perda, Perbup sampai dengan Keputusan Ketua Yayasan
(khusus bagi sekolah swasta)

C. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah


Visi ;
Visi adalah cara pandang masa depan yang realistis, dapat dipercaya, dan menarik bagi
organisasi (sekolah) anda. Visi adalah pernyataan tujuan kemana sekolah anda akan
dibawa, sebuah masa depan yang lebih
Pendapat lain menyatakan bahwa Visi adalah cara pandang jauh ke depan kemana
organisasi harus dibawa agar dapat eksis, antisipatif, dan inovatif. Visi adalah suatu
gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan oleh
organisasi
Visi berisi rumusan kalimat yang bermakna tentang gambaran sekolah masa depan
yang hendak diwujudkan oleh Tim Pengembang Sekolah (TPS), paling tidak untuk
masa 4-5 tahun ke depan.
Rumusan Visi disusun dengan pertimbangan potensi yang dimiliki sekolah, menyangkut
kepentingan seluruh warga sekolah, budaya sekolah, tata nilai yang berkembang dan
tuntutan masa depan yang sesuai dengan tugas dan kewenangan sekolah.
Agar visi mudah dipahami dan dapat dijadikan sebagai semangat bagi para pengelola
sekolah dan pelaksana program, maka visi perlu dijabarkan menjadi beberapa indikator
capaian yang sesuai dengan rumusan kalimat visi.
Indikator capaian visi diarahkan kepada kata kunci yang terdapat dalam kalimat
rumusan visi. Sebagai dokumen, indikator visi merupakan bagian yang tak terpisahkan
dari rumusan visi.

Contoh rumusan visi :


Visi Pendidikan Nasional adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis,
berakhlak, berkeahlian, berdaya saing, maju dan sejahtera dalam wadah Negara Kesatuan
Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman,
bertaqwa, berakhlak mulia, cinta tanah air, berdasarkan hukum dan lingkungan, menguasai
ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi serta berdisiplin

by PH LPMP Jawa Tengah @ 2012 4 4


Suplemen Penjelasan Sistematika RKS

Visi Direktorat Pembinaan SMA :


Mewujudkan layanan Pendidikan Menengah Umum yang merata, adil, bermutu dan relevan
dengan tuntutan masyarakat
Visi SMA 1 Pangandaran, Ciamis. Jawa Barat
Mewujudkan sekolah sebagai pusat pengembangan sumberdaya manusia yang berprestasi,
santun, terampil dan berwawasan lingkungan hidup berlandaskan keimanan dan ketakwaan
kepada Tuhan Yang Maha Esa
Visi SMK Mandiri, Kebayoran, Jakarta
Mewujudkan Sekolah yang mampu menyiapkan lulusan yang Bermartabat, Kompeten dan
Memiliki Daya Saing Tinggi
Visi MAN 1 Bangkalan, Madura, Jawa Timur
Mewujudkan Madrasah sebagai Pusat Pembentukan Insan yang Cerdas, Tangkas dan
Amanah
SD Negeri 2 Way Kambas, Lampung
Mewujudkan sekolah sebagai pusat pendidikan untuk membentuk manusia yang religius,
rasional, reflektif, responsif, komunikatif dan berkarakter
Misi ;
Untuk mewujudkan visi, maka sekolah perlu merumuskan Misi. Rumusan kalimat misi,
selalu diawali dengan kata kerja yang masih bersifat umum (belum spesifik) dan
menjadi tugas pokok (tindakan) sekolah.
Rumusan kalimat misi disesuaikan dengan kata kunci pada visi dan indikator capaian
visi sebagai sasarannya.
Misi sekolah di Indonesia pada umumnya, sekurang-kurangnya berisi tentang tugas
layanan sekolah dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar, kegiatan
ekstrakurikuler, pembinaan dan pendidikan karakter bangsa, pendidikan keterampilan
(vokasional), pelestarian budaya lokal/ nasional dan pembinaan keimanan serta
ketakwaan kepada Tuhan YME.

Contoh Misi Sekolah :


1) Menumbuhkan perilaku tertib bagi seluruh warga sekolah dengan pemahaman terhadap
nilai-nilai estetika yang tinggi.
2) Melaksanakan proses pembelajaran dan bimbingan secara efektif, sehingga setiap siswa
dapat berkembang secara optimal, sesuai dengan potensi yang dimiliki.
3) Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenal potensi dirinya, memberikan
keterampilan yang dapat dikembangkan secara optimal sehingga dapat berguna bagi dirinya
dan orang lain.
4) Menumbuhkan semangat untuk berprestasi secara intensif dan berkesinambungan kepada
seluruh siswa dalam berbagai bidang kegiatan di sekolah.
5) Menerapkan manajemen partisipasif dengan melibatkan seluruh warga sekolah, komite
sekolah dan masyarakat lingkungan sekolah

Tujuan Sekolah ;
Tujuan sekolah memuat beberapa target capaian sekolah yang dirumuskan dalam
kalimat operasional dengan durasi waktu 4-5 tahun ke depan selaras dengan rumusan
misi sekolah. Tujuan sekolah menggambarkan kinerja sekolah yang akan diwujudkan
setelah RKS direalisasikan. Tujuan sekolah yang baik, rumusannya jelas (mudah
dipahami), spesifik, terukur, bersifat menantang dan realistis (terjangkau)

Contoh Tujuan Sekolah :


1. mengupayakan KKM semua mata pelajaran dan muatan lokal sekurang-kurangnya 75
2. mengupayakan perolehan nilai rata-rata minimal 70,00 untuk semua mata pelajaran yang
dujikan dalam Ujian Nasional
3. menyiapkan lulusan yang mampu berbahasa Inggris secara aktif dengan skor TOEFL
sekurang-kurangnya 450
4. menyiapkan lulusan yang memiliki sekurang-kurangnya satu jenis keterampilan, baik
olahraga, seni maupun vokasional
by PH LPMP Jawa Tengah @ 2012 5 5
Suplemen Penjelasan Sistematika RKS

5. memiliki tim olahraga bola basket yang menjadi juara di tingkat kabupaten
6. mewujudkan citra sekolah yang bersih, hijau, asri dan nyaman
7. membentuk watak dan perilaku lulusan yang amanah
8. .dst.
D. Tata Nilai yang Dikembangkan ;
Yang dimaksud tata nilai adalah semangat dan suasana yang mengandung nilai-nilai atau
core value dan menjadi kebiasaan atau budaya warga sekolah sehari-hari.
Tata nilai dapat juga secara sadar dan sengaja diciptakan untuk mendukung tercapainya
visi, misi dan tujuan sekolah

Contoh tata nilai yang patut dikembangkan di sekolah :


Religius (Ikhlas dan Tawakal)
Kejujuran
Kerjasama atau gotong royong
Keterbukaan
Tenggangrasa (toleransi)
Kekeluargaan dan kebersamaan
Anti diskriminasi (termasuk di dalamnya anti SARA dan gender)
Budaya berkarya dan berprestasi (Kreativitas dan Inovasi)
Pelayanan prima
Kerja keras
..dsb.

Bab II SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN STRATEGIS


A. Sasaran ;
Sasaran strategis adalah sasaran program dan kegiatan yang mampu memberikan
dampak secara luas terhadap program dan kegiatan lainnya. Sasaran strategis
menjadi kunci keberhasilan program dan kegiatan peningkatan mutu, misalnya :
sumber daya manusia (guru mapel UN, guru BK/pembimbing, operator komputer,
siswa berpotensi,..dsb), perangkat IT, proses pembelajaran, jaringan internet,dsb.

B. Program Strategis ;
Program strategis umumnya berdurasi antara 3-5 tahun atau lebih panjang .
Program strategis dirancang untuk menciptakan landasan dalam menyiapkan
kegiatan yang berdampak luas bagi peningkatan mutu dan merupakan kunci
keberhasilan tercapainya visi, misi dan tujuan sekolah yang telah ditetapkan.
Program strategis dirumuskan mengacu pada potensi sekolah dan menjadi ciri khas
keunggulan sekolah
Untuk merealisasikan, program strategis dapat dijabarkan menjadi beberapa
kegiatan strategis.

C. Indikator Program ;
Tingkat keberhasilan suatu program strategis harus terukur secara kuantitatif, dapat
pula diukur secara kualitatif disertai indikator. Tingkat keberhasilan program
dinyatakan dalam indikator program, misalnya dalam angka (nominal), persentase,
kategori (baik, cukup, sedang) atau berupa indikator kinerja lainnya yang telah
ditetapkan.
Untuk menetapkan indikator program, TPS harus cermat, berpikir komprehensif dan
mempertimbangkan berbagai faktor pendukung, faktor penghambat, faktor tak
terduga yang dapat mengganggu keberhasilan program, misalnya inflasi, asumsi
kenaikkan harga, gangguan cuaca dsb..
D. Kegiatan Strategis ;
Kegiatan strategis merupakan langkah (action) operasional dari program strategis,
meliputi alur kegiatan, tujuan dan sasaran kegiatan, langkah-langkah kegiatan yang
by PH LPMP Jawa Tengah @ 2012 6 6
Suplemen Penjelasan Sistematika RKS

sistematis, penanggungjawab, rencana biaya yang diperlukan dan rencana waktu


pelaksanaan kegiatan. Alur kegiatan dimulai dari perencanaan, persiapan,
pelaksanaan, pemantauan (monitoring), evaluasi dan tindaklanjut hasil evaluasi.

Bab III SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN RUTIN


A. Sasaran ;
Sasaran dari program dan kegiatan rutin adalah sasaran yang dampaknya terbatas
terhadap kegiatan lain dan bersifat pendukung terhadap program dan kegiatan
strategis.
Sasaran program rutin umumnya berupa sarana prasarana yang menjadi aset
sekolah
Contoh sasaran program dan kegiatan rutin : gedung/ bangunan, pagar sekolah,
KM/WC toilet guru/siswa, halaman sekolah, lapangan upacara/ olahraga, peralatan
kebersihan, peralatan kantor, meubelair siswa/ guru, arsip sekolah, instalasi listrik,
instalasi air, saluran air limbah, dll.
B. Program Rutin ;
Program rutin dirancang tiap tahun sebagai pendukung program strategis dalam
rangka peningkatan mutu. Sebagai program pendukung, perannya cukup penting
sehingga memerlukan perhatian dan diberikan alokasi anggaran biaya yang
proporsional oleh sekolah.
Secara operasional, program rutin juga perlu sentuhan peningkatan mutu yang
berkelanjutan
Contoh program rutin : Pemeliharaan gedung dan bangunan, Perawatan instalasi
listrik dan air, perbaikan meubelair siswa, pemeliharaan lapangan upacara dan
olahraga, perawatan halaman dan kebun sekolah, belanja pegawai, perawatan
saluran air limbah, pemanfaatan instalasi pengolah sampah/limbah..dsb.
C. Indikator Program ;
Sama seperti program strategis, tingkat keberhasilan suatu program rutin juga harus
terukur secara kuantitatif atau kualitatif disertai indikator. Tingkat keberhasilan
program dinyatakan dalam indikator program, misalnya dalam angka (nominal),
persentase, kategori (baik, cukup, sedang) atau berupa indikator kinerja lainnya
yang telah ditetapkan.
Untuk menetapkan indikator program rutin, TPS juga harus cermat, berpikir
komprehensif dan mempertimbangkan berbagai faktor pendukung, faktor
penghambat, faktor tak terduga yang dapat mengganggu keberhasilan program,
misalnya inflasi, asumsi kenaikkan harga, gangguan cuaca dsb.
D. Kegiatan Rutin ;
Kegiatan rutin direncanakan pelaksanaannya setiap tahun, merupakan penjabaran
program rutin. Agar efektif dan efisien dalam pelaksanaannya, setiap kegiatan rutin
perlu dibuatkan prosedur standar (SOP). Satu program rutin, dapat dijabarkan
menjadi beberapa kegiatan rutin, tergantung kompleksitas program. Untuk
memantau (monitoring) dan mengendalikan (controlling) kegiatan perlu dibuatkan
jadwal kegiatan.

Bab IV JADWAL KEGIATAN DAN PENANGGUNG JAWAB


A. Jadwal Kegiatan ;
Komponen jadwal kegiatan, terdiri dari program, jenis kegiatan, sasaran, penang-
gungjawab/ pelaksana, waktu (bulan, minggu ke-), rencana biaya (nominal,
sumber). Fungsi jadwal kegiatan adalah pengendalian kegiatan bagi kepala sekolah
dan sebagai pedoman awal bagi penanggungjawab/ pelaksana kegiatan.

by PH LPMP Jawa Tengah @ 2012 7 7


Suplemen Penjelasan Sistematika RKS

Contoh Format Jadwal (program excel terlampir)

B. Penanggung jawab kegiatan ;


Penanggungjawab setiap kegiatan sekolah secara struktural merupakan tanggung-
jawab kepala sekolah. Namun secara administratif, tugas tersebut dapat didele-
gasikan atau dilimpahkan kepada wakil kepala atau orang lain yang dipandang
memiliki kompetensi dan komitmen yang memadai untuk melaksanakan kegiatan.
Pembagian tugas sebagai penanggungjawab/ atau pelaksana dituangkan dalam
lampiran surat keputusan kepala sekolah tentang penetapan RKS

Bab V PENUTUP
Alinea pertama, berisi ulasan tentang harapan Tim Pengembang kepada seluruh warga
sekolah, terutama kepada para penanggungjawab atau pelaksana program agar selalu
memiliki komitmen dan selalu meningkatkan kemampuan dalam pelaksanaan tugas
Alinea ke dua, berisi harapan Tim Pengembang untuk memperoleh dukungan kepada
semua pihak terkait untuk keberhasilan program dan kegiatan demi tercapainya visi,
misi dan tujuan sekolah

LAMPIRAN LAMPIRAN :
1. Surat Keputusan Kepala Sekolah tentang Penetapan Pembentukan Tim
Pengembang Sekolah
2. Surat Keputusan Kepala Sekolah tentang Penetapan Rencana Kerja Sekolah
3. Profil Sekolah
4. Rencana Pembiayaan (Anggaran) Sekolah

CATATAN :
Dokumen analisis penyusunan program dan kegiatan tidak perlu dilampirkan ke dalam
Dokumen RKS, tetapi dijilid dan disimpan terpisah sebagai pelengkap dan arsip yang
berguna untuk menjadi bahan pertimbangan perencanaan RKS periode mendatang

______________________.

by PH LPMP Jawa Tengah @ 2012 8 8