Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam beberapa tahun terakhir perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat.
Pertumbuhan ekonomi ini ditunjang oleh sektor komoditas yang semakin diminati oleh investor
asing. Pertumbuhan ekonomi ini mendorong pertumbuhan penduduk dan urbanisasi menuju
pusat-pusat perekonomian. Bersamaan dengan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan
ekonomi, kebutuhan infrastruktur penunjang juga semakin tinggi.

Sebagai penunjang kesejahteraan masyarakat dan investasi pembangunan diperlukan berbagai


infrastruktur. Antara lain jaringan jalan, jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, air bersih, dan
sebagainya. Dorongan peningkatan pada subsektor listrik, subsektor jalan, subsektor transportasi
dan subsektor komunikasi tersebut disebabkan karena tingkat permintaan dari subsektor tersebut
terus mengalami peningkatan. Disamping itu, respon permintaan yang terus meningkat terhadap
subsektor-subsektor tersebut diimbangi dengan banyaknya investasi pembangunan infrastrukur
di subsektor-subsektor tersebut.

Begitu pula dengan pembangunan infrastruktur jaringan jalan. Pembangunan jalan sangat tidak
kalah penting dan diperlukan sebagai alat penghubung suatu tempat dengan tempat yang lain.
Dengan adanya akses jalan yang mudah dijangkau akan mempengaruhi unsur strategis suatu
tempat dan dengan mudahnya akses akan mempengaruhi banyaknya pihak swasta yang mau
berinvestasi. Dengan banyaknya pihak swasta yang mau berinvestasi tersebut akan
mempengaruhi pada pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat. Selain itu dengan adanya
pembangunan-pembangunan infrastruktur salah satu contohnya seperti jaringan jalan juga akan
memberi manfaat kesejahteraan masyarakat karena terbebas dari keterpencilan suatu tempat dan
memberikan kemudahan akses bagi masyarakat.

Seperti yang kita ketahui pertumbuhan ekonomi di Indonesia terpusat di DKI Jakarta dan
sekitarnya. Urbanisasi menuju ibukota menyebabkan kebutuhan akan rumah tinggal menjadi
semakin tinggi. Persebaran pembangunan rumah tinggal, merembet hingga kota-kota sekitar
DKI Jakarta seperti Bogor, Bekasi, Depok, dan Tangerang. Dalam pemenuhan kebutuhan hunian,
pembangunan rumah horizontal dianggap tidak dapat mengakomodasi semakin banyaknya
kebutuhan rumah tinggal dengan ketersediaan lahan. Oleh Karena itu pembangunan hunian
vertical atau apartemen mulai menjamur didaerah ibu kota. Apartemen Casa De Parco
merupakan salah satu contoh pemenuhan kebutuhan hunian yang semakin meningkat.

Tingginya permintaan infrastruktur menimbulkan persaingan antar penyedia jasa di bidang


konstruksi untuk bersaing dan menunjukan kelebihannya. Harga murah, waktu yang cepat, dan
bangunan yang berkualitas akan menjadi penentu persaingan pasar penyedia jasa konstruksi.
Seorang sarjana Teknik Sipil, nantinya akan terjun langsung dalam pemenuhan kebutuhan
infrastruktur. Sebuah pekerjaan konstruksi membutuhkan banyak orang dengan berbagai disiplin
ilmu yang mumpuni. Dibutuhkan kerja tim dan manajemen yang baik agar dalam tim perencana,
pelaksana, dan pengawas dapat bekerja secara berdampingan dengan optimal. Tentunya
dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas khusunya sarjana teknik sipil yang selama
masa perkuliahanya sudah mulai berkenalan dengan dunia konstruksi. Untuk itu seorang sarjana
teknik sipil dituntut agar ilmunya tidak dibatasi oleh apa yang didapat dari dalam kelas, namun
juga mencakup pengalaman di lapangan dan pengamalan ilmu dilapangan.

Agar lulusannya mampu bersaing di dunia kerja nantinya, Departemen Teknik Sipil Undip
membekali mahasiswanya dengan matakuliah Kerja Praktek. Melalui kerja praktek inilah
mahasiswa diharap mengenal situasi dan permasalahan dalam sebuah proyek konstruksi.
Sehingga setelah lulus, nantinya sarjana teknik sipil sudah mengenal karakteristik permasalahan
didunia konstruksi.

1.2 Maksud dan Tujuan Kerja Praktik


1.2.1 Proyek
Maksud dan Tujuan dari pembangunan Apartemen Casa DeParco adalah:
1. Memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal
2. Meningkatkan gaya hidup masyarakat tingkat menengah
3. Membuka lapangan pekerjaan baik selama proyek berlangsung maupun
setelah proyek berakhir
4. Menyediakan alternatif investasi

1.2.2 Kerja Praktek


Kerja Praktek (KP) merupakan mata kuliah yang ada dalam kurikulum
Universitas Diponegoro Program Studi Strata 1 Departemen Teknik Sipil yang wajib
dilaksanakan oleh mahasiswa pada semester VI dan VII. Kerja Praktek merupakan
kegiatan praktek bekerja langsung pada proyek konstruksi untuk mengaplikasikan hal-hal
yang diperoleh selama perkuliahan dan diharapkan mampu memberikan pengalaman
kerja bagi mahasiswa dengan kondisi dan peristiwa nyata yang terjadi pada saat proyek
konstruksi yang tidak terdapat di dalam kompetensi dunia pendidikan, misalnya saja
metode pelaksanaan konstruksi dan ilmu kepemimpinan yang sangat penting harus
dimiliki pada saat bekerja.
Maksud dari pelaksanaan kerja praktek adalah:
Memberikan pengalaman kerja di bidang rekayasa sipil.
Mengetahui proses pelaksanaan di lapangan.
Mengetahui penerapan manajemen mutu di lapangan.
Mengetahui pengendalian mutu, waktu dan biaya di lapangan.
Memahami metode kerja yang sesuai saat pelaksanaan pekerjaan di lapangan
Menambah konektivitas dan jaringan antar sesama orang teknik sipil
Memahami praktek di lapangan sebagai hasil penerapan teori di bangku
kuliah.
Membuat dokumentasi proyek yang dapat digunakan sebagai bahan acuan
untuk belajar.
Membuat Laporan Kerja Praktek

Sedangkan, tujuan dari pelaksanaan Kerja Praktek bagi mahasiswa yaitu agar
mahasiswa:
1. Mempunyai pengalaman visual bentuk kegiatan fisik pembangunan di bidang
rekayasa teknik sipil, seperti :
Mempelajari mengenai metode pelaksanaan konstruksi
Mempelajari mengenai sistem pengendalian tenaga kerja
Mempelajari mengenai pelaksanaan pengendalian mutu
2. Mengetahui manajemen konstruksi suatu proyek, seperti :
Mengetahui struktur organisasi proyek
Mengetahui sistem manajemen K3
Mengetahui mengenai sistem pengadaan barang / material pada proyek
3. Mengetahui tahapan kegiatan fisik selama pelaksanaan proyek beserta pengawasan
pekerjaan.
4. Memahami praktek di lapangan sebagai hasil penerapan teori.
5. Membuat laporan kerja praktek.

6. Membuat dokumentasi proyek yang dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk
belajar.

1.3 Lokasi Proyek

Apartemen Casa De Parco berlokasi di garis depan kawasan komersial Taman Kota Barat,
berdekatan dengan cluster residential The Icon, Foresta, The Avani, Apartemen Saveria, The
Breeze, Foresta Business Loft, Aeon Mall, Indonesia International Expo, Prasetiya Mulya
Business School dan Swiss German University di BSD City.

Gambar 1.1 Peta Lokasi Casa de Parco apartment BSD City


1.4 Data Proyek
1.4.1 Data-data Umum Proyek
Berikut adalah Data Umum Proyek Apartemen Casa DeParco, Tower E :
1. Nama Proyek : Apartemen Casa DeParco, Tower E
2. Lokasi Proyek : Jl. BSD RayA Baru, Serpong, Tangerang, Banten
3. Pemilik Proyek : PT. Sinarmas Land
4. Manajemen Konstruksi : PT. Rasya Anugrah Pratama
5. Konsultan Arsitektur : Sonny Sutanto Architecs
6. Konsultan Struktur : Stadi Structural & Consulting Engineers
7. Konsultan M E P : Adhicipta Prajawidya
8. Kontraktor Utama : PT. Jagat Konstruksi
9. Fungsi Bangunan : Hunian
10. Jumlah Tingkat : 30 Lantai
11. Luas lahan : 12 Hektar
12. Lingkup Pekerjaan :

- Struktur : - Pekerjaan Tanah &Sheet Pile


- Potong Kepala Tiang Pancang
- Pekerjaan Beton, Besi, Bekisting
- Pekerjaan Struktur Baja

- Arsitektur : - Dalam Bangunan : Pelapis Lantai, Dinding, Plafon,


Pintu & Jendela, Tangga & Railing, Finishing Ramp Dalam
Bangunan.
- Luar Bangunan : Paving Block, Grass Block,
Gutter, Kansteen, Pagar Keliling Bangunan, Tiang Bendera,
Dumster Sampah, Bak Kontrol.
-MEP : Penangkal Petir, Sistem Air Bersih, Sistem Air Buangan,
Sanitair

1.4.2 Data Teknis Konstruksi


a. Jumlah Lantai : 30 Lantai, basement 2 lantai, ground floor, dan
upper ground floor
b. Tinggi Bangunan : 99,00m

c. Mutu Beton
- Pondasi
Pilecap : fc 40 MPa
- Struktur
Balok : fc 35 MPa

Plat : fc 35 MPa

Kolom : fc 40 MPa

Slump Beton 12 cm 2 cm

d. Mutu Besi Tulangan

D (ulir) fy 400 MPa : BJTD 40

(polos) fy 240 MPa : BJTP 24

e. Tipe Struktur : Reinforced Concrete

1.5 Lingkup Pekerjaan


Ruang lingkup pekerjaan Proyek Pembangunan Apartemen Casa DeParco, meliputi:

A. Pekerjaan persiapan
1. Pengukuran site, pematokan, setting out as bangunan, posisi bangunan dan garis
batas bangunan.
2.Proteksi sementara pada batas lahan, struktur, patok dan tugu pengukuran.
3.Pembersihan lapangan dan grubbing.
4.Relokasi pagar sementara dan pembangunan pagar sementara.
5.Persiapan jalan kerja sementara.
6.Proteksi kabel PLN, pipa air, telepon dan utilitas lainnya.
7.Pengendalian erosi, pengendapan lumpur dan debu.
8. Pembuangan sisa bahan, termasuk perijinannya.
B. Pekerjaan Tanah dan Galian
1. Penggalian dan pengurugan untuk bangunan dan struktur.
2. Persiapan dan grading subgrade, subbase, dan base couse untuk jalan orang,
perkerasan dan jalan kerja.
3. Sistem drainage sementara dalam batas tapak bangunan.

C. Pekerjaan struktur atas


1. Kolom struktur
2. Balok struktur
3. Plat lantai
4. Tangga
5. Kolam renang

E. Pekerjaan Finishing
1. Pekerjaan dinding
2. Pekerjaan lantai
3. Pekerjaan pintu dan jendela
4. Pekerjaan plafond
5. Pekerjaan sanitasi
6. Pekerjaan pengecatan
7. Pekerjaan Waterproofing atap, toilet dan kolam renang

F. Pekerjaan Mekanikal, Elektrikal dan Plumbing


1. Pekerjaan ruang genset, Ground Water Tank, dan Sewage Treatment Plant
2. Pekerjaan lift
3. Pekerjaan Air Conditioner
4. Pekerjaan fire hydrant
5. Pekerjaan plumbing
6. Pekerjaan instalasi lampu
7. Pekerjaan fire alarm, telepon, tata suara, penangkal petir dan fire stop